Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Air Lindi Sebagai Aktivator Kompos Metode Takakura Vidia Nuria Rahman; Devi Safira Damayanti; Septa Indra Puspikawati
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v15i2.1398

Abstract

Waste is a product of human activity in the form of residual and unwanted existence. Utilization of leachate as a bio activator is an alternative to utilizing leachate from waste piles into something useful for processing organic waste into compost. The study aimed to determine whether or not there was a significant difference in the growth rate of composted tomato plants with leachate activator and compost without activator. The research method used a semi-quasi-experimental design with a treatment group and a control group and composting for 30 days and testing on plants for 15 days. Statistical analysis using the Independent Sample T-Test. The result of this research is that compost with 45 ml of leachate activator produces compost with a pH of 7.5, a final temperature of 31oC, and a final humidity of 60%. The results of the Independent Sample T-Test test on plant height produced p-value (sig) = 0.467> 0.05 and on the number of plant leaves produced p-value (sig) = 0.481> 0.05. The study concluded that the results of compost with a leachate activator of as much as 45 ml did not meet the requirements of SNI 19-7030-2004 and there was no significant difference in the average growth of compost tomato plants with a leachate activator and compost without an activator so it can be concluded that the leachate activator was 45 ml has no significant effect on compost quality and tomato plant growth.
Penguatan peran orang tua dalam pemenuhan gizi dan kesehatan mental anak sekolah selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 Lailatul Muniroh; Ika Yuniar Cahyanti; Septa Indra Puspikawati
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 18 No. 1 (2022): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v18i1.4712

Abstract

[Bahasa]: Pandemi COVID-19 memaksa pelaksanaan pembelajaran anak sekolah dilakukan secara daring (online). Hal ini berdampak pada munculnya permasalahan seperti kejenuhan siswa, gangguan mood siswa, psikosomatis yang diawali dari rasa cemas/gelisah, stres hingga depresi, kurang gerak pada siswa, dan kecenderungan makan berlebihan. Dibutuhkan peran orang tua untuk membantu siswa mengatasi permasalah tersebut. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada orang tua siswa mengenai pemenuhan gizi seimbang dan kesehatan mental pada anak sekolah selama pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Focuss Group Discussion (FGD) untuk menggali permasalahan siswa dan edukasi penguatan peran orang tua dalam pemenuhan gizi dan kesehatan mental anak. Hasil FGD digunakan sebagai dasar penyusunan dua modul yaitu modul tips pemenuhan gizi seimbang dan modul pemenuhan kesehatan mental anak. Kegiatan edukasi diawali dengan pemberian pretest dan diakhiri dengan pemberian posttest kepada orang tua siswa. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan orang tua siswa mengenai gizi seimbang dan kesehatan mental anak sebesar 54,5%. Orang tua siswa antusias dan terlibat aktif dalam diskusi selama edukasi berlangsung. Kegiatan edukasi ini ditindaklanjuti dengan pembentukan group Whatsapp sebagai upaya untuk mengontrol agar kegiatan terus berkesinambungan. Kata Kunci: COVID-19, gizi seimbang, kesehatan mental, peran orang tua [English]: COVID-19 pandemic made students do online learning, which resulted in the emergence of problems, such as students’ boredom, mood disorders, psychosomatic starting from anxiety, stress to depression, lack of movement, and the tendency of overeating. It takes the role of parents to help students overcome these problems. The purpose of this community service program was to provide education to parents regarding the fulfillment of balanced nutrition and mental health in school children during online learning. The method used in this program was Focus Group Discussions (FGD) to explore student problems and strengthen the role of parents in fulfilling children's nutrition and mental health. The results of the FGD were used for compiling two modules, namely the tips for fulfilling balanced nutrition and children's mental health. The education program was carried out by administering a pre-test and a post-test. This program showed an increase in the knowledge of parents by 54.5%. During the educational session, the parents were enthusiastic and actively involved in discussions. Then it was followed up with a Whatsapp group as an effort to keep the program sustainable. Keywords: COVID-19, balanced nutrition, mental health, the role of parents
Perbedaan Pemberian Bioaktivator dalam Kompos Takakura terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) Anjali Putri Agustin; Septa Indra Puspikawati; Mohammad Zainal Fatah
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v7i22022p25-34

Abstract

Indonesia's population is increasing from year to year which has an impact on increasing the amount of waste and has a negative impact on public health and the environment. One of the proper waste handling methods is simple, practical, and efficient composting using the Takakura composting method. This study aims to determine the differences in stem height and number of leaves of tomato plants (Lycopersicum esculentum) between the control group and the treatment group with the addition of 4 bioactivators in Takakura compost. The research method uses an experimental design conducted in Banyuwangi during March-April 2022. Statistical analysis using T-test on data that is normally distributed and the Mann-Whitney test is used on data that is not normally distributed was carried out to determine differences in stem height and number of leaves of tomato plants (Lycopersicum esculentum). The results of this study showed that there was a difference (p value is 0.008 is less than 0.05) between the stem height of the tomato plants in the control and treatment groups with the addition of leachate activator compost, and there was no difference in the height of the tomato plants with the addition of EM4 bioactivator, BSF larvae, and drops. sugarcane. The results also showed no difference in the number of leaves from the addition of all bioactivators (EM4, BSF larvae, leachate, and molasses) in Takakura compost. It is recommended that further research be able to measure the C over N ratio during composting to determine the nutrient content in each activator during composting.Jumlah penduduk Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun yang berdampak pada pertambahan jumlah sampah dan tentunya mengakibatkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan. Salah satu cara penanganan sampah yang tepat yakni pembuatan kompos sederhana, praktis, dan efisien dengan menggunakan metode komposting Takakura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tinggi batang dan jumlah daun tanaman tomat (Lycopersicum esculentum) antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan penambahan 4 bioaktivator di dalam kompos Takakura. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental yang dilakukan di Banyuwangi selama bulan Maret-April 2022. Analisis statistik menggunakan Uji T pada data yang berdistribusi normal dan Uji Mann Whitney digunakan pada data yang tidak berdistribusi normal dilakukan untuk mengetahui perbedaan tinggi batang dan jumlah daun tanaman tomat (Lycopersicum esculentum). Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan (p value sama dengan 0.008 kurang dari 0.05) antara tinggi batang tanaman tomat pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan dengan penambahan kompos aktivator air lindi, dan tidak ada perbedaan tinggi tanaman tomat pada penambahan bioaktivator EM4, larva BSF, dan tetes tebu. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya perbedaan jumlah daun dari penambahan semua bioaktivator (EM4, larva BSF, air lindi, dan tetes tebu) pada kompos Takakura. Penelitian selanjutnya disarankan dapat melakukan pengukuran C dibagi N rasio saat pengomposan untuk mengetahui kandungan hara di setiap aktivator pada saat pengomposan.
Pengaruh Edukasi Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun terhadap Peningkatan Pengetahuan Anak di Masa Pandemi Evy Tri Pratiwi; Devi Safira Damayanti; Galuh Sekar Anggraeni; Melinia Dwi Tanti; Tatut Isna Winanda; Vidia Nuria Rahman; Ayik Mirayanti Mandagi; Septa Indra Puspikawati
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v7i22022p55-60

Abstract

The Ministry of Health swiftly carried out control efforts by releasing Circular No. HK.02.02/I/385 to simultaneously actively participate in preventing the transmission of COVID-19 through the Masks for All movement and the provision of hand washing facilities with soap (CTPS). The purpose of the study was to analyze the effect of CTPS education and practice in increasing the knowledge of Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Mubtadin students. The type of research carried out is experimental research with a pre-experimental research design one-group pretest-posttest design. The population of the study was all students of Madrasah Tarbiyatul Mubtadin with a sample of 21 students of class IV Madrasah Tarbiyatul Mubtadin. The sampling technique is total population sampling and data collection techniques are through questionnaires. Data analysis using data processing software using paired t-test. The results of the paired t-test statistic showed a value (p-value is 0.000) less 0.05 so it could be stated that there was a significant difference between the students' knowledge of handwashing with soap before and after the intervention. There was an increase in the level of students' knowledge before and after the intervention and there was an influence of education and practice on students' knowledge of Handwashing with Soap (CTPS) at Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Mubtadin during the Pandemic Period. World Health Organization sejak tanggal 11 Maret 2020 menetapkan Indonesia menjadi pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan dengan sigap melakukan bentuk upaya pengendalian dengan merilis Surat Edaran No.HK.02.02/I/385 supaya serentak secara aktif ikut serta dalam pencegahan penularan COVID-19 melalui gerakan Masker untuk Semua dan penyediaan sarana cuci tangan dengan sabun (CTPS). Tujuan Penelitian adalah menganalisis pengaruh edukasi dan praktik CTPS dalam peningkatan pengetahuan Siswa Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Mubtadin. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental dengan desain penelitian pra-eksperimental one group pretest-posttest design. Populasi dari penelitian adalah seluruh siswa-siswi Madrasah Tarbiyatul Mubtadin dengan sampel yaitu siswa kelas IV Madrasah Tarbiyatul Mubtadin sebesar 21 siswa. Teknik sampling yaitu  total population sampling dan teknik pengumpulan data melalui kuisioner. Analisis data menggunakan software pengolahan data menggunakan uji paired t-test. Hasil uji statistik paired t-test  menunjukkan nilai (p-value sama dengan 0,000) kurang dari 0,05 sehingga dapat dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan Cuci Tangan Pakai Sabun siswa sebelum dan setelah intervensi. Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan siswa sebelum dan setelah intervensi serta terdapat pengaruh edukasi dan praktik terhadap pengetahuan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) siswa di  Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Mubtadin di Masa Pandemi.
HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN BESAR UANG SAKU DENGAN KERAGAMAN KONSUMSI PANGAN PADA REMAJA SUKU TENGGER Amelia Yomanda; Lailatul Muniroh; Septa Indra Puspikawati; Diah Indriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18082

Abstract

Keragaman konsumsi didefinisikan sebagai upaya untuk meningkatkan asupan yang meliputi beberapa jenis kelompok bahan pangan agar mencapai kebutuhan zat gizi harian sesuai pedoman dan menjamin terciptanya kesehatan yang optimal. Pada kelompok usia remaja, mereka sudah memiliki kebebasan untuk memilih makanan yang ingin dikonsumsi, sehingga banyak aspek yang dapat memengaruhi terciptanya pola konsumsi yang beragam maupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi makan, tingkat pendidikan dan besar uang saku dengan keragaman konsumsi pangan pada remaja Suku Tengger. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan mulai dari Bulan April-November 2021 dengan menggunakan kuesioner online berupa google form mengingat penelitian ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Kuesioner tersebut ditujukan kepada populasi remaja Suku Tengger yang tinggal di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan dengan kriteria usia 13-19 tahun dan bersedia mengikuti penelitian. Populasi remaja Suku Tengger sebanyak 150 orang dan didapatkan besar sampel yaitu 99 responden dengan teknik sampling studi partisipatif yakni berdasarkan responden yang mengisi kuesioner online. Hasil uji chi-square menampilkan nilai yang tidak signifikan antara frekuensi makan (p=0,430), tingkat pendidikan (p=0,147) dan besar uang saku (p=0,180) dengan keragaman konsumsi pangan remaja Suku Tengger. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan, tingkat pendidikan dan besar uang saku dengan keragaman konsumsi pangan pada remaja Suku Tengger. Konsumsi pangan beragam mayoritas terdapat pada responden dengan frekuensi makan lebih sedikit, serta tingkat pendidikan dan besar uang saku yang lebih kecil.
Pencegahan Balita Weight Faltering untuk Mencegah Terjadinya Stunting dengan Pemberdayaan Ibu Balita untuk Membuat Makanan Pendamping ASI yang Berkualitas di Kelurahan Karangrejo Kabupaten Banyuwangi Sarah Theresa; Septa Indra Puspikawati
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 3 (2024): JAMSI - Mei 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1148

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi buruk yang terjadi pada balita yang disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya karena kurangnya asupan gizi yang beragam dan berkualitas saat pemberian makanan pendamping Air Susu Ibu (ASI) sehingga tidak mengalami kenaikan berat badan yang cukup. Peran makanan pendamping ASI sangatlah penting untuk membantu balita tumbuh sesuai dengan rata-rata kenaikan berat badan setiap bulannya agar terhindar dari stunting. Masih minimnya pengetahuan ibu untuk memberikan makanan pendamping ASI yang bergizi dan berkualitas akan berpengaruh pada kondisi kesehatan balita yang dapat menjadi determinan penyebab terjadinya stunting. Tujuan dilakukan pemberdayaan yaitu untuk meningkatkan kemampuan ibu balita dengan memberikan edukasi dan demontrasi terkait pembuatan makanan pendamping ASI yang begizi dan berkualitas. Selain itu tujuan dari kegiaatan ini untuk mencegah terjadinya stunting dari determinan makanan pendamping ASI. Metode pemberdayaan yang dilakukan yaitu dengan memberikan edukasi mengenai pembuatan makanan pendamping ASI yang bergizi dan berkualitas serta demontrasi dan praktik langsung pembuatan makanan pendamping ASI. Hasil terlaksananya kegiatan edukasi dan demonstrasi pengetahuan ibu balita meningkat dan mampu membuat makanan pendamping ASI yang bergizi dan berkualitas untuk mencegah balita Weight Faltering di Kelurahan Karangrejo Kabupaten Banyuwangi.
Program Skrining Keliling Tekanan Darah Sebagai Langkah Awal Deteksi Dini Hipertensi di Dusun Badengan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi Melati Octavia Febriana; Septa Indra Puspikawati; Diansanto Prayoga; Avila Abilia; Firrial Eksa; Uyun Loveni; Anggi Margareta; Putri Nur; Oktario Dinansa; Nafkha Nisa; Lailatu Rohmah; Imelda Damayanti; Muhamad Isa; Fertika Nanda
Abdimas Universal Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v6i1.407

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent NCDs. The importance of controlling NCDs is due to the high incidence and mortality rates. NCD control is better with early prevention, especially in Kluncing Village, Licin District, Banyuwangi.. One of the early prevention is the existence of the Blood Pressure Mobile Screening Program as an Early Step for Early Detection of Hypertension in Badengan Hamlet, Kluncing Village, Licin District, Banyuwangi. The goal of this program is to focus on early detection of hypertension and enable earlier identification of cases. Early detection is crucial to prevent serious complications that can arise from hypertension, such as heart disease and stroke. In addition, by bringing screening services closer to the community, this program can improve the accessibility of health services. The method of implementation begins with program planning, problem identification, priority determination, causes of problems, alternative solutions, preparation of a proposed plan to plan implementation. This program is implemented through door to door screening using blood pressure and education about hypertension, as well as involving the Licin Health Center in handling people with hypertension. Based on the results of blood pressure measurements, 91 people (28%) had normal blood pressure, 153 people (46.5%) had prehypertension, 60 people (18%) had grade 1 hypertension, and 25 people (7.5%) had grade 2 hypertension. In its implementation, the performance indicator has reached the target of 52.55% or 329 community members who were screened for hypertension by measuring blood pressure. This shows that the hypertension screening program is running effectively and achieving its goal of detecting hypertension in the community.
Gerakan Aksi Nyata Program “Ayo, Tanam Seledri Sebagai Bentuk Pencegahan Hipertensi!” di Desa Kluncing, Licin, Banyuwangi Nafkha Nisa Nabila; Septa Indra Puspikawati; Diansanto Prayoga; Avila Abilia; Firrial Eksa; Imelda Damayanti; Anggi Margareta; Putri Nur; Uyun Loveni; Melati Octavia; Lailatu Rohmah; Oktario Dinansa; Muhamad Isa; Fertika Nanda
Abdimas Universal Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v6i1.436

Abstract

Hypertension is a significant health issue in Indonesia, with a growing prevalence. Some individuals still lack attention and support for hypertension prevention. The “Let's Plant Celery for Hypertension Prevention” movement in Kluncing Village aims to address this problem. The purpose of this program is to empower the community to plant celery as one of the plants that can prevent hypertension. The community service approach was employed, beginning with problem identification and priority determination, and concluding with program implementation. Socialization efforts were undertaken to educate the community about the benefits of celery and the process of planting it. Over 100 celery seedlings were distributed to the community and regularly monitored. Observations showed that celery growth reached its peak in the fifth week, with an average height of 4.39cm. During the sixth and seventh weeks, the celery continued to grow well, reaching an average height of 3.56cm and 3.39cm, respectively. By the end of the seventh week, the celery had reached maturity, with an average height of 27.20cm, indicating that the plant had fully matured. This program is a concrete step towards preventing hypertension and improving public health, with the active participation of the community. Sustainable practices in celery planting and consumption are expected to continue in Kluncing Village to obtain optimal health benefits in the prevention of hypertension.
Higiene dan Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur : Kajian Deskriptif Mila, Widatul; Nabilah, Sayu Larasati; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v16i1.14841

Abstract

Air adalah kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari karena semua makhluk hidup membutuhkan air. Seiring berjalannya waktu, pemenuhan kebutuhan akan air minum bagi masyarakat sangat bervariasi. Kondisi ini membuat masyarakat memiliki alternatif lain untuk mengkonsumsi air minum yaitu air minum yang diproduksi oleh Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU). air minum isi ulang memiliki harga yang lebih murah namun tidak semua depot air minum isi ulang kualitasnya terjamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan higiene sanitasi DAMIU di Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasi dan wawancara kepada pengelola atau karyawan depot air minum isi ulang yang menggunakan instrumen lembar observasi higiene dan sanitasi depot air minum yang diadopsi dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Hasil menunjukkan terdapat 2 (6,67%) DAMIU yang tidak memenuhi syarat kelaikan fisik dan 28 (93,33%) DAMIU memenuhi syarat kelaikan fisik. Kesimpulan penelitan ini adalah kondisi higiene dan sanitasi di 30 DAMIU di Kecamatan Banyuwangi secara umum sudah baik, namun perlu dilakukan upaya pembinaan dan pengawasan secara intensif oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi terhadap Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Banyuwangi.
UJI KANDUNGAN PENCEMARAN TIMBAL PADA HASIL LAUT DI KABUPATEN BANYUWANGI Afrilla, Offa; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/ikesma.v17i2.22331

Abstract

Pencemaran logam timbal berdampak bagi kesehatan manusia seperti kerusakan saat pembentukan eritrosit dan sifat logam berat yang akumulatif sehingga jika masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan efek jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kadar timbal pada makanan secara kuantitatif. Metodologi penelitian ini bersifat observasional deskriptif dimana peneliti menggunakan alat Rapid Test Kit Pb yang dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Lingkungan PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi pada tanggal 18 Februari 2020. Populasi penelitian ini adalah seluruh sampel berupa makanan jenis hasil laut dan makanan kaleng. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada 15 pedagang yang berada di pasar tradisional, tiap 1 pedagang diambil 1 sampel dengan menggunakan total sampling yaitu sebanyak 15 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 1 sampel yang mengandung timbal yaitu pada terasi udang yang memperoleh hasil test strip Pb dengan kadar 20 mg/l Pb2+ sedangkan 14 sampel lainnya masih berada dalam batas aman yaitu hasil test strip Pb dengan kadar 0 mg/1 Pb2+. Hasil Pb pada terasi udang melebihi batas maksimum yaitu sebesar 1,0 mg/kg sesuai dengan peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009. Saran bagi pemerintah, bidang industri pangan dan konsumen diharapkan dapat bekerjasama untuk mencegah dampak negatif terhadap tubuh akibat logam timbal pada makanan.
Co-Authors Abihail, Chrysoprase Thasya Abilia, Avila Afrilla, Offa Aini, Putri Nur Al Gifari, Tubagus Akhmad Amani, Zahiroh Amelia Yomanda Anggi Margareta Anggraeni, Ika Novita Anjali Putri Agustin Ardiasnyas, Rizky Bagas Ardiyanti, Anggi Margareta Asdam, Wulan Syarani Assagaf, Mochamad Zulfikar Astutik, Erni Avila Abilia Ayik M. Mandagi Bukhori Muslim Cahyanti, Ika Yuniar Candralega Bibit Saputro Choiron, Dita Salsabila Cut Athira Sauma Damayanti, Imelda Desak Made Sintha Kurnia Dewi Desak Made Sintha Kurnia Dewi Devi Safira Damayanti Devi Safira Damayanti Dewi, Desak Made Sintha Kurnia Diah Indriani Dian Puspitasari Dianni Yusuf Diansanto Prayoga Dinansa, Oktario Dwi Lailatul Fitria Eksa, Firrial Erlin Qur’atul Aini Evy Tri Pratiwi Farezi, Reza Adrio Faris Mohammad Hadi Fatah, Mohammad Zainal Fatma Nur Ardiati Febiyana, Dwi Valentin Fertika Nanda Firrial Eksa Fitriana, Destia Ika Galuh Sekar Anggraeni Griselda Malinda Eliza Putri Mohamad Moklis Haditanojo, Wiyanto Hanisya, Arisma Ifatul Haq , Irwan Barlian Immadoel Hario Megatsari Herdiansyah, Akbar Dimas Imelda Damayanti Indrianti, Maswiya Inriza Yuliandari Ira Nurmala Isa, Muhamad Islamiyah, Khofifatul Izzati, Nabila Rahma Januarti, Catur Ifda Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Joni Wahyuhadi, Joni Kaljafa, Fertika Nanda Kenconojati, Hapsari Khabibi, Arsila Kurniawati, Nurul Agustina Lailatu Rohmah Lailatu Rohmah, Lailatu Lailatul Muniroh Larasati, Adella Atika Loveni, Uyun Mahmud Aditya Rifqi Mandagi, Ayik Mirayanti Melati Octavia Melati Octavia Febriana Melinia Dwi Tanti Merrisa Ayu Oktanova Meyyanti, Henny Putrie Mila, Widatul Mufasirin Muhamad Isa Mulyono Mulyono Muslimah, Bintang Nabila Khusna Amalia Nabilah, Sayu Larasati Nafkha Nisa Nafkha Nisa Nabila Nanda, Fertika Nazwa Aulia Nilam Yusika Sari Ningrum, Wulan Setia Nisa, Nafkha Nufus, Putri Zakiyatun Nur Risca Azizah Nur Risca Azizah Nur, Putri Nurfaizah, Diza Ulya Octavi, Melati Oktario Dinansa Oktavia Ika Nur Winda Satriani Praja, Ratih Novita Prameswari, Rara Ayuning Putri Nur Putri, Dhea Ayu Amalia Putri, Fika Ardiana Rachmat Hargono Ramadhani, Halimah Shafira Ramadhaningtyas , Erica Medina Ratna Dwi Puji Astuti Rinda Istiqumilaily Rini, Eka Mistiko Ririh Yudhastuti Rizka Khawari Rizky Hariyani Rizky Putri Hariyani Saksono, Bayu Salisa, Wizara Sarah Theresa Sari, Apik Mila Sayu Larasati Nabila Sebayang, Susy Katikana Sepyan Purnama Kristanto Sholeha, Ridzkiya Karimatus Socadevia, Annisa Soetojo Soetojo Sukarno, Gerda Susilo, Rahadian Indarto Syafitri, Anzilika Avia Syahrul R, Syahrul Syifa'ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tatut Isna Winanda Tedy Apriawan Ulaganathan, Vaidehi Uyun Loveni Venaprilla, Syarifa Gadis Vidia Nuria Rahman Wari, Naris Wirayudha, Yosia Dimas Yogi Yhuwono Yudhana, Aditya Yuli Astuti yunianti, Ira Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono Zaman, Md Nahid Uz Zaneta, Dinayu Putri Wyanet Zolla Gracia Amardiani