Claim Missing Document
Check
Articles

Identification of Swimming Pool Sanitation in Banyuwangi: Study in Swimming Pool X at Glagah Yuli Astuti; Septa Indra Puspikawati; Inriza Yuliandari
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2020): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i1.273

Abstract

The purpose of this research is to know the description of sanitation of swimming pool X Glagah in Banyuwangi. This research used observation and interview technique. The research was on June, 2017, took place in swimming pool X Glagah in Banyuwangi. The observation and Interview performed using an research instrument. The research instrumen based on Minister of health of Republic of Indonesia Regulation No. 416 of 1990 about requirement and monitoring water quality, and Minister of Tourism of Republic of Indonesia No. 16 of 2015 about swimming pool business standard. The observation instrument contains five variables. There are water quality of swimming pool, sanitasion facility, health of building and environment, health of room, and evaluation for employees. There are three variables on interview instrument. There are product, services, and management
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG BAHAYA ROKOK ELEKTRONIK: Improving Adolescents Knowledge About the Harmful Effect of Electronic Cigarette Desak Made Sintha Kurnia Dewi; Susy Katikana Sebayang; Septa Indra Puspikawati; Erni Astutik; Syifa'ul Lailiyah; Erlin Qur’atul Aini; Rizky Putri Hariyani
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 3 No. 1 (2020): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v3i1.46

Abstract

ABSTRACTThe popularity of e-cigarette (e-cig) is increasing among adolescents, as it is promoted as a safer cigarette and a tool that can help to quit smoking. The misleading security illusion of e-cig without adequate knowledge has created a new generation of tobacco industry customers. The aim is to improve adolescent knowledge about the harmful effects e-cig. Online socialization about the electronic cigarette traps were given to junior and senior high school students in two sub districts in Banyuwangi. Education was conducted in October 2020, attended by 107 students and 15 teachers.Three educational sessions for 20 minutes were conducted using presentation and short video. Pre and post tests were conducted to measure changes in adolescent knowledge. Participants were also asked to evaluate the benefits of these activities. Paired sample t test was used to analyze adolescents’ knowledge before and after socialization. Online socialization about the harmful effect of e-cig improved adolescent knowledge. The mean score improvement was 0.88 ± 1.499 (p = 0.0004). Around 72.1% of adolescents were willing to become agents of change or peer educators. About 84.4% and 88.3% participants agreed and strongly agreed that this socialization provided new information and understanding. Online socialization about the harmful effect of e-cig using short video and texts can improve adolescents' knowledge.Keywords: E-cigarette, Adolescents, Addiction, Tobacco Control. ABSTRAKRokok elektronik (e-cig) semakin populer khususnya di kalangan remaja karena dipromosikan sebagai rokok yang lebih aman dan alat bantu untuk berhenti merokok. Keamanan palsu (ilusif) yang diberikan e-cig tanpa diimbangi pengetahuan yang cukup menciptakan generasi pelanggan baru untuk industri tembakau. Tujuan dari studi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya rokok elektronik. Sosialisasi Jebakan Rokok Elektronik dilakukan secara daring pada pelajar SMP dan SMA di dua Kecamatan di Banyuwangi. Edukasi dilaksanakan pada Oktober 2020, diikuti oleh 107 siswa dan 15 guru. Tiga sesi edukasi selama 20 menit dilaksanakan menggunakan presentasi dan video pendek. Pre dan post-test digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Peserta juga diminta untuk mengevaluasi manfaaat dari kegiatan ini. Paired sample t test digunakan untuk menganalisis pengetahuan remaja sebelum dan setelah sosialisasi. Sosialisasi secara daring tentang bahaya e-cig mampu meningkatkan pengetahuan remaja. Peningkatan skor rata rata sebesar 0.88±1.499 (p=0.0004). Sebanyak 72.1% remaja menyatakan kesediaannya menjadi agen perubahan atau peer educator. Sebanyak 84.4% dan 88.3% peserta setuju dan sangat setuju bahwa sosialisasi ini memberi informasi dan pemahaman baru. Sosialisasi daring tentang bahaya e-cig menggunakan video pendek dan text dapat meningkatkan pengetahuan remaja.Kata Kunci: Rokok Elektronik, Remaja, Kecanduan, Kontrol Tembakau.
PENGEMBANGAN KESADARAN TENTANG KECANDUAN GAWAI DAN TELEPON PINTAR PADA REMAJA DI KABUPATEN BANYUWANGI, INDONESIA: Raising Awareness Of Gadget And Smartphone Addiction Among Adolescents In Banyuwangi District, Indonesia Susy Katikana Sebayang; Desak Made Sintha Kurnia Dewi; Septa Indra Puspikawati; Erni Astutik; Syifa'ul Lailiyah; Erlin Qur’atul Aini; Rizky Hariyani
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 3 No. 1 (2020): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v3i1.47

Abstract

ABSTRACTGadget use among Indonesian adolescents is becoming more prevalent. Most Indonesian families own smartphones for various uses including for accessing the internet. Gadget and internet use has sharply increased during the Covid-19 pandemic. This study therefore reports a short awareness raising method on gadget addiction among adolescents and how to prevent it. Awareness raising session was held online for students of junior and senior high school students in Banyuwangi District. Socialization materials were given in the form of 20 minute lecture and a 2 minute and 19 second short animation video. Knowledge improvement was calculated from a pre-socialization and post socialization test scores and analysed using paired t-test. Participants were also asked to evaluate the impact of the socialization on providing new information and understanding of the issues. Online socialization can improve knowledge on 66.7% of the students with an average score improvement of 1.55±1.81 poin (p<0.0001). Participants stated that the socialization was well executed. Most students (85.5%) agreed to highly agreed that the socialization provided them with new information and 87.1% of students agreed to highly agreed that they understood the materials. Therefore, short online socialization through presentation and short video can improve the knowledge and understanding of gadget addiction among adolescents.Keywords: Addiction, gadget, smartphones, adolescents, socialization. ABSTRAKPenggunaan gawai di kalangan remaja semakin umum di Indonesia. Sebagian besar keluarga di Indonesia memiliki telepon pintar yang digunakan untuk berbagai hal termasuk mengakses internet. Selama masa pandemi Covid-19 penggunaan gawai dan internet semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi mengenai kecanduan gawai di kalangan remaja dan cara mencegahnya. Sosialisasi mengenai kecanduan gawai secara daring diberikan kepada siswa setingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas di Kabupaten Banyuwangi. Materi sosialisasi diberikan dalam waktu 20 menit dalam bentuk presentasi dan video pendek. Peningkatan pengetahuan diukur melalui test pengetahuan sebelum dan setelah sosialisasi dan dianalisa menggunakan t-test. Peserta juga diminta untuk mengevaluasi manfaat sosialisasi dari segi penambahan informasi dan pemahaman. Sosialisasi secara daring dapat meningkatkan pengetahuan pada 66.7% siswa dengan peningkatan skor rata-rata sebesar 1.55±1.81 poin (p<0.0001). Peserta menyatakan bahwa keseluruhan kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan baik. Sebagian besar siswa (85.5%) menyatakan setuju hingga sangat setuju bahwa kegiatan sosialisasi tersebut memberi tambahan informasi baru bagi mereka dan 87.1% siswa menyatakan setuju hingga sangat setuju bahwa mereka memahami materi yang disampaikan. Sosialisasi secara daring dalam waktu yang singkat melalui presentasi dan video pendek dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai kecanduan gawai.Kata Kunci: Kecanduan, Gawai, Telepon Pintar, Remaja, Sosialisasi
Faktor Risiko Keterlambatan Diagnosis Kanker Pada Pasien Kanker Payudara: Systematic Literature Review Kaljafa, Fertika Nanda; Puspikawati, Septa Indra; Aini, Putri Nur; Al Gifari, Tubagus Akhmad
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 4 (2025): May
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15481697

Abstract

Background: Delayed diagnosis of breast cancer is one of the behaviours commonly experienced by the public due to several risk factors that influence it. Objective: This study aims to identify risk factors that influence the delay in diagnosis of cancer in patients with breast cancer. Objective: This study aims to identify risk factors that influence the delay in diagnosis of cancer in patients with breast cancer. This type of research is a literature review with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis) model. Articles were obtained from online databases, namely Google Scholar and Neliti with a range of years 2020-2024. The results of the literature review found that the risk factors that affect the delay in diagnosis of cancer in breast patients include the level of education and knowledge, geographical location of the area in access to health services, information exposure, SADARI behaviour, husband support, feelings of fear and anxiety, misdiagnosis, age with a range of examinations at health services. As for some other risk factors that are not associated include family history of cancer, economic factors, initial complaints and alternative treatments. Education level and knowledge as well as SADARI behaviour are the factors that appear the most as risk factors that affect the delay in cancer diagnosis in breast cancer patients.
Konsumsi Minuman Manis dan Perilaku Sedentari Mendorong Tren Kegemukan: Studi pada Remaja Perkotaan dan Pedesaan di Jawa Timur, Indonesia: Sweet Sweetened Beverages Intake and Sedentary Behavior Drive Overweight Trends: A Study of Urban and Rural Adolescents in East Java, Indonesia Rifqi, Mahmud Aditya; Puspikawati, Septa Indra; Salisa, Wizara; Zaman, Md Nahid Uz
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1.2025.34-44

Abstract

Background: Overweight and obesity are growing concerns in developing countries, including Indonesia. Excessive food intake and lack of physical activity are major contributing factors to this issue. Objectives: This study aims to analyze the relationship between physical activity levels, dietary patterns, and nutritional status among adolescents living in rural and urban areas. Methods: This cross-sectional study involved 261 adolescents (120 males, 141 females) aged 12–14 years from East Java, Indonesia. Physical activity was assessed using the Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C), while dietary intake was measured using daily recall and a food frequency questionnaire (FFQ). Nutritional status was determined based on BMI-for-age Z-scores. Results: More than 20% of adolescents were overweight (Z-score > 2), with a prevalence of 21% in rural areas and 31% in urban areas. Urban adolescents consumed more sugary drinks, had longer screen time, and slept less than their rural counterparts (p-value<0.05). Overall physical activity levels were significantly higher among rural adolescents. Key risk factors for overweight status included sugary drink consumption (OR 2.32), high-fat food intake (OR 1.61), low physical activity (OR 0.09), and prolonged screen time (OR 1.21). Conclusions: Differences in lifestyle between rural and urban adolescents impact their nutritional status. Targeted interventions to promote physical activity and reduce sugary drink consumption, especially in urban areas, are crucial for preventing overweight and improving adolescent health.
Hatchability Success Rate of Olive Ridley Sea Turtle (Lepidochelys olivacea) Eggs Using the INTAN BOX Incubation Device on Pulau Santen Beach, Banyuwangi Yudhana, Aditya; Sari, Jayanti Dian Eka; Praja, Ratih Novita; Herdiansyah, Akbar Dimas; Nurfaizah, Diza Ulya; Farezi, Reza Adrio; Muslimah, Bintang; Puspikawati, Septa Indra; Kenconojati, Hapsari; Soetojo, Soetojo; Susilo, Rahadian Indarto; Mufasirin, Mufasirin; Haditanojo, Wiyanto; Saksono, Bayu; Sukarno, Gerda
Journal of Basic Medical Veterinary Vol. 14 No. 1 (2025): Journal of Basic Medical Veterinary, June 2025
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbmv.v14i1.66944

Abstract

The natural hatching success rate of olive ridley sea turtle (Lepidochelys olivacea) eggs on Pulau Santen Beach is often hindered by predator disturbances, temperature fluctuations caused by human activities, and unfavorable environmental conditions, with a success rate of only 50–70%. This study aimed to analyze the hatching success rate of olive ridley sea turtle eggs using the INTAN BOX incubation device on Pulau Santen Beach, Banyuwangi. A quantitative descriptive method was employed to observe 365 eggs relocated from four nests to the INTAN BOX over an incubation period of 50–60 days. Parameters observed included temperature, humidity, and hatching success rates. Results indicated an average hatching success rate of 86%, with individual nest success rates ranging from 83% to 89%. These rates are significantly higher than the 50–70% success rate achieved through natural hatching. The INTAN BOX provides a stable environment, protects eggs from predators, and optimizes temperature and humidity conditions, thereby enhancing hatching success. Additionally, the device enables the management of hatchling sex ratios through temperature-dependent sex determination (TSD), which is critical for sea turtle population conservation. This study concluded that the INTAN BOX is an effective innovation for olive ridley turtle conservation while also supporting local community empowerment around Pulau Santen Beach.
Analisis Dampak Masalah Gizi Ganda Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Benua Asia: Tinjauan Pustaka Syafitri, Anzilika Avia; Khabibi, Arsila; Venaprilla, Syarifa Gadis; Puspikawati, Septa Indra
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.194

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi ganda, yang mencakup kekurangan gizi (under-nutrition) dan kelebihan gizi (over-nutrition), telah menjadi tantangan global yang semakin mengkhawatirkan. Beban gizi ganda tidak hanya berdampak pada kesehatan individu tetapi juga memiliki konsekuensi ekonomi dan sosial yang luas. Asia menyumbang 70% kasus wasting dan 52% kasus stunting global pada anak, terutama di negara berpenghasilan rendah. Tujuan: Untuk memahami dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi terutama di negara-negara Asia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka sistematis untuk merangkum dan menganalisis berbagai penelitian yang relevan dengan topik tertentu. Dalam penelitian ini, pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan melalui basis data Science Direct dan Google Scholar. Setelah proses seleksi, tersisa 15 artikel yang dianalisis lebih lanjut berdasarkan judul, penulis, tahun publikasi, metode, dan hasil penelitian. Hasil: Masalah gizi ganda memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Asia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Studi menunjukkan bahwa tingginya prevalensi stunting dapat menyebabkan kerugian ekonomi sekitar 2-3% dari PDB setiap tahun. Kesimpulan: Dengan demikian, masalah gizi ganda tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menjadi hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk mengatasi masalah gizi ganda yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Asia, diperlukan strategi komprehensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
TINJAUAN LITERATUR: FAKTOR PENYEBAB BEBAN GIZI GANDA PADA BERBAGAI KELOMPOK USIA DI WILAYAH URBANISASI Nazwa Aulia; Nufus, Putri Zakiyatun; Prameswari, Rara Ayuning; Puspikawati, Septa Indra
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.195

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan urbanisasi yang pesat di seluruh dunia telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan masyarakat. Salah satu permasalahan kesehatan yang muncul akibat urbanisasi adalah beban gizi ganda, yaitu kondisi di mana kekurangan dan kelebihan gizi terjadi secara bersamaan dalam satu populasi atau bahkan dalam satu individu. Tujuan: untuk menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap beban gizi ganda di daerah urbanisasi. Metode: Metode yang digunakan yaitu tinjauan literatur dengan menganalisis 6 artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Pencarian artikel dilakukan menggunakan database Google Scholar dengan rentang waktu 2020-2025. Hasil: Hasil literatur menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi, perubahan pola konsumsi, kurangnya aktivitas fisik, serta ketidakamanan pangan berperan dalam meningkatnya prevalensi beban gizi ganda. Selain itu, pendidikan dan pengetahuan gizi ibu memiliki dampak signifikan terhadap status gizi keluarga. Dengan memahami faktor-faktor penyebabnya, diharapkan strategi intervensi yang efektif dapat dirumuskan untuk mengatasi tantangan gizi di lingkungan urban.
Tinjauan Pustaka : Koeksistensi Stunting Dan Obesitas Di Wilayah Perkotaan Dan Pedesaan Fitriana, Destia Ika; Ningrum, Wulan Setia; yunianti, Ira; Puspikawati, Septa Indra
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.196

Abstract

Latar belakang: Beban gizi ganda dimana adanya koeksistensi dari malnutrisi, baik dalam populasi, rumah tangga atau individu dengan salah satu penyebab dari adanya masalah gizi ganda sendiri adalah asupan makanan yang akan berbeda berdasarkan tempat tinggal. Perbedaan tempat tinggal yang dimaksud adalah tempat tinggal di daerah perkotaan dan pedesaan. Tujuan: Untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai hubungan antara stunting dan obesitas di wilayah perkotaan dan pedesaan. Metode: Menggunakan metode tinjauan pustaka serta penelusuran artikel menggunakan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta-Analyses (PRISMA) dengan kriteria inklusi dan eksklusi, menggabungkan kata kunci bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Basis data yang digunakan untuk mencari artikel adalah Google Scholar. Hasil: Koeksistensi ditemukan di berbagai negara berkembang dengan prevalensi bervariasi, 1,82% di sub-Sahara Afrika, 1,33% di Ethiopia, 9,1% di Myanmar, lebih tinggi di daerah pedesaan Nigeria. Menunjukkan koeksistensi stunting dan obesitas sering terjadi di pedesaan dengan beberapa faktor yang mengikutinya.  Kesimpulan: Beban gizi ganda, yang mencakup koeksistensi stunting dan obesitas, masih menjadi permasalahan serius di berbagai negara, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Analisis Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Stress Kerja Pada Kurir: Systematic Literature Review Oktavia Ika Nur Winda Satriani; Puspikawati, Septa Indra; Wahyudiono, Yustinus Denny Ardyanto
Media Gizi Kesmas Vol 14 No 1 (2025): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v14i1.2025.136-144

Abstract

Background: The rapid growth of e-commerce in Indonesia has increased the demand for delivery services, primarily from online buyers and sellers. This surge elevates couriers' workload, leading to prolonged work hours and unstable conditions (extreme weather exposure, and inconsistent delivery targets), which contribute to stress. Persistent work stress negatively affects productivity, quality of life, and physical and mental health. Objectives: To analyze the relationship between workload and job stress in couriers, and determine the relationship between external and internal factors of work stress in couriers. Methods: This study employed a literature review method, utilizing national and international articles that met the inclusion and exclusion criteria. The selected journal articles were from research published in the last five years (2020-2025) and were sourced from databases such as Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect. The data search strategy applied the PICO method (Population, Intervention, Comparison, and Outcomes) using keywords combined with Boolean operators (AND, OR, NOT) to refine or expand the search. Results: The results of data search through the screening stage found a total of seven articles, namely four national articles and three international articles. The results of the search for these seven articles prove that as many as 85.7% indicate a relationship between workload and work stress in couriers. Conclusions: Based on the comparative analysis of the number of articles found and selected, there is a relationship between workload and work stress in couriers. External factors of high work demands with long working hours can cause work stress which can interfere with workers' work.
Co-Authors Abihail, Chrysoprase Thasya Abilia, Avila Afan Alfayad Afrilla, Offa Agustin, Fitria Nina Agustina, Nanda Aini, Putri Nur Ajeng Febrianti Rahayu Al Gifari, Tubagus Akhmad Alamiyyah, Mirah Amani, Zahiroh Amelia Yomanda Anggi Margareta Anggraeni, Ika Novita Anjali Putri Agustin Aqila Fawziya Mustafa Ardiasnyas, Risky Bagas Ardiasnyas, Rizky Bagas Ardiyanti, Anggi Margareta Arifatul Nurlailia Arini Banowati Azalia Adnin Arisma Ifatul Hanisya Asdam, Wulan Syarani Asri Meidyah Agustin Astutik, Erni Aulia Laela Alfiani Avila Abilia Ayik M. Mandagi Ayu Amalia, Dhea Bakomora, Brenda Bian Shabri Putri Irwanto Bukhori Muslim Cahyanti, Ika Yuniar Candralega Bibit Saputro Choiron, Dita Salsabila Citta Nabila Rafida Putri Cut Athira Sauma Damayanti, Imelda Delaila Novriyanti Panggabean Desak Made Sintha Kurnia Dewi Desak Made Sintha Kurnia Dewi Devi Safira Damayanti Devi Safira Damayanti Dewi Yunita Dhea Aulia Hera Wardoyo Dheva Yudhistira Maulana Dheva Yudistira Maulana Diah Indriani Dian Puspitasari Dianni Yusuf Diansanto Prayoga Dinansa, Oktario Dominikus Raditya Atmaka Dwi Lailatul Fitria Dwi Valentin Febiyana Eka Cahya Febriyanto Ekowati, Andinah Putri Eksa, Firrial Eqia Arum Azzahro Erlin Qur'atul Aini Erlin Qur’atul Aini Evy Tri Pratiwi Fadzilah, Rochmanita Ilvanadewi Faradiva Husna Azizah Farezi, Reza Adrio Faris Mohammad Hadi Fatah, Mohammad Zainal Fatma Nur Ardiati Febiyana, Dwi Valentin Febrina, Indi Rahma Fertika Nanda Firdaus, Halimah Firrial Eksa Fitria Nina Agustin Fitriana, Destia Ika Galuh Sekar Anggraeni Griselda Malinda Eliza Putri Mohamad Moklis Haditanojo, Wiyanto Haq , Irwan Barlian Immadoel Hario Megatsari Herdiansyah, Akbar Dimas Imelda Damayanti Indi Rahma Febrina Indrianti, Maswiya Inriza Yuliandari Ira Nurmala Isa, Muhamad Islamiyah, Khofifatul Islamiyah, Khofifatul Izzati, Nabila Rahma Januarti, Catur Ifda Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Jhonatan Rameldo Hutasoit Jhonatan Rameldo Hutasoit Joni Wahyuhadi, Joni Kaljafa, Fertika Nanda Kartika, Agestin Awalin Kenconojati, Hapsari Khabibi, Arsila Khalistasari, Luthfia Yolinda Kurniawati, Nurul Agustina Lailatu Rohmah Lailatu Rohmah, Lailatu Lailatul Muniroh Lailiyah, Syifa'ul Larasati, Adella Atika Lilis Sulistyorini Loveni, Uyun Mahiroh, Hodimatum Mahmud Aditya Rifqi Mandagi, Ayik Mirayanti Maula, Firda Ismatul Mela Septiani Melati Octavia Melati Octavia Febriana Melinia Dwi Tanti Merrisa Ayu Oktanova Meyyanti, Henny Putrie Miko Ardiansyah Mila, Widatul Mirah Mirah Alamiyyah Mochamad Zulfikar Assagaf Mufasirin Muhamad Isa Muhammad Hisyam Muhammad Ridwan Mukarromah, Nur Makkatul Mulyono Mulyono Muslimah, Bintang Nabila Khusna Amalia Nabilah, Sayu Larasati Nada, Qotrun Nafkha Nisa Nafkha Nisa Nabila Nanda, Fertika Nayla Alya Aurora Nazwa Aulia Nilam Yusika Sari Ningrum, Wulan Setia Nisa, Nafkha Nufus, Putri Zakiyatun Nur Risca Azizah Nur Risca Azizah Nur Salsabilla, Risma Putri Nur, Putri Nurfaizah, Diza Ulya Nurlailia Resa Cahyani Octavi, Melati Okfita, Enggar Dwika Oktario Dinansa Oktavia Ika Nur Winda Satriani Pangestu, Bintang Aji Praja, Ratih Novita Prajnawita, Disny Pramesti, Dinda Sekar Prameswari, Rara Ayuning Putri Nur Putri Zakiyatun Nufus Putri, Citta Nabila Rafida Putri, Della Kharisma Putri, Dhea Ayu Amalia Putri, Fika Ardiana Putri, Fika Ardiana Putri, Margaretha Putri, Rahmasuciani Rachman, Dwi Nanda Rachmat Hargono Rahayu, Ajeng Febrianti Ramadhani, Halimah Shafira Ramadhaningtyas , Erica Medina Ramadhanny, Syahrul Novenda Ratna Dwi Puji Astuti Revalina Intikha Aling Ridzkiya Karimatus Sholeha2 Rina Pertiwi Rinda Istiqumilaily Rini, Eka Mistiko Ririh Yudhastuti Risma Putri Nur Salsabilla Rista Novianti Novianti Rizka Khawari Rizki Putri Hariyani Rizky Hariyani Rizky Putri Hariyani Rochmanita Ilvanadewi Fadzilah Rosina, Dina Salsabilla Saksono, Bayu Salisa, Wizara Sarah Theresa Sarda Ika Devi Sari, Apik Mila Sari, Apik Mila Sayu Larasati Nabila Sebayang, Susy Katikana Selpiana, Eka Sepyan Purnama Kristanto Setianingrum, Wulan Shelviana Mathofani Shintia Yunita Arini, Shintia Yunita Sholeha, Ridzkiya Karimatus Siti Nur Anisatul Khariroh Socadevia, Annisa Soetojo Soetojo Sukarno, Gerda Susilo, Rahadian Indarto Syafitri, Anzilika Avia Syahrul Ramadhan Syifa'ul Lailiyah Syifa'ul Lailiyah Syifa’ul Lailiyah Tatut Isna Winanda Tedy Apriawan Tyas Ratna Manggali Ulaganathan, Vaidehi Uyun Loveni Venaprilla, Syarifa Gadis Vidia Nuria Rahman Wardana, Risandi Wardani, Intan Ayu Kusuma Wardani, Yuniar Laksmi Eka Wari, Naris Widia Maharani, Rafaela Christi Wirayudha, Yosia Dimas Yogi Yhuwono Yudhana, Aditya Yuli Astuti Yuliatik, Ita yunianti, Ira Yustinus Denny Ardyanto Wahyudiono Zaman, Md Nahid Uz Zaneta, Dinayu Putri Wyanet Zolla Gracia Amardiani