p-Index From 2021 - 2026
4.176
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin PSP Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Komunikasi Pembangunan Jurnal Penyuluhan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Jurnal Manajemen dan Agribisnis Farmaka KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Journal of Rural Indonesia Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan) Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal Agribisnis Terpadu Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Forest and Society Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Journal of Humanities and Social Studies JURNAL PANGAN Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Jurnal Ekonomi dan Bisnis Terapan Jurnal Pustakawan Indonesia Journal Of Sustainability Perspectives Journal of Management, Accounting, General Finance and International Economic Issues (MARGINAL) Makara Human Behavior Studies in Asia Journal of Sustainability Perspectives Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Journal of Fisheries & Marine
Claim Missing Document
Check
Articles

KELOMPOK KEPENTINGAN DAN RELASI KUASA DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA LAUT PALABUHANRATU Eva Royandi; Arif Satria; Saharuddin Saharuddin
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.89 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v8i2.7430

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis aktor dan relasi kekuasaan yang terjadi dalam pengelolaan sumber daya laut Palabuhanratu.  Lokasi penelitian di Perairan Laut Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aktor membangun kekuasaan melalui mekanisme akses berbasis hak dan mekanismes akses berbasis struktur dan relasi sosial dengan basis kekuasaan modal, pasar, teknologi, pengetahuan, identitas sosial, otoritas, dan patron klien. Kelompok nelayan lokal, nelayan dari luar (nelayan Banten) dan nelayan pendatang etnis Jawa berupaya mempertahankan akses, sementara kelompok nelayan etnis Bugis berupaya mengontrol akses terhadap sumber daya laut. Perbedaan posisi antar kelompok nelayan menyebabkan terjadinya relasi kekuasaan antar kelompok nelayan dalam memperoleh sumber daya laut Palabuhanratu. Sementara aktivitas pihak pengelola PLTU dianggap membatasi kekuasaan kelompok nelayan melalui penggunaan wilayah pesisir dan penggunaan jalur transportasi laut. Keterbatasan akses kelompok nelayan menyebabkan terjadinya relasi kuasa antara nelayan dengan pengelola PLTU. Title: Group of Interest and Relation Power in The Utilization of Marine Resources PalabuhanratuThe purpose of this study is to analyze the actors and power relations occured in the management of Palabuhanratu marine resources. Research was located in Palabuhanratu Sea Waters, Sukabumi, West Java. Research used qualitative methods. Results of the study showed that all actors built power through right-based access mechanisms and mechanisms based on structure and social relations with a basis of power of capital, markets, technology, knowledge, social identity, authority, and patron clients. Local fishing groups, outside fishers (Banten fishers) and Javanese ethnic fishers tried to maintain access, while Bugis ethnic fishers groups tried to control access to marine resources. Differences in position between fishers groups led to power relations among the groups in obtaining Palabuhanratu marine resources. While the activities of the management of the Steam Power Plant (PLTU) were considered to limit the power of fishers groups through the use of coastal areas and sea transportation routes. Limited access of fishers groups led to power relations between fishers and managers of Steam Power Plants (PLTU). 
Peranan Sistem Sasi dalam Menunjang Pengelolaan Berkelanjutan pada Kawasan Konservasi Perairan Daerah Raja Ampat Elva Lestari; Arif Satria
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol. 1, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.531 KB) | DOI: 10.15578/marina.v1i2.2073

Abstract

Kawasan Konservasi Perairan Daerah di Raja Ampat Papua Barat Indonesia pengelolaan sumber daya lautnya terdapat kearifan lokal pada masyarakat berupa Sasi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat, faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi pengelolaan sumber daya, serta unsur-unsur pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat pada Kawasan Konservasi Perairan daerah Distrik Misool Barat, Raja Ampat. Tulisan ini merupakan ringkasan hasil penelitian dengan menggunakan metode kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder, dan keberlanjutan dari pengelolaan sumber daya menggunakan analisis multi-dimensional scaling (MDS). Kategori tingkat keberlanjutan sumber daya laut yang ada di Distrik Misool Barat, termasuk dalam kategori Good walaupun Kabupaten Raja Ampat secara umum merupakan kabupaten baru, namun dengan adanya Sasi yang masyarakat lakukan membuat kondisi sumber daya alam terjaga dengan baik. Dari enam kawasan konservasi di Raja Ampat salah satunya Misool yang belum lama menjadi kawasan konservasi perairan daerah, hasil penelitian yang dilakukan penulis, menunjukkan bahwa perlu adanya skala prioritas yang dilakukan oleh pemangku kebijakan, pada dua dimensi yaitu ekonomi dan teknologi. Pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat yang dilakukan seperti di desa-desa Distrik Misool Barat berupa Sasi secara turun-temurun sampai sekarang, dalam penerapannya sudah baik, karena masyarakat yang memiliki peran penting, dari pemanfaatan, pengelolaan, pengawasan, aturan yang dibuat, sanksi, monitoring dan evaluasi, dibantu dengan ketua adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat selain itu dibantu oleh pihak LSM TNC. Penulis dalam penelitiannya pun menemukan hal baru yaitu mengenai Sasi “Ibu-ibu” hal ini mungkin baru pertama kali ditemukan dan didengar karena biasanya Sasi yang pernah ada dan dikelola seperti Sasi gereja, Sasi yang dikelola oleh kampung, Sasi adat. kampung, ketua adat dan tokoh agama) atau dapat langsung mengusir pelaku yang melakukan pelanggaran di wilayah Sasi dan kawasan konservasi. Sasi menjadi sangat efektif membantu dalam penerapan kawasan konservasi perairan daerah untuk keberlanjutan sumber daya alam yang ada.
PROSES DAN PENDEKATAN REGENERASI PETANI MELALUI MULTISTRATEGI DI INDONESIA / Process and Approach to Farmer Regeneration Through Multi-strategy in Indonesia Oeng Anwarudin; Sumardjo Sumardjo; Arif Satria; Anna Fatchiya
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 39, No 2 (2020): Desember, 2020
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v39n2.2020.p73-85

Abstract

The low share of young farmers in Indonesia must be a serious concern of the government in the future agricultural development program. The results of the agricultural census in 2013 showed that the portion of young farmers (<35 years) was 12.87%, far lower than the middle age (35-54 years) 54.37%, and the elderly (> 54 years) 32.76%. This situation encourages the importance of finding solutions to realize farmers’ regeneration. This paper describes the regeneration of farmers (processes, approaches, and strategies) through increasing the role of families, agricultural extension, community, agricultural modernization, and farmer corporations. Regeneration has the same terms as the succession and inheritance of agricultural business, which is the process of presenting new actors in agricultural business. Farmer regeneration can be in the family environment which means that the management of agricultural businesses is inherited from parents to their children, and non-family regeneration, namely inheritance of agricultural businesses, is shifted to newcomers who have no family relations. The regeneration process can be planned that is driven by outsiders and without a plan that is driven by the community itself. Approaches and strategies for farmers’ regeneration processes can be through strengthening the role of families, agricultural extension, community, agricultural modernization, and farmer corporations. The role of the family can be increased through the cultivation of respect, socialization, and inheritance of agricultural businesses. The role of agricultural extension workers as facilitators, communicators, motivators, consultants, and institutional development of young farmers can be strengthened. The role of the community through outreach, information transfer, and consultation can be intensified. Modernization of agriculture can be through the application of agricultural mechanization technology and smart farming or digital farming. Farmer corporations can be developed to attract the interest of the younger generation because they open opportunities for the availability of economically viable land, based on the specialization of expertise, the use of agricultural machinery, and improving the bargaining position of farmers.Keywords: Farmers, regeneration, corporation, agriculture, modernization AbstrakPorsi petani muda yang rendah di Indonesia harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam program pembangunan pertanian ke depan. Hasil sensus pertanian tahun 2013 menunjukkan porsi petani muda (<35 tahun) 12,87%, jauh lebih rendah dibanding usia menengah (35-54 tahun) 54,37% dan usia lanjut (>54 tahun) 32,76%. Keadaan ini mendorong pentingnya mencari solusi mewujudkan regenersi petani. Tulisan ini memaparkan regenerasi petani (proses, pendekatan dan strategi) melalui peningkatan peran keluarga, penyuluhan pertanian, komunitas, modernisasi pertanian, dan korporasi petani. Regenerasi memiliki istilah yang sama dengan suksesi dan pewarisan usaha pertanian, yaitu proses menghadirkan pelaku baru dalam usaha pertanian. Regenerasi petani dapat di lingkungan keluarga yang berarti pengelolaan usaha pertanian diwariskan dari orang tua kepada anaknya, dan regenerasi nonkeluarga yaitu pewarisan usaha pertanian beralih kepada pendatang baru yang tidak memiliki hubungan keluarga. Proses regenerasi dapat terencana yang digerakkan pihak luar dan tanpa rencana yang digerakkan masyarakat sendiri. Pendekatan dan strategi proses regenerasi petani dapat melalui penguatan peran keluarga, penyuluhan pertanian, komunitas, modernisasi pertanian, dan korporasi petani. Peranan keluarga dapat ditingkatkan melalui penanaman sikap respek, sosialisasi, dan pewarisan usaha pertanian. Peranan penyuluh pertanian sebagai fasilitator, komunikator, motivator, konsultan, dan penumbuhkembangan kelembagaan petani muda dapat dikuatkan. Peranan komunitas melalui sosialisasi, transfer informasi, dan konsultasi dapat diintensifkan. Modernisasi pertanian dapat melalui penerapan teknologi mekanisasi pertanian dan smart farming atau digital farming. Korporasi petani dapat dikembangkan sebagai penarik minat generasi muda karena membuka peluang tersedianya lahan yang layak secara ekonomi, berbasis spesialisasi keahlian, penggunaan alat-mesin pertanian dan meningkatkan posisi tawar petani.Kata kunci: Petani, regenerasi, korporasi, pertanian, modernisasi 
PERIKANAN DAN MODAL SOSIAL NELAYAN DI ERA OTONOMI DAERAH Arif Satria
JURNAL PANGAN Vol. 15 No. 2 (2006): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v15i2.296

Abstract

Dalam rangka program revitalisasi perikanan, penyuluhan sangat berperan penting. Revitalisasi memerlukan SDM tangguh, tidak saja dalam hal penguasaan pengetahuan (kognisi), tetapi juga dari sisi keterampilan (psikomotorik), dan sikap (afeksi). Saat ini eranya berbeda dengan era swasembada beras di tahun 1980-an. Penyuluhan perikanan pada era otonomi daerah ini tidak mungkin lagi dilakukan secara sentralistik sebagaimana masa sebelumnya. Tulisan ini merijelaskan uraian tentang pelaku pelayanan perikanan di era otonomi daerah dan beberapa upaya pembangunan karakter para penyuluhan perikanan. Karakter para penyuluhan perikanan pada umumnya berbeda dan masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan tersendiri. Tantangan yang dihadapi dunia penyuluhan perikanan di era otonomi daerah ini, dengan khalayak sasaran yang beragam baik karakteristik maupun kepentingannya, penyuluhan perikanan dituntut untuk bisa menghadapi itu semua. Dengan melihat keragaman kelebihan dan kekurangan masing-masing pelaku penyuluhan baik pemerintah, pasar, maupun masyarakat, maka penyuluhan perikanan memerlukan peran ketiganya. Pemerintah mungkin cocok untuk satu wilayah, tapi tidak cocok untuk wilayah lain,begitu pula pasar dan masyarakat. Ketiganya bisa saling melengkapi. Untuk itu kerjasama antar ketiganya menjadi penting, prasyarat kerjasama itu adalah adanya frasrsesama mereka. Upaya pembangunan karakter mesti dilihat berjenjang, tidak saja karakter individual, tetapi juga karakter kelompok, karakter jaringan antar kelompok, serta karakter jaringan dengan luar komunitas. Semuanya juga mensyaratkan kuatnya trust, sehingga penyuluhan sebagai pilar pembangunan perikanan bisa berfungsi dengan baik. 
PENENTUAN FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KECELAKAAN KAPAL DI KESYAHBANDARAN UTAMA TANJUNG PRIOK Harnoli Rahman; Arif Satria; Budhi Hascaryo Iskandar; Deni Achmad Soeboer
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 3 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.764 KB) | DOI: 10.29244/core.1.3.277-284

Abstract

Keselamatan transportasi adalah hal yang mutlak harus dipenuhi. Keselamatan ini meliputimoda transportasi darat, kereta api, udara dan laut. Keselamatan transportasi laut untuk selanjutnyadisebut keselamatan pelayaran diatur dalam International Safety Management Code (ISM) Code babIX. ISM Code menyatakan bahwa keselamatan pelayaran setidaknya harus memenuhi 2 kriteria yaitulayak laut dan layak layar. Penelitian ini dilakukan di Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok. Datayang dikumpulkan adalah data kecelakaan kapal dari tahun 2014 hingga 2016. Metode analisis yangdipakai adalah analisa deskriptif yaitu data yang dikumpulkan ditabulasikan untuk menentukanfaktor dominan penyebab kecelakaan kapal. Hasil dari metode ini menyimpulkan bahwa kecelakaankapal disebabkan oleh 3 faktor yaitu faktor alam, faktor manusia dan faktor lainnya. Dalam kurunwaktu tersebut kecelakaan kapal yang disebabkan oleh faktor alam sebanyak 7 kecelakaan, faktormanusia 5 kecelakaan dan faktor lainnya 6 kecelakaan.Kata kunci: analisa deskriptif, ISM Code, keselamatan pelayaran.
ANALISIS INDUSTRI FILET PATIN INDONESIA DENGAN MODEL BERLIAN PORTER Suhendra Suhendra; Arif Satria; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 1 No. 3 (2017): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.725 KB) | DOI: 10.29244/core.1.3.337-348

Abstract

Ikan patin merupakan komoditas perikanan yang memiliki pangsa pasar sangat besar baikdidalam negeri maupun diluar negeri. Ikan patin yang diolah menjadi filet diminati pasar Amerika danEropa terutama yang berdaging putih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatifdenganteknik purposive sampling. Responden ahli terkait dengan industri filet patin yaitu responden dariDirektorat Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan, DirektoratPengolahan dan Bina Mutu Ditjen Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan,Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia, Asosiasi Pengusaha CatfishIndonesia dan CV. Karunia Mitra Makmur.Analisis dan pengolahan data kondisi industri filet patin Indonesia dilakukan dengan ModelBerlian Porter. Berdasarkan hasil analisis Model Berlian Porterdiperoleh untuk Faktor Kondisi 3,2;Kondisi permintaan, dan pertumbuhan 2,4; industri terkait dan industri pendukung 2,8; struktur pasardan strategi perusahaan 2,8; Peran Pemerintah 3,6 dan Faktor peran 3,7. Hal ini menunjukan bahwakondisi permintaan dan pertumbuhan, industri terkait dan industri pendukung serta struktur pasar danstretegi perusahaan industri filet patin Indonesia dalam kategori rendah , Sementara faktor kondisiinput, peran pemerintah dan faktor kontribusi dalam kategori sedang.Kata Kunci : Model Berlian Porter, industri filet patin, purposive sampling.
ANALISIS MODEL BISNIS PT. PAHALA BAHARI NUSANTARA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL BISNIS KANVAS Gun Gumelar Somantri; Arif Satria; Budhi Hascaryo Iskandar
ALBACORE Jurnal Penelitian Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2018): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.243 KB) | DOI: 10.29244/core.2.1.1-12

Abstract

Model Bisnis Kanvas (BMC) membantu perusahaan menciptakan model bisnis berdasarkan sembilan blok. Penelitian ini bertujuan menganalisa desain pengembangan model bisnis industri tuna di PT. Pahala Bahari Nusantara (PBN). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan BMC, Metode Delphi, SWOT, dan Blue Ocean Strategy. Pemetaan model bisnis PBN memperlihatkan costumer segment, value proposition, channels, revenue streams, key resources, key activities, key partnership, dan cost structure. Analisis lingkungan eksternal dengan Metode Delphi menunjukkan nilai kekuatan pasar 25,76%, kekuatan industri 24,82%, tren kunci 24,21% dan kekuatan ekonomi makro 25,21%. Lingkungan internal yang mempengaruhi model bisnis PBN dipengaruhi oleh produk, infrastructure management, customer interface, dan financial aspect. Berdasarkan hasil evaluasi SWOT, elemen dengan kekuatan tertinggi adalah key partnership dan terendah adalah customer relationship. Probabilitas tertinggi adalah customer segment dan terendah adalah key resource. Ancaman tertinggi adalah value proposition dan terendah adalah customer relationship. Berdasarkan hasil identifikasi sembilan elemen tersebut maka pola model bisnis yang digunakan PBN termasuk dalam pola model bisnis unbundling (terurai) dengan mengintegrasikan bisnis tiga inti yaitu, hubungan pelanggan, inovasi produk, dan insfrastruktur. Elemen yang harus dikembangkan berdasarkan pendekatan Blue Ocean Strategy adalah elemen value proposition. Perusahaan harus bisa menciptakan nilai baru bagi pelanggan.Kata kunci: BMC, pengembangan bisnis, tuna.
Stakeholder dan Pengaruh Insentif dalam Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi Perairan: (Kasus: Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat) Andini Regi Khania; Arif Satria; Heru Purwandari
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 3 (2022): Juni
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v6i3.994

Abstract

Aktivitas manusia yang terkonsentrasi di zona pesisir dan laut memberikan tekanan yang besar pada ekosistem laut, termasuk penyu yang saat ini termasuk dalam daftar Apendiks I Konvensi Perdagangan Internasional Flora dan Fauna Spesies Terancam. Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan lahir sebagai oasis baru pengelolaan sumber daya pesisir dan laut yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur pengelolaan kolaboratif, mengklasifikasikan stakeholder, tipe pengelolaan kolaboratif, serta pengaruh insentif terhadap pengelolaan kolaboratif di Desa Pangumbahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan metode survei menggunakan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Pangumbahan memiliki tipe pengelolaan kolaboratif konsultatif artinya terdapat komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat walaupun keputusan manajemen diambil oleh pemerintah. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa insentif berpengaruh terhadap pengelolaan kolaboratif di Desa Pangumbahan.
Strategi Adaptasi Nelayan Terhadap Perubahan Ekologis Helmi, Alfian; Satria, Arif
Makara Human Behavior Studies in Asia Vol. 16, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is ambiguity on conducting sustainable development in coastal area. In fact, there are still virgin coastal areas, while some coastal areas have been exploited intensively across their carrying capacities. Beside environmental conservation efforts, some adaptation strategies for the fishermen to free the changes coastal areas are needed. The result of case study in Panjang Island, South Kalimantan shows that ecological changes were caused by land degradation of mangrove’s areas. The development of mangrove’s areas are the coal ports and shrimp ponds have changed their function as natural resource, especially as natural resource of community’s livelihood. Pulau Panjang is only approximately 5 Ha, but there are at least 7 coal ports arround its coastal area. Consequently, the fishermen have lost their fish stock and their livelihood. In response to the ecological changes, adaptation may play important role. The community should be able to respond the direct and indirect effects of the changes. In deed, the fishermen in Panjang Island have their own adaptation strategies that devide into economic strategy, political strategy and social strategy. The fishermen try to colaborate their sources of income, take the benefit of social connection and exploitate their other natural resource.
TRANSFORMASI DIGITAL DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PEDESAAN KAWASAN PEGUNUNGAN IJEN BANYUWANGI Thita M. Mazya; Lala M Kolopaking; Dodik R Nurrochmat; Arif Satria; Irwan Irwan
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2022.19.1.43-60

Abstract

The entry of digital technology into Banyuwangi's Ijen Crater Nature Park has resulted in numerous changes. Digital Technology or, information and communication technologies, have the potential to improve rural welfare.Rural ICTs, however, necessitates special efforts to develop suitable means for those who are unable to access the Internet or do not have the language capacity to understand the content. The aims of this study are to determine the extent to which digital technology penetration can promote transformation and improve the rural’s welfare. To assess the transformation and the level of welfare, a qualitative survey and analysis were conducted using 120 respondents household survey data  . The findings show that villages have been able to reduce the digital divide and improve their quality of life, with a long-term positive impact on material well-being. This study demonstrates  how digital technology can serve as a new source of social capital for rural sustainable developmen.
Co-Authors Abbas, Ria Renita Abdul Haris, Abdul Haris Aceng Hidayat Adeni, Susri Adiguna, Mohamad Ady Candra Agus Purwito Akhmad Solihin Alfedri Alfian Helmi Aminah Swarnawati Amir Mahmud Amir Mahmud Amir Mahmud Amiruddin Saleh Andini Regi Khania Anna Fatchiya Annisa Wulandari Anwarudin, Oeng Ardito Atmaka Aji Ari Purbayanto Ari Wibowo Arya Hadi Dharmawan Bachtiar, Willy Basita Ginting Basita Ginting Sugihen Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hariono Budiarto, Tri Budy Wiryawan Christian, Yoppie Cindy Pricilla Muharara Dedi Budiman Hakim Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Dietrich G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Djuara P Lubis Dodik R Nurrochmat Dodik Ridho Nurrochmat Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Edi H.S Sulistyo Edi H.S Sulistyo, Edi H.S Ekawati S.Wahyuni Ekawati S.Wahyuni Ekawati Sri Wahyuni Elva Lestari Endriatmo Soetarto Enik Afri Yanti Eriyatno . Eva Anggraini Eva Royandi Fatriyandi Nur Priyatna Fevi Rahma Dwi Putri Fevi Rahma Dwi Putri Fevrina Leny Tampubolon Fidyani, Citra Fini Lovita Gendut Suprayitno Gendut Suprayitno Gendut Suprayitno Gendut Suprayitno Gun Gumelar Somantri Harnoli Rahman Hartoyo Hartoyo Hendra Kurniawan Heru Purwandari Humayra Secelia Muswar, Humayra Husain, Aryanto I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Idqan Fahmi Iin Sulis Setyowati Ika Citra Sari Imam Habibi Elhaq Imam Teguh Saptono Irwan Irwan ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR Iskandar, Abdul Halim Iwan Setiawan Kamil, Fathan Kartodihardjo, Hariadi Khoirunnisa Khoirunnisa Kirbrandoko Kirbrandoko Kosasih, Akhmad Lala M Kolopaking Liky Ledoh Lilik Noor Yuliati Lilly Aprilya Pregiwati Luki Setyawan Luki Setyawan, Luki Lukman M. Baga Lukmi Ati Luluk Annisa Masbantar Sangadji Masri , Rahmi Vivri Mirajiani - Mirajiani, Mirajiani Mohamad Adiguna Mohamad Shohibuddin Mony, Ahmad Mony, Ahmad Muh. Asri, Muh. Muharara, Cindy Pricilla Mulyono S. Baskoro Musa Hubeis Muslim Muslim Myrna A. Safitri, Myrna A. Nendah Kurniasari Nimmi Zulbainarni Ninuk Purnaningsih Nunung Nuryartono Nur Aini Nur Hannah Muthohharoh Nuraini Nuraini Nurmala Katrina Pandjaitan Park, Mi Sun Patriana, Ratna Prabowo Tjitropranoto Putra, Heriansyah Putri, Fevi Rahma Dwi Qomardiansyah, Qomardiansyah Rabilla, Raissa Rahmaditya Rachmat, Eko Prasetyadi Raditya Machdi Rachman Rahayu, Rehastidya Rahmani, Tabah Arif Rahmat Hidayat Ratna Patriana Retna Mutiar, Indria Riana Riana rici pranata Rici Tri Harpin Pranata Rillus A Kinseng Rilus Kinseng Riska Dwi Firmiyanti Rizaldi Boer Royandi, Eva Ruddy Suwandi Rudiyanto, Arifin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Said Rusli Sambas Basuni SANJIV MENON A/L JOTHINATHAN Satyawan Sunito Septi Agusning Kuwandari Septri Widiono Siti Aisa Lamane Slamet, Alim Setiawan Soeryo Adiwibowo Suhendra Suhendra Sumardjo Syarifah Amaliah Taryono Taryono Taryono Taryono, Taryono Tevi Karuniawati, Tevi Thita Moralitha Mayza Tina Rahmawati Titania Aulia Titik Sumarti Tjahjo Tri Hartono Tridoyo Kusumastanto Wibowo, Mochammad Faizal Arief Widyastutik Wisnu Putra Prihantoro Yeni Marlina Yolla Rahmi Yossika Tantri Wandan Sari, Yossika Yulius Hero Zaldy Adrianto Zulkarnain Zulkarnain