p-Index From 2021 - 2026
4.176
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin PSP Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Jurnal Komunikasi Pembangunan Jurnal Penyuluhan Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut MANAJEMEN IKM: Jurnal Manajemen Pengembangan Industri Kecil Menengah Jurnal Manajemen dan Agribisnis Farmaka KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE JURNAL ANALISIS KEBIJAKAN KEHUTANAN Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Journal of Rural Indonesia Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal Jurnal PIKOM (Penelitian Komunikasi dan Pembangunan) Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Jurnal Agribisnis Terpadu Albacore : Jurnal Penelitian Perikanan Laut Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Forest and Society Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Buletin Ilmiah Marina : Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Journal of Humanities and Social Studies JURNAL PANGAN Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Jurnal Ekonomi dan Bisnis Terapan Jurnal Pustakawan Indonesia Journal Of Sustainability Perspectives Journal of Management, Accounting, General Finance and International Economic Issues (MARGINAL) Makara Human Behavior Studies in Asia Journal of Sustainability Perspectives Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Journal of Fisheries & Marine
Claim Missing Document
Check
Articles

Kerentanan Penghidupan Masyarakat Pesisir Perkotaan Terhadap Variabilitas Iklim (Studi Kasus di Kota Kupang) Liky Ledoh; Arif Satria; Rahmat Hidayat
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.3.758-770

Abstract

Adaptation to climate change cannot be separated from the climatic conditions and vulnerability of local communities. This study aims to determine the vulnerability of household livelihoods in urban coastal areas to climate variability. This research was conducted in coastal city of Kupang. Community livelihood vulnerability analysis using vulnerability index (LVI and LVI-IPCC). In addition, an analysis of climate variability of rainfall and average temperature from 1988-2017 was also carried out. The results of the study show that climate variability is seen in decreases in rainfall and and increase in surface temperature in the past 30 years. The LVI and LVI-IPCC scores also show the vulnerability of livelihoods on a medium scale in three sample villages. Climate variability in urban coasts can have an impact on coastal communities on the components of livelihood strategies, food, homes and land and water which are generally influenced by climatic factors. Non-vulnerable components such as health support the vulnerable components as part of the adaptation process
Pengelolaan berbasis Masyarakat Sasi Laut Folley dan Dinamika Pengelolaan Berbasis Masyarakat Fevi Rahma Dwi Putri; Arif Satria; Saharuddin Saharuddin
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.10.1.111-123

Abstract

Abstract: Indonesia is currently experiencing a decline in the quantity and quality of natural resources. The main cause is due to excessive use of natural resources and destructive behavior without responsibility of various parties. Mitigation measures that have been taken only benefit certain parties. An appropriate management model that is beneficial for all parties is needed. Community based management (CBM) such as the management of Sasi Laut in Kampung Folley, West Papua is one of the models considered appropriate to apply. Sasi as a tradition, is thought to undergo many changes. The aim of this study is to analyze the dynamics of the management of Kampung Folley Sea Sasi and its impact on strengthening management. The results of this study indicate that there is a management dynamics that involves five momentum changes, namely the formation of the village, the intervention of the role of religion, the introduction of technology, the involvement of external parties and the establishment of regulations for Water Conservation Area. The management elements that have changed are territorial boundaries, regulations, authority holders, rights, sanctions, and monitoring due to internal and external factors. The management dynamics that occur are leading to the strengthening of Sasi Laut management.
REZIM HAK KEPEMILIKAN DAN AKSES TERHADAP SUMBERDAYA LAHAN BAGI EFEKTIVITAS INSTITUSI PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI PENYU Tjahjo Tri Hartono; Hariadi Kartodihardjo; Ari Purbayanto; Arif Satria
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 2 (2012): DESEMBER (2012)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.984 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v7i2.5683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah rezim hak kepemilikan tanah dan hak terhadap akses pengelolaan yang mendukung lembaga konservasi penyu yang efektif. Penelitian ini dilakukan di Ujung Genteng - Pangumbahan, Kabupaten Sukabumi sebagai daerah pesisir yang terkait dengan upaya konservasi penyu mulai dari bulan Desember 2009 sampai Maret 2012. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan metode analisis spasial dan analisis deskriptif. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis spasial pada wilayah seluas 1.334,70 hektar menunjukkan bahwa antara tahun 2001 - 2010, luas lahan pertanian meningkat sebesar 31% dan daerah pengembangannya (28,78%) memanjang ke arah pantai. Pola perubahan penggunaan lahan dipicu oleh transisi dari tanah terlantar menjadi pemukiman dan pembangunan fasilitas wisata bahari. Berdasarkan dinamika perubahan penggunaan sumber daya lahan sangat diperlukan perubahan kelembagaan untuk menjamin kepastian pemanfaatan sumberdaya lahan di wilayah pesisir sejalan dengan tujuan konservasi penyu. Pemerintah pusat mendelegasikan otoritas kewenangannya ke tingkat desa dan pemerintah desa menjadi pemilik dan pengelola di instansi yang bersangkutan Title: Property Rights And Access Rights of Land For Turtle Conservation Institutions EffectivenessThis research aims to design a regime of rights ownership of land and management access rights that supports the institution of effective sea turtle conservation. This study was conducted at the Ujung Genteng - Pangumbahan, Sukabumi district as coastal areas associated with the sea turtle conservationefforts, startied from the month of December 2009 to March 2012. Data were analyzed using methods of spatial analysis and descriptive analysis. Results of the spatial analysis research area covering of 1,334.70 hectares showed that between the years 2001 to 2010 the agricultural land area increased by 31% bywhich it’s area development has been (28.78%) extended towards the coast. Patterns of land use changes were triggered by the transition from land abandoned to seitlement and development of marine tourism facilities. Due to the dynamic change of land utilization, is necessary to change institutional setting in order to ensure the certainty of land resources utilization in the coastal region in line with the ultimate goal of turtle conservation. Central government should delegate his authority to the village level and the villagers are pleased to become the owner and manager in the institution autority.
AKSES DAN STRATEGI AKTOR-AKTOR DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA WADUK DJUANDA Fatriyandi Nur Priyatna; Rilus A. Kinseng; Arif Satria
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 1 (2013): Juni (2013)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.107 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v8i1.1190

Abstract

Penelitian dalam tulisan ini bertujuan, (1) menganalisis akses sumber daya berbasis hak kepemilikan sumber daya, dan (2) menganalisis mekanisme akses berbasis struktural dan relasional. Penelitian dilakukan di Waduk Djuanda, Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Penelitian menggunakan paradigma kritis dan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan akses sumber daya berbasis hak diperoleh melalui regulasi formal dan teridentifikasi perbedaan kepentingan diantara pihak otoritas. Perum Jasa Tirta II (PJT II) cenderung membatasi dan mengurangi jumlah keramba jaring apung (KJA), namun Dinas Peternakan dan Perikanan cenderung mempertahankan jumlah KJA. Hasil analisis mekanisme akses berbasis struktural dan relasional menunjukkan aktor pengguna menggunakan mekanisme akses sebagai strategi memperoleh, mempertahankan dan mengontrol akses sumber daya. Mekanisme akses berbasis struktural dan relasional meliputi konfigurasi teknologi, modal, pasar, pengetahuan, otoritas, identitas sosial dan relasi sosial. Implikasi kebijakan penelitian ini perlu dilakukannya redistribusi hak pemanfaatan bertujuan mengantisipasi ketimpangan dan ketidakadilan sosial serta kesempatan usaha.
TERITORIALISASI DAN KONFLIK NELAYAN DI TAMAN NASIONAL BALI BARAT Amir Mahmud; Arif Satria; Rilus A Kinseng
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni (2016)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.664 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v11i1.3171

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas proses teritorialisasi taman nasional dan faktor penyebabkonflik nelayan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB) terutama kawasan laut. Teritorialisasi berakibatpada pembatasan akses dan konflik. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dan dengan studi kasusdi konflik nelayan. Hasilnya, teritorialisasi perairan laut di TNBB dengan perubahan rezim open accessmenjadi state property dan pembagian zona-zona TNBB. Pembentukan Taman Nasional dan zonasinyamerupakan salah satu langkah teritorialisasi negara terhadap kawasan tertentu. Teritorialisasi tersebutberdampak pada pembatasan akses, dan menimbulkan konflik. Konflik antara nelayan dengan BalaiTNBB disebabkan faktor kepemilikan sumberdaya dan faktor pengelolaan sumberdaya sedangkanfaktor pengelolaan sumberdaya berakibat munculnya konflik nelayan dengan perusahaan pariwisata.Title: Territorialization and Fisher’s Conflict at The National Parks of West BaliThe research aims to analyze territorialization processes of national park and factors caused offishers’ conflict at The National Parks of West Bali (NPBB) especially in the marine area. As consequenceof territorialization is access restriction and conflict. Research method used qualititave approach, andfishers’ conflict as a case study. The result are marine territorialization processes at NPBB with changingproperty right from open access to state property, and dividing area of NPBB into separate parts ofzones. National park and its zoning were established as one of the steps of state territorialization forsome sites. The territorialization drove of access restrictions and raising conflicts. Conflicts betweenfishers and NPBB caused by some factors such as resources property right and management, whileresource management factor create fihers conflict with tourist bussiness.
POLA ADAPTASI NELAYAN TERHADAP PERUBAHAN IKLIM: Studi Kasus Nelayan Dusun Ciawitali, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat Ratna Patriana; Arif Satria
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 8, No 1 (2013): Juni (2013)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4534.343 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v8i1.1191

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi dampak perubahan iklim pada aktivitas nelayan perikanan tangkap, dan (2) menganalisis pola adaptasi dan strategi ekonomi yang dilakukan oleh nelayan untuk mengatasi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif eksploratif yang dilengkapi dengan studi literatur. Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan Focused Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perubahan iklim menyebabkan terjadinya perubahan wilayah dan musim penangkapan ikan, meningkatnya resiko melaut akibat gelombang ekstrim dan angin kencang, dan menghambat akses nelayan dalam melaut akibat pendangkalan muara sungai dan gelombang besar, (2) adaptasi yang dilakukan oleh nelayan antara lain adalah adaptasi iklim melalui “mengejar musim ikan”, adaptasi sumber daya pesisir, adaptasi alokasi sumber daya dalam rumah tangga yang meliputi optimalisasi tenaga kerja dalam rumah tangga dan pola nafkah ganda, dan keluar dari kegiatan perikanan (escaping from fisheries) 
JARINGAN KOMUNIKASI DALAM KEGIATAN PRODUKSI DAN PEMASARAN PADA PEMBUDIDAYA IKAN DI KABUPATEN KAMPAR, RIAU Zulkarnain Zulkarnain; Djuara P. Lubis; Arif Satria; Musa Hubeis
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 1 (2015): Juni (2015)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.486 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v10i1.1252

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang jaringan komunikasi pembudidaya ikan di kabupaten Kampar dalam melaksanakan kegiatan pembudidayaan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sentral global, sentral lokal, kebersamaan dan keterhubungan komunikasi yang terjadi antar pembudidaya ikan di Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik sampling intact system. Jaringan komunikasi yang dianalisis adalah sentral global, sentral lokal, kebersamaan dan keterhubungan dengan menggunakan Software UCINET 6. Hasil penelitian menjelaskan bahwa jaringan komunikasi diantara pembudidaya ikan terbentuk berdasarkan kedekatan tempat tinggal dan kesamaan karakter antar anggotanya. Struktur jaringan komunikasi produksi dan pemasaran dalam usaha budidaya perikanan merupakan jaringan yang membentuk interlock personal network (memusat). Jaringan komunikasi antar pembudidaya yang memusat ini memberi arti bahwa ada peran dominan individu diantara sesama pembudidaya ikan.  (The Communication Network In Production and Marketing Activities of Fish Farmers at Kampar Regency)The research about communication network in production and marketing activities of fish farmer was conducted in Koto Mesjid Village. The main objective of this research is to know the central global, central local, betweenees, and connectedness in communication networks of fish farmer in aquaculture activities. Field survey was applied by purposive sampling technique. Data was analzed by using sociometry analysis and Ucinet 6 software. The results of the study explained that the communication network of fish farmers in the village of Koto Mesjid formed by the proximity of residence and similarity of characters among its members. The structure of the communication network in the business of production and marketing of aquaculture is the network that forms the radial personal networks. Communication network between fish farmers who converged gives the sense that there is a dominant role among individuals between fish farmers.
KONFLIK DAN POTENSI KONFLIK DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA KERANG HIJAU DI KALIBARU JAKARTA UTARA Nendah Kurniasari; Arif Satria; Said Rusli
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 7, No 2 (2012): DESEMBER (2012)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.704 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v7i2.5686

Abstract

Sebagai entitas usaha yang memanfaatkan sumberdaya pesisir yang bersifat common property resources, pembudidaya dan pengolah kerang hijau harus berhadapan dengan berbagai pelaku yang mempunyai kepentingan yang berbeda terhadap wilayah pesisir yang sama. Kondisi ini memunculkan berbagai potensi konflik terkait dengan pengaturan peruntukan wilayah dan kewenangan dalam pengelolaan sumberdaya pesisir. Penelitian ini berupaya untuk menganalisis eksistensi konflik dan strategi penyelesaian konflik yang terjadi dalam pengelolaan sumberdaya kerang hijau di Kalibaru Jakarta Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengambil kasus di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing Kotamadya Jakarta Utara. Analisa data dilakukan mengacu pada teori struktural fungsional dan teori konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber potensi konflik berawal dari perbedaan pemaknaan antar pihak yang berkonflik, serta penegakkan aturan yang tidak semestinya. Jenis konflik terdiri dari konflik kewenangan, konflik perebutan wilayah dan konflik ekologi yang terjadi antara pembudidaya dan pengolah kerang hijau dengan nelayan, pemerintah dan pihak industri. Penyelesaian konflik cenderung dapat diselesaikan dengan cepat secara kekeluargaan jika yang berkonflik merupakan pengguna perairan secara langsung yang memahami kesepakatan lokal yang berlaku di wilayah tersebut. Namun demikian konflik ini pun mempunyai dampak positif yaitu menumbuhkan kesadaran pembudidaya dan pengolah kerang hijau untuk berkelompok, mempercepat terjadinya penyelesaian atas isu-isu yang berkembang selama ini, serta membimbing kepada aliansi antar kelompok yang berkepentingan. Tittle: Conflicts and Potential Conflicts in Resource Management of Perna Viridis in Kalibaru, North Jakarta.As an Business entity that utilizes coastal resources which are common property resources, fishers and perna viridis farmers have to deal with various actors who have different interested in the same coastal areas. This condition raises many potential conflict associated with the setting of designated territory and authority in managing the coastal resources. This research tried to analyze the existence of the conflict and its solving strategies in the management of Perna viridis in Kalibaru, North Jakarta. This research was using a qualitative research methods in the village Kalibaru, Cilincing district, North Jakarta Municipality. Analysis data were refered to the structural-functional theory and theory of conflict. Results showed that sources of the conflict were originated from the differences in interpreting of the conflicting parties, as well as the enforcing the improper rules. Types of conflict consisted of the conflict of authority, territory and ecology that occur between farmers and Perna viridis processor with fishers, government and industry. The conflict tend, to be resolved quickly, especially those who directly used water resource understanding the existing local agreement. The conflict, however, has had a positive impact on raise awareness among farmers and Perna viridis processor to accelerate the completion of growing issues and lead to alliances between interest groups.
PROSES MOBILITAS SOSIAL NELAYAN KECAMATAN PACIRAN (Studi Kasus Komunitas Nelayan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan) Iin Sulis Setyowati; Arif Satria; Titik Sumarti; Rilus A Kinseng
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v10i2.8330

Abstract

Kehidupan sosial nelayan di Kecamatan Paciran bersifat terbuka dan memungkinkan terjadinya mobilitas sosial secara vertikal dan horizontal serta relasi sosial yang terjalin antar nelayan. Mobilitas sosial ini terjadi karena adanya perbedaan modal produksi yang dimiliki oleh nelayan seperti armada dan jenis alat tangkap serta pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses mobilitas sosial vertikal dan horizontal nelayan di Kecamatan Paciran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data primer dan sekunder diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan Focus Grup Discussion (FGD). Analisis diskriptif tabulatif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hal yang mendorong nelayan Paciran melakukan mobilitas sosial vertikal keatas yakni karena adanya kemampuan secara finansial (modal) yang didapat dari meminjam kepada patron atau mendapatkan warisan, memiliki keterampilan dan pengetahuan sebagai nelayan serta juga didukung dari segi pendidikan. Sedangkan dalam beberapa kasus ditemui, nelayan mengalami mobilitas sosial vertikal menurun dikarenakan nelayan tersebut mengalami kerugian yang berulang kali dalam hal penangkapan, sehingga tidak memiliki cukup modal untuk melakukan aktivitas penangkapan kembali serta dililit hutang.Title: Social Mobility Process of Fishers in The Paciran Sub Regency (Case Study of Fishers Community in The Paciran Sub Regency, Lamongan Regency)The fishers in Paciran District have an open social life allowing for vertical and horizontal social mobility and social relations that exist between the fishers. This social mobility occurs due to variations in production capital such as fishing fleet, types of fishing gear and income. This study aimed to examine the vertical and horizontal social mobility processes of the fishers in Paciran District. This research used a qualitative method with a study approach. The primary and secondary data were collected through in-depth interviews, observations, documentation and Focus Group Discussion (FGD). Discriptive and tabulatif analysis methods were use in this study. The results showed that upward vertical social mobility impelled by the financial capabilities (capital) which are gained from patron loan or inheritance, good skills and knowledge as a fisher, and education. Meanwhile, some cases showed a downward vertical social mobility due to multiple losses in fishing activities that imposed the fishers to a condition of heavily indebted and lack of capital for more fishing activities.
STRATEGI ADAPTASI NELAYAN TERHADAP PENETAPAN KAWASAN KONSERVASI PERAIRAN DAERAH DI MISOOL SELATAN, KKPD RAJA AMPAT Rici Tri Harpin Pranata; Arif Satria
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 2 (2015): DESEMBER 2015
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.312 KB) | DOI: 10.15578/jksekp.v5i2.1022

Abstract

laut berkelanjutan. Hal yang perlu diperhatikan adalah sumber daya di kawasan KKPD sertakarakteristik sosial-budaya dan ekonomi nelayan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristikmasyarakat nelayan di wilayah KKPD dan strategi adaptasi yang dilakukan dalam merespon penetapanKKPD. Kasus yang terjadi di KKPD Misool Selatan Raja Ampat menunjukkan adanya karakteristiksosial-budaya dan ekonomi masyarakat nelayan yang beragam meliputi interaksi sosial, organisasikerja, gaya hidup, diversifikasi pekerjaan, manajemen keuangan, dan adaptasi teknologi. Pada aspekinteraksi sosial, mayoritas melayan memilih berhutang ke toko/kios terdekat, disamping kegiatanyang berhubungan dengan plasma dan meminjam uang ke tetangga. Mayoritas nelayan mengikutiperkumpulan nelayan, disamping mengikut pemilik kapal dan menjadi pemimpin kelompok sementarauntuk aspek organisasi sosial. Gaya hidup meliiputi kebiasaan jajan, merokok, berada di rumah ketikatidak melaut, dan membawa minuman keras ketika melaut. Untuk aspek manajemen keuangan,mayoritas nelayan menggunakan uang mereka untuk kebutuhan makan dan perawatan perahu,disamping untuk jajan, membeli rokok dan menambah alat tangkap. Diversifikasi pekerjaan dilakukanoleh sebagian besar nelayan dengan bekerja di perusahaan, budidaya rumput laut, membuka kebun,membeli dan memelihara ternak dan memiliki kios/toko untuk berjualan. Mayoritas nelayan melakukanadaptasi teknologi berupa penggunaan motor tempel pada perahu tradisional, disamping memodifikasialat tangkap dan beralih ke perahu Johnson. Strategi adaptasi nelayan merupakan respon yang muncul,karena adanya perubahan di kawasan konservasi. Seiring dengan berbagai perubahan yang beragam,mayoritas nelayan memilih strategi adaptasi dengan cara berinvestasi untuk menghadapi penetapanKKPD.Title: Adaptation Strategy of Fishermen for the Determination of WatersConservation Area in South Misool, KKPD Raja AmpatRegional Marine Conservation Area (Kawasan Konservasi Perairan Daerah/KKPD) aims toachieve sustainable marine resource management. The aspects that must be considered were resourcesin marine conservation area and socio-cultural and economic characteristics of fishermen. This researchaims to analyze the characteristics of fishers communities in KKPD area and their adaptation strategiesto response KKPD establishment. In case of KKPD Misool Selatan Raja Ampat showed that there arevarious socio-cultural and economic characteristics consists of social interaction, organization of work,lifestyle, financial management, occupational diversification, and technological adaptations. In the socialinteraction aspect, most of fishermen owed to nearby shop, besides related activity with Plasma, andborrows money from their neighbors. Most of fishermen had attended the fishermen association, apartfrom boat owners and temporary group leader for organization of work aspect. Lifestyle aspect consistsof habit of snacks consumption, smoking, stay at home when not fishing, and bring liquor when fishing.For financial management aspect, most of fishermen allocated their funds to fulfill dining needs and boatmaintenance. Fisherman also have some occupational diversification consists of working in a company,seaweed culture, farming, buy and raise cattle, and sell in their shop. Then, most of fishermen usingoutboards motor in their traditional boat as technology adaptation, besides modifying their fishing gearand using Johnson boat. In line with various changes, most of fishermen choose investment strategy toresponse KKPD establishment.
Co-Authors Abbas, Ria Renita Abdul Haris, Abdul Haris Aceng Hidayat Adeni, Susri Adiguna, Mohamad Ady Candra Agus Purwito Akhmad Solihin Alfedri Alfian Helmi Aminah Swarnawati Amir Mahmud Amir Mahmud Amir Mahmud Amiruddin Saleh Andini Regi Khania Anna Fatchiya Annisa Wulandari Anwarudin, Oeng Ardito Atmaka Aji Ari Purbayanto Ari Wibowo Arya Hadi Dharmawan Bachtiar, Willy Basita Ginting Basita Ginting Sugihen Budhi Hascaryo Iskandar Budi Hariono Budiarto, Tri Budy Wiryawan Christian, Yoppie Cindy Pricilla Muharara Dedi Budiman Hakim Deni Achmad Soeboer Deni Achmad Soeboer Dietrich G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Djuara P Lubis Dodik R Nurrochmat Dodik Ridho Nurrochmat Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Edi H.S Sulistyo Edi H.S Sulistyo, Edi H.S Ekawati S.Wahyuni Ekawati S.Wahyuni Ekawati Sri Wahyuni Elva Lestari Endriatmo Soetarto Enik Afri Yanti Eriyatno . Eva Anggraini Eva Royandi Fatriyandi Nur Priyatna Fevi Rahma Dwi Putri Fevi Rahma Dwi Putri Fevrina Leny Tampubolon Fidyani, Citra Fini Lovita Gendut Suprayitno Gendut Suprayitno Gendut Suprayitno Gendut Suprayitno Gun Gumelar Somantri Harnoli Rahman Hartoyo Hartoyo Hendra Kurniawan Heru Purwandari Humayra Secelia Muswar, Humayra Husain, Aryanto I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Idqan Fahmi Iin Sulis Setyowati Ika Citra Sari Imam Habibi Elhaq Imam Teguh Saptono Irwan Irwan ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR Iskandar, Abdul Halim Iwan Setiawan Kamil, Fathan Kartodihardjo, Hariadi Khoirunnisa Khoirunnisa Kirbrandoko Kirbrandoko Kosasih, Akhmad Lala M Kolopaking Liky Ledoh Lilik Noor Yuliati Lilly Aprilya Pregiwati Luki Setyawan Luki Setyawan, Luki Lukman M. Baga Lukmi Ati Luluk Annisa Masbantar Sangadji Masri , Rahmi Vivri Mirajiani - Mirajiani, Mirajiani Mohamad Adiguna Mohamad Shohibuddin Mony, Ahmad Mony, Ahmad Muh. Asri, Muh. Muharara, Cindy Pricilla Mulyono S. Baskoro Musa Hubeis Muslim Muslim Myrna A. Safitri, Myrna A. Nendah Kurniasari Nimmi Zulbainarni Ninuk Purnaningsih Nunung Nuryartono Nur Aini Nur Hannah Muthohharoh Nuraini Nuraini Nurmala Katrina Pandjaitan Park, Mi Sun Patriana, Ratna Prabowo Tjitropranoto Putra, Heriansyah Putri, Fevi Rahma Dwi Qomardiansyah, Qomardiansyah Rabilla, Raissa Rahmaditya Rachmat, Eko Prasetyadi Raditya Machdi Rachman Rahayu, Rehastidya Rahmani, Tabah Arif Rahmat Hidayat Ratna Patriana Retna Mutiar, Indria Riana Riana rici pranata Rici Tri Harpin Pranata Rillus A Kinseng Rilus Kinseng Riska Dwi Firmiyanti Rizaldi Boer Royandi, Eva Ruddy Suwandi Rudiyanto, Arifin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Said Rusli Sambas Basuni SANJIV MENON A/L JOTHINATHAN Satyawan Sunito Septi Agusning Kuwandari Septri Widiono Siti Aisa Lamane Slamet, Alim Setiawan Soeryo Adiwibowo Suhendra Suhendra Sumardjo Syarifah Amaliah Taryono Taryono Taryono Taryono, Taryono Tevi Karuniawati, Tevi Thita Moralitha Mayza Tina Rahmawati Titania Aulia Titik Sumarti Tjahjo Tri Hartono Tridoyo Kusumastanto Wibowo, Mochammad Faizal Arief Widyastutik Wisnu Putra Prihantoro Yeni Marlina Yolla Rahmi Yossika Tantri Wandan Sari, Yossika Yulius Hero Zaldy Adrianto Zulkarnain Zulkarnain