Claim Missing Document
Check
Articles

ISOLASI METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS (MRSA) DARI NARES ANTERIOR PASIEN PRE-OPERASI ORTOPEDI Ilhamjaya, Andi Meutiah; Sjahril, Rizalinda; Johan, Muhammad Phetrus; Rasita, Yoeke Dewi; Mochammad Hatta; Andi Alfian Zainuddin; Patellongi, Ilhamjaya; Arden, Ferdinand
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2023): December
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i3.140

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dapat menyebabkan infeksi yang didapat di rumah sakit (HA-MRSA) atau yang didapat di masyarakat (CA-MRSA). Dengan dampak morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi. Dalam kondisi sumber daya yang terbatas, ketersediaan deteksi cepat masih belum memadai di beberapa fasilitas laboratorium di Indonesia. Seringkali, membutuhkan waktu lebih dari 48 hingga 72 jam untuk mengidentifikasi MRSA di laboratorium. Oleh karena itu, deteksi cepat menggunakan metode alternatif sangatdiperlukan untuk mempersingkat waktu yang diperlukan untuk mengidentifikasinya. Semakin cepat teridentifikasi saat skrining nares anterior pada pasien pre operasi ortopedi, maka semakin cepat pula tindakan pencegahan maupun pengendalian infeksi yang dapat dilakukan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Pada penelitian ini dilakukan pengambilan sampel swab nares anterior pasien rencana bedah ortopedi di RSUP Dr. WahidinSudirohusodo dan RS Universitas Hasanuddin Makassar menggunakan medium transport Amies gel agar. Setelah itu dilakukan inokulasi langsung ke media CHROMOGENIC AGAR MRSA, hasil identifikasi dapat diketahui segera setelah 18-24 jam inkubasi pada media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan dari 184 sampel yang diperoleh, proporsi temuan karier MRSA dari swab nares anterior pasien pre-operasi ortopedi di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar adalah 66 pasien (38.4%), dan 8 pasien (4.6%) MSSA, sedangkan 98 pasien (57%)terdeteksi non aureus. Adapun karakteristik pasien yang mempunyai hubungan bermakna dengan temuan MRSA pada swab nares anterior pasien pre-operasi ortopedi yaitu karakteristik administrasi, riwayat rawat inap RS 3 bulan sebelumnya, dan riwayat pengunaan antibiotik 6 bulan terakhir (p value :0.001; 0.015; 0.002). Hasil penelitian disimpulkan bahwa pemanfaatan media CHROMOGENIC AGAR MRSA sebagai salah satu metodekultur untuk skrining MRSA pada nares anterior pasien pre-operasi ortopedi dapat menjadi pilihan yang efektifdan efisien dalam aplikasi klinis di lingkungan Rumah Sakit. Hal ini mengurangi penggunaan banyak bahan dilaboratorium, memudahkan dalam identifikasi langsung koloni oleh karena kekhasan koloni MRSA padamedia CHROMOGENIC AGAR, serta mempersingkat waktu yang diperlukan untuk mengidentifikasi MRSApada pasien, sehingga dapat memudahkan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran MRSA dilingkungan Rumah Sakit, membantu mengurangi lama rawat inap pasien maupun mengurangi kemungkinanpenggunaan antibiotik jangka panjang pada pasien.
Struktur Komunitas Mangrove di Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara Raynaldo, Adityo; Saputra, Robin; Erli, Erli; Marista, Etha; Zibar, Zan; Shofiyah, Sofi Siti; Rafdinal, Rafdinal; Linda, Riza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2023): October
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i3.67339

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting di kawasan pesisir, terutama dalam mitigasi bencana dan habitat jenis-jenis ikan dan udang. Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara dikelilingi kawasan mangrove, saat ini belum memiliki data yang komprehensif dan terbaru terkait dengan potensi struktur komunitas mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi jenis dan struktur komunitas mangrove di Kecamatan Pulau Maya. Pengambilan data dilakukan pada Juni - Agustus 2022, di 7 stasiun yang dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan sebaran mangrove dan zonasi kawasan konservasi perairan yang telah ditetapkan. Data struktur komunitas diambil dengan plot pengamatan 10 x 10 m, tiap tegakan dengan DBH 4 cm didata jenis, ukuran diameter dan tinggi, serta data-data lain seperti jumlah semaian, tutupan kanopi juga dicatat berdasarkan pedoman standar. Hasil menunjukkan 8 spesies mangrove ditemukan, yaitu Acanthus ilicifolius, Acrostichum aureum, Avicennia marina, Bruguiera parviflora, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba dan Xylocarpus granatum. Kerapatan individu berkisar 800 "“ 1700 ind ha-1 dan nilai basal area berkisar 6,13 "“ 112,95 m2 ha-1.Indeks nilai penting (INP) tertinggi ditemukan pada spesies R. apiculata (94,79%). Potensi mangrove di lokasi cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa daerah lain, sehingga monitoring dan pemanfaatan yang lestari dari hasil hutan non-kayu, wisata edukasi, riset dan program padat karya berbasis masyarakat diharapkan dapat diutamakan untuk kelestarian kawasan mangrove di lokasi.
Keanekaragaman Karang dan Jenis Ikan Karang di Perairan Belitung Barat, Kepulauan Bangka Belitung Marista, Etha; Zibar, Zan; Raynaldo, Adityo; Shofiyah, Sofi Siti; Saputra, Robin; Alimuddin, Alimuddin; Linda, Riza
Jurnal Laut Khatulistiwa Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Dept. Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lkuntan.v6i1.60137

Abstract

Degradasi dan kerusakan terumbu karang menjadi ancaman pada skala lokal dan global. Tujuan penelitian untuk mengetahui kondisi terumbu karang dan ikan karang untuk mendukung data series atau monitoring rona lingkungan dalam rangka pekerjaan penyusunan dan uji kelayakan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan beserta dokumen pengelolaan lingkungan hidup. Pemantauan kondisi terumbu karang dan ikan karang telah dilakukan pada bulan Maret 2022 dengan dengan 6 lokasi titik pemantauan. Lokasi pemantauan dianggap representatif mewakili kondisi terumbu karang di Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. Metode dalam penelitian ini adalah line Intrercept Transect. Hasil penelitian ini adalah persentasi pertumbuhan terumbu karang di perairan Belitung Barat berkisar antara 16,52%-92,70% yang masuk kategori rusak hingga sangat baik. Indeks mortalitas karang di dasar perairan sangat dipengaruhi oleh proses sedimentasi dengan indeks kematian karang tertinggi terletak pada muara sungai sebesar 0,814 sedangkan indeks mortalitas karang terendah letaknya jauh dari muara sungai. Jumlah spesies ikan karang yang ditemukan di seluruh stasiun pengamatan berkisar antara 23"“66. Nilai indeks keanekaragaman ikan karang berkisar antara 0,423"“3,641. Kelimpahan total ikan karang berkisar antara 0,324 - 4,160 ind/m2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat dalam pengelolaan dan pemanfaatan berkelanjutan.
Pemanfaatan Taman Bermain untuk Kegiatan Literasi Masyarakat Irwansyah, Nur; Fransori, Arinah; Parwis, Friza Youlinda
Darma Cendekia Vol. 3 No. 1 (2024): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v3i1.84

Abstract

Kegiatan ini berjudul Pemanfaatan Taman Bermain untuk Kegiatan Literasi Masyarakat. Bentuk kegiatan ini adalah penyediaan buku-buku cerita yang bervariasi bagi anak-anak usia sekolah dasar dan juga membuat kegiatan kreatif dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas anak. Kegiatan yang dilaksanakan bagi anak-anak di sana berupa membaca buku-buku cerita dan berkreasi. Tim menyiapkan tempat dan peralatan-peralatan untuk kegiatan literasi bagi anak-anak dengan tujuan anak-anak dapat membaca buku-buku bacaan dan melakukan kegiatan kreatif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menggunakann metode pembelajaran literasi. Metode pembelajaran literasi adalah metode dengan Pilih- Kenal-Baca-Diskusi-Cipta (PiKeBaDiCi), yaitu 1) memilih dan mengenali buku; 2) membaca buku; 3) mendiskusikan tema; dan 4) mencipta karya. Dengan adanya kegiatan literasi kepada masyarakat ini dapat membuat anak-anak menjadi lebih semangat belajar dan membaca bersama teman-temannya. Pertemanan di antara mereka menjadi lebih erat lagi dan rasa bosan juga jenuh yang mereka alami selama ini hilang diganti dengan rasa senang saat kegiatan membaca berlangsung. Perasaan senang karena mengikuti kegiatan literasi ini berdampak pada lebih semangatnya anak-anak belajar dan membaca bersama serta meningkatnya kemampuan literasi mereka. Mereka menjadi sering membaca buku di taman literasi.
Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Hutan Tembawang Kemoyu, Dusun Layau, Kabupaten Sanggau Natalsiani, Yolanda Denisia; Turnip, Masnur; Linda, Riza
Agroprimatech Vol. 8 No. 1 (2024): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v8i1.4802

Abstract

Ferns (Pteridophyta) have an important role in maintaining the forest ecosystems, but land use change affects the decline in the number of fern species. This study aims to determine the types of ferns that exist in the Tembawang Kemoyu Forest, area in Layau Hamlet, Sanggau Regency. The research will be conducted from March to September 2023 in the Tembawang Kemoyu Forest area in Layau Hamlet, Sanggau Regency. The research method used is the cruise method. The results of the study found 18 species of ferns consisting of 11 families, namely Asplenium nidus, Drymoglossum piloselloides, Drynaria quercifolia, Nephrolepis bisserata, Phegopteris connectilis, Stenochlaena palustris, Selaginella intermedia, Selaginella willdenowii, Lindsaea ensifolia, Lygodium circinnatum, Pteris vieillardii, Asplenium adiantum, Adiantum latifolium, Taenitis blechnoides, Gleichenia linearis, Vittaria elongata, Elaphoglossum callifolium and Selaginella velutina.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA PULAU PELAPIS MELALUI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA Linda, Riza; Raynaldo, Adityo; Saputra, Robin; Zibar, Zan; Marista, Etha; Shofiyah, Sofi Siti
Bina Bahari Vol 3, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v3i1.49

Abstract

Health is a primary human need to be able to carry out life activities perfectly. Fulfillment of health can be achieved by fulfilling adequate and balanced nutrition. One of the nutrients that must be met is the need for carbohydrates, protein and vitamins. These elements can be obtained from animals and plants. Obtaining a nutritional source that is very cheap, easy to obtain and can provide greenery and aesthetic value around the yard of the house is by making Toga. Education to the community about family medicinal plants (Toga) in Pulau Peputar Village is very necessary considering that Pulau Peputar Village is one of the tourist villages. Pelalu Island Village, Karimata District, North Kayong Regency. The method used in this activity is in the form of counseling, including conveying theory and discussion. Participants will get theories about the importance of health, especially fulfilling balanced nutrition through making Toga and the importance of greenery and beauty in supporting village government programs, namely increasing human resources in ecotourism villages. The stages of this activity include preparation and extension activities. The counseling contains an introduction to the types of medicinal plant species and their uses. Demonstrations regarding the potential and use of medicinal plants in the community in Pulau Pelapis Village were carried out at the village office/school building. The aim of this community service activity program is to improve the health of family members through a program of using family medicinal plants as family herbal medicine. Socialization about Toga apart from supporting health, also provides environmental beauty, preserves plants and can provide family welfare. The results of this activity show an increase in participants' knowledge of potential plant species that have medicinal properties.Keyword: Health, Nutrition, TOGA, education, Pulau Pelapis village
SOSIALISASI PENTINGNYA EKOSISTEM TERUMBU KARANG DAN PENGENALAN APLIKASI AVENZA MAPS DALAM PEMANTAUAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG Zibar, Zan; Saputra, Robin; Munandar, Rizqan Khairan; Santoso, Hendi; dodi, Dodi; Linda, Riza
Bina Bahari Vol 3, No 3 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA Universitas Tanjungp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/binabahari.v3i3.74

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikenal memiliki kekayaan berbagai jenis terumbu karang yang merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati ikan di dunia. Pulau Lemukutan memiliki potensi sumberdaya kelautan diantaranya terumbu karang, lamun dan makroalga yang mendiami habitat dasar perairan. Tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) menjumpai masih minimnya pemahaman tentang pentingnya ekosistem terumbu karang serta masih terbatasnya pengetahuan masyarakat Pulau Lemukutan dalam memanfaatkan teknologi aplikasi avenza dalam pemantauan ekosistem terumbu karang, namun kelompok pokmaswas dan pelaku usaha di bidang kelautan serta wisata bahari mahir dalam menggunakan smart phone. Upaya mengatasi permasalahan tersebut, maka sosialisasi pentingnya ekosistem terumbu karang dan pengenalan aplikasi avenza dalam pemantauan ekosistem terumbu karang penting dilakukan. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya ekosistem terumbu karang dan memberdayakan masyarakat lokal dengan pengetahuan dan keterampilan dalam monitoring dan pelestarian terumbu karang mengunakan aplikasi avenza maps. Hasil kegiatan menunjukan Kelompok masyarakat Pulau Lemukutan telah memahami manfaat ekosistem terumbu karang namun masih belum memahami pengunaan aplikasi avenza untuk pemantauan ekosistem terumbu karang.
DETEKSI BAKTERI ATIPIKAL DARI SWAB NASOFARING PENDERITA SEPSIS NEONATORUM DI RS WAHIDIN SUDIROHUSODO MENGGUNAKAN POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) MULTIPLEKS Fadhilah; Sjahril, Rizalinda; Hatta, Mochammad; Bahagia, Dwi; Alasiry, Ema; Tarini, Ni Made Adi
Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2024.011.04.1

Abstract

Sepsis neonatorum merupakan penyebab signifikan kematian neonatorum dan morbiditas jangka panjang. Infeksi bakteri atipikal berperan penting dalam sepsis neonatorum, namun sulit dideteksi dengan teknik mikrobiologi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi bakteri atipikal yaitu Chlamydia trachomatis, Mycoplasma pneumonia, Legionella pneumophila dan Ureaplasma urealyticum dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) multipleks dari swab nasofaring pasien sepsis neonatorum yang dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif pada neonatus dengan dugaan sepsis. Neonatus yang diduga sepsis akan diambil swab nasofaring kemudian diperiksa untuk mendeteksi Chlamydia trachomatis, Mycoplasma pneumonia, Legionella pneumophila dan Ureaplasma urealyticum menggunakan PCR multipleks. Pemeriksaan pasien sepsis neonatorum yang dirawat di NICU RS Wahidin Sudirohusodo Makassar menggunakan sampel swab nasofaring pada bulan September 2022 hingga Juni 2023 menunjukkan bahwa dari 60 pasien yang diperiksa swab nasofaring, 8 (13,33%) pasien terdeteksi infeksi tunggal bakteri atipikal  yaitu Mycoplasma pneumonia, Chlamydia trachomatis dan Legionella pneumophila serta 12 pasien (20%) di antaranya adalah infeksi multipel yaitu Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia trachomatis; Legionella pneumophila dan Chlamydia trachomatis; Mycoplasma pneumoniae, Chlamydia trachomatis dan Legionella pneumophila. PCR merupakan modalitas yang menjanjikan untuk mendeteksi bakteri atipikal dari swab nasofaring pasien sepsis neonatorum yang sulit diidentifikasi dengan teknik konvensional. Hal ini sangat berguna untuk memberikan terapi yang cepat dan tepat pada pasien sepsis neonatorum.
Kandungan Kadmium (Cd) dalam Kerang Darah (Anadara granosa) dan Sedimen Asal Perairan Pulau Sedanau Kabupaten Natuna Linda, Riza; Warsidah, Warsidah; Kurniadi, Bambang
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5109

Abstract

Pengelolaan sumber daya pesisir yang tidak berbasis lingkungan dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan pesisir, seperti masuknya cemaran zat organik ataupun zat anorganik ke dalam badan perairan. Salah satu bentuk cemaran yang sangat berpotensi hadir dalam lingkungan perairan laut adalah logam berat seperti Kadmium (Cd) sebagai akibat dari aktivitas manusia di dekat wilayah pesisir. Keberadaan logam ini sangat berpotensi  membahayakan biota laut seperti kerang-kerangan, kepiting, udang yang hidupnya di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan logam Cd dalam daging kerang darah (Anadara granosa) dan sedimen pada habitat kerangnya serta kelayakannya untuk dikonsumsi berdasarkan nilai ambang batas cemaran Cd yang disyaratkan. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Juni 2020 menggunakan 2 stasiun (titik sampling), menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasarkan jarak dari pusat aktivitas. Analisis cemaran logam berat Cd dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kandungan Cd dalam daging kerang A. granosa dan sedimen pada perairan pulau Sedanau pada kedua stasiun pengambilan sampel bernilai rata-rata 1,1123 mg/kg dan 1,4551 mg/kg di statsiun 1 serta 0,0781 mg/kg dan 1.4223 mg/kg, yang masih berada di bawah ambang batas yang disyaratkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 7387 tahun 2009 yaitu sebesar 1,5 mg/kg.
Sosialisasi Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO Pada Beberapa SMA/SMK/MA/Sederajat di Kalimantan Barat Secara Daring Marista, Etha; Shofiyah, Sofi Siti; Raynaldo, Adityo; Zibar, Zan; Saputra, Robin; Linda, Riza
Jurnal Pengabdi Vol 5, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v5i2.49404

Abstract

Sekolah Menengah Atas  adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, hidup sehat, memperluas pengetahuan dan seni, memiliki keahlian dan keterampilan, menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab, serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut. Dalam mendukung salah satu dari tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mempersiapkan peserta didik (siswa-siswi SMA/SMK/MA Sederajat) maka Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO akan melakukan sosialisasi dan promosi pada beberapa SMA di Kalimantan Barat secara daring. Sosiasialisasi akan dilakukan di Universitas OSO dengan menggunakan aplikasi zoom.   Peserta yang akan diundang adalah wakil dari siswa-siswi SMA/SMK/MA Sederajat dari kabupaten yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat khususnya siswa-siswi SMA/SMK/MA Sederajat agar dapat masuk ke Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO.   Materi yang diberikan oleh tim pengabdian meliputi visi, misi, tujuan, sasaran, kurikulum Program Studi Ilmu Kelautan dan peluang kerja setelah menyelesaikan studi. Kegiatan sosialisasi promosi Program Studi Ilmu Kelautan dimasa pandemi Covid-19 dengan media daring berlangsung baik.
Co-Authors Abd. Hamid Adityo Raynaldo Aldri Frinaldi Amriani Amir Andari, Desti Andi Alfian Zainuddin Anisa Mulyani Anthoni B. Aritonang Arden, Ferdinand Ari Hepi Yanti Arinah Fransori Ashari, Asri Mulya Asmita Asmita Asri Mulya Ashari Awlyhalizah, Nattha Azhar, Muh. Aprizal Bahagia, Dwi Bambang Kurniadi Bambang Kurniadi, Bambang Bangun, Phiguradi Desriani Lestari Diah Wulandari Rousdy Diah Wulandari Rousdy Dodi Dodi, Dodi Dwi Gusmalawati Edo Galasro Limbong Ega Meydiyawati Egidia Egidia Elfiyanti Elfiyanti Elfiyanti Elfiyanti, Elfiyanti ELPE BIBAS, ELPE Elvi Rusmiyanto Pancaning Wardoyo, Suci Lestari, Mukarlina, Ema Alasiry, Ema erli, erli Etha Marista Fadhilah Fatma, An Nisa Feni Wulandari Firman Saputra Fitriyan Kurnia Fransisko, Satria Gusmalawati , Dwi Gusti Eva Tavita Hadi, Sumi Hendi Santoso Hidayah, Najdah Iir Purwanto Ikha Safitri Ilhamjaya Patellongi Ilhamjaya, Andi Meutiah Irwan Lovadi Irwan Lovadi Irwansyah, Nur Isra Wahid Johan, Muhammad Phetrus Junandi, Junandi Junardi Junardi Kustiati Kustiati Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Malasari, Risma Maryadi, Andi Mega Sari Juane Sofiana Minsas, Sukal Mochammad Hatta Muftiah Yasi Dwi Wahyuni Muh. Nasrum Massi Muhamad Iqbal Mukarlina -, Mukarlina Mukarlina, Mukarlina Natalsiani, Yolanda Denisia Neva Satyahadewi Ni Made Adi Tarini Nina Yuni Tanti Nunung Nurlaila Nunung Nurlaila Nurjanaty, Netty Nurkapita, Nurkapita OKTAVIANI, RISKA Palantei, Elyas Palulun, Prajayanti Parwati, Heni Pattelongi, Ilhamjaya Peli, Peli Putri Indahsari, Dwi Putri, Virda Juliati Rafdinal Rafdinal Rahma, Nur Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rasita, Yoeke Dewi Rikhsan Kurniatuhadi, Rikhsan Rita Kurnia Apindiati Rita Kurnia Apindiati Riyandi Riyandi Riyati, Indri Rizqan Khairan Munandar Robin Saputra Rochmah, Febri Aini Rodiyeh, Rodiyeh Rony, Zahara Tussoleha Rosdiana Natzir Rustam, Sri Nur Rahmi Nur Sartika Debora Br Ginting Shofiyah*, Sofi Siti Shofiyah, Sofi Siti Siska Siska Siti Ifadatin Siti Khotimah Sitti Ifadatin Sofi Siti Shofiyah Sofi Siti Shofiyah Sofi Siti Shofiyah Subianto, Ismail Bambang Sudirman Katu, Sudirman Sukal Minsas Syarif Irwan Nurdiansyah Turnip, Masnur Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Wendy Kristianto Yuliono, Agus Zibar, Zan Zulfa Zakiah