p-Index From 2021 - 2026
13.192
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sosiologi Reflektif Jurnal KALAM Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Partisipatoris Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Media: Jurnal Filsafat dan Teologi SHAKHSIYAH BURHANIYAH : Jurnal Penelitian Hukum Islam Journal of Contemporary Islamic Education DEVELOPMENT : Journal of Community Engagement Jurnal Dekonstruksi Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Sanjiwani: Jurnal Filsafat Action Research Journal Indonesia (ARJI) Moderasi : Journal of Islamic Studies Inisiatif: Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual JSE: Jurnal Sharia Economica Jisiera: The Journal of Islamic Studies and International Relations Jurnal Fakta: Forum Aktual Ahwal Al-Syakhsiyah LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Jurnal Al-Muharrik: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Ulil Albab PESHUM Journal of Islamic Philosophy and Contemporary Thought SOCIAL EDU: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan As-Sulthan Journal of Education International Journal of Multidisciplinary Reseach Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial Innovasi : Jurnal Inovasi Pendidikan Makkah: Journal Of Islamic Studies Indonesian Journal of Law and Islamic Law (IJLIL) Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Al-Qiyadah Advances In Education Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Prinsip Maqasid Al-Shari'ah Dalam Kurikulum Untuk Menghadapi Tantangan Zaman Digital Imam Ghozali; Suwadi Pranoto; Miswan; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13019

Abstract

Pendidikan Islam di era digital berada di persimpangan antara kemajuan teknologi dan krisis kemanusiaan. Kemajuan ini memicu disorientasi nilai, di mana tantangan utamanya bukanlah kekurangan pengetahuan, tetapi 'kehilangan kebijaksanaan' sebuah kondisi di mana akal berfungsi tanpa akhlak, dan ilmu berkembang tanpa ruh adab. Menjawab krisis ini, penelitian filosofis-kepustakaan ini menegaskan Maqasid al-Shari‘ah (hifz al-din, ‘aql, nafs, nasl, mal) sebagai paradigma alternatif yang integral. Maqasid direkonseptualisasi dari sekadar prinsip hukum menjadi 'fondasi filosofis' untuk kurikulum yang menjembatani teknologi dan kemanusiaan. Inti terapinya adalah integrasi ‘aql (akal), qalb (hati), dan adab (moralitas) untuk mendefinisikan ulang kecerdasan: berpikir kritis bukan lagi sekadar berpikir logis, melainkan 'berpikir dengan tanggung jawab moral dan spiritual'. Tujuan akhir kurikulum ini adalah membentuk insan kamil, sebuah upaya untuk tidak hanya mencerdaskan manusia, tetapi 'memanusiakan kecerdasan' itu sendiri
Prinsip Tauhid Sebagai Landasan Integrasi Ilmu Agama dan Sains dalam Kurikulum Fatoni Aziz; Darul Ihsan; Ibnu Abbas Abbas; Sabaruddin Ado; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13020

Abstract

Penelitian ini didasari oleh sebuah renungan diagnostik atas krisis ontologis dalam pendidikan Islam modern, di mana dikotomi antara ilmu agama dan sains telah menyebabkan ilmu kehilangan jiwa spiritualnya dan berorientasi pada sekularisasi yang tidak utuh. Dengan mengadopsi pendekatan kajian pustaka kualitatif menelusuri gema pemikiran Al-Attas, Al-Faruqi, dan narasi kontemporer studi ini bertujuan untuk menegaskan kembali hakikat Tauhid sebagai fondasi filosofis dan epistemologis yang menautkan wahyu dan akal dalam satu kesatuan makna yang otentik (unity of knowledge). Hasilnya menunjukkan bahwa Tauhid bukan sekadar teori, melainkan sebuah kompas etis yang mengarahkan seluruh kurikulum pada tujuan aksiologis tertinggi: pembentukan Insan Kamil yang beriman, berilmu, dan beradab. Kesatuan ini menjadi perangkat spiritual yang esensial, memungkinkan peserta didik untuk tetap waspada dan berpihak pada kemaslahatan di tengah tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0, sehingga ilmu dan teknologi tidak menjadi alat dehumanisasi, melainkan sarana untuk meraih ridha Ilahi.
Dialog Krisis Filsafat Pendidikan Islam dengan Pemikiran Pendidikan Progresif John Dewey Mada Yudha Sasana; Addinul Subhan; Roni Nuryusmansyah; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Transaksi (Transaction) antara Filsafat Pendidikan Islam dan Instrumentalisme John Dewey, dengan hipotesis bahwa sintesis keduanya dapat mengatasi Kesulitan yang Dirasakan (The Felt Difficulty) dalam pembentukan karakter adaptif di era modern. Dengan menggunakan metode komparatif-kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa kesamaan tujuan dalam mencapai Pertumbuhan (Growth) individu yang utuh dapat diwujudkan melalui Instrumentalisme pedagogis. Pendekatan berbasis Pengalaman Nyata ala Dewey berfungsi sebagai alat fungsional untuk menguji dan mengaplikasikan nilai-nilai normatif Islam, memindahkannya dari ranah kepatuhan pasif menjadi Berpikir Reflektif (Reflective Thinking) yang aktif. Hasilnya adalah sebuah model Rekonstruksi Pengalaman yang holistik, di mana spiritualitas diperkuat oleh Kecerdasan Sosial (Social Intelligence) siswa. Dengan demikian, integrasi ini menawarkan kerangka pendidikan yang relevan dan inklusif, yang siap membekali generasi mendatang dengan karakter moral yang berdaya guna dalam menghadapi dinamika sosial yang plural dan senantiasa berubah.
Dampak Orientasi Kurikulum Berbasis Standar terhadap tujuan Spiritual Pendidikan islam Dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara Imam Sholihin; Handoko; Sigit Sugiarto; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14566

Abstract

Kajian ini mendiagnosis kegagalan hakikat dalam Pendidikan Islam kontemporer, di mana orientasi kurikulum berbasis standar mewujudkan rasionalitas teknokratis yang secara sistemik mereduksi keutuhan manusia (budi pekerti). Latar belakang penelitian ini adalah ketercerabutan spiritual yang nyata, ditandai oleh dominasi pengukuran kognitif yang mengabaikan dimensi rasa dan karsa. Tujuan fundamental penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak instrumental standar terhadap tujuan spiritual, serta merumuskan terapi filosofis berbasis Pendidikan yang Memerdekakan. Menggunakan metode studi kepustakaan analitis-kritis (content analysis mendalam), hasil pembahasan mengungkap bahwa hegemoni standar membelenggu inisiasi batin peserta didik dan mengkhianati peran pemimpin spiritual guru (Ing Ngarsa Sung Tuladha). Rekomendasi teoretis yang diajukan adalah revitalisasi Tri Sentra Pendidikan dan tuntutan agar kebijakan bergeser dari visi kuantitatif (angka) menuju visi kualitatif (watak). Implikasi utama dari temuan ini adalah kebutuhan mendesak untuk mengembalikan budi pekerti sebagai sumbu sentral guna menghindari kelahiran generasi yang cerdas akal namun miskin secara jiwa, sebuah tragedi bagi peradaban.
Pendidikan Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa: Analisis Konsep Negara Ideal Al-Farabi Neneng Nurhayati; Ahmad Yakin; Yopi Ardila; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15725

Abstract

Penelitian ini menganalisis urgensi reorientasi pendidikan nasional di tengah krisis karakter yang diakibatkan oleh reduksi pendidikan menjadi sekadar fungsi ekonomi dan politik. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi visi pembentukan karakter bangsa dengan menelusuri fondasi filosofis dalam konsep Negara Utama (Al-Madīnah al-Fāḍilah) yang diusung oleh Al-Farabi. Melalui metode kualitatif dan pendekatan analisis filosofis, penelitian ini menggali bagaimana Al-Farabi menempatkan pendidikan sebagai jalan tunggal menuju Kebahagiaan Paripurna (Sa‘ādah), bukan hanya sebagai instrumen teknis. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembentukan karakter bangsa harus berakar pada hierarki intelektual dan moral, di mana pemimpin pendidikan (al-ra’īs al-awwal) berfungsi sebagai akal (‘aql) yang membimbing warga menuju kesempurnaan. Kesimpulan: Model pendidikan yang otentik menuntut integrasi tujuan etis dan epistemologis Al-Farabi untuk menciptakan warga negara yang tidak hanya fungsional tetapi juga terpadu secara moral dan intelektual, sehingga mampu mewujudkan tatanan sosial yang stabil dan bijaksana
Relevansi Konsep Penyucian Jiwa (Tazkiyatun Nafs) Al-Ghazali untuk Pendidikan Karakter di Abad ke-21 Imam Abdimullah Al Ishaq; Fajaruddin Himmawan; Fa’izah Hanifah; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15734

Abstract

Akselerasi digital Abad ke-21 menghasilkan diskrepansi antara capaian kompetensi teknis (4C dan literasi digital) dengan ketangguhan karakter moral-spiritual peserta didik. Ketimpangan ini termanifestasi dalam rapuhnya regulasi diri, krisis identitas, dan literasi digital yang belum beradab. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual untuk mengintegrasikan Tazkiyatun Nafs Al-Ghazali dengan kerangka kompetensi modern. Menggunakan studi kepustakaan dan analisis filosofis, penelitian ini menyintesis Tazkiyatun Nafs melalui poros takhalli (pelepasan sifat negatif), tahalli (penanaman kebajikan), dan tajalli (aktualisasi nilai) sebagai arsitektur nilai yang ko-evolutif dengan 4C. Hasilnya, takhalli memperkuat critical thinking sebagai disiplin batin; tahalli menopang collaboration dan communication berbasis adab; sementara tajalli mengarahkan creativity pada kemaslahatan publik (maqashid). Penelitian ini menawarkan novelty dalam pemadanan eksplisit Tazkiyatun Nafs dengan indikator kompetensi abad ke-21 secara operasional, menghasilkan kerangka kurikulum-pedagogi-asesmen yang dapat diturunkan menjadi praktik pembelajaran holistik, alih-alih sekadar moralitas tambahan. Kesimpulan menegaskan bahwa Tazkiyah adalah mekanisme integratif yang mengikat domain intrapersonal, interpersonal, dan transpersonal untuk merespons krisis etis generasi modern.
The Meaning of "Dare Demo Nai Otoko" (誰でもない男) within the Perspective of Friedrich Nietzsche’s Philosophy: (Case Study of Obito Uchiha: Naruto Shippuden Chapter 564) rifqi khairul anam
Dekonstruksi Vol. 12 No. 02 (2026): Jurnal Dekonstruksi Volume 12, Nomor 02, 2026
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v12i02.380

Abstract

This article presents a philological and phenomenological analysis of the key phrase Dare demo Nai Otoko (誰でもない男) as articulated within the narrative of Naruto Chapter 564. Employing a textual hermeneutic approach, this study dissects the syntactic structure of the phrase to distinguish it from the concept of spatial absence (dare mo inai), illuminating an ontological paradox wherein the presence of bodily facticity (otoko) coexists with the negation of subjective essence (nai). The research primarily focuses on how this linguistic construction facilitates the subject's transition from a historically bound social entity into an anonymous "operational mechanism." This analysis posits that such identity negation is not mere rhetoric of self-defense, but a structural prerequisite for the subject to attain systemic immunity and enact a radical intervention against an order of reality deemed to have lost its epistemological validity. These findings offer a novel theoretical framework for understanding the dynamics of self-dissolution as a strategy of agency within conditions of a meaning crisis.
THE CONCEPT OF PHYSICAL AND SPIRITUAL BALANCE IN STUDENTS WITHIN AL-FARABI’S PHILOSOPHY OF EDUCATION Achmad Akbar Qomaru Zaman; Ahmad Dani Hasan; Rifqi Khairul Anam
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 2 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education plays a vital role in developing human potential comprehensively, encompassing both physical and spiritual dimensions. However, contemporary educational practice tends to privilege cognitive and academic achievement, often at the expense of students’ physical, moral, and spiritual growth. Although a growing body of research has examined Al-Farabi’s educational philosophy, most studies address his thought in general terms and have not specifically analyzed how physical–spiritual balance is articulated within his conception of educational aims. This study addresses that gap by analyzing the concept of physical and spiritual balance (jasmani–rohani) within Al-Farabi’s philosophy of educational objectives and its relevance for contemporary education. Using a qualitative descriptive approach through library research, primary and secondary sources on Al-Farabi’s educational philosophy were analyzed using content analysis. The findings show that Al-Farabi conceived education as a path toward happiness (al-sa’adah), attained through the harmonious cultivation of all human faculties. Physical balance is realized through bodily health and the cultivation of practical skills, while spiritual balance is cultivated through moral formation, intellectual development, and the strengthening of spiritual values, oriented toward the formation of the virtuous human being (al-insan al-kamil) within the framework of the virtuous city (al-madinah al-fadilah). These findings resonate strongly with contemporary educational goals that emphasize the holistic development of learners. Al-Farabi’s thought therefore offers a philosophical foundation for building a more holistic, humanistic, and character-oriented education system, one capable of responding to the erosion of moral character and student mental health documented in current Indonesian education discourse.
Co-Authors , Nafisah R.A Abdelmajid Idris Mohammad Khalil Abdul Adhim, M. Abdul Ghofur Abdul Hakim Abdullah Adib Abimanyu Panurat Achmad Akbar Qomaru Zaman Achmad Habibi Adam Rasuli, Moh. Addinul Subhan Adytia Maulana Zidqi , Muhammad Afifah Az Zahra Ahmad Baikuni Ahmad Dani Hasan Ahmad Dwi Juharmanto Ahmad Hisyam As Sibli Ahmad Khoiriansyah Ahmad Yakin Aisyah Nayla Faza Alamsyah Halim Ali, Mahfud Alif Haidir Aziz, M. Alifatur Rodziah, Dinda Allifatur Rohma Almas Kistina, Sabila Alvina, Tahta Amalia Soleha Amelia, Fita Anam, Saipul Andi Antoro Andi Jaka Ditiya Andri Yanto Annisa Nurul Zannah Arrohma Athar Abdullatif Husain Athar Abdullatif Husain Ayu Kumala, Firda Ayu Saputri, Dinda Azaliya Putri Azizah Badiatul Munawaroh Basir Hanif, Ahmad Benny Prasetiya Carissa Imelda Salsabila Kusuma Choiriyah, Mahmadatul Choirul Umam, Choirul Darul Ihsan Dasuki, Marum Dewi Putri Suci Dian Sri Utami Eka pratiwi, Aisyati Erlindah Dwi Rahayu Fajar Mustakhim Fajaruddin Himmawan Fareed Ahmad Obaidy Fareed Ahmad Obaidy Faruq Fadhlillah, Fatin Fatahillah, M. Fathy ubaidillah, M. Fatimah Aulia Izzah Billah Fatoni Aziz Fauzi Nurjaman Fa’izah Hanifah Fika Anjana Fina Safira Firdaus Amalia Sholehudin Firliatul Ilahi, Rani Fitri Shofiatul Ulul Hikmah Fitria Fardiani Fitria Wulandari Fitria, Habibatul Fitria, Lailatul Fitriana, Rohmatun Gafur, Abd Habibullah Handoko Handoko Hani Nafi'ah Rachmawati Hani Hardiansyah, Yayak Heliza Heri Rifhan Halili Holis Majid, Nur Hotimah Hulwa, Febriana Hisana Huwaida, Nisrina Ibnu Abbas Abbas Iffatul Afifah Afifah Iftitah Hidayati Ike Septia Wulandari Ilahiyah, Athiyah Imam Abdimullah Al Ishaq Imam Ghozali Imam Sholihin Imam Solihin Imron Sahroni Intan Aprilia Putri Intan Fajril Fitriani Intan Fitriani Intan Nur Aini Irfan Ali, Irfan Izzah Nurul Aini Jannah, Royanatul Karimah, Milla Kharimah Yunisaputri Khodijah Amatulloh Sholihat Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Komariya, Lailatul Laili Rohmadhoni Novita Fitri, Noer Lailiyah, Miradatul Lilik Noer Laili Lina Alfiah Ludfi Robiatul Adawiyah Luklu’ul Islamiyati Luluk Mukarromah Lyke Nuroniyah Lailatul Lutfhi Lyke M Jadid Khadavi M. Arjuna Umar Faruq M. Khoirul Anam M. Mubin M. Rizal Muhaimin M.Azhari Rasyid M.Fathy ubaidillah Mada Yudha Sasana Magfiroh Adhelia Putri Jasmine Mahmud Adaem Mariyatul Kifiyah, Sarifah Martatik Martatik Maulana Ihsan, Maulana Maulana Meisa Brian Melisa Nur Alvilayli Melisa Septyasabbas Miftahul Jennah MiftahurRisqi Sirat Milati Nuril Azka Misnatun Hasanah Miswan Moch. Birrul Akil Mochammad Zainul Arifin Mochammad Zainul Arifin Moh. Rifky Roihansyah Moh. Shaufun Nizham Mohammad Solihin Mubarok Mufthi Azizah, Aulia Muhammad Abdurrahman Izzul Islam Muhammad Al Haariz Muhammad Alif Dwiki Ramadhan Muhammad As’ad Humam Muhammad Ghufron Muhammad Hasan Wira Stika Muhammad Rifai Muhammad Sholeh Mukarromah, Nafilatul Musyanti Waqiyatul Lana Mutammimah, Siti Nabila Mufidah Aulia Nabila Sarifatul Habibah Nadiyah Qurrata A’yun Nafi’ah Nashihah Naila Cahaya Fitri Naila Faza Aisyi Nadlira Naili Zakiyah Nailul Izzah Nanang Kosim Kalam Naufal Dwi Ardianto Neneng Nurhayati Nico Nini Paramida Nisak, Choirun Nur Masfufatul Izzah Nur Rofidah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nuril Khoiriyah Nuril Maulida Alfianti, Najwa Nurin Nadia Usakinah Nurul Lailatul Aulia Nurwahid, Nurwahid Pri Astutik, Imama Putri Nabila, Vania Putriana, Eka Rahmatullah Ratih Gumilang Riza Nurul Aini Rizki Majmatuz Zahiroh Robiatul Adawiyah Rodian Rohmatin Ramadhani Rohmatun Fitriana Roni Nuryusmansyah Rudianto Rully Agung Firmansyah Sa'adah, Karomatus Sabaruddin Ado Sakti Cahyo Nugroho Salsabila Makadina, Resfia Samsul Huda Saripah Saripah Saripudin Sariroh, Toyiba Sarmita Sigit Sugiarto Sigit Sugiarto Siti Aisyah Siti Maimunah Siti Mutmainah Sudirman Dianto Sufiya Sunarsih Suwadi Pranoto Syahiratuszahra Annur Fadiah SYAIFUL, MOHAMMAD Umi Kulsum Uswatun Suciati Verawati, Tanti Vina Rohmatul Ummah Waahsturi Wahyudi Wahyudi Saputra Irawan Wardatul Jannah Yanti Yuniarti Yopi Ardila Zahro Maulidiya, Luluk Zahro, Lutfiatuz Zahro, Rofiatus Zaini , Ahmad Zaitun Ummul Khoiroh Ziaul Rahman Baihaqi Zumrotul Badiah Zumrotul Munawwaroh