p-Index From 2021 - 2026
13.192
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sosiologi Reflektif Jurnal KALAM Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Jurnal Partisipatoris Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Tadarus Tarbawy : Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Media: Jurnal Filsafat dan Teologi SHAKHSIYAH BURHANIYAH : Jurnal Penelitian Hukum Islam Journal of Contemporary Islamic Education DEVELOPMENT : Journal of Community Engagement Jurnal Dekonstruksi Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Sanjiwani: Jurnal Filsafat Action Research Journal Indonesia (ARJI) Moderasi : Journal of Islamic Studies Inisiatif: Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual JSE: Jurnal Sharia Economica Jisiera: The Journal of Islamic Studies and International Relations Jurnal Fakta: Forum Aktual Ahwal Al-Syakhsiyah LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Jurnal Al-Muharrik: Jurnal Pendidikan Agama Islam Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Ulil Albab PESHUM Journal of Islamic Philosophy and Contemporary Thought SOCIAL EDU: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan As-Sulthan Journal of Education International Journal of Multidisciplinary Reseach Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial Innovasi : Jurnal Inovasi Pendidikan Makkah: Journal Of Islamic Studies Indonesian Journal of Law and Islamic Law (IJLIL) Urwatul Wutsqo : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Al-Qiyadah Advances In Education Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Metode Al-Miftah Lil Ulum dalam Peningkatan Pemahaman Kitab Kuning di Pondok Pesantren Sullamul Hidayah, Jorongan, Leces, Probolinggo Nurhayati Nurhayati; Rifqi Khairul Anam
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.466

Abstract

Pondok pesantren di Indonesia secara unik mempertahankan tradisi kitab kuning - teks-teks Arab klasik yang krusial bagi ilmu-ilmu keislaman. Menguasai teks-teks tanpa harakat dan tanda baca ini menuntut keterampilan linguistik tingkat lanjut, terutama dalam menentukan i'rab. Untuk mengatasi tantangan ini, Metode Al-Miftah li al-'Ulum muncul sebagai solusi pedagogis yang efektif. Studi kualitatif ini mengeksplorasi implementasinya di Pondok Pesantren Sullamul Hidayah Jorongan Leces Probolinggo, menyelidiki bagaimana metode ini meningkatkan kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan menganalisis kitab kuning. Partisipan penelitian meliputi pimpinan pesantren, pengajar metode, santri (dipilih melalui stratified sampling), dan alumni. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur (dimensi kognitif, afektif, psikomotorik, kontekstual), dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi kesimpulan secara iteratif menggunakan triangulasi. Temuan mengonfirmasi efektivitas Al-Miftah dalam meningkatkan pemahaman dan hafalan kaidah nahwu dan sharaf santri, memperkuat analisis i'rab, serta mendorong pemahaman kitab kuning secara mandiri dengan mengurangi ketergantungan pada terjemahan literal. Studi ini mengimplikasikan bahwa Metode Al-Miftah adalah solusi efektif untuk tantangan tata bahasa Arab di pesantren, memperkuat fondasi linguistik santri, menumbuhkan pembelajaran mandiri, dan memberikan rekomendasi konstruktif untuk memajukan tradisi keilmuan Islam.
EKSISTENSI KELUARGA SEBAGAI FONDASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Martatik Martatik; Ahmad Hisyam As Sibli; MiftahurRisqi Sirat; Rifqi Khairul Anam
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.744

Abstract

Penelitian ini membahas peran keluarga sebagai institusi pendidikan pertama dalam perspektif filsafat pendidikan Islam di tengah dinamika kehidupan modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh semakin melemahnya fungsi edukatif keluarga akibat perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, serta pergeseran pola interaksi dalam kehidupan masyarakat kontemporer. Padahal, dalam filsafat pendidikan Islam, keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter, moralitas, spiritualitas, dan kepribadian anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep keluarga dalam pemikiran pendidikan Islam, mengidentifikasi tantangan pendidikan keluarga di era modern, serta mengkaji relevansi nilai-nilai pendidikan Islam dalam menghadapi problematika pendidikan masa kini. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh melalui kajian terhadap literatur klasik dan kontemporer berupa buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta dokumen yang berkaitan dengan pendidikan keluarga dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk akhlak, menanamkan nilai keimanan, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan kesadaran spiritual anak. Pemikiran Al-Ghazali menegaskan bahwa pendidikan keluarga merupakan dasar utama dalam membangun manusia yang beradab dan berakhlak mulia. Namun demikian, realitas modern memperlihatkan adanya tantangan serius berupa dominasi media digital, rendahnya kualitas komunikasi keluarga, dan minimnya pemahaman orang tua terhadap pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan revitalisasi pendidikan keluarga melalui penguatan keteladanan, komunikasi edukatif, serta integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dengan pendekatan modern agar keluarga tetap mampu menjalankan perannya secara efektif dan relevan dalam menghadapi perkembangan zaman.
DIAGNOSTIKA KRISIS ADAB DIGITAL MELALUI REKONSTRUKSI KURIKULUM MADRASAH BERBASIS MAQASID AL-SHARI'AH Nanang Kosim Kalam; Mochammad Yoyok Adianto, Muhammad Riyadi, Rifqi Khairul Anam
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan diagnostika kritis terhadap krisis adab digital pada peserta didik dan merumuskan rekonstruksi kurikulum madrasah dengan menggunakan Maqasid al-Shari'ah sebagai fondasi filosofis-metodologis. Fenomena kontemporer menunjukkan bahwa disrupsi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan akses informasi, tetapi juga membawa penyakit sosial siber seperti cyberbullying, kecanduan gawai, hoaks, dan erosi kontrol diri yang sistematis. Menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif , penelitian ini membedah realitas moralitas digital sebagai gejala (symptom) dari rapuhnya jangkar spiritual dalam kurikulum modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum madrasah tidak boleh berhenti pada penambahan materi fikih digital secara artifisial, melainkan harus merevitalisasi empat pilar Maqasid al-Shari'ah: hifz al-din (pembiasaan adab virtual), hifz al-‘aql (kedaulatan berpikir kritis-reflektif), hifz al-nafs (perlindungan kesehatan mental dari toksisitas siber), dan hifz al-nasl (penjagaan keberlanjutan moral generasi). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Maqasid al-Shari'ah mampu bertindak sebagai pisau bedah sekaligus kompas transformatif untuk melahirkan kurikulum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa mengorbankan kedalaman moral dan spiritual peserta didik.
Konstruksi Karakter Islami dalam Keluarga: Analisis Pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Sina Afifah Az Zahra; Muhammad Rifai; Ratih Gumilang; Rifqi Khairul Anam
Darussalam Vol. 27 No. 01 (2026): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v27i01.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam konstruksi karakter Islami dalam lingkungan keluarga melalui analisis komparatif pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Sina. Kajian ini difokuskan pada bagaimana sinergi antara dimensi spiritual-ruhani dan intelektual-fisik dapat menjadi fondasi kokoh bagi pembentukan kepribadian anak. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini membedah literatur klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi karakter dalam keluarga merupakan proses sistematis yang melibatkan internalisasi nilai tauhid, fitrah, dan adab. Dalam perspektif Al-Ghazali, peran keluarga menitikberatkan pada penyucian jiwa melalui keteladanan dan pembiasaan ibadah, sementara Ibnu Sina melengkapinya dengan penekanan pada pengembangan disiplin akal dan lingkungan sosial yang positif sejak usia dini. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pemikiran kedua tokoh tersebut memberikan kerangka strategis dalam merevitalisasi peran keluarga sebagai institusi pendidikan pertama, sekaligus menjadi benteng utama bagi anak dalam menghadapi krisis karakter dan tantangan teknologi di era modern.
RESTORASI ONTOLOGIS PENDIDIKAN KARAKTER: TAZKIYAH AL GHAZALI SEBAGAI FONDASI SPIRITUAL DI ABAD 21 Iffatul Afifah Afifah; Hani Nafi'ah Rachmawati Hani; Lyke Nuroniyah Lailatul Lutfhi Lyke; Rifqi Khairul Anam Rifqi
Darussalam Vol. 27 No. 01 (2026): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v27i01.749

Abstract

Artikel ini bertujuan merumuskan sebuah restorasi ontologis dalam pendidikan karakter dengan menempatkan konsep Tazkiyatun Nafs Al Ghazali sebagai fondasi spiritual yang fundamental. Kajian ini didorong oleh fenomena krisis karakter peserta didik di abad 21 yang ditandai dengan rapuhnya pengendalian diri serta dominasi orientasi hidup yang materialistis dan dangkal. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menggali kembali pemikiran klasik Al Ghazali mengenai penyucian jiwa untuk ditarik benang merahnya dengan tantangan pendidikan masa kini. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif guna menghasilkan sintesis antara teori pendidikan Islam tradisional dan realitas sosiologis modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tazkiyah mampu berperan sebagai navigasi moral melalui empat pilar utama yakni pembinaan hati, pengendalian hawa nafsu, pembiasaan akhlak terpuji, dan pembersihan diri dari sifat tercela. Penemuan ini menegaskan bahwa restorasi karakter harus dimulai dari pemulihan dimensi batiniah manusia sebelum menyentuh aspek perilaku lahiriah. Kesimpulannya, Tazkiyah Al Ghazali menawarkan kerangka kerja spiritual yang kokoh bagi para pendidik untuk membentengi generasi modern dari dekadensi moral dan nihilisme makna.
Ontological Restoration of Insan Kamil: Navigating the Critical Reasoning of the Digital Generation within the Philosophy of Islamic Education Sakti Cahyo Nugroho; Luklu’ul Islamiyati; Mahmud Adaem; Rifqi Khairul Anam
INNOVASI : JURNAL INOVASI PENDIDIKAN Vol. 12 No. 2 (2026): AGUSTUS (JURNAL INOVASI PENDIDIKAN)
Publisher : Education Reserach Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/c4t5w914

Abstract

This study analyzes the crisis of critical reasoning in modern education and formulates an ethics based critical reasoning model from the perspective of Islamic educational philosophy. Contemporary education tends to emphasize cognitive achievement and value-free rationality, producing individuals who are intellectually capable yet morally and spiritually weak. In the digital era, this condition contributes to disinformation, polarization, hate speech, and unethical debate culture. The research uses a qualitative library research method through philosophical analysis of classical and contemporary sources. Primary sources include the works of Al-Ghazali and Al-Farabi, while secondary sources consist of scholarly journals and modern literature on Islamic education, critical reasoning, and character education. Data analysis involved description, interpretation, and synthesis to construct an integrative framework combining reason, morality, and spirituality. The findings show that the crisis of critical reasoning is essentially a moral and epistemological crisis caused by the separation of reason (‘aql) from the heart (qalb) and the loss of adab before knowledge in modern education. Islamic education offers a solution through integrating reason and morality. The proposed model includes sincere intention, ethical reasoning, social benefit (maṣlaḥah), integration of ‘aql and qalb, and the formation of Insan Kamil.
Actualizing the SDGS Through Pesantren Pedagogy: An Iqbalian Panentheistic Foundation for Islamic Educational Philosophy Rifqi Khairul Anam; Benny Prasetiya; Khoiriyah Khoiriyah; Heri Rifhan Halili; Athar Abdullatif Husain
Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Vol. 12 No. 1 (2026): June
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20871/kpjipm.v12i1.574

Abstract

The implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs) currently faces a severe motivational crisis due to its reliance on pragmatic-secular frameworks devoid of spiritual grounding. Concurrently, Islamic environmental discourse remains polarized between rigid legalism and passive mysticism. Addressing this gap, this study aims to formulate an Islamic Educational Philosophy by excavating the ecological dimension of the Indonesian pesantren tradition through an Iqbalian panentheistic lens. Employing a qualitative approach grounded in Hans-Georg Gadamer’s philosophical hermeneutics, the research explores a “lived ontology” to achieve a fusion of horizons between historical pesantren pedagogy and contemporary SDG urgencies. The findings reveal a dynamic dialectic of “contextualized panentheism.” This paradigm transitions from a mystical fusion with nature into a proactive ethical stance, embodied by the awakened Iqbal’s concept of khudi as a responsible khalīfah. By perceiving nature as a living divine mirror (tajallī), this pedagogy systematically dismantles the alienated, exploitative Cartesian ego. Empirically, this educational praxis manifests in successful community-driven conservation models—such as the eco-pesantren and customary maritime laws—which consistently outperform secular technocratic policies by internalizing ecological care as a binding moral obligation. The study concludes that pesantren pedagogy provides an authentic, internally driven motivational grammar, ultimately transforming environmental stewardship from an external regulatory duty into a sacred existential expression.
NAVIGASI EPISTEMOLOGIS DAN BATAS OPERASIONAL VARIAN FENOMENOLOGI DALAM RISET PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rifqi Khairul Anam; Wahyudi; Nico; Andi Antoro
Darussalam Vol. 27 No. 01 (2026): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v27i01.798

Abstract

This study aims to critically examine the epistemological navigation and operational boundaries of various phenomenological variants in Islamic Religious Education (PAI) research. The main issue raised is the tendency to reduce phenomenology to merely a data collection technique, without a deep understanding of its philosophical foundations. This study employs a qualitative approach based on conceptual analysis and literature review of classical and contemporary phenomenological thought. The findings indicate that many studies experience methodological inconsistencies due to the mixing of descriptive (transcendental) phenomenology and hermeneutic phenomenology without full epistemological awareness. In addition, key concepts such as epoché, intentionality, and lived experience are often not properly operationalized in research practice. This study emphasizes the importance of clarity in philosophical positioning when selecting a phenomenological variant, as well as the need to transform research instruments to align with the ontological and epistemological principles of phenomenology. Thus, phenomenological research in PAI is expected to produce more in-depth, authentic analyses with strong methodological validity. Qualitative research with a phenomenological approach is one of the most fundamental methodologies in the social sciences and humanities. This paper comprehensively examines the philosophical foundations, methodological principles, and practical implementation of phenomenological research, ranging from Edmund Husserl’s descriptive phenomenology to Martin Heidegger’s hermeneutic phenomenology, as well as contemporary developments such as Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). In addition, this paper reviews the application of phenomenology in various fields such as health, education, and social sciences, accompanied by a critical discussion of the strengths, limitations, and ethical considerations in phenomenological research.
AKTUALISASI NILAI INSAN KAMIL DALAM PENDIDIKAN MADRASAH UNTUK MENGHADAPI DEGRADASI MORAL GENERASI DIGITAL Muhammad Alif Dwiki Ramadhan; Annisa Nurul Zannah; Saripudin; Rifqi Khairul Anam
Darussalam Vol. 27 No. 01 (2026): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v27i01.799

Abstract

The rapid expansion of digital technology has significantly altered student behavior in madrasah education, manifesting in declining communication ethics, weakened respect for authority, and increasing individualism. Despite these challenges, madrasah education often remains fixated on cognitive and academic achievements, leaving a void in character and spiritual development. This study aims to analyze the relevance of the Insan Kamil concept as a fundamental paradigm of Islamic Educational Philosophy in responding to the moral degradation of the digital generation. Using a qualitative library research method (2022-2025), the study explores how this concept serves as a framework for an Ontological Restoration that shifts the focus from mere information processing to the restoration of human nature (fitrah). The findings reveal that Insan Kamil offers a holistic balance between intellectual, spiritual, and social responsibility. By implementing this framework, madrasahs can move beyond technical digital literacy toward a deeper existential awareness where technology is mastered as a tool for transcendental purposes. The study concludes that an ontological approach to the Insan Kamil values, encompassing teacher role modeling, moral habituation, and spiritual self-control, is essential to forming ethically grounded students capable of navigating modern disruptions without losing their moral identity.
REKONSTRUKSI PERAN GURU DALAM PENDIDIKAN ISLAM: TRANSFORMASI DARI PENGAJAR MENUJU MURABBI Nini Paramida; Sudirman Dianto; Saripah Saripah; Rifqi Khairul Anam
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Muharrik: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/bbqj1621

Abstract

Penelitian ini membahas rekonstruksi peran guru dalam pendidikan Islam dari pengajar menuju murabbi di tengah tantangan pendidikan modern dan perkembangan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi peran guru dapat mengembalikan hakikat pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pembinaan akhlak, spiritualitas, dan karakter peserta didik secara holistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis berbagai literatur, jurnal, dan buku yang relevan dengan konsep guru sebagai murabbi dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sebagai murabbi memiliki peran penting sebagai pembimbing, teladan, dan pembina moral peserta didik melalui keteladanan, pembiasaan, dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Rekonstruksi peran guru menjadi penting untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan modern seperti degradasi moral, pengaruh negatif teknologi digital, dan melemahnya pendidikan karakter. Dengan demikian, transformasi guru dari pengajar menuju murabbi menjadi salah satu solusi dalam membangun pendidikan Islam yang humanis, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Co-Authors , Nafisah R.A Abdelmajid Idris Mohammad Khalil Abdul Adhim, M. Abdul Ghofur Abdul Hakim Abdullah Adib Abimanyu Panurat Achmad Akbar Qomaru Zaman Achmad Habibi Adam Rasuli, Moh. Addinul Subhan Adytia Maulana Zidqi , Muhammad Afifah Az Zahra Ahmad Baikuni Ahmad Dani Hasan Ahmad Dwi Juharmanto Ahmad Hisyam As Sibli Ahmad Khoiriansyah Ahmad Yakin Aisyah Nayla Faza Alamsyah Halim Ali, Mahfud Alif Haidir Aziz, M. Alifatur Rodziah, Dinda Allifatur Rohma Almas Kistina, Sabila Alvina, Tahta Amalia Soleha Amelia, Fita Anam, Saipul Andi Antoro Andi Jaka Ditiya Andri Yanto Annisa Nurul Zannah Arrohma Athar Abdullatif Husain Athar Abdullatif Husain Ayu Kumala, Firda Ayu Saputri, Dinda Azaliya Putri Azizah Badiatul Munawaroh Basir Hanif, Ahmad Benny Prasetiya Carissa Imelda Salsabila Kusuma Choiriyah, Mahmadatul Choirul Umam, Choirul Darul Ihsan Dasuki, Marum Dewi Putri Suci Dian Sri Utami Eka pratiwi, Aisyati Erlindah Dwi Rahayu Fajar Mustakhim Fajaruddin Himmawan Fareed Ahmad Obaidy Fareed Ahmad Obaidy Faruq Fadhlillah, Fatin Fatahillah, M. Fathy ubaidillah, M. Fatimah Aulia Izzah Billah Fatoni Aziz Fauzi Nurjaman Fa’izah Hanifah Fika Anjana Fina Safira Firdaus Amalia Sholehudin Firliatul Ilahi, Rani Fitri Shofiatul Ulul Hikmah Fitria Fardiani Fitria Wulandari Fitria, Habibatul Fitria, Lailatul Fitriana, Rohmatun Gafur, Abd Habibullah Handoko Handoko Hani Nafi'ah Rachmawati Hani Hardiansyah, Yayak Heliza Heri Rifhan Halili Holis Majid, Nur Hotimah Hulwa, Febriana Hisana Huwaida, Nisrina Ibnu Abbas Abbas Iffatul Afifah Afifah Iftitah Hidayati Ike Septia Wulandari Ilahiyah, Athiyah Imam Abdimullah Al Ishaq Imam Ghozali Imam Sholihin Imam Solihin Imron Sahroni Intan Aprilia Putri Intan Fajril Fitriani Intan Fitriani Intan Nur Aini Irfan Ali, Irfan Izzah Nurul Aini Jannah, Royanatul Karimah, Milla Kharimah Yunisaputri Khodijah Amatulloh Sholihat Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Komariya, Lailatul Laili Rohmadhoni Novita Fitri, Noer Lailiyah, Miradatul Lilik Noer Laili Lina Alfiah Ludfi Robiatul Adawiyah Luklu’ul Islamiyati Luluk Mukarromah Lyke Nuroniyah Lailatul Lutfhi Lyke M Jadid Khadavi M. Arjuna Umar Faruq M. Khoirul Anam M. Mubin M. Rizal Muhaimin M.Azhari Rasyid M.Fathy ubaidillah Mada Yudha Sasana Magfiroh Adhelia Putri Jasmine Mahmud Adaem Mariyatul Kifiyah, Sarifah Martatik Martatik Maulana Ihsan, Maulana Maulana Meisa Brian Melisa Nur Alvilayli Melisa Septyasabbas Miftahul Jennah MiftahurRisqi Sirat Milati Nuril Azka Misnatun Hasanah Miswan Moch. Birrul Akil Mochammad Zainul Arifin Mochammad Zainul Arifin Moh. Rifky Roihansyah Moh. Shaufun Nizham Mohammad Solihin Mubarok Mufthi Azizah, Aulia Muhammad Abdurrahman Izzul Islam Muhammad Al Haariz Muhammad Alif Dwiki Ramadhan Muhammad As’ad Humam Muhammad Ghufron Muhammad Hasan Wira Stika Muhammad Rifai Muhammad Sholeh Mukarromah, Nafilatul Musyanti Waqiyatul Lana Mutammimah, Siti Nabila Mufidah Aulia Nabila Sarifatul Habibah Nadiyah Qurrata A’yun Nafi’ah Nashihah Naila Cahaya Fitri Naila Faza Aisyi Nadlira Naili Zakiyah Nailul Izzah Nanang Kosim Kalam Naufal Dwi Ardianto Neneng Nurhayati Nico Nini Paramida Nisak, Choirun Nur Masfufatul Izzah Nur Rofidah Nurhalimah Nurhayati Nurhayati Nuril Khoiriyah Nuril Maulida Alfianti, Najwa Nurin Nadia Usakinah Nurul Lailatul Aulia Nurwahid, Nurwahid Pri Astutik, Imama Putri Nabila, Vania Putriana, Eka Rahmatullah Ratih Gumilang Riza Nurul Aini Rizki Majmatuz Zahiroh Robiatul Adawiyah Rodian Rohmatin Ramadhani Rohmatun Fitriana Roni Nuryusmansyah Rudianto Rully Agung Firmansyah Sa'adah, Karomatus Sabaruddin Ado Sakti Cahyo Nugroho Salsabila Makadina, Resfia Samsul Huda Saripah Saripah Saripudin Sariroh, Toyiba Sarmita Sigit Sugiarto Sigit Sugiarto Siti Aisyah Siti Maimunah Siti Mutmainah Sudirman Dianto Sufiya Sunarsih Suwadi Pranoto Syahiratuszahra Annur Fadiah SYAIFUL, MOHAMMAD Umi Kulsum Uswatun Suciati Verawati, Tanti Vina Rohmatul Ummah Waahsturi Wahyudi Wahyudi Saputra Irawan Wardatul Jannah Yanti Yuniarti Yopi Ardila Zahro Maulidiya, Luluk Zahro, Lutfiatuz Zahro, Rofiatus Zaini , Ahmad Zaitun Ummul Khoiroh Ziaul Rahman Baihaqi Zumrotul Badiah Zumrotul Munawwaroh