p-Index From 2021 - 2026
13.975
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kesehatan Humano: Research Journal Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Journal of Health (JoH) Jurnal Ilmiah Peuradeun Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Analisa Sosiologi Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bina Generasi Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Jurnal Kesehatan Manarang Journal of Health Policy and Management Journal of Health Promotion and Behavior Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Etika Demokrasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Ensiklopedia of Journal Journal of Health Sciences 2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Administrasi dan Manajemen Jurnal Kesehatan Celebes Health Journal Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Value: Jurnal Manajemen dan Akuntansi JAZ: Jurnal Akuntansi Unihaz Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Jurnal Promotif Preventif Jurnal Kesehatan Tambusai Devotion: Journal of Research and Community Service Community Research Of Epidemiology (CORE) Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Journal Peqguruang: Conference Series Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Homes Journal: Hospital Management Studies Journal Jurnal Kolaboratif Sains Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Berita Kesehatan Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Mando Care Jurnal Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Mitrasehat Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Journal of Innovative and Creativity Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Advances in Healthcare Research JER Jurnal Kesehatan Marendeng Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Holistik Jurnal Kesehatan Joong-Ki Journal of Global Research in Public Health Mega Buana Journal of Public Health International Journal of Health Science Borneo Nursing Journal Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI POLA KOMUNIKASI PEGAWAI DALAM PELAYANAN KESEHATAN PUBLIK DI ERA DIGITAL: STUDI SOSIOKULTURAL Diane Rineke Kaunang; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.587

Abstract

Latar belakang: Perubahan teknologi informasi telah menggeser pola komunikasi birokratis menjadi lebih digital, interaktif, dan responsif. Tujuan: Untuk memahami secara mendalam transformasi pola komunikasi pegawai dalam pelayanan kesehatan publik di era digital dengan fokus pada konteks sosiokultural di BPJS Kesehatan Kabupaten Gorontalo. Metode: Penelitian kualitatif studi kasus, data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pegawai yang terlibat langsung dalam pelayanan JKN dan penggunaan media komunikasi digital seperti Mobile JKN, PANDAWA, Zoom, dan grup WhatsApp internal. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya mempercepat alur informasi, tetapi juga membentuk budaya kerja baru yang kolaboratif, terbuka, dan inklusif. Pegawai memaknai perubahan ini sebagai peluang untuk meningkatkan efisiensi, kepuasan kerja, dan kualitas layanan publik. Namun, tantangan sosiokultural tetap ada, terutama perbedaan kemampuan adaptasi antara generasi muda dan pegawai menjelang pensiun, serta keterbatasan infrastruktur jaringan di wilayah tertentu. Strategi adaptasi yang ditemukan meliputi pembelajaran mandiri, pelatihan internal, serta penggunaan media digital yang relevan. Kesimpulan: Temuan ini merekomendasikan perlunya penguatan pelatihan komunikasi digital yang berkelanjutan dan pemerataan infrastruktur teknologi untuk menunjang transformasi layanan publik berbasis digital secara menyeluruh.
MAKNA PROFESIONALISME TENAGA KESEHATAN DALAM KONTEKS SOSIAL BUDAYA: STUDI KUALITATIF DI RSUD TRIKORA SALAKAN Dwi Jusrini Palungan; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.608

Abstract

Latar belakang: Profesionalisme tidak hanya dimaknai sebagai kepatuhan terhadap standar prosedural, tetapi juga sebagai refleksi dari nilai-nilai sosial, budaya, dan institusional yang khas. Tujuan: Untuk menggali makna profesionalisme sebagaimana dipahami dan dijalankan oleh tenaga kesehatan di RSUD Trikora Salakan. Metode: Penelitian ini kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan informan tenaga kesehatan yang telah bekerja minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil: Profesionalisme dipahami secara multidimensional meliputi kedisiplinan, kompetensi, integritas, empati, kemampuan komunikasi, hingga sensitivitas budaya. Interaksi sosial dalam lingkungan kerja, termasuk dengan pasien, keluarga, dan rekan sejawat, menjadi media penting dalam pembentukan nilai-nilai profesionalisme. Namun, nilai-nilai tersebut kerap mengalami ketegangan dengan ekspektasi masyarakat lokal, seperti dalam hal kedekatan sosial, status sosial, dan praktik budaya setempat. Selain itu, faktor institusional seperti sistem manajemen, kebijakan SDM, dan ketersediaan sumber daya turut memengaruhi praktik profesionalisme tenaga kesehatan. Kesimpulan: Profesionalisme di RSUD Trikora Salakan merupakan praktik yang kontekstual, dinamis, dan relasional, yang memerlukan kebijakan institusional yang adaptif, pelatihan berkelanjutan, serta pemahaman mendalam terhadap budaya lokal. Temuan ini memberikan kontribusi dalam merumuskan strategi peningkatan mutu layanan dan pengembangan SDM yang lebih sensitif terhadap konteks sosial budaya wilayah kepulauan.
RESPON SOSIAL DAN BUDAYA TERHADAP KRISIS PELAYANAN KESEHATAN: STUDI KUALITATIF TENTANG ANGGARAN DAN SDM DI RSUD TRIKORA SALAKAN Marlina Alia; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.610

Abstract

Latar belakang: Krisis pelayanan kesehatan yang terjadi di RSUD Trikora Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan Sumber Daya Manusia akibat kebijakan efisiensi fiskal daerah. Penurunan kualitas layanan rumah sakit ini tidak hanya berdampak secara teknis, tetapi juga menimbulkan dinamika sosial dan budaya yang kompleks di antara masyarakat pengguna layanan, tenaga kesehatan, serta manajemen rumah sakit. Tujuan: Untuk mengeksplorasi secara mendalam respons sosial dan budaya terhadap krisis pelayanan kesehatan Metode: Pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil: Menunjukkan bahwa masyarakat merespons penurunan layanan dengan berbagai bentuk adaptasi, mulai dari kesabaran dan toleransi, pencarian layanan alternatif, hingga praktik solidaritas antar pasien. Di sisi lain, tenaga kesehatan mengalami tekanan fisik dan psikologis akibat beban kerja tinggi dan fasilitas yang minim, namun tetap berupaya menjaga profesionalisme melalui strategi kolektif dan kerja sama tim. Nilai budaya lokal, seperti sikap pasrah dan relasi sosial patron-klien, turut membentuk pola interaksi dan distribusi layanan di tengah krisis. Kesimpulan: Pelayanan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif, melainkan juga membutuhkan pemahaman atas dimensi sosial dan budaya yang menyertainya. Rekomendasi diarahkan pada perlunya intervensi kebijakan yang berbasis kontekstual, peningkatan alokasi anggaran, penguatan kapasitas SDM, serta pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan yang sensitif terhadap nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.
Studi Fenomenologis Transformasi Digital dan Dampak Sosial Budaya di Laboratorium Kesehatan Klinik Mien Asrha Suhardin; Arlin Adam; Andi Alim
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1023

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan telah membawa perubahan besar tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada dinamika sosial dan budaya kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman subjektif tenaga laboratorium dalam menghadapi peralihan dari sistem manual ke sistem digital di Laboratorium Klinik RSJPD Oputa Yi Koo, Kota Kendari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-fenomenologis. Informan dipilih secara purposive, yaitu empat tenaga laboratorium yang telah mengalami masa transisi digital dan terlibat aktif dalam penerapannya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses pengolahan data, dan mempermudah integrasi informasi. Namun, proses ini juga menimbulkan tantangan, seperti kecemasan teknologi (tech anxiety), gangguan teknis sistem, dan penurunan intensitas interaksi sosial. Perubahan budaya kerja juga tampak dari bergesernya pola kerja yang sebelumnya fleksibel menjadi lebih kaku dan terdokumentasi secara sistemik. Fenomena ini mencerminkan bahwa transformasi digital tidak hanya bersifat prosedural, melainkan juga struktural dan kultural. Oleh karena itu, keberhasilan digitalisasi sangat bergantung pada kesiapan psikologis, sosial, dan kompetensi adaptif tenaga kerja. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pendekatan humanistik dalam manajemen perubahan digital di institusi kesehatan.
Analisis Pelaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak di Kota Tomohon Hitler Benny Hendrik Purba; Andi Alim; Zamli Zamli; Ekafadly Yusuf
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16709

Abstract

ABSTRACT The success of the implementation of the maternal and child health program is assessed based on the main indicators, namely the maternal mortality rate, infant mortality rate, and neonatal mortality rate. Based on the 2020 Population Census, the Maternal Mortality Rate in Indonesia is 189 per 100,000 live births, the Infant Mortality Rate is 17 per 1,000 live births, and the Neonatal Mortality Rate is 11.7 per 1,000 live births. The purpose of this research is to obtain in-depth information about the implementation of the maternal and child health program in Tomohon City. The research method is observational with a qualitative design, with data collection conducted using in-depth interview techniques and document observation. The research results show that in maternal health services, there are still activities that have not been recorded and reported in the recording and reporting documents according to the guidelines at the health office and health centers due to the absence of a reporting format and achievement targets. Keywords: Analysis, Of Maternal and Child Health, Programs  ABSTRAK Keberhasilan pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak dinilai dari indikator utama yaitu angka kematian ibu, angka kematian bayi dan angka kematian neonatal. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2020 Angka Kematian Ibu di Indonesia adalah 189 per 100.000 kelahiran hidup, Angka Kematian Bayi sebesar 17 per 1.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Neonatal sebesar 11,7 per 1.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi secara mendalam tentang pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak di Kota Tomohon. Metode penelitian adalah observasional dengan desain kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan teknik indepth interview (wawancara mendalam) dan observasi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pelayanan kesehatan ibu hamil masih terdapat kegiatan yang belum tercatat dan terlapor dalam dokumen pencatatan dan pelaporan sesuai pedoman di dinas kesehatan dan puskesmas karena belum adanya format laporan dan target capaian. Kata Kunci: Analisis, Program Kesehatan, Ibu dan Anak
ANALISIS FAKTOR PENERIMAAN TEKNOLOGI TERHADAP PENGGUNAAN REKAM MEDIK ELEKTRONIK (RME) DENGAN MODEL TAM Minggu, Irvan Susyanto; Adam, Arlin; Alim, Andi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v15i1.449

Abstract

Digital transformation in the health service system requires the implementation of Electronic Medical Records (RME) in all health service facilities, including in remote areas such as the Bokondini Community Health Center, Tolikara Regency. However, RME implementation faces various challenges, including limited infrastructure, technology access, and user readiness. This research aims to analyze the relationship between Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), and Attitude Toward Using (ATU) on Actual Usage (AU) in the use of RME based on the Technology Acceptance Model (TAM) approach. This research uses a cross-sectional design with a descriptive quantitative approach. A total of 24 health workers at the Bokondini Community Health Center were included as respondents using the total sampling method. Data was collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that there was a significant relationship between PEOU (p = 0.045), PU (p = 0.019), and ATU (p = 0.017) on AU. It can be concluded that perceived ease of use, perceived usefulness, and positive attitudes of users towards technology play an important role in driving actual use of RME. Therefore, efforts to increase digital literacy, training and providing infrastructure are strategic steps in supporting the successful implementation of RME, especially in disadvantaged and hard-to-reach areas
Health Services for Marginalized Groups: A Sociological Study on Construction Workers in Paccerakkang, Makassar City Alim, Andi; Adam, Arlin; Minarti, Asriani; Adhyatma. A; Muhammad Syafri; Abdul Gafur; Riswan Marsal
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 5 (2026): May 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i5.8977

Abstract

Introduction: This study aims to gain an in-depth understanding of the experiences of construction workers in accessing health services in Paccerakkang Subdistrict, Biringkanaya District, Makassar City. As part of the informal sector workforce, construction workers face various health risks as well as structural limitations in obtaining adequate health services. This study adopts a health sociology perspective to examine how social, economic, and public policy factors influence access to health services among informal workers. Methods: This study employed a qualitative approach with a phenomenological design. The research participants consisted of six construction workers selected purposively based on the criteria of being aged 18–60 years, actively working as construction workers, and having experience in accessing health services within the past year. Data were collected through in-depth interviews, participant observation in the workers’ work and residential environments, and documentation to strengthen the empirical context of the study. Data analysis was conducted using thematic analysis through processes of data reduction, categorisation, and meaning-making to identify patterns of experience and the participants’ interpretations of access to health services. Results: The findings indicate that construction workers perceive health services not only as a means of medical treatment but also as a form of social protection that helps maintain work productivity and family well-being. The main barriers to accessing health services include economic constraints, unstable income, long working hours, and the lack of occupational safety facilities. Some participants also highlighted complicated administrative procedures and high treatment costs, although in general they did not experience discrimination from health professionals. To overcome these barriers, construction workers developed adaptive strategies such as utilising formal health services and traditional treatment, maintaining health through healthy lifestyles, and relying on social support from family members and co-workers. Conclusion: This study concludes that the experiences of construction workers in accessing health services are shaped by the interaction of economic, social, occupational, and health policy factors. Therefore, stronger synergy between government institutions, health service providers, and worker communities is required to create a health service system that is more equitable, inclusive, and responsive to the needs of informal sector workers in urban settings.
Co-Authors A, Adhyatma Abdul Gafur Abdul Gafur Achmad Achmad Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Adam Badwi Adam Badwi Adam Badwi, Adam Adhyatma A Adhyatma A, Adhyatma A Adhyatma. A Adnan, Yudhi Adryani Sirandan Agus, Rezki Aprianti Agustang Agustang Agustang, Andi Alam, Muhammad Ichwan Iskandar Alamsyah Alamsyah Albertus Ata Maran Ali Imran Ali Imran Ali Imran Alimin Alwi Amalia Amalia Ambali, Defyanti Dwi Amiruddin Ana Welellu Andi Asrina Andi Irfan Andi Irfan Andi Irwan Andi Irwan Andi Irwan Kasim Andi Nuryadin Angraeni, Sinta Anna Handayani Anzar Abdullah Arfianty Zubair Aripa, Lusyana Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam, Arlin Arman Arman Arni Arni Arwan, Yayudia Setriawati M. Ashriady, Ashriady Asnidar Asnidar Aspiati Haji Ali Asri Asri Asriani Minarti S Astri Jayanti Aswar Aswar Azhar Jamil, Azhar Jamil Benyamin Dimi Bidasari Jamil Bidasari Jamil Birana, Amelia Indriani Bora, Noviana Darmayadi Danduru Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedi Maulana Desiderius H. J. Goo Deslince Solombuku Diane Rineke Kaunang Doken, Stefanus Ama Dwi Jusrini Palungan Eka Dharmawati Lewa Ekafadly Jusuf Ekafadly Yusuf ekawati, ris Ema Arisandi Erni Kadir Erniati Erniati Ersian Rani Gratia Wongkar Esa Risqianti Fachrudin Suryadi Harun Fachry Abda El Rahman Fauza Andriyadi Febrianti Dharma Birana Febrianti, Nur Firdawati, Yuyun Firman Alamsyah R Florensia Anjela Ina Fricilia Magda Winosoi Kandou Hairuddin K Hajrah . Hamdan Nur Hamdana Hariati Hariati Hariati, Hariati Harlina Harpandi Rahim Hasma Hasma Haswindah Hesti Hesti Hidayat Hidayat Hidayat, Arham Hitler Benny Hendrik Purba Husni Thamrin Iin Fatimah Hanis Iin Fatimah Hanis Iskandar, Ishaq Islah, Dafirah Jamaluddin Jamaluddin Jelni M. Oruh Jesica Chriscalty Kasi Ketut Yudi Arparitna Ketut Yudi Arparitna, Ketut Yudi Kowaas, Intan Novita Krisdayanti Latif, Sarifudin Andi Lisdayanti, Lisdayanti Lisna Lodewyk NN Poluan Lujnah Lujnah Maliang, Muhammad Iqbal Malingkas, Hany C mariyati mariyati Marlina Alia Marsumiyanto, Marsumiyanto Masdarwati, Masdarwati MAURITZ PANDAPOTAN MARPAUNG Mien Asrha Suhardin Minarti, Asriani Minggu, Irvan Susyanto Muhammad Alqadri Burga Muhammad Asdam Muhammad Azwar Muhammad Syafri Munadhir Munadhir Musakkar, Mustika Eka Pratama Musdalifah Musdalifah Muslimin B Musriadi, Musriadi Nabila Nur Azisah Natsir, Nursanita Nilawati Uly Nilawaty Uly Nilawaty Uly Nilce Astin Novi Purnama Sari Nufninu, Robert Nur Annisa Nur Inah Nurhasibah Nurhaslia . Nurlina Subair Nurrahmat Nurrahmat Nurul Kamaliah Umasangaji Obert, Hendra August Oruh, Shermina Pahmi Pahmi Pahmi Pannyiwi, Rahmat Pasapan, Yasri Pattiwael, Rahmawaty Rahman Prihatini, Surya Purnama Purnama Putri Dwi Sundari Putri, Tharia Nurizky Rachmadana, Satria Lintang RACHMAT RAMLI Radillah Radillah, Radillah Rahim, Harpandi Rahmat, Rezqiqah Aulia Rahmawaty Rahman Pattiwael Rambu, Sitti Herliyanti Rangan, Natalia Rani Wijayanti Raya Senolinggi, Theresia Rina Syarifuddin Rindi Andika Yanti Pasambo Risma Tamrin Riswan Marsal Rosita Rosita Rosniati Rotasouw, Aswad Rusnita Rusnita, Rusnita Salma Bahsoan Samila, Samila Samrain, Samrain Samsi, La Unga Santi Santi Santriani Samman Saputri Stiawati Selprianti Dalima Serli Serli Setriawati, Yayudia Shermina Oruh Silvester Matrutty Sinna Idris Sombolinggi, Yeltiani Sri Ayu Lestari Sri Yuniarsih Stefanus Ama Doken Suhardin, Mien Asrha Suhenrik P Sukmawati Sukmawati Sundari Sundari Supardi, Firdaus Alfa Rezha Suriani, Andi Surniah Suwandi N Tangdilambi, Novagita Tange, Warni Tasrim, Tasrim Thamrin, Ali Imran Tri Sukma, Novian Uly, Nilawati Umasangaji, Nurul Kamaliah Uswantun Hasanah Veithzal Rivai Zainal Verawati Wahdani Puspawanti Walewangko, Alfriando Wijayanti, Lumastari Ajeng Wiwin Imelda Opod Yenni Yenni Yenni Yeuis Diah Sri Lestari Yuliana Baharuddin Yulis, Dian Meiliani Yundari, Yundari Yusuf, Ekafadly Zaenal, Isradi Zainuddin Zainuddin Zamli Zamly, Zamly