p-Index From 2021 - 2026
13.02
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kesehatan Humano: Research Journal Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Journal of Health (JoH) Jurnal Ilmiah Peuradeun Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Analisa Sosiologi Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bina Generasi Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Jurnal Kesehatan Manarang Journal of Health Policy and Management Journal of Health Promotion and Behavior Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Etika Demokrasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Ensiklopedia of Journal Journal of Health Sciences 2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Administrasi dan Manajemen Jurnal Kesehatan Celebes Health Journal Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Borneo Nursing Journal (BNJ) Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Value: Jurnal Manajemen dan Akuntansi JAZ: Jurnal Akuntansi Unihaz Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Jurnal Promotif Preventif Jurnal Kesehatan Tambusai Devotion: Journal of Research and Community Service Community Research Of Epidemiology (CORE) Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Journal Peqguruang: Conference Series Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Jurnal Kolaboratif Sains Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Jurnal Berita Kesehatan Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Mando Care Jurnal Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Mitrasehat Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Journal of Innovative and Creativity Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Advances in Healthcare Research JER Jurnal Kesehatan Marendeng Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Holistik Jurnal Kesehatan Joong-Ki Journal of Global Research in Public Health Mega Buana Journal of Public Health International Journal of Health Science
Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON SOSIAL DAN BUDAYA TERHADAP KRISIS PELAYANAN KESEHATAN: STUDI KUALITATIF TENTANG ANGGARAN DAN SDM DI RSUD TRIKORA SALAKAN Marlina Alia; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.610

Abstract

Latar belakang: Krisis pelayanan kesehatan yang terjadi di RSUD Trikora Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan Sumber Daya Manusia akibat kebijakan efisiensi fiskal daerah. Penurunan kualitas layanan rumah sakit ini tidak hanya berdampak secara teknis, tetapi juga menimbulkan dinamika sosial dan budaya yang kompleks di antara masyarakat pengguna layanan, tenaga kesehatan, serta manajemen rumah sakit. Tujuan: Untuk mengeksplorasi secara mendalam respons sosial dan budaya terhadap krisis pelayanan kesehatan Metode: Pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil: Menunjukkan bahwa masyarakat merespons penurunan layanan dengan berbagai bentuk adaptasi, mulai dari kesabaran dan toleransi, pencarian layanan alternatif, hingga praktik solidaritas antar pasien. Di sisi lain, tenaga kesehatan mengalami tekanan fisik dan psikologis akibat beban kerja tinggi dan fasilitas yang minim, namun tetap berupaya menjaga profesionalisme melalui strategi kolektif dan kerja sama tim. Nilai budaya lokal, seperti sikap pasrah dan relasi sosial patron-klien, turut membentuk pola interaksi dan distribusi layanan di tengah krisis. Kesimpulan: Pelayanan kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif, melainkan juga membutuhkan pemahaman atas dimensi sosial dan budaya yang menyertainya. Rekomendasi diarahkan pada perlunya intervensi kebijakan yang berbasis kontekstual, peningkatan alokasi anggaran, penguatan kapasitas SDM, serta pengembangan kebijakan pelayanan kesehatan yang sensitif terhadap nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.
Pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja: A literature review Arparitna, Ketut Yudi; Uly, Nilawati; Alim, Andi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1668

Abstract

Background: Basic Life Support (BLS) is a crucial skill for managing emergencies such as sudden cardiac arrest. BLS, initiated in adolescence, is believed to improve individual and community preparedness in responding to emergencies. However, the effectiveness of various training methods remains debated. Purpose: To examine the effectiveness of BLS education and training in improving adolescent knowledge and skills. Method: This literature review examined 19 articles published between 2012 and 2025. Articles were obtained from Scopus, the Directory of Open Access Journals (DOAJ), and Google Scholar. Data were analyzed descriptively and qualitatively based on intervention methods, learning outcomes, and the sustainability and limitations of BLS training. Results: Lectures and simulations were effective in improving student knowledge and skills. Innovative approaches, such as audiovisual media, flipped classrooms, and virtual reality, also demonstrated positive results, particularly in psychomotor and affective aspects. However, skill retention tends to decline 3–6 months post-training if there is no further reinforcement. General limitations of the study include a narrow sample size, lack of long-term evaluation, and limited practical tools. Conclusion: Basic Life Support (BLS) education and training have proven effective, but its success is greatly influenced by program sustainability, infrastructure support, and active participant engagement. Curriculum integration, regular retraining, and further research with longitudinal designs are needed to ensure the long-term impact of BLS training on adolescents.   Keywords: Adolescents; Basic Life Support (BLS); Education and Training; Knowledge; Skills.   Pendahuluan: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam penanganan kondisi gawat darurat seperti henti jantung mendadak. BHD yang dimulai sejak usia remaja, diyakini mampu meningkatkan kesiapsiagaan individu dan komunitas dalam merespons kejadian darurat. Namun, efektivitas metode pelatihan yang beragam masih menjadi perdebatan. Tujuan: Untuk mengkaji efektivitas pendidikan dan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja. Metode: Penelitian tinjauan literatur terhadap 19 literatur yang diterbitkan antara tahun 2012-2025. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, directory of open access journals (DOAJ), dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan metode intervensi, capaian pembelajaran, serta aspek keberlanjutan dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan BHD. Hasil: Metode ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pendekatan inovatif, seperti media audiovisual, flipped classroom, dan virtual reality juga memperlihatkan hasil positif, khususnya dalam aspek psikomotorik dan afektif. Namun, retensi keterampilan cenderung menurun dalam 3–6 bulan pasca pelatihan jika tidak ada penguatan lanjutan. Keterbatasan umum dalam studi meliputi cakupan sampel yang sempit, kurangnya evaluasi jangka panjang, serta keterbatasan alat praktik. Simpulan: Pendidikan dan pelatihan BHD terbukti efektif, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif peserta. Diperlukan integrasi kurikulum, pelatihan ulang berkala, serta riset lanjutan dengan desain longitudinal untuk menjamin dampak jangka panjang pelatihan BHD pada remaja.   Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar (BHD); Keterampilan; Pendidikan dan Pelatihan; Pengetahuan; Remaja.
Eksplorasi Kepuasan Pasien dalam Layanan Kesehatan Publik di Puskesmas Lampia, Luwu Timur: Pengaruh Budaya Lokal dan Transformasi Sosial Musriadi, Musriadi; Adam, Arlin; Alim, Andi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i12.2810

Abstract

Pelayanan kesehatan publik yang berkualitas tidak hanya bergantung pada aspek teknis dan fasilitas medis, tetapi juga pada kepuasan pasien yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal dan dinamika transformasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna kepuasan pasien dalam layanan kesehatan publik di Puskesmas Lampia, Kabupaten Luwu Timur, dengan memperhatikan pengaruh budaya lokal dan perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman subjektif pasien melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pasien, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap layanan kesehatan dipengaruhi oleh profesionalisme tenaga kesehatan, kesesuaian sikap petugas dengan nilai budaya (seperti sopan santun dan penghormatan terhadap usia), serta keselarasan layanan dengan cara hidup masyarakat lokal. Nilai dan norma budaya berperan penting dalam membentuk harapan dan kepuasan pasien, sementara transformasi sosial melalui teknologi, pendidikan, dan gaya hidup baru turut memengaruhi pola penilaian dan perilaku masyarakat terhadap layanan kesehatan. Puskesmas Lampia dinilai telah cukup berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan ini, dengan tetap menjaga kepekaan budaya dan meningkatkan mutu layanan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya mempertahankan prinsip pelayanan berbasis budaya seperti 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun), peningkatan literasi digital tenaga kesehatan, serta dukungan kebijakan yang mendorong pelayanan adaptif dan kontekstual terhadap kebutuhan masyarakat.
Studi Kualitatif tentang Dinamika dan Tantangan Pengelolaan Aset di Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara Pasapan, Yasri; Adam, Arlin; Alim, Andi
Mando Care Jurnal Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Mandar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55110/mcj.v4i2.229

Abstract

Regional asset management is a vital component in supporting the efficiency and quality of public services, particularly in the health sector. According to the 2024 Audit Report by the Audit Board of Indonesia (BPK), significant weaknesses remain in the inventory and documentation of regional assets. This study aims to explore the dynamics, challenges, and strategies of asset management within the Health Office of North Toraja Regency. A qualitative approach with a case study design was employed, collecting data through in-depth interviews with key informants, including the head of the office, asset managers, heads of community health centers, and technical staff. Thematic analysis was applied through data reduction, categorization, and conclusion drawing. The results reveal that asset management faces challenges related to technical aspects, coordination mechanisms, and human resources. Key obstacles include the absence of standardized technical SOPs, limited staff capacity, and infrequent data updates. Strategies implemented include the formation of an inventory team and the issuance of a regulatory decree by the Regent. The study recommends strengthening the capacity of asset managers, developing specific SOPs for health assets, and establishing a more integrated and transparent asset information system. These efforts are essential to ensure optimal asset management that supports quality health services in mountainous regions.
Studi Kualitatif Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Puskesmas Eka Dharmawati Lewa; Andi Alim; Achmad R. Muttaqien Al-Maidin
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.226

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) merupakan instrumen penting dalam mendukung pencatatan, pelaporan, dan pengelolaan data pasien. Namun, implementasi SIMPUS di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Luwu Timur, masih menghadapi sejumlah kendala yang berpotensi mengurangi manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SIMPUS dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Lakawali Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari kepala puskesmas, koordinator SIMPUS, operator rekam medis elektronik, kepala unit pelayanan, penanggung jawab program, petugas teknis, serta perwakilan pasien. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIMPUS telah menjadi bagian integral dalam pengelolaan pelayanan di Puskesmas Lakawali, mencakup pendaftaran, pelayanan poli, laboratorium, farmasi, hingga pelaporan program. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen pimpinan, dukungan dinas kesehatan, serta kesadaran tenaga kesehatan akan pentingnya digitalisasi. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan infrastruktur, jaringan internet yang belum stabil, beban kerja tinggi, serta resistensi sebagian petugas. Strategi optimalisasi dilakukan melalui pelatihan internal, supervisi rutin, penambahan perangkat, dan penguatan koordinasi antarunit. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa implementasi SIMPUS di Puskesmas Lakawali telah membawa manfaat dalam peningkatan efisiensi pencatatan dan koordinasi pelayanan, meskipun masih terdapat hambatan teknis dan sumber daya.
Faktor - Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Petugas Kesehatan Dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri Deslince Solombuku; Andi Alim; Achmad R. Muttaqien Al-Maidin
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.227

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan komponen penting dalam upaya pencegahan infeksi dan keselamatan kerja tenaga kesehatan. Meskipun regulasi sudah ditetapkan, tingkat kepatuhan petugas kesehatan dalam menggunakan APD di fasilitas kesehatan primer, termasuk puskesmas pedesaan, masih bervariasi dan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan petugas kesehatan dalam penggunaan APD di Puskesmas Balantak Selatan, Kabupaten Banggai. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Balantak Selatan sebanyak 42 orang yang diambil dengan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik dengan batas kemaknaan p<0.05. Mayoritas responden berpengetahuan tinggi (73.8%), bersikap positif (52.4%), dan menilai lingkungan kerja cukup kondusif (64.3%). Tingkat kepatuhan menunjukkan 45.2% patuh, 19.0% sangat patuh, dan 35.7% kurang patuh. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.002), lingkungan kerja (p=0.001), pelatihan (p=0.001), kebijakan (p=0.000), dukungan manajemen (p=0.000), dan ketersediaan APD (p=0.000) dengan kepatuhan penggunaan APD. Sebaliknya, budaya kerja tidak berhubungan signifikan (p=0.200). Kepatuhan penggunaan APD dipengaruhi oleh faktor individual dan struktural, terutama pengetahuan, sikap, pelatihan, dukungan manajemen, kebijakan, lingkungan kerja, dan ketersediaan APD.
The Role of Digital (Social Media) in Changing Clean and Healthy Living Behavior Among Urban Adolescents in South Minahasa Regency Wiwin Imelda Opod; Arlin Adam; Andi Alim
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5697

Abstract

Social media has become an integral part of adolescents' daily lives and plays a crucial role in shaping their lifestyles, including health-related behaviors. This study aims to analyze the role of social media in encouraging changes in clean and healthy living behavior (PHBS) among urban adolescents in South Minahasa Regency. A quantitative approach with a descriptive design was employed, and data were collected using questionnaires distributed to 100 adolescents residing in the Amurang and Tumpaan areas. The collected data were analyzed descriptively to identify the patterns of information access, the types of platforms used, and the impact of health-related content on adolescents’ behavior. The findings indicate that 78% of respondents admitted to obtaining information about PHBS from social media platforms, with TikTok and Instagram being the most influential. Furthermore, 65% of respondents reported experiencing positive changes in personal hygiene practices, such as regular handwashing and maintaining oral health, as well as improvements in environmental hygiene, including waste management and household cleanliness. Social media health content that is visually engaging, short in duration, and easy to understand was perceived as more effective in influencing adolescents’ daily practices. In addition, peer interaction within social media platforms was found to strengthen motivation and foster a sense of collective responsibility in adopting healthier behaviors. This study highlights that social media serves not only as a source of information but also as a medium of behavioral reinforcement among adolescents. However, the effectiveness of these platforms largely depends on the quality, relevance, and cultural suitability of the health messages delivered. Therefore, the conclusion of this study emphasizes the need for a more structured, engaging, and locally-based digital communication strategy to maximize the impact of social media as a health promotion tool.
Influence of Social Culture Change on PHBS in Tenga Health Center, South Minahasa Community Lodewyk NN Poluan; Arlin Adam; Andi Alim
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5702

Abstract

Socio-cultural transformations brought about by globalization have had a profound impact on various aspects of human life, including public health behavior, where Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) serves as a crucial indicator in promotive and preventive health efforts. The working area of the Tenga Community Health Center provides a unique context for examining how these socio-cultural changes affect community health practices. This study aimed to analyze the influence of socio-cultural changes on PHBS within this community. Employing a quantitative approach with a cross-sectional design, the research involved 100 respondents selected through purposive sampling, using a questionnaire that was previously validated and tested for reliability. Data analysis utilized the Chi-Square test and simple logistic regression to assess relationships between socio-cultural variables and PHBS practices. Results indicated that new cultural values (p = 0.013), the role of social media (p = 0.004), and shifts in patterns of social interaction (p = 0.031) significantly influenced PHBS practices, whereas traditional customs (p = 0.076) were not found to have a meaningful effect. These findings underscore that socio-cultural changes substantially shape clean and healthy living behaviors in the community. The study highlights the importance of developing health promotion strategies that are not only scientifically sound but also culturally adaptive, taking into account both emerging global influences and the evolving dynamics of local society. By aligning health promotion efforts with socio-cultural realities, policymakers and health workers can foster more effective interventions to strengthen public awareness and adherence to PHBS. Ultimately, the research suggests that a culturally responsive and context-sensitive approach is essential in sustaining improvements in community health behavior amidst the rapid social and cultural transformations driven by globalization.
Pengaruh Stigma Masyarakat dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Kusta di Kabupaten Luwu Tahun 2025 Rina Syarifuddin; Arlin Adam; Andi Alim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2509

Abstract

Kusta masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kompleks, bukan hanya dari sisi medis tetapi juga dari dampak sosial dan psikologis yang ditimbulkannya. Stigma sosial terhadap penderita kusta menyebabkan diskriminasi dan pengucilan yang dapat menurunkan kepatuhan dalam menjalani terapi Multi Drug Therapy (MDT). Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh stigma masyarakat terhadap kepatuhan minum obat pada pasien kusta di Kabupaten Luwu melalui pendekatan kualitatif fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pasien kusta yang sedang atau pernah menjalani pengobatan MDT. Analisis dilakukan menggunakan teknik tematik dengan pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para pasien menghadapi stigma sosial, mereka tetap berkomitmen menjalani pengobatan karena motivasi pribadi, seperti tanggung jawab terhadap keluarga dan harapan masa depan. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan menjadi faktor kunci dalam menjaga kepatuhan, sementara kepercayaan awal terhadap unsur mistis berubah setelah mendapatkan edukasi medis. Strategi yang digunakan pasien dalam menghadapi stigma mencerminkan ketahanan psikososial, seperti menjaga kepercayaan diri dan menerima dukungan emosional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan kusta harus mencakup aspek sosial budaya melalui edukasi yang melibatkan tokoh masyarakat, peningkatan empati tenaga kesehatan, serta penguatan dukungan komunitas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi intervensi yang lebih efektif dan kontekstual dalam upaya eliminasi kusta.
Dinamika Sosial Budaya dalam Implementasi Program Kesehatan Jiwa Arfianty Zubair; Arlin Adam; Andi Alim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2510

Abstract

Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari sistem kesehatan masyarakat, namun pelaksanaannya masih menghadapi tantangan di wilayah yang sarat dengan dinamika sosial budaya, seperti Kabupaten Luwu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi masyarakat dan praktik petugas kesehatan dalam implementasi program kesehatan jiwa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus intrinsik, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, melibatkan informan dari kalangan masyarakat pengguna layanan dan petugas kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap gangguan jiwa masih dipengaruhi oleh stigma, ketakutan, dan pemahaman tradisional, meskipun mulai bergeser ke arah pandangan yang lebih rasional dan psikososial. Pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas semakin diterima, didukung oleh keterlibatan petugas, tokoh masyarakat, serta pendekatan yang peka budaya. Namun, hambatan masih ditemukan dalam bentuk penolakan keluarga, minimnya dukungan pemerintah daerah, serta dominasi praktik pengobatan non-medis. Transformasi sosial budaya dalam memahami gangguan jiwa terjadi secara bertahap melalui peran edukatif petugas kesehatan dan tokoh lokal. Keberhasilan implementasi program sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas aktor, pendekatan kontekstual, dan penguatan dukungan sosial. Diperlukan strategi berkelanjutan yang menggabungkan intervensi medis dengan nilai budaya lokal guna menciptakan sistem layanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif dan berdaya guna.
Co-Authors A, Adhyatma Abdul Gafur Achmad Achmad Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Adam Badwi Adam Badwi Adam Badwi, Adam Adhyatma A Adhyatma A, Adhyatma A Adnan, Yudhi Agus, Rezki Aprianti Agustang Agustang Agustang, Andi Alam, Muhammad Ichwan Iskandar Alamsyah Alamsyah Albertus Ata Maran Ali Imran Ali Imran Ali Imran Alimin Alwi Amalia Amalia Ambali, Defyanti Dwi Amiruddin Ana Welellu ANDI ALIM Andi Asrina Andi Irfan Andi Irfan Andi Irwan Andi Irwan Kasim Andi Nuryadin Angraeni, Sinta Anna Handayani Anzar Abdullah Arfianty Zubair Aripa, Lusyana Arlin Adam Arlin Adam, Arlin Arman Arman Arni Arni Arwan, Yayudia Setriawati M. Ashriady, Ashriady Asnidar Asnidar Aspiati Haji Ali Asri Asri Asriani Minarti S Astri Jayanti Aswar Aswar Benyamin Dimi Bidasari Jamil Birana, Amelia Indriani Bora, Noviana Darmayadi Danduru Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedi Maulana Desiderius H. J. Goo Deslince Solombuku Diane Rineke Kaunang Doken, Stefanus Ama Dwi Jusrini Palungan Eka Dharmawati Lewa Ekafadly Jusuf ekawati, ris Ema Arisandi Erni Kadir Erniati Erniati Ersian Rani Gratia Wongkar Esa Risqianti Fachry Abda El Rahman Fauza Andriyadi Febrianti Dharma Birana Febrianti, Nur Firdawati, Yuyun Firman Alamsyah R Florensia Anjela Ina Fricilia Magda Winosoi Kandou Hairuddin K Hajrah . Hamdan Nur Hamdana Hariati Hariati Hariati, Hariati Harlina Harun, Fachrudin Suryadi Hasma Hasma Haswindah Hesti Hesti Hidayat Hidayat Hidayat, Arham Husni Thamrin Ifdaliah Chalid Iin Fatimah Hanis Iskandar, Ishaq Islah, Dafirah Jamaluddin Jamaluddin Jelni M. Oruh Jesica Chriscalty Kasi Ketut Yudi Arparitna, Ketut Yudi Kowaas, Intan Novita Krisdayanti Latif, Sarifudin Andi Lisdayanti, Lisdayanti Lisna Lodewyk NN Poluan Lujnah Lujnah Maliang, Muhammad Iqbal Malingkas, Hany C mariyati mariyati Marlina Alia Marsumiyanto, Marsumiyanto Masdarwati, Masdarwati MAURITZ PANDAPOTAN MARPAUNG Muhammad Alqadri Burga Muhammad Azwar Munadhir Munadhir Musakkar, Mustika Eka Pratama Musdalifah Musdalifah Muslimin B Musriadi, Musriadi Nabila Nur Azisah Natsir, Nursanita Nilawaty Uly Nilce Astin Novi Purnama Sari Nufninu, Robert Nur Annisa Nur Inah Nurhasibah Nurhaslia . Nurlina Subair Nurrahmat Nurrahmat Nurul Kamaliah Umasangaji Obert, Hendra August Oruh, Shermina Pahmi Pahmi Pahmi Pannyiwi, Rahmat Pasapan, Yasri Pattiwael, Rahmawaty Rahman Prihatini, Surya Purba, Hitler Benny Hendrik Purnama Purnama Putri Dwi Sundari Putri, Tharia Nurizky Rachmadana, Satria Lintang RACHMAT RAMLI Radillah Radillah, Radillah Rahim, Harpandi Rahmat, Rezqiqah Aulia Rahmawaty Rahman Pattiwael Rambu, Sitti Herliyanti Rande Bua', Rudy Rangan, Natalia Rani Wijayanti Raya Senolinggi, Theresia Rina Syarifuddin Rindi Andika Yanti Pasambo Risma Tamrin Rosita Rosita Rosniati Rotasouw, Aswad Rusnita Rusnita, Rusnita Salma Bahsoan Samila, Samila Samrain, Samrain Samsi, La Unga Santi Santi Santriani Samman Saputri Stiawati Selprianti Dalima Serli Serli Setriawati, Yayudia Shermina Oruh Silvester Matrutty Sinna Idris Sirandan, Adryani Sombolinggi, Yeltiani Sri Ayu Lestari Sri Yuniarsih Stefanus Ama Doken Suhardin, Mien Asrha Suhenrik P Sukmawati Sukmawati Sundari Sundari Supardi, Firdaus Alfa Rezha Suriani, Andi Surniah Suwandi N Tangdilambi, Novagita Tange, Warni Tasrim, Tasrim Thamrin, Ali Imran Tri Sukma, Novian Uly, Nilawati Umasangaji, Nurul Kamaliah Uswantun Hasanah Veithzal Rivai Zainal Verawati Wahdani Puspawanti Walewangko, Alfriando Wijayanti, Lumastari Ajeng Wiwin Imelda Opod Yenni Yenni Yenni Yeuis Diah Sri Lestari Yuliana Baharuddin Yulis, Dian Meiliani Yundari, Yundari Yusuf, Ekafadly Zaenal, Isradi Zainuddin Zainuddin Zamli Zamly, Zamly