p-Index From 2021 - 2026
13.975
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kesehatan Humano: Research Journal Jurnal Riset Kesehatan Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education The Indonesian Journal of Public Health The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Journal of Health (JoH) Jurnal Ilmiah Peuradeun Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan JPKMI (Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia) Jurnal Ekonomi Pembangunan STIE Muhammadiyah Palopo AcTion: Aceh Nutrition Journal Jurnal Analisa Sosiologi Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Window of Health : Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Bina Generasi Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Jurnal Kesehatan Manarang Journal of Health Policy and Management Journal of Health Promotion and Behavior Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Etika Demokrasi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Indonesian Journal for Health Sciences (IJHS) Ensiklopedia of Journal Journal of Health Sciences 2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Jurnal Sehat Mandiri Jurnal Administrasi dan Manajemen Jurnal Kesehatan Celebes Health Journal Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Value: Jurnal Manajemen dan Akuntansi JAZ: Jurnal Akuntansi Unihaz Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Science Midwifery Jurnal Promotif Preventif Jurnal Kesehatan Tambusai Devotion: Journal of Research and Community Service Community Research Of Epidemiology (CORE) Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Journal Peqguruang: Conference Series Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Homes Journal: Hospital Management Studies Journal Jurnal Kolaboratif Sains Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Berita Kesehatan Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana (JUFDIKES) Mando Care Jurnal Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Jurnal Pengabdian Mandiri Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran (JURRIKE) JURNAL PENELITIAN TERAPAN KESEHATAN Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Mitrasehat Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Journal of Innovative and Creativity Vitalitas Medis : Jurnal Kesehatan Dan Kedokteran Quantum Wellness : Jurnal Ilmu Kesehatan Obat: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Advances in Healthcare Research JER Jurnal Kesehatan Marendeng Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran Holistik Jurnal Kesehatan Joong-Ki Journal of Global Research in Public Health Mega Buana Journal of Public Health International Journal of Health Science Borneo Nursing Journal Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

FACTORS ASSOCIATED WITH WORKPLACE ACCIDENTS AMONG HEALTH WORKERS AT THE UPTD UEESI COMMUNITY HEALTH CENTER, EAST KOLAKA REGENCY, 2024: FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PETUGAS KESEHATAN UPTD PUSKESMAS UEESI KABUPATEN KOLAKA TIMUR KOLAKA TIMUR TAHUN 2024 Azhar Jamil, Azhar Jamil; Achmad R. Muttaqien Al-Maidin; Andi Alim
Homes Journal = Hospital Management Studies Journal Vol 6 No 3 (2025): HOMES JOURNAL: NOVEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/hmsj.v6i3.58877

Abstract

Background: Occupational health refers to a series of efforts undertaken by an organization to maintain and enhance the physical, mental, and social well-being of its employees. In primary healthcare settings such as community health centers (puskesmas), workplace accidents are often attributed to human error, including a lack of attentiveness while performing tasks and the failure to use personal protective equipment properly. This study aims to examine the influence of the work environment, knowledge level, attitude, and the implementation of occupational health and safety (OHS) regulations on the performance and safety of healthcare workers at the UPTD Puskesmas Ueesi, East Kolaka Regency, in 2024. Method: A cross-sectional study design was employed. Bivariate analysis using the Mann-Whitney test was conducted to assess whether there is a statistically significant association between variables measured on an ordinal scale Result: The analysis revealed no statistically significant association between variables such as length of service, knowledge level, attitude, or working environment and the occurrence of workplace accidents. The Mann-Whitney test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value greater than 0.05, indicating no meaningful relationship between the variables examined in this study. Conclusion: The findings suggest that there is no significant relationship between the analyzed variables and the incidence of workplace accidents among healthcare workers at UPTD Puskesmas Ueesi. These results imply the possible presence of other contributing factors not examined in this study, warranting further research to gain a more comprehensive understanding.
Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja dan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas : Suatu Tinjauan Literatur Fachrudin Suryadi Harun; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.259

Abstract

Budaya organisasi memegang peran penting dalam mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan di Puskesmas sebagai fasilitas layanan primer. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dan mutu pelayanan di Puskesmas. Kajian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2015–2024. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya seperti disiplin, empati, kerja sama tim, keterbukaan, dan inovasi secara konsisten mendukung peningkatan kinerja pelayanan, kepuasan pasien, dan keberhasilan implementasi sistem informasi kesehatan seperti E-Puskesmas. Budaya organisasi juga terbukti berperan dalam memperkuat motivasi kerja tenaga kesehatan dan menciptakan lingkungan kerja yang adaptif serta produktif. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi yang positif menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu layanan Puskesmas dan membangun sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan. Kajian ini merekomendasikan perlunya integrasi nilai budaya kerja dalam kebijakan pengelolaan sumber daya manusia dan pengembangan teknologi informasi di Puskesmas.
Dari Dari Sedenter ke Aktif: : Makna Sosial dan Budaya Perubahan Perilaku Olahraga Pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat Adryani Sirandan; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan gaya hidup dari sedenter menjadi aktif secara fisik di kalangan pegawai pemerintahan mencerminkan proses transformasi yang kompleks dan sarat makna sosial-budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna sosial dan budaya perubahan perilaku olahraga pada pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis digunakan untuk memahami pengalaman subjektif pegawai yang mengalami transisi gaya hidup, serta faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut. Informan dipilih secara purposif, dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan perilaku olahraga tidak hanya dipicu oleh motivasi personal, tetapi juga didukung oleh lingkungan sosial, budaya organisasi, dan dinamika kelembagaan. Olahraga dimaknai sebagai ekspresi penghargaan diri, peningkatan identitas sosial, serta sarana menjaga kesehatan fisik dan mental. Hambatan seperti keterbatasan waktu, beban kerja, dan fluktuasi semangat diatasi melalui dukungan sosial serta strategi pribadi. Dampak perubahan dirasakan dalam berbagai aspek, mulai dari peningkatan kebugaran, rasa percaya diri, keseimbangan emosional, hingga relasi sosial yang lebih baik. Refleksi dan harapan para informan menggarisbawahi pentingnya peran institusi dalam membentuk budaya kerja yang mendukung gaya hidup sehat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan kelembagaan dan program kolektif sebagai upaya mendorong keberlanjutan perubahan gaya hidup aktif di lingkungan birokrasi.
Inovasi Gerimis Terus Makna Sosial Budaya di Balik Praktik Inovasi “Gerimis Terus” dalam Pencegahan Stunting di Kota Palopo: Stunting, Gerimis Terus, makna sosial budaya, inovasi kesehatan, perubahan perilaku Arman Arman; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna sosial dan budaya di balik pelaksanaan inovasi “Gerimis Terus” sebagai strategi pencegahan stunting di Kota Palopo. Program ini merupakan gerakan minum susu dan makan telur rebus secara rutin yang menyasar anak-anak, ibu hamil, dan balita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan informan yang terdiri dari petugas kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, ibu hamil, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Gerimis Terus” memiliki makna sosial dan budaya yang kuat bagi masyarakat. Program ini diterima dengan antusias karena dinilai relevan dengan nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan generasi penerus. Interaksi sosial antara petugas kesehatan, kader, dan masyarakat berjalan efektif berkat komunikasi yang baik dan peran aktif semua pihak. Masyarakat menunjukkan adaptasi yang positif, terlihat dari perubahan perilaku konsumsi gizi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan. Faktor sosial budaya, seperti nilai kekeluargaan, mendukung keberhasilan program, meskipun masih ditemukan hambatan berupa kebiasaan makan atau pemahaman yang belum merata. Secara keseluruhan, program ini memberi dampak nyata terhadap perubahan kebiasaan dan pola pikir masyarakat terkait pencegahan stunting. Penelitian ini merekomendasikan agar inovasi “Gerimis Terus” terus dikembangkan dengan memperkuat dukungan lintas sektor, memperluas jangkauan sasaran, serta memperhatikan dinamika sosial budaya lokal sebagai kekuatan dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
konstruksi konstruksi sosial masyarakat terhadap program BIAS di tengah ketidakpastian pascapandemi: konstruksi sosial masyarakat terhadap program BIAS di tengah ketidakpastian pascapandemi : studi kualitatif di puskesmas baebunta Jamaluddin Jamaluddin; Arlin Adam; Andi Alim
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.277

Abstract

Pandemi COVID-19 telah membawa dampak besar terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk persepsi masyarakat terhadap program imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana konstruksi sosial masyarakat terbentuk terhadap Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di masa pascapandemi, dengan fokus pada wilayah kerja Puskesmas Baebunta, Kabupaten Luwu Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas orang tua murid, petugas puskesmas, guru sekolah dasar, dan tokoh masyarakat yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial masyarakat terhadap BIAS mengalami pergeseran signifikan setelah pandemi. Sebelum pandemi, program ini diterima dengan baik oleh masyarakat karena dianggap penting dalam melindungi anak dari penyakit menular. Namun, pascapandemi, muncul resistensi yang didorong oleh informasi negatif dari media sosial, kekhawatiran terhadap efek samping vaksin, dan isu kehalalan yang memengaruhi keyakinan sebagian masyarakat. Meski demikian, terdapat pula masyarakat yang tetap mendukung program BIAS karena memahami manfaatnya secara medis dan sosial. Puskesmas Baebunta merespons dinamika ini dengan strategi komunikasi dan pendekatan sosial, seperti penyuluhan langsung, metode jemput bola, dan edukasi yang melibatkan pihak sekolah serta tokoh masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program imunisasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga pada konstruksi sosial yang terbentuk di masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan partisipatif dan kultural yang mengedepankan edukasi, kepercayaan, serta kolaborasi lintas sektor untuk membangun kembali partisipasi masyarakat terhadap imunisasi anak di era pascapandemi
Efektivitas Berbagai Intervensi Gizi dalam Penanggulangan Stunting pada Anak: Tinjauan Literatur Dedeng Nurkholik Sidik Permana; Nilawaty Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.102

Abstract

Stunting merupakan bentuk malnutrisi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Masalah ini memiliki penyebab yang kompleks, termasuk asupan gizi yang tidak memadai, infeksi berulang, sanitasi buruk, hingga rendahnya status sosial ekonomi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau efektivitas berbagai intervensi gizi dalam penanggulangan stunting berdasarkan 39 artikel ilmiah yang dipublikasikan secara nasional dan internasional. Kajian ini mencakup intervensi spesifik gizi (seperti suplementasi dan makanan tambahan), serta intervensi sensitif gizi yang melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, dan sosial. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas, pelibatan kader kesehatan, inovasi digital seperti mHealth, edukasi gizi maternal, dan program multisektor dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting, terutama jika dilakukan sejak masa pra-konsepsi dan selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Keberhasilan intervensi sangat ditentukan oleh kualitas implementasi, dukungan kebijakan, dan keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, strategi penanggulangan stunting perlu dilaksanakan secara terpadu, berkelanjutan, dan kontekstual agar mampu menciptakan perubahan jangka panjang yang bermakna.
Withholding dan Withdrawing Life Support Therapy: Tinjauan Literatur Hukum, Etik, dan Sosial Kesehatan Harpandi Rahim; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.140

Abstract

Kemajuan teknologi kedokteran modern telah memungkinkan perpanjangan hidup secara artifisial melalui terapi penunjang kehidupan, seperti ventilator dan dialisis. Namun, pada kondisi terminal, praktik withholding (tidak memulai terapi) dan withdrawing (menghentikan terapi) life support therapy (WWLST) menimbulkan dilema multidimensi yang mencakup aspek hukum, etik, sosial, dan budaya. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis secara sistematis berbagai literatur yang membahas WWLST, dengan fokus pada kerangka regulasi, prinsip bioetika, praktik klinis, perspektif agama dan budaya, serta peran informed consent dan advance care planning. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 32 artikel nasional dan internasional yang dipublikasikan antara tahun 2000 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa di Indonesia, WWLST masih berada dalam wilayah hukum yang ambigu, belum dilindungi secara memadai oleh regulasi nasional, dan kerap menimbulkan konflik antara tenaga medis dan keluarga pasien. Meskipun secara etik WWLST dapat dibenarkan bila dilakukan atas dasar keputusan medis kolektif dan otonomi pasien, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan akibat rendahnya literasi hukum dan etik, serta dominasi nilai-nilai sosial dan keagamaan yang belum sepenuhnya mendukung praktik akhir hayat. Kajian ini merekomendasikan pentingnya penyusunan regulasi komprehensif, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam komunikasi etik, edukasi publik, serta pembentukan tim etik klinis di fasilitas layanan kesehatan sebagai prasyarat utama penerapan WWLST yang bermartabat, legal, dan manusiawi.
Efektivitas Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja: Tinjauan Literatur Ketut Yudi Arparitna; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.143

Abstract

Latar belakang: Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan keterampilan penting dalam penanganan kondisi gawat darurat seperti henti jantung mendadak. Pendidikan BHD yang dimulai sejak usia remaja diyakini mampu meningkatkan kesiapsiagaan individu dan komunitas dalam merespons kejadian darurat. Namun, efektivitas metode pelatihan yang beragam masih menjadi perdebatan. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas berbagai metode pendidikan dan pelatihan BHD dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah menengah atas (SMA), serta mengevaluasi tantangan dan keberlanjutan hasil pelatihan tersebut. Metode: Kajian dilakukan melalui tinjauan literatur terhadap 40 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2012 hingga 2025. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, DOAJ, dan Google Scholar. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan metode intervensi, capaian pembelajaran, serta aspek keberlanjutan dan keterbatasan pelaksanaan pelatihan BHD. Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa metode ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pendekatan inovatif seperti media audiovisual, flipped classroom, dan Virtual Reality juga memperlihatkan hasil positif, khususnya dalam aspek psikomotorik dan afektif. Namun, retensi keterampilan cenderung menurun dalam 3–6 bulan pasca pelatihan jika tidak ada penguatan lanjutan. Keterbatasan umum dalam studi meliputi cakupan sampel yang sempit, kurangnya evaluasi jangka panjang, serta keterbatasan alat praktik. Kesimpulan: Pendidikan dan pelatihan BHD terbukti efektif, tetapi keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program, dukungan infrastruktur, dan keterlibatan aktif peserta. Diperlukan integrasi kurikulum, pelatihan ulang berkala, serta riset lanjutan dengan desain longitudinal untuk menjamin dampak jangka panjang pelatihan BHD pada remaja.
Paparan Kebisingan dan Gangguan Pendengaran pada Nelayan serta Pekerja Kelautan: Tinjauan Literatur Iin Fatimah Hanis; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.144

Abstract

Latar Belakang: Kebisingan mesin kapal, kompresor, dan tekanan air saat menyelam menempatkan nelayan serta penyelam tradisional pada risiko tinggi Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). Tujuan: Meringkas bukti ilmiah 2015–2024 tentang hubungan kebisingan dengan gangguan pendengaran dan dampak non-auditori di sektor kelautan serta menilai intervensi yang telah diujikan. Metode: Telaah naratif terhadap 34 artikel (24 nasional; 10 internasional) yang diidentifikasi dalam dokumen. Ekstraksi mencakup desain, sampel, paparan, dan temuan utama. Hasil: Durasi kerja ≥ 10 tahun, intensitas kebisingan > 85 dBA, frekuensi penyelaman tinggi, dan usia > 40 tahun secara konsisten terkait peningkatan ambang dengar hingga tuli sensorineural. Kebisingan juga memicu gangguan fisiologis (hipertensi, kelelahan), psikologis (stres), serta komunikasi. Intervensi edukasi melalui Program Konservasi Pendengaran (PKP) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengukur kebisingan. Sistem alarm berbasis sensor dan peredam mesin tradisional menurunkan intensitas 5–10 dB namun adopsinya masih terbatas. Kesimpulan: Kebisingan merupakan determinan utama gangguan pendengaran pada pekerja kelautan. Edukasi, hearing-protection devices (HPD), rekayasa akustik, serta kebijakan K3 spesifik sektor perikanan dibutuhkan untuk perlindungan berkelanjutan.
Stigma, Layanan, Dan Intervensi HIV: Kajian Literature Review Terhadap Tantangan Dan Strategi Global Bidasari Jamil; Nilawati Uly; Andi Alim
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.174

Abstract

Penanggulangan HIV/AIDS di tingkat global masih menghadapi tantangan serius, terutama berkaitan dengan stigma, ketimpangan akses layanan, dan rendahnya sensitivitas layanan terhadap dinamika sosial-budaya. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis temuan-temuan ilmiah yang relevan mengenai stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), efektivitas intervensi berbasis komunitas, hambatan akses layanan, aspek psikososial, serta dimensi etika dan profesionalisme tenaga kesehatan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan Systematic Literature Review terhadap 38 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015–2025, yang diperoleh dari jurnal terindeks internasional seperti PLoS ONE, BMC Public Health, dan Global Public Health. Hasil kajian menunjukkan bahwa stigma internal, eksternal, dan terinternalisasi berperan besar dalam menurunkan keterlibatan ODHA dalam pengujian dan pengobatan, serta meningkatkan kerentanan psikologis. Intervensi berbasis komunitas, khususnya yang melibatkan Community Health Workers (CHWs), terbukti efektif dalam meningkatkan akses, keterlibatan, dan hasil psikososial pasien. Namun, hambatan akses tetap dominan di kalangan migran, kelompok transgender, dan masyarakat pedesaan akibat diskriminasi, hambatan struktural, serta faktor budaya. Selain itu, kesehatan mental ODHA sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan sosial yang sering kali belum optimal. Dalam hal etika dan profesionalisme, ditemukan adanya ketegangan antara prinsip kerahasiaan, hak pasien, dan norma lokal, yang menuntut perlunya pendekatan pelayanan berbasis hak asasi manusia dan refleksi etis yang kontekstual. Kajian ini merekomendasikan integrasi pendekatan intersektoral yang mencakup penguatan CHWs, pelatihan etika klinis, reformasi kebijakan berbasis bukti, serta peningkatan dukungan psikososial dan keluarga sebagai strategi utama dalam meningkatkan efektivitas layanan HIV yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Co-Authors A, Adhyatma Abdul Gafur Abdul Gafur Achmad Achmad Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Achmad R. Muttaqien Al-Maidin Adam Badwi Adam Badwi Adam Badwi, Adam Adhyatma A Adhyatma A, Adhyatma A Adhyatma. A Adnan, Yudhi Adryani Sirandan Agus, Rezki Aprianti Agustang Agustang Agustang, Andi Alam, Muhammad Ichwan Iskandar Alamsyah Alamsyah Albertus Ata Maran Ali Imran Ali Imran Ali Imran Alimin Alwi Amalia Amalia Ambali, Defyanti Dwi Amiruddin Ana Welellu Andi Asrina Andi Irfan Andi Irfan Andi Irwan Andi Irwan Andi Irwan Kasim Andi Nuryadin Angraeni, Sinta Anna Handayani Anzar Abdullah Arfianty Zubair Aripa, Lusyana Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam Arlin Adam, Arlin Arman Arman Arni Arni Arwan, Yayudia Setriawati M. Ashriady, Ashriady Asnidar Asnidar Aspiati Haji Ali Asri Asri Asriani Minarti S Astri Jayanti Aswar Aswar Azhar Jamil, Azhar Jamil Benyamin Dimi Bidasari Jamil Bidasari Jamil Birana, Amelia Indriani Bora, Noviana Darmayadi Danduru Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedeng Nurkholik Sidik Permana Dedi Maulana Desiderius H. J. Goo Deslince Solombuku Diane Rineke Kaunang Doken, Stefanus Ama Dwi Jusrini Palungan Eka Dharmawati Lewa Ekafadly Jusuf Ekafadly Yusuf ekawati, ris Ema Arisandi Erni Kadir Erniati Erniati Ersian Rani Gratia Wongkar Esa Risqianti Fachrudin Suryadi Harun Fachry Abda El Rahman Fauza Andriyadi Febrianti Dharma Birana Febrianti, Nur Firdawati, Yuyun Firman Alamsyah R Florensia Anjela Ina Fricilia Magda Winosoi Kandou Hairuddin K Hajrah . Hamdan Nur Hamdana Hariati Hariati Hariati, Hariati Harlina Harpandi Rahim Hasma Hasma Haswindah Hesti Hesti Hidayat Hidayat Hidayat, Arham Hitler Benny Hendrik Purba Husni Thamrin Iin Fatimah Hanis Iin Fatimah Hanis Iskandar, Ishaq Islah, Dafirah Jamaluddin Jamaluddin Jelni M. Oruh Jesica Chriscalty Kasi Ketut Yudi Arparitna Ketut Yudi Arparitna, Ketut Yudi Kowaas, Intan Novita Krisdayanti Latif, Sarifudin Andi Lisdayanti, Lisdayanti Lisna Lodewyk NN Poluan Lujnah Lujnah Maliang, Muhammad Iqbal Malingkas, Hany C mariyati mariyati Marlina Alia Marsumiyanto, Marsumiyanto Masdarwati, Masdarwati MAURITZ PANDAPOTAN MARPAUNG Mien Asrha Suhardin Minarti, Asriani Minggu, Irvan Susyanto Muhammad Alqadri Burga Muhammad Asdam Muhammad Azwar Muhammad Syafri Munadhir Munadhir Musakkar, Mustika Eka Pratama Musdalifah Musdalifah Muslimin B Musriadi, Musriadi Nabila Nur Azisah Natsir, Nursanita Nilawati Uly Nilawaty Uly Nilawaty Uly Nilce Astin Novi Purnama Sari Nufninu, Robert Nur Annisa Nur Inah Nurhasibah Nurhaslia . Nurlina Subair Nurrahmat Nurrahmat Nurul Kamaliah Umasangaji Obert, Hendra August Oruh, Shermina Pahmi Pahmi Pahmi Pannyiwi, Rahmat Pasapan, Yasri Pattiwael, Rahmawaty Rahman Prihatini, Surya Purnama Purnama Putri Dwi Sundari Putri, Tharia Nurizky Rachmadana, Satria Lintang RACHMAT RAMLI Radillah Radillah, Radillah Rahim, Harpandi Rahmat, Rezqiqah Aulia Rahmawaty Rahman Pattiwael Rambu, Sitti Herliyanti Rangan, Natalia Rani Wijayanti Raya Senolinggi, Theresia Rina Syarifuddin Rindi Andika Yanti Pasambo Risma Tamrin Riswan Marsal Rosita Rosita Rosniati Rotasouw, Aswad Rusnita Rusnita, Rusnita Salma Bahsoan Samila, Samila Samrain, Samrain Samsi, La Unga Santi Santi Santriani Samman Saputri Stiawati Selprianti Dalima Serli Serli Setriawati, Yayudia Shermina Oruh Silvester Matrutty Sinna Idris Sombolinggi, Yeltiani Sri Ayu Lestari Sri Yuniarsih Stefanus Ama Doken Suhardin, Mien Asrha Suhenrik P Sukmawati Sukmawati Sundari Sundari Supardi, Firdaus Alfa Rezha Suriani, Andi Surniah Suwandi N Tangdilambi, Novagita Tange, Warni Tasrim, Tasrim Thamrin, Ali Imran Tri Sukma, Novian Uly, Nilawati Umasangaji, Nurul Kamaliah Uswantun Hasanah Veithzal Rivai Zainal Verawati Wahdani Puspawanti Walewangko, Alfriando Wijayanti, Lumastari Ajeng Wiwin Imelda Opod Yenni Yenni Yenni Yeuis Diah Sri Lestari Yuliana Baharuddin Yulis, Dian Meiliani Yundari, Yundari Yusuf, Ekafadly Zaenal, Isradi Zainuddin Zainuddin Zamli Zamly, Zamly