Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search
Journal : Dentin

GAMBARAN KESEIMBANGAN UKURAN GIGI DENGAN ANALISIS BOLTON PADA PELAJAR SUKU BANJAR (USIA 15-18 TAHUN) Kholish Atikah Azzam; Diana Wibowo; Alexander Sitepu; Rosihan Adhani; Yusrinie Wasiaturrahmah
Dentin Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i2.13110

Abstract

ABSTRACTBackground: South Kalimantan recorded having a high incidence of dental and oral health problems around 59.6% and malocclusion cases around 12%. The population of Banjar tribe in South Kalimantan is around 90%. Banjar’s genetic factors can influence the development of tooth size therefore influence result of normal occlusion. Bolton analysis is an index needed to determine balance of tooth size of upper and lower jaw. Objective: The aim of this research is to describe the discrepancy sizes using Bolton analysis in Banjar students (aged 15-18 years). Method: This research is an observasional descriptive study with cross-sectional approach. Results: The results showed that the average balance value for the size of the 6 anterior teeth (Anterior Ratio) was 79.51% ± 8.67. It was found that 97.6% of the samples were unbalanced with the highest frequency of jaw discrepancies in the mandible and the average value for balance size of the 12 teeth. overall (Overall Ratio) 91.32 ± 5.17, it was found that 98.8% of the sample numbers were unbalanced with the highest frequency of jaw discrepancy in the maxilla, namely 46 people (56.1%). Conclusion: The balance of tooth size in the Banjar tribe based on the anterior Bolton ratio was found to be predominantly unbalanced with the highest imbalance located in the lower jaw (mandible) and the overall Bolton ratio was found to be predominantly unbalanced with the highest imbalance located in the upper jaw (maxilla).Keywords : Tooth Size Discrepancy; Bolton Analysis; Banjar tribe  ABSTRAK Latar Belakang: Kalimantan Selatan tercatat memiliki angka kejadian permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang tinggi yaitu sekitar 59,6% dan kasus maloklusi sekitar 12%. Penduduk terbesar di Kalimantan Selatan adalah suku Banjar sekitar 90% dari populasi. Faktor genetik Suku Banjar dapat mempengaruhi perkembangan ukuran gigi sehingga dapat menentukan hasil oklusi normal. Analisis Bolton merupakan indeks yang sering digunakan dan diperlukan untuk menentukan keseimbangan ukuran gigi rahang atas dan bawah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengambarkan keseimbangan ukuran gigi dengan analisis Bolton pada pelajar Suku Banjar (Usia 15-18 Tahun). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata keseimbangan ukuran 6 gigi anterior (Anterior Rasio) 79,51% ± 8,67 didapati 97,6% jumlah sampel tidak seimbang dengan frekuensi rahang yang berdeskrepansi terbanyak pada mandibula dan nilai rata-rata keseimbangan ukuran 12 gigi keseluruhan (Overall Rasio) 91,32 ± 5,17 didapati 98,8% jumlah sampel tidak seimbang dengan frekuensi rahang yang berdeskrepansi terbanyak pada maksila yaitu 46 orang (56,1%). Kesimpulan: Keseimbangan ukuran gigi pada Suku Banjar berdasarkan rasio anterior Bolton didapati mayoritas tidak seimbang dengan letak ketidakseimbangan tertinggi pada rahang bawah (mandibula) dan rasio keseluruhan Bolton didapati mayoritas tidak seimbang dengan letak ketidakseimbangan tertinggi pada rahang atas (maksila). Kata kunci :  Analisis Bolton, Keseimbangan Ukuran Gigi, Suku Banjar 
PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT YANG MEMAKAI GIGI TIRUAN BUATAN DOKTER GIGI DAN TUKANG GIGI DI BANJARMASIN Muhammad Arfah Akbar; Rosihan Adhani; Rahmad Arifin; Ika Kusuma Wardani; R. Harry Dharmawan Setyawardhana
Dentin Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i1.12196

Abstract

Background: Riskesdas data for South Kalimantan Province for 2018 stated that 3.3% of the population who received denture installation treatment in the last 12 months in Banjarmasin, 22.9% of the population in Banjarmasin received treatment at dentists and 0.79% received treatment at dental artisans. There are differences in the manufacture of dentures made by dentists and dental artisans, both in terms of quality, indications, contraindications, and cost. Purpose: To analyze the comparison of the level of satisfaction of people who use dentures made by dentists and dentists in Banjarmasin. Method: Using a comparative analytical method with a cross-sectional approach. The sampling technique uses quota sampling. The population is Dentist and Dentist patients in Banjarmasin City. The minimum sample size is calculated using the Lemeshow formula and the results are 100 samples. Results:. Analysis of the Mann Whitney test data yielded a significant value of 0.000 <0.05 which indicated that the H0 decision was rejected or meant that there was a difference in satisfaction with dentures made by dentists and dental artisans. Conclusion: There is a difference in satisfaction with dentures made by dentists and dentists, where the satisfaction level of users of dentures made by dentists is higher than the level of satisfaction made by dentures made by dentists in Banjarmasin City.Keywords: Artisan Dental, , Dentist, Denture, Satisfaction.
EFEKTIVITAS DENTAL HEALTH EDUCATION MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL BADAMPRAK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SKOR OHI-S (Tinjauan Pada Siswa Umur 10-14 Tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin) Yudha Fatahillah Syahari; Aulia Azizah; Sherli Diana; Rosihan Adhani; Rahmad Arifin
Dentin Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i1.16564

Abstract

Background: Based on the Indonesian Health Survey (SKI 2023) South Kalimantan Province has a proportion of oral and dental problems (57.7%), the largest (59.56%) of which is in children aged 10-14 years, this indicates a lack of dental health education (DHE) in this age group. According to Bloom, behavior influenced by knowledge is an important factor in oral health status. One method to improve this knowledge is through the traditional game Badamprak. Objective: The effectiveness of DHE using Badamprak games in increasing knowledge and reducing OHI-S scores in students aged 10-14 years at Dhammasoka Buddhist School in Banjarmasin City. Purpose: Proving that DHE using traditional badamprak games increases knowledge and reduces OHI-S scores in students aged 10-14 years at Dhammasoka Buddhist School in Banjarmasin City. Methods: This study used quasi experimental with pre and posttest group design with non probability sampling on 58 students. Results: Wilcoxon test showed that there was a difference in tooth brushing knowledge before and after DHE using Badamprak traditional games in 58 samples (p = 0.001). Conclusion: DHE using the traditional game Badamprak is effective in increasing knowledge and reducing OHIS scores.Keywords: Badamprak, Dental Health Education, Knowledge, Oral Hygiene Index Simplified, Tooth Brushing ABSTRAKLatar Belakang: Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI 2023) Provinsi Kalimantan Selatan memiliki proporsi masalah gigi dan mulut (57,7%), yang terbesar (59,56%) yaitu pada anak usia 10-14 tahun, Hal ini menunjukkan kurangnya edukasi kesehatan gigi dan mulut (Dental Health Education/DHE) pada kelompok usia tersebut. Menurut Bloom, perilaku yang dipengaruhi oleh pengetahuan merupakan faktor penting dalam status kesehatan gigi dan mulut. Salah satu metode untuk meningkatkan pengetahuan ini adalah melalui permainan tradisional Badamprak. Tujuan: Efektivitas DHE menggunakan permainan Badamprak dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHI-S pada siswa usia 10-14 tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin. Tujuan: Membuktikan bahwa DHE menggunakan permainan tradisional badamprak meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHI-S pada siswa umur 10-14 tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi eksperimen melalui rancangan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi (pretest-posttest group design). Pemilihan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 58 siswa. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan menyikat gigi sebelum dan setelah DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak pada 58 sampel (p=<0,001). Kesimpulan: DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHIS. Kata Kunci: : Badamprak, Dental Health Education, Menyikat Gigi, Oral Hygiene Index Simplified, Pengetahuan > <0,001). Kesimpulan: DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHIS.Kata Kunci: : Badamprak, Dental Health Education, Menyikat Gigi, Oral Hygiene Index Simplified,Pengetahuan
Lactobacillus sp. IDENTIFICATION IN CARIES-AFFECTED STUDENTS IN SMP NEGERI 1 SUNGAI PINANG KABUPATEN BANJAR Rosihan Adhani; Isnur Hatta; Muhammad Genadi Askandar; I Wayan Arya Krishnawan Firdaus
Dentin Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i3.17915

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Karies adalah penyakit infeksi yang menyerang jaringan keras gigi. Karies adalah penyakit multifaktorial, yang dipicu oleh interaksi antara inang, mikroorganisme/agen, substrat, dan waktu. Salah satu agen patogen yang paling utama adalah Lactobacillus sp. Agen ini sebagian besar ditemukan pada lesi karies aktif, dapat menghasilkan asam laktat dan merupakan organisme yang toleran terhadap lingkungan asam. Paparan timbal juga merupakan faktor yang dapat memperburuk karies. Timbal adalah antagonis kalsium dan dapat menghambat metabolisme kalsium dalam remineralisasi gigi. Timbal dapat mengendap ke dalam air minum setelah mengkristal di udara, dibantu oleh hujan. Paparan ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat yang masih bergantung pada air sungai yang tidak disaring untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koloni Lactobacillus sp. pada anak-anak yang terkena karies dan menilai perbedaan antara anak-anak yang mengonsumsi air sungai dan anak-anak yang mengonsumsi air sumur. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain kelompok kontrol menggunakan pendekatan potong lintang, yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Pinang Kabupaten Banjar, November-Desember 2017. Populasi penelitian terdiri dari 60 siswa, yang dikategorikan menjadi dua kelompok (masing-masing 30 siswa): kelompok pengguna air sungai dan kelompok pengguna air sumur. Indeks DMF-T dan sampel usap gigi dicatat untuk dianalisis. Sampel usap kemudian dikirim ke laboratorium untuk diolah dengan pewarnaan dan menggunakan metode Huccer untuk menilai koloni Lactobacillus sp. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara jumlah koloni Lactobacillus sp. dan indeks DMT pada anak-anak pengguna air sungai dan anak-anak pengguna air sumur.Keywords: indeks DMF-T, karies, konsumsi air, timbal ABSTRACTBackground: Caries is an infectious disease affecting a tooth’s hard tissues. It is a multifactorial disease, initiated by the interaction of host, microorganisms/agents, substrates, and time. One of the most pathogenic agents is Lactobacillus sp. This agent is mostly found in active lesions of caries, can produce lactate acid and is an acidic-environment tolerant organism. Lead exposure is also a factor that can worsen caries. Lead is a calcium-antagonist and can hamper the metabolism of calcium in remineralization of tooth. Lead can precipitate into drinking water after being crystallized in the air, assisted by rain. This exposure is especially worrying to the community which still depends on unfiltered water from the river to fulfill their daily needs. Purpose: This study was proposed to identify Lactobacillus sp. colony in caries-affected children and assess the difference between river water consuming and well-water consuming children. Methods: This was an observational analytics with control group design study using cross sectional approach, performed in SMP Negeri 1 Sungai Pinang Kabupaten Banjar, November-December 2017. The population was 60 students, categorized into two groups (30 students each): river water consuming and well-water consuming groups. The samples’ DMF-T indexes and teeth swab samples were recorded for analysis. The swab samples were then delivered to laboratories to be treated by staining and using Huccer methods to assess the Lactobacillus sp. colony. Results: The results showed that there was a significant difference between colony count of Lactobacillus sp. and DMT-index in both river water consuming and well-water consuming children.  Keywords: caries, DMF-T index, lead, water consumption
DIFFERENCES IN THE EFFECTIVENESS OF DENTAL HEALTH EDUCATION USING SONGS AND POSTERS ON TOOTH BRUSHING KNOWLEDGE Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari; Isnur Hatta; Galuh Dwinta Sari; Diana Wibowo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i3.14230

Abstract

Background: Based on Riskesdas (2018), the largest proportion of dental problems in Indonesia are damaged teeth/cavities/toothache, one of the reasons is the low proportion of tooth brushing behavior. Banjarbaru City is the area with the lowest prevalence in the South Kalimantan region in the right time to brush teeth with the proportion is only 2,06%. Bloom divided behavior into 3 domains, namely knowledge, attitudes, and actions. One of the efforts to increase knowledge maintaining oral health can be through Dental Health Education used songs and posters. Purpose: Analyzing the differences in the effectiveness of Dental Health Education using the Healthy Teeth song and the Read Me poster on increasing knowledge of brushing teeth of class VI students at SDN 2 Loktabat Selatan. Methods: used a quasi-experimental design method with a non-equivalent control group design. Sampling technique used was total sampling technique. The research was conducted at SDN 2 Loktabat Selatan with a sample of 79 respondents. Results: Wilcoxon showed that there were differences in knowledge of brushing teeth before and after DHE using the Healthy Teeth song and Read Me posters in the intervention group (p=0,000) and there was no difference in knowledge of brushing teeth between pretest and posttest in the control group (p=0,809). Mann Whitney showed that there were differences in knowledge of brushing teeth between the song and poster groups (p=0,001), but the mean rank of the song group was higher. Conclusion: DHE using the Healthy Teeth song was more effective in increasing knowledge of brushing teeth.
Co-Authors Achmad Rofi'i Adam Kevin Ade Putri Pratiwi Adenan Adenan Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adib Muntasir Afiati, Risti Afriyanti, Defi Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Ajeng Zelline Ameriagitri Aldo Giovanni Alexander Sitepu Alfarie, Iwan Alin, Dhemes Amalia Putri, Amalia Andriyani, Putri Dwi Annisa Faradila Anshori Rohimi Ardik Lahdimawan Ardik Lahdimawan, Ardik Arifin Syamsul Arifin, Rahmad Aristia, Firda Aspiani Aspiani Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aulia, Ridha Azura Arisa Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bayu Indra Sukmana Bela Yunita Bela Yunita, Bela Beta Widya Oktiani Br Siahaan, Maria Angelina Tiurma Candra Candra Cecep Hadyan Khairusy Cimey Youventri Dana Chitra Maida Dayanne Sembiring Debby Saputera, Debby Denta Oktavia, Aurelia Marsha Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari DEWI SARTIKA Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dina Kartika Dinda Andira Salsabila Disi Raudatul Janah Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma E.Gusti Sigar Maulana E.Gusti Sigar Maulana, E.Gusti Sigar Edi Hartoyo Eka Intan Kumala Putri Eka Maya Putri Eko Suhartono Emma Yuniarrahmah, Emma Enny Khalisa Enny Khalisa, Enny Ermina Istiqomah, Ermina Faradila, Annisa FARHANI, NADYA Farida Heriyani Farida Heriyani Fathul Rahman Fatmasari, Meilita Faulina Windiyana Fauzie Rahman Feryra Putri Ayu Suma Feryra Putri Ayu Suma, Feryra Putri Firda Aristia Fitrian, Muhammad Soni Fransisca Viesta Nanda Heta Fransiska Uli Arta Panjaitan Garcia, Aprilia Ghaitsa Ghaitsa Ghaitsa, Ghaitsa Habibie Aldiaman Habibie Aldiaman, Habibie Hamdani, Riky Harapan Parlindungan Ringoringo, Harapan Parlindungan Hatta, Isnur Herawati Herawati Herawati Hidayatullah Hidayatullah Hijriah, Restu Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khatimah, Ika I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Husnul Khatimah Ika Kusuma Wardani Illiandri, Abdullah Oski Ilvani Thine, Putri Bestari Isa, Mohamad Istiqamah, Ermina Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Akbar Jayawarsa, A.A. Ketut Jeanyvia Anggreyni Sodri Jeviya Marsianah Juli Harnida Purwaningayu Karina Ramadhani Khairusy, Cecep Hadyan Kholish Atikah Azzam Kirana, Fatma Lailatul Qomariyah Lastianum, Wistri Vanumbari Lenie Marlinae Lenny Octaviani Tanu Lestari, Faetria Lisda Hayatie, Lisda Luh Putu Ratna Sundari M. Bakhriansyah, M. M. Fahrul Ryzanur.A Maria Angelina Tiurma Br Siahaan Maulideya, Fatimah Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melisa Budipramana, Melisa Mohammad Isa Muhamad Muslim Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Aini Muhammad Ali Riswandi Muhammad Ali Riswandi, Muhammad Ali Muhammad Arfah Akbar Muhammad Aulia Rifa Syarafi Muhammad Genadi Askandar Muhammad Haikal Muhammad Noor Aditya Pratama Muhammad Reyzaldy Rahim Muhammad Riza Muhammad Yoga Arie Yunanto Muhammad Yoga Arie Yunanto, Muhammad Yoga Muntasir, Adib Musafaah Musafaah Mustika Meisy Riyana Nabilla Kuswareni Nabilla Kuswareni, Nabilla Nadia Febrila Putri Nanda Heta, Fransisca Viesta Natasya Nurul Izzati Neka Erlyani Neka Erlyani Nia Kania Noor Khalishah Norhayati Norhayati Norliana Afrianti Noviyanti, Winda Novridha Dewi Ardiyanti Nugorho, Adi Nugroho, Adi Nugroho Nur Indriani Rahayu Nurrahman, Tri Nurul Aulia Rahmi Oski Illiandri Panghiyangani, Roselina Persadha, Galih Pindobilowo, Pindobilowo Pratiwi, Rista Amalia Prisca Listyantika Prisca Listyantika, Prisca Putri, Farah Aida Putri, Rizqi Risfiana Rachmad Yamani Rahayu, Istuning Puji Rahma Zakia Rahmad Arifin Rahmatullah, Mohammad Dede Ramadhani, Karina Rani Lestari Yunita Napitupulu Ridha Aulia Riska Nisaul Karimah Risnawati Risnawati Rista Amalia Pratiwi Risti Afiati Rizki Hadi Rizki Hadi, Rizki Riznika Riznika Riznika, Riznika Roselina Panghiyangani Rudie Syahrizal Akhmad Rusida, Esty Restiana Rusmilawati Rusmilawati Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari Saiful Akhyar Lubis Sanyoto, Didik Dwi Sari Rahmita Sari, Galuh Dwinta Selvira Linda Pratiwi Setyawardhana, R. Harry Dharmawan Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Silvia Kristanti Tri Febriana SITI FATIMAH Sofi Arnesti Wahab Suharton, Eko Suhastinah, Suhastinah Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri, Norjainah Suraya, Yulia Hasvi Maya Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tanu, Lenny Octaviani Taupiek Rahman Taupiek Rahman, Taupiek Tita Amanda Yudiya Titien Agustina Tri Putri, Deby Kania Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Wardhana, Agung Satria Wardhani, Gendis Ratri Kusuma Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Oktiani, Beta Yazid Eriansyah Pradanta Yazid Eriansyah Pradanta, Yazid Eriansyah Yudha Fatahillah Syahari Yusrinie Wasiaturrahmah Zakia, Rahma Zoelkarnain, Izaak