p-Index From 2021 - 2026
6.932
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Mutu Pendidikan melalui Analisis SWOT Alifianti Uswatun Hasanah; Sita Ratnaningsih; Maftuhah Maftuhah; Zahruddin Zahruddin; Iwan Purwanto
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.6635

Abstract

Education is a crucial element in everyday life, playing an essential part in the cognitive, affective, and psychomotor development of individuals. Improving the quality of education continues to evolve, especially through the management of educational institutions. One effective method in strategic planning to improve the quality of education is SWOT analysis. SWOT analysis identifies strengths, weaknesses, opportunities, and threats in an organization, helping to formulate strategies that maximize strengths and opportunities and minimize weaknesses and threats. This research uses a qualitative approach with a literature study method to examine the relevance of SWOT analysis in improving the quality of education. The study results show that SWOT analysis provides a comprehensive picture of the internal and external conditions of educational institutions, helps create a vision of the future, and develops relevant and innovative programs. Thus, the application of SWOT analysis in strategic planning can improve the overall quality of education, through identifying and utilizing strengths and opportunities as well as managing weaknesses and threats.
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Melalui Pendekatan Inovatif: Menyongsong Generasi Z Maftuhah, Maftuhah; Ikhwannuddin, Ikhwannuddin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.2.493.122-133

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas siswa. Namun, dengan perkembangan teknologi dan karakteristik generasi Z yang lebih cenderung berorientasi pada teknologi dan pembelajaran berbasis interaktif, terdapat tantangan dalam meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran PAI. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah penerapan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan teknologi dan metode pembelajaran aktif. Bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pendekatan inovatif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dan menyesuaikan dengan kebutuhan generasi Z. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan metode berbasis teknologi dan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman agama, serta mengembangkan keterampilan Abad 21.
Strategi Pengembangan Literasi Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif dalam Era Society 5.0 Maftuhah, Maftuhah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.2.494.134-142

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi literasi digital di Era Society 5.0 sebagai strategi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Society 5.0 mengintegrasikan teknologi cerdas ke dalam kehidupan manusia, yang menuntut keterampilan digital lebih mendalam, terutama kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Studi ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai penelitian, artikel ilmiah, dan laporan terbaru. Penelitian ini bertujuan untuk membahas strategi pengembangan literasi digital dalam menghadapi era Society 5.0 dengan fokus pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Melalui kajian ini, diharapkan dapat diidentifikasi pendekatan yang efektif dalam mengintegrasikan literasi digital ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat sehingga mampu mencetak generasi yang tangguh, adaptif, dan inovatif di tengah era digital yang terus berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital di Society 5.0 memerlukan pendekatan strategis, seperti penguatan pendidikan digital, pelatihan berpikir kritis melalui media digital, dan peningkatan kreativitas berbasis teknologi.
Pembelajaran Kooperatif Berbasis Zona Proksimal untuk Mengatasi Kesenjangan Prestasi Bahasa Arab di SD Islam Insan Kamil Tuban Cahyani, Mei Mutiara; Maftuhah, Maftuhah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v9.1.500.50-62

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas metode pembelajaran kooperatif dalam mengatasi kesenjangan prestasi belajar Bahasa Arab di sekolah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif secara signifikan mendorong partisipasi aktif siswa, terutama bagi mereka yang sebelumnya kurang percaya diri.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah strategi yang efektif untuk menciptakan lingkungan kelas inklusif yang mendukung pemberdayaan semua siswa. Disarankan untuk lebih intensif mengembangkan dan mengaplikasikan model pembelajaran kooperatif yang beragam serta menyediakan pelatihan berkelanjutan bagi guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Tranformasi Kelembagaan Pesantren Tremas Adaptasi dan Inovasi di Era Digital Khoeron, Khoeron; Maftuhah, Maftuhah; Tobroni, Tobroni; Faridi, Faridi
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 9 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v9.1.501.63-76

Abstract

Pesantren Tremas Pacitan, salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, telah berkontribusi signifikan dalam pembentukan ulama dan tokoh agama selama lebih dari dua abad. Namun, arus modernisasi dan perkembangan global menimbulkan tantangan besar dalam menjaga relevansi dan efektivitas perannya sebagai institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi kelembagaan Pesantren Tremas melalui adaptasi kurikulum, teknologi, kemandirian ekonomi, dan manajemen kelembagaan untuk merespons tantangan tersebut. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren telah mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dan dakwah digital, mengembangkan unit usaha mandiri, serta mengadopsi praktik manajemen modern. Meskipun terdapat hambatan berupa resistensi perubahan dan keterbatasan infrastruktur, transformasi ini memperkuat daya saing pesantren di era globalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi strategis tersebut dapat menjadi model bagi pesantren lain dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian nilai tradisional Islam.
Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia Ekawati, Ekawati; Suparta, M.; Sirin, Khaeron; Maftuhah, Maftuhah; Pifianti, Ade
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 6 NO. 2 2019
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v6i2.14886

Abstract

AbstractThis paper aims to know and analyze the forms of moderation of Islamic Higher Education curriculum. This moderate map of the curriculum is useful for policymaking in order to build an inclusive-multicultural awareness to minimize religious radicalism. This research is qualitative research with the historical approach. The method is used to examine the processes that take place in the life of the community under study. The results conclude that the forms of moderation of Islamic university curriculum in Indonesia are: first, integration and internalization of science. The Second, strengthening the theology of Rahmatanlil-'Alamin. Third, the deradicalization of religion through the strengthening of the local wisdom of Java. The Fourth, build an anti-radicalism curriculum. Fifth, the evaluation of multicultural-oriented learning. Sixth, Integral Muslim Personality Development Assistance Program (P3KMI). Seventh, Value Integration Plurality in the curriculum.Eighth, multicultural learning methods.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk-bentuk moderasi kurikulum Pendidikan Tinggi Islam. Peta kurikulum yang moderat ini berguna untuk pembuatan kebijakan dalam rangka membangun kesadaran inklusif-multikultural untuk meminimalkan radikalisme agama. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Metode ini digunakan untuk memeriksa proses yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang diteliti. Hasilnya menyimpulkan bahwa bentuk moderasi kurikulum universitas Islam di Indonesia adalah: pertama, integrasi dan internalisasi sains. Yang Kedua, memperkuat teologi Rahmatan lil-'Alamin. Ketiga, deradikalisasi agama melalui penguatan kearifan lokal Jawa. Keempat, bangun kurikulum anti-radikalisme. Kelima, evaluasi pembelajaran yang berorientasi multikultural. Keenam, Program Bantuan Pengembangan Kepribadian Muslim Integral (P3KMI). Ketujuh, Pluralitas Integrasi Nilai dalam kurikulum. Kedelapan, metode pembelajaran multikultural.How to Cite: Ekawati., Suparta, M., Sirin, K., Maftuhah, Pifianti, A. (2019).   Moderation of Higher Education Curriculum in Religious Deradicalization in Indonesia. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 6(2), 169-178. doi:10.15408/tjems.v6i2. 14886. 
MEMAKNAI MODERASI BERAGAMA DALAM BUNDARAN 1001 AI SINGKAWANG Moriansyah, Mori; Erwin; Hamzah, Nur; maftuhah, Maftuhah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 9 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/imtiyaz.v9i1.1614

Abstract

This study analyzes the historical, symbolic, and religious moderation values ​​contained in the AI ​​1001 Roundabout in Singkawang. This monument not only functions as an aesthetic element of the city, but also represents social harmony and inter-ethnic tolerance. The existence of statues of the three main ethnic groups, Malay, Chinese, and Dayak, emphasizes the collective identity of the Singkawang community who live in diversity and peace. This study uses a qualitative approach with a hermeneutic method to interpret the symbolic meaning contained in the monument. The results of the study indicate that the AI ​​1001 Roundabout plays a role in strengthening the values ​​of religious moderation, which include tolerance, anti-violence, adaptation to local culture, and love for the homeland. In addition, the existence of this monument also contributes to building collective awareness of the community regarding the importance of pluralism and unity amidst differences. Singkawang's predicate as the Most Tolerant City in Indonesia further strengthens the role of the AI ​​1001 Roundabout as a real symbol of harmony. Thus, this monument is not only an icon of the city, but also a means of education and social integration in creating a harmonious and inclusive environment for the entire community.
Integrating Psychological Factors in the Learning Process at Pondok Modern Darussalam Gontor: Application of a Humanistic Approach to Learning Zunaidah, Zunaidah; Rosyidah, Umi; Maftuhah, Maftuhah
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2025): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v9i2.5620

Abstract

This research aims to discuss the learning process at Pondok Modern Darussalam Gontor with a focus on the implementation of a humanistic approach to teaching and learning, particularly integrating psychological factors. The teaching and learning activities are considered crucial means in creating individuals who can behave according to noble human values (khairu ummah). Therefore, teachers play a significant role in determining learning theories that align with students' needs. The research method employed is qualitative with a literature review approach, utilizing primary and secondary data sources from various references. This study suggests that the role of a teacher's "ruh" or soul holds greater importance than the teachers themselves. In the learning process, it is essential to consistently integrate the values of Panca Jiwa (Five Spirits) and implement the steps of learning such as al-ta'aruf (introduction), al-muqaddimah (preparation), al-‘ardu (subject matter), al-rabtu (practice), at-tatbīq (application), and al-ikhtitām (conclusion) effectively.
Teaching The Concept of Line Relationships Using The Inquiry Method in Fourth-Grade MI/Elementary Schools Sufyan, Qurrotul A’yun; HS, Dedi Eko Riyadi; Maftuhah, Maftuhah; Mushollin, Ahmad
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2025): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v9i2.5834

Abstract

This study aims to find out how the material for the relationship between lines is learned using the application of the inquiry method, as we all know that the term inquiry is used on various occasions, especially in the learning process. This study used the linra method. The inquiry method is one of the methods that can be applied to learning mathematics in elementary schools. Inquiry places more emphasis on search. Inquiry requires students to become researchers or scientists, but in the context of learning, students are still guided by the teacher, therefore inquiry is said to be a guided discovery method. Inquiry can be carried out through several systematic steps, namely: 1) Formulating the problem; 2) Proposing a hypothesis; 3) Collecting data; 4) Test the hypothesis based on the data collected; and 5) Make conclusions. This paper will describe the application of the inquiry method in the matter of interlinear relationships in Class IV MI/SD
Assessing Gaps between Perception and Implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Islamic Higher Education Muttaqin, Sabilil; Krisnawati, Nofi Maria; Maftuhah, Maftuhah; Syam, Mu’arif; Mustolihudin, Mustolihudin
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 12 NO. 1 2025 (In Progress Issue)
Publisher : Faculty of Educational Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v12i1.47314

Abstract

AbstractHigh-order thinking skills (HOTS) is one of the key competencies in 21st-century education that requires students to be able to think critically, creatively, and solve complex problems. This study aims to assess lecturers' understanding, perceptions, and practices in implementing HOTS-based learning and evaluation in private Islamic higher education institutions (PTKIS) in the KOPERTAIS region I (DKI Jakarta and Banten). This study employed qualitative method with a case study approach. This research utilized two data collection techniques, namely open-ended questionnaires based on Google Forms and document analysis obtained through Semester Learning Plans (RPS) and learning outcome evaluation instruments. The participants in this study were 13 lecturers from PTKIS in the Kopertais region I that were garnered through snowball sampling. The findings of this study uncovered three main areas: lecturers’ understanding of HOTS concepts, implementation of HOTS in teaching, and the relevance of evaluation instruments to HOTS. Based on these three categories, the findings suggest that some lecturers have a good understanding of HOTS concepts, but there are also some who are unable to effectively apply these concepts in teaching and developing HOTS-based evaluation instruments. This study also signifies the importance of aligning the understanding, implementation, and the development of HOTS-based instruments to create high-quality learning. AbstrakKeterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan salah satu kompetensi kunci dalam pendidikan abad ke-21 yang menuntut peserta didik untuk mampu berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pemahaman, persepsi, dan praktik dosen dalam mengimplementasikan pembelajaran dan evaluasi berbasis HOTS di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) wilayah KOPERTAIS I (DKI Jakarta dan Banten). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner terbuka berbasis Google Forms dan analisis dokumen yang diperoleh dari Rencana Pembelajaran Semester (RPS) serta instrumen evaluasi hasil belajar. Partisipan dalam penelitian ini adalah 13 dosen PTKIS di wilayah Kopertais I yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Temuan penelitian ini mengungkapkan tiga fokus utama: pemahaman dosen terhadap konsep HOTS, implementasi HOTS dalam pengajaran, dan relevansi instrumen evaluasi terhadap HOTS. Berdasarkan ketiga kategori tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian dosen memiliki pemahaman yang baik tentang konsep HOTS, namun masih ada yang belum mampu menerapkan konsep tersebut secara efektif dalam pengajaran maupun pengembangan instrumen evaluasi berbasis HOTS. Studi ini juga menegaskan pentingnya penyelarasan antara pemahaman, implementasi, dan pengembangan instrumen berbasis HOTS guna menciptakan pembelajaran yang berkualitas.  
Co-Authors Ade Pifianti Agus, Yenita Akhmad Sodiq Akhmad Sodiq Alifia Taufika Rahmah Alifianti Uswatun Hasanah Amin, Saifuddin Annisa Nabilah Annisa Silviani Asy'ari, Hasyim Asy’ari, Hasyim Azlan Syah, Muhammad Baroroh, Fatimatul Bensar, Muin Cahyani, Mei Mutiara Diana Riski Sapitri Siregar Dwika Yuniarti Eka Hidayati, Najwa Ekawati Ekawati Ekawati Ekawati Erwin Fadhilah Mujahidah Farahdina, Fijri Farid , Akhmad Faridi , Faridi Faridi Faridi Gandasacita, Ilham H. M. Suparta Haikal Adriansyah Hakim , Lukmanul Hasan, Munawir Hasanah Firdaus, Zahrotul Hasyim Asyari Hefni , Harjani Hidayatin, Nur HS, Dedi Eko Riyadi Hudin, Hafid Humaidi, M. Nurul Ika Fitri Handayani Ikhwannuddin, Ikhwannuddin Jejen Musfah, Jejen Julianti Julianti, Julianti Khaeron Sirin Khoeron, Khoeron Khozin, Khozin Komarudin Komarudin Kurnialoh , Nasri Lestari Lestari Misbahuddin Misbahuddin Moh Nur Hakim Moriansyah, Mori Muhammad Arifin Muhammad Irfan Muhlis Muhlis Mursam, Mursam Musayaroh, Musayaroh Mushollin, Ahmad Mustolihudin Muttaqin, Sabilil Nada, Rifqotun Najmi, Irfan Naufal Nabhan, Muhammad Nofi Maria Krisnawati Nur Hamzah Nurochim, Nurochim Nurrochim, Nurrochim Pangestu, Prayogo Pifianti, Ade Purwanto, Iwan Putra Pratama, Aditya Putra, Eric Dwi Putri, Tsabita Ananda Raswan Raswan, Raswan Ratnaningsih, Sita Ratnaningsih, Sita Rendi Muhamad Yani Rifqotun Nada Rizal Munir, Dede Rizal Putra, Novit Rohmah, Rofidatur Romelah Romelah Rosidah, Umi Shabirah, Raafanisa Silviani, Annisa Siregar, Diana Riski Sapitri Siti Nurhaliza Siti Nurhasanah Sofyan, Anas Sopyan , Ahmad Sri Mulyati Sufyan, Qurrotul A’yun Sumrah Yadi Sundaniawati Safitri Suparta, M. Syam, Mu’arif Taufiqurrahman Taufiq Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tobroni , Tobroni Tobroni Tobroni Ulul Azmi Umi Rosyidah Viviana, Viviana Wahyudi Wahyudi Yulianingsih, Ratih Yuniarti, Dwika Zahruddin Zahruddin Zahruddin Zahruddin, Zahruddin Zakariyah Zakariyah Zubairi, Zubairi Zunaidah Zunaidah Zunaidah