Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan Jentik Nayamuk DBD Di Kelurahan Dwikora Girsang, Vierto Irennius; Tumangger, Derianto Lasniate; Tarigan, Frida Lina; Harianja, Ester Saripati
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 2 No. 2 (2020): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN, DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat. Kelurahan Helvetia Medan merupakan salah satu kelurahan yang endemis penyakit DBD. Kasus DBD yang tinggi mengindikasikan keberadaan jentik Aedes aegypti. Keberadaan jentik vektor DBD Aedes aegypti sangat tergantung dari keberadaan tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti serta perilaku masyarakat pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN), tempat perindukan buatan, dan sampah padat dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Lingkungan VIII Kelurahan Dwikora tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan menggunakan uji Fisher’s Exact. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 470 kepala keluarga. Sampel diambil sebanyak 79 Kepala Keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer berupa observasi dan wawancara. Penelitian dilaksanakan Februari- Juli 2017.Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa terdapat variabel yang berhubungan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti yaitu menguras tempat penampungan air (p= 0,000), menutup tempat penampungan air (p= 0,029), dan tempat perindukan buatan bak mandi (p= 0,003). Serta beberapa variabel yang tidak berhubungan yaitu mengubur barang bekas dan sampah padat (p= >0,05). Berdasarkan hasil tersebut masyarakat disarankan untuk mengurangi tempat perindukan nyamuk, menguras tempat penampungan air (TPA) secara rutin, serta segera menutup TPA setelah digunakan. Pihak Puskesmas pun diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dan kader dalam pengecekan jentik nyamuk secara rutin sehingga dapat memberantas vektor penyakit DBD.
Pengaruh Pelatihan Keterampilan Dasar Posyandu Terhadap Pengetahuan : Studi Quasi Eksperimen pada Tenaga Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Medan Tahun 2024 Kartini, Endang; Wandra, Toni; Hutajulu, Johansen; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1201

Abstract

The role of health workers as supporters and trainers in improving performance, providing motivation for Posyandu cadres to always be involved in all Posyandu activities. The level of knowledge of health workers in assessing basic Posyandu skills will greatly determine the quality of services provided. The formulation of the problem in this study through preliminary research conducted on health workers in 10 health centers in Medan City showed that the average value of their knowledge about Posyandu was 63.5 (target ≥ 70). This study aims to determine the effect of health worker training conducted by the Medan City Health Office. The study was conducted using a quasi-experimental method. The number of research samples was 30 people. The material provided was the latest concept and regulation on the integration of primary services at Posyandu. With interactive lecture training methods, group discussions, role play and field practice. The results showed that the mean pre-test value was 72.52 while the mean post-test value was 92.56, there was an increase in value of 29.81 and after being tested with Wilcoxon the p-value was <0.001. The results show that there is a significant difference in the knowledge of training participants about integrated health posts. Knowledge variables according to age, gender, education, work unit, length of service are not factors that influence the pre-test and post-test scores of health workers. It can be concluded that the training that has been given has increased the knowledge of health workers from the post-test assessment conducted. The results of this study are expected to be a medium for evaluating the implementation of basic competency training for integrated health posts for health workers so that the next training period can provide better results.
ANALISIS KESIAPAN RUMAH SAKIT UMUM SARI MUTIARA LUBUK PAKAM DALAM MENGHADAPI RISIKO BENCANA KEBAKARAN Purba, Agustinus Hamonangan Winston; Manurung, Kesaktian; Sinaga, Taruli Rohana; Tarigan, Frida Lina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.10731

Abstract

Penelitian berjudul ‘Analisis Kesiapan Rumah Sakit Umum Sari Mutiara Lubuk Pakam dalam Menghadapi Risiko Bencana Kebakaran tahun 2025. Penelitian dilakukan oleh Agustinus Hamonangan Winston Purba pada 2025. Penelitian bertujuan untuk menilai kesiapan RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam dalam menghadapi risiko bencana kebakaran sesuai Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit tahun 2022 dari Kementerian Kesehatan khususnya pada MFK 6 yang mencakup pengkajian risiko kebakaran, proses proteksi kebakaran, penetapkan kebijakan dan melakukan pemantauan larangan merokok di seluruh area rumah sakit, pengkajian risiko proteksi kebakaran, memastikan semua staf memahami proses proteksi kebakaran termasuk melakukan pelatihan penggunaan APAR, hidran dan simulasi kebakaran setiap tahun serta memiliki peralatan pemadaman kebakaran aktif dan sistem peringatan dini serta proteksi kebakaran secara pasif telah diinventarisasi, diperiksa, di ujicoba dan dipelihara sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan didokumentasikan. Metode penelitian adalah observasi dan wawancara mendalam. Temuan Secara keseluruhan diperoleh rata rata hasil dari parameter MFK 6 untuk elemen terpenuhi yaitu sebesar 73% di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam. Originality/novelty adalah belum pernah dilakukan penelitian ini di Rumah Sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam.
PENATALAKSANAAN MODEL EDUKASI DALAM MENGUBAH PERILAKU MASYARAKAT UNTUK PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH PUSKESMAS GUNUNGSITOLI Zega, Memoris; Utama, Indra; J Sitorus, Mido Ester; Purba, Ivan Elisabeth; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.13243

Abstract

Dengue merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk dan menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Pencegahan dengue pada saat ini masih bertumpu pada pengendalian vektor yang memerlukan keterlibatan masyarakat secara aktif. Upaya yang dapat dilakukan pada upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) berupa penyuluhan kesehatan, kerja bakti, 3M, kunjungan rumah, kegiatan fogging, pemantauan jentik berkala dilakukan setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan model edukasi dalam mengubah perilaku masyarakat untuk pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di wilayah puskesmas Gunungsitoli. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Puskesmas Gunungsitoli pada bulan Juni - Desember 2024. Informan dalam penelitian ini sebanyak 10 keluarga pada masyarakat di Wilayah Puskesmas Gunungsitoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan model edukasi berperan penting dalam perubahan perilaku masyarakat. Pemahaman masyarakat tentang Demam berdarah sudah cukup baik, dimana mereka mengetahui bahwa demam berdarah disebabkan oleh nyamuk yang membawa virus aedes dan menimbulkan gejala demam tinggi, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot. Dalam hal perilaku pencegahan demam berdarah, masyarakat telah menerapkan metode 3M (menguras bak mandi, menutup penampungan air dan mendaur ulang barang bekas), membersihkan lingkungan sekitar, menggunakan serbuk abate, menggunakan kelambu dan obat nyamuk dan foging dari puskesmas. Edukasi dalam mencegah demam berdarah dengue di peroleh masyarakat dari media sosial sosial seperti facebook, instagram dan adanya penyuluhan dari tenaga kesehatan.  
The Reality of Smoke-Free Area Policy in Healthcare: "Case Study in The Special Lung Hospital of North Sumatra Province, Medan, Indonesia" Tarigan, Frida Lina; Purba, Ivan Elisabeth; Zega, Winar Purnawan Sari; Harianja, Ester; Nababan, Donal
Journal of Health Education Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jhealthedu.v10i2.31858

Abstract

Background: The Special Lung Hospital of North Sumatra Province, Medan, Indonesia is mandated by city regulations to implement the Smoke-Free Area (SFA) policy. In the fact, smoking by visitors and security personnel still occurs, posing health risks to patients and staffs. However, smoking activities by visitors and security staff were observed, posing health risks to patients and mployees. This study aims to analyse the implementation, challenges, and possible solutions related to the SFA policy. Methods:  Using a qualitative case study design, six informants were interviewed, including the Hospital Director, Health Safety Environment Committee, security staff, employees, cleaning staff, and visitors. Data were collected through interviews, observations, and documentation, with triangulation used to ensure validity. Result: The study indicates that, although the policy has been implemented, its effectiveness remains limited due to weak communication, insufficient resources, a lack of commitment, and an inadequate bureaucratic structure. Major obstacles include poor coordination with the government in Medan, limited no-smoking signage, low compliance and awareness among staffs, a lack of a dedicated task force, and weak law enforcement without clear sanctions. Conclusion: Additionally, socialization and outreach regarding SFA regulations remain minimal. To strengthen implementation, proposed solutions include improving interagency communication, enhancing enforcement and signage, issuing a director's circular, reactivating cessation clinics, and fostering collaboration among hospital units to promote and supervise continuous SFA
Co-Authors ., Zulfendri Aferizal, Aferizal Ahmad Gazali, Ahmad Aini, Syafrida Alyakin Dachi, Rahmad Andriani, Risca Anita , Surya Aritonang, Elisa Silvia Azzahra, Fatihah Putri Bangun, Agita Kartasari Bangun, Henny Arwina Barus, Rosmawati Helmi Chandra, Devina Dachi , Rahmat Alyakin Dachi, Rahmat Dachi, Sidita Dakhi, Rahmat A Daniel Ginting Daniel Ginting Edi Syahputra Elisabeth Purba, Ivan Emelia Apriani Tampubolon ENDANG KARTINI, ENDANG Faini, Faini Fajrinur, Fajrinur Fakhruddin Fakhruddin Fauziyah Fauziyah Fikarwin Zuska Frida Lina Br Tarigan Gafi, Aldo Al Galvani Volta Simanjuntak Gea, Handerman Vitu Ginting, Ira Sehati Br. Habeahan, Sanata H Hakim, Dr.Lukman Harefa, Karnerius Harefa, Liberti Debora Harianja, Ester Harianja, Ester Saripati Helvinus Laia Heru Santoso Hidayat, Wisnu Hutajulu, Johansen Hutapea, Joice Fransisca Aprilia Hutasoit, Linda Isnaeni, Lira Mufti Azzahri J Sitorus, Mido Ester J. Sitorus, Mido Ester Jamilah Jamilah Jannah, Hafzil Janno, Janno JOICE SONYA GANI PANJAITAN Juliandika, Rozi Kacaribu, Adelia Pratiwi Kataren, Otniel Ketaren, Otniel Ketaren, S. Otniel Ketaren, Sinar Otniel Laowo, Oktorisman Lukman Hakim Malau, Kharisma Wanda Manalu, Maya Eka Manik , Tumpak Rudiaman Manullang, Yenni Manurung , Kesaktian Manurung, Jasmen Manurung, Kesakitan Manurung, Kesaktian Marbun, Serepina Marlindawani, Jenni Marlindawani, Jenny Masdalina Pane Maysyarah, Maysyarah Modesta, Intan Mutia, Lany MYRNAWATI CRIE HANDINI MYRNAWATI, MYRNAWATI Mz, Miftahul Qurnaini Nababan, Donal Nababan, Hotli Hendrika Naftalia Keliat, Fani Nasution, Fajarudin Otniel Ketaren Pardede, Jek Amidos Parulian, Alfred Padumpang Pulungan, Na'imah Purba, Agnes Erna Taulina Purba, Agustinus Hamonangan Winston Purba, Jenny Marlindawani R.Kintoko Rochadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat A.Dachi Rahmat Alyakin Dakhi Rana, Revaranda Genta Rizkia, Isna Rochadi, Kintoro Sabriyanto Santoso, Ileru Sembiring, Rinawati Siagian, Mido Tua Siagian, Mindo Tua Siahaan, Eka Sibarani , Melda Sihotang, Junita Lisbet Silitonga, Evawani Martalena Simanjorang, Elfrida Simanjuntak, Erledis Simanjuntak, Hermanto Simanjuntak, Netty Iriani Simatupang, Devina Oktora Sinaga, Janno Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Taruli Rohana Sirait, Asima Siregar, Bertua SM Siregar, Laura Siregar, Linda Siregar, Mutiah Saleha Siterisno, Edi Sitorus, Friska Sitorus, Mido Este J Sitorus, Mido Ester Sitorus, Mido Ester. J. Sitorus, Mido J SRI RAHAYU Subarma, Didik Syafitri, Henny Syaiful . Syapitri, Heny Tambun, Mastaida Tarigan, Juni Asnita Telaumbanua, Rina Lis Diana Telaumbanua, Ya'adil Toni Wandra Tumangger, Derianto Lasniate Usman, Rachmatina Amelia Utama, Indra Vierto Wandra, Tony Warouw, Sonny P. Warouw, Sonny Priajaya Warouw, Sony Priajaya Wira Heppy Nidia, Wira Heppy Zega, Memoris Zega, Pinta Zega, Winar Purnawan Sari Zulfendri Zulfendri