Claim Missing Document
Check
Articles

Utilization of National Health Insurance capitation funds at puskesmas: A qualitative study in Medan Labuhan Subdistrict, Medan City Parulian, Alfred Padumpang; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Wandra, Tony; Sitorus, Mido Ester J.
Jurnal Prima Medika Sains Vol. 6 No. 1 (2024): June
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jpms.v6i1.4972

Abstract

The Indonesian National Health Insurance (JKN) system uses a capitation payment mechanism to fund primary healthcare services. However, utilization of these funds has been a subject of concern because of the potential for unutilized funds and inefficient allocation. This study aimed to investigate the utilization of capitation funds in three Puskesmas (primary healthcare facilities) in Medan Labuhan, Medan City, in 2023. Using a qualitative descriptive research approach, data were collected through in-depth interviews, document analyses, and direct observations. The participants included puskesmas heads, technical implementation officers, primary healthcare service team leaders, financial subsection heads, and health office department heads. Triangulation was used to ensure data validity. The study revealed that overall capitation fund utilization was suboptimal, particularly in terms of operational cost support. This was attributed to delays in budget implementation documents, lengthy and bureaucratic procurement processes, and a lack of understanding among capitation fund management personnel at Puskesmas. To optimize capitation fund utilization, this study recommends streamlining bureaucratic procedures, providing training for capitation fund management personnel, and adopting effective financial management practices for public service agencies. These measures can contribute to improved quality and professionalism in healthcare services delivered by Puskesmas in Medan Labuhan.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PROTOCOL KESEHATAN PADA PEROKOK AKTIF DIMASA PANDEMI COVID-19 BERBASIS TEORI HEALT BELIEF MODEL DI DUSUN DEDALU KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2021 Diana, Erna; Hidayat, Wisnu; Lina Tarigan, Frida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1678

Abstract

Semua masyarakat memiliki pengetahuan tentang bahaya merokok, tetapi mereka tetap merokok karena berpikir bahwa selama tidak ada efek yang langsung terasa, Secara umum diyakini bahwa seseorang akan mengambil tindakan untuk mengurangi, dan mengontrol kondisi gangguan kesehatan tergantung dari health belief  yang dimilikinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui health belief pada masyarakat perokok aktif di masa pandemi covid-19 di Kampung Hakim Bale Bujang Dusun Dedalu. Teknik pengambilan sampel menggunakan randomsampling dengan data penelitian diambil menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan  Health belief masyarakat di Kampung Hakim Bale Bujang Dusun Dedalu berada pada kategori sedang yakni sebesar 70 orang responden. Terdapat empat faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pelaksanaan  protocol kesehatan pada perokok aktif yaitu Perceived  susceptibility (persepsi kerentanan), Perceived benefits (persepsi manfaat), Perceived  Barriers (persepsi hambatan) dan Self efficacy (kemampuan diri) dengan nilai value p < 0,05 sedangkan  Perceived  Severity (persepsi keparahan) dan Cues to action (petunjuk bertindak) tidak berhubungan Disarankan kepada pemerintah daerah dan masyarakat pada umumnya untuk mematuhi protokol kesehatan dengan 5M untuk mencegah covid-19 terutama bagi perokok aktif pada  masa pandemic. Kata Kunci : Healt Belief Model, Perokok Aktif, Protocol Kesehatan
FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR PADA PUSKESMAS SIMPANG TERITIT KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH Karmila, Karmila; Nababan, Donal; Lina Tarigan, Frida
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1718

Abstract

Pelayanan Imunisasi di seluruh negara dapat berisiko dan keuangan dapat mengalami kerugian berjuta-juta dolar. Hal ini bukan hanya teori, tapi hal itu telah terjadi. Untuk mencegah atau menghindari ancaman dari kegagalan yang besar itu, maka peralatan perlu diadakan, dioperasikan dan dipelihara sesuai standar internasional tertinggi, dan vaksin harus ditangani secara rinci. Imunisasi anak adalah pemberian vaksin kepada anak untuk mencegah penularan penyakit tertentu. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui Faktor Penghambat Pelaksanaan Imunisasi Dasar pada Puskesmas Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah Tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif naratif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang ibu yang memiliki balita sebelum usia 1 tahun, 1 orang kader dan 1 orang petugas tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Simpang Teritit kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Puskesmas Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. Dari hasil penelitian ini menunjukkan Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap 6 informan menyebutkan bahwa tatus pekerjaan sebagai petani maupun  ibu rumah tangga menjadi faktor untuk penghambat pelaksanaan imunisasi dasar karena pada umumnya  ibu yang bekerja memiliki waktu lebih sedikit untuk bersama dengan anak-anaknya. Pengetahuan yang rendah yang menyebabkan ibu tidak membawa anaknya imunisasi, Suami tidak mendukung ibu untuk melakukan imunisasi dasar karena kurangnya pengetahuan dari suami. Kpercayaan terhadap pelanayanan imunisasi (Nakes) dapat menjadi pemicu hilangnya kepercayaan tersebut dalam pelayanan imunisasi dasar. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat selalu membuat media promosi kesehatan misalnya poster, liflet, brosur dan spanduk  yang lebih menarik yang dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat pada umumnya dan ibu balita pada khususnya. Kata Kunci: Imunisasi, Pengetahuan, Status Pekerjaan, Kepercayaan
PENGARUH FAKTOR KARAKTERISTIK, PSIKOLOGIS DAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA DOKTER DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TEBING TINGGI TAHUN 2021 Kacaribu, Adelia Pratiwi; Nababan, Donal; sinaga, Janno; ., Zulfendri; Tarigan, Frida Lina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1597

Abstract

ABSTRAKKinerja dokter merupakan faktor penentu dalam keberhasilan pencapaian tujuan rumah sakit. Jika kinerja dokter baik, maka clinical govermance rumah sakit dapat menjamin masyarakat akan mendapatkan pelayanan klinis yang terbaik . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh faktor karakteristik, psikologis dan organisasi terhadap kinerja dokter di Rumah Sakit Bhayangkara Tebing Tinggi tahun 2021.          Jenis penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian ini cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh dokter umum dan dokter spesialis yang berjumlah 30 orang dengan sampel merupakan total populasi sebanyak 30 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner dengan variabel independen faktor karakteristik (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan alama bekerja), faktor psikologis dan faktor organisasi (kepemimpinan dan budaya organisasi) diisi oleh responden. Analisa data secara univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan uji statistik regresi logistik berganda.          Hasil penelitian menunjukkan variabel karakteristik umur (p=0,001) terdapat pengaruh signifikan terhadap kinerja dokter . jenis kelamin p=0,765 , pendidikan terakhir p=0,544 dan lama bekerja p=0,464 tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja dokter. Faktor psikologis p=0,001 adanya hubungan signifikan. Organisasi kepemimpinan p=0,011, Budaya organisasi p=0,000 berpengaruh signifikan terhadap kinerja dokter.Perlu adanya sosialisasi atau upaya untuk meningkatkan komitmen kepada organisasi dan pemahaman dokter terhadap visi dan misi rumah sakit sebagai cita-cita yang akan dicapai sehingga dokter dapat sama- sama menjalankan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Sosialisasi dapat disampaikan dalam bentuk pengumuman dengan menggunakan teknologi komunikasi yang ada.  Kata Kunci : Karakteristik, Psikologis, Organisasi, Kinerja Dokter 
PENINGKATAN KEBERDAYAAN PETUGAS BANDARA KUALA NAMU INTERNATIONAL AIRPORT (KNIA) DALAM MENCEGAH COVID 19 TAHUN 2020 Tarigan, Frida Lina; Purba, Ivan Elisabeth; Ginting, Daniel
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 2 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari survey awal dilihat melihat bahwa petugas di bandara Kualanamu tidak semua rutin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) khususnya masker selama bekerja. Begitu juga tindakan mencuci tangan jarang dilakukan. Tidak menggunakan APD saat bekerja, ataupun tidak mencuci tangan setelah melakukan pekerjaannya ada beberapa kemungkinan antara lain tidak adanya SOP yang mengharuskan menggunakan APD dan mencuci tangan, ada SOP tapi pengawasan yang minim dan tidak adanya sanksi ataupun teguran yang diberikan kepada petugas, sarana dan prasarana yang kurang, kurangnya kepedulian untuk menggunakan APD dan mencuci tangan yang berkaitan dengan perilaku seseorang. Di Bandara petugas bandara Kualanamu yang berhadapan langsung dengan penumpang/pengunjung bandara Kualanamu yang jumlahnya lebih dari 10000 orang per hari sangat rentan tertular penyakit menular Covid-19 maka sangat dibutuhkan upaya peningkatan keberdayaan petugas bandara untuk terhindar dari COVID 19. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pendampingan dan pembinaan dalam pencegahan COVID 19 , dengan beberapa tahapan yaitu: pendampingan petugas kebersihan dan kesehatan pelabuhan dalam melakukan analisis situasi, melakukan tahapan advokasi kepada pimpinan dari masing masing petugas kesehatan, tahapan pemberdayaan petugas kebersihan dan petugas Kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk Pemberdayaan Petugas Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) Dalam Mencegah Covid 19 Tahun 2020 ini telah dilaksanakan dengan baik, dimana semua pihak yang terlibat sangat antusias dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut.
PROPOSAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN TERHADAP ADAPTASI KEBIASAAN BARU DIRUMAH SAKIT UMUM MUNYANG KUTE KABUPATEN BENER MERIAH Tarigan, Frida Lina; Ginting, Daniel; Sirait, Asima
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 1 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Aceh merilis penambahan 27 kasus baru positif virus corona. Dengan demikian, hingga Rabu (15/7) pukul 15.00 WIB, total positif COVID-19 di Aceh menjadi 137 kasus.. Kasus baru positif COVID-19 di Aceh hari ini bertambah 27 orang, termasuk tenaga medis dan kontak erat tenaga medis itu, juga kontak erat pasien sebelumnya. Dua orang di antaranya meninggal dunia.. Kasus-kasus baru tersebut merupakan hasil tracing terhadap orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien COVID-19 sebelumnya, baik tenaga medis maupun keluarganya. Dari 27 kasus baru tersebut, 11 orang tenaga medis, 6 orang kontak erat pasien positif terinfeksi virus corona, 5 orang kontak erat Kasus 107, 2 orang kontak erat tenaga medis, 1 orang dosen, dan 2 orang meninggal dunia. (Aceh Terkini, 2020). Dari survey awal dilihat bahwa petugas kesehatan telah menggunakan alat pelindung diri (APD) khususnya masker selama bekerja, melakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melayani pasien. Tetapi pengunjung dan pasien serta pendamping pasien tidak menggunakan masker atau APD. Hampir semua pengunjung yang datang ke Rumah Sakit Umum Munyang Kute tidak ada mengindahkan peraturan yang dibuat oleh pihak manajemen, padahal jadwal berkunjung sudah ditiadakan. Pendamping pasien juga sudah disampaikan hanya diperbolehkan 1 (satu) orang saja tetapi masih banyak pasien yang didampingi lebih dari 1 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan simpulan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pembinaan dan pendampingan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 ini telah dilaksanakan dengan baik, dimana semua pihak yang terlibat sangat antusias dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi. Luaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat diperoleh informasi bahwa masyarakat telah menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan masyarakat, pendamping pasien mengunakan masker, tidak adanya jam bertamu/berkunjung dan hanya 1 orang saja pendamping pasien.
PELAKSANAAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI DESA PARBOTIHAN KECAMATAN ONAN GANJANG KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Hidayat, Wisnu; Tarigan, Frida Lina; Sinaga, Lia Rosa Veronika
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebiasan Pratik buang air besar sembarangan merupakan salah satu masalah sanitasi yang memerlukan perhatian khusus. UNICEF (United Nations Interational Childrens Emergency Fund) menyatakan bahwa sanitasi dan perilaku kebersihan yang buruk, serta minum air yang tidak aman berkontribusi terhadap 88% kematian anak akibat diare di seluruh dunia. Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India sebagai Negara dengan masayrakat berperilaku BAB Sembarangan. Tahun 2020 berdasarkan data Kemenkes Cakupan akses Jamban sehat di Indonesia masih berkisar 80%. dan ada sekitar 30,95 juta jiwa yang masih BAB sembarangan . Sedanggakan di Sumatera cakupan akses jamban sehat hanya berkisar 73,44%. Berdasarkan data kuantitatif UPT Puskesmas Onan Ganjang hingga Desember 2020, di Kecamatan Onan Ganjang cakupan akses terhadap jamban sehat masih mencapai 87%, sedangkan di Desa Parbotihan Kecamatan Onan Ganjang meyumbangkan sekitar 60 KK yang pmasih BAB sembarangan artinya belum memiliki akses terhadap jamban sehat. Maka salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan melaksanakan Sanitasi Total Berbasi Masyarakat di Desa Onan Ganjang Kabupaten Humbang Hasundutan
SOSIALISASI TENTANG PENYAKIT MENULAR PADA KADER POSYANDU REMAJA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS KELAS 1 MEDAN Sitorus, Mido Ester. J.; Simanjuntak, Galvani Volta; Tarigan, Frida Lina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (2018), remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun, menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun dan menurut badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah (Kemenkes RI, 2012). Hasil survei penduduk antar sensus 2015 menunjukkan bahwa pendudukusia 15-24 tahun mencapai 42.061,2 juta atau sebesar 16,5 persen dari total penduduk Indonesia. Hasil proyeksi penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia remaja ini akan mengalami peningkatan hingga tahun 2030 (World Population Prospects, UN Population 2015 dalam Lembaga Demografi FEB UI, 2017). Berdasarkan hasil pra survey di Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan ternyata belum pernah di adakan Posyandu Remaja tentang Penyakit Menular, pada hal saat ini banyak sekali remaja yang bisa mendapatkan informasi mengenai penyakit menular baik melalui media social misalnya facebook, youtube, Instagram, whatsapp, twitter, line. Maka dari itu kami tim pelaksana pengabdian masyarakat datang menjelaskan kepada kader posyandu bahwa apa saja penyakit menular itu. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Okober tahun 2021, Tempat kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah di Ruang Aula Lembaga Pembinaan Khusus Kelas 1 Medan. Bagian I. Sosialisasi tentang Penyakit Menular Pada Kader Posyandu Remaja Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan. Bagian II. CBIA (Cara Belajar Insan Aktif). Luaran Yang diharapkan melalui Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan ini adalah Jurnal lokal yang mempunyai ISSN. Dengan dilaksanakannya kegiatan Sosialisasi tentang Penyakit Menular Pada Kader Posyandu Remaja Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan dengan Metode CBIA ini, maka seluruh remaja mengetahui tentang penjelasan pengertian dari penyakit menular, jenis-jenis penyakit menular dan penyebabnya, cara penyebaran penyakit menular secara umum,.
Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Pemahaman Tentang Pentingnya Imunisasi Pada Anak Di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Puskesmas Tuntungan Tarigan, Frida Lina; Rahmat A.Dachi; Frida Lina Br Tarigan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 melaporkan bahwa jumlah cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional sebesar 84,2%. Angka ini belum memenuhi target Renstra tahun 2021, yaitu 93,6%. Cakupan imunisasi dasar lengkap pada tahun 2021 hampir sama dengan tahun 2020. Rendahnya pengetahuan keluarga khususnya ibu menyebabkan ketidakberhasilan program imunisasi. Pemberian suntikan imunisasi pada bayi, tepat pada waktunya merupakan faktor yang sangat penting untuk Kesehatan bayi. Imunisasi diberikan mulai lahir sampai awal masa kanak-kanak. Melakukan imunisasi pada bayi merupakan bagian tanggung jawab orang tua rhadap anaknya. Imunisasi dapat diberikan Ketika ada kegiatan posyandu, pemeriksaan Kesehatan pada petugas Kesehatan atau pekan imunisasi. Pendidikan seorang ibu sangatlah penting dalam mendidik seorang anak. Karena tingkat pendidikan ibu sangat menentukan kemudahan dalam menerima setiap pembaharuan. Melalui pengabdian masyarakat ini yang berjudul Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Pemahaman tentang Pentingnya Imunisasi pada Anak di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Puskesmas Tuntungan tujuannya dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengikuti program pemerintah dengan mengikutsertakan bayinya untuk mengikuti program lima imunisasi dasar lengkap serta pemantauan status gizi balita dengan mengikuti kegitan posyandu balita di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Puskesmas Tuntungan.
Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Pemahaman Tentang Pentingnya Imunisasi Pada Anak Di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Puskesmas Tuntungan Tarigan, Frida Lina; Rahmat A.Dachi; Frida Lina Br Tarigan
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 melaporkan bahwa jumlah cakupan imunisasi dasar lengkap secara nasional sebesar 84,2%. Angka ini belum memenuhi target Renstra tahun 2021, yaitu 93,6%. Cakupan imunisasi dasar lengkap pada tahun 2021 hampir sama dengan tahun 2020. Rendahnya pengetahuan keluarga khususnya ibu menyebabkan ketidakberhasilan program imunisasi. Pemberian suntikan imunisasi pada bayi, tepat pada waktunya merupakan faktor yang sangat penting untuk Kesehatan bayi. Imunisasi diberikan mulai lahir sampai awal masa kanak-kanak. Melakukan imunisasi pada bayi merupakan bagian tanggung jawab orang tua rhadap anaknya. Imunisasi dapat diberikan Ketika ada kegiatan posyandu, pemeriksaan Kesehatan pada petugas Kesehatan atau pekan imunisasi. Pendidikan seorang ibu sangatlah penting dalam mendidik seorang anak. Karena tingkat pendidikan ibu sangat menentukan kemudahan dalam menerima setiap pembaharuan. Melalui pengabdian masyarakat ini yang berjudul Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Peningkatan Pemahaman tentang Pentingnya Imunisasi pada Anak di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Puskesmas Tuntungan tujuannya dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengikuti program pemerintah dengan mengikutsertakan bayinya untuk mengikuti program lima imunisasi dasar lengkap serta pemantauan status gizi balita dengan mengikuti kegitan posyandu balita di Wilayah Kelurahan Sidomulyo Puskesmas Tuntungan.
Co-Authors ., Zulfendri A.Dachi, Rahmat Abda Abda Aferizal, Aferizal Ahmad Gazali, Ahmad Aini, Syafrida Andri Baedowi Andriani, Risca Anita , Surya Anjelin Juni Kristin Gea Anwar, Yazid Aritonang, Elisa Silvia Asih Purba, Febri Aida Asima Sirait Azzahra, Fatihah Putri Bangun, Agita Kartasari Bangun, Henny Arwina Barus, Rosmawati Helmi Bertua SM Siregar Bintang Karlien Brahmana, Nettietalia Br budi, satria Chandra, Devina Dachi, Sidita Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting DESY DWIMENDASARI SINAGA Dewi Ginting, Fitri Donal Nababan DONAL NABABAN Donal Nababan DONAL NABABAN donal nababan Donal Nababan Donal Nababan Nababan E Sitorus, Mido Edi Syahputra Elisa Sisca Sembiring Elisabeth Purba, Ivan Emelia Apriani Tampubolon ENDANG KARTINI, ENDANG Erick Astrada ERLEDIS SIMANJUNTAK Erlina Erlina Evalina, Ita Evawani Martalena Silitonga Evawani Silitonga Faini, Faini Fajriani, Raihana Fajrinur, Fajrinur Fakhruddin Fakhruddin Fauziyah Fauziyah Fikarwin Zuska Fikri Akbar Fitri, Widya Gafi, Aldo Al Galvani Volta Simanjuntak Gea, Handerman Vitu Ginting, Ira Sehati Br. Habeahan, Sanata H Hakim, Dr.Lukman Harefa, Karnerius Harefa, Liberti Debora Harianja, Ester Harianja, Ester Saripati Helvinus Laia Henny Arwina Bangun Heru Santoso Hidayat, Wisnu Hutabarat, Andrian Hutajulu, Johansen Hutapea, Joice Fransisca Aprilia Hutasoit, Linda INTAN NOBERTA SIGALINGGING Iradat Zega Irawati A Kahar Irene Rostina Sihura Isnaeni, Lira Mufti Azzahri J Sitorus, Mido Ester J. Sitorus, Mido Ester Jamilah Jamilah Jannah, Hafzil Janno Sinaga Janno, Janno Jasmen Manurung Jenny Marlindawani Purba JOICE SONYA GANI PANJAITAN Juliandika, Rozi Kacaribu, Adelia Pratiwi karmila karmila Kartika, Mahrona Kataren, Otniel Kesaktian Manurung Kesaktian Manurung Ketaren, Otniel Ketaren, S. Otniel Ketaren, Sinar Otniel Lailan Syafrina Lubis Laowo, Oktorisman Laura Siregar Linda Siregar Lisma Puji Astuti Lisma Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Malau, Kharisma Wanda Manalu, Lenni Manalu, Maya Eka Manalu, Vivi Sumanti Manik , Tumpak Rudiaman Manik, Tumpak Rudi Aman Manullang, Yenni Manurung , Kesaktian Manurung, Kesakitan Manurung, Kesaktian Marbun, Serepina Maria Safrida Pasaribu Marlindawani, Jenni Marlindawani, Jenny Masdalina Pane Masdalina Pane Maysyarah, Maysyarah Merlin Hobertin Lawerissa Mido Ester J. Sitorus Mido Ester J. Sitorus Mido Ester J. Sitorus Mido Ester Sitorus Mido Ester. J. Sitorus Mindo Tua Siagian Mindo Tua Siagian Modesta, Intan Mutia, Lany MYRNAWATI CRIE HANDINI MYRNAWATI, MYRNAWATI Mz, Miftahul Qurnaini Nababan, Donal Nababan, Hotli Hendrika Naftalia Keliat, Fani Nasution, Fajarudin Nettietalia Br Brahmana Nurcahaya Putri Nasution Otniel Kataren Otniel Ketaren Otniel Ketaren Pakpahan, Leonardo Pardede, Jek Amidos Parulian, Alfred Padumpang Pita Rolina Sitanggang Priajaya Warouw, Sonny Pulungan, Na'imah Purba, Agnes Erna Taulina Purba, Agustinus Hamonangan Winston Purba, Jenny Marlindawani R.Kintoko Rochadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat Alyakin Dakhi Rana, Revaranda Genta Rejekinta Munthe, Alfian Rita Juniarni Gultom Rizkia, Isna Rochadi, Kintoro Roni Naudur Siregar Sabriyanto Santoso, Ileru Sari, Fertika Sembiring, Rinawati Siagian, Mido Tua Siagian, Mindo Tua Siahaan, Eka Sibarani , Melda Sihotang, Junita Lisbet Silaban, Ratnawati Silitonga, Evawani Martalena Simanjorang, Elfrida Simanjuntak, Erledis Simanjuntak, Hermanto Simanjuntak, Netty Iriani Simaremare, Hizkia Simatupang, Devina Oktora Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Taruli Rohana Sipayung, Rosetty Siregar, Bertua SM Siregar, Laura Siregar, Linda Siregar, Mutiah Saleha Siterisno, Edi Sitorus, Friska Sitorus, Mido Este J Sitorus, Mido Ester Sitorus, Mido J Sonny Priajaya Warouw SRI RAHAYU Subarma, Didik Sukardi Kardi Surya Fahmi Fahmi Syafitri, Henny Syaiful . Syapitri, Heny Tambun, Mastaida Tarigan, Juni Asnita Taruli Rohana Telaumbanua, Rina Lis Diana Telaumbanua, Ya'adil Tio Simaremare Toni Wandra Toni Wandra Tua Siagian, Mindo Tumangger, Derianto Lasniate Usman, Rachmatina Amelia Utama, Indra Veronika Agustin Purba Vierto Vitria Sarah Br Sembiring Vivia Ningsih Wandra, Tony Warouw, Sonny P. Warouw, Sonny Priajaya Warouw, Sony Priajaya Wilda, Safri Winda Permata Sari Wira Heppy Nidia, Wira Heppy WISNU HIDAYAT Wisnu Hidayat Wisnu Hidayat - Wisnu Hidayat Wisnu Yuliana Yuliana Zahra, Rina Zega, Memoris Zega, Pinta Zega, Winar Purnawan Sari Zulfendri Zulfendri Zulfendri Zulfendri