Claim Missing Document
Check
Articles

Determinan yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kanan Tahun 2021 Faini, Faini; Ketaren, S. Otniel; Tarigan, Frida Lina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2368

Abstract

Latar di negara berkembang, sekitar 10 juta bayi mengalami kematian, dan sekitar 60% dari kematian tersebut seharusnya dapat ditekan salah satunya adalah dengan menyusui, karena Air Susu Ibu (ASI) sudah terbukti dapat meningkatkan status kesehatan bayi sehingga 1,3 juta bayi dapat diselamatkan. Saat ini gambaran pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Aceh sebesar 70,6% juga belum mencapai target secara nasional. Kabupaten Aceh Singkil sendiri mempunyai target pemberian ASI eksklusif yang sama sebesar 80%. Sedangkan menurut data Seksi Gizi Dinkes Provinsi Aceh menunjukkan persentase pemberian ASI eksklusif paling tinggi terjadi di Kabupaten Sigli (81,7%) dan paling rendah terjadi di Kabupaten Tapak Tuan (67,4%).   Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Simpang Kanan Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 974 orang dengan jumlah  sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 86 orang ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang diambil dengan teknik purposive random sampling. Analisa data yang digunakan adalah Chi Square Test. Berdasarkan hasil analisa bivariate diperoleh beberapa variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian ASI Eksklusif adalah adalah pengetahuan (p=0,017), budaya (p=0,001), kesehatan ibu (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0.000), sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif adalah sosial ekonomi (p=0,293) dan pekerjaan (p=0,257). Analisa multivariate didapatkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI adalah variabel dukungan keluarga (p=0.000) (PR = 7.434, 95% CI = 2.510 – 22.021). Kesimpulan terdapat hubungan antara variabel dukungan keluarga, budaya, pengetahuan dan kesehatan ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif, namun variabel yang paling dominan adalah dukungan keluarga. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan promosi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat agar mereka dapat merubah kebiasaan budayanya seperti peucicap, atau memberikan gula pada bayi baru  lahir. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Faktor Yang Berhubungan Background In developing countries, about 10 million babies die, and about 60% of these deaths should be suppressed, one of which is breastfeeding, because breast milk (ASI) has been proven to improve the health status of babies so that 1.3 million babies can be saved. . Currently, the picture of exclusive breastfeeding in Aceh Province is 70.6% which has not yet reached the national target. Aceh Singkil Regency itself has the same target of exclusive breastfeeding of 80%. Meanwhile, according to data from the Nutrition Section of the Aceh Provincial Health Office, the highest percentage of exclusive breastfeeding occurred in Sigli Regency (81.7%) and the lowest occurred in Tapak Tuan Regency (67.4%). The purpose of this study was to analyze. Factors related to exclusive breastfeeding in the work area of the Simpang Kanan Health Center in 2021. The research method used was analytic with a cross sectional approach. The total population in this study was 974 people with the number of samples in this study were 86 mothers who had babies aged 0-6 months who were taken by purposive random sampling technique. Analysis of the data used is the Chi Square Test. Based on the results of bivariate analysis, several variables that have a relationship with exclusive breastfeeding are knowledge (p = 0.017), culture (p = 0.001), maternal health (p = 0.000) and family support (p = 0.000), while the variables that do not related to exclusive breastfeeding were socioeconomic (p=0,293) and occupation (p=0,257). Multivariate analysis found that the most dominant variable related to breastfeeding was the family support variable (p=0.000) (PR = 7,434, 95% CI = 2,510 – 22,021). The conclusion is that there is a relationship between the variables of family support, culture, knowledge and maternal health on exclusive breastfeeding, but the most dominant variable is family support. It is recommended to health workers to increase promotion and health education to the community so that they can change their cultural habits such as peucicap, or give sugar to newborns.Keywords: Exclusive Breastfeeding, Related Factors
Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Stunting Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2021 Marbun, Serepina; Hidayat, Wisnu; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Sinaga, Janno
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2349

Abstract

Masa balita merupakan masa keemasan (Golden Age) dimana setiap anak akan mengalami banyak perubahan baik dari segi fisik, motorik, sosial dan emosional yang dapat berlangsung dengan cepat. Pada masa balita ini, berbagai faktor dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan, dimana salah satunya adalah Stunting. Stunting pada balita baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sanitasi lingkungan, pendapatan keluarga dan asupan makanan terhadap kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Siborong-borong, kabupaten,tapanuli utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kasus kontrol (Case Control). Variabel yang diteliti meliputi variabel pendapatan, pengetahuan, sanitasi lingkungan dan asupan makanan. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 1892 orang dengan jumlah balita yang terkena stunting sebesar 104 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknil total sampling dengan total sampel 104 balita. Hasil penelitian didapatkan variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah Pengetahuan ibu P- Value = 0.005  (95% Cl 1.322 – 4.086), asupan makanan P- Value = 0.000 (95% Cl 2.022-6.359), Sanitasi dan lingkungan P- Value = 0.000  (95% Cl 1.113 – 7.924). sedangkan Variabel yang  tidak berhubungan adalah pendapatan P- Value = 0.778  (95% Cl  0.510-1.543). Hasil analisis multivariate diketahui bahwa asupan makanan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai OR sebesar 3.586 kali. Asupan makanan yang baik sangat menentukan tumbuh kembang anak. Dimana anak yang memiliki asupan yang baik akan terhindar dari kejadian stunting. Kata Kunci : Kejadian Stunting, Pengetahuan, Pendapatan, Sanitasi lingkungan, Asupan MakananThe  objective of this research is to determine the correlation of knowledge, environmental sanitation, family income,  and food intake with the incidence of stunting  in  the working  area  of the Puskesmas  (Community Health  Center) Siborong-Borong,  North  Tapanuli Regency.  This  is quantitative research with Case-Control  design.    The   variables  studied   included   income,   knowledge, environmental sanitation,  and food  intake.   The population  in  the research is 1,892 people and the number of toddlers affected by stunting is  104  toddlers. The research uses the total sampling technique with  104 samples taken.  The results  show  that there  is a correlation  between  maternal  knowledge  (a   =0.005)  with an OR value of 2,324 times, food (a  = 0.040)  with an OR value of 3,586  times,  and environmental sanitation  (a  =  0.040)  with an OR value of 2,970 times.  The income variable is not a variable correlated to the incidence ofstunting (a= 0.078)  with an OR value of0.887 times.  Based on the results of multivariate analysis, food intake is the most influential factor in the incidence of stunting  in toddlers with an OR value of 3,586  times.  It  is expected that mothers can increase their knowledge by participating  in various training on providing food for  toddlers  (PMBA)  which  are  carried  out  both from  the Puskesmas   (Community  Health  Center)  and  Posyandu  (Integrated  Service Center).Keywords:   incidence    of   stunting,    knowledge,    income,    environmental sanitation, food   intake
ANALISIS PENURUNAN KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR BOR DENGAN PEMBERIAN ARANG DAN SABUT KELAPA PADA SARINGAN PASIR LAMBAT DI DESA DELI TUA TIMUR KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2024 Sitorus, Mido Ester. J.; Malau, Kharisma Wanda; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44729

Abstract

Berdasarkan observasi sementara yang dilakukan oleh peneliti pada sumur bor masyarakat yang tinggal di Jalan Nogio VI Kecamatan Delitua, ditemukan air dari sumur bor tersebut berwarna kuning, berbau karat, dan juga terdapat endapan berwarna kuning di dalam bak penampung air, sehingga pemilik sumur bor tersebut menggunakan saringan sederhana berupa kain yang diikatkan pada keran air dengan harapan dapat mengurangi noda kuning pada air tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan membandingkan penurunan kadar besi pada air sumur bor dengan menggunakan metode filtrasi saringan pasir lambat, saringan pasir lambat dengan sabut kelapa, dan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa. Jenis penelitian ini menggunakan metode non ramdom pretest dan posttest dengan kelompok kontrol (pretest-posttest with control group design), subjeknya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pertama merupakan unit percobaan untuk perlakukan dan kelompok kedua merupakan kelompok kontrol, kemudian dicari perbedaan antara keduanya. Pada metode ini dilakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah adanya perlakuan pengolahan air. Hasil penelitian diketahui bahwa kadar besi pada air sumur bor 0,06293 mg/L. Kemudian dilakukan penyaringan dengan saringan pasir lambat dengan hasil akhir kadar besi 0,01491 mg/L , saringan pasir lambat dengan sabut kelapa dengan hasil akhir 0,00623 mg/L, dan terkahir menggunakan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa dengan hasil akhir 0,003022 mg/L. Setelah dilakukan perbadingan penurunan kadar besi, saringan pasir lambat dapat menurunkan kadar besi sebesar 76%, saringan pasir lambat dengan sabut kelapa sebesar 90%, dan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa sebesar 95%).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Laowo, Oktorisman; Dachi, Rahmat Alyakin; Tarigan, Frida Lina; Manurung , Kesaktian; Sinaga, Janno
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 2 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i2.821

Abstract

Tuberculosis (TB) is a preventable and usually curable disease. Yet, it remains one of the leading causes of death in the world, especially in high TB-burden countries such as Indonesia. In 2021, there was a significant increase in TB incidence and mortality in Indonesia, especially in North Sumatra province, which reported many TB cases, including drug-resistant TB (MDR-TB). Patient non-adherence to treatment is a significant factor exacerbating this situation, leading to increased drug resistance and broader transmission. Strategic efforts and treatment adherence are needed to address the TB epidemic, in line with the global TB elimination target by 2030. This study aims to determine the factors influencing adherence to anti-tuberculosis drugs at the UPTD Pulmonology Hospital of North Sumatra Province. The study was a quantitative study with a cross-sectional research design. The sample in this study was 37 people, with sampling using accidental sampling, and the data were analysed univariate, bivariate with the Chi-Square test at α = 5% level, and multivariate with multiple logistic regression test. The results of this study showed that there was an influence of knowledge on adherence to taking anti-tuberculosis drugs (p-value = 0.038), employment (p-value = 0.018), access to health services (p-value = 0.003), and family support (p-value = 0.006). There was no influence of medication's side effects on adherence to anti-tuberculosis drugs (p-value = 1) at the UPTD Pulmonology Hospital of North Sumatra Province. The dominant factor in this study was family support, which tended to be more compliant with taking anti-tuberculosis drugs by 19 times compared to respondents who received less family support. This study recommends that the UPTD Pulmonology Hospital of North Sumatra Province increase family involvement and education in supporting the treatment of tuberculosis patients, including family assistance programs, counselling on the importance of family support, and providing information related to drug side effects so that families can provide proper motivation and understanding to patients.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Imunisasi Dasar Di UPTD Puskesmas SApta Jaya Kecamatan Rantai Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2023 Rahayu, Sri; Manurung, Kesaktian; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Sitorus, Mido Ester J
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11154

Abstract

Imunisasi adalah suatu program yang dengan sengaja memasukkan antigen lemah agar merangsang antibodi keluar sehingga tubuh dapat resisten terhadap penyakit tertentu. Program imunisasi merupakan intervensi yang efektif mengatasi penyakit menular. Berbagai faktor dapat berhubungan dalam pemanfaatan imunisasi dasar pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan imunisasi dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak yang menjadi sasaran imunisasi (usia 11-12 bulan) sebanyak 213 orang. Sampel penelitian ini adalah menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin sebanyak 139 orang. Penentuan besarnya sampel digunakan teknik proportional stratified random sampling kemudian diambil dengan cara acak menggunakan sistem lotre. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariate, bivariate dengan uji chi-square dan multivariate dengan menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bivariate diperoleh nilai Signifikan 0,000 (variabel pendidikan, pengetahuan, sikap, kepercayaan, aksesibilitas pelayanan kesehatan dan dukungan keluarga). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah variabel pendidikan. Melalui analisa multivariate, variabel pekerjaan dan sikap memiliki nilai Signifikan 0,25 sehingga variabel tersebut tidak layak masuk model multivariate. Dari 5 variabel yang tersisa, variabel yang paling berhubungan adalah dukungan keluarga dengan nilai Signifikan = 0,000. Kesimpulannya adalah ada hubungan yang signifikan antara variabel pendidikan, pengetahuan, sikap, kepercayaan, aksesibilitas pelayanan kesehatan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan imunisasi dasar
Studi kualitatif pernikahan usia dini dikalangan remaja, eksplorasi faktor, harapan dan dampaknya: Studi kasus di Kecamatan Lahewa Harefa, Liberti Debora; Ketaren, S. Otniel; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.59

Abstract

Latar belakang: Perkawinan dini telah menjadi permasalahan sosial yang signifikan di Kecamatan Lahewa, dengan implikasi yang luas terhadap kesejahteraan dan perkembangan individu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam tentang eksplorasi faktor-faktor yang berkontribusi pada pernikahan dini dilakangan remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Puskesmas Desa Fadoro Hilimbowo dan Fadoro Hilihambawa, dengan periode penelitian berlangsung dari Oktober 2023 hingga Februari 2024. Proses pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling hingga diperoleh delapan partisipan yang relevan, yaitu dua orang kepala desa, dua orang tokoh masyarakat, dua orang warga desa, dan sepasang remaja yang baru menikah.  Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui serangkaian teknik kualitatif, yaitu wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi, dan studi dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Kredibilitas data yang terkumpul kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi. Proses analisis data dimulai dengan tahap reduksi data, penyajian dan menarik kesimpulan. Hasil: Keputusan untuk menikah di usia muda dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Aspek ekonomi memainkan peran dominan, karena keluarga dengan keterbatasan finansial sering mendorong anak-anak mereka untuk menikah dini sebagai strategi untuk mendapatkan pengakuan sosial di dalam komunitas mereka. Pendidikan, adat istiadat, dan seks pranikah juga memainkan peran penting, terhadap pernikahan dini Kesimpulan: Faktor ekonomi yang rendah, pendidikan yang rendah, adat istiadat dan seks pranikah merupakan faktor yang memengaruhi pernikahan dini dikalangan remaja.
Determinan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Pedesaan di Wilayah Kerja Puskesmas Simarmata Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir 2024 Sibarani , Melda; Siagian, Mindo Tua; Anita , Surya; Dachi , Rahmat Alyakin; Tarigan, Frida Lina
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 3 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i3.1057

Abstract

Background: Hypertension is a major global health issue and a significant risk factor for cardiovascular and renal diseases. Data from the Samosir Regency Health Office in 2022 indicated a high prevalence of hypertension (30%) among adults in Simanindo District, highlighting a critical local public health concern. Objectives: This study aimed to identify the determinants associated with the incidence of hypertension in the working area of the Simarmata Public Health Center, Simanindo District, Samosir Regency. Methods: A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. A sample of 95 respondents was selected proportionally from four villages. Data on Body Mass Index (BMI), alcohol consumption, smoking habits, and dietary patterns were collected through interviews and measurements. Data analysis employed the Chi-square test and multivariate logistic regression. Results: The study revealed significant relationships between hypertension and BMI (p=0.000), alcohol consumption (p=0.000), smoking habits (p=0.000), and dietary patterns (p=0.018). Multivariate analysis identified smoking habit as the most dominant factor, with smokers having 9.758 times higher odds of developing hypertension (Exp(B) = 9.758; 95% CI: 2.697–35.303). Conclusion: Smoking habit is the most dominant determinant of hypertension in this community. It is recommended that the head of the Simarmata Public Health Center enhance the role of health workers in providing health education, particularly on the dangers of smoking and its impact on hypertension, to reduce its incidence.
EFEKTIVITAS INTERVENSI COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) TERHADAP SELF ESTEEM PASIEN TUBERCULOSIS PARU (TB PARU) DI PUSKESMAS GUNUNGSITOLI UTARA DAN PUSKESMAS GUNUNGSITOLI Zega, Pinta; Tarigan, Frida Lina; Warouw, Sonny P.; Kataren, Otniel; Sitorus, Mido Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34159

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular yang tidak hanya memberikan dampak pada aspek fisik, namun juga berdampak terhadap kondisi psikologis pasien, salah satunya adalah penurunan harga diri (self esteem). Self esteem yang rendah dapat memengaruhi kepatuhan pasien terhadap pengobatan serta menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam meningkatkan self esteem pasien tuberkulosis paru. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest dan kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 72 pasien TB paru yang terbagi menjadi dua kelompok, masing-masing 36 responden dari Puskesmas Gunungsitoli Utara sebagai kelompok intervensi dan 36 dari Puskesmas Gunungsitoli sebagai kelompok kontrol. Pengukuran self esteem dilakukan menggunakan Rosenberg Self Esteem Scale (RSES) dan Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI). Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan pada skor self esteem setelah diberikan intervensi CBT (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa CBT efektif dalam meningkatkan self esteem pasien TB paru. Diharapkan intervensi ini dapat menjadi bagian dari program pengendalian TB di puskesmas serta didukung oleh pelatihan kepada tenaga kesehatan.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STROKE DI RS MURNI TEGUH METHODIST SUSANNA WESLEY Modesta, Intan; Sinaga, Taruli Rohana; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Sitorus, Mido Ester
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34640

Abstract

Stroke gangguan fungsi otak akibat terganggunya aliran darah, yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, atau bahkan kematian. Faktor risiko stroke terdiri dari yang tidak dapat diubah (genetik, usia, riwayat keluarga) dan yang dapat diubah (hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, merokok, alkohol, dan stres). Penelitian bertujuan mengidentifikasi faktor risiko stroke di RS Murni Teguh Methodist Susanna Wesley. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain case control untuk mengidentifikasi faktor risiko stroke secara retrospektif. Hasil penelitian pada Usia >55 tahun merupakan faktor risiko dominan stroke dengan risiko 148,511 kali lebih besar, diikuti oleh kelainan jantung (OR 3,753). Faktor lain yang berhubungan dengan stroke adalah hipertensi, diabetes, dan dislipidemia, sedangkan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan. RSU Murni Teguh Methodist Susanna Wesley perlu mengembangkan sistem skrining, pemeriksaan berkala, serta edukasi pasien dan keluarga untuk pencegahan stroke. Pasien disarankan menjalani pemeriksaan rutin, menerapkan gaya hidup sehat, mengelola stres, sementara penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi intervensi dan model prediksi risiko stroke.
KESIAPSIAGAAN PETUGAS DALAM MENGHADAPI BENCANA (STUDI KASUS DI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN NIAS UTARA Telaumbanua, Ya'adil; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Warouw, Sonny Priajaya; Siagian, Mido Tua; Sitorus, Mido Ester J.; Wandra, Toni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i1.3436

Abstract

To analyze the preparedness of officers to face disasters based on the administration of prevention and preparedness and HR preparedness at BPBD, a qualitative study was conducted at BPBD North Nias district, in January-June 2020. The informant of this study was snowball sampling which is part of nonprobability sampling. The objects observed or interviewed were the existing resources in the field of prevention and preparedness, namely 6 people, 1 Head of BPBD, 1 Head of Prevention and Preparedness, 1 Head of Prevention Section, 1 Head of Preparedness Section and 3 members. The data collection process will use interview, observation, and documentation methods. The results showed that the Prevention and Preparedness Policy in pre-disaster was not yet available. Coordination between related agencies was not well implemented, because there was no MOU. BPBD has not carried out monev and reporting, because there are no programmed preparedness activities, it is still limited to monitoring, evaluation and reporting when a disaster is reported per disaster event. The number of BPBD officers is adequate, but in terms of quality it is still not good, because all BPBD officers do not have a disaster education background and the lack of officers has received disaster training. BPBD has not maximally planned the Prevention and Preparedness activity program in disaster management. There needs to be formal coordination between related sectors during pre-disaster times, so that the activities of each agency during a disaster do not overlap in the field. BPBD needs to collaborate with related agencies, such as conducting joint training activities so that disaster management can run effectively and efficiently. SOPs need to be made starting from building organizational structures involved in disaster mitigation, compiling alternative plans by identifying potential obstacles, and ensuring the deadline for implementing the system with existing standards. Monitoring, evaluation and reporting are needed to assess the results obtained as a basis for future decisions. Officers Need to be provided with disaster education and training on an ongoing basis, in the context of developing and enhancing the skills and abilities of officers in carrying out disaster management efforts quickly and precisely. BPBD needs to make good planning and organization included in the BPBD budget, so that all activities that have been set out in the plan can run according to procedures so that all objectives can be achieved.
Co-Authors ., Zulfendri Aferizal, Aferizal Ahmad Gazali, Ahmad Aini, Syafrida Alyakin Dachi, Rahmad Andriani, Risca Anita , Surya Aritonang, Elisa Silvia Azzahra, Fatihah Putri Bangun, Agita Kartasari Bangun, Henny Arwina Barus, Rosmawati Helmi Chandra, Devina Dachi , Rahmat Alyakin Dachi, Rahmat Dachi, Sidita Dakhi, Rahmat A Daniel Ginting Daniel Ginting Edi Syahputra Elisabeth Purba, Ivan Emelia Apriani Tampubolon ENDANG KARTINI, ENDANG Faini, Faini Fajrinur, Fajrinur Fakhruddin Fakhruddin Fauziyah Fauziyah Fikarwin Zuska Frida Lina Br Tarigan Gafi, Aldo Al Galvani Volta Simanjuntak Gea, Handerman Vitu Ginting, Ira Sehati Br. Habeahan, Sanata H Hakim, Dr.Lukman Harefa, Karnerius Harefa, Liberti Debora Harianja, Ester Harianja, Ester Saripati Helvinus Laia Heru Santoso Hidayat, Wisnu Hutajulu, Johansen Hutapea, Joice Fransisca Aprilia Hutasoit, Linda Isnaeni, Lira Mufti Azzahri J Sitorus, Mido Ester J. Sitorus, Mido Ester Jamilah Jamilah Jannah, Hafzil Janno, Janno JOICE SONYA GANI PANJAITAN Juliandika, Rozi Kacaribu, Adelia Pratiwi Kataren, Otniel Ketaren, Otniel Ketaren, S. Otniel Ketaren, Sinar Otniel Laowo, Oktorisman Lukman Hakim Malau, Kharisma Wanda Manalu, Maya Eka Manik , Tumpak Rudiaman Manullang, Yenni Manurung , Kesaktian Manurung, Jasmen Manurung, Kesakitan Manurung, Kesaktian Marbun, Serepina Marlindawani, Jenni Marlindawani, Jenny Masdalina Pane Maysyarah, Maysyarah Modesta, Intan Mutia, Lany MYRNAWATI CRIE HANDINI MYRNAWATI, MYRNAWATI Mz, Miftahul Qurnaini Nababan, Donal Nababan, Hotli Hendrika Naftalia Keliat, Fani Nasution, Fajarudin Otniel Ketaren Pardede, Jek Amidos Parulian, Alfred Padumpang Pulungan, Na'imah Purba, Agnes Erna Taulina Purba, Agustinus Hamonangan Winston Purba, Jenny Marlindawani R.Kintoko Rochadi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmat A.Dachi Rahmat Alyakin Dakhi Rana, Revaranda Genta Rizkia, Isna Rochadi, Kintoro Sabriyanto Santoso, Ileru Sembiring, Rinawati Siagian, Mido Tua Siagian, Mindo Tua Siahaan, Eka Sibarani , Melda Sihotang, Junita Lisbet Silitonga, Evawani Martalena Simanjorang, Elfrida Simanjuntak, Erledis Simanjuntak, Hermanto Simanjuntak, Netty Iriani Simatupang, Devina Oktora Sinaga, Janno Sinaga, Lia Rosa Veronika Sinaga, Taruli Rohana Sirait, Asima Siregar, Bertua SM Siregar, Laura Siregar, Linda Siregar, Mutiah Saleha Siterisno, Edi Sitorus, Friska Sitorus, Mido Este J Sitorus, Mido Ester Sitorus, Mido Ester. J. Sitorus, Mido J SRI RAHAYU Subarma, Didik Syafitri, Henny Syaiful . Syapitri, Heny Tambun, Mastaida Tarigan, Juni Asnita Telaumbanua, Rina Lis Diana Telaumbanua, Ya'adil Toni Wandra Tumangger, Derianto Lasniate Usman, Rachmatina Amelia Utama, Indra Vierto Wandra, Tony Warouw, Sonny P. Warouw, Sonny Priajaya Warouw, Sony Priajaya Wira Heppy Nidia, Wira Heppy Zega, Memoris Zega, Pinta Zega, Winar Purnawan Sari Zulfendri Zulfendri