Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Taubat, Dzikir, dan Doa Sebagai Manifestasi Akhlak Kepada Allah Saim Kurniawan; Nurdin Sahid Wijaksana; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.996

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep taubat, dzikir, dan doa sebagai tiga pilar utama dalam mewujudkan akhlak kepada Allah di tengah kompleksitas kehidupan modern. Derasnya arus modernisasi, sekularisasi, dan materialisme yang melanda masyarakat kontemporer kerap memicu krisis spiritual, meningkatnya prevalensi gangguan kecemasan, serta erosi moral yang sistematis. Melalui pendekatan kajian literatur konseptual (conceptual review) yang diintegrasikan dengan temuan-temuan riset empiris psikologi Islam terkini, tulisan ini membedah definisi, landasan teologis, serta implikasi psikospiritual dari ketiga konsep tersebut secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa taubat berfungsi sebagai instrumen terapi psikologis yang mengkanalisasi rasa bersalah (guilt) menjadi energi transformasi diri; dzikir dan shalat berperan sebagai intervensi psikologis yang secara neurofisiologis mampu mereduksi sekresi hormon stres; serta doa berfungsi sebagai strategi koping berbasis emosi yang membangun resiliensi dan kerangka makna bagi individu yang mengalami penderitaan. Integrasi sistemik dari ketiga pilar tersebut terbukti mampu menghadirkan ketenangan jiwa yang menyeluruh (holistic wellbeing) sekaligus membangun moralitas yang luhur. Kajian ini menegaskan urgensi pengembangan kurikulum psikospiritual berbasis taubat, dzikir, dan doa dalam pendidikan Islam kontemporer sebagai strategi komprehensif pembentukan karakter yang unggul.
Relasi Manusia dan Alam dalam Islam: Solusi Spiritual atas Krisis Ekologis Kontemporer Harun Sutara; Ghofar Ismail; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.997

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup pada era modern menunjukkan adanya krisis ekologis yang tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga krisis moral dan spiritual manusia dalam memandang alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi manusia dan alam dalam perspektif akidah dan akhlak Islam serta mengkaji implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui pengumpulan data dari Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, dan berbagai literatur ilmiah, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi manusia dan alam dalam Islam bersifat teosentris, etis, dan berorientasi pada keberlanjutan, dengan landasan utama konsep tauhid, khalifah, amanah, dan mizan. Kebaharuan penelitian ini terletak pada sintesis paradigma ekologis islam yang mengintegrasikan keempat konsep tersebut sebagai dasar penguatan kesadaran lingkungan. Namun, masih terdapat kesenjangan antara konsep ideal dan praktik kehidupan modern yang cenderung didominasi oleh paradigma eksploitasi. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai akidah dan akhlak dalam pendidikan dan kehidupan sosial menjadi kunci dalam mengatasi krisis lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam menawarkan paradigma ekologis yang holistik dan relevan sebagai solusi terhadap permasalahan lingkungan global.
Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun tentang Proses Belajar dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam Erlani Erlani; Sri Sukmawati; Ali Maulida
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1025

Abstract

Pemikiran Ibnu Khaldun dalam bidang pendidikan memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan konsep pembelajaran Islam, khususnya mengenai proses belajar yang berorientasi pada pembentukan kompetensi peserta didik secara bertahap dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun tentang proses belajar serta implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Al-Muqaddimah karya Ibnu Khaldun, sedangkan data sekunder berasal dari buku, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui reduksi data, kategorisasi, interpretasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses belajar menurut Ibnu Khaldun didasarkan pada prinsip tadarruj (bertahap), malakah (pembiasaan hingga terbentuk kompetensi), tikrar (pengulangan), kesiapan peserta didik, pembelajaran yang humanis, serta integrasi ilmu agama dan ilmu rasional. Penelitian ini menemukan bahwa prinsip-prinsip tersebut relevan dengan teori belajar modern, seperti konstruktivisme, experiential learning, dan competency-based learning, sehingga tetap kontekstual dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam abad ke-21. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis pemikiran Ibnu Khaldun dengan paradigma pendidikan Islam kontemporer melalui analisis komparatif terhadap penelitian sebelumnya. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi landasan konseptual bagi pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, dan pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam.
Transformation of Curriculum Administration in the Era of the Merdeka Curriculum: Opportunities for Flexibility and Challenges of Teachers’ Administrative Workload Ali Maulida; Asyiroh Islami; Indri Machtifaliandri; Samsuddin
IJCRE - International Journal of Culture, Religion, and Education Vol. 2 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52640/zt2xz689

Abstract

Curriculum administration is an essential element in ensuring that educational implementation runs effectively, consistently, and in accordance with students’ needs. This study emphasizes that curriculum administration is not merely an administrative activity but also plays a strategic role in linking curriculum documents with classroom learning practices. Using a literature review method, this study examines literature related to curriculum planning, implementation, supervision, and evaluation, as well as the challenges that arise in curriculum implementation. The findings indicate that learning flexibility is a key factor; however, an increase in administrative workload can reduce teaching time, cause teacher stress, and limit innovation. Therefore, the success of curriculum administration depends on balancing administrative demands with pedagogical needs, as well as the active involvement of all stakeholders, including school principals, teachers, educational staff, and the educational community. The integration of technology and professional development has also been shown to support the efficiency of curriculum management. Through adaptive, collaborative, and responsive approaches, curriculum administration is able to improve learning quality, student achievement, and schools’ capacity to respond to contemporary changes. This study affirms that curriculum administration should be viewed as a strategic instrument that supports the comprehensive and sustainable achievement of educational goals in Indonesia.
METODE PENYELIDIKAN DALAM PSIKOLOGI PERKEMBANGAN Yulianti; Ali Maulida; Samsuddin
Al Irfan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Penelitian Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : IAI Sunan Giri Trenggalek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64877/alirfan.v1i2.41

Abstract

Psychology is the science that studies the human psyche and its development. In this article, we discuss common research methods in developmental psychology, including experiments, tests, clinical methods, observation, and case studies. Each method has strengths and weaknesses that need to be considered. This research uses the library research method by examining various reference books and relevant prior research findings to obtain a theoretical foundation and strengthen the analysis of the issues studied. This method was chosen because the research focuses on the conceptual review of investigative methods in developmental psychology, thus not requiring field data collection.  It is concluded that the selection of an appropriate method plays a crucial role in producing valid and reliable findings. Every research design has strengths and limitations that need to be considered in accordance with the research objective and the characteristics of the subjects being studied. Conceptually, a deep understanding of research method principles allows researchers to design studies capable of accurately capturing individual developmental changes and differences between groups. The mastery of research methods is not merely procedural but is also an important conceptual foundation for the scientific understanding of human development and the application of effective interventions in the context of psychology, education, and clinical practice.
Integrasi Teori Belajar Barat dan Prinsip Pendidikan Islam R. Muhamad Ramdan; Muhammad Naji Bulloh; Ali Maulida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teori belajar Barat telah memberikan kontribusi signifikan terhadap dunia pendidikan modern, namun implementasinya dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menghadapi persoalan dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis teori-teori belajar Barat dalam perspektif pendidikan Islam, mengidentifikasi relevansi dan keterbatasannya, serta merumuskan model integrasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap artikel jurnal, buku ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Karena penelitian ini bersifat konseptual, hipotesis tidak dirumuskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme memiliki prinsip-prinsip yang dapat diintegrasikan dengan pendidikan Islam melalui proses penyelarasan nilai-nilai tauhid, akhlak, dan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini juga menghasilkan tiga model integrasi, yaitu model substantif, model reflektif, dan model integratif-holistik sebagai kerangka konseptual dalam mengintegrasikan teori belajar Barat dengan prinsip pendidikan Islam. Kontribusi penelitian ini berupa pengayaan perspektif keilmuan mengenai integrasi teori belajar modern dalam pendidikan Islam sekaligus menawarkan model konseptual yang dapat dijadikan rujukan bagi pengembangan pembelajaran PAI. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teori belajar Barat dan pendidikan Islam berpotensi mewujudkan sistem pembelajaran yang ilmiah, holistik, dan berorientasi pada pembentukan insan kamil.
Akhlak Kepada Allah dalam Pendidikan Islam: Integrasi Nilai Tawakal, Syukur dan Malu dalam Pembentukan Karakter Religius Ahmad Ubaedilah; Ali Maulida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhlak kepada Allah merupakan fondasi utama dalam pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk kepribadian dan spiritualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep akhlak kepada Allah melalui nilai tawakal, syukur, dan sifat malu dalam perspektif pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengkajian terhadap Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawakal mengajarkan ketergantungan penuh kepada Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal, syukur membentuk kesadaran spiritual atas nikmat yang diberikan Allah, sedangkan sifat malu menjadi pengendali perilaku agar senantiasa sesuai dengan nilai-nilai syariat. Ketiga nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam pembentukan karakter religius, penguatan moral, dan pengembangan kepribadian peserta didik di era modern. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa akhlak kepada Allah pendidikan Islam dibangun melalui tiga dimensi utama, yaitu ketahanan spiritual (tawakal), kesejahteraan psikologis-spiritual (syukur), dan control moral (malu).Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa integrasi nilai akhlak kepada Allah dalam proses pendidikan dapat menjadi solusi terhadap krisis moral dan degradasi karakter di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, konsep akhlak kepada Allah melalui tawakal, syukur, dan sifat malu perlu diinternalisasikan secara berkelanjutan dalam pendidikan Islam.
Pendidikan Holistik dalam Islam: Integrasi Intelektual, Spiritual, dan Moral Harun Sutara; Ali Maulida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern menghadapi tantangan dalam membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kekuatan moral, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang bersifat holistik dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan holistik dalam Islam serta mengkaji integrasi pengembangan intelektual, spiritual, dan moral dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan holistik dalam Islam berlandaskan pada integrasi ‘aql (intelektual), qalb (spiritual), dan akhlak (moral) yang tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan kepribadian manusia. Konsep ini memiliki dasar teologis yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis, serta diperkuat oleh pemikiran ulama klasik dan kontemporer. Namun, dalam praktik pendidikan modern masih ditemukan kesenjangan antara konsep ideal dan implementasi yang cenderung menekankan aspek kognitif semata, sehingga memunculkan krisis moral dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan holistik Islam menawarkan solusi melalui integrasi kurikulum, keteladanan guru, dan pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan. Kesimpulannya, pendidikan holistik dalam perspektif Islam merupakan paradigma pendidikan yang relevan dan strategis dalam membentuk manusia seutuhnya (insan kamil) yang seimbang antara intelektual, spiritual, dan moral.
Relevansi Konsep Adab Ibn Jama’ah dalam Mengatasi Krisis Etika Pendidikan Era Digital Ghofar Ismail; Harun Sutara; Ali Maulida
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.1045

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah menghadirkan perubahan besar dalam proses pembelajaran, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan etika, seperti menurunnya penghormatan terhadap guru, lemahnya integritas akademik, serta pergeseran orientasi pendidikan dari pembentukan karakter menuju pencapaian kompetensi semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep adab dalam pemikiran Ibn Jama‘ah serta mengkaji relevansinya sebagai kerangka etika pendidikan dalam menghadapi tantangan pendidikan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Tadzkirat al-Sāmi‘ wa al-Mutakallim fī Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim karya Ibn Jama‘ah, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur ilmiah terkait pendidikan Islam, etika pendidikan, pendidikan karakter, dan transformasi pendidikan digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan identifikasi konsep, kategorisasi tema, interpretasi makna, dan kontekstualisasi pemikiran Ibn Jama‘ah terhadap persoalan pendidikan kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep adab Ibn Jama‘ah tidak hanya menempatkan pendidikan sebagai proses transfer ilmu, tetapi sebagai proses pembentukan manusia melalui integrasi ilmu, akhlak, keteladanan pendidik, dan tanggung jawab moral peserta didik. Konsep tersebut memiliki relevansi dalam menghadapi krisis etika pendidikan era digital, terutama melalui penguatan karakter peserta didik, profesionalisme moral pendidik, serta pembangunan hubungan edukatif yang berlandaskan penghormatan dan tanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap kajian pendidikan Islam kontemporer dengan menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan klasik dapat dikontekstualisasikan sebagai kerangka etika dalam menghadapi perubahan pendidikan berbasis teknologi. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kajian ini melalui pendekatan empiris untuk menguji implementasi konsep adab Ibn Jama‘ah dalam praktik pendidikan digital.
Implementasi Strategi Bimbingan Psikososial Berlandaskan Studi Lapangan pada Faktor-Faktor Penentu Kenakalan Remaja di SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor Jawa Barat Ali Maulida; Samsuddin Samsuddin; Indri Machtifaliandri; Siti Humaira Nur Hasanah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/h8wgkh11

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap ketidakseimbangan emosi dan perilaku menyimpang, yang dapat berujung pada kenakalan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan kenakalan remaja serta merancang strategi bimbingan psikososial sebagai upaya pencegahan dan pembinaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di lingkungan mitra, meliputi observasi, wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, dan guru/konselor, serta analisis dokumen dan studi pustaka. Fokus analisis mencakup faktor internal, seperti konsep diri dan kondisi psikologis remaja, serta faktor eksternal, meliputi dukungan keluarga, lingkungan sosial, kondisi sosial ekonomi, pendidikan, dan nilai moral maupun keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku menyimpang. Berdasarkan temuan ini, dikembangkan strategi bimbingan psikososial melalui workshop, konsultasi, dan modul panduan aplikatif bagi remaja, guru, dan orang tua. Implementasi strategi tersebut terbukti meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi, empati, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam pembinaan remaja, serta menyarankan penerapan program yang berkelanjutan dan berbasis bukti untuk mencegah dan mengurangi kenakalan remaja secara efektif
Co-Authors Abdul Jabar Idharudin Aceng Ali Aceng Zakaria Ade Kohar Agus Sarifudin Agus Sarifudin Agus Sarifudin, Agus Ahmad Syaripudin Ahmad Ubaedilah Aji Mustopa Angga Erlangga, Angga Arijulmanan, Arijulmanan Aripin, Imam Asyiroh Islami Aziz Zaenudin Balkis Nur Azizah Budi Heryanto Budi Heryanto Bulloh, Muhammad Naji Choirul Anwar Dendi Iskandar Suhendri Didin Hafidhuddin MS Dika Kurnia Dikrillah Dika Kurnia Dikrillah Dika Kurnia Dikrillah Dikrillah, Dita Kurnia Dita Kurnia Dikrillah Erlani Erlani Erlani Farhan Farhan Ghofar Ismail Ghofar Ismail Haji Aziz S. Koli Halimah Halimah Halimah Harun Sutara Harun Sutara Hendrawan Hendrawan Heriyansyah, Heriyansyah Herman Herman Ibadurrahman, Muhammad Ibrahim Bafadhol, Ibrahim Imam Aripin Iman Margarahmana Indri Machtifaliandri Iskandar Iskandar Iyas Ilyasa Kamus Lina Marlina Lina Marlina Lina Marlina M Hidayat Ginanjar M Sarbini Mayasari Mayasari Maya Miftah Wangsadanureja Moch Yasyakur Mowafg Abrahem Masuwd Muhamad Priyatna Muhamad Priyatna Muhamad Priyatna Muhammad Izzuddin Alqosam Muhammad Naji Bulloh Muhammad Naji Bulloh Najib Muhammad Sarbini Muhammad Sarbini, Muhammad Mulyono Mulyono Muslim, Zulpian Mustopa, Aji Mutia Isfah Ardilah Mutiara Mutiara Mutiara Mutiara Nafisah Nurfaidah Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nia Kurniawati Nisa Ayanti Nisa Ayanti Novi Ayu Wulandari Nurdin Sahid Wijaksana Nurdin Sahid Wijaksana Nurul Safrina Jindan Nurul Safrina Jindan Nurwahdah, Ulama Priyatna, Muhamad Qorik Maghfirah R. Muhamad Ramdan Raaniah Mumtaz Rahendra Maya Rahendra Maya, Rahendra Rahman Rahman Rasid, Husni Muhammad Rosalina Zulhijjah Rumba Triana Saim Kurniawan Salma Raniah Samsuddin Samsuddin Samsuddin Samsuddin Samsuddin Samsuddin Samsuddin Samsuddin Saqoikul Ilmi Sarifudin sarifudin, Sarifudin Siti Humaira Nur Hasanah Siti Wardah Nabilah Siti Zulfah Tri Wardah SOLAHUDIN SOLAHUDIN, SOLAHUDIN Sri Sukmawati Sri Sukmawati Suhada Suhada, Suhada Sujian Suretno Suretno, Sujian Syaeful Rokim Syafri, Ulil Amri Syahdan Muhammad Fauzi Syahdan Muhammad Fauzi Syahdan Syamsiar, Syamsiar Tamam, Abas Mansur Tomi Yuliansyah Ujang Andi Yusuf Ujang Andi Yusuf, Ujang Andi Unang Sodikin Unang Wahidin Unang Wahidin Unang Wahidin Unang Wahidin, Unang Utama, Eko Satria Wahyu Utami, Syifarahmi Hari Wartono Wartono Wartono Wartono Yani Sukarni Yulianti Zakaria, Aceng