p-Index From 2021 - 2026
14.461
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Journal of Agromedicine and Medical Sciences Jurnal Mirai Management Jurnal Surya Medika JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Jambura Journal of Chemistry PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Journal of Pharmaceutical and Health Research International Journal Of Science, Technology & Management (IJSTM) Indonesian Journal of Chemical Science and Technology Journal of Economics and Business UBS Jurnal Kesehatan Tambusai Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam JOURNAL LA MEDIHEALTICO Indonesian Journal of Pharmaceutical Education JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat FORTE JOURNAL Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Jurnal Farmanesia Jurnal Sains dan Teknologi Journal of Health and Medical Science International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Jurnal Farmasi Klinik dan Sains All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Cross-border Eduvest - Journal of Universal Studies FARMASAINKES Nusantara Scientific Medical Research Journal PCJN Pharmaceutical and Clinical Journal of Nusantara Analit: Analytical and Environmental Chemistry Usada Nusantara: Jurnal Kesehatan Tradisional Journal of Pharmaceutical and Sciences. JK Jurnal Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Media Farmasi Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesian Journal of Science and Pharmacy Jurnal Bakti Nusantara Jurnal Akademika Kimia Jurnal Sains dan Kesehatan MAFEBIS: Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Bisnis
Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN KADAR DAN VALIDASI METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET PADA SEDIAAN TABLET BROMHEKSIN DARI BEBERAPA INDUSTRI FARMASI Miswanda, Dikki; Ridwanto, Ridwanto; Mulyani, Riski
Jurnal Farmanesia Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v8i1.2781

Abstract

Bromhexine works by increasing the amount of mucus and reducing its viscosity. In Pharmacopoeia Edition V (2014) there is no monograph of bromhexine either in syrup form or in tablet preparation. Bromhexine has chromophore and auxochrome groups in its structure so that this compound can absorb radiation in the ultraviolet (UV) region. The purpose of this study is to find an alternative method that is simple and inexpensive but provides good accuracy and precision. This method was validated and then the validated method was applied to the assay of bromhexine tablets on the market. The method used was ultraviolet spectrophotometry with 0.1 N HCl as a solvent. The sample used was 5 bromhexine tablets with trade names. The validation test parameters carried out are accuracy, precision, detection limits and quantitation limits. The results of the specified validation test provide an accuracy test with a percent recovery of 101.14% and a Relative Standard Deviation (RSD) of 1.6964%. This shows that this method provides good accuracy and precision, with a limit of detection (LOD) of 0.6315 and a limit of quantitation (LOQ) of 1.1983. The assay results of the tablet sample of the trade name Bisolvon (PT. Boehringer Ingelheim) 100.70% -+ 0.56%; Bromifar (PT. Ifars) 101.09% -+ 0.44%; Bronchitis (PT. Graha Farma) 100.65% -+ 0.67%; Mucohexin (PT. Sanbe) 100.92% -+1.25% and Omesolvon (PT. Mutifa) 100.34% -+ 0.37%. All tablets determined to meet the requirements of the general content of a tablet that is not less than 90% and not more than 110% of the amount stated on the label.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN SENGGANI (Melastoma candidum D.Don) DENGAN VARIASI EKSTRAKSI MASERASI DAN MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION TERHADAP S. aureus DAN E. coli Hasibuan, Supia Indah; Nasution, Muhammad Amin; Ridwanto; Nasution, Haris Munandar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.33460

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi.  Jenis infeksi bisa dipicu oleh bakteri gram postif maupun gram negatif. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol daun Senggani (Melastoma candidum D.Don) dan mengevaluasi aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Jenis penelitian yang dilakuakan adalah penelitian eksperimental. Sampel tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun senggani (Melastoma candidum D.Don) yang diperoleh dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode pengambilan sampel dengan metode purposive yaitu tanpa membandingkan tumbuhan serupa didaderah lain. Data yang diperoleh dengan pengukuran diameter zona hambat ekstrak etanol daun senggani (Melastoma candidum D.Don) dengan metode ekstraksi maserasi dan microwave assisted extraction dari masing-masing konsentrasi dengan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalsis dengan menggunakan uji Oneway Annova. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji skrining fitokimia, metode ekstraksi maserasi dan microwave assisted extraction dan uji antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Senggani yang diperoleh melalui metode maserasi mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Ekstrak dari metode MAE juga mengandung senyawa-senyawa tersebut, serta glikosida tambahan. Aktivitas antibakteri ekstrak daun Senggani terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli menunjukkan bahwa ekstrak dari metode MAE memberikan zona hambat yang lebih besar dibandingkan dengan ekstrak dari metode maserasi, menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dalam aktivitas antibakteri.
Isolasi Dan Identifikasi Kitosan Dari Cangkang Kerang Bulu (Anadara antiquata) Rizki, Dewi; Ridwanto; Rani, Zulmai
Media Farmasi Vol 19 No 2 (2023): Media Farmasi Edisi Oktober 2023
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v19i2.174

Abstract

Chitosan is a polysaccharide formed via deacetylation of chitin. In general, chitosan is made from waste products from the fishing industry, such as shrimp, crabs, shells of feather clams, snails, and so on. The chitosan comes from the head, skin, and carapace. The development of chitosan applications has great potential because the production of shrimp, crab, and feather clam shells continues to increase. Chitosan is a bioactive substance with use in the fishing industry. This research aims to isolate and characterize chitosan from feather clam shells (Anadara antiquata) to convert feather clam shells into chitin and deacetylate it into chitosan then to determine the functional groups and characteristics of chitosan using Fourier infrared (FTIR). The isolation methods used were deproteination using 4% NaOH solvent, demineralization with a 1:5 ratio of 2N HCl solvent, depigmentation with a 1:10 ratio of 4% NaOCl solvent and deacetylation with a 1:20 ratio of 50% NaOH solvent. and chitosan characterization. According to the study's findings, the degree of deacetylation obtained in the form of a white powder was 75%, odorless fine powder. Chitosan dissolves in acetic acid, according to the solubility test. The obtained water content was 3.81% and the ash content obtained was 0.7%. Feather clam shell waste is declared to be well isolated and meets the requirements by SNI with a degree of deacetylation value of 75%. Kitosan merupakan polisakarida dari deasetilasi kitin; biasanya dibuat dari limbah produk industri perikanan seperti bekicot, kepiting, udang, bulu kerang, dan cangkang kerang. Kitosan berasal dari kulit, karapas, dan bagian kepala. Karena produksi udang, kepiting, dan cangkang kerang bulu yang terus meningkat, pengembangan aplikasi kitosan sangat potensial. Kitosan merupakan bahan bioaktif memiliki manfaat untuk industri perikanan. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi, menggambarkan kitosan yang ditemukan dalam cangkang kerang bulu (Anadara antiquata) agar merubah cangkang kerang bulu menjadi kitin dan di deasetilasi menjadi kitosan kemudian untuk mengetahui gugus fungsi dan karakteristik kitosan menggunakan fourier infrared (FTIR). Metode isolasi yang dilakukan yaitu  deproteinasi menggunakan pelarut NaOH 4%, demineralisasi menggunakan pelarut HCl 2N dengan perbandingan 1:5, depigmentasi menggunakan pelarut NaOCl 4% (1:10), deasetilasi dengan pelarut NaOH 50% (1:20) dan karakterisasi kitosan. Hasil penelitian menunjukkan derajat deasetilasi yang di peroleh yaitu 75% berbentuk serbuk halus berwarna putih dan  tidak berbau. Menurut uji kelarutan, kitosan larut dalam asam asetat. Kadar air yang diperoleh 3,81% dan kadar abu yang diperoleh 0,7%. Limbah cangkang kerang bulu dinyatakan terisolasi dengan baik dan telah memenuhi syarat sesuai dengan SNI dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 75%.
Isolation and Toxicity Test of Chitosan from Green Mussels (Perna viridis L.) With Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method Ridwanto Ridwanto; Audry Pratiwi; Zulmai Rani
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.2096

Abstract

Green Mussels (Perna viridis L.) is one of Indonesia's fishery resources. The purpose of this study was to determine the toxicity level of chitosan from green clam shells (Perna viridis L.) by looking at the LC50 value tested on the BSLT method. This study included isolation of chitin and chitosan: deproteination, demineralization, depigmentation and deacetylation of chitin into chitosan, chitosan characterization, FTIR, and chitosan Toxicity Test using the BSLT method to see the number of deaths of Artemia salina L larvae obtained data (LC50). The results showed that the Chitosan Green Clam Shell (Perna viridis L.) had an LC50 of 4369.1806 ?g/mL. The results showed that green clam shell chitosan (Perna viridis L.) was non-toxic (LC50 > 1000 ?g/mL) in the BSLT test. Keywords:          BSLT, Chitosan, Shellfish, Toxicity Test
Optimalisasi Peran Mahasiswa KKN Sebagai Tenaga Ahli dalam Meningkatkan Pelayanan di Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sitompul, M. Saleh; Azzahra, Fadya; Aprilia, Medhy Ardhita; Hermawan, Fiqri; Hasibuan, Sarinah; Adawiyah, Marissa Tasya; Al Hudawi, Muhammad; Al Qodri, Muhammad; Amir, Annisa Fadilah; Ridwanto, Ridwanto; Saragih, Alkausar
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 4, No 4: Desember 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v4i4.837

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan di desa melalui kontribusi mahasiswa sebagai tenaga ahli. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran mahasiswa KKN jurusan Manajemen dalam memberikan solusi strategis terhadap permasalahan pelayanan publik di Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Pendekatan yang digunakan melibatkan analisis kebutuhan desa, penyusunan strategi manajerial, serta implementasi program pelayanan berbasis partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi mahasiswa KKN mampu meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, serta partisipasi warga desa dalam pengelolaan pelayanan. Temuan ini merekomendasikan peningkatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat untuk keberlanjutan program serupa.
ISOLASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA MINUMAN CLASSIC ENZYME BERBAGAI MACAM BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Harahap, Siti Salimah; Ridwanto, Ridwanto; Daulay, Anny Sartika; Rahayu, Yayuk Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.32917

Abstract

Classic Enzyme adalah cairan yang dihasilkan dari buah-buahan melalui proses fermentasi dengan waktu panen 1 tahun. Bakteri Asam Laktat dapat di isolasi dari minuman Classic Enzyme. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mendapatkan daya hambat antibakteri dari isolat BAL yang terdapat pada minuman classic enzyme. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan uji organoleptik, pengukuran pH dan % kadar asam laktat. Isolat yang telah diisolasi dikarakterisasi secara makroskopis (warna, bentuk, ukuran koloni) dan mikroskopis (pewarnaan Gram dan pewarnaan endospora). Uji biokimia (uji katalase dan tipe fermentasi). Uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen dengan metode difusi cakram. Hasil Penelitian organoleptik classic enzyme memiliki aroma khas fermentasi, rasa asam, warna kuning muda keruh dan tekstur cair dengan pH 4,70 dan kadar asam laktat rata-rata 1,0717%. Dari isolasi 6 isolat yaitu BAL 1, BAL 2, BAL 3, BAL 4, BAL 5 dan BAL 6. Karakteristik makroskopis semua BAL berwarna putih susu, BAL 1, BAL 2, BAL 3 dan BAL 6 berbentuk batang sedangkan BAL 4 dan BAL 5 berbentuk bulat. Ukuran koloni berkisar 2,0-2,3 mm. pH sampel 4,70. Karakteristik mikroskopis semua isolat mempunyai pewarnaan gram positif dan endospora negatif. Karakteristik uji biokimia semua isolat katalase negatif dan tipe fermentasi homofermentatif. Semua isolat BAL dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat berkisar 8,8 mm hingga 10,6 mm. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa isolat yang diisolasi dari Classic enzyme adalah Bakteri Asam laktat yang memiliki aktivitas antibakteri yang berpotensi sebagai sumber probiotik.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL, FRAKSI POLAR, SEMI POLAR DAN NONPOLAR DAUN SIRIH CINA (Peperomia pellucida (L.) Kunth) DENGAN METODE DPPH Nurliansyah, Nurliansyah; Ridwanto, Ridwanto; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Yuniarti, Rafita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34627

Abstract

Daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) secara tradisional digunakan sebagai obat, untuk mengurangi nyeri rematik dan rematik gout. Sirih Cina memiliki senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan steroid. Terdapat senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal dan dapa menstabilkan radikal bebas. Antioksidan bekerja dengan melindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Senyawa antioksidan alami sering terdapat dari bagian-bagian tanaman seperti daun, bunga, dan buah. Metode yang paling sering digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan tanaman obat adalah metode uji dengan menggunakan radikal DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan esktrak etanol, dan fraksi polar, semi polar dan nonpolar daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dengan metode Dpph. Penelitian ini meliputi daun sirih cina dilakukan maserasi dengan methanol 96% selama 5 hari dan remaserasi 2 hari. Ekstrak kental dilakukan fraksinasi dengan pelarut air, n-heksan dan etil asetat .Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (1,1- diphenyl-2-picrylhydrazyl) Dengan mengukur aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas Dpph secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari uji aktifitas antioksidan fraksi daun sirih cina dengan metode dpph memilki kategori yang sangat kuat dengan aktivitas nilai IC50 pada fraksi air sebesar40,71525µg/ml, fraksi etil asetat memiliki kekuatan sangat kuat dengan kategorisebesar 6,17085µg/ml, dan fraksi n-Heksan memiliki kekuatan sangat kuat dengan kategori sebesar 23,8421 µg/ml. Senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam daun sirih cina (Peperomia pellucida (L.) Kunth) yang berasal dari kecamatan kota medan adalan flavonoid,alkaloid, saponin, tanin, glikosida dan steroid/terpenoid.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL GETAH BATANG PISANG AMBON(MUSA PARADISIACA (L.,) DAN UJI ANTI INFLAMASI Pitaloka, Syifa Amilia; Ridwanto, Ridwanto; Pulungan, Ainil Fithri; Rani, Zulmai
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.36340

Abstract

Penelitian ini bertujuanUntuk m engetahui senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak etanol getah batang pisang ambon dan mengetahui dosis efektif yang memberikan efek antiinflamasi dari ekstrak etanol getah batang pisang ambon yang diinduksi karagenan. Salah satu kelompok fenolik utama dari senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan hijau adalah flavonoid. Flavonoid yang mengandung sistem aromatik terkonjugasi dapat diidentifikasi pada kisaran panjang gelombang kuat pada bagian spektrum UV dan Visible, yang dapat diukur dengan spektrofotometri UV-Vis dengan reagen pembentuk kompleks metode kolorimetri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental karena menyelidiki ada atau tidaknya hubungan sebab akibat dari suatu fenomena yang dikaji secara kuantitaif dan kualitatif . Penelitian ini meliputi penetapan kadar flavonoid total dengan larutan induk baku kuersetin, pengujian antiinflamasi dengan membagi hewan uji yang telah diinduksi dengan karagenan menjadi lima kelompok berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol getah batang pisang ambon positif mengandung flavonoid. Hasil Ekstrak, dan kadar ekstrak etanol getah batang pisang ambon konsentrasi 96% adalah 23,64 ±0,907567019 mgQE/g dan kelompok hewan yang diberi EEGBPA dosis 18mg/kgBB, 36mg/kgBB, 72mg/kgBB dan natrium diklofenak , memiliki puncak tertinggi efek inflamasi pada menit ke 240 dengan persen radang sebesar EEGBPA dosis 18mg/kgBB sebesar 57,49%, dosis 36mg/kgBB sebesar 46,25% pada menit ke 180, dosis 72mg/kgBB sebesar 42,2% pada menit ke 300 , Natrium Diklofenak dosis 4,5 mg/kgBB sebesar 29,15%.
Penetapan Kadar Vitamin C dan Aktivitas Antioksidan Hasil Perasan Buah Jambu Biji Kristal Melinda, Reni; Sartika Daulay, Anny; Ridwanto, Ridwanto; Amin Nasution, Muhammad
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 4, No 3 (2024): September-Desember 2024
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v4i3.28891

Abstract

Vitamin C or ascorbic acid, is a type of water-soluble vitamin derived from hexose. Ascorbic acid contains a chromophore group, which is sensitive to light or forms of electromagnetic radiation. In addition, ascorbic acid functions as an antioxidant and protector against free radicals. Vitamin C is an antioxidant vitamin that can ward off various extracellular free radicals. This antioxidant property comes from the -OH groups number 2 and 3 which are bound to the C atom with a conjugated double bond so that they can donate hydrogen ions to various oxidant compounds, such as free radicals. This study aims to determine the content of secondary metabolites from crystal guava juice (psidium guajava L.), to determine the levels of Vitamin C (psidium guajava L.), and to conduct antioxidant activity tests on crystal guava juice (psidium guajava L.). The stages of this study include sample processing, phytochemical screening, qualitative analysis examination, determining vitamin C levels and determining antioxidant activity using the DPPH method with a UV-Vis spectrophotometer. The results of the study showed that the levels of vitamin C in the squeezed crystal guava flesh were 0.59441 ± 0.00032 mg/g and in the squeezed crystal guava seeds 0.32062 ± 0.00064 mg/g. While the antioxidant activity with the IC50 results of the squeezed crystal guava flesh was 3751.3274 µg/mL in the squeezed crystal guava seeds 2785.2941 µg/mL and as a comparison, vitamin C with IC50 was 4.2539 µg/mL. It can be concluded that the levels of vitamin C in the squeezed crystal guava flesh were higher than in the squeezed crystal guava seeds. The strength of the antioxidant activity was very weak because the sample used was a squeeze obtained by filtering using flannel cloth.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL, FRAKSI POLAR, SEMI POLAR DAN NONPOLAR DAUN SIRIH CINA (PEPEROMIA PELLUCIDA (L.) KUNTH) DENGAN METODE DPPH Nurliansyah, Nurliansyah; Ridwanto, Ridwanto; Dalimunthe , Gabena Indrayani; Yuniarti , Rafita
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chinlelsel beltell lelavels (Pelpelromia pelllucida (L.) Kunlth) arel traditionlally useld as a meldicinlel for relducel thel painl of rhelumatism anld gout. Chinlelsel beltell has selconldary meltabolitel compounlds, nlamelly alkaloids, flavonloids, saponlinls, tanlnlinls anld stelroids. activitiels. Thelrel arel anltioxidanlt compounlds that funlctionl as anltidotels anld canl stabilizel frelel radicals. Anltioxidanlts work by protelctinlg againlst damagel causeld by frelel radicals. NLatural anltioxidanlt compounlds arel oftelnl founld inl planlt parts such as lelavels, flowelrs anld fruit. Thel melthod most oftelnl useld to telst thel anltioxidanlt activity of meldicinlal planlts is thel telst melthod usinlg DPPH radicals. This relselarch aims to deltelrminlel thel potelnltial anltioxidanlt activity of elthanlol elxtract anld polar, selmi-polar anld nlonl-polar fractionls of Chinlelsel beltell lelavels (Pelpelromia pelllucida (L.) Kunlth) usinlg thel Dpph melthod. This relselarch inlcludeld macelrationl of Chinlelsel beltell lelavels with 96% melthanlol for 5 days anld relmacelrationl for 2 days. Thel thick elxtract was fractionlateld usinlg nl-helxanlel anld elthyl aceltatel solvelnlts. Thel anltioxidanlt activity telst useld DPPH (1,1-diphelnlyl-2-picrylhydrazyl) by melasurinlg thel anltioxidanlt activity againlst Dpph frelel radicals qualitativelly anld quanltitativelly. Thel relsults of thel anltioxidanlt activity telst of thel Chinlelsel beltell lelaf fractionl usinlg thel dpph melthod havel a velry stronlg catelgory with anl IC50 activity valuel inl thel watelr fractionl of 40.71525µg/ml, thel elthyl aceltatel fractionl has a velry stronlg strelnlgth with a catelgory of 6.17085µg/ml, anld thel nl-Helxanlel fractionl has velry stronlg strelnlgth with a catelgory of 23.8421 µg/ml. Thel selconldary meltabolitel compounlds conltainleld inl Chinlelsel beltell lelavels (Pelpelromia pelllucida (L.) Kunlth) originlatinlg from Meldanl City sub-district arel flavonloids, alkaloids, saponlinls, tanlnlinls, glycosidels anld stelroids/telrpelnloids
Co-Authors Abdullah, Husaini Abdullah, Muhammad Wahyuddin Adawiyah, Marissa Tasya Adyani Maulinda Afrizani, Afrizani Agus Priyadi Akbar, Windi Hari Al Hudawi, Muhammad Al Qodri, Muhammad Alviana, Liya Amin Nasution, Muhammad Amir, Annisa Fadilah Andi Syahputra, Ricky Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Aprilia, Medhy Ardhita Arifin, Khairil Fikri Arjuniadi, Arjuniadi Audry Pratiwi Audry Pratiwi Azhar, Gustika Azri, Atika Azzahra, Fadya Cici Andriani Claudy Friesta Melanie Dalimunthe, Gabena Indriyani Damanik, Sumayyah Daniel Happy Putra Daulay , Anny Sartika Daulay, Ani Sartika Daulay, Anny S. Denni Bahari Dikki Miswanda Dina Suciati Saragih Dison Silalahi, Alistraja Elma Natasya Fadhilah M, Ihsan Fadhlah Al-Uyun Nasution Fajri, Fajrilda Aqilah Fathur Rahman Fathur Rahman Fatur Rahman Fithri Pulungan, Ainil FRANSISKA, EVA Gabena Indrayani Dalimunthe Hafizha, Putri Harahap, Ade Try Atwinda Harahap, Siti Salimah Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Harun , Fathur Rahman Harun , Fatur Rahman Harun, Fathur Rahman Hasanah, Qori Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Sarinah Hasibuan, Supia Indah Hazizah, Mautia Hermawan, Fiqri Humairah, Dwina Angelina Imelda Natasia Br S Meliala Irvan Andreansyah Irwan Misbach Isnaria, Vita Khairunnisa Khairunnisa Lastri Afni Lince Bulutoding Lubis, Minda Sari M. Naufal Rifqi Maghfirah , Dini Makhfirah Malahayati Malahayati Mambang, D Elysa Putri Manik, Umi Chairani Manurung, Aisyah Baddriah Maryanti Yuza Melinda, Reni Meliyana Meliyana Merani Phaustina Lumban Gaol Mirna Mirna Muchlis, Syaiful Muhammad Amin Nasution Muhammad Amin Nasution Muhammad Wahyudi Munthe, Ariska Munthe, Herlina Nada, Dina Qatrun Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri, Nasri Nasution, Kartika Zsaskia Nasution, M. Amin Nasution, Shamila Sufi Aulia Nazirah, Nazirah Ningtias, Anggitha Nst, Haris Munandar Nur Ainun Nuraida Nuraida Nurhayati Nurhayati Nurliansyah, Nurliansyah Nurmazela, Virda Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pitaloka, Syifa Amilia Pulungan, Ainil Fitri Puteri, Cut Intan Annisa Putri Khairani Putri Theresia Harianja Putriyana Putriyana Qisti Pristiwani Rahayu , Yayuk Putri Rahayu Rahayu Rahma Dona, Rahma Rahmadani , Adevika Rahmadani Rahmadani Rahmah, Ruhiya Rahmasari, Siti Rahmayanti, Putri Rambe, Robiatun Reza Irma Ricky Andi Syahputra Rika Yuliana, Rika Riski Mulyani, Riski Risma Fauziah Pasaribu Rizki, Dewi Rizki, Rahmad Rosaldi, Hikmah Rossa, Aliffa S Sumarlin Sagala , Vipi Zetiara Salwa, Shakhila Saragih, Alkausar Sari, Farida Sartika Daulay, Anny Sasnita, Merida Selfia Lestary Shilvia, Fatin Sinaga, Novita Yulianti Siradjuddin, Siradjuddin Siregar , Anisah Siregar, Muhammad Alfariz Baihaqi Sitompul, M. Saleh Sitorus, Dara Indah Sri Wahyuni Syahfitri , Adelya Syahputra, Ricky Andi Syalsabila Putri Syarifah Aulia Tamara Army Tambupolon, Sanya Tanika Trizaldi, Asep Utama, Fazrul Amin Vera Estefania Kaban Wijiyaningsih, Dinda Yanti, Rahma Yayuk Putri Rahayu Yulia Nanda Putri Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani