p-Index From 2021 - 2026
10.384
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan metode teach-back terhadap self-care pasien gagal jantung Aminah, Siti; Jumaiyah, Wati; Latipah, Siti; Rayasari, Fitrian; Anggraini, Dewi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1702

Abstract

Background: Heart failure is a chronic disease that requires long-term management and active patient involvement in self-care. Non-adherence to medication, diet, and symptom monitoring increases the risk of recurrent hospitalization. The teach-back method is an effective educational approach to ensure patients’ understanding of medical instructions and improve self-care behaviors. Purpose: To analyze the effectiveness of implementing teach-back method-based education on self-care of heart failure patients. Method: This study implemented an Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) approach using a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 13 heart failure patients who met the inclusion criteria. The intervention was delivered in three sessions during hospitalization, followed by two educational follow-ups via telephone after discharge. The instrument used to measure self-care was the European Heart Failure Self-care Behavior Scale (EHFScB-9). Data were analyzed using a paired t-test. Results: There was a significant improvement in patients’ self-care scores after the intervention (mean before = 48.49; after = 80.97; p = 0.000). This indicates that the teach-back method effectively enhanced the self-care abilities of patients with heart failure. Conclusion: The teach-back intervention effectively improved self-care among heart failure patients, demonstrating high validity, an applicable educational SOP, and positive patient responses.   Keyword: Heart Failure; Self-Care; Teach-Back Method.   Pendahuluan: Gagal jantung merupakan penyakit kronis yang membutuhkan manajemen jangka panjang dan keterlibatan aktif pasien dalam melakukan perawatan mandiri (self-care). Ketidakpatuhan pasien terhadap pengobatan, diet, dan pemantauan gejala dapat meningkatkan risiko rawat inap berulang. Metode teach-back merupakan salah satu pendekatan edukasi yang efektif untuk memastikan pemahaman pasien terhadap instruksi medis dan meningkatkan self-care. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas penerapan pendidikan berbasis metode teach-back terhadap self-care pasien gagal jantung. Metode: Implementasi Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) dengan desain one group pretest post-test. Sampel terdiri dari 13 pasien gagal jantung sesuai kriteria inklusi. Intervensi diberikan dalam tiga sesi selama perawatan dan dilanjutkan dengan dua kali edukasi melalui telepon setelah pasien pulang. Instrumen pengukuran self-care menggunakan European Heart Failure Self Care Behavior Scale (EHFScB-9). Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan skor self-care pasien setelah intervensi (mean sebelum 48.49; sesudah 80.97; p = 0.000). Hal ini menunjukkan bahwa metode teach-back mampu meningkatkan kemampuan perawatan mandiri pasien gagal jantung secara bermakna. Simpulan: Intervensi teach-back efektif meningkatkan self-care pasien gagal jantung dengan validitas tinggi, SPO edukasi aplikatif, dan respon positif pasien.   Kata Kunci: Gagal Jantung; Metode Teach-Back; Self-Care.
Efektivitas kombinasi buerger allen and resistance exercise terhadap gula darah puasa dan adekuasi hemodialisis pasien diabetic kidney disease Afriza, Wicke; Astika, Tria; Rayasari, Fitrian; Natashia, Dea
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1841

Abstract

Background: Diabetic nephropathy is another term for diabetic kidney disease. patients with diabetes and diabetic kidney disease constitute a distinct population group diagnosed with increased urinary albumin excretion or decreased glomerular filtration rate (GFR). This impacts kidney function and alters the way waste and excess fluid are removed from the body. Purpose: To determine the effectiveness of a combination of buerger allen and resistance training on fasting blood sugar and hemodialysis adequacy in patients with diabetic kidney disease. Method: This study used a quasi-experimental design with a pre- and post-test and control group. The study was conducted at Pondok Kopi Islamic Hospital in Jakarta, with 59 participants divided into two groups: 32 in the intervention group and 27 in the control group. Both groups underwent fasting blood sugar and hemodialysis adequacy (Kt/V) measurements before and after the combination of Buerger Allen and resistance training. The intervention group performed a combination of Buerger Allen and resistance training for 8 weeks (16 sessions), while the control group received only standard intervention during hemodialysis. Results: The combination of buerger allen exercises and weight training proved effective in lowering fasting blood sugar levels and improving hemodialysis adequacy in patients with diabetic kidney disease. In the intervention group, fasting blood sugar decreased with a mean score difference of 1.75, while the control group experienced an increase of 2.06. Furthermore, there was a significant change in the hemodialysis adequacy score (Kt/V) in the intervention group with a p-value of 0.02. Paired sample results also supported these findings, with the fasting blood sugar (t = 2.11) and Kt/V (t = 2.81) scores showing significant improvements, while the control group showed no significant changes. Overall, the combination of buerger allen exercises and weight training was effective in improving blood sugar control and improving hemodialysis quality in patients with diabetic kidney disease. Conclusion: The combination of buerger allen exercises and weight training was effective in improving blood sugar control and improving hemodialysis quality in patients with diabetic kidney disease.   Keywords: Buerger Allen; Diabetic Kidney Disease Patients; Fasting Blood Sugar; Hemodialysis Adequacy; Weight Training.   Pendahuluan: Nefropati diabetik adalah istilah lain dari Diabetic Kidney Disease (DKD). Pasien dengan diabetes dan DKD adalah kelompok yang berbeda dari populasi yang didiagnosis dengan salah satu dari dua karakteristik peningkatan ekskresi albumin urin atau penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR). Hal ini berdampak pada fungsi ginjal dan mengubah cara pembuangan limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas kombinasi buerger allen and resistance exercise terhadap gula darah puasa dan adekuasi hemodialisis pasien diabetic kidney disease. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre and post test group design with control group. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi dengan jumlah sampel sebanyak 59 partisipan yang dibagi menjadi 2 kelompok, yakni 32 partisipan pada kelompok intervensi dan 27 partisipan pada kelompok kontrol. Kedua kelompok sampel dilakukan pemeriksaan gula darah puasa dan adekuasi hemodialisis (Kt/V) sebelum dan sesudah kombinasi buerger allen dan resistance exercise. Kelompok intervensi melakukan kombinasi Buerger Allen dan latihan resistensi selama 8 minggu (16 kali pertemuan), sedangkan kelompok kontrol hanya menerima intervensi standar selama hemodialisis. Hasil: Kombinasi buerger allen dan resistance exercise terbukti efektif dalam menurunkan kadar gula darah puasa serta meningkatkan adekuasi hemodialisis pada pasien dengan DKD. Pada kelompok intervensi, terjadi penurunan gula darah puasa dengan selisih mean rank 1.75, sedangkan kelompok kontrol justru mengalami peningkatan sebesar 2.06. Selain itu, terdapat perubahan signifikan pada nilai adekuasi hemodialisis (Kt/V) kelompok intervensi dengan p-value 0.02. Hasil paired sample juga memperkuat temuan ini, nilai t gula darah puasa (t = 2.11) dan Kt/V (t = 2.81), menunjukkan perbaikan bermakna, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan. Secara keseluruhan, kombinasi buerger allen dan resistance exercise efektif dalam memperbaiki kontrol gula darah dan meningkatkan kualitas hemodialisis pada pasien DKD. Simpulan: Kombinasi buerger allen dan resistance exercise efektif dalam memperbaiki kontrol gula darah dan meningkatkan kualitas hemodialisis pada pasien DKD.   Kata Kunci: Adekuasi Hemodialisis; Buerger Allen; Gula Darah Puasa; Pasien Diabetic Kidney Disease; Resistance Exercise.  
Penerapan evidence-based nursing practice (EBNP) mengenai intervensi virtual reality (VR) dalam mengurangi kecemasan pada pasien yang menjalani coronary angiography Hendi, Oman; Jumaiyah, Wati; Latipah, Siti; Rayasari, Fitrian; Anggraini, Dewi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1628

Abstract

Background: Coronary angiography is used as an appropriate method for diagnosing coronary artery disease (CAD), which is the radiographic visualization of coronary arteries after the injection of radiopaque contrast media. However, patients undergoing coronary angiography experience anxiety. With advancements in technology, various innovations have emerged offering non-invasive alternatives for managing anxiety in patients undergoing coronary angiography. One innovative approach currently under development is the use of Virtual Reality (VR). Purpose: To determine the effect of VR in reducing anxiety in patients undergoing coronary angiography.  Method: This EBNP application is experimental, using a pre-post test design with a sample size of 30 patients. VR intervention was administered to patients undergoing coronary angiography for 30 minutes. Anxiety levels were measured using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI) questionnaire. Results: The VR intervention showed a reduction in anxiety, with a p-value of 0.000, which is less than the alpha level of 0.05, indicating a significant difference in anxiety levels before and after the VR intervention in patients undergoing coronary angiography.  Conclusion: The VR intervention has a positive effect in reducing anxiety in patients before coronary angiography.   Keywords: Anxiety; Coronary Angiography; Coronary Artery Disease; Virtual Reality.   Pendahuluan: Coronary angiography digunakan sebagai metode yang tepat untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner yang merupakan  visualisasi radiografi pembuluh darah koroner setelah penyuntikan media kontras radiopak. Akan tetapi, pasien yang menjalani coronary angiography mengalami kecemasan.  Seiring dengan perkembangan teknologi terdapat berbagai inovasi yang menawarkan alternatif noninvasif dalam pengelolaan kecemasan pada pasien yang menjalani coronary angiography. Salah satu pendekatan inovatif yang sedang berkembang adalah penggunaan virtual reality (VR). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan evidence-based nursing practice (EBNP) mengenai intervensi virtual reality (VR) dalam mengurangi kecemasan pada pasien yang menjalani coronary angiography. Metode: Penerapan EBNP ini bersifat eksperimen menggunakan desain pre-post test design dengan jumlah sampel sebanyak 30 partisipan. Intervensi VR pada pasien yang menjalani coronary angiography selama waktu 30 menit. Melakukan pengukuran kecemasan 15 dengan kuesioner state trait anxiety inventory (STAI). Hasil: Intervensi VR menunjukkan menurvensi VR paru) mencapai 6,penurunan kecemasan diperoleh (p Value) 0.000 ≤ 0.05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan kecemasan sebelum dan setelah dilakukan intervensi VR pada partisipan yang menjalani coronary angiography. Simpulan: Intervensi VR memberikan pengaruh positif dalam mengurangi kecemasan pasien sebelum tindakan coronary angiography.   Kata Kunci: Coronary Angiography; Coronary Artery Disease; Kecemasan; Virtual Reality.
Efektivitas edukasi berbasis self-efficacy terhadap peningkatan pengetahuan dan perawatan kaki diabetes mellitus tipe 2 Nada, Depira Elza; Astika, Tria; Rayasari, Fitrian
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1842

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that can cause serious complications, one of which is diabetic foot ulcers. Lack of knowledge and practice of proper foot care increases the risk of ulcers leading to amputation. Therefore, an educational strategy is needed that not only provides information, but also increases the patient's confidence in performing foot care independently. Purpose: To determine the effect of self-efficacy-based education on improving the knowledge and practice of foot care of type 2 DM patients. Method: A quasi-experimental with a pre-test and post-test with control group approach. The sample of this study were all patients with diabetes mellitus in the Panongan health center working area with a total sample of 42 respondents, divided into the intervention group (self-efficacy-based education) and the control group (education with leaflets). The research instruments used diabetic foot care knowladge, footcare confidence scale, and foot care behavior scale. Data analysis using paired t-test and independent t-test. Results: A significant increase in knowledge (P=0.001), self-efficacy (P=0.000), and foot care behavior (P=0.001) in the intervention group compared to the control group. Conclusion Self-efficacy-based education is effective in improving knowledge and foot care of patients with type 2 diabetes.   Keywords: Diabetes Mellitus; Diabetic Foot; Health Education; Self Efficacy.   Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik. Kurangnya pengetahuan dan praktik perawatan kaki yang tepat meningkatkan risiko terjadinya ulkus yang berujung pada amputasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri pasien dalam melakukan perawatan kaki secara mandiri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi berbasis self-efficacy terhadap peningkatan pengetahuan dan praktik perawatan kaki pasien DM tipe 2. Metode: Quasi-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus di wilayah kerja puskesmas Panongan dengan jumlah sampel 42 responden, dibagi dalam kelompok intervensi (edukasi berbasis self-efficacy) dan kelompok kontrol (edukasib dengan leflet). Instrumen penelitian menggunakan diabetic foot care knowladge, footcare confidence scale, dan foot care behavioor scale dan lembar observasi. analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Peningkatan signifikan pada pengetahuan (p=0.001), self-efficacy (p=0.000), dan perilaku perawatan kaki (p=0.001) pada kelompok intervensi dibanding kontrol. Simpulan Edukasi berbasis self-efficacy efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perawatan kaki pasien DM tipe 2.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Edukasi Kesehatan; Kaki Diabetik; Self Efficacy.
Pengaruh nostril breathing terhadap depresiasi tekanan darah pada orang dengan hipertensi usia produktif Zaki, Muhamad; Sofiani, Yani; Agung, Rizki Nugraha; Rayasari, Fitrian; Kurniasih, Dian Noviati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.2043

Abstract

Background: Uncontrolled hypertension over a long period of time can lead to heart attacks, strokes, chronic heart failure (CHF), and chronic renal failure (CRF). The prevalence of hypertension in Indonesia's productive-age population is 13.2%, 20.1%, 31.6%, 45.3%, and 55.2%, among those aged 25-34. One non-pharmacological treatment that can be used to lower blood pressure in hypertensive patients is Nostril Breathing. Purpose: To determine the effect of nostril breathing on blood pressure depression in people with hypertension of productive age. Method: This quantitative quasi-experimental study, with pre- and post-tests without a control group, used a cross-sectional approach. This study was conducted at Astra Insurance Jakarta in August 2025 for 5 days, measuring blood pressure before and after the intervention in 40 participants with hypertension. Data analysis used repeated measures ANOVA at a p-value of 0.002 (<0.05). Results: The average systolic blood pressure before the intervention on day 1 was 151.18 ± 7.26, while the average diastolic blood pressure on day 1 before the intervention on the first day was 85.28 ± 6.91. In the next measurement, the average systolic blood pressure after the intervention on day 5 was lower than the previous days, at 133.63 ± 6.13. Meanwhile, the average diastolic blood pressure after the intervention on day 5 was lower than the previous days, at 82.63 ± 4.08. Conclusion: There is an effect of nostril breathing on blood pressure in people with hypertension, marked by a decrease in blood pressure with a p-value = 0.000 (<0.05). Suggestion: For future researchers, to further examine risk factors that influence the degree of hypertension, such as age and obesity, develop nursing interventions through experimental research, for example, the effect of health education on sleep quality on reducing blood pressure, employee behavior such as lack of physical activity, obesity, smoking, coffee consumption, and personality type.   Keywords: Blood Pressure; Hypertension; Nostril Breathing.   Pendahuluan: Hipertensi yang tidak terkontrol dalam waktu yang lama akan menyebabkan serangan jantung, stroke, chronic heart failure (CHF), dan chronic renal failure (CRF). Prevalensi hipertensi penduduk usia produktif di Indonesia pada umur 18-24 tahun sebesar 13.2%, umur 25-34 tahun sebesar 20.1%, umur 35-44 tahun sebesar 31.6%, umur 45-54 tahun sebesar 45.3%, dan umur 55-64 tahun sebesar 55.2%. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi adalah Nostril Breathing. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh nostril breathing terhadap depresiasi tekanan darah pada orang dengan hipertensi usia produktif. Metode: Penelitian kuantitatif quasy experiment dengan pre and post without control group menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Asuransi Astra Jakarta pada bulan Agustus 2025 selama 5 hari dengan mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi kepada 40 partisipan dengan hipertensi. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan repeated measure ANOVA pada ketetapan p-value 0.002 (< 0.05). Hasil: Rata-rata tekanan darah sistole sebelum intervensi pada hari ke-1 adalah 151.18 ± 7.26, sedangkan rata-rata tekanan darah diastole hari ke-1 sebelum intervensi pada hari pertama adalah sebesar 85.28 ± 6.91. Pada pengukuran berikutnya didapatkan hasil rata-rata tekanan darah sistole sesudah intervensi pada hari ke-5 lebih rendah dari hari-hari sebelumnya, sebesar 133.63 ± 6.13. Sementara itu, rata-rata tekanan darah diastole sesudah intervensi pada hari ke-5 lebih rendah dari hari-hari sebelumnya, sebesar 82.63 ± 4.08. Simpulan: Terdapat pengaruh nostril breating terhadap tekanan darah pada orang dengan hipertensi, ditandai adanya penurunan tekanan darah dengan p-value = 0.000 (<0.05). Saran: Bagi peneliti selanjutnya untuk meneteliti lebih lanjut faktor risiko yang memengaruhi derajat hipertensi, seperti usia dan obesitas kembangkan intervensi keperawatan melalui penelitian eksperimen, misalnya pengaruh penyuluhan kesehatan tentang kualitas tidur terhadap penurunan tekanan darah. perilaku pegawai seperti kurangnya aktivitas fisik, obesitas, merokok, konsumsi kopi, dan tipe kepribadian.   Kata Kunci: Hipertensi; Nostril breathing; Tekanan darah.
Determinan Terbentuknya Epibole (Rolled Under Epithelial) Pada Penyembuhan Ulkus Kaki Diabetik Irma Puspita Arisanty; Yani Sofiani; Rizki Nugraha Agung; Fitrian Rayasari; Dian Noviati Kurniasih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49253

Abstract

Introduction: Diabetic foot ulcers (wounds) are chronic ulcers that require special treatment, one of which is to ensure that the wound edge epithelialization process goes well. Epibole is a wound edge complication where the epithelium rolls downward, preventing wound closure. Methods: This study is a cross sectional observation with a conscusive sampling method in diabetikic foot ulcer patients. Results: Statistical analysis of this study showed the incidence of epibole in diabetic foot ulcers was 18.3% (N=93) and showed no significant relationship between the characteristics of respondents, ulcer characteristics with the incidence of epibole in diabetic foot ulcers. Multivariate analysis showed that the determinant factor of epibole formation in diabetic foot ulcer healing was wound age with an OR value of 5.566. Chronic wounds aged ≥ 21 days have the characteristic of keratinocytes (epithelialization) that slow down (do not migrate) so that epibole is formed and the wound is difficult to close. Recommendation: The occurrence of epibole should be identified as soon as posible, so that it can be treated immediately and accelerate wound re-epithelial or closure.
Efektifitas Murottal Al-Quran dan Relaksasi Benson Terhadap Skala Nyeri dan Gula Darah Sewaktu Riska Fadilah; Tria Astika E.P; Fitrian Rayasari; Dhea Natashia; Dedeh Komalawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49736

Abstract

Latar Belakang: Semakin tinggi kadar gula darah pada pasien diabetes melitus yang memiliki luka ulkus maka, semakin tinggi risiko yang akan di alami. Hal ini dapat dicegah melalui terapi non farmakologi dan kontrol kadar gula darah. Salah satu intervensi non farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah Murottal Al-Quran dan terapi relaksasi benson. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi murottal Al-Quran dan ralaksasi Benson terhadap nyeri dan kadar gula darah pada pasien ulkus diabetikum. Metode: penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dan jumlah sampel pada penelitian adalah 40 orang (20 Eksperimen dan 20 Kontrol). Hasil: penelitian menunjukkan, mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan usia lebih dari 45 tahun serta memiliki klasifikasi luka ulkus derajat 2. Uji statistik dengan menggunakan independent t-test, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap skala nyeri dengan p-value = 0,03 dan kadar gula darah dengan p-value = 0,00. Hasil analisa multivariat menemukan, tidak terdapat hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, kecemasan dan klasifikasi luka terhadap skala nyeri dan kadar gula darah pasien dengan ulkus diabetikum. Kesimpulan: dari penelitian ini, terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi Murottal Al-Quran dan relaksasi Benson terhadap skala nyeri dan kadar gula darah.
Efektivitas Ankle Pumping Exercise dan Buerger Allen Exercise Terhadap Sirkulasi dan Sensitivitas Kaki Abdilah Septiana Putri Putri; Tria Astika, E; Fitrian Rayasari; Dhea Natashia; Dedeh Komalawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.50905

Abstract

Latar Belakang: Sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2 merupakan dua aspek kritis yang sering mengalami gangguan akibat komplikasi penyakit ini. Hiperglikemia kronis memicu aterosklerosis dan penebalan dinding pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke ekstremitas bawah serta dapat menyebabkan akumulasi sorbitol dan fruktosa dalam sel saraf yang dapat menimbulkan stres osmotik yang merusak mitokondria dan fungsi saraf. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas Ankle Pumping Exercise dan Burger Allen Exercise terhadap sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy-experimental The Two-Group Pretest-Posttest. Sampel: Total sampel 26 orang (13 Ankle Pumping Exercise dan 13 Burger Allen Exercise). Hasil penelitian: Responden dalam penelitian memiliki proporsi usia paling banyak lansia awal (46-55 tahun) dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan. Hasil uji t menunjukkan terdapat pengaruh nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan sensitivitas kaki pada kelompok Ankle Pumping Exercise dan Buerger Allen Exercise dengan nilai p-value 0,018 dan 0,009. Kesimpulan: Kedua latihan berpegaruh terhadap sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes melitus tipe 2. Namun peneliti menyimpulkan bahwa Buerger Allen Exercise lebih efektif dalam meningkatkan sirkulasi dan sensitivitas kaki pada penyandang diabetes mellitus tipe 2. Saran: Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan yang dapat dilakukan oleh penyandang diabetes mellitus tipe 2 dalam memperlancar sirkulasi kaki dan mencegah terjadinya ulkus diabetik.
Co-Authors Abdilah Septiana Putri Putri Abdu Rahim Kamil Abdu Rahim Kamil Abdu Rahim Kamil Abdul Khamid, Abdul Abriyanti, Rika Mustika Adria Rusli, Adria Afriza, Wicke Agung, Rizki Nugraha Agus Purnama Ahmad Zubairi Aisyah Aisyah Alfin, Riandi Ali Asman Harahap Amelia Andini Anggareni, Dewi Anwar Warongan Anwar, Tasbihul Apriani, Nuni Arta Marisi Dame Asmara, Amelia Astika, Tria Astuti, Medya Aprilia Astuty, Yeni Az Zahra, Fajar Putri Azzam, Rohman Bahjatun Nadrati Besral . Briefman Tampubolon Busjra M Nur Busjra M Nur Busjra M. Noor Chairunnisa, Dea Dadang Saadulloh Dedeh Komalawati Dedeh Komalawati Desy Anggraini Desy anggraini Dewi ANGGRAENI Dewi Anggraini Dewi Anggraini Dewi Gayatri Dhea Natashia Dian Noviati Dian Noviati Kuriasih Dian Noviati Kurniasih Dian Novita Dian Novita Kurniasih Dian Novita Kurniasih Dwi Riniasih Erna Rochmawati, Erna Eva Desvita Eva Desvita Fakhrudin Nasrul Sani Firmansyah Firmansyah Ganjar Kundi Prasetya Handayani, Martuti Dwi Hartati, Yeni Haryanti, Noviana Hendi, Oman Henny Dwi Susanti Hernani, Eni Hernani, Eny Ii Ismail Ilham Suryana Indraswati, Ita Irawati, Diana Irawati, Diana Irma Puspita Arisanty Jumaiyah, Wati Jumaiyah, Wati Komalawati, Dedeh Kurniasih, Dian Noviati Latipah, Siti Lofa, Priyo Hadi Prasetiyo Maemun, S.KM, M.Epid, Siti Maemun, Siti Maryani, Fenny Muhammad Hadi Muhammad Irfan Nugraha Mulya, Devi Sri Mulyatsih, MG Enny Munaya Fauziah Munaya, Munaya Mustafida, Ika Nada, Depira Elza Nana Supriyatna Natashia, Dea Nathasia, Dhea Novia Wulansari Noviana Haryanti Novianti, Dian Nugraha, Rizky Nur Aini Nuraenah, Nuraenah Nurapandi, Adi Nurhayati Nurhayati Nyimas Heny Purwati Nyimas Heny Purwati Prasetya, Ganjar Kundi Purnamawati, Dewi Putri, Handayani Rahayu, Esti Kusuma Ria Mariatul Isnaani Rina Yuliaty, Rina Risdayati Risdayati Riska Fadilah Rita Erlina Rizki Nugraha Agung Rohani Rohani Rohman Rohman Azzam Rohman Azzam Rostini, Heny S, Baharudin Lutfi Saadulloh, Dadang Salsabila, Sephia Santosa, Puji Raharja Sari, Irma Permata Satriani Gultom Satriani Satriani Selvi Monika Septiawantari, Rani Setiawati, Desy Shahroh, Yuni Siswandi, Iyar Siti Aminah Siti Badriah Siti Nurlaelah Siti Rahayu Slametiningsih, Slametiningsih Sofian, Yani SRI ATUN Sri Mulati Nendah Agreta Sri Yulianti Sufiana Larombia Sukmawati, Lina Sulistyorini, Cahyo Ismawati Surani, Sri Suryati Suryati Susanti, Ricka Ardila Susanto, Tandang Tampubolon, Briefman Tandang Susanto Tegar Maulana Wardiyan Teti Hayati Tria Astika E.P Tria Astika, E Ulina, Barita Uswatul Khasanah Uswatun Hasanah Wahyuni, Yuni Wahyuningsih, Retno Dyah Warongan, Anwar Warongan, Anwar Wardi Wasis Widodo Widia Astuti Widia Astuti A W Widia Astuti AW widya astuti Willady Rasyid Yani Sofiani Yanti Silaban, Nataria Yanti Susanti Yari, Yarwin Yeni Yarnita Yestiani Norita Joni Yohanes Andy Rias Yuli Widyastuti Yuliastutik, Fitri Yulistriani, Anisa Yundari, Yundari Yunitri, Ninik Yuntiri, Ninik Zaki, Muhamad Zulkarnain Zulkarnain