Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan tentang Penerapan Ergonomis Tubuh dan Peregangan untuk Mencegah Terjadinya Cedera Saat Bekerja Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14289

Abstract

ABSTRAK Risiko cedera pada pekerja berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di tempat mereka bekerja belum memiliki SOP yang harus dilakukan, pegawai mengalami masalah sendi dan nyeri tulang seperti pegal-pegal, nyeri punggung, dan nyeri pinggang sebanyak 3 orang (60%), sebagian kecil pekerja sering bertugas mengangkat barang yaitu sebanyak 2 orang (40%) dengan berat beban 5-10 kg, para pekerja mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai keselamatan kerja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengenalkan pemilik dan pegawai terkait masalah kesehatan dan lingkungan yang ada di home industri, terutama posisi ergonomis dalam bekerja. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan lapangan dan pendekatan teoritis, Pendekatan upaya pencegahan dengan penggunaan tiga level pencegahan, yaitu: Pencegahan Primer, sekunder dan tertier. Hasil, Kegiatan Survey Mawas Diri untuk pekerja Home Industry ini dilaksanakan pada tanggal 15 September 2023 yang berlangsung di Home Industry Roemah Parti yang bertempat di Kelurahan Ciwalen RW 1 Kelurahan Ciwalen. Hasil pengukuran didistribusikan berdasarkan jumlah jawaban benar peserta yang mengikuti pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata untuk pre- test adalah 4,2 dan post-test 5. Pengkategorian data dibagi menjadi dua yaitu skor < rata-rata = pengetahuan kurang dan skor ≥ rata-rata = pengetahuan baik.   Kesimpulan Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada para pekerja terkait dengan permasalahan-permasalahn tersebut, didapatkan bahwa pengetahuan para pekerja meningkat dan mampu mengenal masalah kesehatan yang ditandai dengan hasil evaluasi para pegawai yang menunjukkan peningkatan dan lebih baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Resiko Kerja, Ergonomi, Home Industri  ABSTRACT The risk of injury to workers is related to the lack of knowledge of workers about occupational health and safety where they work does not have SOPs that must be done, employees experience joint problems and bone pain such as aches, back pain, and low back pain as many as 3 people (60%), a small number of workers are often tasked with lifting goods, namely as many as 2 people (40%) with a load weight of 5-10 kg,  Workers said they had never received counseling on occupational safety.  The purpose of this service is to introduce owners and employees to health and environmental issues that exist in the home industry, especially ergonomic positions at work. This method of implementing service uses two approaches, namely a field approach and a theoretical approach, a prevention effort approach with the use of three levels of prevention, namely: primary, secondary and tertiary prevention. As a result, this introspective survey activity for Home Industry workers was carried out on September 15, 2023 which took place at Roemah Parti Home Industry located in Ciwalen RW 1 Village, Ciwalen Village. The measurement results are distributed based on the number of correct answers of participants who attend health education. The average score for pre-test was 4.2 and post-test 5. Data categorization is divided into two, namely average < score = less knowledge and average ≥ score = good knowledge. Conclusion After conducting health education activities for workers related to these problems, it was found that the knowledge of workers increased and was able to recognize health problems marked by the results of employee evaluations that showed improvement and better after being given health education      Keywords: Health Promotion, Work Risk, Ergonomics, Home Industry
Pendidikan Kesehatan tentang Pentingnya Kebersihan Sanitasi Lingkungan dalam Pencegahan Stunting Rosidin, Udin; Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Senjaya, Sukma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15372

Abstract

ABSTRAK Usia balita merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Kehidupan anak pada usia tersebut sangat memerlukan kondisi kesehatan yang baik. Kesehatan anak balita akan baik apabila anak mendapat gizi yang cukup, hidup dilingkungan yang bersih, dan melaksanakan pola hidup sehat. Apabila hal tersebut tidak terjadi maka dampak terhadap anak adalah mudah sakit, dan akan terhambat pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu masalah yang mungkin terjadi pada kondisi tersebut adalah stunting. Kasus stunting pada anak balita saat ini memiliki jumlah yang paling tinggi bila dibandingkan dengan bentuk malnutrisi lainnya. Bebagai upaya untuk mengatasi penyebab kejadian stunting terus dilakukan. Selain mengatasi faktor utama  yaitu faktor asupan gizi, juga diperlukan upaya untuk mengatasi  faktor risiko seperti sanitasi lingkungan yang buruk. Untuk hal tersebut sangat diperlukan adanya pendidikan kesehatan tentang pentingnya kebersihan sanitasi lingkungan dalam pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu dengan anak balita mengenai pentingnya kebersihan sanitasi lingkungan dalam pencegahan stunting. Metode kegiatan dilaksanakan dalam tahapan pendekatan sosial, melakukan survei mawas diri (SMD),  tahap analisa data dan perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Peserta yang hadir sebanyak 28 orang ibu yang memiliki balita. Waktu kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 sd 11 November 2023. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pretest sebesar 47 poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 69 poin. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan ibu dengan anak balita sebesar 22 poin. Diharapkan setelah selesai kegiatan ini, peningkatan pengetahuan ibu balita tersebut terus dilakukan pembinaan oleh puskesmas, aparat desa setempat serta dinas  terkait sebagai upaya pencegahan stunting.  Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Sanitasi Lingkungan, Stunting  ABSTRACT Toddler age is a period of very rapid growth and development. The life of children at that age really requires good health conditions. The health of children under five will be good if the child gets adequate nutrition, lives in a clean environment, and adopts a healthy lifestyle. If this does not happen, the impact on children will be that they will easily get sick and their growth and development will be hampered. One of the diseases that may occur in this condition is stunting. Stunting cases in children under five currently have the highest number when compared to other forms of malnutrition. Various efforts to overcome the causes of stunting continue to be carried out. Apart from addressing the main factor, namely nutritional intake, efforts are also needed to overcome risk factors such as poor environmental sanitation. For this reason, it is very necessary to provide health education about the importance of environmental sanitation in preventing stunting. The aim of this activity is to increase the knowledge of mothers and children under five about the importance of environmental sanitation in preventing stunting. The activity method is carried out in the social approach stage, conducting an introspective survey (SMD), data analysis and planning stage, implementation stage and evaluation stage. Participants who attended were 28 mothers with toddlers. The activity time was held from 6 to 11 November 2023. The results of the activity showed an average pretest score of 47 points and an average posttest score of 69 points. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of mothers with children under five by 22 points. It is hoped that after completing this activity, guidance will continue to increase the knowledge of mothers of toddlers by the community health center, local village officials and related agencies as an effort to prevent stunting. Keywords: Health Education, Environmental Sanitation, Stunting
Edukasi Pentingnya Pemberian Asi Eklusif dan Pemantauan Rutin di Posyandu Mampu Mencegah Anak Dari Stunting pada Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita di RW 20 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14855

Abstract

ABSTRAK Siklus hidup manusia bergantung pada gizi. Pada ibu hamil, kekurangan gizi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan penurunan kecerdasan. Antara usia 0 hingga 24 bulan, seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat yang disebut masa emas dan kritis. Masa emas (golden age) dapat terwujud apabila pada masa bayi anak mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Stunting merupakan permasalahan gizi yang dialami balita akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Indonesia merupakan negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Kawasan Asia Tenggara (SEAR). Stunting berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak yang tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi ibu bayi dan balita tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemantauan rutin di posyandu untuk mencegah anak stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita serta kader Posyandu Kecamatan Kota Wetan Puskesmas Guntur, serta dibantu oleh 6 orang mahasiswa Unpad yang melakukan tahapan komunitas. Rata-rata skor pre-test yang diperoleh sebesar 64 poin dan rata-rata skor post-test sebesar 78 poin yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14 poin setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang “Pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu”. yang mampu meningkatkan pengetahuan Ibu untuk mencegah anak stunting di RW 20 Kota Wetan Kabupaten Garut.” Terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu. Kata Kunci: Pendidikan, Ibu, Bayi Stunting  ABSTRACT The human life cycle depends on nutrition. In pregnant women, malnutrition can cause low birth weight (LBW) and decreased intelligence. Between 0 and 24 months, a person experiences rapid growth and development called the golden and critical period. The golden age can be realized if in infancy children receive appropriate nutritional intake for optimal growth and development. Stunting is a nutritional problem experienced by toddlers due to a lack of nutritional intake over a long period. Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia Region (SEAR). Stunting impacts children's cognitive, motor, and verbal development which is not optimal. This activity aims to educate mothers of babies and toddlers about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at posyandu to prevent children from stunting. The method used in this activity is lecture and discussion. This activity was attended by 25 mothers with babies and toddlers as well as Posyandu cadres from Kota Wetan District, Guntur Health Center, and assisted by 6 Unpad students who carried out community stages. The average pre-test score obtained was 64 points and the average post-test score was 78 points, which shows an increase in knowledge of 14 points after health education was carried out about "The importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu" which was able to improve Mothers' knowledge to prevent children from stunting in RW 20, Kota Wetan, Garut Regency." There is an increase in mothers' knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu. Keywords: Education, Mother, Stunting Baby
Sosialisasi Pengendalian Sampah melalui Gerakan Kangpisman di RW 02 Kelurahan Kotawetan Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12928

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat salah satunya adalah pengelolaan sampah. Trend modern pengelolaan sampah saat ini memfokuskan bagaimana sampai dari setiap sumber awalnya bisa dikelola dengan baik, sehingga sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir volumenya menjadi berkurang. Trend tersebut berupa gerakan, kolaborasi antara pemerintah, warga, swasta dan lainnya dalam pengelolaan sampah melalui kegiatan mengurangi (kang), memisahkan (pis) dan memanfatkan (man) sampah. Kelurahan Kotawetan, khususnya RW 02 merupakan sebagai RW binaan mahasiswa yang terletak di wilayah Kecamatan Garut Kota. Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan mahasiswa mendapatkan data kondisi lingkungan kurang baik, banyak sampah berserakan dan kurangnya tempat penampungan sampah serta pembuangan sampah yang masih belum terpilah, Hal tersebut dimungkinkan karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 28 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat sesuai pengetahuan yang telah dimilikinya sehingga masyarakat bisa menerapkan gerakan kangpisman dari rumah tangganya. Kepala kelurahan dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Kata Kunci: Pengetahuan, Pengelolaan Sampah, Kangpisman  ABSTRACT One of the health problems that often occurs in society is waste management. The modern trend in waste management is currently focusing on how it can be managed properly from each source, so that the volume of waste taken to final disposal sites is reduced. This trend takes the form of a movement, collaboration between the government, citizens, the private sector and others in waste management through activities to reduce (kang), separate (pis) and utilize (man) waste. Kotawetan Village, especially RW 02, is a student-assisted RW located in the Garut Kota District area. Based on the results of a survey carried out by students, they found that the environmental conditions were not good, there was a lot of rubbish strewn about and there was a lack of rubbish storage areas and waste disposal that was still not sorted. This is possible because there are still many people who are not aware of cleanliness. The aim of this activity is to increase public knowledge about waste management through the kangpisman movement. The results of the activity showed an increase in public knowledge about waste management by 28 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued independently by the community according to the knowledge they already have so that the community can implement the kangpisman movement from their household. Sub-district heads and heads of community health centers can facilitate the community in implementing waste management through the kangpisman movement. Keywords: Knowledge, Waste Management, Kangpisman
Mengembangkan Minat dan Bakat Pada Siswa SMPN 3 Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14875

Abstract

ABSTRAK Manusia merupakan makhluk dengan kemampuan untuk berkembang dengan menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Dengan akal budi yang manusia miliki, manusia akan berusaha keluar dari masalah untuk menjalani hidup yang lebih ideal Atas dasar hal tersebut, perubahan terus-menerus terjadi di dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi yang menggeser segala aspek kehidupan ini perlu dilandasi oleh sebuah visi sebagai alat bantu penunjuk arah kehidupan manusia. Sehubungan dengan hal tersebut, disusunlah Visi Indonesia Emas 2045. Visi Indonesia Emas 2045 mencakup pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pemantapan ketahanan nasional . Tujuan Pengabdian pada Masyarakat ini untuk mengetahui minat  dan bakat pada siswa/siswi Kls VIII SMPN 3 Jatinangor. Metode penelitian ini menggunakan curah pendapat (brainstorming), edukasi  serta sebelumnya  memberikan soal pre dan pos tes . Siswa lebih memahami apa minat dan bakat pada diri sendiri dan memberikan solusi kepada mereka bagaimana cara menemukan bakat dan minat yang mereka inginkan. Dari edukasi yang kami berikan kepada mereka membuat mereka lebih mengerti mengenai apa itu minat dan bakat yang mereka miliki dan mereka inginkan. Hasil postest lebih tinggi dari pada hasil prestest. Siswa seringkali tidak memahami dengan cukup baik mengenai potensi yang dimilikinya, dan kurangnya program pemberdayaan membuat mereka kesulitan mengarahkan diri pada pengembangan potensi tersebut. Kata Kunci:  Mencari Tahu, Bakat Dan Minat, Peserta Didik  ABSTRACT Humans are creatures with the ability to develop by finding solutions to existing problems. With the intelligence that humans have, humans will try to get out of problems to live a more ideal life. Based on this, changes continuously occur in human life. Technological advances that are shifting all aspects of life need to be based on a vision as a tool to guide the direction of human life. In connection with this, the Golden Indonesia Vision 2045 was prepared. The Golden Indonesia Vision 2045 includes human development as well as mastery of science and technology, economic development, equitable development and strengthening national resilience. The aim of this Community Service is to determine the interests and talents of Kls VIII students at SMPN 3 Jatinangor. This research method uses brainstorming, education and previously provides pre- and post-test questions. Students better understand what their own interests and talents are and provide solutions to them on how to find the talents and interests they want. The education we give them makes them understand more about what interests and talents they have and what they want. The posttest results are higher than the pretest results. Students often do not understand their potential well enough, and the lack of empowerment programs makes it difficult for them to direct themselves towards developing this potential. Keywords: Finding Out, Talents and Interests, Learners
Edukasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja di PT. Linda Jaya RW 12 Kelurahan Kota Wetan Garut Kota Kabupaten Garut Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin; Lukman, Mamat; Yamin, Ahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.16778

Abstract

ABSTRAK Promosi keselamatan dan kesehatan kerja, sebagai bagian dari perbaikan kondisi kerja secara keseluruhan, merupakan strategi penting, tidak hanya untuk memastikan kesejahteraan pekerja tetapi juga untuk memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk Untuk Mengetahui masalah yang dapat terjadi dan bagaimana cara Mengatasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Kerja Pekerja Jaket Kulit di PT. Linda Jaya yang berada di wilayah Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota. Metode yang dilakukan dalam pendidikan kesehatan adalah penjelasan atau ceramah yang diberikan oleh pemateri kepada pekerja dan pemilik home industry produksi kulit PT. Linda Jaya secara langsung, dan diikiuti dengan tanya jawab dan demonstrasi. Hasil , Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil pengkajian kebutuhan belajar dapat terlihat bahwa ada sebagian pekerja, kebutuhan belajar yang termasuk kedalam kebutuhan belajar: Perceived needs, Unperceived needs dan Misperceived needs Karena ada sebagian peserta yang mengetahui bahaya jika tidak melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan kerja yang baik dan benar yang berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan, Pendidikan kesehatan efektif untuk meningkatkan pengetahuan Pekerja terkait Pertolongan pertama pada kecelakaan kerja untuk mengurangi dan menghilangkan terjadinya kecelakaan kerja. Pendidikan kesehatan yang dilakukan ini menunjukkan hasil yang baik terhadap pengetahuan pekerja dilingkungan kerjanya. Rencana berkelanjutan program dimasa yang akan datang adalah: Memberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan upaya upaya pencegahan terhadap resiko kesehatan dan keselamatan kerja dengan membiasakan pertolonga pertama pada kecelakaan Kerja pada saat bekerja dan Melibatkan stakeholder setempat dan pemilik home industri. Kata Kunci: Edukasi, Pertolongan Pertama, Kesehatan dan Keselamatan Kerja  ABSTRACT The promotion of occupational safety and health, as part of the overall improvement of working conditions, is an important strategy, not only to ensure the welfare of workers but also to make a positive contribution to productivity. This health education aims to find out the problems that can occur and how to overcome first aid in work accidents for leather jacket workers at PT. Linda Jaya which is located in the area of Wetan City Village, Garut Kota District. The method carried out in health education is an explanation or lecture given by the speaker to workers and owners of the leather production home industry of PT. Linda Jaya directly, and was followed by questions and answers and demonstrations. Results, Based on the results of the recapitulation of the results of the learning needs assessment, it can be seen that there are some workers, learning needs that are included in the learning needs: Perceived needs, Unperceived needs and Misperceived needs Because there are some participants who know the danger if they do not give first aid to good and correct work accidents that are dangerous to health. Conclusion, Health education is effective in increasing workers' knowledge related to first aid in work accidents to reduce and eliminate the occurrence of work accidents. The health education carried out shows good results on the knowledge of workers in their work environment. The program's sustainable plan for the future is: Providing an understanding of the importance of making efforts to prevent occupational health and safety risks by familiarizing first aid in work accidents at work and involving local stakeholders and industrial home owners.    Keywords: Education, First Aid, Occupational Health and Safety
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Ibu Balita tentang Pencegahan Stunting Haroen, Hartiah; Sari, Citra; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13043

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia. Desa Sukamulya merupakan salah satu desa yang memiliki angka stunting. Desa Sukamulya terletak di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan untuk mengetahui tentang pencegahan stunting pada ibu balita. Pengabdian ini bertujuan mengindentifikasi pengaruh pendidikan kesehatan pengetahuan ibu balita tentang pencegahan stunting. Metode pengabdian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pre-post test design. Sampel pada pengabdian ini adalah ibu yang mempunyai balita di Desa Sukamulya Dusun 3 sebanyak 41 orang. Intervensi pendidikan kesehatan diberikan kepada ibu balita berupa pengetahuan tentang pencegahan stunting, pengetahuan stimulasi tumbuh kembang. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil dari analisis pengetahuan ibu balita adalah adanya perbedaan signifikan pada pengetahuan Ibu balita di Desa Sukamulya (p value = 0.001). Implikasi dari kegiatan ini adalah pemberian rekomendasi  kepada Puskesmas dan Desa untuk melanjutkan kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan stunting bagi keluarga yang mempunyai balita serta pendampingan keluarga pada balita yang sudah terkena stunting. Kata Kunci: Balita, Pencegahan Stunting, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Stunting is one of the problems that occur in Indonesia. Sukamulya Village is one of the villages that has a stunting rate. Sukamulya Village is located in Rancaekek District, Bandung Regency, West Java. One of the strategic efforts that can be done is to find out about stunting prevention in mothers of toddlers. This service aims to identify the knowledge of mothers of toddlers about stunting prevention. This service method is descriptive quantitative with pre-post test design. The sample in this service is mothers who have toddlers in Sukamulya Village Hamlet 3 as many as 41 people. Health education interventions are given to mothers of toddlers in the form of knowledge about stunting prevention, knowledge of growth and development stimulation. Data analysis using paired t-test. The results of the analysis of the knowledge of mothers of toddlers were significant differences in the knowledge of mothers of toddlers in Sukamulya Village (p value = 0.001). The implication of this activity is to provide recommendations to Puskesmas and Villages to continue activities that can increase knowledge, attitudes and behavior to prevent stunting for families who have toddlers and family assistance for toddlers who have been affected by stunting. Keywords: Toddlers, Stunting Prevention, Health Education 
Edukasi Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dengan Perilaku Cerdik di UPT Lab Kesehatan dan Kalibrasi Kabupaten Garut Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20612

Abstract

ABSTRAK Pengunjung yang melakukan pemeriksaan penunjang/laboratorium di Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Daerah Garut didominasi datang dengan keluhan Penyakit Tidak Menular (PTM), berdasarkan data pelayanan untuk pasien/pengunjung pada kuarter pertama tahun 2024 (Bulan Januari - April 2024) didominasi seperti penyakit hipertensi, diabetes mellitus (DM), TBC, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kolesterol, asam urat dan lain-lain.  . CERDIK, sebuah slogan kesehatan, mempunyai makna yang spesifik untuk mencegah dini menghindari PTM. Melalui CERDIK, masyarakat dapat memulai menata pola hidup yang seimbang, seperti mengatur pola makan, rajin aktivitas fisik, dan mengelola stres. Agar masyarakat mampu  mencegah dan mengendalikan PTM. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang disertai oleh pembagian media berupa leaflet yang berisi informasi mengenai “Cegah PTM dengan CERDIK”. Pendidikan kesehatan dihadiri sebanyak 20  orang peserta yang terdiri dari  klien keluaga klien mengikuti pendidikan kesehatan ini. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu mendemonstrasikan ulang yang telah diajarkan oleh pemateri. Pendidikan kesehatan mengenai pengelolaan klien gangguan pernapasan dengan tertib peserta memperhatikan pematerian dengan baik. Hasil dari pretest  dan post ntest  mengalami peningkatan pengetahuan ditandai dengan pesertanmampu  mendemonstrasikan ulang yang diberikan dan dapat menjawab pertanyaan, dan  rata-rata nilai pre-test 68 dan post-test menjadi 96, jadi kenaikan rata-rata  sebesar 28 poin. Kata Kunci: Pencegahan, Penyakit Tidak Menular, Perilaku CERDIK  ABSTRACT Visitors who undergo supporting/laboratory examinations at the Garut Regional Health and Calibration Laboratory are predominantly presenting with Non-Communicable Diseases (NCDs). Based on service data for patients/visitors in the first quarter of 2024 (January - April 2024), the most common complaints include hypertension, diabetes mellitus (DM), tuberculosis (TB), chronic obstructive pulmonary disease (COPD), cholesterol issues, gout, and others. CERDIK, a health slogan, has a specific meaning to prevent and avoid Non-Communicable Diseases (NCDs) early on. Through CERDIK, the community can start to establish a balanced lifestyle, such as regulating eating patterns, being diligent in physical activities, and managing stress. So that the community can prevent and control NCDs. The method of conducting the activity used lecture and demonstration methods accompanied by the distribution of media in the form of leaflets containing information about "Prevent NCDs with CERDIK". The health education was attended by 20 participants, consisting of clients and their families who followed this health education. All participants attended the activity with enthusiasm and were able to demonstrate again what had been taught by the speaker. Health education on managing clients with respiratory disorders was conducted orderly, and participants paid close attention to the presentation. The results of the pretest and posttest showed an increase in knowledge, marked by participants being able to demonstrate what was taught and answer questions. The average pre-test score was 68, and the post-test score was 96, resulting in an average increaseof28points. Keywords: Prevention, Non-Communicable Diseases, SMART Behavior
Pendidikan Kesehatan melalui Gerakan Aksi Bergizi dalam Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Pencegahan Anemia Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13061

Abstract

ABSTRAK Keperawatan kesehatan sekolah merupakan salah satu area keperawatan yang fokus dalam upaya peningkatan dan pencegahan penyakit di lingkungan sekolah. Salah satu masalah yang sering terjadi pada anak sekolah adalah status gizi yang kurang atau anemia. Anemia merupaka kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah batas normal. Angka kejadian anemia pada remaja putri masih cukup tinggi di Indonesia. Kondisi tersebut terjadi juga di SMPN 3 Garut. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mahasisawa PPN 44 bahwa setengah dari jumlah anak yang dicek Hb memiliki kadar Hb yang rendah. Hb yang rendah menunjukkan siswa SMPN 3 Garut mengalami anemia yang akan berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, gangguan perilaku dan emosional. Sebagian besar siswa SMPN 3 Garut juga memilih gaya hidup tidak sehat dengan membeli jajanan yang ada di sekolah. Berdasarkan latar belakang di atas, kami tim pengabdian masyarakat tertarik untuk melakukan pendidikan kesehatan melalui gerakan aksi bergizi dalam peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia gizi sehingga siswa dapat melaksanakan upaya yang baik dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi yang tepat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia sebesar 20 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh pihak sekolah melalui kegiatan UKS. Kepala sekolah dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi siswa dalam pelaksanaan pencegahan anemia gizi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pencegahan Anemia, Siswa  ABSTRACT School health nursing is an area of nursing that focuses on efforts to improve and prevent disease in the school environment. One of the problems that often occurs in school children is poor nutritional status or anemia. Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is below the normal limit. The incidence of anemia in adolescent girls is still quite high in Indonesia. This condition also occurred at SMPN 3 Garut. Based on the results of a survey conducted by PPN 44 students, half of the children who were checked for Hb had low Hb levels. A low Hb indicates that students at SMPN 3 Garut have anemia which will have an impact on delayed physical growth, behavioral and emotional disorders. Most students at SMPN 3 Garut also choose an unhealthy lifestyle by buying snacks at school. Based on the background above, our community service team is interested in carrying out health education through nutritional action movements to increase students' knowledge about preventing anemia. This activity aims to increase students' knowledge about preventing nutritional anemia so that students can make good efforts in consuming food that contains the right nutrients. The results of the activity showed an increase in students' knowledge about preventing anemia by 20 points. It is hoped that the activities that have been implemented can be continued independently by the school through UKS activities. School principals and heads of health centers can facilitate students in implementing nutritional anemia prevention. Keywords: Knowledge, Anemia Prevention, Students
Sosialisasi Gerakan Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20196

Abstract

ABSTRAK Program kesehatan di sekolah sangat penting untuk dilaksanakan, karena anak sekolah adalah kelompok khusus yang membutuhkan perlindungan dari berbagai masalah kesehatan. Pada saat memasuki sekolah, anak mulai mengenal lingkungan baru dan berhubungan dengan orang-orang yang ada di sekolahnya. Kondisi tersebut membuat anak lebih banyak menghabiskan waktunya diluar rumah, yang memungkinkan menjadi ancaman bagi kesehatannya. Permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada anak, biasanya berhubungan dengan perilaku tidak sehat di sekolah. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap kebiasaan berperilaku sehat.  Untuk mengatasi permasalahan itu perlu dilakukan kegiatan sosialisasi gerakan hidup bersih dan sehat pada siswa di sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan pada siswa tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 289 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 58,49 poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 66,76  poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan siswa tentang perilaku hidup besih dan sehat sebesar 11,87 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh sekolah secara rutin dan  bekerjasama dengan puskesmas sebagai pembina wilayah.  Kata Kunci: Siswa, Sosialisasi, Gerakan Hidup Sehat  ABSTRACT Health programs in schools are very important to implement because school children are a special group that needs protection from various health problems. When entering school, children begin to get to know a new environment and interact with people at their school. This condition makes children spend more time outside the home which can be a threat to their health. Health problems that often occur in children are usually related to unhealthy behavior at school. This is due to the lack of student knowledge about healthy behavior habits. To overcome this problem, it is necessary to carry out socialization activities for clean and healthy living movements for students at school. The purpose of this community service activity is to increase students' knowledge about clean and healthy living behavior. The method of activity used is health counseling for students about clean and healthy living behavior. The number of participants who attended was 289 students. The results of the activity showed an average pre-test score of 58.49 points and an average post-test score of 66.76 points. The conclusion of this activity is an increase in students' knowledge about clean and healthy living behavior by 11.87 points. The activities that have been carried out are expected to be continued by schools routinely and in collaboration with health centers as regional supervisors.  Keywords: Students, Socialization, Healthy Living Movement
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Amira, Iceu Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi ati surya mediawati Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira DA Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Juniarti, Neti Kosim Kosim Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mamat Lukman, Mamat Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Nina Sumarni Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Putri, Dea Sephia R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti, Raini Diah Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Senjaya, Sukma Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yudianto, Kurniawan Yuli Yani