Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih Sehat di RW 10 Kelurahan Ciwalen Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14595

Abstract

ABSTRAK Kesehatan adalah hak setiap individu dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Dalam upaya mencapai hak tersebut Menteri Kesehatan RI membuat suatu pedoman tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga. PHBS tatanan rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar mereka tahu, mau dan mampu untuk melaksanakan PHBS serta dapat berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Kementrian Kesehatan menetapkan target rumah tangga yang mempraktikan PHBS untuk tahun 2019 adalah 80%. Sementara hasilnya pada tahun 2016 capaian rumah tangga yang mempraktikan PHBS di Jawa Barat hanya 52,5% dan masih jauh dari target yang telah ditatapkan. Hasil survey yang dilakukan mahasiswa profesi Ners angkatan 45 di wilayah RW 10 Kelurahan Ciwalen menunjukkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat  seperti memiliki kebiasaan hidup yang kurang sehat, kurangnya aktivitas fisik, memiliki kebiasaan merokok dan membuang limbah sampah ke sungai. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan masyarakat RW 10 Kelurahan Ciwalen memiliki pengetahuan serta kemampuan dalam melaksanakan PHBS  rumah tangga. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diikuti oleh 35 orang warga RW 10. Pelaksanaan ini dilakukan pada tanggal 9 dan 10 September 2023. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilaksanakan kegiatan sebesar 51 dan setelah dilaksanakan sebesar 69. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 18 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 10 dengan dukungan dari kelurahan Ciwalen dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri.   Kata Kunci: Masyarakat, Pemberdayaan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  ABSTRACT Health is the right of every individual and is one element of prosperity that must be realized. In an effort to achieve this right, the Indonesian Minister of Health created a guideline regarding Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in the household setting. PHBS in the household order is an effort to empower household members so that they know, are willing and able to implement PHBS and can play an active role in the community health movement. The Ministry of Health has set a target of 80% of households practicing PHBS for 2019. Meanwhile, in 2016, the achievement of households practicing PHBS in West Java was only 52.5% and was still far from the target that had been set. The results of a survey conducted by students of the 45th class of the Nursing profession in the RW 10 area of Ciwalen Subdistrict showed that the implementation of clean and healthy living behavior was still low, such as having unhealthy living habits, lack of physical activity, having a smoking habit and throwing rubbish into the river. The aim of this activity is to hope that the people of RW 10 Ciwalen Village will have the knowledge and ability to implement household PHBS. This community empowerment activity was attended by 35 residents of RW 10. This implementation was carried out on September 9 and 10 2023. The results of the activity showed that the average knowledge value before the activity was carried out was 51 and after it was carried out it was 69. The conclusion is that there was an increase in community knowledge by 18 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the RW 10 community with support from the Ciwalen sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end people can implement clean and healthy living habits independently. Keywords: Community, Empowerment, Clean And Healthy Living Behavior.
Pelatihan Perilaku Gaya Hidup Bersih dan Sehat Pada Pekerja Home Industry Jaket Kulit Rosidin, Udin; Yamin, Ahmad; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20726

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam menjamin kesehatan pekerja. Pelaksanaan K3 bertujuan untuk menjamin terciptanya kondisi kerja yang aman serta pencegahan gangguan kesehatan  fisik dan mental. Walaupun pengelolaan program keselamatan dan kesehatan kerja sangat menentukan produktivitas, namun masih banyak perusahaan yang tidak melaksanakan program tersebut secara maksimal. Dampak dari keadaan tersebut memungkinkan banyak ditemukan masalah kesehatan yang dikeluhkan oleh para pekerja. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan perilaku pekerja dalam pelaksanaan gaya hidup bersih dan sehat di tempat kerja.  Untuk mengatasi permasalahan itu perlu dilakukan kegiatan pelatihan gaya hidup berih dan sehat di tempat kerja. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pekerja tentang perilaku gaya hidup bersih dan sehat ditempat kerja. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan perilaku gaya hidup bersih dan sehat ditempat kerja. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 12 pekerja. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 45,89 dan rata rata nilai posttest sebesar 63,67. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan pekerja setelah dilakukan pelatihan sebesar 17,78 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh pemilik home industry jaket kulit secara rutin dan  bekerjasama dengan puskesmas sebagai pembina wilayah.  Kata Kunci: Gaya Hidup Sehat, Pelatihan, Pekerja  ABSTRACT Occupational safety and health (K3) management is an important aspect that must be considered in ensuring worker health. The implementation of K3 aims to ensure the creation of safe working conditions and prevention of physical and mental health disorders. Although the management of occupational safety and health programs greatly determines productivity, there are still many companies that do not implement the program optimally. The impact of this situation allows many health problems to be found that are complained about by workers. This is due to the lack of knowledge and behavior of workers in implementing a clean and healthy lifestyle in the workplace. To overcome this problem, it is necessary to carry out clean and healthy lifestyle training activities in the workplace. The purpose of this community service activity is to increase worker knowledge about clean and healthy lifestyle behavior in the workplace. The method of activity used is training in clean and healthy lifestyle behavior in the workplace. The number of participants who attended was 12 workers. The results of the activity showed an average pretest score of 45.89 and an average posttest score of 63.67. The conclusion of this activity is that there was an increase in worker knowledge after the training of 17.78 points. The activities that have been implemented are expected to be continued by the owners of leather jacket home industries routinely and in collaboration with the health center as the regional supervisor. Keywords: Healthy Lifestyle, Training, Workers
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Hipertensi di Dusun Panglanjan Desa Cintaratu Pangandaran Rosidin, Udin; Setiawan, Setiawan; Juniarti, Neti; Purnama, Dadang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.15022

Abstract

ABSTRAK Penyakit hipertensi saat ini menjadi  salah satu masalah kesehatan masyarakat yang meresahkan penduduk dunia. Kejadian meningkatnya penyakit hipertensi adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penyakit hipertensi memiliki kecenderungan terus meningkat khususnya di negara berkembang. Hasil survey yang dilakukan mahasiswa program praktek lapangan komunitas di Dusun Panglanjan Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran didapatkan hasil bahwa  hampir setengahnya lansia mengatakan tidak mengetahui tentang hipertensi, banyak yang memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, memiliki riwayat kolesterol yang tinggi dan banyak yang memiliki keluhan utama diantaranya hipertensi. Selain itu didapatkan pula banyak lansia yang tidak datang ke posbindu untuk pemeriksaan kesehatan. Tujuan kegiatan ini diharapkan masyarakat Dusun Panglanjan Desa Cintaratu Pangandaran memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan perilaku pencegahan penyakit hipertensi. Metode kegiatan adalah penyuluhan kesehatan tentang penyakit hipertensi dan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini penyakit hipertensi. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan sebesar 53 poin dan rata rata nilai setelah dilakukan penyuluhan kesehatan sebesar 76 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 23 poin. Sedangkan kegiatan pemeriksaan kesehatan diikuti oleh semua peserta yang hadir yaitu 42 orang. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh Kepala Puskesmas Selasari bersama Kepala Desa Cintaratu. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat melaksanakan perilaku pencegahan penyakit hipertensi dengan benar secara mandiri.   Kata Kunci: Pengetahuan, Penyuluhan Kesehatan, Penyakit Hipertensi  ABSTRACT Hypertension is currently a public health problem that is troubling the world's population. The increasing incidence of hypertension is the main cause of death throughout the world. Hypertension has a tendency to continue to increase, especially in developing countries. The results of a survey conducted by students of the community field practice program in Panglanjan Hamlet, Cintaratu Village, Parigi District, Pangandaran Regency, showed that almost half of the elderly said they did not know about hypertension, many had blood pressure of more than 140/90 mmHg, had a history of high cholesterol and many The main complaint is hypertension. Apart from that, it was also found that many elderly people did not come to Posbindu for health checks. The aim of this activity is that it is hoped that the people of Panglanjan Hamlet, Cintaratu Pangandaran Village, will have the knowledge and ability to carry out behavior to prevent hypertension. The activity method is health education about hypertension and health checks as an effort to detect hypertension early. The results of the activity showed that the average knowledge score before the health education was carried out was 53 points and the average score after the health education was carried out was 76 points. The conclusion was that there was an increase in knowledge after health education was carried out by 23 points. Meanwhile, all 42 participants attended the health examination activity. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the Head of the Siswari Community Health Center together with the Head of Cintaratu Village. So that in the end the community can implement hypertension prevention behavior correctly independently. Keywords: Knowledge, Health Education, Hypertension
Penerapan Pola Hidup Sehat Agar Terhindar Dari Diabetes di RW 08 Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Witdiawati, Witdiawati; Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; M Noor, Rohmahalia; Luthfiyani, Nida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12981

Abstract

ABSTRAK Diabetes seringkali dikaitkan dengan faktor genetik serta  gaya hidup dan kebiasaan makan yang tidak sehat. Perubahan gaya hidup, seperti berolahraga secara teratur dan menjaga pola makan yang sehat, sangat penting untuk mengobati diabetes. Berbagai upaya pencegahan telah dipublikasikan, dipromosikan, dan direkomendasikan oleh berbagai ahli kesehatan, termasuk kampanye kesadaran masyarakat tentang tes gula darah dan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat. Mengikuti kebiasaan hidup yang sehat dapat membantu mengurangi kemungkinan terkena diabetes.Kegiatan ini bertujuan  untuk melakukan edukasi pada masyarakat rw 08 tentang  penerapan pola hidup sehat untuk mencegah diabetes . Elemen dasar penatalaksanaan diabetes adalah transformasi gaya hidup, seperti mengikuti diet sehat dan berolahraga secara teratur, termasuk kampanye kesadaran masyarakat tentang tes gula darah dan edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah metode praktek pemeriksaan gula darah dan edukasi. Hasil Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian ini adalah sebanyak 39 orang. Sebelum dilakukan edukasi dilakukan pre- test dengan skor rata rata nilai 65,3. Setelah dilakukan pemeriksaan gula darah dan edukasi maka dilakukan lagi post-test dimana hasil skor rata rata adalah 90,6. KesimpulanTerdapat peningkatan pengetahuan sesudah diberikan edukasi sebesar (35,3 poin). Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi tentang penerapan pola hidup sehat agar terhindar dari diabetes. Kata Kunci: Diabetes, Penerapan, Pola Hidup Sehat  ABSTRACT Diabetes is often associated with genetic factors as well as unhealthy lifestyle and eating habits. The basic elements of diabetes management are lifestyle changes, such as eating right and exercising regularly. Various prevention efforts have been published, promoted and recommended by various health experts, including public awareness campaigns about blood sugar testing and education about the importance of a healthy lifestyle, a healthy lifestyle can help reduce the risk of developing diabetes. Objective to increase the knowledge of the RW 08 community about implementing a healthy lifestyle to avoid diabetes. The basic elements of diabetes management are lifestyle changes, such as eating right and exercising regularly, including public awareness campaigns about blood sugar testing and education about the importance of a healthy lifestyle can help reduce the risk of developing diabetes. The method used in this community service activity is the practical method of checking blood sugar and education. Results The number of participants who took part in this service activity was 39 people. Before the education was carried out, a pre-test was carried out with an average score of 65.3. After checking blood sugar and education, another post-test was carried out where the average score was 90.6. There is an increase in knowledge after being given education by (35.3 points). There is an increase in knowledge after education about diseases, implementing a healthy lifestyle to avoid diabetes. Keywords: Diabetes, Application, Healthy Lifestyle
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat tentang Penyakit Rheumatoid Arthritis pada Lansia Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Amira, Iceu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20140

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan bertambahnya usia, lansia cenderung mengalami penurunan fungsi tubuh, seperti melemahnya sistem imunitas tubuh, penurunan massa otot, penurunan fungsi organ, serta bertambahnya risiko terhadap penyakit-penyakit kronis. Salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pada lansia adalah nyeri sendi. Nyeri sendi yang dirasakan oleh lansia sering kali menjadi tanda awal dari berbagai penyakit, salah satunya adalah rheumatoid arthritis. Prevalensi berdasarkan usia penderita rheumatoid arthritis 45-54 tahun mencapai 37,2%, usia 55-64 tahun sebanyak 45,0%, usia 65-74 tahun sebanyak 51,9% dan usia lebih dari 75 tahun mencapai 54 ,8%. Tingginya angka tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan terhadap penyakit rheumatoid arthritis. Untuk mengatasi permasalahn tersebut perlu dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pada kelompok  lansia dalam melakukan pengelolaan penyakit rheumatoid arthritis. Metode kegiatan yang digunakan adalah pendidikan kesehatan pada lansia tentang pengelolaan penyakit rheumatoid arthritis. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 Lansia. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 76,67  poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 90 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  adanya peningkatan pengetahuan masyarakat lansia tentang penyakit rheumatoid arthritis sebesar 13,33 poin. Kegiatan yang sudah  dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat RT 3 RW 1 Desa Cipacing.  Kata Kunci: Lansia, Pendidikan Kesehatan, Rheumatoid Arthritis  ABSTRACT As they age, the elderly tend to experience decreased body function, such as a weakened immune system, decreased muscle mass, decreased organ function, and increased risk of chronic diseases. One of the health problems that often occurs in the elderly is joint pain. Joint pain felt by the elderly is often an early sign of various diseases, one of which is rheumatoid arthritis. The prevalence based on the age of rheumatoid arthritis sufferers 45-54 years reached 37.2%, 55-64 years old as much as 45.0%, 65-74 years old as much as 51.9% and over 75 years old reached 54.8%. The high number is caused by several factors, one of which is the lack of knowledge about rheumatoid arthritis. To overcome this problem, health education activities need to be carried out. The purpose of this community service activity is to increase public knowledge, especially in the elderly group, in managing rheumatoid arthritis. The method of activity used is health education for the elderly about managing rheumatoid arthritis. The number of participants who attended was 20 elderly people. The results of the activity showed an average pretest score of 76.67 points and an average posttest score of 90 points. The conclusion of this activity is that there is an increase in the knowledge of the elderly community about rheumatoid arthritis by 13.33 points. The activities that have been implemented are expected to be sustainable independently by the community of RT 3 RW 1 Cipacing Village.  Keywords: Elderly, Health Education, Rheumatoid Arthritis
Pendidikan Kesehatan tentang Penerapan Ergonomis Tubuh dan Peregangan untuk Mencegah Terjadinya Cedera Saat Bekerja Shalahuddin, Iwan; Purnama, Dadang; Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14289

Abstract

ABSTRAK Risiko cedera pada pekerja berhubungan dengan kurangnya pengetahuan pekerja mengenai kesehatan dan keselamatan kerja di tempat mereka bekerja belum memiliki SOP yang harus dilakukan, pegawai mengalami masalah sendi dan nyeri tulang seperti pegal-pegal, nyeri punggung, dan nyeri pinggang sebanyak 3 orang (60%), sebagian kecil pekerja sering bertugas mengangkat barang yaitu sebanyak 2 orang (40%) dengan berat beban 5-10 kg, para pekerja mengatakan belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai keselamatan kerja. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengenalkan pemilik dan pegawai terkait masalah kesehatan dan lingkungan yang ada di home industri, terutama posisi ergonomis dalam bekerja. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan lapangan dan pendekatan teoritis, Pendekatan upaya pencegahan dengan penggunaan tiga level pencegahan, yaitu: Pencegahan Primer, sekunder dan tertier. Hasil, Kegiatan Survey Mawas Diri untuk pekerja Home Industry ini dilaksanakan pada tanggal 15 September 2023 yang berlangsung di Home Industry Roemah Parti yang bertempat di Kelurahan Ciwalen RW 1 Kelurahan Ciwalen. Hasil pengukuran didistribusikan berdasarkan jumlah jawaban benar peserta yang mengikuti pendidikan kesehatan. Nilai rata-rata untuk pre- test adalah 4,2 dan post-test 5. Pengkategorian data dibagi menjadi dua yaitu skor < rata-rata = pengetahuan kurang dan skor ≥ rata-rata = pengetahuan baik.   Kesimpulan Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan kepada para pekerja terkait dengan permasalahan-permasalahn tersebut, didapatkan bahwa pengetahuan para pekerja meningkat dan mampu mengenal masalah kesehatan yang ditandai dengan hasil evaluasi para pegawai yang menunjukkan peningkatan dan lebih baik setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Resiko Kerja, Ergonomi, Home Industri  ABSTRACT The risk of injury to workers is related to the lack of knowledge of workers about occupational health and safety where they work does not have SOPs that must be done, employees experience joint problems and bone pain such as aches, back pain, and low back pain as many as 3 people (60%), a small number of workers are often tasked with lifting goods, namely as many as 2 people (40%) with a load weight of 5-10 kg,  Workers said they had never received counseling on occupational safety.  The purpose of this service is to introduce owners and employees to health and environmental issues that exist in the home industry, especially ergonomic positions at work. This method of implementing service uses two approaches, namely a field approach and a theoretical approach, a prevention effort approach with the use of three levels of prevention, namely: primary, secondary and tertiary prevention. As a result, this introspective survey activity for Home Industry workers was carried out on September 15, 2023 which took place at Roemah Parti Home Industry located in Ciwalen RW 1 Village, Ciwalen Village. The measurement results are distributed based on the number of correct answers of participants who attend health education. The average score for pre-test was 4.2 and post-test 5. Data categorization is divided into two, namely average < score = less knowledge and average ≥ score = good knowledge. Conclusion After conducting health education activities for workers related to these problems, it was found that the knowledge of workers increased and was able to recognize health problems marked by the results of employee evaluations that showed improvement and better after being given health education      Keywords: Health Promotion, Work Risk, Ergonomics, Home Industry
Pendidikan Kesehatan tentang Pentingnya Kebersihan Sanitasi Lingkungan dalam Pencegahan Stunting Rosidin, Udin; Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Senjaya, Sukma
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15372

Abstract

ABSTRAK Usia balita merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Kehidupan anak pada usia tersebut sangat memerlukan kondisi kesehatan yang baik. Kesehatan anak balita akan baik apabila anak mendapat gizi yang cukup, hidup dilingkungan yang bersih, dan melaksanakan pola hidup sehat. Apabila hal tersebut tidak terjadi maka dampak terhadap anak adalah mudah sakit, dan akan terhambat pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu masalah yang mungkin terjadi pada kondisi tersebut adalah stunting. Kasus stunting pada anak balita saat ini memiliki jumlah yang paling tinggi bila dibandingkan dengan bentuk malnutrisi lainnya. Bebagai upaya untuk mengatasi penyebab kejadian stunting terus dilakukan. Selain mengatasi faktor utama  yaitu faktor asupan gizi, juga diperlukan upaya untuk mengatasi  faktor risiko seperti sanitasi lingkungan yang buruk. Untuk hal tersebut sangat diperlukan adanya pendidikan kesehatan tentang pentingnya kebersihan sanitasi lingkungan dalam pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu dengan anak balita mengenai pentingnya kebersihan sanitasi lingkungan dalam pencegahan stunting. Metode kegiatan dilaksanakan dalam tahapan pendekatan sosial, melakukan survei mawas diri (SMD),  tahap analisa data dan perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Peserta yang hadir sebanyak 28 orang ibu yang memiliki balita. Waktu kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 sd 11 November 2023. Hasil kegiatan menunjukan rata-rata nilai pretest sebesar 47 poin dan rata-rata nilai posttest sebesar 69 poin. Kesimpulannya adalah ada peningkatan pengetahuan ibu dengan anak balita sebesar 22 poin. Diharapkan setelah selesai kegiatan ini, peningkatan pengetahuan ibu balita tersebut terus dilakukan pembinaan oleh puskesmas, aparat desa setempat serta dinas  terkait sebagai upaya pencegahan stunting.  Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Sanitasi Lingkungan, Stunting  ABSTRACT Toddler age is a period of very rapid growth and development. The life of children at that age really requires good health conditions. The health of children under five will be good if the child gets adequate nutrition, lives in a clean environment, and adopts a healthy lifestyle. If this does not happen, the impact on children will be that they will easily get sick and their growth and development will be hampered. One of the diseases that may occur in this condition is stunting. Stunting cases in children under five currently have the highest number when compared to other forms of malnutrition. Various efforts to overcome the causes of stunting continue to be carried out. Apart from addressing the main factor, namely nutritional intake, efforts are also needed to overcome risk factors such as poor environmental sanitation. For this reason, it is very necessary to provide health education about the importance of environmental sanitation in preventing stunting. The aim of this activity is to increase the knowledge of mothers and children under five about the importance of environmental sanitation in preventing stunting. The activity method is carried out in the social approach stage, conducting an introspective survey (SMD), data analysis and planning stage, implementation stage and evaluation stage. Participants who attended were 28 mothers with toddlers. The activity time was held from 6 to 11 November 2023. The results of the activity showed an average pretest score of 47 points and an average posttest score of 69 points. The conclusion is that there is an increase in the knowledge of mothers with children under five by 22 points. It is hoped that after completing this activity, guidance will continue to increase the knowledge of mothers of toddlers by the community health center, local village officials and related agencies as an effort to prevent stunting. Keywords: Health Education, Environmental Sanitation, Stunting
Edukasi Pentingnya Pemberian Asi Eklusif dan Pemantauan Rutin di Posyandu Mampu Mencegah Anak Dari Stunting pada Ibu yang Memiliki Bayi dan Balita di RW 20 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Purnama, Dadang; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14855

Abstract

ABSTRAK Siklus hidup manusia bergantung pada gizi. Pada ibu hamil, kekurangan gizi dapat menyebabkan berat badan lahir rendah (BBLR) dan penurunan kecerdasan. Antara usia 0 hingga 24 bulan, seseorang mengalami pertumbuhan dan perkembangan pesat yang disebut masa emas dan kritis. Masa emas (golden age) dapat terwujud apabila pada masa bayi anak mendapat asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Stunting merupakan permasalahan gizi yang dialami balita akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Indonesia merupakan negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Kawasan Asia Tenggara (SEAR). Stunting berdampak pada perkembangan kognitif, motorik, dan verbal anak yang tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi ibu bayi dan balita tentang pentingnya ASI eksklusif dan pemantauan rutin di posyandu untuk mencegah anak stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ibu-ibu yang memiliki bayi dan balita serta kader Posyandu Kecamatan Kota Wetan Puskesmas Guntur, serta dibantu oleh 6 orang mahasiswa Unpad yang melakukan tahapan komunitas. Rata-rata skor pre-test yang diperoleh sebesar 64 poin dan rata-rata skor post-test sebesar 78 poin yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 14 poin setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang “Pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu”. yang mampu meningkatkan pengetahuan Ibu untuk mencegah anak stunting di RW 20 Kota Wetan Kabupaten Garut.” Terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang pentingnya ASI Eksklusif dan pemantauan rutin di Posyandu. Kata Kunci: Pendidikan, Ibu, Bayi Stunting  ABSTRACT The human life cycle depends on nutrition. In pregnant women, malnutrition can cause low birth weight (LBW) and decreased intelligence. Between 0 and 24 months, a person experiences rapid growth and development called the golden and critical period. The golden age can be realized if in infancy children receive appropriate nutritional intake for optimal growth and development. Stunting is a nutritional problem experienced by toddlers due to a lack of nutritional intake over a long period. Indonesia is the third country with the highest prevalence in the Southeast Asia Region (SEAR). Stunting impacts children's cognitive, motor, and verbal development which is not optimal. This activity aims to educate mothers of babies and toddlers about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at posyandu to prevent children from stunting. The method used in this activity is lecture and discussion. This activity was attended by 25 mothers with babies and toddlers as well as Posyandu cadres from Kota Wetan District, Guntur Health Center, and assisted by 6 Unpad students who carried out community stages. The average pre-test score obtained was 64 points and the average post-test score was 78 points, which shows an increase in knowledge of 14 points after health education was carried out about "The importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu" which was able to improve Mothers' knowledge to prevent children from stunting in RW 20, Kota Wetan, Garut Regency." There is an increase in mothers' knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and routine monitoring at Posyandu. Keywords: Education, Mother, Stunting Baby
Sosialisasi Pengendalian Sampah melalui Gerakan Kangpisman di RW 02 Kelurahan Kotawetan Garut Kota Rosidin, Udin; Sumarni, Nina; Witdiawati, Witdiawati; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12928

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat salah satunya adalah pengelolaan sampah. Trend modern pengelolaan sampah saat ini memfokuskan bagaimana sampai dari setiap sumber awalnya bisa dikelola dengan baik, sehingga sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir volumenya menjadi berkurang. Trend tersebut berupa gerakan, kolaborasi antara pemerintah, warga, swasta dan lainnya dalam pengelolaan sampah melalui kegiatan mengurangi (kang), memisahkan (pis) dan memanfatkan (man) sampah. Kelurahan Kotawetan, khususnya RW 02 merupakan sebagai RW binaan mahasiswa yang terletak di wilayah Kecamatan Garut Kota. Berdasarkan hasil survey yang dilaksanakan mahasiswa mendapatkan data kondisi lingkungan kurang baik, banyak sampah berserakan dan kurangnya tempat penampungan sampah serta pembuangan sampah yang masih belum terpilah, Hal tersebut dimungkinkan karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kebersihan.  Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah sebesar 28 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat berkelanjutan secara mandiri oleh masyarakat sesuai pengetahuan yang telah dimilikinya sehingga masyarakat bisa menerapkan gerakan kangpisman dari rumah tangganya. Kepala kelurahan dan kepala puskesmas dapat memfasilitasi masyarakat dalam pelaksanaan pengelolaan sampah melalui gerakan kangpisman. Kata Kunci: Pengetahuan, Pengelolaan Sampah, Kangpisman  ABSTRACT One of the health problems that often occurs in society is waste management. The modern trend in waste management is currently focusing on how it can be managed properly from each source, so that the volume of waste taken to final disposal sites is reduced. This trend takes the form of a movement, collaboration between the government, citizens, the private sector and others in waste management through activities to reduce (kang), separate (pis) and utilize (man) waste. Kotawetan Village, especially RW 02, is a student-assisted RW located in the Garut Kota District area. Based on the results of a survey carried out by students, they found that the environmental conditions were not good, there was a lot of rubbish strewn about and there was a lack of rubbish storage areas and waste disposal that was still not sorted. This is possible because there are still many people who are not aware of cleanliness. The aim of this activity is to increase public knowledge about waste management through the kangpisman movement. The results of the activity showed an increase in public knowledge about waste management by 28 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued independently by the community according to the knowledge they already have so that the community can implement the kangpisman movement from their household. Sub-district heads and heads of community health centers can facilitate the community in implementing waste management through the kangpisman movement. Keywords: Knowledge, Waste Management, Kangpisman
Mengembangkan Minat dan Bakat Pada Siswa SMPN 3 Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14875

Abstract

ABSTRAK Manusia merupakan makhluk dengan kemampuan untuk berkembang dengan menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Dengan akal budi yang manusia miliki, manusia akan berusaha keluar dari masalah untuk menjalani hidup yang lebih ideal Atas dasar hal tersebut, perubahan terus-menerus terjadi di dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi yang menggeser segala aspek kehidupan ini perlu dilandasi oleh sebuah visi sebagai alat bantu penunjuk arah kehidupan manusia. Sehubungan dengan hal tersebut, disusunlah Visi Indonesia Emas 2045. Visi Indonesia Emas 2045 mencakup pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pemantapan ketahanan nasional . Tujuan Pengabdian pada Masyarakat ini untuk mengetahui minat  dan bakat pada siswa/siswi Kls VIII SMPN 3 Jatinangor. Metode penelitian ini menggunakan curah pendapat (brainstorming), edukasi  serta sebelumnya  memberikan soal pre dan pos tes . Siswa lebih memahami apa minat dan bakat pada diri sendiri dan memberikan solusi kepada mereka bagaimana cara menemukan bakat dan minat yang mereka inginkan. Dari edukasi yang kami berikan kepada mereka membuat mereka lebih mengerti mengenai apa itu minat dan bakat yang mereka miliki dan mereka inginkan. Hasil postest lebih tinggi dari pada hasil prestest. Siswa seringkali tidak memahami dengan cukup baik mengenai potensi yang dimilikinya, dan kurangnya program pemberdayaan membuat mereka kesulitan mengarahkan diri pada pengembangan potensi tersebut. Kata Kunci:  Mencari Tahu, Bakat Dan Minat, Peserta Didik  ABSTRACT Humans are creatures with the ability to develop by finding solutions to existing problems. With the intelligence that humans have, humans will try to get out of problems to live a more ideal life. Based on this, changes continuously occur in human life. Technological advances that are shifting all aspects of life need to be based on a vision as a tool to guide the direction of human life. In connection with this, the Golden Indonesia Vision 2045 was prepared. The Golden Indonesia Vision 2045 includes human development as well as mastery of science and technology, economic development, equitable development and strengthening national resilience. The aim of this Community Service is to determine the interests and talents of Kls VIII students at SMPN 3 Jatinangor. This research method uses brainstorming, education and previously provides pre- and post-test questions. Students better understand what their own interests and talents are and provide solutions to them on how to find the talents and interests they want. The education we give them makes them understand more about what interests and talents they have and what they want. The posttest results are higher than the pretest results. Students often do not understand their potential well enough, and the lack of empowerment programs makes it difficult for them to direct themselves towards developing this potential. Keywords: Finding Out, Talents and Interests, Learners
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erita Cahya Purnama Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Syifa Nabilla Putri Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani