Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan tentang Manfaat Sayuran sebagai Sumber Gizi bagi Kesehatan Anak di SDN 01 Cikeruh Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20138

Abstract

ABSTRAK Anak sekolah dasar (SD) adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi dan mereka perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga, karena mereka sedang mengalami pertumbuhan spurt (pertumbuhan cepat). Pada usia emas kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi. Makan makanan yang bergizi membantu pertumbuhan anak. Tubuh memerlukan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral yang cukup. Sayur-sayuran adalah salah satu sumber makanan ini. Siswa sekolah dasar harus diajarkan cara menanam sayuran.  Tujuan dari pendidikan kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar tentang manfaat sayuran sebagai sumber gizi bagi Kesehatan  anak.  Metode PKM  ini dengan menggunakan edukasi dan penanaman bibit kacang hijau sebagai sumber gizi bagi anak sekolah. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 53,5% menjadi 80 %. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan siswa meningkat tentang manfaat sayuran bagi kesehatan dan mereka bisa menanam bibit kacang hijau  sebagai sumber zat gizi.  Direkomendasikan bagi guru untuk memberikan edukasi lanjut tentang manfaat sayuran bagi Kesehatan anak serta dapat dipraktekan di sekolah. Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Pendidikan Kesehatan, Sayuran, Manfaat  ABSTRACT Elementary school children are an age group that is vulnerable to nutritional problems and they need special attention from their families, because they are experiencing a growth spurt. At the golden age of life, children's growth and development occur. Eating nutritious food helps children grow. The body needs food that contains sufficient calories, protein, vitamins, carbohydrates, and minerals. Vegetables are one source of this food. Elementary school students should be taught how to grow vegetables. The purpose of this health education is to determine the knowledge of elementary school children about the benefits of vegetables as a source of nutrition for children's health. This PKM method uses education and planting of green bean seeds as a source of nutrition for school children. The results of this community service can be seen from: After health education was carried out, students' knowledge increased about the benefits of vegetables for health and they were able to plant green bean seeds as a source of nutrition. It is recommended for teachers to provide further education about the benefits of vegetables for children's health and can be practiced at school. Keywords: Elementary School Children, Health Education, Vegetables, Benefits
Cegah Cedera Saat Bekerja dengan Menerapkan Ergonomi Tubuh yang Benar Bagi Kesehatan di Perusahaan Mekarjaya Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12724

Abstract

ABSTRAK Penyamakan kulit adalah pekerjaan yang memerlukan posisi pekerjanya seringkali berdiri dalam waktu yang lama dan melakukan gerakan yang repetitif. Postur tubuh yang buruk selama pekerjaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja. Posisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, sakit leher, dan cedera otot. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang Cegah Cedera Saat Bekerja dengan menerapkan ergonomi tubuh yang benar bagi kesehatan.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah interaktif yang melibatkan para pekerja penyamakan kulit. Dalam ceramah ini, mereka diberikan informasi tentang bahaya postur tubuh yang buruk dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mereka.  Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil pre-test sebesar 52 poin dan rata rata nilai post-test sebesar 80 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya tingkat pengetahuan para pekerja penyamakan kulit tentang cegah cedera dengan menerapkan ergonomi tubuh sebesar 28 point. Mereka juga diberikan tips praktis tentang bagaimana menjaga postur tubuh yang baik dan menerapkan ergonomi dalam pekerjaan mereka. Setelah pengabdian dilakukan, diharapkan bahwa pekerja penyamakan kulit akan lebih sadar akan pentingnya menjaga postur tubuh yang baik dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah cedera saat bekerja. Kata Kunci: Ergonomic, Pekerja, Penyamakan Kulit  ABSTRACT Leather tanning is a job that requires workers to often stand for long periods of time and perform repetitive movements. Poor posture during this work can have a negative impact on workers' health. Unergonomic working positions can cause various health problems, such as back pain, neck pain and muscle injuries. The aim of this community service is to provide tannery workers with an understanding of Preventing Injuries at Work by implementing correct body ergonomics for health. The method used in this service is an interactive lecture involving tannery workers. In this lecture, they are given information about the dangers of poor posture and how it can affect their health. The results of the activity showed that the average pretest score was 52 points and the average posttest score was 80 points.  The conclusion of this service activity is that the level of knowledge of tannery workers about preventing injuries by applying body ergonomics has increased by 28 points. They are also given practical tips on how to maintain good posture and apply ergonomics to their work. Once the service is carried out, it is hoped that tannery workers will be more aware of the importance of maintaining good posture and taking steps to prevent injuries while working. Keywords: Ergonomics, Workers, Leather Tanning
Recognize and Understand Occupational Safety Injuries Due to Heat or Fire Exposure in Industrial Homes: Kenali dan Pahami Keselamatan Kerja Cidera Akibat Paparan Panas atau Api di Home Industri Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i5.22764

Abstract

The implementation of occupational safety and health (K3) aims to create a safe, comfortable, and healthy workplace. So that work accidents and consequences of occupational diseases can be prevented and work productivity increases, especially in controlling the risk of heat and fire exposure.The purpose of this service activity is: to increase awareness and knowledge of Tansu home industry owners and employees about the importance of work safety and healthy living behaviors. The methods carried out in health education are explanations or lectures, questions and answers and demonstrations through videos given by speakers to workers and owners of Home Industries. As a result of the activity, the participants of this activity were owners or owners of the home industry and 4 employees from the home industry with the result that there was an increase in knowledge with their ability to answer questions properly and correctly. Conclusion: There needs to be an effort to raise awareness about the importance of health in the workplace, including policies that support lifestyles
Implementation of Prototype Biodigester for the Development of Healthy and Productive Villages through Community Empowerment Maziyya, Nur; Rahayuwati, Laili; Pramukti, Iqbal; Luthfi, Wazirul; Agustina, Habsyah Saparidah; Ibrahim, Kusman; Lukman, Mamat; Rosidin, Udin; Witdiawati, Witidiawati
Media Karya Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v8i2.67219

Abstract

Waste remains a complex environmental problem, particularly in rural areas that rely heavily on agricultural and livestock activities. This condition requires sustainable technology-based waste management alternatives to prevent deterioration in sanitation quality, contamination of water sources, and the decline of environmental carrying capacity for community life. Compreng Village, located in Subang Regency, is predominantly inhabited by farmers, making it vulnerable to environmental pollution due to inadequate waste management practices.This Community Service Program was implemented by introducing an alternative waste management approach, namely the utilization of a Biodigester prototype for household organic waste and agricultural residue processing. The program was carried out under the theme “Healthy and Productive Village,” in which community members were trained to convert organic waste into a renewable energy source as a complementary alternative to LPG gas, while the resulting bioslurry was processed into compost fertilizer. The implementation methods consisted of four main stages: program socialization, training on waste segregation and biodigester operation, mentoring for organic waste processing practice, and technology transfer through community-based biodigester prototype application. A pre- and post-program knowledge assessment was also conducted using a paired t-test. The evaluation results narratively indicated that community members were able to utilize the biodigester prototype to manage organic waste and use the produced bioslurry as fertilizer. Additionally, the paired t-test results showed a significant increase in knowledge regarding the use of biodigesters for organic waste management (p < .001). As a recommendation, ongoing evaluation and follow-up planning are necessary to ensure the sustainability of this program, so that it may be applied. Keywords: Biodigester, environment, healthy productive village, waste management. 
Aksi sosial petualangan rasa: menjelajahi dunia makanan bergizi untuk tumbuh kembang pada anak sekolah dasar Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Sandra Pebrianti
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p63-76

Abstract

Permasalahan gizi seimbang menjadi hambatan utama dalam upaya peningkatan ketahanan pangan karena dapat mengurangi efisiensi pemanfaatan pangan dan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkualitas, dibutuhkan pendekatan holistik yang tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan akses, pemanfaatan, dan keberlanjutan pangan bergizi bagi masyarakat khususnya pada anak. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pola makan gizi seimbang yang baik untuk kesehatan dan tercegah dari berbagai penyakit. Melalui pendekatan ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Hasil didapatkan adanya perubahan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap gizi seimbang untuk memperoleh tumbuh kembang yang optimal. Makanan bergizi memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Rekomendasi untuk Guru dan sekolah, diharapkan mengadakan program edukasi gizi seperti Hari Makan Sehat atau Kantin Sehat untuk mempromosikan kebiasaan makan bergizi.
Efektifitas Art Therapy Untuk Mengurangi Halusinasi Pada Pasien Skizoprenia Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20580

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a psychotic disorder that can cause a person to have limitations in the process of thinking, communicating, interpreting reality, feeling emotions and expressing the emotions they feel. Hallucinations are a symptom of schizophrenia where sufferers experience disturbances in sensory perception and will feel sensations that actually do not exist or are not real, which can be in the form of sound, taste, sight, smell and touch. This research is to determine and analyze the effectiveness of Art therapy interventions in the recovery of schizophrenia patients. This research uses a literature study method with secondary data from previous research obtained from 535 journals adjusted to the inclusion and exclusion criteria, with the publication year 2014-2024, which was determined by the researcher through Search using online databases, namely Pubmed, Garuda, and Google Scholar search engine. The application of art therapy has proven effective in managing the symptoms that appear in schizophrenia patients, one of which is hallucinations. Art therapy can be carried out using various methods because art is abstract and very broad, and involves many senses, thus providing a way for patients to express hallucinatory experiences nonverbally. Art therapy or drawing therapy has been widely used in the medical environment, one of which is to treat mental disorders such as hallucinations because it functions to release emotions, express oneself through non-verbal means and build communication.  . It is hoped that it can become a reference for health practitioners, especially mental health nurses, to implement art therapy interventions as actions that are given routinely as non-pharmacological therapy Keywords: Art Therapy, Hallucinations, Schizophrenia.  ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang dapat menyebabkan seseorang memiliki keterbatasan dalam proses berpikir, berkomunikasi, menafsirkan realitas, merasakan emosi dan mengekspresikan perasaan emosi yangdirasakannya. Halusinasi adalah gejala skizofrenia dimana penderita mengalami gangguan pada persepsi sensori akan merasakan sensasi yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata, dapat berbentuk suara, pengecapan, penglihatan, penghidu dan perabaan. Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa efektivitas dari intervensi Art therapy dalam pemulihan pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan data sekunder hasilpenelitian terdahulu yang didapatkan sebanyak 535  jurnal yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi , dengan tahun terbit 2014- 2024 ,yang ditetapkan oleh peneliti melalui pencarian menggunakan Database Online yaitu Pubmed, Garuda, dan search engine Google Scholar. Penerapan art therapy terbukti efektif untuk mengelola gejala yang muncul pada pasien skizofrenia, salah satunya halusinasi. Art therapy dapat dilakukan dengan berbagai metode karena seni itu abstrak dan sangat luas, serta melibatkan banyak indera sehingga memberikan cara bagi pasien untukmengekspresikan pengalaman halusinasi  secara nonverbal. Art theraphy atau terapi menggambar telah banyak digunakan dilingkungan medis, salah satunya untuk pengobatan penyakit gangguan jiwa seperti halusinasi karena berfungsi untuk melepaskan emosi, mengekspresikan diri melalui cara-cara non verbal dan membangun komunikasi. Diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi kesehatan, terutama perawat Jiwa  untuk  menerapkan  intervensi Art terapi sebagai tindakan  yang diberikan secara  rutin  sebagai terapi non farmakologi. Kata Kunci: Art Terapi, Halusinasi, Skizoprenia.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Persepsi dan Perilaku Remaja Putri Mengenai Perineal Hygiene Saat Menstruasi di Pesantren SMP Al-Ma’soem Erita Cahya Purnama; Sukmawati Sukmawati; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24435

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls’ reproductive health remains a public health concern, particularly related to perineal hygiene practices during menstruation. National data indicate that only 21.6% of adolescents practice proper hygiene behaviors, which increases the risk of reproductive tract infections and urinary tract infections. This study aimed to describe the levels of knowledge, attitudes, perceptions, and behaviors of adolescent girls regarding perineal hygiene during menstruation.This study employed a quantitative descriptive design. The sampling technique used was total sampling among female students in grades VII–IX who had experienced menstruation. Data were collected using a structured questionnaire covering knowledge, attitudes, perceptions, and perineal hygiene behaviors during menstruation. Data analysis was conducted using univariate analysis. The results showed that nearly half of the respondents had a low level of knowledge (43.5%). Most respondents demonstrated positive attitudes and perceptions, with proportions of 55.3% and 57.6%, respectively; however, more than half of the respondents still exhibited poor perineal hygiene behaviors (51.8%). These findings indicate that positive attitudes and perceptions are not yet fully accompanied by adequate knowledge and optimal perineal hygiene behaviors among adolescent girls. Keywords: Adolescent girls, Menstruation, Perineal hygiene, Schools, Religion and Education.  ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya terkait praktik kebersihan perineal saat menstruasi. Data nasional menunjukkan bahwa hanya 21,6% remaja yang menerapkan perilaku hygiene dengan benar, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran reproduksi dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku remaja putri mengenai perineal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada santriwati kelas VII–IX yang telah mengalami menstruasi.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku perineal hygiene saat menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (43,5%). Sebagian besar responden memiliki sikap dan persepsi positif masing-masing sebesar 55,3% dan 57,6%, namun perilaku perineal hygiene masih tergolong kurang pada lebih dari setengah responden (51,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa sikap dan persepsi yang positif belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat pengetahuan dan perilaku perineal hygiene yang optimal pada remaja putri. Kata Kunci: Menstruasi, Perineal Hygiene, Pesantren, Remaja Putri.
Gambaran Kondisi Kesehatan Lingkungan Rumah Warga di RW 08 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.17669

Abstract

ABSTRACT The health of the home environment is one of the important factors that affect the quality of life of the community, especially in dense residential environments such as RW. A healthy home environment can prevent various diseases and support the overall well-being of society. To describe the health condition of the home environment in RW 08 and Analyze the factors that affect it and assess the impact of the home environment on the health of the local community. The research method uses quantitative descriptive. The research is focused on aspects of the home environment related to health, such as water quality, sanitation, ventilation, and household waste management. The community settlement of RW 08 Wetan City Village is a fairly densely populated settlement characterized by the distance between the houses and the other houses is quite close and there are several houses that have unifying walls. Almost all people have permanent houses (95.4%), with sufficient ventilation (50.8%), the floors of the houses are entirely made of cement / plaster / boards / ceramics (100%), the condition of the house is poorly lit (67.7%), and the condition of the house is humid with a percentage (64.4%). The health conditions of the home environment in RW 08 are very diverse, but the majority show significant health risks related to poor air quality, humidity, and sanitation. To improve this condition, intervention from the government and local communities is needed to improve the quality of the home environment in a sustainable manner Keywords: Health Conditions, Home Environment, Community Members, RW   ABSTRAK Kesehatan lingkungan rumah merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama di lingkungan pemukiman padat seperti RW. Lingkungan rumah yang sehat dapat mencegah berbagai penyakit dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Untuk mendeskripsikan kondisi kesehatan lingkungan rumah di RW 08 dan Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya serta menilai dampak kondisi lingkungan rumah terhadap kesehatan masyarakat setempat. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian difokuskan pada aspek lingkungan rumah yang berhubungan dengan kesehatan, seperti kualitas air, sanitasi, ventilasi, dan penanganan limbah rumah tangga. Pemukiman masyarakat RW 08 Kelurahan Kota Wetan merupakan pemukiman yang cukup padat penduduk ditandai dengan jarak rumah dengan rumah yang lainnya cukup rapat dan ada beberapa rumah yang memiliki tembok menyatu. Hampir seluruh masyarakat memiliki rumah permanen (95,4%), dengan ventilasi mencukupi (50,8%), lantai rumah seluruhnya memakai semen / plester / papan / keramik (100%), kondisi rumah kurang terang (67,7%), dan kondisi rumah yang lembab dengan persentase (64,4%). Kondisi kesehatan lingkungan rumah di RW 08 ini sangat beragam, tetapi mayoritas menunjukkan adanya risiko kesehatan yang cukup signifikan terkait dengan kualitas udara, kelembapan, serta sanitasi yang buruk. Untuk memperbaiki kondisi ini, diperlukan intervensi dari pemerintah dan masyarakat setempat guna meningkatkan kualitas lingkungan rumah secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kondisi Kesehatan, Lingkungan Rumah, Warga Masyarakat, RW
Pengaruh Karakteristik Siswa terhadap Pengetahuan tentang PHBS Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20785

Abstract

ABSTRACT School children's health is an effort that needs to be accustomed to in the learning process, so that children have an awareness of healthy behavior habits. This awareness must be instilled in all children, so that they can apply healthy behavior at school or in everyday life. Several studies have stated that health disorders in school-age children are susceptible to health problems caused by environmental factors and poor lifestyles. Based on the results of the initial survey, it was found that students often buy snacks around the school, brush their teeth only once a day, and students often suffer from diarrhea. This is possible because the implementation of clean and healthy living behaviors in schools is still low. One factor in the low implementation of clean and healthy living behaviors is knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of characteristics on students' knowledge about the implementation of clean and healthy living behaviors. The characteristics of the students studied were class level, gender and age. While the variables are student characteristics, namely class level, gender and age as independent variables while knowledge is the dependent variable. The research design developed was quantitative analytic. The population of this study was all students from grades I to VI of SDN 1 Sukamentri. The results of the study showed that class level with student knowledge p value 0.001 and OR value 4.375. gender with student knowledge p value 0.32 and OR value 0.85. Age with student knowledge p value 0.001 and OR value 5.327. Conclusion; there is an influence between class level and student knowledge. There is no influence between gender and student knowledge and there is an influence between age and student knowledge. Keywords: Knowledge, Clean and healthy living behavior, Elementary School Students  ABSTRAK Kesehatan anak sekolah merupakan upaya yang perlu dibiasakan dalam proses pembelajaran, sehingga anak memiliki kesadaran terhadap kebiasaan berperilaku sehat. Kesadaran tersebut harus tertanam pada semua anak, agar dapat menerapkan perilaku sehat di sekolah ataupun pada kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian menyebutkan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah rentan timbulnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan pola hidup kurang baik. Berdasarkan hasil survey awal, ditemukan bahwa siswa sering jajan di sekitar sekolah, menggosok gigi hanya satu kali dalam sehari, dan siswa sering menderita penyakit diare. Hal ini dimungkinkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Salah satu faktor rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat adalah pengetahuannya. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik dengan pengetahuan siswa tentang  pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Karakteristik siswa yang diteliti adalah tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia. Sedangkan variabelnya adalah karakteristik siswa yaitu tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia sebagai variabel independen sedangkan pengetahuan sebagai variabel dependen. Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah analitik kuantitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SDN 1 Sukamentri. Hasil penelitian menunjukan tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 4,375. jenis kelamin dengan pengetahuan siswa p value 0,32 dan nilai OR 0,85. Usia dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 5,327. Kesimpulan ; adanya pengaruh antara tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa dan ada pengaruh antara usia dengan pengetahuan siswa.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa Sekolah Dasar
Norma Subjektif Perawatan Kaki Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari Syifa Nabilla Putri; Witdiawati Witdiawati; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24541

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease with an increasing prevalence and a risk of various complications, including foot ulcers. The importance of foot care in preventing such complications is well-established, yet patient compliance remains influenced by a variety of psychosocial factors, including subjective norms. The objective of this study is to provide the description of subjective norms of diabetes mellitus patients related to foot care behaviour in the working area of the Babakan Sari Community Health Centre. This study used a quantitative, descriptive design with a sample of 79 diabetes mellitus patients, selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire based on the modified Theory of Planned Behavior, and analysed descriptively. The results indicated that the majority of respondents (70.9%) exhibited poor subjective norms regarding foot care behavior. This finding suggests that individuals with diabetes may not perceive sufficient social support or normative pressure from their immediate environment, including family, peers, and health professionals, to engage in regular foot care practices.The subjective norms of people with diabetes mellitus regarding foot care remain relatively low. These findings emphasise the importance of strengthening social support and the role of the surrounding environment in improving foot care behaviour at primary healthcare level. Keywords: Diabetes Mellitus, Foot Care, Subjective Norms.  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya ulkus kaki. Perawatan kaki merupakan perilaku yang diperlukan dalam pencegahan komplikasi tersebut, tetapi kepatuhan pasien masih dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial, termasuk norma subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran norma subjektif penderita diabetes melitus terkait perilaku perawatan kaki di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari.  Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 79 penderita diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Theory of Planned Behavior yang telah dimodifikasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (70,9%) memiliki norma subjektif yang kurang baik terhadap perilaku perawatan kaki. Temuan ini mengindikasikan bahwa penderita diabetes belum merasakan dukungan sosial atau tekanan normatif yang cukup kuat dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan, untuk melakukan perawatan kaki secara konsisten. Norma subjektif penderita diabetes melitus terkait perawatan kaki masih relatif rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan dukungan sosial dan peran lingkungan sekitar dalam upaya meningkatkan perilaku perawatan kaki di tingkat pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Norma Subjektif, Perawatan Kaki.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Avrilia Roroarta Wahyuni Purba Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erita Cahya Purnama Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Mariah Komariah Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Meita Dhamayanti Mira Trisyani Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Siti Mutia Kosassy Situ Yuyun Rahayu Fitri Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Suryani Suryani Syifa Nabilla Putri Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani