Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan tentang Manfaat Sayuran sebagai Sumber Gizi bagi Kesehatan Anak di SDN 01 Cikeruh Jatinangor Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.20138

Abstract

ABSTRAK Anak sekolah dasar (SD) adalah kelompok usia yang rentan terhadap masalah gizi dan mereka perlu mendapatkan perhatian khusus dari keluarga, karena mereka sedang mengalami pertumbuhan spurt (pertumbuhan cepat). Pada usia emas kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi. Makan makanan yang bergizi membantu pertumbuhan anak. Tubuh memerlukan makanan yang mengandung kalori, protein, vitamin, karbohidrat, dan mineral yang cukup. Sayur-sayuran adalah salah satu sumber makanan ini. Siswa sekolah dasar harus diajarkan cara menanam sayuran.  Tujuan dari pendidikan kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar tentang manfaat sayuran sebagai sumber gizi bagi Kesehatan  anak.  Metode PKM  ini dengan menggunakan edukasi dan penanaman bibit kacang hijau sebagai sumber gizi bagi anak sekolah. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 53,5% menjadi 80 %. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan siswa meningkat tentang manfaat sayuran bagi kesehatan dan mereka bisa menanam bibit kacang hijau  sebagai sumber zat gizi.  Direkomendasikan bagi guru untuk memberikan edukasi lanjut tentang manfaat sayuran bagi Kesehatan anak serta dapat dipraktekan di sekolah. Kata Kunci: Anak Sekolah Dasar, Pendidikan Kesehatan, Sayuran, Manfaat  ABSTRACT Elementary school children are an age group that is vulnerable to nutritional problems and they need special attention from their families, because they are experiencing a growth spurt. At the golden age of life, children's growth and development occur. Eating nutritious food helps children grow. The body needs food that contains sufficient calories, protein, vitamins, carbohydrates, and minerals. Vegetables are one source of this food. Elementary school students should be taught how to grow vegetables. The purpose of this health education is to determine the knowledge of elementary school children about the benefits of vegetables as a source of nutrition for children's health. This PKM method uses education and planting of green bean seeds as a source of nutrition for school children. The results of this community service can be seen from: After health education was carried out, students' knowledge increased about the benefits of vegetables for health and they were able to plant green bean seeds as a source of nutrition. It is recommended for teachers to provide further education about the benefits of vegetables for children's health and can be practiced at school. Keywords: Elementary School Children, Health Education, Vegetables, Benefits
Cegah Cedera Saat Bekerja dengan Menerapkan Ergonomi Tubuh yang Benar Bagi Kesehatan di Perusahaan Mekarjaya Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Hendrawati, Hendrawati; DA, Iceu Amira
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12724

Abstract

ABSTRAK Penyamakan kulit adalah pekerjaan yang memerlukan posisi pekerjanya seringkali berdiri dalam waktu yang lama dan melakukan gerakan yang repetitif. Postur tubuh yang buruk selama pekerjaan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan pekerja. Posisi kerja yang tidak ergonomis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, sakit leher, dan cedera otot. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang Cegah Cedera Saat Bekerja dengan menerapkan ergonomi tubuh yang benar bagi kesehatan.  Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah interaktif yang melibatkan para pekerja penyamakan kulit. Dalam ceramah ini, mereka diberikan informasi tentang bahaya postur tubuh yang buruk dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mereka.  Hasil kegiatan menunjukkan rata rata nilai hasil pre-test sebesar 52 poin dan rata rata nilai post-test sebesar 80 point. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya tingkat pengetahuan para pekerja penyamakan kulit tentang cegah cedera dengan menerapkan ergonomi tubuh sebesar 28 point. Mereka juga diberikan tips praktis tentang bagaimana menjaga postur tubuh yang baik dan menerapkan ergonomi dalam pekerjaan mereka. Setelah pengabdian dilakukan, diharapkan bahwa pekerja penyamakan kulit akan lebih sadar akan pentingnya menjaga postur tubuh yang baik dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah cedera saat bekerja. Kata Kunci: Ergonomic, Pekerja, Penyamakan Kulit  ABSTRACT Leather tanning is a job that requires workers to often stand for long periods of time and perform repetitive movements. Poor posture during this work can have a negative impact on workers' health. Unergonomic working positions can cause various health problems, such as back pain, neck pain and muscle injuries. The aim of this community service is to provide tannery workers with an understanding of Preventing Injuries at Work by implementing correct body ergonomics for health. The method used in this service is an interactive lecture involving tannery workers. In this lecture, they are given information about the dangers of poor posture and how it can affect their health. The results of the activity showed that the average pretest score was 52 points and the average posttest score was 80 points.  The conclusion of this service activity is that the level of knowledge of tannery workers about preventing injuries by applying body ergonomics has increased by 28 points. They are also given practical tips on how to maintain good posture and apply ergonomics to their work. Once the service is carried out, it is hoped that tannery workers will be more aware of the importance of maintaining good posture and taking steps to prevent injuries while working. Keywords: Ergonomics, Workers, Leather Tanning
Recognize and Understand Occupational Safety Injuries Due to Heat or Fire Exposure in Industrial Homes: Kenali dan Pahami Keselamatan Kerja Cidera Akibat Paparan Panas atau Api di Home Industri Shalahuddin, Iwan; Rosidin, Udin
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i5.22764

Abstract

The implementation of occupational safety and health (K3) aims to create a safe, comfortable, and healthy workplace. So that work accidents and consequences of occupational diseases can be prevented and work productivity increases, especially in controlling the risk of heat and fire exposure.The purpose of this service activity is: to increase awareness and knowledge of Tansu home industry owners and employees about the importance of work safety and healthy living behaviors. The methods carried out in health education are explanations or lectures, questions and answers and demonstrations through videos given by speakers to workers and owners of Home Industries. As a result of the activity, the participants of this activity were owners or owners of the home industry and 4 employees from the home industry with the result that there was an increase in knowledge with their ability to answer questions properly and correctly. Conclusion: There needs to be an effort to raise awareness about the importance of health in the workplace, including policies that support lifestyles
Implementation of Prototype Biodigester for the Development of Healthy and Productive Villages through Community Empowerment Maziyya, Nur; Rahayuwati, Laili; Pramukti, Iqbal; Luthfi, Wazirul; Agustina, Habsyah Saparidah; Ibrahim, Kusman; Lukman, Mamat; Rosidin, Udin; Witdiawati, Witidiawati
Media Karya Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v8i2.67219

Abstract

Waste remains a complex environmental problem, particularly in rural areas that rely heavily on agricultural and livestock activities. This condition requires sustainable technology-based waste management alternatives to prevent deterioration in sanitation quality, contamination of water sources, and the decline of environmental carrying capacity for community life. Compreng Village, located in Subang Regency, is predominantly inhabited by farmers, making it vulnerable to environmental pollution due to inadequate waste management practices.This Community Service Program was implemented by introducing an alternative waste management approach, namely the utilization of a Biodigester prototype for household organic waste and agricultural residue processing. The program was carried out under the theme “Healthy and Productive Village,” in which community members were trained to convert organic waste into a renewable energy source as a complementary alternative to LPG gas, while the resulting bioslurry was processed into compost fertilizer. The implementation methods consisted of four main stages: program socialization, training on waste segregation and biodigester operation, mentoring for organic waste processing practice, and technology transfer through community-based biodigester prototype application. A pre- and post-program knowledge assessment was also conducted using a paired t-test. The evaluation results narratively indicated that community members were able to utilize the biodigester prototype to manage organic waste and use the produced bioslurry as fertilizer. Additionally, the paired t-test results showed a significant increase in knowledge regarding the use of biodigesters for organic waste management (p < .001). As a recommendation, ongoing evaluation and follow-up planning are necessary to ensure the sustainability of this program, so that it may be applied. Keywords: Biodigester, environment, healthy productive village, waste management. 
Pemberdayaan Siswa dalam Pembentukan PHBS Sekolah di Madrasah Aliyah 19 Persis Bentar-Garut Rosidin, Udin; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23196

Abstract

ABSTRAK Kesehatan siswa memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses belajar-mengajar di sekolah. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya berkontribusi pada prestasi akademik siswa, tetapi juga pada pembentukan generasi muda yang sehat, produktif, dan berkualitas. Keperawatan kesehatan sekolah sebagai pendekatan pelayanan kesehatan di sekolah bertujuan untuk mendukung peningkatan kesehatan siswa melalui upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Namun kenyataannya, masih banyak siswa yang menghadapi berbagai permasalahan kesehatan. Berdasarkan data yang diperoleh di MA Persis 19 Bentar Garut, sebagian besar siswa memiliki perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang, perilaku buang sampah yang buruk, hampir setengahnya siswa putri memiliki pengetahuan yang rendah terkait anemia. Keadaan tersebut menunjukan rendahnya partisipasi siswa dalam pembentukan PHBS sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam pembentukan PHBS sekolah di MA 19 Persis Bentar Garut. Metode kegiatan yang digunakan adalah pemberdasayaan siswa dalam pembentukan PHBS sekolah. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 263 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 64,19 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 86,96 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 25,77 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati adalah menyusun kebijakan dan peraturan sekolah sebagai pedoman  pelaksanaan PHBS sekolah, mengaktifkan kembali program UKS, pelatihan Duta remaja sehat dan pengelolaan sampah.  Kegiatan yang sudah  direncanakan diharapkan dapat dilanjutkan oleh sekolah bekerjasama dengan puskesmas sebagai pembina wilayah.                                                                                                                                          Kata Kunci: Pemberdayaan, PHBS Sekolah, Siswa.  ABSTRACT Student health plays an important role in supporting the success of the teaching and learning process in schools. A healthy school environment not only contributes to students' academic achievement but also to the formation of a healthy, productive, and quality young generation. School health nursing as a health service approach in schools aims to support the improvement of student health through promotive, preventive, curative, and rehabilitative efforts. However, in reality, many students still face various health problems. Based on data obtained at MA Persis 19 Bentar Garut, most students have poor clean and healthy living behaviors, poor waste disposal behavior, almost half of female students have low knowledge regarding anemia. This situation indicates low student participation in the formation of PHBS schools. The purpose of this community service activity is to increase student knowledge in the formation of PHBS schools at MA 19 Persis Bentar Garut. The activity method used is student empowerment in the formation of PHBS schools. The number of participants who attended was 263 students. The results of the activity showed an average pre-test score of 64.19 points and an average post-test score of 86.96 points. The conclusion was that there was a 25.77-point increase in knowledge after the health education. The agreed-upon follow-up plans include developing school policies and regulations to guide the implementation of PHBS (Healthy Living Behavior), reactivating the UKS program, training Healthy Youth Ambassadors, and managing waste. The planned activities are expected to be continued by the school in collaboration with the community health center (Puskesmas) as the regional supervisor. Keywords: Empowerment, School PHBS, Students.
Sosialisasi tentang Pengelolaan Kesehatan Mental pada Remaja di SMA Negeri Jatinangor Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23216

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode transisi, ditandai dengan perubahan fisik, mental, sosial dan emosional. Pada usia remaja sering kali menghadapi permasalahan  kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan aspek yang kurang mendapat perhatian dikalangan siswa sekolah seperti stres akademik. Kesehatan mental remaja pada siswa sekolah dipengaruhi berbagai faktor seperti beban akademik yang tinggi, tuntutan untuk meraih prestasi dan persiapan ujian. Hal tersebut merupakan penyebab terjadinya stres pada remaja yang seringkali tidak disadari padahal sangat berdampak pada kualitas hidup mereka. Kondisi ini dimungkinkan kurangnya pemahaman remaja mengenai kesehatan mental sehingga tidak berusaha mencari bantuan professional. Hasil survey yang dilakukan di SMAN di Jatinangor menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang kesehatan mental sebanyak 40% memiliki pengetahuan kurang. Sikapsiswa terhadap pengelolaan kesehatan mental sebanyak 58,33% memiliki sikap tidak mendukung. Persepsi tentang layanan konsultasi kesehatan mental di sekolah 45% memiliki perspektif negatif,  dan perilaku tentang koping mekanisme dari suatu keadaan 46,66%  siswa tidak melakukan perilaku yang baik. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, persepsi dan perilaku siswa dalam pengelolaan kesehatan mental pada remaja  di SMAN Jatinangor. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi tentang pengelolaan kesehatan mental pada remaja di SMAN Jatinangor. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 55,73 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 77,85 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 22,12 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati sekolah adalah pemberdayaan guru Bimbingan dan Konseling dalam penanganan siswa yang mengalami masalah kesehatan mental.   Kata Kunci: Kesehatan mental, Sosialisasi, Siswa.  ABSTRACT Adolescence is a transitional period, marked by physical, mental, social, and emotional changes. Adolescence often faces mental health issues. Mental health is an aspect that receives less attention among school students, such as academic stress. Adolescent mental health in school students is influenced by various factors such as high academic loads, demands for achievement, and exam preparation. This is a cause of stress in adolescents that is often not recognized even though it has a significant impact on their quality of life. This condition is possibly due to adolescents' lack of understanding about mental health, so they do not try to seek professional help. The results of a survey conducted at a high school in Jatinangor showed that 40% of students had insufficient knowledge about mental health. 58.33% of students' attitudes towards mental health management were unsupportive. Perceptions about mental health consultation services in schools were 45% negative, and behaviors regarding coping mechanisms for a situation were 46.66% of students did not behave well. The aim of this activity is to increase students' knowledge, attitudes, perceptions, and behavior in managing mental health in adolescents at Jatinangor High School. The activity method used was socialization about mental health management in Jatinangor High School. A total of 35 students attended. The activity results showed an average pre-test score of 55.73 points and an average post-test score of 77.85 points. The conclusion was that there was a 22.12 point increase in knowledge after the health education. The school's agreed-upon follow-up plan is to empower guidance and counseling teachers to handle students experiencing mental health issues. Keywords: Mental Health, Socialization, Students.
Pengelolaan Sampah yang Produktif bagi Masyarakat Kelurahan Sukamentri Kabupaten Garut Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Yamin, Ahmad; Lukman, Mamat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23325

Abstract

ABSTRAK Indonesia saat ini menghadapi berbagai masalah kesehatan masyarakat seperti muncul penyakit infeksi baru serta munculnya kembali penyakit infeksi lama, penyakit menular yang belum tertangani secara optimal, dan peningkatan jumlah kasus penyakit tidak menular (PTM).  Permasalahan tersebut, dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor perilaku dan faktor lingkungan.  Selain itu munculnya permasalahan kesehatan juga diakibatkan oleh kondisi demografi seperti persoalan sampah. Hasil survey yang dilaksanakan di Kelurahan Sukamentri, menunjukan ibu rumah tangga yang membuang sendiri ke TPS sebanyak 61.5%, dibuang ke sungai sebanyak  11.8%, ditimbun sebanyak 0.1%,dibakar sendiri sebanyak 2.4%, dan diangkat petugas sebanyak  24.2%.  Terkait data pemilahan sampah rumah tangga sebanyak 91.6 % tidak melakukan pemilahan sampah dirumah tangganya. Hal itu terjadi dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perilaku pengelolaan sampah yang produktif di Kelurahan Sukamentri. Metode kegiatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan masyarakat tentang perilaku pengelolaan sampah yang produktif. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 76 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 42,7 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 67,9 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 25,2 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati adalah memotivasi masyarakat untuk bergabung dengan bank sampah yang ada di Kelurahan Sukamentri.                                                                                                                                          Kata Kunci: Edukasi, Pengelolaan Sampah Produktif, Masyarakat.  ABSTRACT Introduction. Indonesia currently faces various public health problems such as the emergence of new infectious diseases and the re-emergence of old infectious diseases, infectious diseases that have not been optimally handled, and an increase in the number of non-communicable diseases (NCDs). These problems are influenced by various factors, including behavioral and environmental factors. In addition, the emergence of health problems is also caused by demographic conditions such as waste issues. The results of a survey conducted in Sukamentri Village, showed that 61.5% of housewives disposed of their own waste at the TPS, 11.8% threw it into the river, 0.1% buried it, 2.4% burned it, and 24.2% were collected by officers. Regarding household waste sorting data, 91.6% did not sort waste in their households. This occurred due to low public knowledge and awareness of the importance of health. The purpose of this activity was to increase public knowledge about productive waste management behavior in Sukamentri Village. The activity method used was public health education about productive waste management behavior. The number of participants who attended was 76 housewives. The results of the activity showed an average pre-test score of 42.7 points and an average post-test score of 67.9 points. The conclusion was that there was a 25.2 point increase in knowledge after the health education. The agreed-upon follow-up plan is to motivate the community to join the waste bank in Sukamentri Village. Keywords: Education, Productive Waste Management, Community.
Implementasi Walking Path sebagai Upaya Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia di Panti Wredha Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23426

Abstract

ABSTRAK Panti Wredha Garut adalah fasilitas perumahan untuk lansia dengan tingkat mobilitas yang bervariasi. Observasi mengidentifikasi beberapa faktor risiko jatuh, termasuk lantai licin, rute berjalan yang tidak terstruktur, dan kurangnya fasilitas pendukung seperti pegangan tangan (handrail) dan keset anti-slip. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan jatuh, terutama di antara penghuni lansia dengan keterbatasan kemandirian dan keseimbangan tubuh yang buruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan berjalan dan mengurangi risiko jatuh dengan membangun jalur berjalan sebagai rute aman di dalam fasilitas tersebut. Program ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan penghuni, pengasuh, dan mahasiswa, serta mencakup pembersihan area, penandaan jalur dengan warna kontras, dan simulasi berjalan. Selain itu, keset anti-slip disediakan untuk dua unit hunian dengan risiko jatuh tertinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa para penghuni lansia merasa lebih percaya diri dan aman saat berjalan, terutama di area penghubung seperti kamar tidur, ruang makan, dan aula kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, terstruktur, dan ramah lansia yang mendukung peningkatan kualitas hidup penghuni di Panti Wredha Garut. Kata Kunci: Lansia, Risiko Jatuh, Walking Path, Panti Wredha Garut, Lingkungan Ramah Lansia.  ABSTRACT Panti Wredha Garut is a residential facility for the elderly with varying levels of mobility. Observations identified several fall risk factors, including slippery floors, unstructured walking routes, and a lack of supporting facilities such as handrails and anti-slip mats. These conditions significantly increase the likelihood of falls, particularly among elderly residents with limited independence and poor body balance. This community service activity aimed to enhance walking safety and reduce fall risk by constructing a walking path as a safe route within the facility. The program was conducted through a participatory approach involving residents, caregivers, and students, and included cleaning the area, marking the path with contrasting colors, and walking simulations. Additionally, anti-slip mats were provided for the two residential units with the highest fall risk. The results showed that residents felt more confident and secure when walking, especially in connecting areas such as bedrooms, dining rooms, and activity halls. This activity is expected to create a safer, more structured, and elderly-friendly environment that supports an improved quality of life for residents at Panti Wredha Garut. Keywords: Elderly, Fall Risk, Walking Path, Elderly Care Facility, Age-Friendly Environment.
Gambaran Celebrity Worship Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni; DA, Iceu Amira; Eriyani, Theresia; Komariah, Mariah; Rosidin, Udin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18592

Abstract

Celebrity worship adalah ketertarikan berlebihan terhadap kehidupan pribadi selebriti yang dapat berdampak pada konsep diri dan kesejahteraan psikososial. Fenomena ini semakin meningkat seiring perkembangan teknologi dan media sosial yang memudahkan interaksi antara penggemar dan selebriti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat celebrity worship di kalangan mahasiswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen Celebrity Attitude Scale (CAS) versi bahasa Indonesia. Sebanyak 257 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17–23 tahun dan sebagian besar adalah perempuan. Sebanyak 70,8% responden berada pada kategori Intense-Personal, 16% pada kategori Entertainment-Social, dan 13,2% pada kategori Borderline-Pathological. Temuan ini menunjukkan adanya keterikatan emosional yang kuat, keterlibatan dalam diskusi sosial mengenai selebriti, serta kecenderungan obsesif terhadap selebriti pada sebagian mahasiswa. Hasil ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap dampak psikososial dari celebrity worship di kalangan mahasiswa.
Art Therapy dan Terapi Aktifitas Kelompok dalam Mengurangi Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Wredha Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23719

Abstract

ABSTRAK Depresi pada lansia, khususnya yang tinggal di panti, sering dipicu oleh kesepian, keterbatasan fisik, dan rendahnya dukungan sosial. Intervensi berbasis seni, seperti Art Therapy dan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), berpotensi menurunkan gejala depresi. Skrining menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS) pada 63 lansia di Griya Lansia Garut menunjukkan 61,9% tidak depresi, 28,6% depresi ringan, 7,9% sedang, dan 1,6% berat, yang mengindikasikan perlunya intervensi psikososial. Program manajemen kesehatan dilaksanakan secara partisipatif melalui TAK melukis dengan musik, terapi musik, edukasi bagi 16 pegawai panti, serta rujukan lansia dengan depresi sedang–berat ke layanan kejiwaan. Hasil pretest–posttest GDS menunjukkan perbaikan kondisi mental, ditandai dengan meningkatnya jumlah lansia tanpa depresi (23 menjadi 34 orang) dan menurunnya depresi ringan (14 menjadi 8 orang), serta peningkatan skor pengetahuan pegawai (90 menjadi 98). Lansia menunjukkan respons emosional positif, peningkatan interaksi sosial, dan relaksasi. Intervensi ini efektif menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kesejahteraan emosional lansia, serta berpotensi menjadi program berkelanjutan. Panti disarankan meningkatkan frekuensi dan variasi terapi, menyediakan fasilitas seni–musik, serta melatih pegawai dalam intervensi psikososial. Dukungan lintas sektor diperlukan melalui kebijakan, pendanaan, skrining depresi rutin, dan pelatihan tenaga kesehatan, dengan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal dan uji acak terkontrol berbasis komunitas untuk memperkuat generalisasi temuan.  Kata Kunci: Depresi Lansia, Terapi Aktivitas Kelompok, Art Therapy, Terapi Musik, Griya Lansia Garut.  ABSTRACT Depression among older adults, particularly those residing in nursing homes, is often triggered by loneliness, physical limitations, and low levels of social support. Art-based interventions, such as Art Therapy and Group Activity Therapy (Terapi Aktivitas Kelompok/TAK), have the potential to reduce depressive symptoms. Screening using the Geriatric Depression Scale (GDS) among 63 older adults at Griya Lansia Garut showed that 61.9% were not depressed, 28.6% had mild depression, 7.9% moderate depression, and 1.6% severe depression, indicating a need for psychosocial interventions.A participatory health management program was implemented through group painting with music, music therapy, education for 16 nursing home staff members, and referrals of older adults with moderate to severe depression to mental health services. Pretest–posttest GDS results demonstrated improvements in mental health, reflected by an increase in the number of non-depressed participants (from 23 to 34) and a decrease in mild depression (from 14 to 8), along with improved staff knowledge scores (from 90 to 98). Older adults showed positive emotional responses, enhanced social interaction, and relaxation. This intervention was effective in reducing depressive symptoms and improving emotional well-being among older adults, with potential for development as a sustainable program. Nursing homes are encouraged to increase the frequency and variety of therapeutic activities, provide art and music facilities, and train staff in psychosocial interventions. Cross-sectoral support is needed through policies, funding, routine depression screening, and health worker training, with the involvement of families and communities. Future research is recommended to employ longitudinal designs and community-based randomized controlled trials to strengthen the generalizability of the findings. Keywords: Depression in Older Adults, Group Activity Therapy, Art Therapy, Music Therapy, Griya Lansia Garut.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erita Cahya Purnama Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Syifa Nabilla Putri Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani