Articles
Implementasi Teori Kepribadian Karir Holland di SMK, dalam Sistematika Kajian Pustaka
Mariana Puspa Sari;
Dede Rahmat Hidayat
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2022): February Pages 1-1600
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.412 KB)
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i1.1163
Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang disiapkan untuk memasuki dunia kerja nyatanya menyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia pada tahun 2020. Tingginya angka tersebut diduga karena kurangnya pengetahuan akan karier yang perlu disiapkan saat lulus sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi teori kepribadian karier Holland di Sekolah Menengah Kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan yang lulusannya disiapkan untuk bekerja perlu memahami betul esensi karier bagi peserta didik. Teori Holland sebagai salah satu teori karier yang bisa membantu mereka menentukan arah kariernya Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpukan sumber-sumber yang relevan dengan judul yang ditentukan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah teori Holland dirasa sangat membantu penyelenggaraan layanan Bimbingan Karier di sekolah jika diberikan kepada peserta didik dengan cara yang tepat. Melalui analisa minat, tipe kepribadian dan lingkungan kerja yang sesuai dengan tipe kepribadian peserta didik. Selain itu, kerjasama yang baik antara guru, orang tua dan peserta didik itu sendiri akan berdampak pada kecocokan dan kestabilan pemilihan karier peserta didik di masa depan.
HARGA DIRI MAHASISWA YANG TERLAMBAT MENYELESAIKAN STUDI
Dede Rahmat Hidayat;
Siti Ramadhani;
Thalia Nursyifa;
Yumna Afiyanti
Perspektif Ilmu Pendidikan Vol 34 No 2 (2020): Perspektif Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/PIP.342.4
Mahasiswa yang mengalami keterlambatan penyelesaian studi umumnya mengalami masalah akademik. Kondisi ini berdampak terhadap harga diri yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat harga diri mahasiswa yang terlambat menyelesaikan studi di wilayah Jabodetabek. Harga diri adalah penilaian seseorang terhadap dirinya, dalam penelitian ini diukur menggunakan Roserberg self-esteem scale. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 71 orang, terdiri dari 49 mahasiswa perempuan dan 22 mahasiswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat harga diri pada mahasiswa yang terlambat menyelesaikan studi di wilayah Jabodetabek berada pada kategori sedang. Berdasarkan kondisi tersebut penting bagi mahasiswa untuk merencanakan kuliah dengan tepat sehingga bisa lulus tepat waktu, karena berdampak pada aspek psikologis, termasuk harga diri. Harga diri akan berdampak kepada keyakinan diri untuk melaksanakan sesuatu.Students who experience delays in completing their study generally experience academic problems which impacting their pride. This study aims to determine the level of pride of students living in the Jabodetabek area who are late in completing their study. Pride is a person's assessment of her/himself which in this research is measured using the Rosenberg self-esteem scale. The research method used is a quantitative descriptive study with 71 participants, consisting of 49 female students and 22 male students. The results showed that the level of self-esteem of students living in the Jabodetabek area who were late in completing their study was in the medium category. Based on these conditions, students are suggested to plan their study appropriately so that they can graduate on time. Unplanned study will impact psychologically, including self-esteem which will have domino effects on other psychological aspect such as self-confidence.
KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID -19
Dede Rahmat Hidayat;
Ana Rohaya;
Fildzah Nadine;
Hary Ramadhan
Perspektif Ilmu Pendidikan Vol 34 No 2 (2020): Perspektif Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/PIP.342.9
Kemandirian belajar penting bagi para peserta didik, terutama pada saat pembelajaran dilaksanakan secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kemandirian belajar remaja yang melakukan pembelajaran daring. Metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Sampel pada penelitian dipilih melalui teknik snowball yang melibatkan 579 responden terdiri dari siswa SMA dan SMK dan mahasiswa di Jakarta dengan rentang usia mulai dari 16 sampai dengan 21 tahun. Instrumen yang digunakan adalah kemandirian belajar pada mahasiswa yang dikonstruksi oleh Hidayati & Listyani (2010), yang memiliki 19 butir pernyataan. Reliabilitas instrumen ini adalah Alpha Cronbach 0,879. Hasil pengukuran terhadap kemandirian belajar menunjukkan bahwa responden memiliki kemandirian yang cenderung rendah (rerata = 2.78/St.Dev. 0.289 dalam skala 5) dan komponen yang terendah adalah tanggung jawab dan inisiatif belajar. Hasil ini menunjukkan bahwa para pemelajar (siswa/mahasiswa) belum cukup siap untuk belajar secara daring, penyebabnya adalah karena kebiasaan belajar, dan teknologi yang kurang mendukung.Self-regulated learning is important for students, especially when learning is carried out online. This study aims to obtain a description of the self-regulated learning of students who carry out online learning. Quantitative method with descriptive research design was used in this research. The sample in this study was selected through the snowball technique involving 579 respondents consisting of secondary and vocational high school students as well as university students with age range between 16 and 21 years. The instrument used was self-regulated learning on students constructed by Hidayati & Listyani (2010) which has 19 statements. The reliability of this instrument is Cronbach Alpha 0.879. The results show that the respondents have low self-regulated learning ability (mean = 2.78 / St.Dev. 0.289 on a scale of 5) and the lowest components are learning responsibility and initiative. These results indicate that the learners are not quite ready to learn online caused by study habits and less supportive technology.
PENGEMBANGAN APLIKASI ANDROID PENGENALAN RAGAM PROFESI BERDASARKAN RUMPUN ILMU TERAPAN
Khilda Wulidatin Noor;
Dede Rahmat Hidayat;
Wirda Hanim
JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Number 1, March 2020
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/jbki.v5i1.925
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan aplikasi android pengenalan ragam profesi yang dapat dikenalkan dengan mengelompokkan profesi berdasarkan rumpun ilmu terapan yang ada di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi Pasal 10 ayat (2) yang berbunyi: “....(a) rumpun ilmu agama; (b) rumpun ilmu humaniora; (c) rumpun ilmu sosial; (d) rumpun ilmu alam; (e) rumpun ilmu formal; dan (f) rumpun ilmu terapan, dengan aplikasi android. Ragam profesi adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menafkahi diri dan keluargannya dimana profesi tersebut diatur oleh etika profesi dimana etika profesi tersebut hanya berlaku sesama profesi tersebut. Selain itu pengenalan ragam profesi sejak usia Sekolah Dasar merupakan pilihan strategis dalam mempersiapkan generasi masa depan, ragam profesi sangat dibutuhkan oleh siswa sejak usia Sekolah Dasar, sebagai referensi cita-cita. Mengikuti perkembangan zaman, pengenalan ragam profesi dapat diterapkan dalam teknologi. Metode yang digunakan adalah Research and Development, yang mengembangkan aplikasi android berdasarkan rumpun ilmu terapan. Hasil yang akan diperoleh dari penelitian ini berupa produk-produk yaitu berupa permainan si-onet ragam profesi, dalam bidang karir. Jenis permainan arcade puzzle berbentuk 3 dimensi yang mempunyai konsep sederhana namun tetap menarik untuk dimainkan. Diharapkan agar siswa dapat mengenal dan memilih gambaran terkait kehidupan yang akan datang.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMUNCULAN PRASANGKA SOSIAL (SOCIAL PREJUDICE) PADA PELAJAR
Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 1 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.792 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.011.05
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kemunculan prasangka sosialpada kelompok pelajar. Subyek penelitian adalah pelajar kelas VIII .1 SMP N 232Jakarta, terdiri diri atas 38 orang pelajar. Mereka adalah kelompok masyarakat dalamskala kecil yang mewakili beberapa unsur etnis. Teknik pengambilan sampel menggunakanteknik convinience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Semantic differentialSemanticDifferential Scale yang merupakan instrumen untuk mengukur responsdari aspek/perasaan (afektif). Hasil pengukuran menunjukan bahwa prasangkasosial pada kelompok subyek berada pada taraf sedang dan rendah. Secara umummenunjukan bahwa penyebab dari prasangka sosial pada kelompok pelajar adalah prasangkaterhadap sifat pribadi dan sifat sosial. Kemunculan prasangka ini disebabkanoleh perbedaan budaya dan adanya jarak sosial antara kelompok etnis yang berbeda.Kata kunci : Prasangka sosial, konflik sosial
Faktor Penyebab Siswa Merokok (Survey pada Siswa Kelas VII dan VIII SMP Negeri 18 Jakarta)
Dessy Shintaria;
Endang Setyowati;
Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 1 No 2 (2012): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.012.11
Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor penyebab siswa merokok pada siswa kelas VII dan VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 18 Jakarta Pusat tahun ajaran 2011/2012. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif jenis survey. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII yang merokok, yaitu sejumlah 103 siswa. Teknik sampling dalam menentukan sampel penelitian adalah purposive sampling. Sampel penelitian sebesar 50% dari jumlah keseluruhan populasi, yaitu sejumlah 52 siswa. Uji coba instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas. Perhitungan uji validitas dengan menggunakan rumus product moment kemudian hasil perhitungan dikonsultasikan dengan r tabel product moment pada taraf signifikan 5%, yaitu 0.361. Dari hasil perhitungan tersebut diperoleh item pernyataan yang valid sejumlah 45 dan item pernyataan yang drop sejumlah 19. Uji reliabilitas terhadap item pernyataan yang valid memperoleh hasil sebesar 0.903, angka 0.903 tersebut menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab siswa merokok yang tertinggi adalah faktor sosio kultural, yaitu pengaruh tekanan teman sebaya, orangtua, saudara kandung yang lebih tua (kakak), dan guru yang merokok. Tekanan teman sebaya merupakan sub indikator terkuat yang menyebabkan siswa merokok.
PENGARUH PENGGUNAAN CINEMATHERAPY TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA (Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas XI di SMA Negeri 59 Jakarta)
Aprilia Murdia Ningsih;
Dede Rahmat Hidayat;
Endang Setiyowati
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.263 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.051.01
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan cinematherapy terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Penelitian5 ini dilakukan di SMAN 59 Jakarta pada bulan Juli sampai dengan September 2015. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Instrumen motivasi memiliki 63 item butir pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.940. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik Mann Whitney U Test, diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0.012 yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu terjadi peningkatan motivasi yang signifikan setelah diberikan cinematherapy. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, cinematherapy berpengaruh positif terhadap peningkatan motivasi siswa yang memiliki motivasi diri rendah. Cinematherapy dapat diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah sebagai salah satu alternatif penanganan untuk menangani siswa yang mengalami masalah rendahnya motivasi.
PENGARUH TEKNIK BIBLIOTERAPI UNTUK MENGUBAH KONSEP DIRI SISWA (Studi Kuasi Eksperimen Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tangerang)
Ardo Trihantoro;
Dede Rahmat Hidayat;
Indira Chanum
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.772 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.051.02
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri siswa sebelum dan sesudah penerapan teknik biblioterapi dan mengetahui pengaruh teknik biblioterapi untuk mengubah konsep diri siswa. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Tangerang pada bulan November 2015. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design dan menggunakan sampel sebanyak 12 orang siswa dengan penggunaan teknik biblioterapi dalam bentuk kelompok. Pengukuran pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan berdasarkan teori konsep diri sebanyak 59 item pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.917 dengan kategori layak dipergunakan dalam penelitian. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan Mann Whitney U-Test diperoleh hasil nilai asymp. Sig = 0.037. Hipotesis penelitian diuji pada taraf signifikansi α = 0.05 atau dengan tingkat kesalahan sebesar 5%, maka nilai Asymp. Sig = 0.037 < nilai signifikansi α = 0.05 sehingga disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut berarti bahwa terjadi perubahan pada konsep diri responden kelompok eksperimen setelah diberikan biblioterapi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, teknik biblioterapi berpengaruh positif terhadap perubahan konsep diri siswa. Biblioterapi dapat diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah sebagai satu bentuk alternatif penanganan bagi siswa yang memiliki konsep diri negatif. Kata Kunci: biblioterapi, konsep diri, siswa
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM MENGEMBANGKAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Dini Fikria Nurzakiah;
Dewi Justitia;
Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 4 No 2 (2015): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.666 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.042.03
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan metode problem solving dalam mengembangkan berpikir kritis siswa kelas X SMA yang memiliki skor berpikir kritis rendah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 30 Jakarta sebanyak 20 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design, diambil dengan menggunakan teknik purpossive sampling. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Instrumen Berpikir Kritis Siswa berdasarkan teori berpikir kritis dari Facione. Berdasarkan hasil uji coba, instrumen ini memiliki 39 pernyataan valid dengan reliabilitas sebesar 0.92. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai asymp. Sig = 0.001, yang berarti lebih kecil dari nilai signifikansi α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa bimbingan kelompok dengan metode problem solving berpengaruh signifikan dalam mengembangkan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Hasil ini menunjukan bahwa bimbingan kelompok dengan metode problem solving dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengembangkan berpikir kritis siswa kelas X SMA. Guru BK perlu mengetahui prosedur pelaksanaan bimbingan kelompok dengan metode problem solving sehingga dapat menggunakan metode problem solving sebagai salah satu cara untuk mengembangkan berpikir kritis siswa. Kata Kunci : Metode problem solving, bimbingan kelompok, berpikir kritis
PENGARUH TERAPI EXPRESSIVE WRITING TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN SAAT UJIAN SEKOLAH (Studi Kuasi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas XI di SMA Negeri 59 Jakarta)
Diah Putri Ayu Purnamarini;
Theodorus I. Setiawan;
Dede Rahmat Hidayat
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol 5 No 1 (2016): Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.984 KB)
|
DOI: 10.21009/INSIGHT.051.06
Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh expressive writing terhadap penurunan tingkat kecemasan tinggi pada siswa saat ujian sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 59 Jakarta pada bulan Agustus sampai dengan September 2015. Penelitian ini menggunakan peneliti kuasi eksperimen dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah digunakan, instrumen kecemasan memiliki 62 item butir pernyataan yang valid dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0.933. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik Wilcoxon Match Pairs Test, diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0.01 yang berarti nilai probabilitas lebih kecil dari nilai signifikansi α 0.05, maka terjadinya penururan kecemasan pada siswa dengan melakukan expressive writing. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yaitu dengan terjadinya penurunan tingkat kecemasan tinggi bagi siswa saat ujian sekolah yang signifikan setelah diberikan perlakuan. Terapi expressive writing dapat diterapkan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah sebagai salah salah satu alternatif penanganan untuk menangani siswa yang mengalami masalah dengan tingginya tingkat kecemasan saat ujian sekolah. Kata Kunci: Terapi expressive writing , kecemasan saat ujian