Articles
Edukasi Video Learning New Normal di Lingkungan Sekolah TK Islam Baiturahman
Fatmah Afrianty Gobel;
Nurmiati Mukhlis
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Ilin Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31960/caradde.v4i2.845
Pendahuluan: Sejak ditemukannya kasus pertama pada akhir tahun 2019 lalu di Wuhan Provinsi Hubei Tiongkok Covid-19 telah merebak ke berbagai Negara dan telah dinyatakan sebagai Pandemi oleh WHO karena penyebaran virus dan penularan virus dalam skala yang lebih besar dan cepat diberbagai Negara. Di Indonesia, daya yang di update hingga 9 Desember terus mengalami peningkatan dengan tingkat kesembuhan 82.2% dan tingkat kematian yang masih cukup tinggi yaitu 3.1%. Berdasarkan data ini Sulawesi Selatan menduduki urutan ke-5 dari seluruh 34 propinsi di Indonesia. Metode: analisis data kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 16 orang Siswa TK Islam Baiturahman, sebelum pelaksanaan kegiatan dilakukan pre test untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan siswa TK Islam Baiturahman tentang CTPS, New normal lingkungan sekolah dan penggunaan masker dengan baik dan benar . Hasil: Uji statistik dengan menggunakan analisis crossectional dekskripsitif didapatkan hasil sebelum dilakukan edukasi video learning masih ada masing-masing 2 (12,5%) siswa yang berpengetahuan kurang dan cukup, namun setelah dilakukan edukasi seluruh siswa (100%) pengetahuannya menjadi baik. Demikian juga dengan tindakan siswa, sebelum perlakuan masih ada 1 (6.3%) siswa dengan pengetahuan kurang dan 6 (37,5%) dengan tindakan cukup, setelah diberikan edukasi semua siswa tindakannya menjadi baik (100%). Kesimpulan: Telah terjadi peningkatan pengetahuan dan perubahan tindakan siswa setelah diberikan edukasi metode ceramah, Tanya jawab, video learning cuci tangan pakai sabun, new normal lingkungan sekolah dan penggunaan masker yang baik dan benar. Disarankan agar pihak sekolah tetap memberikan edukasi kepada siswa dengan cara yang menarik dan tetap melakukan pengasawan ketat terhadap penerapan protokol kesehatan dilingkungan sekolah.
Konsep Perilaku Aman Bekerja Pada Perawat Di Ruang IGD dan Rawat Inap Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar Tahun 2020
Fitriani;
Nurhaedar Jafar;
Fatmah Afrianty Gobel
Journal of Muslim Community Health Vol. 1 No. 1 (2020): OKTOBER-SEPTEMBER (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (63.538 KB)
|
DOI: 10.52103/jmch.v1i1.219
Latar Belakang: Perilaku aman bekerja merupakan tindakan atau perbuatan dari seseorang atau beberapa orang perawat yang memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan terhadap perawat. Perilaku aman bekerja dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin dan faktor penguat.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk Untuk menganalisis secara mendalam mengenai perilaku aman bekerja dan faktor penyebab perbedaan perilaku pada perawat, guna mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja (PAK) di RS. Umum Bahagia Makassar. Metode: penelitian ini adalah penelitian Kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi, untuk memperoleh informasi dan fenomena yang terjadi secara lebih mendalam mengenai penyebab perilaku aman bekerja pada perawat. Melalui observasi indepeth, telaah dokumen dan interview selama penelitian langsung. Hasil: Hasil penelitian, didapatkan bahwa bentuk perilaku aman bekerja pada perawat yaitu menggunakan alat pelindung diri, mengikuti standar operational prosedur, mengambil posisi kerja yang aman dan hati-hati saat bekerja. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu pengetahuan yang dimiliki oleh perawat sudah cukup baik, mereka mendapatkan pengetahuan tersebut dari ilmu yang diperoleh dari perkuliahan, membaca, serta sosialisasi oleh kepala ruangan untuk bertindak aman ketika bekerja. Dan adanya motivasi yang tinggi untuk selamat dari bahaya. Selain itu didukung juga dengan sikap positif perawat terhadap ketersediaan alat pelindung diri dengan selalu menggunakan alat pelindung diri saat bekerja. Kesimpulan: Bentuk perilaku aman pada perawat dalam bekerja di RS. Umum Bahagia Makassar yaitu Bekerja menggunakan APD misalnya masker,sarung tangan, face Shield dan Mengikuti peraturan dan SOP yang berlaku di RS. Umum Bahagia Makasssar serta Bekerja secara hati-hati dan mengambil posisi kerja yang aman.
Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Terhadap Protokol Kesehatan Covid-19 Di Puskesmas Bone-Bone Kabupaten Luwu Utara
Sarah;
Andi Muh Multazam;
Fatmah Afrianty Gobel
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.711 KB)
|
DOI: 10.52103/jmch.v2i1.490
Background: Community compliance is becoming increasingly important. Efforts to build public awareness must be increased in various ways. Among other things, first, by carrying out more effective communication down to the grassroots, through various media and methods that are suitable for the diversity of ages, education and community culture / local wisdom. The purpose of this study was to analyze the factors that affect the compliance of pregnant women with the Covid 19 health protokol at Bone-Bone Health Center, North Luwu Regency. Methods: This type of research is an analytic survey with a cross sectional research design. The population in this study were all pregnant women at Bone-Bone Public Health Center, Luwu Regency, namely 180 people in March-August 2020. The sample in this study used an accidental sampling technique. Result: There is an effect of individual variables on compliance of pregnant women to health protokols and there is influence of psychological variables on compliance of pregnant women to health protokols at the bone-bone clinic in North Luwu District. Conclusion: that the variables that greatly influence, namely psychological variables, namely attitudes and motivation in pregnant women compliance with the Covid 19 health protokol at bone-bone center in North Luwu district.It is hoped that this research will provide information about the current situation of Covid-19 and increase public knowledge and awareness regarding the prevention of Covid-19 transmission in the surrounding environment, especially in pregnant women.
Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Pemeriksaan ANC Pada Masa Pandemi di Poskesdes Bungadidi Kec. Tana Lili
Nisma;
Sundari;
Fatmah Afrianty Gobel
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI-MARET (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (580.449 KB)
|
DOI: 10.52103/jmch.v2i1.491
Background: The Covid-19 pandemic is profoundly changing the status of everyday life around the world as people are forced to social distancing and self-isolation, and to work from home via the internet. All these sudden changes impose a huge psychological burden on all individuals and especially for pregnant women who are now facing their pregnancies with more anxiety and uncertainty than ever before. The purpose of this study was to analyze the compliance of pregnant women to the ANC examination during the pandemic at the Bungadidi Poskesdes, Tana Lili District. Method: This type of research is analytic with a quantitative approach. The research design used cross sectional. From the results of statistical calculations, the number of samples needed in this study was 96 samples. Results: There was an influence of predisposing factors of knowledge and attitudes on ANC examinations at Poskesdes Bungadidi, Tana Lili District. Conclusion: It is hoped that this research can provide information about the current situation of Covid-19 and increase public knowledge and awareness about the prevention and transmission of Covid-19 in the surrounding environment, especially for pregnant women.
Pengaruh Motivational Interviewing Terhadap Self-Efficacy Penyalahguna Narkoba Di Klinik Pratama Adi Pradana BNN Provinsi Sulawesi Selatan
Nurdiana F Nahdalipa;
Fatmah Afrianty Gobel;
Yusriani
Journal of Muslim Community Health Vol. 2 No. 2 (2021): APRIL - JUNI (JMCH)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (672.024 KB)
|
DOI: 10.52103/jmch.v2i2.505
Backgorund: Problems arise due to the impact of drug abuse. Despair and decreased motivation to recover so that it has an impact on a person's self-efficacy which influences the individual to determine the actions that will be taken to achieve a goal including thinking about various events to be faced. Self- efficacy can also be influenced by several factors such as cognitive, affective, behavioral, and environmental. This study aims to analyze the effect of motivational interviewing on the self-efficacy of drug abusers at the Adi Pradana Primary Clinic BNNP South Sulawesi. Methods: This study used the Quasi Experiment method with the research design used was Pretest-Posttest with Control Group Design, with a total. Sampling technique with a total of 42 samples, consisting of 21 samples of the intervention group through counseling for three counseling sessions and the control group through brochures, analyzed. Using SPSS 26.0 with paired samples t-test and independent t-test. Results: The results of this study indicate that: There is an effect of counseling intervention on self-efficacy in drug abusers with a p value of 0.000 (p<0.05); There was no effect of giving brochures on self-efficacy for drug abusers with a p value of 0.883 (p> 0.05); There is no difference in self- efficacy for drug abusers in the two groups before being given intervention in the form of counseling and brochures where the p value is 0.193 (p>0.05), and there is a difference in self-efficacy for drug abusers after being given intervention with counseling techniques where the p value is 0.000 (p <0.05). Conclusion: The conclusion of this study is that there is an effect of giving intervention with counseling techniques on self-efficacy in drug abusers at the Adi Pradana Clinic, BNNP, and South Sulawesi.
RELATED FACTORS WITH BARRIERS TO THE DISCLOSURE OF POSITIVE HIV STATUS OF PARENTS TO THEIR CHILDREN IN MAKASSAR
Fatmah Afrianty Gobel;
Fairus Prihatin Idris
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (181.25 KB)
The presence of HIV / AIDS in the family adversely affects the quality of life of adolescents, exacerbated by poor parenting. In the meantime, generally HIV / AIDS-positive parents are experiencing barriers to disclosing their HIV positive status to their children. The barriers parents often face in expressing their status include fearing that their children will reveal HIV status to others, fearing stigma, and anxiety for their children's emotional or physical health. This study aims to determine factors related to obstacles to disclosure of HIV positive status of parents to children affected by HIV/AIDS in Makassar City, research method used is Cross Sectional study to identify and know factors related to barriers to HIV status disclosure / Positive parents to children affected by HIV / AIDS. The population and samples in this study were PLWHA who had children and joined the YPKDS Care Foundation Foundation (YPKDS), in the guidance of one of the peer support groups (KDS) in Makassar. Sampling is done by purposive sampling, ie only those who meet the predetermined criteria that will be used as research samples. The age of people living with HIV / AIDS is related to the obstacles of disclosure of HIV-positive parents status to children affected by HIV / AIDS in Makassar, where 56.0% of PLHIV in the early adult category prefer not to disclose their status to affected children compared to end-stage PLWHA only 22.0% who did not disclose the status HIV positive to her child with p value of 0.004. Sex, education, employment, duration of HIV are not related to obstacles to disclosure of HIV positive parental status to children affected by HIV / AIDS in Makassar. It is recommended that PLWHA with early adult age learn much from end-to-end HIV-positive adults about how to approach and ways of disclosing HIV positive status to children affected by HIV.
ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM PEMILIHAN PERTOLONGAN PERSALINAN PADA SUKU BAJO POMALAA SULAWESI TENGGARA
Fatmah Afrianty Gobel;
Andi Muhammad Multazam;
Andi Asrina;
Ella Andayanie
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (862.776 KB)
Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator derajat kesehatan suatu daerah. Salah satunya dapat dilihat dari rendahnya pemanfaatan pelayanan antenatal care yang dipengaruhi oleh aspek sosial budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi mengenai aspek sosial budaya dalam pemilihan pertolongan persalinan pada suku Bajo Pomalaa. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengurai fenomena secara empirik dan teoritikal melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian sebanyak 15 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu nifas, tokoh masyarakat, bidan di desa dan dukun beranak. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa aspek pengetahuan dan ekonomi sangat berperan penting dalam pemilihan pertolongan persalinan pada masyarakat Bajo. Latar belakang pendidikan yang kurang dan informasi yang minim didapatkan dari petugas kesehatan semakin menguatkan kurangnya pengetahuan mengenai faktor risiko dalam kehamilan dan persalinan. Masyarakat suku Bajo beranggapan bahwa persalinan pada Dukun beranak lebih murah dan lebih aman karena sejak dahulu mereka juga hanya dibantu oleh dukun dan apabila ada kejadian terkait hal persalinan, hal tersebut dikarenakan memang sudah ajalnya. Kesimpulan penelitian ini adalah kurangnya informasi menyebabkan semakin minimnya pengetahuan dan rendahnya pendapatan keluarga dari masyarakat Bajo menyebabkan pertolongan pemilihan persalinan pada dukun beranak. Disarankan kepada petugas kesehatan sertempat khususnya bidan di desa supaya lebih mengoptimalkan penyuluhan dan melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat Bajo. merupakan sosok yang banyak memberikan pengaruh dalam pemahaman terkait.
LOSS TO FOLLOW UP PADA ORANG DENGAN HIV DAN AIDS YANG MENERIMA TERAPI ANTIRETROVIRAL DI KABUPATEN BULUKUMBA
Haerati Haerati;
Andi Asrina;
Suriah Suriah;
Fatmah Afrianty Gobel
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 1 (2018): Prosiding Seminar Nasional Pertama Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.766 KB)
Persentase loss to follow up (LTFU) pada satu tahun pertama terapi ARV menjadi indicator keberhasilan terapi ARV. ODHA yang mengalami LTFU dapat mengakibatkan penghentian pengobatan, toksisitas obat, kegagalan pengobatan karena ketidakpatuhan, dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapan, mengapa, bagaimana dan apa rencana selanjutnya ODHA loss to follow up yang menerima terapi ARV. Penelitian ini menggunakan methode kualitatif dengan rancangan studi kasus. Populasi penelitian ini adalah ODHA yang menerima terapi ARV lalu loss to follow up di Kecamatan Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba. Sampel penelitian yaitu tiga orang LTFU. Informan berjumlah 13 orang berasal dari dokter, Petugas penanganan HIV dan AIDS, PMO (Keluarga) dan ODHA LTFU. Hasil penelitian menunjukkan.Informan yang berasal dari LTFU memiliki pengetahuan yang kurang tentang HIV dan AIDS serta pengobatan antiretroviral. Informan yang LTFU tidak percaya dengan pengobatan ARV karena merasa tidak memberikan manfaat bagi kondisi tubuhnya dan tidak terbentuk komitmen dalam diri untuk minum obat seumur hidup. ODHA memutuskan pengobatan karena tidak sanggup menahan efek samping dan adanya kejenuhan dalam menjalani pengobatan ARV. ODHA yang LTFU mendapatkan dukungan social dari petugas dan LSM serta PMO berupa dukungan emosional, penghargaan dan informasional. Namun, tidak banyak mendapat dukungan dari keluarga karena takut akan adanya stigma dan diskriminasi.
EFEKTIVITAS MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PENINGKATAN PERILAKU INISISASI MENYUSU DINI (IMD) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA TINGGIMONCONG TAHUN 2019
Fairus Prihatin Idris;
Fatmah Afrianty Gobel
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 2 (2019): Prosiding Seminar Nasional Kedua Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknolo
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.871 KB)
Kabupaten di Sulsel yang paling rendah cakupan ASI Eksklusif adalah Gowa (20,52%).Kecamatan Tinggimoncong adalah yang paling rendah cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten tersebut (58%).Faktor pemungkin penting yang menyebabkan terjadinya kegagalan dalam pemberian ASI adalah karena ibu tidak difasilitasi untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).Cakupan IMD di Sulawesi Selatan berada di bawah angka Nasional. Dari 35 propinsi yang disurvei, Sulawesi Selatan berada pada peringkat ke 8 yang terrendah cakupan IMD nya dan mengalami penurunan di tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menilai Efektifitas media audio visual dalam peningkatan Perilaku Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tinggimoncong Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini adalah quasi experiment (eksperimen semu) dengan menggunakan desain eksperimen ulang non random (non randomized pretest-posttest control group design).Sampel dalam penelitian ini sebesar 30 responden dengan pengambilan secara Porposive Sampling Sampling. Hasil penelitian ini menggunakan uji wilcoxondan menunjukkan Ada pengaruh penggunaan media Audio Visual terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Puskesmas Tinggimoncong dengan p value masing-masing0,000 dan0,023. Disarankan kepada tenaga kesehatan agar dapat menggunakan pesan media audiovisual dalam program promkes di puskesmas, sehingga dapat meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang diharapkan dapat meningkatkan praktek IMD di Puskesmas Tinggimoncong.
Pola Pencarian Pertolongan Persalinan Ibu Pengidap HIV di Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS) Kota Makassar Tahun 2020
Fatmah Afrianty Gobel;
Fitriyani Fitriyani;
Fairus Prihatin Idris
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan masalah utama dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada indikator tujuan ketiga. Data HIV/AIDS Dinas kesehatan Provinsi Sulsel delapan tahun terakhir urutan pertama jumlah kumulatif pengidap HIV/AIDS dari seluruh kasus di kabupaten kota di Propinsi Sulawesi Selatan atau lebih dari 90% dari rata-rata seluruh kasus. Penelitian Gobel, tahun 2007 memperlihatkan 53,8% pengidap HIV dengan status menikah, dan 14,3% diantara ODHA tersebut pekerjaannya adalah ibu rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pola pencarian pertolongan persalinan ibu pengidap HIV di YPKDS Kota Makassar Tahun 2020. Berdasarkan wawancara mendalam terhadap ibu ODHA, diperoleh informasi bahwa umumnya mereka melhirkan dibantu tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, beberapa orang diantaranya melahirkan normal dan sebagian lainnya melahirkan dengan cara operasi sesar, tidak ada stigma yang mereka rasakan dari petugas kesehatan yang membantu pertolongan persalinan karena sejak awal mereka melakukan pemeriksaan kehamilan dan melahirkan difasilitas kesehatan yang sama, sehingga petugas kesehatannya sudah tahu status HIV pasiennya sejak awal.