Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Lama Waktu Perendaman Alat Tangkap Rawai (Long Line) Terhadap Hasil Tangkapan di Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Zahara, Mustika; Nelwida, Nelwida; Suparjo, Suparjo; Ramadhan, Fauzan; Lisna, Lisna; Hariski, M.
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 9 No. 3 (2021): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama waktu perendaman terhadap hasil tangkapan alat tangkap rawai (long line) di Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Nipah Panjang I Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tanggal 3 Juni 2021 sampai 30 Juni 2021. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama waktu perendaman 5 jam berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan dibandingkan lama waktu perendaman 3 jam. Untuk jumlah pada perendaman 5 jam (113 ekor) sedangkan 3 jam (70 ekor). Untuk berat pada perendaman 5 jam (67,87 kg) sedangkan 3 jam (44,12 kg). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama perendaman 5 jam terhadap hasil tangkapan dengan alat tangkap rawai lebih banyak dari lama perendaman 3 jam dengan hasil tangkapan yang didapat adalah ikan baung (Mystus nerumus), ikan sembilang (Plotosus canius), dan ikan duri (Hexanematichthys sagor).
Comparison of Bottom Gillnet Catches with Different Mesh Sizes in the Waters of Sungai Jambat Village, Sadu District Ardiansyah, Ardiansyah; Nelwida, Nelwida; Sulaksana, Indra; Alwi, Yun; Lisna, Lisna; Farizal, Farizal
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 28 No. 3 (2023): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Sadu District is located in East Tanjung Jabung Regency and consists of 9 villages, one of which is Sungai Jambat Village which is characterized by turbid, wavy, muddy, and sandy waters. The majority of fishermen in Sungai Jambat Village use bottom gillnet fishing gear with a mesh size of 3.5 inches and 4 inches. The purpose of this study was to compare the catches of bottom gillnet with mesh sizes of 3.5 inches and 4 inches in the waters of Sungai Jambat Village. The method used in this research is the experimental fishing method. The data collected includes environmental parameters, catch per species (head), and number of catches (head), weight per species (kg), and the total weight of catch (kg). The data analysis used is the descriptive analysis of an independent sample t-test. The results showed that the 3.5-inch mesh treatment was significantly higher than the 4-inch mesh treatment (p<0.05) in terms of the number and weight of bottom gillnet catches. In the 3.5-inch mesh size, the catch was 3,067 individuals with a weight of 248.40 kg, and the number of catches in the 4-inch mesh size was 2,820 individuals with a weight of 234.60 kg. The highest number of catches was leaftail croaker found in a 3.5-inch mesh size of 1,393 individuals, and mantis shrimp was the heaviest catch in a 3.5-inch mesh size weighing 69 kg. Pomfret is the lowest catch in terms of quantity and weight. The conclusion of this study in terms of the number and weight of catches with a 3.5-inch mesh size is higher than the 4-inch mesh size.
PENYULUHAN TENTANG MERAKIT JARING INSANG BERDASARKAN UKURAN MATA JARING DI DESA TELUK MAJELIS KUALA JAMBI TANJUNG JABUNG TIMUR Darmawi, Darlim; Lisna, Lisna; Nelwida, Nelwida; Hariski, M.; Ramadhan, Fauzan
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang akan dilakukan dengan mitra para nelayan pengguna jaring insang di Desa Teluk Majelis Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Target luaran dari kegiatan ini adalah : 1. Nelayan dapat mengenal/memahami teknik merakit jaring insang, 2. Nelayan dapat menyusun komponen komponen jaring insang sesuai kebutuhan dan ukuran, 3. Nelayan dapat merakit secara mandiri jaring insang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metoda penyuluhan dan pelatihan. Program ini dilakukan terhadap nelayan yang mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan penggunaa jaring insang. Permasalahan utama adalah; nelayan pada umumnya belum memahami teknik merakit jaring insang yang benar. Nelayan belum memahami komponen-komponen dan kebutujan biaya untuk merakit menjadi konstruksi jaring insang, Sehingga hal tersebut menjadi salah satu kendala nelayan terhadap kelangsungan usahanya dalam meningkatkan produksi hasil tangkap. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan solusi peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang: Penyuluhan Tentang Merakit Jaring Insang Berdasarkan Ukuran Mata Jaring di Desa Teluk Majelis Kuala Jambi Tanjung Jabung Timur
Sosialisasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai Pakan Altenatif Ternak di Desa Teluk Ketapang Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari Ramadan, Fauzan; Lisna, Lisna; Arfiana, BS Monica; Hariski, Muhammad
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 5 No. 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Maggot (Black soldier fly) merupakan lalat buah yang bermanfaat bagi lingkungan, karena maggot merupakan serangga pengurai sisa-sisa bahan organik. Dalam rangka mengatasi permasalahan lingkungan dan pakan pada ternak yang ada di Desa Teluk Ketapang, kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi budidaya maggot (BSF). Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah Kelompok Tani Harapan Maju di Desa Teluk Ketapang yang melakukan kegiatan budidaya ikan dan ternak ayam serta siswa SMK PP Batanghari untuk meningkatkan kreativitas dalam limbah organik dan pakan untuk ternak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah dan demonstrasi plot (demplot) dengan masyarakat. Kegiatan ini memperoleh manfaat yaitu menjalin hubungan kerjasama dengan Kelompok Tani Harapan Maju dan Siswa SMK PP Batanghari serta masyarakat paham bagaimana cara membudidayakan maggot (BSF) untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.
Composition of the Catch of 28 GT Boat Bagan in Carocok Tarusan Waters, Pesisir Selatan District West Sumatra Province Afriadi, Ahmad; Mairizal, Mairizal; Magwa, Rizky Janatul; Alwi, Yun; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 5 No. 3 (2024): September
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/185-188

Abstract

The waters of West Sumatra are one of the richest in Indonesia, and they have potential in the fisheries sector. They use various types of fishing gear, one of which is boat bagan. One of the most common fishing tools in fishing ports is the boat bagan in the waters of Carocok Tarusan, West Sumatra. The catches usually caught by boats are anchovies and tuna. The research aims to determine boat bagan composition in Carocok Tarusan Waters, Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province. This research was carried out on 20 July – 20 August 2023. The method used in this research was a survey method, with direct observations in the field and conducting interviews with fishermen. The tools used in this research were scales, a logbook, a cellphone camera, a ruler, a fishfinder, and a refractometer. The materials used are catches from bagan boats. The data is then calculated and differentiated between main catch, bycatch, and discard. The results of this research show that the composition of the main catch of boat charts is anchovies (Stolephorus spp) as much as 875 kg (24.7%) and tuna (Euthynnus affinis) 888 kg (25%). At the same time, fish that are bycatch consists of several types of fish, namely, trevally (Selaroides leptolepis) as much as 248 kg (7%), peperek (Aurigequula fasciata) as much as 710 kg (20%), mackerel (Rastrelliger sp) as much as 457 kg (12.9%), squid (Loligo sp) as much as 104 kg (2.93%), and mackerel scad (Decapterus) as much as 267 kg (7.5%), for the discarded catch, namely pufferfish (Tetraodontidae) as much as 0.25 kg (0.01 %). The discard catch consists of pufferfish.
Pelatihan Budidaya Ikan di dalam Ember Secara Aquaponik (BUDIKDAMBER) di Desa Muntialo Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Lisna, Lisna; Arfiana, BSM; Ramadan, Fauzan; Gushairiyanto, Gushairiyanto; Sumadja, Wiwaha A
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.6.2.156-161

Abstract

Kelompok Wanita Tani Desa Muntialo merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kelompok Wanita Tani merupakan kelompok yang terdiri dari Ibu rumah tangga hanya mengandalkan penghasilan dari suami. Upaya yang dilakukan untuk mencukupi gizi yang dibutuhkan saat terjadinya kenaikan pangan satunya adalah melakukan budidaya ikan yang cukup simpel hanya menggunakan ember sebagai media dan tidak membutuhkan lahan yang luas yaitu Budikdamber ikan lele secara aquaponik. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang ada di Desa Muntialo tentang bagaimana cara melakukan pembudidaya ikan dengan ember secara aquaponik dengan memanfaatkan perkarangan rumah sekitar. Kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Oktober 2024 di Desa Muntialo Kecamatan Betara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Sosialisasi dan Demplot (Demonstrasi Plot) ke Kelompok Wani Tani. Hasil kegiatan kelompok wanita tani sangat antusias dalam mengikuti kegiatan karena mampu membuat budidaya yang sederhana tanpa mengunakan lahan yang luas. Adapun kesimpulan dari kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani mendapatkan hal yang baru agar daapt di terapkan di rumah sendiri untuk membudidayakan ikan dan menanam sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta saran yang diberikan kepada TIM agar dapat melakukan kegiatan pembuatan pakan ikan
STRUKTUR KOMUNITAS IKAN HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DI SUNGAI BATANG TEBO DESA BUNGKAL KECAMATAN TEBO TENGAH KABUPATEN TEBO Abdurrahman Madani; Nurhayati Nurhayati; Mairizal Mairizal; Lisna Lisna; M Hariski; Indra Sulaksana
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 5 No 2 (2022): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu K
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/joint-fish.v5i2.139

Abstract

One of the largest tributaries in the Batanghari area is the Batang Tebo River which passes through Bungkal Village. Currently, the Batang Tebo River is a place for waste disposal, garbage, oil spills, and even the biggest illegal gold mining (PETI). This resulted in a drastic decrease in fishermen in Batang Tebo waters using gill nets. The purpose of the study was to determine the structure of the fish community in Batang Tebo from the catch when using gill nets. This research was started on April 18, 2022 - May 31, 2022, and is located on the Batang Tebo River, Bungkal Village, Tebo Regency. The researcher thus causes the survey method and random sampling as the data collection. Collection of data from this research activity included the structure of the community caught by fishermen using gill nets. The catch data includes fish size, fish weight, total fish weight, and the fish species. The supporting data collect environmental parameters (temperature, pH, current speed, brightness). The number of fish catches produced during the research activity reached 292, with the composition of the catch consisting of 5 species, namely: Baung Fish (Hemibagrus Menerus), Sand Lambak Fish (Labiobarbus Festivus), Lais Fish (Cryptopterus Sp), Kapiat Fish (Barbonymus schwanenfeldi), Juaro Fish (Pangasius polyuranodon). The highest catch was Baung fish many as 89 fish lowe catch was Juaro fish as many as 17 dominant index was 0.23. Community structure of fish caught by Baung Fish, Flat Lambak Fish, Lais Fish, Kapiat Fish, and Juaro Fish. Community structure of fish caught by Baung Fish, Flat Lambak Fish, Lais Fish, Kapiat Fish, juror fish. With diversity with medium, uniformity with (high), on dominance with (low), there are fish that dominate in the catch and are also supported by environmental parameters in the form of temperature, pH, brightness, and speed of current.
Pendugaan Potensi Lestari Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp.) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan Yusniati, Wontri; Farizal, Farizal; Syarif, Suhessy; Ramadan, Fauzan; Nurhayati, Nurhayati; Lisna, Lisna; Pramusintho, Bagus
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 11 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Ikan tenggiri merupakan salah satu sumberdaya ikan yang mempunyai potensi dan nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga ikan ini menjadi salah satu hasil tangkapan utama di perairan Samudera Belawan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis CPUE ikan Tenggiri dan menganalisis potensi lestari di PPS Samudera Belawan. Penelitian ini dilaksanakan pada April s/d Mei 2022 di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode analisis yang digunakan meliputi CPUE dan MSY. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa tren CPUE selama periode tahun 2012-2021 mengalami fluktuasi dengan kisaran antara 1.079 – 4.636 ton/tahun. Potensi lestari (Maximum Sustainable Yield) ikan tenggiri (Scomberomorus sp) di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan adalah sebesar 1211.163843 ton/tahun, sedangkan Effort optimum (fopt) sebesar 590.8274348 trip/tahun. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa potensi lestari ikan tenggiri di Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan pada tahun 2017 mengalami overfishing, sedangkan pada tahun 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2018, 2019, 2020 dan 2021 mengalami undefishing.
Indeks Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jala (Cast net) di Sungai Tabir Kelurahan Mampun Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Bibit, Bibit; Lisna, Lisna; Budiansyah, Agus; Nelwida, Nelwida; Wiyanto, Eko; Ramadhan, Fauzan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman ikan yang tertangkap pada Jala di Sungai Tabir meliputi jenis ikan, bobot ikan serta memberikan informasi mengenai kondisi perikanan di sungai Tabir saat ini. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 mei 2022 sampai 19 juli 2022 di Sungai Tabir Kelurahan Mampun Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei. Analisis data yang digunakan adalah Komposisi Jenis, Indeks Keanekaragaman, Indeks Keseragaman dan Indeks Dominansi. Hasil tangkapan Jala selama 15 hari penelitian di Sungai Tabir yaitu Ikan Seluang Rasbora argyotaenia 234 ekor dengan rata-rata per hari 15,6 ekor, Ikan Senggiring Mystus Sp. 119 ekor dengan rata-rata 7,93 ekor, Ikan Kapiat Barbonymus schwanenfeldii 89 ekor dengan rata-rata 5,93 ekor, Ikan Nilem Osteochilus vittatus 77 ekor dengan rata-rata 5,13 ekor dan Ikan Beterung Pristolepis fasciata 55 ekor dengan rata-rata 3,67 ekor. Hasil indeks keanekaragaman 1,47, indeks keseragamannya 0,91 dan indeks dominansi 0,26. Dapat diambil kesimpulan bahwa Indeks Keanekaragaman Sedang, Indeks keseragamannya Tinggi, sedangkan Indeks Dominansi rendah.
Keanekaragaman Crustacea dengan Menggunakan Alat Tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur Mawaddah, Prizky; Filawati, Filawati; Nelwida, Nelwida; Ramadhan, Fauzan; Lisna, Lisna; M. Afdal, M. Afdal
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 3 (2022): oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Mayoritas masyarakat di Mendahara ilir berprofesi sebagai nelayan Sondong merupakan alat tangkap yang banyak dioperasikan oleh nelayan di Mendahara ilir. Alat tangkap Sondong adalah alat tangkap aktif yang tujuan operasinya adalah menangkap udang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Keanekaragaman Crustacea dengan menggunakan alat tangkap Sondong di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilakukan di Perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama 30 hari, dari tanggal 15 Desember 2021 sampai 15 Januari 2022. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang di himpun dalam penelitian ini adalah jumlah total udang dan ikan (ekor), berat per jenis dan berat total udang dan ikan (kg), dan parameter lingkungan. Analisis data yang digunakan adalah komposisi jenis, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi. Hasil dari penelitian ini Jumlah hasil tangkapan yang didapat selama penelitian sebanyak 776,62 kg. Hasil tangkapan crustacea di Mendahara Ilir adalah udang loreng (Parapenaeopsis sculptilis), udang kapur (Metapenaeus dopsoni), udang jerbung (Penaeus merguiensis), udang agogo (P.indicus), udang mantis (Harpiosquilla raphidea), rajungan (Portunus pelagicus), belangkas (Carcinoscorpius). Selain itu hasil tangkapan sampingan (By-Catch) sondong seperti ikan selar (Selaroides leptolepi), gulamah (Johnius trachycephalus), Pari (Dasyatis sp), ikan lidah (Cynoglossus lingua). Hasil tangkapan tertinggi, yaitu udang Loreng sebanyak 196,2 kg hasil tangkapan terendah yaitu udang mantis sebanyak 2,63 kg, hasil indeks keanekaragaman 0,98, indeks keseragamannya yaitu 0,50 dan dominansi yaitu 0,43. Kesimpulannya adalah Keanekaragaman crustacea hasil tangkapan sondong di perairan Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur termasuk dalam kategori sedang, indeks keseragaman sedang dan dominansi rendah.
Co-Authors . Asparian, . A Budiansyah Abdurrahman Madani Ade Octavia Adi Prahesti, Hasnaa Hemalia Aditya Eka Apriliyanto Afkar, Zawil Afriadi, Ahmad Afriani H Agape Saragih Agus Mandar Agustin, Jefri Aniz Fitrianisa ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arfiana, BS Monica Arfiana, BSM Arfiana, Monica Armarenti, Armarenti Bagus Pramusintho Bagus Pramusintho Bandi, Zikri Naqsa Berliana Berliana Bibit Bibit Bibit, Bibit CAHYONO, HARI Citra Noeraini Damanik, Ernawati Darlim Darmawi Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Dea Amelia, Dea Dea Tri Ananda Depison Depison Depison Depison Dyah Muji Rahayu E. Wiyanto Egga Yolanda Eko Wijayanto Eko Wiyanto Eko Wiyanto, Eko Ester Restiana Endang Gelis F Farizal Fachry Abda El Rahman Fahrizal Fahrizal Farhan Ramdhani Farizal Farizal Fauzan Ramadan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Ramadhan Febrina Rolin Filawati Filawati Firmansyah Firmansyah Fitrianisa, Aniz G. Gunawan Gunawan, Irvan Gushairiyanto Gushairiyanto Harahap, Afriani Haris Lukman Hariski, M Haryani, Nova Hilman Madian Insani Hutauruk, Tiara Nova Wulandari Ibadillah, Sultonu Indra Sulaksana Indra Sulaksana Irvan Gunawan Irwan Irwan Jasmine Masyitha Amelia Juni Trisno Mulyo Lubis, Abdillah Lubis, Samudra Asri Lutfiany, Aurelia M. Afdal M. Afdal M. Afdal, M. Afdal M. Apri Maulana M. Apri Maulana M. Ridho Saputra Mairizal Mairizal Maryo Tinambunan Maulana, M. Apri Maulida, Syafira Mawaddah, Prizky Mega Fatimah Rosana Mia Andriani Muhammad Farhan Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mustika Zahara Najah, Khairun Nasution, Annio Indah Lestari Nelwida Nelwida Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Oktaviani, Dwi Rizki Pakpahan, Roberyo Pangentasari, Dwinda Pratama, Giri Prizky Nanda Mawaddah Putinur Putri, Rahayu Dian Eka Rahma Dini Arbajayanti Ramadhan, Fauzan Ramdhan, Fauzan Ren Fitriadi Resmi Resmi Revis Asra Reza Pahrul Rosadi Reza Pahrul Rosadi Riris Roiska Rizky Janatul Magwa Rohmawati Bareta, Ainun Rosadi, Reza Safitri Safitri Sanusi Sanusi Septy Heltria Setiyano, Regi Setiyawan, Khoirudin Anton Simaibang, Karina Theresia Sitanggang, Earline Margareth Br Sri Maharani Suhessy Syarif Suhessy Syarif, Suhessy Sukatin, Sukatin Sumadja, Wiwaha A Suparjo Suparjo Suparjo Suratinah Suratinah Syafril Hadi Tina Yuli Fatmawati Tinambunan, Maryo Togatorop, Alfa Immanuel tussadiah, Arifa Vincentia, Agnes Virnando, Irvan Wirandani, Atri Krismon Wiwaha Anas Sumadja Wontri Erwina Yusniati Wulandari Wulandari Yoppie Wulanda Yosi Sulastri Br Sihotang Yun Alwi Yurleni Yurleni Yusma Damayanti Yusniati, Wontri Zahara, Mustika Zikri Naqsa Bandi