Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN UMPAN YANG BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAWAI (LONG LINE) DI PERAIRAN DESA TANJUNG TANAH, DANAU KERINCI Agustin, Jefri; Budiansyah, Agus; Lisna, Lisna
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 01 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i01.24827

Abstract

Alat tangkap rawai (long line) adalah salah satu alat tangkap yang sering digunakan oleh para nelayan di Danau Kerinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umpan yang paling efektif digunakan nelayan untuk melakukan penangkapan ikan di Danau Kerinci. Umpan yang digunakan cacing tanah, usus ayam, dan keong mas. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing yaitu metode penangkapan secara langsung oleh peneliti dengan dibantu nelayan setempat. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan Uji Anova dan di lanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang nyata pada hasil tangkapan ikan barau, ikan nila, dan ikan medik dengan menggunakan umpan cacing tanah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah umpan cacing tanah merupakan umpan yang paling efektif untuk digunakan nelayan pada alat tangkap rawai di Perairan Desa Tanjung Tanah Danau Kerinci. Kata Kunci: long line, umpan, tangkap
PERBEDAAN UKURAN MATA PANCING PADA ALAT TANGKAP RAWAI TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DI DANAU KERINCI KABUPATEN KERINCI Sanusi, Sanusi; Noferdiman, Noferdiman; Nelwida, Nelwida; Nurhayati, Nurhayati; Lisna, Lisna; Wiyanto, Eko
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 01 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i01.26610

Abstract

Mata pancing atau kail dengan ukuran tertentu sangat menentukan besarnya hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran mata pancing yang paling efektif digunakan nelayan untuk melakukan penangkapan ikan di Danau Kerinci. Alat yang digunakan adalah alat tangkap rawai, mata pancing merek daiichi No.1 dan No.2, termometer, pH meter, kamera, alat tulis, meteran, dan perahu. Adapun bahan yang diteliti yaitu hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap rawai. Metode yang digunakan adalah metode experimental fishing yaitu metode penangkapan secara langsung oleh peneliti dengan dibantu nelayan setempat. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ukuran mata pancing menunjukkan perbedaan yang nyata pada hasil tangkapan ikan barau dan ikan nila, Sedangkan pada ikan medik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Kata Kunci: rawai, mata pancing, hasil tangkapan
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) BERDASARKAN KEDALAMAN PERENDAMAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN CAROCOK TARUSAN PROVINSI SUMATERA BARAT Armarenti, Armarenti; Lisna, Lisna; Ramdhani, Farhan; Nurhayati, Nurhayati; Ramadan, Fauzan; Gelis, Ester Restiana Endang
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 01 (2024): Agustus 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i01.34365

Abstract

Ikan teri (Stolephorus sp) adalah ikan pelagis kecil yang hidup di permukaan laut, Ikan ini memiliki hidup berkoloni dengan membentuk kelompok yang berjumlah ratusan hingga ribuan ekor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan ikan teri pada kedalaman yang berada di perairan carocok tarusan menggunakan bagan perahu. Alat tangkap bagan perahu ini digunakan oleh nelayan di perairan carocok tarusan dalam usaha penangkapan ikan teri, alat tangkap ini menggunakan lampu sebagai daya tarik utama mengumpulkan gerombolan ikan teri yang bersifat senang terhadap cahaya (phototaxis). Metode yang digunakan selama penelitian ini yaitu metode survei, dengan pengamatan langsung kelapangan 24 trip dengan total 65 setting hauling.  Jenis ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap bagan perahu yaitu ikan teri (hasil tangkapan utama). IIkan peperek, ikan lemuru, ikan sarden, dan ikan kembung (hasil tangkapan sampingan). Adapun hasil tangkapan buangan yaitu ubur-ubur, ikan buntal, dan ular laut. Hasil dari penelitian ini adalah jumlah hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp) terbanyak sebesar 2,313 kg dengan persentase 47,50% dan jumlah hasil tangkapan terkecil yaitu ikan kembung (Restrelliger sp) sebesar 470 kg dengan persentase 9,65%. Selang kelas kedalaman pada hasil tangkapan terdapat hasil tangkapan ikan teri terbanyak pada kedalaman 22-26,00 m sebanyak 908 kg dan hasil tangkapan terkecil yaitu pada kedalaman 34-38,3 m sebanyak 94 kg. Kata Kunci: ikan teri (Stolephorus sp), kedalaman perendaman, carocok tarusan
KEANEKARAGAMAN HASIL TANGKAPAN BUBU TEMBILAR DI DANAU TELUK KENALI KOTA JAMBI Pakpahan, Roberyo; Depison, Depison; Gelis, Ester Restiana Endang; Nelwida, Nelwida; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.35174

Abstract

Danau Teluk Kenali merupakan danau yang terletak di Kelurahan Teluk Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Danau Teluk Kenali memiliki luas sekitar 30 Ha. Masyarakat setempat melakukan kegiatan penangkapan ikan umumnya menggunakan alat tangkap seperti tangkul, jaring, jala, tajur, dan beberapa jenis bubu seperti bubu gerugu dan bubu tembilar. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hasil tangkapan pada alat tangkap bubu tembilar di Danau Teluk Kenali Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi mengamati langsung objek penelitian. Data yang dihimpun yaitu: jumlah ikan, berat ikan, jenis hasil tangkapan dan faktor lingkungan. Jumlah alat tangkap bubu tembilar yang digunakan sebanyak 8 buah dioperasikan sebanyak 10 kali ulangan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman serta indeks dominansi. Dari hasil penelitian total ikan yang tertangkap selama penelitian sebanyak 509 ekor dengan berat total keseluruhan 42.992 g terdiri dari 8 spesies yaitu: ikan nila (Oreochromis niloticus), ikan keperas (Cyclochellichthys apogon), ikan beterung (Pristolepis grooti), ikan palau (Osteochilus kappenii), ikan gabus (Channa striata), ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), ikan sepat siam (Trichogaster pectoralis), dan ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus). Nilai indeks keanekaragaman 1,89, indeks keseragaman 0,91 dan indeks dominansi 0,16. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keanekaragaman hasil tangkapan bubu tembilar termasuk dalam kategori sedang, sedangkan tingkat keseragaman termasuk dalam kategori tinggi dan tingkat dominansi tergolong rendah.
DISTRIBUSI SPASIAL IKAN PEPEREK (Leiognathus equulus) HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN CAROCOK TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATRA BARAT Irwan, Irwan; Mairizal, Mairizal; Rahayu, Dyah Muji; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan; Ramdhani, Farhan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 1 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v1i02.36395

Abstract

Hasil tangkapan ikan peperek (Leiognathus equulus) di Perairan Carocok cukup fluktuatif dikarenakan lokasi yang berbeda-beda akan mempengaruhi kelimpahan dari hasil tangkapan ikan peperek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak fishing base dan fishing ground serta melihat hasil kelimpahan dari ikan peperek dari lokasi yang berbeda (distribusi spasial) menggunakan alat tangkap bagan perahu. Metode penelitian ini bersifat survei yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2023 yang berlokasi di UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Carocok Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi penangkapan dan suhu perairan tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapandan kelimpahan ikan peperek (Leiognathus equulus). Pada daerah Pamutusan memiliki 20 titik koordinat dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 601 kg ikan peperek. Sedangkan di dekat daerah Pulau Soetan memiliki 8 titik koordinasi dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 228 kg ikan peperek. Jarak terjauh saat melakukan penangkapan ikan peperek (Leiognathus equulus) berada pada angka 12.47 km dengan hasil tangkap sebesar 30 kg dimana jumlah ikan yang diperoleh sebanyak 2.730 ekor. Sedangkan, jarak terdekat berada di angka 3.75 km dengan hasil tangkapan yang diperoleh sebesar 45 kg dan kelimpahan sebanyak 4.140 ekor.
Diversity Of Tangkul Catches (Portable Lift Net) In Teluk Lake Olak Kemang Village Danau Teluk Distric Jambi City Azhariyah, Ayu; Lisna, Lisna; Resmi, Resmi
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 4 No 4 (2024): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v4i4.3895

Abstract

Tangkul or lift net is a type of anco fishing gear that differs only in large size. Tangkul is a square, generally measuring 5x5 m with a mesh size varying between 1/4 - 1.5 inches, depending on the fishing season. The purpose of this determine the diversity of tangkul catches (Portable lift net) in Teluk Lake, Olak Kemang Village, Danau Teluk Distric Jambi City. This research was conducted on March 21, 2022 to April 21, 2022. The method used in this research is a survey method, namely by direct observation in the field and conducting interviews with fishermen. The data collected is the catch of tangkul fishing gear which includes the type of fish, the number of catches (tails) and the total weight of the catch (grams). Furthermore, environmental parameters are temperature, degree of acidity (pH), and depth. The results of the research that have been obtained are the composition of tangkul catches, there are 9 species of fish with the highest composition being flatback fish (Thynnichtys polylepis) with a value of 42.52% and the lowest composition being catfish species (Pangasianodon hypophthalmus) with a value of 0.30%. The diversity index (H') obtained with a value of 1.39 is in the medium category, the evenness index (E) obtained with a value of 0.64 is in the high category and the dominance index (C) obtained with a value of 0.30 is in the low category. The conclusion of this study is the diversity index of Tangkul catches (Portable lift net) is in the medium category and no fish species dominate or are included in the low category in Teluk Lake, Olak Kemang Village, Danau Teluk District, Jambi City.
Morphometrics and Meristics of Senangin (Eleutheronema Tetradactylum) Results of Gillnet Catch in Mendahara Ilir of East Tanjung Jabung District Haryani, Nova; Lisna, Lisna; Magwa, Rizky Janatul; Nelwida, Nelwida; Gelis, Ester Restiana Endang; Farizal, Farizal
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i1.6045

Abstract

Mendahara Ilir is an area located on the coast with the majority of the community working as fishermen. Fishermen in this area catch fish using Gillnet fishing gear. Overfishing is a form of excessive fishing, the fish population is decreasing over time so that it can cause extinction and will cause degradation of fish resources leading to the extinction of the Senangin species. The purpose of this study was to determine the morphometric and meristic measurements of Senangin (Eleutheronema tetradactylum) in the waters of Mendahara Ilir which can be used as a consideration in making fisheries resource management policies. The method used in this study was the survey method. Data collection was carried out on 30 Senangin samples. Morphometric measurements used 11 characters and meristic calculations used 7 characters. The results of this study showed that the longest Senangin was 65.8 cm and the shortest was 19.0 cm. The average length of the Senangin obtained was 34.7 cm. The determination coefficient R2 of senangin from morphometric characters to total length (TL) ranges from 0.94 to 0.99 where the value shows a very close relationship. The correlation results are influenced by food availability. Meristics of senangin are D.II; D17-19, A.II: A15-70, P.II: 10-76, C.II: 31-182, scales on the tail stem with a total of 136 and a minimum number of 40, lateral line scales with a total of 170 and a minimum number of 62. The conclusion is that Senangin in the Mendahara Ilir waters are still well maintained habitat in Mendahara Ilir.
Penanaman Mangrove sebagai Upaya Pemulihan Ekologi dan Pemberdayaan Ekowisata di Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi Ramadan, Fauzan; Lisna, Lisna; Arfiana, Monica; Rahayu, Dyah Muji; Roiska, Riris; Mandar, Agus; Lubis, Abdillah
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.1.1-6

Abstract

Kondisi penutupan lahan di Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur (CAHBPT) Jambi yang masih baik memiliki lahan 2268.39 ha dan sudah dialih fungsi lahan oleh masyarakat untuk perkebunan seluas 1.584,57 ha, akibatnya masyarakat pesisir di Perairan Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi mengalami kondisi yang rawan abrasi berdampak pada kemunduran garis pantainya sejauh 115 m.  Kegiatan penanaman mangrove ini dilakukan di 2 lokasi Pantai Perairan Kuala Tangkal yang terdampak Abrasi khususnya Desa Tungkal 1 Parit 9 pada tanggal 28 Juli dan 10 Oktober 2024. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah abrasi yang berkelanjutan yang dialami Daratan Kuala Tungkal. Tim Pengabdian bekerjasama dengan HIMAPERI, MAPALA PAMSAKA, PMI, dan KSR Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk melakukan kegiatan penanaman mangrove, jenis mangrove yang di tanam adalah jenis Sonneratia caseolaris dan Avicennia marina sebanyak 200 batang. Metode yang digunakan dalam penanaman ini adalah metode koloni dan metode penanaman 1 lobang 1 pohon dengan asumsi penanaman koloni agar memberikan peluang tanaman mangrove yang di tanam dapat bertahan dalam keadaan gelombang yang kuat. Adapun persentase dengan teknik penanaman secara koloni 76% tanaman hidup namun pada penanaman 1 lobang 1 tanaman tingkat hidup dari tanaman hanya 52%. Kegiatan penanaman bagus di lakukan dengan system koloni agar tanaman mangrove yang di tanam banyak yang hidup
Studi Pemanfaatan Fasilitas Rantai Dingin di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Sumatera Barat Sitanggang, Earline Margareth Br; Nurhayati, Nurhayati; Ramadan, Fauzan; Lisna, Lisna; Ramdhani, Farhan; Nur, Puti
Torani Journal of Fisheries and Marine Science Vol. 9 No. 1 (2025): VOLUME 9, NOMOR 1, DECEMBER 2025
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/torani.v9i1.43485

Abstract

Cold chain facilities, such as ice factories, Air blast freezer (ABF) and cold storage are important components that support improving and maintaining the quality of caught products at the Bungus Ocean Fisheries Port (PPS). This research was carried out at the Samudera Bungus Fishing Harbor on November 4 – November 22 2024. The research method used in this research was the survey method, by distributing questionnaires to users of cooling facilities at PPS Bungus, the number of respondents used was 30 respondents. The results of the research show that in the cold chain facilities at the Bungus Ocean fishing port, 1 unit of ice factory facility with a capacity of 44 tons/day is in good condition. Then there are 3 units of ABF facilities available, consisting of 2 units with a capacity of 3 tons/24 hours freezing in good condition, 1 unit with a capacity of 3 tons/24 hours in a heavily damaged condition, and finally a cold storage facility of 1 unit with a capacity of 100 tons in good condition. From the results of the analysis that has been carried out, it can be concluded that the level of utilization of cold chain facilities at the Bungus Ocean Fishing Port, namely the ice factory facility is 61.82% in the not optimal category with a satisfaction level of 79% or in the satisfied category, the Air blast freezer (ABF) facility is 18.17% in the not optimal category, and the cold storage facility is 16.35% in the not optimal category.
Comparison of Wire Trap (Temilar) Catch Yields between Daytime and Nighttime Operations in Tarikan Village, Muaro Jambi Regency Aditya Eka Apriliyanto; Pramusintho, Bagus; Lisna, Lisna
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 30 No. 3 (2025): October
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The purpose of this study was to determine the differences in catch results of wire traps (temilar) between daytime and nighttime operations. The research was conducted in the waters of the Kumpeh River, Tarikan Village, Muaro Jambi Regency. The method used in this study was experimental fishing and simple random sampling with 15 replications, using two treatments: daytime and nighttime operations. Based on the results of the survey, nine species of fish were caught. The dominant species was the lambak (Labiobarbus ocellatus), with a total of 212 individuals and an overall catch of 814 individuals obtained during nighttime trap operations. The heaviest catch was the tembakang (Helostoma temminckii), with an individual weight of 7,266 grams and a total weight of 28,871 g, also obtained from the use of wire traps (temilar) at night. The t-test results showed a significant difference (P < 0.05) in both the number and weight of catches between daytime and nighttime wire trap (temilar) operations. Based on these findings, it can be concluded that nighttime operation of wire traps (temilar) yields higher catches, both in number and total weight, compared to daytime operations
Co-Authors . Asparian, . A Budiansyah Abdurrahman Madani Ade Octavia Adi Prahesti, Hasnaa Hemalia Aditya Eka Apriliyanto Afkar, Zawil Afriadi, Ahmad Afriani H Agape Saragih Agus Mandar Agustin, Jefri Ainun Rohmawati Bareta Aniz Fitrianisa ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arfiana, BS Monica Arfiana, BSM Arfiana, Monica Armarenti, Armarenti Bagus Pramusintho Bagus Pramusintho Bandi, Zikri Naqsa Berliana Berliana Bibit Bibit Bibit, Bibit CAHYONO, HARI Citra Noeraini Damanik, Ernawati Darlim Darmawi Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Dea Amelia, Dea Dea Tri Ananda Depison Depison Depison Depison Dwi Rizki Oktaviani Dyah Muji Rahayu E. Wiyanto Egga Yolanda Eko Wijayanto Eko Wiyanto Eko Wiyanto, Eko Ester Restiana Endang Gelis F Farizal Fachry Abda El Rahman Faizah Jum’atul Hasanah Farhan Dwi Ramadan Farhan Ramdhani Farizal Farizal Fauzan Ramadan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Ramadhan Filawati Filawati Firmansyah Firmansyah Fitrianisa, Aniz G. Gunawan Giri Pratama Gunawan, Irvan Gushairiyanto Gushairiyanto Haris Lukman Hariski, M Haryani, Nova Hilman Madian Insani Hutauruk, Tiara Nova Wulandari Ibadillah, Sultonu Indra Sulaksana Indra Sulaksana Irvan Gunawan Jasmine Masyitha Amelia Jevi Mufit Hidayani Juni Trisno Mulyo Karina Theresia Simaibang Lubis, Abdillah Lubis, Samudra Asri M. Afdal M. Afdal M. Afdal, M. Afdal M. Apri Maulana M. Apri Maulana M. Ridho Saputra Mairizal mairizal Mairizal Mairizal Maryo Tinambunan Maulana, M. Apri Maulida, Syafira Mawaddah, Prizky Mega Fatimah Rosana Mia Andriani Muhammad Farhan Muhammad Hariski Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mustika Zahara Nasution, Annio Indah Lestari Nelwida Nelwida Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Oktavia Sihombing Pakpahan, Roberyo Prizky Nanda Mawaddah Putinur Putri, Rahayu Dian Eka Ramadhan, Fauzan Ramdhan, Fauzan Ren Fitriadi Resmi Resmi Revis Asra Reza Pahrul Rosadi Reza Pahrul Rosadi Riris Roiska Rizky Janatul Magwa Rohmawati Bareta, Ainun Rosadi, Reza Safitri Safitri Sanusi Sanusi Septy Heltria Setiyawan, Khoirudin Anton Sitanggang, Earline Margareth Br Sri Maharani Suhessy Syarif Suhessy Syarif, Suhessy Sukatin, Sukatin Sumadja, Wiwaha A Suparjo Suparjo Suparjo Suratinah Suratinah Syafril Hadi Tina Yuli Fatmawati Tinambunan, Maryo Togatorop, Alfa Immanuel tussadiah, Arifa Vincentia, Agnes Virnando, Irvan Wirandani, Atri Krismon Wiwaha Anas Sumadja Wontri Erwina Yusniati Wulandari Wulandari Yoppie Wulanda Yosi Sulastri Br Sihotang Yun Alwi Yurleni Yurleni Yusma Damayanti Yusniati, Wontri Yusyam Leni Zahara, Mustika Zikri Naqsa Bandi