Claim Missing Document
Check
Articles

Komposisi Hasil Tangkapan Menggunakan Alat Tangkap Belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur Rosadi, Reza; Lisna, Lisna; Mairizal, Mairizal; Ramadhan, Fauzan
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 10 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dengan menggunakan alat tangkap belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Juni – Juli 2021. Metode yang digunakan selama penelitian adalah metode survei, dengan pengamatan langsung ke lapangan dan melakukan wawancara dengan nelayan dan mencatat komposisi ikan yang tertangkap dengan alat tangkap belat. Metode Pengambilan sampel adalah sensus, terhadap 8 orang nelayan yang menggunakan alat tangkap belat. Pengambilan sampel dilakukan setiap hari selama 10 kali penangkapan. Parameter fisik dan kimia perairan yang diukur meliputi suhu, pH, kedalaman, kecepatan arus, salinitas. Hasil tangkapan belat di Perairan Kelurahan Tanjung Solok yaitu ikan gulama, ikan belanak, ikan sembilang, ikan, udang kapur, udang belang, udang agogo, kepiting belang, belut laut, ikan buntal. Komposisi hasil tangkapan alat tangkap belat berjumlah 80,701 ekor dan berat 3.724 kg. Persentasi tertinggi terdapat pada ikan gulama (Johnius trachycephalus) yaitu dengan nilai 45,32 %, sedangkan persentasi terendah terdapat pada belut (Gymnothorax dorsalis) yaitu 0,04%.
Keanekaragaman Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gill Net) yang Didaratkan Di Perairan Nipah Panjang II Kabupaten Tanjung Jabung Timur Ibadillah, Sultonu; Lisna, Lisna; Wulandari, Wulandari; Nelwida, Nelwida; Heltria, Septy; Darmawi, Darlim
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v19i2.16219

Abstract

Jaring insang dasar (bottom gill net) ialah jaring yang berbentuk lembaran persegi panjang dengan mata jaring yang sama. Jaring insang ini dioperasikan dengan cara hanyut di dasar perairan atau di pertengahan perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman hasil tangkapan jaring insang dasar (bottom gill net) 4,5 inchi yang didaratkan di perairan Nipah Panjang II, Tanjung Jabung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan responden sebanyak 7 nelayan dan dilakukan pengulangan sebanyak 7 kali pada setiap nelayan. Data yang dihimpun dalam penelitian ini adalah jumlah total hasil tangkapan yang didaratkan, berat ikan dan jenis ikan untuk menganalisis komposisi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi serta parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu, pH dan salinitas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat sebanyak 862 ekor dengan komposisi terdiri dari 5 spesies yaitu ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan kurau (Trachycep halus), ikan hiu (Selachimorpha sp), ikan malung (Gnathopis nystromi) dan ikan pari (Myliobatoidei sp). Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan senangin (E. tetradactylum) yaitu dengan jumlah 394 ekor dan ikan yang paling sedikit adalah ikan hiu (Selachimorpha sp) yaitu dengan jumlah 12 ekor. Indeks keanekaragaman bernilai 1,3 (sedang), indeks keseragaman bernilai 0,82 (tinggi) dan indeks dominasi sebesar 0,3 (rendah).The bottom gill net is a net in the form of a rectangular sheet with the same mesh. This gill net is operated by drifting on the bottom of the water or in the middle of the water. The aim of this research was to determine the diversity of catches from 4.5 inchs bottom gill nets landed in the waters of Nipah Panjang II, East Tanjung Jabung. The method used in this research was the census method with 7 fishermen as respondents and repeated 7 times for each fisherman. The data collected in this research is the total number of catches landed, weight of fish and types of fish to analyze the composition of the catch, diversity index, uniformity index and dominance index as well as environmental parameters observed including temperature, pH and salinity. The results of the research showed that there were 862 fish with a composition consisting of 5 species, namely gladin fish (Eleutheronema tetradactylum), kurau fish (Trachycep halus), shark (Selachimorpha sp), Malung fish (Gnathopis nystromi) and stingrays (Myliobatoidei sp). The type of fish that was caught the most was the sengin fish (E. tetradactylum), with a total of 394 fish, and the fish with the fewest was the shark (Selachimorpha sp), with a total of 12 fish. The diversity index is 1.3 (medium), the uniformity index is 0.82 (high) and the dominance index is 0.3 (low).
KEANEKARAGAMAN JENIS HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP GILLNET DI PERAIRAN HINAKO KABUPETAN NIAS BARAT PROVINSI SUMATRA UTARA Togatorop, Alfa Immanuel; Lisna, Lisna; Magwa, Rizky Janatul; Mairizal, Mairizal; Heltria, Septy; Wiyanto, Eko
Jurnal Pari Vol 11, No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : BPPSDMKP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jp.v11i1.15356

Abstract

Provinsi Sumatra Utara terletak di bagian barat Indonesia, dan memiliki wilayah laut yang sangat luas sehingga potensi kelautan dan perikanannya sangat besar. Perairan Hinako yang merupakan salah satu pulau di Provinsi Sumatra Utara memiliki potensi perikanan yang tinggi, namun belum banyak diketahui komposisi keanekaragaman jenis hasil tangkapan pada alat tangkap yang digunakan nelayan tradisional seperti gillnet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis hasil tangkapan jaring insang di Perairan Hinako, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatra Utara, untuk merencanakan strategi penangkapan yang tepat. Alat tangkap yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat tangkap jaring insang. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan analisis indeks komposisi, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H'), indeks keseragaman (E), dan indeks dominansi (C). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 spesies ikan, dengan tangkapan utama tertinggi adalah ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebanyak 31 ekor dan indeks keanekaragaman tergolong sedang (H'=2,45), keseragaman tinggi (E=0,88), dan dominansi rendah (C=0,10). Temuan ini menunjukkan kondisi ekosistem perairan yang stabil dan beragam. North Sumatra Province is located in the western part of Indonesia and has a very large sea area, so its marine and fisheries potential is very large. Hinako waters, which is one of the islands in North Sumatra Province, have high fisheries potential, but not much is known about the composition of the diversity of catch species in fishing gear used by traditional fishermen such as gillnets. The purpose of this study was to determine the diversity of gillnet catch species in Hinako Waters, West Nias Regency, North Sumatra Province. The fishing gear used in this study was gillnet fishing gear. The method used was a survey method with analysis of the composition index, Shannon-Wiener diversity index (H'), uniformity index (E), and dominance index (C). The results showed that there were 16 fish species, with the highest main catch being tuna (Euthynnus affinis) with 31 individuals and a diversity index classified as moderate (H'=2.45), high uniformity (E=0.88), and low dominance (C=0.10). These findings indicate a stable and diverse aquatic ecosystem. 
Analysis of Upwelling Events and Potential Fishing Grounds for Macarel (Thunnus sp) in the Waters of West Sumatera Heltria, Septy; Damanik, Ernawati; Lisna, Lisna
Sriwijaya Journal of Environment Vol 10, No 2 (2025): ECOLOGY AND ENVIRONMENTAL HEATLH
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Sumatera has high fishery potential, particularly for macarel(Thunnus sp), whose presence is influenced by oceanographic factors such as sea surface temperature (SST), chlorophyll-a concentration, and ocean currents. This study aims to analyze the variability of SST, chlorophyll-a, and currents in West Sumatera waters, identify oceanographic indicators of upwelling events, and examine the relationship between upwelling and potential macarel fishing grounds. Using a qualitative survey approach and ArcGIS 10.8, spatial analysis was conducted to determine potential fishing zones. Results indicate SST fluctuated between 28.1°C (February 2023) and 30,4°C (July 2022), while chlorophyll-a showed seasonal variation, peaking at 0.40 mg/m³ in June 2022. Current patterns are influenced by monsoonal winds and global atmospheric phenomena, with stronger currents during the East season, promoting upwelling and marine productivity. Overlay analysis revealed weak to very weak upwelling occurring periodically. Despite the weak upwelling, West Sumatera remains a highly potential fishing area, supported by positive correlations between SST and chlorophyll-a with macarel fishing zones. Regression analysis shows SST and chlorophyll-a negatively affect macarelcatches, whereas currents have a positive influence. Overall, oceanographic variability significantly impacts fishing potential in West Sumatera. 
PENGGUNAAN FADs (Fish Aggregating Devices) PADA ALAT TANGKAP TANGKUL DI DANAU TELUK KOTA JAMBI tussadiah, Arifa; Lisna, Lisna; Ramdhani, Farhan; Nelwida, Nelwida; Gelis, Ester Restiana Endang; Ramadan, Fauzan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i02.40462

Abstract

In Teluk Lake, Jambi City, fishermen face productivity constraints when catching fish. Research on using Fish Aggregating Devices (FADs) is necessary to enhance effectiveness and efficiency. This study, conducted in March 2024 in Teluk Lake, Tanjung Pasir Village, Jambi City waters, examines the use of FADs with liftnet fishing gear. The main findings of the research show that using FADs significantly increases catch yields and reduces fishermen's operational costs. The research methodology involved experimental fishing with a t-test to compare the catch results of liftnet using FADs and without FADs. The research showed the capture of 8 types of fish from two repetitions with two treatments (liftnet with FADs and without FADs). The total catch was 150 fish weighing 9.313 g. Catches using FADs reached 114 fish (7.219 g), while those without FADs were only 36 (2.094 g). Lambak fish showed significant results, with 79 fish (3.910 g) caught using FADs compared to 18 fish (781 g) without FADs. The T-test analysis revealed a significant difference (P<0.01) in catch results between the two treatments, both in terms of quantity (T hit​>T tab​ (2.93 > 2.10) and weight (T hit​>T tab ​ (114.60 > 2.10)). This research has practical implications, as it demonstrates that using FADs can significantly increase the quantity and weight of catches, providing valuable insights for fishery methods.
RASIO DIMENSI UTAMA KAPAL PAYANG DI PERAIRAN BUNGUS SELATAN SUMATERA BARAT Lubis, Samudra Asri; Sumadja, Wiwaha Anas; Yunita, Lauura Hermala; Nurhayati, Nurhayati; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i02.45441

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, khususnya di Kelurahan Bungus Selatan. Mayoritas nelayan di wilayah tersebut menggunakan kapal payang dengan alat tangkap sejenis. Penelitian ini mengkaji rasio dimensi kapal utama, yakni Panjang/lebar (L/B), Panjang/dalam (L/D), dan Lebar/dalam (B/D) untuk menentukan kesesuaian kapal dengan standar serta alat tangkap yang digunakan sesuai kondisi perairan setempat. Hasil studi diharapkan mendukung optimalisasi desain kapal yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi penangkapan ikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengambilan data dengan sensus seluruh populasi yaitu 7 (tujuh) kapal payang yang ada di Kelurahan Bungus Selatan. Rasio meliputi pengukuran seperti panjang, lebar, tinggi, pengukuran garis air kapal (LWL), daya mesin (HP) dan Gross Tonnage (GT). Hasil perbandingan panjang dan lebar (L/B) berkisar antara 5,78-7,0 dengan nilai rata-rata 6,43. Kisaran nilai L/D kapal payang adalah 6,5-7,33 dengan nilai rata-rata 6,79. Kisaran nilai B/D adalah 1,0-1,26 dengan nilai rata-rata 1,06. Nilai LWL yang diperoleh yaitu 8,67-11,5 m.
POLA PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN SELUANG (Rasbora argyrotaenia) DI DANAU TELUK KENALI KOTA JAMBI Maulida, Syafira; Gelis, Ester Restiana Endang; Lisna, Lisna; Nelwida, Nelwida; Arfiana, Bs Monica; Farizal, Farizal
Mantis Journal of Fisheries Vol. 2 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Department of Fisheries, Animal Science Faculty, Universitas Jambi.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/mjf.v2i02.46282

Abstract

Teluk Kenali Lake is located in Teluk Kenali Village, Telanaipura District, Jambi City, with an area of approximately 30 ha, and has a water characteristic in the form of a basin. The main catch of fishermen in this lake is the seluang fish, which is popular with the community because of its taste and high economic value. This study used a purposive sampling method through direct observation of fishermen's catches. Samples were obtained from the catch of two fishermen using gillnet fishing gear with a mesh size of 1 inch during a 1-month study. The results showed that male seluang fish had an average length of 8.6 cm and an average weight of 4.9 g, with a b value in the length-weight relationship analysis of 2.88, a determination coefficient of 0.91, and a condition factor (K) of 1.75, indicating a less flat body. Female seluang fish had an average length of 9.04 cm and an average weight of 6.26 g, with a b value of 0.94, a determination coefficient of 0.18, and a condition factor of 1.99, indicating a less flat body. It was concluded that the growth pattern of male and female seluang fish was negatively allometric (b < 3), which means that length growth was more dominant than weight growth.
Implementation of Rucah Fish Meal as a Substitute for Fish Meal in the Native Chicken Ration Nurhayati, Nurhayati; Nelwida, Nelwida; Berliana, Berliana; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan
Jurnal Agripet Vol 25, No 1 (2025): Volume 25, No. 1, April 2025
Publisher : Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/agripet.v25i1.42670

Abstract

This research aims to assess the performance of native chickens fed with rucah fish meal (RFM) as a substitute for fish meal (FM). A total of 200 native chickens, aged 1 day, were maintained for 8 weeks and divided into 20 experimental units with five treatments and four replications. The treatments included substituting fish meal in the ration with rucah fish meal at various levels: P0= 12% FM and 0% RFM, P1= 9% FM and 3% RFM, P2= 6% FM and 6% RFM, P3= 3% FM and 9% RFM, and P4= 0% FM and 12% RFM. A completely randomized design was used with a coefficient of variation for initial body weight of 2.37%. Parameters measured included feed consumption, body weight, carcass percentage, and feed conversion ratio. The results showed that replacing fish meal with rucah fish meal did not significantly affect (P0.05) feed consumption but significantly increased (P0.05) chicken body weight and improved feed conversion ratio. It was concluded that fish meal can be replaced up to 100% with rucah fish meal (12% in the ration) to improve native chicken performance.
HUBUNGAN LEBAR KARAPAS DAN BERAT KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI DESA SINAR KALIMANTAN KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR Setiyawan, Khoirudin Anton; Depison, Depison; Heltria, Septy; Lisna, Lisna; Arfiana, Bs Monica; Magwa, Rizky Janatul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 3 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.3.155-161

Abstract

Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sumber daya perikanan penting yang berperan dalam mendukung ekonomi pesisir dan keseimbangan ekosistem mangrove. Pemahaman terhadap hubungan morfometrik seperti lebar karapas dan berat tubuh diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lebar karapas dan berat tubuh kepiting bakau di Desa Sinar Kalimantan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, jumlah sampel sebanyak 127 ekor kepiting dikumpulkan dari dua lokasi, yaitu, kawasan mangrove dan kawasan muara Desa Sinar Kalimantan. Penangkapan kepiting bakau menggunakan alat tangkap bubu lipat, masing masing lokasi menggunakan sebanyak 38 alat tangkap bubu dengan 16 kali pengulangan. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan analisis hubungan lebar dan berat, faktor kondisi, Sex ratio dan ukuran layak tangkap. Hasil analisis hubungan lebar karapas dan berat kepiting bakau menunjukkan  Nilai koefisien pertumbuhan (b) masing-masing sebesar 1,74 dan 2,74, menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertambahan lebar karapas tidak sebanding dengan berat tubuh.Faktor kondisi berkisar antara 0–1, menunjukkan status fisiologis dan kesehatan kepiting yang cenderung kurang optimal. Hasil anlisis Sex ratio dikawasan mangrove menunjukan perbandingan (1:1,39) yang didominasi kepiting betina dan dikawasan muara perbandingan (1:0,78) yang didominasi kepiting jantan. Persentase ukuran  kepiting bakau yang layak tangkap di Desa Sinar Kalimantan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur lebih tinggi daripada yang tidak layak tangkap.  Hasil penelitian menunjukan Hubungan antara lebar karapas dan berat tubuh kepiting bakau bersifat allometrik negatif di kedua lokasi. Kawasan mangrove didominasi oleh kepiting betina, sedangkan kawasan muara oleh kepiting jantan. Ukuran kepiting di kedua lokasi umumnya telah memenuhi kriteria layak tangkap.
EFISIENSI WAKTU PENDARATAN HASIL TANGKAPAN PURSE DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) BELAWAN SUMATERA UTARA Hutauruk, Tiara Nova Wulandari; Nelwida, Nelwida; Ramdhani, Farhan; Lisna, Lisna; Ramadan, Fauzan; Arfiana, BS Monica
Pena Akuatika : Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 24 No. 2 (2025): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The efficiency of fish landing time is an sign of determine the level of time management in fish landing activities as well as efforts to maintain the condition of quality and freshness of quality fish reaching consumers. The purpose of this study is to determine the efficiency of landing times and the factors that influence the efficiency of landing times of purse seine catches at the North Sumatra Province's Belawan Ocean Fisheries Port (PPS). This study employed a survey approach with a total sample size of 30 purse seine vessels. The efficiency level of landing time for purse seine catches at Belawan PPS is classified as efficient with an average of 75.89%. The results of the linear regression analysis obtained a value (R2) of 0.96 which shows that degree level of efficiency of fish landing time is influenced by 96% by the variables studied, namely (amount of catch (kg), number of unloaders (people), size of the fishing fleet (GT), the age of the unloader (years), and the experience of the unloader (years). And the remainder 4% is impacted by additional elements not covered in this research. Meanwhile, the variables that have a real influence are unloading time (minutes) having a value of 1,38×10−8 and wasted time (minutes) having a value of 8.85×10−16 significant < 0.05.
Co-Authors . Asparian, . A Budiansyah Abdurrahman Madani Ade Octavia Adi Prahesti, Hasnaa Hemalia Aditya Eka Apriliyanto Afkar, Zawil Afriadi, Ahmad Afriani H Agape Saragih Agus Mandar Agustin, Jefri Ainun Rohmawati Bareta Aniz Fitrianisa ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arfiana, BS Monica Arfiana, BSM Arfiana, Monica Armarenti, Armarenti Bagus Pramusintho Bagus Pramusintho Bandi, Zikri Naqsa Berliana Berliana Bibit Bibit Bibit, Bibit CAHYONO, HARI Citra Noeraini Damanik, Ernawati Darlim Darmawi Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Darmawan Dea Amelia, Dea Dea Tri Ananda Depison Depison Depison Depison Dwi Rizki Oktaviani Dyah Muji Rahayu E. Wiyanto Egga Yolanda Eko Wijayanto Eko Wiyanto Eko Wiyanto, Eko Ester Restiana Endang Gelis F Farizal Fachry Abda El Rahman Faizah Jum’atul Hasanah Farhan Dwi Ramadan Farhan Ramdhani Farizal Farizal Fauzan Ramadan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Fauzan Ramadhan Ramadhan Filawati Filawati Firmansyah Firmansyah Fitrianisa, Aniz G. Gunawan Giri Pratama Gunawan, Irvan Gushairiyanto Gushairiyanto Haris Lukman Hariski, M Haryani, Nova Hilman Madian Insani Hutauruk, Tiara Nova Wulandari Ibadillah, Sultonu Indra Sulaksana Indra Sulaksana Irvan Gunawan Jasmine Masyitha Amelia Jevi Mufit Hidayani Juni Trisno Mulyo Karina Theresia Simaibang Lubis, Abdillah Lubis, Samudra Asri M. Afdal M. Afdal M. Afdal, M. Afdal M. Apri Maulana M. Apri Maulana M. Ridho Saputra Mairizal mairizal Mairizal Mairizal Maryo Tinambunan Maulana, M. Apri Maulida, Syafira Mawaddah, Prizky Mega Fatimah Rosana Mia Andriani Muhammad Farhan Muhammad Hariski Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mulawarman Mustika Zahara Nasution, Annio Indah Lestari Nelwida Nelwida Nelwida Nelwida Noferdiman Noferdiman Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Oktavia Sihombing Pakpahan, Roberyo Prizky Nanda Mawaddah Putinur Putri, Rahayu Dian Eka Ramadhan, Fauzan Ramdhan, Fauzan Ren Fitriadi Resmi Resmi Revis Asra Reza Pahrul Rosadi Reza Pahrul Rosadi Riris Roiska Rizky Janatul Magwa Rohmawati Bareta, Ainun Rosadi, Reza Safitri Safitri Sanusi Sanusi Septy Heltria Setiyawan, Khoirudin Anton Sitanggang, Earline Margareth Br Sri Maharani Suhessy Syarif Suhessy Syarif, Suhessy Sukatin, Sukatin Sumadja, Wiwaha A Suparjo Suparjo Suparjo Suratinah Suratinah Syafril Hadi Tina Yuli Fatmawati Tinambunan, Maryo Togatorop, Alfa Immanuel tussadiah, Arifa Vincentia, Agnes Virnando, Irvan Wirandani, Atri Krismon Wiwaha Anas Sumadja Wontri Erwina Yusniati Wulandari Wulandari Yoppie Wulanda Yosi Sulastri Br Sihotang Yun Alwi Yurleni Yurleni Yusma Damayanti Yusniati, Wontri Yusyam Leni Zahara, Mustika Zikri Naqsa Bandi