p-Index From 2021 - 2026
9.569
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Tadris: Jurnal keguruan dan Ilmu Tarbiyah JURNAL LITIGASI (e-Journal) Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar MUSLIM HERITAGE: JURNAL DIALOG ISLAM DENGAN REALITAS Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Jurnal Studi Komunikasi Jurnal Bina Praja JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Jurnal Moral Kemasyarakatan Jurnal SOLMA JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Mimbar Ilmu IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education, and Religion) DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar International Journal for Educational and Vocational Studies Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Journal of Community Service and Empowerment ASANKA: Journal of Social Science And Education Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Mendapo: Journal of Administrative Law jurnal dikdas bantara CIVICS: Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Kewarganegaraan Anglophile Journal JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION Bulletin of Science Education In Right: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Journal of Education Research Journal Of World Science Jurnal Al-Qiyam Jurnal Tana Mana Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Citizenship Virtues Jurnal Basicedu SWARNA Antroposen Golden Ratio of Data in Summary Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Journal of Education and Culture Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Society Masyarakat: Jurnal Pengabdian Jurnal Pendidikan Progresif Education of Law Journal Journal of Pedagogi
Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Literasi Informasi untuk Pengembangan Watak Kewarganegaraan: Interaksi antara Pendidikan Kewarganegaraan , Teknologi dan Bahasa Hidayah, Yayuk; Kurniawan, Itok Dwi; Ginusti, Gallis Nawang
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 8 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v8i1.6466

Abstract

Studies on civic disposition recently have been carried out with an emphasis on building moral character. However, very few have explored the use of information literacy for fostering civic disposition that examines the interaction between citizenship education, technology, and language. The goal of this research is to discover how to promote civic disposition which focuses on the interaction between citizenship education,  technology, and language in the Citizenship Education course. This study used a descriptive qualitative method, which was located at Yogyakarta State University. Data were collected through interviews, observation, documentation, and literature readings. The research conclusions indicate that fostering civic disposition through information literacy in Citizenship education courses enables students to 1) strengthen their critical thinking skills, 2) learn about civic affairs prudently and effectively, and 3) become self-reliant (independent) members of society. The development of civic disposition through information literacy in Citizenship education courses at Yogyakarta State University is considered as good. through this article, the researchers conclude that fostering students’ Civic Disposition in Citizenship Education courses through information literacy is a form of habituation to smart and good citizenship.
Filantropi Sosial Budaya: Tradisi Lokal, Solidaritas Mekanik-Organisasi, dan Dinamika Arpannudin, Iqbal; Hidayah, Yayuk; Muttaqi, Nabila Ihza Nur; Jannah, Nita Maghfiratul
Jurnal Bina Praja Vol 17 No 1 (2025)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.17.2025.157-167

Abstract

Philanthropy in Indonesia is deeply rooted in local traditions and the spirit of communal cooperation, making it a fundamental aspect of social life. The concept of citizenship in Indonesia goes beyond legal and political definitions, encompassing socio-cultural values expressed through diverse philanthropic practices. This study explores how local traditions and the dynamics between mechanical and organic solidarity shape the socio-cultural framework of philanthropy and influence civic development. The researchers surveyed 387 respondents across seven key regions: Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Denpasar, and Samarinda. Data collection focused on communal awareness, traditional practices, and the roles of solidarity in charitable efforts. Multiple regression analysis revealed that local traditions contribute 35% to strengthening philanthropic values. Mechanical solidarity, rooted in shared beliefs, accounts for 25%, while organic solidarity, driven by functional roles, contributes 20%. The interaction between tradition and modernity adds another 20%. These findings highlight that cultural traditions and the combination of mechanical and organic solidarity are vital foundations for building societal awareness. The research underscores the importance of stronger collaboration between government bodies and communities to incorporate these cultural elements into Indonesia's modern, citizenship-oriented philanthropic movements.
Penguatan Wawasan Kebangsaan melalui Pendidikan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Gotong Royong di Bantul Suharno, Suharno; Sunarso, Sunarso; Hidayah, Yayuk; Hanum, Fathikah Fauziah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3601

Abstract

Wawasan kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, terutama di tengah tantangan globalisasi yang semakin kompleks dan dinamis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Iroyudan, Desa Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul, pada 14 Juli 2025, dengan tujuan meningkatkan pemahaman warga terhadap nilai-nilai kebangsaan, khususnya Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat gotong royong sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, lokakarya, dan simulasi kasus yang dirancang untuk memperkuat pemahaman serta penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan warga umum, sehingga menciptakan suasana partisipatif dan kolaboratif. Selama kegiatan, peserta aktif bertukar pandangan mengenai tantangan kebangsaan yang dihadapi di lingkungan mereka. Beberapa ide strategis juga muncul, seperti program gotong royong bulanan dan penguatan pendidikan karakter di tingkat RT. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kolektif dalam menjaga persatuan, diikuti dengan terbentuknya inisiatif membangun forum diskusi kebangsaan di tingkat komunitas. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif yang disertai partisipasi aktif warga efektif dalam memperkuat identitas nasional dan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.
Pendampingan Etika Pergaulan di Ruang Publik dan Digital bagi Generasi Muda di Yogyakarta sebagai Wujud Cinta Tanah Air Permatasari, Rr. Yudiswara Ayu; Irianti, Nathasa Pramudita; Hidayah, Yayuk
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v5i2.3638

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini berjudul “Pendampingan Etika Pergaulan di Ruang Publik dan Digital bagi Generasi Muda di Yogyakarta sebagai Wujud Cinta Tanah Air”. Program ini dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya interaksi sosial generasi muda yang tidak hanya berlangsung di ruang publik, tetapi juga di ruang digital. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan etika yang dapat memengaruhi karakter kebangsaan, rasa cinta tanah air, serta kualitas pergaulan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya pendampingan yang sistematis agar generasi muda mampu menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan melalui perilaku santun, bijak, dan bertanggung jawab dalam setiap bentuk interaksi, baik secara langsung maupun melalui media digital.Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Pendapa Agung Tamansiswa, Yogyakarta, dengan sasaran utama pelajar dan mahasiswa di wilayah Yogyakarta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi studi kasus, dan pendampingan berkelanjutan melalui platform digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai etika pergaulan, penguatan sikap nasionalisme, serta keterampilan dalam menghadapi dinamika komunikasi digital secara positif. Dengan demikian, program pendampingan ini diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam memperkuat karakter kebangsaan generasi muda sekaligus menjadi bentuk aksi nyata cinta tanah air di era modern.
Analisis Muatan Nilai-Nilai Karakter Buku Sebuah Biografi Andy Noya (Kisah Hidupku) Saputro, Johan Dwi; Hidayah, Yayuk
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.965

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah, Nilai karakter merupakan sifat dan kebajikan dalam diri manusia yang memuat beberapa hal seperti sportivitas, dermawan, sopan santun dan empati yang dapat diamati melalui hubungan seseorang dengan orang lain. Andy Flores Noya adalah seorang wartawan, seorang penulis serta membawakan acara Kick Andydi televisi Indonesia dengan berbagai bintang tamu inspiratif. Berdasarkan latar belakang karir Andy Flores Noya atau Andy Noya Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ekspresi dan wujud nilai-nilai karakter yang terkandung dalam buku biografi Andy Noya: Kisah Hidupku sebagai kisah perjalanan hidup Andy sejak kecil hingga menjadi wartawan professional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi. Analisis data menggunakan beberapa langkah yang dilakukan yaitu, membaca keseluruhan isi dilanjutkan menyeleksi dan menandai paragraph, frasa, kata, dan kalimat yang bermakna informatif berkaitan dengan nilai karakter, Melakukan identifikasi dan klasifikasi data dengan berdasar butir-butir masalah. Mentafsirkan secara semiotic data yang diidentifikasi dan klasifikasi. Hasil penelitian yang diperoleh tentang nilai-nilai pada karakter utama yaitu: manajemen diri, ketulusan, control diri, moral, kepatuhan, kebangsaan, kemanusiaan, menghormati dan cinta damai. Hasil penelitian dapat berkontribusi dalam menyajikan makna, pesan juga tanda dalam perkembangan selama hidup pada aspek nilai karakter dalam diri seseorang, sehingga dalam hal pembelajaran dan pendidikan karakter juga dapat dipelajari melalui berbagai tokoh yang kompeten dan professional dibidang tertentu. Melalui tokoh-tokoh professional yang menginspirasi dari pencapaian dan perjalanan hidup tentu memiliki nilai karakter dan moral yang dapat dijadikan contoh
INTEGRASI KESADARAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN DI ORIENTASI MAHASISWA STKIP PASUNDAN CIMAHI DENGAN PENDEKATAN HOLISTIK Belladonna, Aprillo Poppy; Hidayah, Yayuk; Tripuspita, Neneng
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27541

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana mengintegrasikan kesadaran hukum dan pendidikan kewarganegaraan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru di STKIP Pasundan Cimahi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan Observasi, Wawancara, dan Studi Dokumentasi, Analisis data menggunakan Triangulasi tekhnik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan kesadaran hukum dan pendidikan kewarganegaraan dalam orientasi mahasiswa baru memberikan dampak positif yaitu menambah pemahaman mahasiswa tentang hak dan kewajiban , etika dan konteks hukum. Selain itu, ditemukan juga jika melakui orientasi kehidupan kampus menjadi upaya dalam menyiapkan mahasiswa secara akademik tetapi juga secara sosial dan moral. Integrasikan kesadaran hukum dan pendidikan kewarganegaraan dalam orientasi mahasiswa baru menjadi model yang dapat menjadi refrensi bagi lebaga pendiidkan lainnya dalam rangka mempersiapkan mahasiswa yang siap dengan tantangan kehidupan kampus yang kompleks. Penelitian lebih lanjut tentang kesadaran hukum dalam kegiatan orientasi kehidupan kampus di sarankan dalam penelitian ini.
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS UNTUK MENGEMBANGKAN KOMPETENSI ABAD 21 SISWA SEKOLAH DASAR Ngatminiati, Yulia; Hidayah, Yayuk; Suhono, Suhono
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.30193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya pengembangan keterampilan berpikir kritis sebagai bagian dari pendidikan untuk menghadapi tuntutan kompetensi abad 21 di kalangan siswa sekolah dasar. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan fokus pada tinjauan literatur sebagai pendekatan untuk menyelidiki konsep keterampilan berpikir kritis dan aplikasinya dalam konteks pendidikan dasar. Melalui analisis yang mendalam terhadap berbagai sumber literatur, penelitian ini menyoroti relevansi keterampilan berpikir kritis dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam beradaptasi dengan perubahan, mengambil keputusan yang berbasis bukti, dan memecahkan masalah kompleks. Temuan dari studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendidikan dasar dapat meningkatkan persiapan siswa untuk masa depan yang kompleks dan dinamis dengan memperkuat keterampilan berpikir kritis mereka. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat memandu pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran yang lebih efektif dalam mempromosikan keterampilan ini di tingkat sekolah dasar
Penguatan Peran Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Sebagai Pendidikan Karakter Religius Retnasari, Lisa; Suyitno, Suyitno; Hidayah, Yayuk
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.2968

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini di latar belakangi oleh kurangnya peran TPQ dalam penanaman pendidikan karakter (religius). Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya pembaharuan kurikulum yang di terapkan di TPQ, penguatan peran TPQ dalam pendidikan karakter religius . pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode Konsultasi, yaitu berupa diskusi interaktif ,Mediasi, tim pengabdian sebagai mediator terkait penyelesaian masalah, Pendampingan, yaitu tim pengabdian melakukan pengabdian terhadap santri di TPQ Silastra dan terhadap pengajar TPQ Silastra. Adapun hasil dan temuan dalam pengabdian ini adalah 1). Terdapat penguatan karakter religious (Islam) pada santri TPQ Salastra, 2) pengajar dapat mengembangkan pembelajaran dengan memasukan unsur karakter, 3) habituasi yang di laksanakan di TPQ Silastra, merupakan salah satu alternatif dalam usaha penguatan pendidikan karakter religious (Islam) kepada santri.
Rekonstruksi Perlindungan Hak Milik Perempuan: Telaah Kontradiksi Kawin Mokondo dan Tradisi Jawa Bedah Kutha Boyong Putri Wahyudi, Misran; Hidayah, Yayuk; Pratiwi, Kurniasari
IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contemporary millennial society experiences significant shifts in cultural values that affect the institution of marriage. In Javanese tradition, the concept of bedah kutha boyong putri embodies noble values regarding male dignity and responsibility in marriage, emphasizing moral, social, and economic readiness through the criteria of lineage, character, and social standing (bibit, bobot, and bebet). However, the emergence of the “Mokondo” marriage phenomenon in the modern era reflects marital practices that contradict these cultural values and potentially generate social problems and legal vulnerabilities, particularly for women. This article aims to analyze the nature of the contradiction between “Mokondo” marriage practices and the Javanese concept of bedah kutha boyong putri, as well as to examine the legal measures available to women to protect their property rights when marrying a “Mokondo” husband. Employing a socio-legal approach, this study utilizes role theory and contract theory as analytical frameworks. The findings reveal, first, that bedah kutha boyong putri positions men as dignified and responsible actors within marital relationships, whereas “Mokondo” marriages undermine and degrade male roles in the marital structure. Second, prenuptial agreements constitute a strategic legal instrument grounded in the principle of freedom of contract to safeguard women’s property rights prior to marriage. This study underscores the importance of integrating local cultural values with modern legal mechanisms in addressing contemporary challenges to marital justice and gender protection.   Realitas kehidupan masyarakat di era milenial menunjukkan terjadinya pergeseran nilai budaya yang berdampak pada institusi perkawinan. Dalam tradisi Jawa, konsep bedah kutha boyong putri merepresentasikan nilai luhur tentang martabat laki-laki dalam membangun rumah tangga, yang menekankan kesiapan moral, sosial, dan ekonomi melalui kriteria bibit, bobot, dan bebet. Namun, munculnya fenomena kawin “Mokondo” di era kontemporer memperlihatkan praktik perkawinan yang bertentangan dengan nilai budaya tersebut dan berpotensi menimbulkan problematika sosial serta kerentanan hukum, khususnya bagi perempuan. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk kontradiksi antara kawin “Mokondo” dan konsep Jawa bedah kutha boyong putri, serta mengkaji langkah hukum yang dapat ditempuh perempuan untuk melindungi hak miliknya dalam perkawinan dengan suami “Mokondo”. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-legal dengan pisau analisis teori peran dan teori kontrak. Hasil kajian menunjukkan bahwa, pertama, konsep bedah kutha boyong putri menempatkan laki-laki sebagai subjek yang bermartabat dan bertanggung jawab, sedangkan praktik kawin “Mokondo” justru mendegradasi peran dan posisi laki-laki dalam relasi perkawinan. Kedua, perjanjian perkawinan yang dibuat sebelum perkawinan merupakan instrumen hukum strategis yang selaras dengan prinsip kebebasan berkontrak untuk menjamin perlindungan hak milik perempuan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai budaya lokal dan mekanisme hukum modern dalam merespons tantangan perkawinan di era milenial.
Repositioning legal logic in the civic education curriculum to build critical citizens Hidayah, Yayuk; Trihastuti, Meiwatizal; Jannah, Nita Maghfiratul
Education of Law Journal Vol. 1 No. 2 (2025): Education of Law Journal
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/edulaw.v1i2.2270

Abstract

Rapid socio-political change and the spread of disinformation demand that Citizenship Education move beyond the rote memorisation of legal norms and instead foster citizens who are capable of critical legal reasoning. This article proposes the repositioning of legal logic as a key epistemic framework within the Citizenship Education curriculum so that learners do not only know what the law states, but also understand why and how law operates in practice. Using a juridical-normative approach combined with qualitative content analysis of curriculum documents, textbooks, and teaching guidelines, this study examines the extent to which dimensions of legal logic—such as deductive–inductive reasoning, juridical argumentation, the distinction between legality and legitimacy, and the assessment of justice in legal norms—are integrated into teaching and learning processes. The findings indicate that the curriculum and learning materials remain dominated by a descriptive-dogmatic approach that positions law as a fixed text rather than as a field of public rationality open to argumentative debate. The proposed repositioning involves a shift from normative pedagogy to critical-argumentative pedagogy by incorporating case analysis exercises, mock trials, and constitutional debates grounded in legal logic into students’ learning experiences. Theoretically, this article strengthens the bridge between legal theory and citizenship education theory, while practically it offers recommendations for curriculum developers, teachers, and education policymakers to design learning that cultivates citizens who are critical, reflective, and responsible both legally and ethically.
Co-Authors - Sapriya AA Sudharmawan, AA Abimanto, Dhanan Aim Abdulkarim Alrakhman, Riza Angraini, Nosy Mutia Anis Suryaningsih, Anis Aprillio Poppy Belladonna Ardian Feriandi, Yoga Arnie Fajar Arofah Minasari Arpannudin, Iqbal Belladonna, Aprilio Poppy Belladonna, Aprillo Poppy Budiarti, Desi Cecep Darmawan, Cecep Chandra Dewi Puspitasari Danang Prasetyo, Danang Dewi, Dinie Anggraeni Dewi, Susi Fitria Dian Satria Charismana Dianasari Dianasari, Dianasari Elly Malihah Endrik Safudin, Endrik Fadli, Radinal Fathikah Fauziah Hanum Fatmariza Fatmariza Firmansyah, Akmal Firmasnyah, Akmal Galih Puji Mulyoto Ginusti, Gallis Nawang Haikal Haikal Hakiki, Muhammad Halimah, Lili Hamonangan, Ranto Praja Hamonangan, Ranto Praja Hamonangan Hastangka Hastangka, Hastangka Hasyim, Umar Al Faruq A Hidayatullah, Rizky Irhamudin, Irhamudin Ismiyani, Yayuk Istianah, Anif ITOK DWI KURNIAWAN Johan Dwi Saputro Kurniasari Pratiwi Lutfia Septiningrum Mazid, Sukron Meiwatizal Trihastuti Mirza Hardian Misran Wahyudi, Misran Mistison, Beni Igo Mistison Mukhamad Murdiono Mulyono, Budi Nabila Ihza Nur Muttaqi Nasiwan Nathasa Pramudita Irianti, Nathasa Pramudita Naufal Pebrianto, Riko Neneng Tripuspita Ngatmin Ngatminiati, Yulia Nita Maghfiratul Jannah Nufikha Ulfa Nufikha Ulfah, Nufikha Nuraini, Latifa Pertiwi, Sinta Galih Poppy Belladonna Pratama, Yoga Adi Restiaji, Dewi Rini Setiyowati Rr. Yudiswara Ayu Permatasari Safitri, Lia Samsuri Sanusi, Taufik Simatupang , Ernawati Simatupang, Ernawati Su Fen, Cheong Suharno Suharno Suharno Suhono Suhono, Suhono Sujastika, Ismi Sunarso Sunarso Sunarso Suroto Suroto Suryono Suryono Sutrisno, Cucu Suyato Suyato Suyitno Suyitno Ulfah, Risti Aulia Ulum, Amalia Zidatul Umar Alfaruq A. Hasyim, Umar Alfaruq Wahyu Sopandi Widodo, Bali wiwied pratiwi, wiwied Yeasy Agustina Sari, Yeasy Agustina Yuanjaya, Pandhu Zulfa, Bq.Indana