Claim Missing Document
Check
Articles

Etnosains di era teknologi modern: Studi literatur dalam perspektif pengabdian kepada masyarakat Fajeriadi, Hery; Fahmi, Fahmi
SERIBU SUNGAI: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): May
Publisher : Master Program of Natural Science Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/seru.v2i1.307

Abstract

Integrasi etnosains dengan teknologi modern perlu dikaji sebagai solusi untuk pelestarian budaya dan pengembangan pengabdian kepada masyarakat. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, pengetahuan tradisional dan kearifan lokal sering kali terpinggirkan dan berisiko hilang jika tidak ada upaya serius untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskannya. Masalah ini mendorong upaya untuk mengeksplorasi bagaimana etnosains dapat disajikan dalam konteks modern, serta bagaimana teknologi bisa digunakan untuk mendukung pelestarian budaya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas pendekatan yang menggabungkan etnosains dengan teknologi dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat, serta untuk mengidentifikasi peluang penelitian dan tindakan tindak lanjut yang relevan. Berdasarkan hasil pencarian dengan kata kunci "etnosains" pada masa "teknologi modern" di Google Scholar, ditemukan 46 dokumen dengan sepuluh diantaranya adalah publikasi terkait. Penelitian ini mengungkap bahwa integrasi etnosains dalam kurikulum dan metode pengajaran berbasis teknologi dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan meningkatkan apresiasi mereka terhadap budaya lokal. Penelitian ini juga menemukan bahwa teknik-teknik inovatif, seperti penggunaan media berbasis etnosains, dapat memperkuat pengabdian masyarakat dan mendukung pelestarian budaya bersamaan dengan meningkatkan kualitas hidup komunitas. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi etnosains dengan teknologi modern memberikan manfaat dalam melestarikan budaya serta berdampak positif pada pendidikan dan pengembangan masyarakat secara praktis.
HOW DOES STUDENTS' ENVIRONMENTAL LITERACY SUPPORT THE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS? A LITERATURE REVIEW Hery Fajeriadi; Fahmi Fahmi; Riza Arisandi
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v4i2.13443

Abstract

The importance of environmental literacy as a supporting factor for achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 4 (Quality Education). Improving environmental literacy among students is necessary to be able to face global challenges such as climate change and environmental degradation. This study aims to evaluate the extent to which environmental literacy supports quality education related to sustainability issues through a literature review of scientific articles published in national journals. The research method involved a literature search using the keyword “literasi lingkungan” on Google Scholar, with article selection based on inclusion and exclusion criteria. Out of 2280 articles, the 10 most relevant articles were selected for analysis. The results showed that problem-based and experiential learning approaches proved effective in improving students' environmental knowledge and awareness, although cognitive abilities still need to be improved. Improved environmental literacy is also very important in shaping environmentally responsible behavior, which supports the achievement of other SDGs such as SDG 12 (Responsible Consumption and Production), 13 (Climate Action), 14 (Life Below Water), and 15 (Life on Land). The findings of this study emphasize the need for more strategic and effective programs to improve environmental literacy at the education level and its more focused analysis on achieving the SDGs targets.Keywords: Environmental literacy, sustainable development goals, education, attitude. Pentingnya literasi lingkungan sebagai faktor pendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu). Peningkatan literasi lingkungan pada siswa diperlukan untuk mampu menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana literasi lingkungan mendukung pendidikan bermutu terkait isu keberlanjutan melalui kajian pustaka terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pencarian pustaka menggunakan kata kunci “literasi lingkungan” pada Google Scholar, dengan pemilihan artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 2280 artikel, dipilih 10 artikel yang paling relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran eksperiensial terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan siswa, meskipun kemampuan kognitif masih perlu ditingkatkan. Peningkatan literasi lingkungan juga sangat penting dalam membentuk perilaku bertanggung jawab terhadap lingkungan, yang mendukung pencapaian SDG lainnya seperti SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), 13 (Aksi Iklim), 14 (Kehidupan di Bawah Air), dan 15 (Kehidupan di Daratan). Temuan penelitian ini menekankan perlunya program yang lebih strategis dan efektif untuk meningkatkan literasi lingkungan di tingkat pendidikan dan analisis yang lebih terfokus pada pencapaian target SDGs.Kata kunci: Literasi lingkungan, tujuan pembangunan berkelanjutan, pendidikan, sikap.
INOVASI METODE ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP: STUDI LITERATUR Hery Fajeriadi; Fahmi Fahmi; Bimo Aji Nugroho; Antung Fitriani
Indonesian Journal of Science Education and Applied Science Vol 3, No 2 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND APPLIED SCIENCE
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/i.v3i2.13689

Abstract

Meskipun asesmen formatif diakui penting dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa, penerapannya di kelas biologi belum optimal karena masih didominasi metode penilaian tradisional yang fokus pada hasil akhir. Keterbatasan dalam memberikan umpan balik yang personal dan berkelanjutan menghambat peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi dalam asesmen formatif yang lebih efektif, terutama yang menggunakan teknologi, untuk mengatasi keterbatasan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur untuk menganalisis inovasi asesmen formatif dalam pembelajaran biologi dan dampaknya terhadap pemahaman konsep siswa. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah terindeks Scopus pada laman ScienceDirect.com yang diterbitkan antara 2018 hingga 2022, dengan kriteria inklusi yang meliputi relevansi topik dan dampak asesmen formatif. Proses pencarian dan seleksi artikel dilakukan berdasarkan kata kunci yang spesifik, kemudian dilanjutkan dengan analisis menyeluruh terhadap bagian penting dari setiap artikel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis konten untuk mensintesis hasil dari penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 232 dokumen memenuhi kriteria inklusi dari total 20.393 dokumen. Peningkatan publikasi secara signifikan terjadi pada tahun 2021 dan 2022. Temuan dari analisis sampel sepuluh artikel menunjukkan inovasi asesmen formatif, seperti penggunaan teknologi dan umpan balik berbasis data, dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui pendekatan interaktif dan kolaboratif, serta menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor kontekstual dan menggunakan instrumen penilaian yang valid dan reliabel untuk efektivitas optimal.Kata kunci: Asesmen formatif, pendidikan biologi, pemahaman konsep, inovasi metode, hasil belajar siswa. Although formative assessment is recognized as important in improving students' concept understanding, its application in biology classrooms is not optimal because it is still dominated by traditional assessment methods that focus on the final result. Limitations in providing personalized and continuous feedback hinder the improvement of students' understanding of complex concepts. This research aims to identify innovations in formative assessment that are more effective, especially those that use technology, to overcome these limitations. This research uses a literature study approach to analyze innovations in formative assessment in biology learning and their impact on students' concept understanding. Data were collected from Scopus-indexed scientific articles on ScienceDirect.com published between 2018 and 2022, with inclusion criteria including topic relevance and impact of formative assessment. The article search and selection process were based on specific keywords, followed by a thorough analysis of the key sections of each article. Data analysis was conducted using content analysis techniques to synthesize results from relevant research. The results showed that 232 documents met the inclusion criteria from a total of 20,393 documents. A significant increase in publications occurred in 2021 and 2022. Findings from the analysis of a sample of ten articles showed formative assessment innovations, such as the use of technology and data-driven feedback, can improve students' concept understanding through interactive and collaborative approaches, and emphasized the importance of considering contextual factors and using valid and reliable assessment instruments for optimal effectiveness.Keywords: Formative assessment, biology education, conceptual understanding, method innovation, student learning outcomes.
Implementasi pendekatan inkuiri dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan kualitas belajar siswa SMP Wulandari, Ayu; Apsari, Lisa; Febrian, Muhammad Rifqy; Maulida, Rahmah; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Belawati, Octa; Otari, Widiati Hairina
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to enhance the learning quality of junior high school students through the implementation of a guided inquiry learning model using image media in science education. The research method employed is Classroom Action Research (CAR), consisting of two cycles, with each cycle encompassing the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 36 eighth-grade students in the odd semester of the 2022/2023 academic year. Data were collected through pretests, posttests, and observations of student activities during the learning process. The results indicate a significant improvement in student learning outcomes between the first and second cycles. This improvement was evident in both the cognitive and psychomotor domains, with the percentage of cognitive learning outcomes rising from 86.1% in the first cycle to 88.8% in the second cycle, and the percentage of student activity also showing consistent growth. Based on these results, it can be concluded that the guided inquiry learning model is effective in improving students' learning quality, particularly in science subjects. It is recommended that this approach be implemented more widely for other topics in biology education and supported by various media. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa SMP melalui penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan bantuan media gambar dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dengan masing-masing siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas VIII pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, dan observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara siklus I dan II. Peningkatan terlihat pada ranah kognitif dan psikomotorik siswa, yang mana persentase hasil belajar kognitif meningkat dari 86,1% pada siklus I menjadi 88,8% pada siklus II, dan persentase keaktifan siswa juga mengalami peningkatan yang konsisten. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam meningkatkan kualitas belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPA. Disarankan agar pendekatan ini diimplementasikan lebih luas untuk topik-topik lain di pembelajaran biologi dan didukung oleh media yang bervariasi.
Perbandingan penerapan metode simulasi dan problem-based instructional untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi ekosistem Irmayanti, Aulia; Damayanti, Rudiah; Wahyuni, Sri Ayu; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Lisda, Lia Jumiati; Zaini, Muhammad; Nia, Dewi Ayu Aldilla
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ecosystem material in science lessons is often poorly understood by students. This is because the learning method does not involve interaction between students and the material taught directly. This research aims to determine the level of students' understanding and activity in understanding the concept of ecosystem material using Problem-based instructional and Simulation methods. This research uses a nonequivalent control group design to compare the application of the Simulation method and the Problem-based instructional (PBI) method in Ecosystem learning for class X students at SMA Negeri Banjarmasin. The research population was all class X students of Banjarmasin State High School. The samples used were one class X MIPA which applied the simulation method as the experimental class, and another one class X MIPA which applied the Problem-based instructional method as the control class. Based on the results, the average posttest score for the experimental class with the Problem-based instructional method was 83.91, while the simulation method class was 77.78. This shows that both methods are equally good, but the Problem-based instructional method is superior to the simulation method. This research data shows significant value. The number of students who gave positive responses to the Problem-based instructional and simulation methods was 94.44% of students interested in participating in learning activities. This makes students enthusiastic when taking part in learning, students feel that learning seems more fun and not monotonous. The application of the Problem-based instructional and simulation method makes students understand the material being studied so that learning outcomes become more optimal.Materi Ekosistem pada pelajara IPA seringkali kurang dipahami oleh siswa. Hal tersebut dikarenakan metode pembelajaran yang kurang melibatkan interaksi antara siswa dengan materi yang diajarkan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan aktivitas siswa dalam memahami konsep materi ekosistem dengan menggunakan metode Problem-based instructional dan Simulasi. Penelitian ini menggunakan desain nonequivalent control group design untuk membandingkan penerapan metode Simulasi dan metode Problem-based instructional (PBI) dalam pembelajaran Ekosistem pada siswa kelas X SMA Negeri Banjarmasin. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri Banjarmasin. Sampel yang digunakan adalah satu kelas X MIPA yang diterapkan metode simulasi sebagai kelas eksperimen, dan satu lagi kelas X MIPA yang diterapkan metode Problem-based instructional sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil rata-rata nilai posttest kelas eksperimen metode Problem-based instructional 83,91 sedangkan kelas metode simulasi 77,78. Hal ini menunjukkan bahwa kedua metode tersebut sama-sama bagus, namun metode Problem-based instructional lebih unggul dari metode simulasi. Data penelitian ini menunjukkan nilai signifikan. Jumlah siswa yang memberi tanggapan positif terhadap metode Problem-based instructional dan simulasi, sebesar 94,44% siswa tertarik mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal ini menjadikan siswa bersemangat saat mengikuti pembelajaran, siswa merasa pembelajaran terkesan lebih menyenangkan dan tidak monoton. Penerapan metode Problem-based instructional dan simulasi membuat siswa paham terhadap materi yang dipelajari sehingga hasil belajar menjadi lebih optimal.
Meningkatkan pemahaman siswa sma melalui penggunaan peta konsep pada materi IPA Azmi, Jihan; Salsabilla, Nisvie Nur; Yulyana, Puspa; Ambarwati, Upik; Slamet, Zahra Anindya Putri; Zaini, Muhammad; Rezeki, Amalia; Putra, Aminuddin Prahatama; Riza, Muhammad Faisal; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Concept maps are a very important visual tool in the learning process, serving to illustrate the relationship between concepts systematically. By using concept maps, students can understand and organize information better, thus improving their critical and creative thinking skills. Overall, an understanding of concept maps is essential in the modern educational context. Concept maps not only serve as learning aids, but also as a bridge to connect various complex ideas and concepts, thus facilitating more effective and efficient learning. This study aims to examine the effectiveness of using concept maps in improving students' understanding of science materials. This study was conducted based on the analysis of two classroom action researches (PTK) conducted by Amalia Rezeki and Muhammad Faisal Riza. The research shows that the use of concept maps as learning media is effective in improving student learning outcomes, both individually and classically. The research method used was descriptive with two cycles, including planning, implementation, observation, and reflection. Data were obtained through pretest, posttest, formative test, and student activity observation. The results showed a significant increase in student understanding, with individual learning completeness reaching ≥ 65 and classical completeness ≥ 85%. Students' learning activities became more active, such as making concept maps and group discussions. Concept maps proved to be able to connect new information with students' prior knowledge, resulting in meaningful learning. These findings support the importance of applying innovative learning methods such as concept maps to improve the quality of education.Peta konsep merupakan alat visual yang sangat penting dalam proses pembelajaran, berfungsi untuk menggambarkan hubungan antar konsep secara sistematis. Dengan menggunakan peta konsep, siswa dapat memahami dan mengorganisasikan informasi dengan lebih baik, sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif mereka. Secara keseluruhan, pemahaman tentang peta konsep sangat penting dalam konteks pendidikan modern. Peta konsep tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga sebagai jembatan untuk menghubungkan berbagai ide dan konsep yang kompleks, sehingga memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan peta konsep dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA. Kajian ini dilakukan berdasarkan analisis dua penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan oleh Amalia Rezeki dan Muhammad Faisal Riza. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan peta konsep sebagai media pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, baik secara individu maupun klasikal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan dua siklus, mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui pretes, postes, tes formatif, dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan ketuntasan belajar individu mencapai ≥ 65 dan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Aktivitas belajar siswa menjadi lebih aktif, seperti membuat peta konsep dan berdiskusi kelompok. Peta konsep terbukti mampu menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan awal siswa, sehingga menghasilkan pembelajaran yang bermakna. Temuan ini mendukung pentingnya penerapan metode pembelajaran inovatif seperti peta konsep untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pemanfaatan media teknologi melalui pendekatan kooperatif dalam pembelajaran biologi untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa sekolah menengah atas Jainab, Jainab; Audia, Arfa Veni; Safitri, Yulina; Yuli, Yuli; Ramadhan, Muhammad Nazhief; Rahmawati, Sri; Febrianti, Gerhana; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The urgency of this research lies in the pressing need to improve the quality of biology education in secondary schools. The use of technological media and collaborative approaches creates a more interactive and collaborative learning environment that not only improves student learning outcomes but also enhances the learning process to be more effective and enjoyable. In today's digital era, integrating technology into education is essential to prepare students for global challenges and develop critical and collaborative thinking skills needed in the world of work. This research aims to analyze technology-based cooperative learning approaches, particularly animation media, in biology learning at the high school level to improve student learning outcomes and processes. The rapid development of technology opens up new opportunities for improving the quality of education, especially in the development of effective learning media. This study uses the STAD (Student Teams Achievement Division) type cooperative learning model that encourages collaborative skills and active participation of students. Through classroom action research, this study compares pretest and posttest results, as well as evaluates student activities and classroom management by teachers. The results showed significant improvement in student learning outcomes, increased student activity, as well as positive responses to the use of animated media. These results support the effectiveness of animation as a learning tool and show that technology-based cooperative methods can improve learning quality and student interest in complex biological concepts.Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu pendidikan biologi di sekolah menengah. Penggunaan media teknologi dan pendekatan kolaboratif menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif yang tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa tetapi juga meningkatkan proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Di era digital saat ini, mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan sangat penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif yang diperlukan di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan pembelajaran kooperatif berbasis teknologi, khususnya media animasi, dalam pembelajaran biologi di tingkat SMA untuk meningkatkan hasil dan proses belajar siswa. Perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang baru untuk peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam pengembangan media pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division) yang mendorong keterampilan kolaboratif dan partisipasi aktif siswa. Melalui penelitian tindakan kelas, studi ini membandingkan hasil pretest dan posttest, serta mengevaluasi aktivitas siswa dan manajemen kelas oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa, peningkatan aktivitas siswa, serta respons positif terhadap penggunaan media animasi. Hasil ini mendukung efektivitas animasi sebagai alat pembelajaran dan menunjukkan bahwa metode kooperatif berbasis teknologi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan minat siswa terhadap konsep-konsep biologi yang kompleks.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep biologi Hafizah, Hafizah; Agustina, Elya; Annisa, Majidah; Fajeriadi, Hery; Zaini, Muhammad; Imellia, Hanny; Norhidayati, Norhidayati; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the Learning Outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament (TGT) learning model. This study used the True Experimental Design method with the Posttest-Only-Control-Design form and the Classroom Action Research method. The data collection technique used in this study was to give posttest questions after completing the learning process in the experimental class and control class on Biodiversity material. While Classroom Action Research uses data collection techniques in the form of observation, measurement and documentation. This research uses descriptive statistical analysis techniques. The results concluded that the learning outcomes of Biodiversity material using the Team Games Tournament learning model on students obtained an average class score of 84.90. The control class with conventional learning (discussion method) on Biodiversity material obtained a class average score = 82.35. While in the Classroom Action Research method, the average posttest value of student learning outcomes in cycle I was 70.35 and cycle II was 82.50. Cooperative Learning type Teams Games Tournament (TGT) Biodiversity material in both research methods shows that learning outcomes and student activity have increased or influenced.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai Hasil Belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini menggunakan metode True Experimental Design dengan bentuk desain Posttest-Only-Control-Design dan metode Penelitian Tindakan Kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan soal posttest setelah selesai proses pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam materi Keanekaragaman Hayati. Sedangkan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, pengukuran dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Hasil belajar materi Keanekaragaman Hayati menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament pada peserta didik memperoleh nilai rata-rata kelas 84,90. Kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional (metode diskusi) pada materi Keanekaragaman Hayati memperoleh nilai rata-rata kelas = 82,35. Sedangkan pada metode Penelitian Tindakan Kelas, nilai rata-rata posttest hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 70,35 dan siklus II sebesar 82,50. Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) materi Keanekaragaman Hayati pada kedua metode penelitian tersebut menunjukan bahwa hasil belajar dan aktivitas siswa mengalami peningkatan atau berpengaruh.
Meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada sistem reproduksi melalui pembelajaran kooperatif dan debat Putri, Kania Nabilah; Agustina, Noor Fithri; Noorhasanah, Noorhasanah; Simbolon, Putri Stephanie; Rahmawati, Rahmawati; Ni’mah, Laili; Hasmi, Yulita; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery
Journal of Bio-Creaducation Vol 2, No 1 (2025): June
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve the process and learning outcomes of students in the reproductive system material at SMA Negeri 8 Banjarmasin by using the Jigsaw and debate cooperative learning methods. The problems faced are the low understanding of students towards bioethics and minimal participation in discussions because the lecture method used does not actively involve students. The solution offered is to integrate the debate method to deepen the understanding of bioethics and increase student participation. This study is a Classroom Action Research (CAR) with two cycles for the debate method and three cycles for cooperative learning. Data collection techniques include pre-test, post-test, observation, and student response questionnaires. The results showed a significant increase in student activity and understanding of bioethics material. In the cooperative method, classical completeness increased from 47.22% in cycle I to 86.11% in cycle III, while in the debate method, completeness increased from 65.52% in cycle I to 89.15% in cycle II.  The conclusion of this study is that cooperative learning and debate methods effectively improve students' learning processes and outcomes, especially in understanding the concept of bioethics in the reproductive system material. The use of interactive methods also has a positive impact on students' social skills and critical thinking. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada materi sistem reproduksi di SMA Negeri 8 Banjarmasin dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan debat. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap bioetika dan minimnya partisipasi dalam diskusi karena metode ceramah yang digunakan tidak melibatkan siswa secara aktif. Solusi yang ditawarkan adalah dengan mengintegrasikan metode debat untuk memperdalam pemahaman bioetika serta meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus untuk metode debat dan tiga siklus untuk pembelajaran kooperatif. Teknik pengumpulan data meliputi pre-test, post-test, observasi, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aktivitas siswa serta pemahaman materi bioetika. Pada metode kooperatif, ketuntasan klasikal meningkat dari 47,22% di siklus I menjadi 86,11% di siklus III, sementara pada metode debat, ketuntasan meningkat dari 65,52% di siklus I menjadi 89,15% di siklus II. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode pembelajaran kooperatif dan debat secara efektif meningkatkan proses dan hasil belajar siswa, terutama dalam pemahaman konsep bioetika pada materi sistem reproduksi. Penggunaan metode yang interaktif juga memberikan dampak positif pada keterampilan sosial dan berpikir kritis siswa.
Penerapan pendekatan inkuiri untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan Muhaimin, Ahmad; Azizah, Nur; Mahmudah, Rifatul; Nabila, Rini Salma; Zaini, Muhammad; Putra, Aminuddin Prahatama; Fajeriadi, Hery; Widiati, Rahmi; Rosmalina, Indah
Journal of Bio-Creaducation Vol 1, No 2 (2024): December
Publisher : UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Science learning materials are generally difficult to understand, so a teacher strategy is needed to deliver the material more interestingly. One strategy that can be done is the application of the inquiry approach. The inquiry approach focuses on the activities of students in seeking and finding information, so that learning is more meaningful. This study aims to determine the effect of applying learning with an inquiry approach in an effort to improve students' understanding of environmental pollution material.  The application of inquiry learning is made as interesting as possible to make it easier for students to understand the learning material. The research conducted was classroom action research with two cycles through a comparison of two studies. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, field notes and documentation. The results of this study are in the form of qualitative data analysis by describing and analyzing data from observations of learning outcomes and student activities. Experiment 1 shows that getting student learning outcomes in cycle I amounted to 58% and cycle II increased by 96%. While the results of experiment 2 showed that the learning outcomes of students in cycle I were 40% then increased in cycle II to 86%. In addition, there was also an increase in learner activity, namely in journal I by 85% while journal II by 86%.  This can be seen in the learning process, a conducive classroom situation, a positive classroom atmosphere with students who dare to ask questions and discuss, creating a pleasant learning climate, growing a sense of responsibility, good cooperation and student learning participation is quite good. Based on the results of this study, it can be concluded that the application of learning with an inquiry approach can increase students' understanding and activity on environmental pollution material.Materi pembelajaran IPA umumnya sulit untuk dipahami, sehingga diperlukan strategi guru dalam menyampaikan materi tersebut dengan lebih menarik. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah penerapan pendekatan inkuiri. Pendekatan inkuiri berfokus pada aktivitas   peserta didik dalam mencari dan menemukan informasi, sehingga pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dalam upaya meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.  Penerapan pembelajaran inkuiri dibuat semenarik mungkin untuk memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus melalui perbandingan dua penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, pencatatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa analisis data kualitatif dengan mendeskripsikan dan menelaah data hasil observasi hasil belajar dan aktivitas peserta didik. Percobaan 1 menunjukkan bahwa mendapatkan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 58% dan siklus II mengalami peningkatan sebanyak 96%. Sedangkan hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I sebesar 40% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 86%. Selain itu, juga terjadi peningkatan aktivitas peserta didik yakni pada jurnal I sebesar 85% sedangkan jurnal II sebesar 86%.  Hal ini dapat dilihat pada proses pembelajaran, situasi kelas yang kondusif, suasana kelas yang positif dengan peserta didik yang berani bertanya dan berdiskusi, menciptakan iklim belajar yang menyenangkan, tumbuhnya rasa tanggung jawab, terjalin kerjasama yang baik dan partisipasi belajar peserta didik cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman dan aktivitas peserta didik pada materi pencemaran lingkungan.
Co-Authors Agustina, Elya Agustina, Noor Fithri Amalia Rezeki Ambarwati, Upik Aminuddin Prahatama Putra Annisa, Majidah Antung Fitriani Antung Fitriani Aprida, Dini Aprillita, Gina Apsari, Lisa Atmaja, Gilang Tri Audia, Arfa Veni Aulia, Nurul Auliyani, Novia Aurora, Zevira Fransisca AYU LESTARI Ayu Wulandari Azhari, Muhammad Hafizh Azmi, Jihan Azzahra, Fatimah Ghina Azzam, Muhammad Naufal Bimo Aji Nugroho Bimo Aji Nugroho Bimo Aji Nugroho Bunda Halang D. Dharmono Damayanti, Rudiah Deffi Hartati Dewi Amelia Widiyastuti Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono Dharmono, Dharmono Fachry Abda El Rahman Fadil, Muhammad Rio Fahmi Fahmi Febrian, Muhammad Rifqy Febrianti, Gerhana Fitriani, Antung Gusti, Muhammad Abdi Hakim, Akhmad Nur Hanisa, Hanisa Hanny Imellia Hasmi, Yulita Hernawati Hernawati Husin, Gt. Muhammad Irhamna Husin, Muhammad Irhamna Husnul Khatimah Indah Rosmalina Irianti, Riya Irmayanti, Aulia Irwandi Irwandi Iskandar, Ayuk Cucuk Jainab, Jainab Kaspul Kaspul Khasanah, Khayatun Lisda, Lia Jumiati Maharani, Pramesti Diah Sulistya Mahrudin Mahrudin Marniyanti, Marniyanti Masrah Masrah Maulana Khalid Riefani Maulida, Novi Apriani Muhaimin, Ahmad Muhammad Faisal Riza Muhammad Fajar Muhammad Kusasi Muhammad Kusasi Muhammad Rizki Anwar Muhammad Zaini Muhammad Zaini Muhammad Zaini Munirah, Sabrina Nabila, Rini Salma Nadiya, Zulfa Nia, Dewi Ayu Aldilla Ni’mah, Laili Noorhasanah, Noorhasanah Norhafizah, Norhafizah Norhidayati, Norhidayati Normila Sari, Normila Nugroho, Bimo Aji Nur Azizah Nurmiati Nurmiati Nurmina Nurmina, Nurmina Nurtamara, Luthfiana Octa Belawati Otari, Widiati Hairina Pitriyani Pitriyani Prasetyo, Opik PUTRI WULANDARI Putri, Kania Nabilah Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah Maulida Rahmawati, Rahmawati Rahmi Saputri, Rahmi Rahmi, Baiti Ramadhan, Muhammad Nazhief Ratna Yulinda Retnaningati, Dewi RIFATUL MAHMUDAH Rina Oktaviana Riza Arisandi Riza Arisandi Roziah, Mida Laisani RUWAIDA, ULYA Saajidah, Saajidah Sadiqin, Ikhwan Khairu Safitri, Nabella Putri Rama Safitri, Yulina Saidatun Nikmah Salsabilla, Nisvie Nur Simbolon, Putri Stephanie Slamet, Zahra Anindya Putri Solly Aryza Sri Ayu Wahyuni, Sri Ayu Suga, Nur Abdi Sulistiani Sulistiani, Sulistiani Suryajaya Suryajaya, Suryajaya Syahmani Syahmani Ulanhar, Salma Nida Wahyuni, Andina Widiati, Rahmi Wiwik Handayani Yudha Irhasyuarna Yuli, Yuli Yulyana, Puspa Yuyun Eka Yulianti Zuhrah, Siti Nadzifah Zulfa Rahili