p-Index From 2021 - 2026
12.877
P-Index
This Author published in this journals
All Journal POSITRON Jurnal Neutrino : jurnal fisika dan aplikasinya Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Islam Futura Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum AL QUDS : Jurnal Studi Alquran dan Hadis Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kamaya: Jurnal Ilmu Agama KABILAH : Journal of Social Community Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Usrah : Jurnal Al-Ahwal As-Syakhsiyah At-Tafkir Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Unes Law Review Journal of Humanities and Social Studies Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Prologia MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Risenologi AUTOCRACY: Jurnal Otomasi, Kendali, dan Aplikasi Industri AL-Ishlah : Jurnal Ilmiah Hukum Jurnal Darma Agung Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-Undangan Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam LEGAL BRIEF Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Journal Of Human And Education (JAHE) PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Journal of Student Research QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Sufiya Journal Of Islamic Studies Kultura: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum dan Administrasi Negara Student Research Journal Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Nian Tana Sikka: Jurnal Ilmiah Mahasiswa IIJSE Mandub: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Tabayyun : Journal of Islamic Studies Tabayyanu : Journal of Islamic Law Jurnal AL-MAQASID: Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Fatih: Journal of Contemporary Research Mesada: Journal of Innovative Research Albayan : Journal of Islam and Muslim Societies Jurnal Hukum Keluarga Jurnal Abdimas Sains Jurnal Teologi Islam At-Tadris: Journal of Islamic Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kaidah "Al-Yaqīnu Lā Yuzālu bi al-Syak" dalam Perspektif Fikih Keluarga Rima Rahmayani Tanjung; Muhammad Amar Adly; Firmansyah, Heri
Tabayyanu : Journal Of Islamic Law Vol. 2 No. 01 (2025)
Publisher : Yayasan Dar Arrisyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examined the application of the Islamic legal maxim al-yaqīnu lā yuzālu bi al-syak (“certainty is not overruled by doubt”) within the framework of family law. It analyzed how this principle has been interpreted and applied in resolving legal issues such as divorce (ṭalāq), maintenance (nafaqah), and legal certainty in marital relationships. Employing a qualitative, descriptive-analytical method, the study drew upon both classical Islamic jurisprudential sources—such as those authored by al-Qarāfī, al-Suyūṭī, and al-Nawawī—and contemporary legal scholarship. The analysis was grounded in the methodology of qawāʿid fiqhiyyah (Islamic legal maxims), supported by textual sources (the Qur’an and Hadith), consensus (ijmāʿ), and rational arguments. The findings demonstrated that the maxim plays a pivotal role in maintaining legal stability by ensuring that established certainties are not invalidated by subsequent doubts. Moreover, the study identified several exceptions to the maxim's applicability, particularly in ambiguous or multi-interpretable cases, revealing the principle's flexibility and relevance in modern legal contexts.
Kaidah Fiqhiyyah  Yang Berkaitan Tentang Hadhanah Dahanum, Wani; Muhammad Amar Adly; Heri Firmansyah
Albayan Journal of Islam and Muslim Societies Vol. 2 No. 01 (2025)
Publisher : Albayan Journal of Islam and Muslim Societies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper aims to examine kaidah fiqhiyyah (the principles) regarding hadhanah (child custody). The discussion covers the definition, meaning, legal basis, and application of these principles in Islamic family law concerning hadhanah issues. This article also explores certain conditions that constitute exceptions to the main principles under discussion. The research employs a normative juridical method with a literature study approach. It analyzes primary legal sources such as the Qur’an and Hadith, classical Islamic legal texts, and statutory regulations. Secondary legal sources are also utilized, including scholarly journals, legal literature, and electronic media. The findings of this study indicate that based on the examined fiqhiyyah principles, it can be concluded that from the perspective of Islamic law, child custody is prioritized to the mother and her side of the family. This is because the mother plays a dominant role in providing affection and care for the child.
Kaidah Fiqhiyyah Yang Berkaitan Dengan Masalah ‘Iddah NISA, KHAIRATUN; ADLY, MUHAMMAD AMAR; FIRMANSYAH, HERI
Albayan Journal of Islam and Muslim Societies Vol. 1 No. 02 (2024)
Publisher : Albayan Journal of Islam and Muslim Societies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ‘iddah period in Islamic family law serves as an essential safeguard for lineage, the dignity of women, and post-marital social stability. Qaidah Fiqhiyyah provide a normative foundation that elucidates the wisdom and objectives underlying the establishment of ‘iddah. This study employs a qualitative method with a literature review approach. Data were collected from primary and secondary sources, including classical and contemporary fiqh literature as well as Indonesian Islamic legal regulations. Two qaidah fiqhiyyah related to the issue of ‘iddah are discussed in this study. These qaidahs have been interpreted by scholars from the four major Islamic schools of thought, reflecting diverse perspectives that ultimately converge on a shared objective: the protection of women's rights. The ‘iddah period is not merely a ritual obligation, but a legal mechanism that realizes the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharī‘ah), particularly in preserving lineage and providing space for reflection and reconciliation. Understanding these principles is crucial for strengthening a just and compassionate Islamic family law system in the modern era.
Kajian Klasifikasi Wanita yang Haram Dinikahi Persfektif Al-Qur’an dan Hadits: Penelitian Anna Muwaffika; Muhammad Amar Adly; Heri Firmansyah; Taufikh
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaidah dari Muharramat (wanita yang haram dinikahi) ini termasuk dalam bagian dari pembahasan Pernikahan, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui mengenai kaidah-kaidah wanita yang haram dinikahi. Dalil yang menyebutkan mengenai asal kaidah ini, contoh kaidah yang terdapat didalamnya dan bagaimana pengecualian kaidah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kaidah fikih yang menjadi dasar pelarangan tersebut, serta menjelaskan klasifikasi perempuan yang haram dinikahi secara temporer dan permanen. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) karena terdapat dalam kajian pustaka, dimana penulis mencakupkan teks-teks kitab fiqh. Kesimpulan yang dapat di uraikan dalam penelitian ini adalah mengenai larangan menikahi dua wanita dalam satu nasab atau bersaudara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelarangan menikahi perempuan tertentu dapat dikelompokkan menjadi dua: haram secara mu’abbad (permanen) seperti mahram karena nasab dan penyusuan, dan haram secara muaqqat (sementara) seperti perempuan dalam masa iddah atau istri orang lain. Kaidah-kaidah fikih yang digunakan memberikan dasar rasional dan sistematis dalam menetapkan hukum tersebut, sehingga bersifat adaptif namun tetap berlandaskan syariat.
Kaidah yang Digunakan dalam Pembahasan Pengantar Bab Nikah Sulastri Daulay; Muhammad Amar Adly; Heri Firmansyah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/h9vk4847

Abstract

Penelitian ini standar mengenai hukum Islam atau tentang penerapan kaiah kaidah fikih yang memainkan peran penting dalam hukum Islam sebagai landasan untuk menilai legalitas kontrak pernikahan, dan dibahas dalam pengantar studi ini pada bab tentang pernikahan. Dengan mengacu khusus pada bahasa kontrak pernikahan dan persyaratan saksi, studi ini berusaha untuk mengklarifikasi peran dan pentingnya norma yurisprudensi Islam dalam menetapkan hukum pernikahan. Metode Penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan normatif terhadap literatur tentang yurisprudensi Islam, baik klasik maupun modern. Hasil ini menunjukkan bahwa dua aturan utama pedoman untuk menyusun kontrak atau akad pada pernikahan yang mengikat secara hukum dan persyaratan adalah saksi dalam kontrak pernikahan berfungsi sebagai landasan untuk percakapan ini. Tujuan penelitian unutk menegaskan bahwa pemahaman dan penerapan kaidah fikih dalam bab nikah tidak hanya menjaga validitas hukum pernikahan, tetapi juga sejalan dengan maqāṣid al-syarī‘ah dalam menjaga keturunan, kehormatan, dan kemaslahatan umat. Selain itu, fleksibilitas kaidah fikih memungkinkan adaptasi hukum Islam terhadap perubahan sosial tanpa mengabaikan prinsip dasar syariat.
Kaidah yang Berkaitan dengan Talak: Analisis Normatif dan Kontekstual Rizka, Jamilah; Adly, Amar; Firmansyah, Heri
Aksioreligia Vol. 3 No. 1 (2025): Aksioreligia : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : CV Global Research Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59996/aksioreligia.v3i1.801

Abstract

Perceraian (talak) dalam Islam merupakan isu penting yang menuntut pemahaman mendalam terhadap kaidah-kaidah fikih yang mengaturnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menelaah ulang konsep talak tidak hanya sebagai tindakan hukum, tetapi juga sebagai solusi sosial yang bersifat darurat. Rumusan masalah yang diangkat mencakup bagaimana hukum asal talak dalam Islam menurut kaidah fikih, apa saja syarat sahnya talak dari sisi pelaku dan bagaimana bentuk pengucapan talak memengaruhi implikasi hukumnya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menelaah literatur primer dan sekunder, seperti kitab fikih, jurnal akademik, dan dokumen keislaman lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum asal talak adalah terlarang dan hanya dibolehkan dalam kondisi darurat (kaidah pertama), talak hanya sah jika dijatuhkan oleh suami yang baligh dan berakal (kaidah kedua), bentuk dan lafaz talak menentukan efek hukumnya sesuai ketentuan syariat (kaidah ketiga). Dengan menganalisis ketiga kaidah ini, penelitian ini menyimpulkan bahwa syariat Islam menetapkan batas dan syarat ketat terhadap praktik talak untuk menjaga maqāṣid al-syarīʿah, khususnya perlindungan terhadap keluarga dan keadilan dalam relasi pernikahan.
Strategi Kampanye Digital Urgensi Sertifikasi Kompetensi melalui Media Instagram @geti.incubator Firmansyah, Heri; Widodo, Aan
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33572

Abstract

This study aims to understand the digital campaign strategy of PT. Global Edukasi Talenta Incubator through Instagram (@geti.incubator) in raising awareness about the importance of competency certification. Using a descriptive qualitative method, data is collected through observation, interviews, and documentation with three informants. Data analysis is conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the digital campaign is carried out through videos, posters, and carousels with educational, entertaining, and inspirational content. The campaign identity features neon green for a modern and dynamic impression and black for professionalism. The tagline #DimulaiDariKamu encourages young people to enhance their competencies. The campaign strategy are including planning, audience identification, platform selection, creative and relevant content creation, and campaign evaluation. Although digital campaigns effectively increase public understanding, challenges the remain in expanding to reach and participation. Optimization strategies are needed to broaden public awareness of the importance of competency certification. Di era digital saat ini, sertifikasi kompetensi menjadi hal krusial dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat. Sertifikasi tidak hanya membuktikan keahlian seseorang, tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja. Namun, kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya sertifikasi masih tergolong rendah. Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai lembaga mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye. Salah satunya adalah PT. Global Edukasi Talenta Incubator (GETI) yang memanfaatkan Instagram (@geti.incubator) untuk menyampaikan pesan-pesan strategi terkait pengembangan kompetensi. Penelitian ini bertujuan memahami strategi kampanye digital PT. Global Edukasi Talenta Incubator melalui Instagram (@geti.incubator) dalam membangun kesadaran akan pentingnya sertifikasi kompetensi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tiga informan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi kampanye yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye digital dilakukan melalui video, poster, dan carousel dengan konten edukatif, hiburan, dan kisah inspiratif yang disesuaikan dengan karakteristik audiens.. Strategi kampanye meliputi perencanaan, identifikasi audiens, pemilihan platform, pembuatan konten kreatif dan relevan, serta evaluasi kampanye guna meningkatkan efektivitasnya. Meskipun kampanye digital efektif meningkatkan pemahaman publik, tantangan tetap ada dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.
Perceraian Di Luar Pengadilan Ditinjau Dari Perspektif Janda: Studi Kasus Di Desa Tanjung Medan Kumala, Wati; Syahputra, Akmaluddin; Firmansyah, Heri
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v8i3.4717

Abstract

The practice of divorce outside of religious courts in Tanjung Medan Village raises a number of issues, particularly regarding the fulfillment of children's rights and the division of joint property. The purpose is to analyze the incompatibility of this practice with Islamic law and to provide recommendations for solutions to address these issues. The research method is qualitative research using a normative empirical approach. Research findings Through a case study in Tanjung Medan Village, it was found that divorce outside religious courts often results in legal uncertainty, unfair distribution of assets, and difficulties in enforcing children's rights. This study aims to analyze to what extent such practices contradict the principles of justice in Islamic law. A thorough analysis of these findings shows that such practices are difficult to justify from an Islamic legal perspective. Re-examines the legal status of divorce outside of court, which is fundamentally permissible under fiqh, by reviewing the principles of fiqh to determine whether its legal status can change to haram, makruh, or remain permissible. The research findings are expected to serve as input for the public, religious leaders, and policymakers in achieving justice for all parties involved in the divorce process.
WANITA-WANITA YANG HARAM DI NIKAHI (STUDI NASKAH KITAB FATHUL MU’IN BI SYARHI QURRATIL ‘AIN BI MUHIMMATIDDIN) Sinulingga, Achmad Yazid; Firmansyah, Heri; Adly, M. Amar
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 5 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i5.2577

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana wanita-wanita yang haram dinikahi berdasarkan kitab Fathul Mu’in. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif oleh karena itu penelitian ini bersifat pada penelitian data skunder yang meliputi dari bahan primer yaitu bahan hukum yang mengikat yang terdiri dari peraturan perundang-undangan, bahan skunder yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer serta bahan tersier yaitu bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer dan skunder, antara lain seperti, media elektronik, kamus dan sebagainya. Penulis juga menggunakan Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian filologi yang menyesuaikan dengan tujuan dan objek (naskah) yang diteliti serta tujuannya ialah menyajikan sebuah suntingan teks yang bersih dari berbagai kesalahan tulis dan mengembalikan teks kepada bentuk yang lebih mendekati teks aslinya serta mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat pada saat ini dan masa mendatang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa wanita yang haram dinikahi salah satunya menikahi wanita dari kalangan Jin. Jika ditinjau dari segi kemafsadatan dan hukum Islam itu sendiri terlepas dari berbagai macam pendapat maka hukum menikahi wanita-wanita tersebut haram hukumnya.
IMPLEMENTASI PERATURAN WALIKOTA MEDAN NOMOR 28 TAHUN 2011 TENTANG USAHA WARUNG INTERNET BERDASARKAN PERSPEKTIF FIQH SIYASAH : (STUDI KASUS KECAMATAN MEDAN AREA) Harahap, Hasyim Thahara; Firmansyah, Heri
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 1 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i1.925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 28 Tahun 2011 dalam membatasi jam operasional warung internet bagi pelajar di Kecamatan Medan Area dan untuk mengetahui  tinjauan Fiqh Siyasah terhadap kebijakan pembatasan jam operasional warung internet bagi pelajar di Kecamatan Medan Area. Penelitian ini menggunakan desain penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis-sosiologis. Sifat penelitian ini adalah deskriptif-analitis, yang bertujuan untuk memberikan gambaran faktual dan sistematis mengenai pelaksanaan Peraturan Walikota Medan Nomor 28 Tahun 2011 di lokasi penelitian. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Implementasi Peraturan Walikota Medan Nomor 28 Tahun 2011 dalam membatasi jam operasional warung internet bagi pelajar di Kecamatan Medan Kota masih belum optimal. Observasi lapangan secara jelas menunjukkan bahwa warnet seperti Super Mega Net dan Furious Net melanggar ketentuan jam operasional yang ditetapkan, kerap beroperasi melewati pukul 24.00 WIB. Lebih lanjut, larangan bagi anak usia sekolah berseragam untuk menggunakan fasilitas warnet pada jam pelajaran juga tidak ditegakkan secara efektif. Pelajar ditemukan membolos dan menggunakan warnet tanpa saringan dari pengelola. Dampak dari kegagalan implementasi ini adalah timbulnya gangguan ketertiban umum dan risiko negatif terhadap pendidikan serta perkembangan sosial-emosional pelajar. Tinjauan Fiqh Siyasah terhadap kebijakan pembatasan jam operasional warung internet bagi pelajar di Kecamatan Medan Kota menegaskan bahwa peraturan tersebut selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Dalam perspektif Fiqh Siyasah, khususnya Siyasah Dusturiyah, pemerintah (ulil amri) memiliki wewenang syar'i untuk menetapkan aturan demi menjaga kemaslahatan umum (mashlahah) dan mencegah kemungkaran. Penegakan dan kepatuhan terhadap Peraturan Walikota ini adalah bagian integral dari penciptaan masyarakat yang tertib, adil, dan maslahat sesuai dengan ajaran Islam.
Co-Authors Achmadi, Ridho Adji Prasetia Adly , Mhd Amar Adly, Amar Adly, M. Amar Adly, Mhd Amar Ahmad Fathan Aniq Ahmad Fathan Aniq Ahmad Zaky Nauval Aisah Akmaluddin Syahputra Alfian, Ady Amar Adly Amar Adly, Muhammad andi_89, heri Anna Muwaffika Ardiansyah Ardiansyah ARDIANSYAH ARDIANSYAH Ardiansyah Ardiansyah Ariyanti, Shallu Fidhah Astri Mutiar Aulia Fahira Hanan Ayu Permata Sar Sari Azwani Lubis Bahagia, Marthin Virgo Dahanum, Wani Dalimunthe, Said Hasan Al-Khindawi Delvira, Shania Dewanti, Kunti Dewi Muliyati Diki Ardian Saputra Diniyati Diniyati, Diniyati Erika Nurul Hidayah Faisar Ananda Arfa Faishal Faishal Fathurrahman, M. FATIMAH FATIMAH Fatkhurrohman, Abdau Fauzi, Lutfi Febrianti, Yana Fillah , Zamzam Al-Fathoni Ghafar, Taufik Hadi Nasbey Haidir, Haidir Hamid, Ikmal hamsah hudafi Hanan, Aulia Fahira Harahap, Hasyim Thahara Hasibuan, Ahmad Ridoan Heni Purnama Heriamsyah Simanjuntak Hermanta, Catur Anthony Hersaputra, Nugraha Hidayah, Erika Nurul Imam Yazid Indah Amani Lubis Indah Amani Lubis Irham Dongoran Irwan Irwan Isman Nuddin Ritonga Jumita Riska Juni Arnisa Napitupulu Kasanova, Aldi Khairatun Nisa Khairul Amri Khan, Shak Rhuk Kumala, Wati Laila Suhada Laila Syuhada Lestari, Intan Rachmawati Lubis, Partaonan Manalu, Agus Salim Boang Mardina Ratna Sari Ritonga Marpaung, Mukhlis Tri Mulya Masniari Munthe Mhd Amar Adly Mhd. Amar Adly Milhan Milhan MUHAMMAD ABIDIN Muhammad Amar Adly Muhammad Amar Adly Muhammad Amar Adly Muhammad Amar Adly, Muhammad Amar Muhammad Arif Muhammad Fadli Nasution Muhammad Hajatoleslam Siregar Muhammad Hizbullah Muhammad Muhazzir Muhammad Rusydi Muhammad Saputra Muhammad Sya’ban Siregar Mulyatno, Mulyatno Munthe, Masniari Muthiah, Alya Nas, Zulkifli Nasution, Muhammad Iqbal Hanafi Nasution, Saphira Husna Nazlyany Hasibuan Noer Zaini Khalis Nur Asrima NUR FATIMAH Nur Suci Alawiyah Nurmala Dewi Lubis Nurul Fitri, An Nisa Nuvus, Afiva Riyatun Pagar, Pagar Prasetia, Adji Rachmat Husein Rambe Rahmad Fauzi Rahmadhani Simatupang Rahmadi, Fuji Rahmah Aulia Ramadhan, M. Khairi Ramdhan, Muhammad Rofiid RATNA KOMALA DEWI Reza, Muhammad Fahmi Rezkia Zahara Lubis Rima Rahmayani Tanjung Rizka, Jamilah Rizki Syahputra Nasution Rudi Pratama Rudi Pratama Sabila, Dila Saldy Saputra, Achmad Fadhlih Salsa Selfiani Nasution Saphira Husna Nasution Sarah Aulia Br. Ginting Septa, Fikry Nur Sinulingga, Achmad Yasir Sinulingga, Achmad Yazid Siregar, Muhammad Hajatol Eslam Sofwan Atsauri SUBEKTI, FAJAR Sukiati Sukiati Sulastri Daulay Supriyadi, Rizky Syafruddin Syam Syahputra, Akmaluddin Syahril Efendi Tara, Nurmalia Taryudi Taryudi, Taryudi Taufik Ghafar Taufikh Umar Umar Umar Umar Utama, Bagus Wahyuda Wahyuni Syahfitri Wahyuni, Iip Wardani, Jihan Kusuma Widodo, Aan Widyaningrum Indrasari Willy Zulfan Yahya, Mariati Yansyah, Muhammad Syafri Yenni Samri Juliati Nasution Yosi Syahfitri Siahaan Z, M Yakub Zainul Aziz Nasution Zulfadly, Muhammad Ichwan Zulmi, Febrian