Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dialektika

ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN PEMBERITAAN KASUS PEMERKOSAAN DI MEDIA ONLINE DETIKNEWS.COM Rosdiana, Eva; Budiono, Taat
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.30817

Abstract

Abstrak: Media massa sering kali merepresentasikan aktor atau kelompok sosial dalam pemberitaan tidak sesuai dengan realita, hal ini erat kaitannya dengan praktik sosial yang terjadi dalam media massa. Perepresentasian ini, seringkali memunculkan ideologi yang bermacam-macam ketika berita tersebut diterima oleh khalayak. Oleh karena itu perlu adanya analisis wacana kritis sebagai telaah teks wacana secara mendalam. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan bagaimana media merepresentasikan aktor pelaku dan korban dalam pemberitaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bersumber pada portal berita online detiknews.com. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yakni teori Theo Van Leeuwen. Adapun hasil dari penelitian ini : (1) ditemukannya proses perepresentasian media terhadap aktor/pelaku AR secara buruk dengan penggunaan bahasa disfemisme dan bahasa yang bersifat ofensif sehingga aktor pelaku dimarginalkan dalam pemberitaan. (2) Media merepresentasikan korban sebagai pihak yang lebih menonjol dalam pemberitaan, indikasi penonjolan korban dilakukan dengan munculnya korban pada awal kalimat serta penggunaan kata tertentu oleh media dalam penyajian berita.Kata kuci : Analisis wacana kritis, Teo Van Leeuwen, perepresentasian
ANALISIS WACANA KRITIS THEO VAN LEEUWEN PEMBERITAAN KASUS PEMERKOSAAN DI MEDIA ONLINE DETIKNEWS.COM Rosdiana, Eva; Budiono, Taat
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v11i2.30817

Abstract

Media massa sering kali merepresentasikan aktor atau kelompok sosial dalam pemberitaan tidak sesuai dengan realita, hal ini erat kaitannya dengan praktik sosial yang terjadi dalam media massa. Perepresentasian ini, seringkali memunculkan ideologi yang bermacam-macam ketika berita tersebut diterima oleh khalayak. Oleh karena itu perlu adanya analisis wacana kritis sebagai telaah teks wacana secara mendalam. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, untuk mendeskripsikan bagaimana media merepresentasikan aktor pelaku dan korban dalam pemberitaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini bersumber pada portal berita online detiknews.com. Teori yang digunakan dalam penelitian ini, yakni teori Theo Van Leeuwen. Adapun hasil dari penelitian ini : (1) ditemukannya proses perepresentasian media terhadap aktor/pelaku AR secara buruk dengan penggunaan bahasa disfemisme dan bahasa yang bersifat ofensif sehingga aktor pelaku dimarginalkan dalam pemberitaan. (2) Media merepresentasikan korban sebagai pihak yang lebih menonjol dalam pemberitaan, indikasi penonjolan korban dilakukan dengan munculnya korban pada awal kalimat serta penggunaan kata tertentu oleh media dalam penyajian berita.  
Co-Authors Agus Syahrani Ahadi Sulissusiawan Ali Wafa Amriansyah, Amriansyah Ananda, Zulia Andika, Fauziah Annisa Lutfi Alwi Antonius Totok Priyadi Anwar, Chairanisa Anwar, Charanisa Apriani Hasanah Hrp, Laila Asmaul Husna Astryna, Syarifah Yanti Asyura, Finaul Atin, Bernike Kezia Ayu Agustin Azizi, Muhammad Hanif Budi Setiawan Budiono, Taat Cinantya, Devina Daniel Ginting Darmawan, Heri Denny Trias Utomo, Denny Trias Devina Cinantya Anindita Dhirah, Ulfa Husna Elizar Elizar, Elizar Erliza, Erliza Fadhillah, Nur Fadillah, Anggita Rizky Faizah Faizah Fandyka Yufriza Ali Faqih, Achmad Faradilla Safitri, Faradilla Fatimah, Titien Fatur Rohman, Hanif Fibriyanti Fibriyanti Fitriliana Fitriliana Halija, Siti Hanif Fatur Rohman Hari Prasetyo Harianti, Fitri Hartadi, Didit Rahmat Hartatie, Dian Herawati Herawati Hotma Simanjuntak Ika Lia Novenda Ismail Ismail Jimmy Setiawan Juniarsi, Citra Juwita, Rini Kesumawati, Kesumawati Khoiroh, Iftitah Ummil Kusumaningtyas, Rizky Nirmala L. Lisnawati Lestari, Soraya Luri Asmono, Sedian Maghfirah, Ruhul Marniati Marniati, Marniati Mastura, Yuyun Mimosa, Rizka Mira Herawati Soekamto Nasria, Nasria Nurul Sjamsijah Nuzulul Rahmi, Nuzulul Periskila Dina Kali Kulla Pratita, Dian Galuh Pristiwaningsih, Estin Roso Pujiastuti Pujiastuti Pujiastuti, Pujiastuti Putro Sarwo Setyohadi , Dwi Putu Tessa Fadhila Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahayu , Sri Rahmawati, Riza Dewi Rahmayanti Rahmayanti Ramadhan Taufika Rani Purbaningtyas, Rani Ratna Wilis Raudhatun Nuzul ZA, Raudhatun Refa Firgiyanto Rezeki, Sahbainur Ridjna, Hilal Zulikram Rina Maharany Rizqiyah, Rizqiyah Rohman, Fadil Rosmalita, Rosmalita Samaniyah, Siti Sangadji, Ismail Munadi Santi Utami, Sri Santika, Putri Saputri, Erlita Dwi Setyo Andi Nugroho Setyoko, Ujang Siti Aisyah Soviawati, Soviawati SRI RAHAYU Suharjono, Suharjono Suharno, Hadi Suriya, Suriya Suwardi Suwardi Tabara, Reijeng TB, Desita Ria Yusian Thaharunnisa, Syarifah Ula, Irza Mazinatul Vierto Wachdijono, Wachdijono Wahyuni, Lestari Willis, Ratna Wulandari, Diah Kartika Yufit Riskiawan, Hendra Yusnanda, Febri Zalfie Ardian Zayin Sukri, Muhammad