Rendahnya tingkat literasi dan minat baca di kalangan siswa sekolah dasar masih menjadi tantangan signifikan dalam konteks pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan minat baca siswa di SD Negeri Tigo Jangko melalui pendekatan studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga guru kelas V, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi teknik untuk menjamin keabsahan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menerapkan dua pilar strategis utama: penciptaan lingkungan literasi yang mendukung dan pembentukan kebiasaan literasi rutin. Strategi lingkungan mencakup pengelolaan pojok baca secara partisipatif, penggunaan "Pohon Bacaan" sebagai media refleksi visual, serta penerapan sistem absensi terstruktur dengan insentif akademik. Sementara itu, pembiasaan dipupuk melalui program literasi pagi selama 10 menit yang konsisten sebelum pembelajaran dimulai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara fasilitas fisik dan intervensi pedagogis yang konsisten secara efektif menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan fokus siswa, dan membina minat baca yang berkelanjutan. Hasil ini menegaskan peran guru sebagai agen perubahan yang krusial dalam mengembangkan strategi literasi yang kontekstual dan partisipatif di pendidikan dasar.