p-Index From 2021 - 2026
7.792
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dedikasi Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Grenek: Jurnal Seni Musik Resital: Jurnal Seni Pertunjukan (Journal of Performing Arts) PROMUSIKA: Jurnal Pengkajian, Penyajian, dan Penciptaan Musik Al-'Adalah Journal of Urban Society´s Arts Jurnal Cita Hukum Majalah Ilmiah MOMENTUM Jurnal Sejarah Citra Lekha QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY Jurnal SOLMA JIM UPB (Jurnal Ilmiah Manajemen Universitas Putera Batam) Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur & Energi Bisma The Journal of Counseling Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis Jurnal Tekno Kompak Journal of Engineering and Scientific Research (JESR) KOLOKIUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Jurnal Teknodik Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education Infotech: Journal of Technology Information Studies in Learning and Teaching Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri JTTM: Jurnal Terapan Teknik Mesin BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Jurnal Abdimas Serawai Educivilia: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION JENTRE: Journal of Education, Administration, Training and Religion Jurnal Algoritma KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Legal Protection for the Partnership Agreement Parties Innovative: Journal Of Social Science Research AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Jurnal Pengabdian Tri Bhakti IDEA: Jurnal Seni Pertunjukan Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tadris: Manajemen Pendidikan Islam Lughawiyyat: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Journal of Business and Information System Studia Islamika THORIQOTUNA: Jurnal Pendidikan Islam Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal PALASTREN: Jurnal Studi Gender TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERSEPSI KOMPETENSI INSTRUKTUR DALAM PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR DALAM PRESTASI BELAJAR Saepudin, Asep
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1614.659 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.vi0.40

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya prestasi belajar warga belajar pada lembaga kursus menjahit di wilayah Jatinangor, sehingga beradasarkan hasil observasi dan informasi yang diperoleh ditemukan data bahwa hamper 70% lulusan dari lembaga tersebut yang bisa diterima di tempat kerja dan 30% berwirausaha membuka usaha sendiri. Dugaan sementara atas kondisi tersebut diatas banyak dipengaruhi oleh kompetensi instruktur khususnya dalam penggunaan media belajar. Berdasarkan latar belakang di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kompetensi instruktur dalam penggunaan media belajar terhadap prestasi belajar warga belajar pada lembaga kursus menjahit di wilayah Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 41 responden yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan korelasi product moment untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dengan variabel terikat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi instruktur khususnya dalam penggunaan media belajar memiliki hubungan yang positif terhadap prestasi belajar warga belajar pada lembaga kursus menjahit di wilayah Jatinangor, teruji dan diterima kebenarannya pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini dibuktikan dengan nilai korelasi sebesar 0,416 serta koefisien determinasi sebesar 17,3% dan sisanya sebesar 82,7% dipengaruhi oleh faktor lain.
PEMBELAJARAN SAINS PADA PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Asep Saepudin, Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.906 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.103

Abstract

Abstrak:Substansi pembelajaran sains pada program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diorientasikan pada proses pengenalan dan proses penguasaan tentang sains sesuai dengan tingkat usianya, sehingga kedua proses tersebut diharapkan menjadi titik awal penguasaan sains untuk level selanjutnya. Oleh karena itu, wilayah garapan pembelajaran sains bagi anak usia dini meliputi dua dimensi besar, pertama dilihat dari isi bahan kajian dan kedua dilihat dari bidang pengembangan atau kemampuan yang akan dicapai. Langkah-langkah pembelajaran sains diawali dengan: 1) perumusan tujuan, 2) penentuan material, 3) setting lingkungan, 4) pengembangan kegiatan, 5) pemberian penghargaan, dan 6) tindakan pengayaan. Penerapan langkah-langkah tersebut, secara umum dibagi menjadi tiga pendekatan, yaitu: 1) pendekatan yang bersifat situasional, 2) pendekatan yang bersifat terpisah atau tersendiri, dan 3) pendekatan yang bersifat terintegrasi. Evaluasi akhir kegiatan pembelajaran sains pada PAUD dilakukan untuk menelusuri tingkat keberhasilan pembelajaran sains, sehingga diketahui upaya upaya selanjutnya, baik tindakan perbaikan, pengayaan, maupun pengembangan lainnya. Kata kunci: anak usia dini, pendidikan, dan pembelajaran sains.Abstract:Substance of science learning in early childhood education programs is directed at the introduction and mastery of science process in accordance with his age level, so that both processes are expected to be the starting point of mastery of science at the next level. Therefore, the claim of science learning for early childhood children includes two major dimensions, first seen from the content and study materials and second visits of the field of development or the ability to be achieved. The scope of the content of study materials includes materials related discipline or field of study. While the scope of the aspects of the development or ability, consists of three dimensions of product mastery of science, the mastery of science processes and mastery of science attitudes. The procedure in learning science begins with:(1) formulation of objectives, (2) determination of the material, (3) the environmental setting,(4) development activities, (5) award, and (6) enrichment action. Application of the procedure, generally divided into three approaches, namely: 1) a situational approach, 2) an approach that is separate or distinct, and 3) the approaches that are merged or integrated with other disciplines. Final  evaluation of science learning activities in early childhood education is conducted in a systematic and sustainable way for the purpose of tracking and determining the level of success of science learning, so the next efforts will be recognized whether they are improvement, correction, enrichment or other development efforts. Keywords: Early Childhood, Education, Science Learning.
PENERAPAN PROGRAM PARENTING BERBASIS E-LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENDIDIK ANAK Saepudin, Asep; Ulfah, Saly
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.829 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.130

Abstract

Abstrak:Fokus penelitian ini adalah penerapan parenting berbasis e-learning dalam mengembangkan kemampuan mendidik anak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) penyelenggaraan program parenting di komunitas Institut Ibu Profesional (IIP) di Bandung, (2) pembelajaran parenting yang berbasis e-learning yang diselenggarakan oleh komunitas Institut Ibu Profesional, (3) perkembangan kemampuan mendidik anak pada anggota komunitas IIP Bandung setelah mengikuti program parenting dan pembelajaran parenting berbasis e-learning, dan (4) factor pendukung dan penghambat perkembangan kemampuan mendidik anak pada anggota. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Kesimpulan hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) penyelenggaraan program parenting, diselenggarakan dengan pendekatan pendidikan orang dewasa melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, (2) pembelajaran dilaksanakan dalam kelas virtual syncronous (kelas online), (3) perkembangan kemampuan mendidik anak peserta setelah mengikuti pembelajaran e-learning, pada skala baik dan sangatbaik, dan (4) faktor penghambat dan pendukung perkembangan kemampuan mendidik anak dipengaruhi faktor internal yaitu diri orang tua dan eksternal yaitu pembelajaran parenting berbasis e-learning.Kata kunci: Manajemen Program, Parenting, e-learning, Kemampuan Mendidik Anak. Abstract:The focus of this research is the implementation of e-learning based parenting program in advancing the skill to educate children. The objectives of this research are to obtain information about: (1) the implementation of a parenting program in Professional Mother Institute (IIP) community members in Bandung, (2) the process of elearning- based parenting program in Professional Mother Institute (IIP) community members, (3) the development of the skill to educate children in the IIP community members in Bandung after attending the parenting programs and experiencing the process of e-learning-based parenting program, and (4) the factors supporting and inhibiting the development of the skill to educate children in IIP community members. The method usedwas descriptive research with a sample of 20 people. The conclusions of this research are: (1) the implementation of an e-learningbased parenting program was conducted with an adult education approach through the stages of planning, implementation, and evaluation, (2) the research was conducted in a synchronous virtual classroom (online classes), (3) the skill to educate children had developed after following the e-learning-based parenting program; on a scale of good and very good, and (4) the inhibiting factors and supporting factors of developing the skill to educate children are influenced by internal aspect, namely parents and external aspect namely the learning process of e-learningbased parenting program.Key words: Program Management, Parenting, e-learning, Child Education Skill.
PENGEMBANGAN MODEL FASILITASI BELAJAR DALAM MEMPERDAYAKAN MASYARAKAT PELAKU USAHA KECIL Saepudin, Asep
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.179 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v10i19.397

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang upaya pemberdayaan masyarakat pelaku usaha kecil yang berada pada sentra  usaha kerajinan Cibeusi di Kabupaten Sumedang, dengan fokus permasalahan bagaimana model fasilitasi belajar yang dapat memberdayakan kelompok pelaku usaha kecil dalam mengembangkan kemandirian usaha produktifnya?. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan program pemberdayaan pada masyarakat pelaku usaha kecil melalui model fasilitasi belajar. Model fasilitasi belajar dirumuskan berdasarkan dukungan teoritis yang mengkaji tentang: konsep pembelajaran, pemberdayaan dan usaha kecil. Disain penelitian menggunakan Research and Development, dengan metode studi kasus, deskriptif, dan uji eksperimen. Analisis data menggunakan analisis kualitatif  dan kuantitatif, dengan sampel penelitian 30 orang diambil secara purposif. Temuan penelitian ini: (1) secara alamiah dalam menjalankan usahanya anggota kelompok dihadapkan pada keterbatasan pengetahuan, sikap dan keterampilan, sehingga mereka membutuhkan fasilitasi belajar, (3) kegiatan model fasilitasi belajar adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, (4) uji coba model menunjukan hasil efektif, dengan indikator: pertama adanya keterlibatan aktif anggota kelompok. Kedua, data nilai pre-test dan post-tes menunjukkan angka signifikan. Kesimpulan penelitian adalah bahwa model fasilitasi belajar dipandang efektif dan berimplikasi  teoritis dan praktis.
PROBLEMATIKA DAN STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA Saepudin, Asep
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.935 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v4i15.476

Abstract

Problematikan dan peningkatan kualitas mutu bagi perguruan tinggi merupakan dua hal penting yang perlu diperhatikan. Kenyatan menunjukan bahwa selama ini perguruan tinggi tidak terlepas dari persoalan (problematika) yang berkenaan dengan tiga hal, yaitu: (1) masih rendahnya pemerataan dalam memperoleh pendidikan, (2) masih rendahnya kualitas dan relevansi pendidikan, dan (3) masih lemahnya manajemen pendidikan. Kondisi tersebut perlu segera diselesaikan melalui reformasi pendidikan yang mengarah kepada peningkatan kualitas mutu dengan pendekatan konsep manajemen mutu terpadu atau Total Quality Manajement (TQM). Walupun konsep tersebut pada mulanya dikembangkan dalam dunia bisnis dan industri, namun dapat diterapkan pula pada bidang pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Kendatipun demikian, berbeda dengan manajemen bisnis atau industri, penerapan Total Quality Manajement (TQM) dalam mencapai manajemen kualitas mutu di Perguruan Tinggi (management for quality in higer education institutions) lebih difokuskan pada pada dua hal, yaitu: Pertama, stimulasi dari koherensi proses belajar. Kedua, Analisis kebutuhan berbagai kelompok peserta didik. yakni mahasiswa sebagai peserta didik. Oleh karenanya orientasi terhadap peserta didik adalah kunci management for quality in higer education institutions.
PERKEMBANGAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH Mulyana, Edy; Saepudin, Asep
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.537 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.550

Abstract

Walaupun istilah teknologi informasi dan sistem informasi seringkali dipertukarkan penggunaannya, namun keduanya memiliki nuansa arti yang sama, yaitu bagaimana sebuah organisasi berusaha untuk menggunakan perangkat komputer, aplikasi, dan sarana telekomunikasi untuk meningkatkan kinerjanya secara signifikan. Ditinjau dari segi pengertiannya, sistem informasi dapat dianalogikan sebagai sebuah permintaan (demand), dimana kebutuhan akan sarana pengolahan data dan komunikasi yang cepat dan murah. Sedangkan teknologi informasi merupakan jawaban (supply) terhadap kebutuhan tersebut dalam bentuk penciptaan produk-produk berbaru teknologi perangkat keras dan perangkat lunak. Teknologi Informasi sebagai sebuh alat dapat digunakan pada berbagai bidang dan unit kerja. Pemanfaatan Teknologi informasi pada bidang pendidikan, selain efektif digunakan pada program pendidikan jarak jauh (distance educational) juga memenuhi karakteristik sebagai sebuah inovasi bagi pengembangan pendidikan yang relatif ajeg baik aspek: relative advantage, compability, Complexity, Triability, maupun Obsevability.nya.  
Slapstick in the Wayang Kulit Arena: Gender Domination Practices Lead to Symbolic Violence Saepudin, Asep; Fitriani, Tri Sat; Pambayun, Gandes
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 17, No 1 (2024): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v17i1.20194

Abstract

This paper aims to explain the phenomenon of dagelan dalang and sinden in Yogyakarta's shadow puppet limbukan scene. Dagelan in Wayang is a humor/joke show to entertain the audience, usually done by dalang with sinden. For some people, dagelan is commonplace because it is generally presented in limbukan scenes for entertainment. However, dagelan in the limbukan section is not just entertainment but causes symbolic exploitation of sinden by the puppeteer with his various practices. Of course, this phenomenon is very paradoxical; on the one hand, the existence of sinden is significant because it supports the success of the shadow puppet show last night, but on the other hand, sinden becomes a victim of ridicule/laughter in a helpless condition because it is dominated and controlled by the puppeteer. The audience and group members even confirmed this dominance. In limbukan scenes, a sinden follows the puppeteer's instructions to sing a song while standing up and dancing. In addition, sinden is also the object of entertainment and even mockery of the mastermind with verbal and nonverbal language that causes discomfort. This is symbolic violence because sinden is a victim of entertainment exploitation. The conclusion shows that the extended exploitation of the mastermind against the sinden in the limbukan scene occurred because of the position of the sinden in a weak place in the ownership of capital compared to the mastermind. Sinden, however, is a part of the domination by the mastermind. On the contrary, puppeteers have various capital to become the dominant class with dominance and power. This leads to symbolic violence by the mastermind against Sinden and can even lead to mental violence.
Dekonstruksi Kaidah Imlā’iyyah dalam Komentar Fusha Pada Konten Kasidah di Instagram Saepudin, Asep Ahmad; Mahliatussikah, Hanik; Murtadho, Nurul; Wicaksono, Meidias Abror; Hleihel, Reem
Aphorisme: Journal of Arabic Language, Literature, and Education Vol. 7 No. 1 (2026): Arabic Language, Literature, and Education
Publisher : Study Program of Arabic Language Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/aphorisme.v7i1.9799

Abstract

This study examines the deconstruction of Arabic orthographic norms in digital communication by analyzing Fusha comments posted in response to Qoshidah content on Instagram. Employing a qualitative netnographic approach adapted from Kozinets. The population comprised Fusha comments on Qoshidah-related Instagram posts, and samples were purposively selected from three highly interactive posts published by @osama_aburmaileh in April–May 2026. Data were collected through passive observation, documentation, screenshot capture, and transcription of comments containing orthographic deviations. Primary data consisted of user-generated comments, supported by relevant literature on Arabic orthography, Computer-Mediated Communication, and digital sociolinguistics. Data were analyzed using systematic error analysis integrated with netnographic interpretation. The findings indicate that orthographic deviations are systematic rather than random. Omissions of hamzah, particularly hamzah qath‘ and hamzah washl, constitute the most frequent category. Other recurrent patterns include word fusion, letter substitution, and expressive letter reduplication. These forms reflect users’ tendency to prioritize communicative efficiency, typing speed, and interpersonal expressiveness over adherence to formal orthographic conventions. The study concludes that digital communication functions as a catalyst for sociolinguistic adaptation, in which traditional Fusha orthography is simplified to accommodate the practical demands of online interaction. Consequently, Arabic language instruction should integrate both conventional Imla rules and contemporary digital writing practices.
Design and Construction of Plastic Chair Armrest Cover Piercing Dies at PT. XYZ Wilarso; Asep Dharmanto; Giardyan Komara; Asep Saepudin; Mujiarto
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 10 No. 1 (2026): June 2026 Edition
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v10i1.17412

Abstract

The armrest cover on the chair is produced using the vacuum forming method and so far the line cutting and hole making process is done manually using a hand grinder, thus potentially causing quality inconsistencies and low productivity. The armrest cover made of ABS plastic has a hole dimension of 37 mm × 22 mm, a thickness of 3 mm, and a circumference of 119.27 mm, with a shear strength value of 67 MPa based on Proto XYZ data. Calculations show that the minimum force required for the punching process is 8.46 tons. This study aims to design and manufacture piercing dies for the armrest cover punching process to obtain precise cutting results and increase production output. The dies were made using a CNC milling machine with the help of Autodesk Fusion 360 software, then the dies were tested using a 15-ton capacity press machine. The test results showed that the resulting holes met the specified dimensional standards. The implementation of these piercing dies significantly increased production capacity, from 90 sets per shift in the manual process to 1,920 sets per shift using piercing dies. Thus, the use of piercing dies has proven effective in increasing the precision and efficiency of the plastic armrest cover manufacturing process.
Cover Artikel Volume 9, Nomor 2, Juli 2022 Asep Saepudin
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 9 No 2 (2022): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Artikel Volume 9, Nomor 2, Juli 2022
Co-Authors Achmad Hufad Adhha, Nurul Ahmad Faqih Aji Setiawan Anisa, Risma Nur Apriani, Tasia ardhayaguna, Daffa Nur Ardiwinata, Jajat Sudrajat Ari Bramasto Aris Setiawan Arsadani, Qosim Asep Dharmanto Asep Dharmanto Aswin Domodite Aswin Domodite Avrilliany, Eka Awang Surya Awang Surya Ayi Astuti Az Zahra, Puti Azzasyofia, Mira Badriatin, Tine Bambang Yulianto Bayu Hamengku Rizkiansyah Bayu Wijayanto Bidayati, Kholis Burhan, Mukhammad Agus Ce Gunawan Cuenza, Yves P Dan Mugisidi Deni Deni Dharmanto, Asep Djohan Djohan Domodite, Aswin ELA YULAELIAH Elih Sudiapermana, Elih Fahira, Salma Fahmi Abdillah, Ahmad Fahri, Muhamad Fathurrahman Djamil Fauzi Ramdani Fitriaji, Abdul Azis Fitriani, Tri Sat Giardyan Komara Gifthera Dwilestari Haikal, Muhammad Akbar Hazmi, Raju Moh Hengky_agus, khurotul_aini Hilman Sholih Hilman Sholih Hilman Sholih Hilman Sholih Hleihel, Reem Ihat Hatimah Iip Saripah, Iip Jaelani Syurdiansyah Jajat S Ardiwinata, Jajat S Kartanegara, Haruman Taufik Khoidul Umam Khopipah, Tsania Siti Lubis, Amany B. Lucky Radi Rinandiyana Madinah, Dzahra Al Mahliatussikah , Hanik Makhsun, Makhsun Masitoh, Noneng Mohamad Anas Sobarnas Muhammad Amin Suma Muizzudin, Moh Mujiarto Mujiarto Mulyana, Edy Mustofa Kamil, Mustofa Muzaki, Kiki Adnan Noorzaman, Sandi Nugroho, Aji Santoso Nurfadhilla, Mursyida nurhamim, nurhamim Nursahidin, Nursahidin NURUL HAYATI Nurul Murtadho Ockativian, Rizky Ferari Pambayun, Gandes Permana, Elih Sudia Pracoyo, Wisnu Pramudia, Joni Rahmat Priana, Pajar Purnomo Purnomo Rachman, Ditto Saepoel Rahma Sandhi Prahara Rahmanda, Gita Astyka Rahmat Pangestu, Rahmat Rajessa, Ray Virana Ratnasari, Sri Rian Setiawan Rindiani, Ani Rosmia, Ade Romi Rudi Indrawan Saepuloh Jamal, Moh Yusup Sahara, Ari Sardin Satoto, Angga Bimo Sholeh, M. Asrorun Niam Sholih, Hilman Solihah, Eneng Sriyono Sriyono Steven Getha Pradessa Subuh, Subuh Sukotjo, Sukotjo Sunardi, Stanislaus Suryadi Suryadi Sutisna, Rizki Entis Taswanda Taryo Tati Ruhmawati Ulfah, Saly Ulhage, Ahza Al Amal Umar Tsani Abdurrahman Upay Ripa’I Uyu Wahyudin Wahyudi, Kristanto Wawan Hardiyanto Wicaksono, Meidias Abror Widyastuti, Ipuk Wilarso Wilarso, Wilarso Wisnu Pracoyo Wiwit Widiansyah Yahya, Faridah Hanim Yanti Shantini, Yanti Yuli Yasin