p-Index From 2021 - 2026
8.739
P-Index
This Author published in this journals
All Journal E-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Padjadjaran Journal of Dentistry Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Holistic Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Manuju : Malahayati Nursing Journal Journal of Humanities and Social Studies Jurnal Biomedika dan Kesehatan Medica Hospitalia Health Information : Jurnal Penelitian World Nutrition Journal Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Jurnal Abdi Insani Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Lontar : Journal of Community Health Media Kesehatan Masyarakat Jurnal Health Sains Jurnal Pangan, Gizi dan Kesehatan Jurnal Promotif Preventif Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering MAHESA : Malahayati Health Student Journal Ascarya: Journal of Islamic Science, Culture and Social Studies International Journal of Social Science Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Journal of Health Research Science Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Eduvest - Journal of Universal Studies Jurnal Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Journal of Community Service (Abdisci) Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Journal of Evidence - Based Nursing and Public Health Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Info Kesehatan Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pola Hidup yang Berhubungan Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronik di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Di Timor-Leste Elisabeth F. C. X. Belo; Apris A. Adu; Maria M.Dwi Wahyuni; Serlie K. A. Litik; Anderias Umbu Roga
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51783

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di Timor-Leste. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola hidup yang mempengaruhi kejadian GGK di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Dili, Timor-Leste tahun 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan 100 responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, konsumsi suplemen, konsumsi minuman berkarbonasi, aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, penggunaan obat analgesik, serta konsumsi garam dengan kejadian GGK. Faktor dominan yang paling berpengaruh adalah konsumsi garam dan kebiasaan merokok. Disimpulkan bahwa pola hidup tidak sehat berkontribusi besar terhadap peningkatan risiko GGK, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi pola hidup sehat untuk menekan angka kejadian GGK di masyarakat.
Spirituality, Social Support, and Quality of Life: A Study of Indonesian Christian Patients with End-Stage Renal Undergoing Haemodialysis Treatment Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Roga, Anderias Umbu; Faida, Eka Wilda; Alkatiri, Fahira Marsanda; Palandima, Rambu Kezia Tamu Ina
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 24 No 1 (2026): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol24.Iss1.2399

Abstract

Spirituality and social support are recognized as important determinants of quality of life (QoL) among patients with chronic illness. In Indonesia, where religious values are deeply embedded in daily life, understanding these factors is essential for developing culturally appropriate care for Christian patients with end-stage renal disease (ESRD). This study aimed to examine the relationship between spirituality, social support, and QoL among Indonesian Christian ESRD patients undergoing hemodialysis at Prof. Dr. W.Z. Johannes Hospital, Kupang, East Nusa Tenggara. A cross-sectional design was employed involving 176 participants. Social support, spirituality, and QoL were measured using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), the Daily Spiritual Experiences Scale (DSES), and the WHOQOL-BREF, respectively. Data were analyzed using multiple linear regression to obtain adjusted β coefficients and 95% confidence intervals (CI). The results showed that spirituality was significantly associated with QoL (β = 0.29; 95% CI: 0.22–0.36). Social support also demonstrated a significant positive relationship with QoL after adjustment for confounding variables (β = 0.42; 95% CI: 0.34–0.50). In conclusion, higher levels of spirituality and social support are associated with better QoL among Christian ESRD patients undergoing hemodialysis. These findings highlight the importance of integrating spiritual care and strengthening social support systems in the management of ESRD patients.      
DENTAL AND ORAL HEALTH COUNSELING FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN NGGELA VILLAGE Anderias Umbu Roga; Anggra Widianti
Jurnal Abdisci Vol 1 No 7 (2024): Vol 1 No 7 Tahun 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i7.265

Abstract

Children are still in a period of growth and development. Therefore, efforts to maintain oral health and dental health are critical, especially in the school and preschool environment. The development of dental health in adulthood is influenced by past dental conditions. Through counseling programs, communities can actively contribute to increasing their self-defense efforts and better understand the importance of maintaining their oral and dental health. This study aims to educate children about the importance of maintaining oral and dental health. Thus, children who receive counseling will better understand oral health.
Hubungan Pola Kerja Shift Malam dengan Hasil Uji Fungsi Hati pada Pekerja di RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang Erlan Lalu Surabda; Anderias Umbu Roga; Luh Putu Ruliati; Marlyn Junias; Jacob Matheos Ratu
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23128

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the relationship between night shift work patterns and liver function test results (SGOT and SGPT) among workers at Prof. Dr. W. Z. Johannes General Hospital, Kupang. A quantitative method with a cross-sectional design was applied, involving 40 night shift workers selected using the Lameshow formula. Data were collected through questionnaires, interviews, and laboratory liver function tests, and analyzed using the Chi-Square test (α=0.05). The results showed no significant association between age (p=0.552) or attitude (p=0.346) and liver function outcomes. In contrast, sleep duration (p=0.024) and night shift work patterns (p=0.004) were significantly associated with liver enzyme levels. Leave incentives showed no significant effect (p=0.204). In conclusion, lifestyle and work-related factors, particularly sleep duration and night shift frequency, play a more critical role in liver function alterations than demographic characteristics. These findings provide valuable insights for hospital management to develop more health-friendly occupational health policies for night shift workers. Keywords: Night Shift, Liver Function, SGOT, SGPT, Health Workers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola kerja shift malam dengan hasil uji fungsi hati (SGOT dan SGPT) pada pekerja di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 40 responden pekerja shift malam yang dipilih melalui rumus Lameshow. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, serta pemeriksaan laboratorium, dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,552) dan sikap (p=0,346) tidak berhubungan signifikan dengan hasil fungsi hati. Sebaliknya, durasi tidur (p=0,024) dan pola kerja shift malam (p=0,004) memiliki hubungan signifikan dengan kadar enzim hati. Insentif cuti tidak berpengaruh signifikan (p=0,204). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa faktor gaya hidup dan pola kerja, khususnya durasi tidur dan frekuensi shift malam, lebih berperan terhadap perubahan fungsi hati dibandingkan faktor demografis. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit dalam merancang kebijakan kesehatan kerja yang lebih ramah tenaga kesehatan. Kata Kunci: Shift Malam, Fungsi Hati, SGOT, SGPT, Tenaga Kesehatan.
Analisis Kesiapan Fasilitas Kesehatan dalam Penerapan Kelas Rawat Inap Standar Menurut Perpres Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Soe Apnel Yohanis Tode; Apris A. Adu; Fransiskus Geroda Mado; Anderias Umbu Roga; Yendris K. Syamruth
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23528

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Standard Inpatient Class (KRIS) under Presidential Regulation No. 59 of 2024 is a national policy aimed at improving equitable access and the quality of inpatient care for all participants of the National Health Insurance (JKN). RSUD Soe, as a referral hospital in Timor Tengah Selatan Regency, is required to meet 12 KRIS criteria, including the readiness of human resources, medical equipment, and inpatient room infrastructure. This study aims to analyze the readiness of RSUD Soe in implementing KRIS according to the established standards. This research used a descriptive qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, direct observation, and document review, and were analyzed using content analysis techniques. The results show that RSUD Soe has fulfilled several KRIS components, but several indicators still require adjustments, particularly in building infrastructure, the ratio and competency of health workers, the availability of medical equipment, and non-medical facilities. The study concludes that RSUD Soe is not yet fully ready to implement KRIS and requires phased improvements, especially in room restructuring, fulfillment of competent human resources, and upgrading medical and non-medical facilities. Keywords: Standard Inpatient Class, KRIS, National Health Insurance, RSUD Soe, Presidential Regulation 59/2024.  ABSTRAK Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) berdasarkan Perpres Nomor 59 Tahun 2024 merupakan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan pemerataan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional. RSUD Soe sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dituntut untuk memenuhi 12 kriteria KRIS, yang mencakup kesiapan sumber daya manusia, alat kesehatan, serta infrastruktur ruang rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan RSUD Soe dalam mengimplementasikan KRIS sesuai standar yang ditetapkan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Soe telah memiliki sebagian komponen pendukung KRIS, namun masih terdapat beberapa indikator yang memerlukan penyesuaian, terutama pada aspek infrastruktur bangunan, rasio tenaga kesehatan, ketersediaan alat kesehatan, serta pemenuhan fasilitas non-medis sesuai standar KRIS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa RSUD Soe belum sepenuhnya siap menerapkan KRIS dan membutuhkan perbaikan bertahap terutama terkait penataan ruang rawat, pemenuhan SDM sesuai standar kompetensi, serta pembaruan sarana dan prasarana medis maupun non-medis. Kata Kunci: Kelas Rawat Inap Standar, KRIS, JKN, RSUD Soe, Perpres 59/2024.
Determinan yang Mempengaruhi Persalinan Non Fasilitas Kesehatan pada Ibu di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Salbait Kabupaten Timor Tengah Selatan Robert Olivianus Asbanu; Marni Marni; Pius Weraman; Anderias Umbu Roga; Imelda F.E Manurung
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 6 (2026): Volume 8 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i6.25254

Abstract

ABSTRACT Non-facility based childbirth remains a maternal health problem, particularly in rural areas. Delivery outside health facilities increases the risk of maternal and neonatal morbidity and mortality due to limited access to skilled health personnel and adequate obstetric services. This study aimed to analyze the determinants influencing non-facility based childbirth among mothers in the working area of UPT Salbait Primary Health Center, Timor Tengah Selatan Regency. This study employed a quantitative case-control design. The study population consisted of all mothers who delivered in the working area of UPT Salbait Primary Health Center, with a total sample of 80 respondents, including 40 cases (non-facility based delivery) and 40 controls (facility based delivery). The variables studied included maternal knowledge, distance to health facilities, economic status, antenatal care (ANC) visits, participation in maternity classes, and parity. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed significant associations between maternal knowledge and non-facility-based childbirth (p = 0.000), distance to health facilities (p = 0.000), economic status (p = 0.011), ANC visits (p = 0.000), participation in maternity classes (p = 0.000), and parity (p = 0.000). Mothers with low knowledge, long distance to health facilities, low economic status, incomplete ANC visits, non-participation in maternity classes, and high parity were more likely to choose non-facility based delivery. In conclusion, non-facility based childbirth is influenced by predisposing, enabling, and need factors. Strengthening maternal health education, improving antenatal care services, and optimizing maternity class programs are necessary to promote facility based delivery. Keywords: Antenatal Care, Health Facilities, Maternal Knowledge, Non-Facility-Based Childbirth.  ABSTRAK Persalinan yang dilakukan di luar fasilitas kesehatan masih menjadi permasalahan kesehatan ibu, khususnya di wilayah pedesaan. Persalinan non fasilitas kesehatan berisiko meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi akibat keterbatasan akses terhadap tenaga kesehatan terlatih dan pelayanan obstetri yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang memengaruhi persalinan non fasilitas kesehatan pada ibu di wilayah kerja UPT Puskesmas Salbait Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang melahirkan di wilayah kerja UPT Puskesmas Salbait dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden, terdiri dari 40 responden kelompok kasus (persalinan non fasilitas kesehatan) dan 40 responden kelompok kontrol (persalinan di fasilitas kesehatan). Variabel yang diteliti meliputi tingkat pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan, kemampuan ekonomi, kunjungan antenatal care (ANC), keikutsertaan kelas ibu hamil, dan jumlah paritas. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan persalinan non fasilitas kesehatan (p = 0,000), jarak ke fasilitas kesehatan (p = 0,000), kemampuan ekonomi (p = 0,011), kunjungan ANC (p = 0,000), keikutsertaan kelas ibu hamil (p = 0,000), serta jumlah paritas (p = 0,000). Ibu dengan pengetahuan rendah, jarak tempat tinggal jauh, kemampuan ekonomi rendah, kunjungan ANC tidak lengkap, tidak mengikuti kelas ibu hamil, dan paritas tinggi cenderung memilih persalinan di non fasilitas kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa persalinan non fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor kebutuhan. Diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan ibu, penguatan layanan antenatal care, serta optimalisasi program kelas ibu hamil untuk mendorong persalinan di fasilitas kesehatan. Kata Kunci: Antenatal Care, Fasilitas Kesehatan, Persalinan Non Fasilitas Kesehatan, Pengetahuan Ibu.
Co-Authors Adu, Apris Adu, Apris A Adu, Apris A. Agus Setyobudi Agus Setyobudi Albahri, Rihsan Alkatiri, Fahira Marsanda Amelya Betsalonia Sir Anggra Widianti Anggriani, Michaelis Diana ANITA CHRISTINA SEMBIRING Apnel Yohanis Tode Babis, Sonida Srimega Diana Bale, Jefri. S. Banunu, Meosefan Berek, Norce Ch. Chornalio Teonly Lulan Christin Rony Nayoan Christina Olly Lada Christina Rony Nayoan Christine Natalia PS Lehot Dalong, Lusia David B.W. Pandie De Carvalho Ximenes, Flora Martignonia Dedu Ngara, Delvisari Dewa, Patricia Putri Carenina Manuk Dewi Sri Handayani Djahari, Yohanes Dupe, Freny R Egla Taruk Lembang Elisabeth F. C. X. Belo Erlan Lalu Surabda Eunike Dewa Dato Fanggi, Windy Anisa Veryany Fanggidae, Thirza Gracia Christovanie Febri Mahalinda Maisal Fitri, Ajra Franky M S Telupere Fransiskus Geroda Mado Handoyo, Nicholas E. Hardhina, Trio Hendrik, Einstein Daud Viktor Huwae, Vinna Anjanie Idawati Trisno Indriati Andolita Tedju Hinga Intje Picauly Istonia Hermolinda Waang Jacob Matheos Ratu Jeanet Laureandra Pabala Jefri Semuel Bale Johny A. R. Salmun Johny A.R Salmun Juliana, Maria Erma Wati Juliana, Maria Ermawati Junias, Marilyn Susanti Junias, Marylin Susanti Karolus Tokan, Yohanes Krispianus Yertis Supriono Kusumasari, Fitri Kuswara, Ketut Mahendra Laurensius Talan Lenda, Dominggus Agustinus Isak Lerik, M. Dinah Charlota. Lerik, Mariana D Lerik, Mariana D. C. Lewi Jutomo Liliweri, Aurelia Maria Liswaty Ga, Jefty Lydia, Mona Mado, Fransiskus G. Mado, Fransiskus Geroda Mali, Sertulus Laenda Manalu, Teacher Manongga, SP. Manurung, Imelda F. Manurung, Imelda F.E Manurung, Imelda Februati Ester Mardianto Krisantus Ngongo Maria M. Dwi Wahyuni Maria M.Dwi Wahyuni Mariana D.C. Lerik Marlyn Junias Marni Marni Marni Marni Marni Marni Marni, Marni Martonix Abraham Tafui Mauguru, Selfianti Betriana Maxs Urias Ebenheizer Sanam Moka, Susana Alorida Muntasir, Muntasir Mustakim Sahdan Nae Rani, Theresia Agnesta Napitupulu, Melissa Putri M. Nobrihas, Risty Suryani Nofriana Inna Manulangga Noorce Christiani Berek Nope, Hotlif Arkilaus Nuban, Krispinus Oga, Yoseph Petrus Palandima, Rambu Kezia Tamu Ina Pellokila, Eri Jit Poy, Galfari Elsatria Digiferen Purimahua, Sintha L. Purimahua, Sintha Lisa Rahmawati, Eka Muftiana Rani, Theresia Agnesta Nae Ratna Anindir Ipa Hoy Purandima Riwu, Magdarita Robert Olivianus Asbanu Ruli, Luh Putu Ruliaty, Luh Putu Salesman, Frans Selly, Jannes Bastian Serlie K. A. Litik Serlie K.A. Littik Siallagan, Firman Mangara Tua Simamora, Friska Deli Sintha Lisa Purimahua Sirait, Tupak Soleman Landi Soni Doke SP Manongga Syafaatu Mizzannati Syari Syamruth, Yendris K. Syamruth, Yendris Krisno Tamelan, Paul G. Tapo, Konstantinus Firminus Tokan, Maria Bengan Tudermi Maksimilyan Fioh Wangge, Mery Christine Weu Weky, Norman Delvano Weraman, Pius Werawan, Pius Wijaya, Mardiansari Wahyu Graha Yacob M. Ratu YENDRIS K SYAMRUTH Yermia Djefri Manafe Yosephus P.A, Adrianus