p-Index From 2021 - 2026
6.825
P-Index
This Author published in this journals
All Journal BAHASA DAN SASTRA International Journal of Nusantara Islam JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues ANIDA : Aktualisasi Nuansa Ilmu Dakwah al-Afkar, Journal For Islamic Studies Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Attractive : Innovative Education Journal Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah Jurnal El Tarikh: Journal of History, Culture, and Islamic Civilization Bulletin of Pedagogical Research Kode : Jurnal Bahasa Jurnal Iman dan Spiritualitas Definisi: Journal of Religion and Social Humanities Swadesi: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Historiography HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Socio Politica : Jurnal Ilmiah Jurusan Sosiologi Historia Islamica: Journal of Islamic History and Civilization Fastabiq: Jurnal Studi Islam Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Zona Education Indonesia RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal International Journal of Nusantara Islam Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Tamadduna: Jurnal Peradaban Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Sharia: Jurnal Kajian Islam Priangan Journal of Islamic Sundanese Culture
Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON MASYARAKAT SUNDA TERHADAP MASUKNYA ISLAM MEMBENTUK AGAMA MAYORITAS Usman Supendi; Solehudin Solehudin
Sharia: Jurnal Kajian Islam Vol 2 No 1 (2025): Sharia: Jurnal Kajian Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Andina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59757/sharia.v2i1.56

Abstract

Masuknya islam ke Nusantara melalui interaski antar bangsa dari perdagangan, menjadikan setiap wilayah yang dikunjunginya sebagai objek dakwah penyebaran islam termasuk utara pulau jawa bagian barat yang memili banyak Pelabuhan sebagai tempat singgah para pedagang muslim. Tujuan dari penelitian ini melihat respon masyarakat tatar sunda terhadap islam sehingga wilyahnya menjadi penduduk mayoritas Bergama islam. Penelitian ini menggunakan metodologi Sejarah yaitu heuristik sebuah proses pengumpulan data, kemudian verifikasi dan kritik teks, kemudian interpretasi dan historiografi. Hasil dari data yang dikumpulkan wilayah tatar sunda menjadi mayoritas agama islam ialah karena adanya kesamaan konsep hidup pada kepercayaan sebelumnya dengan islam serta masifnya penyerbaran oleh tokoh-tokoh islam terutama dari para penguasanya saat itu. Sehingga terjadi akulturasi budaya sunda dan islam dalam kehidupan Masyarakat. Dapat disimpulkan Masyarakat merespon positif terhadap islam yang masuk kewilayahnya yang membuat wilayah tatar sunda menjadi penganut islam secara mayoritas hingga saat ini. Kata kunci: Islam, Sunda, mayoritas
Perkembangan Arsitektur Masjid Raya Bandung (1973-2003): Studi Sejarah-Arkeologi Komparatif Hidayat, Asep Achmad; Thohir, Ajid; Supendi, Usman; Nurcahya, Yan; Sugiarto, Deri
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i129
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berangkat dari peran strategis Masjid Raya Bandung sebagai ikon religius sekaligus ruang publik utama kota yang mengalami transformasi arsitektural seiring dinamika sosial, politik, dan budaya perkotaan. Perubahan tersebut belum banyak dikaji secara komprehensif dalam perspektif sejarah dan arkeologi bangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan arsitektur Masjid Raya Bandung pada periode 1973–2003 dengan menelusuri perubahan bentuk, fungsi, struktur, dan makna ruangnya. Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, didukung pendekatan arkeologi bangunan untuk mengkaji data material berupa struktur fisik, elemen dekoratif, tata ruang, kubah, menara, serta orientasi ruang ibadah. Data diperoleh melalui studi arsip, dokumen resmi pembangunan, laporan teknis, dan observasi jejak material bangunan, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Raya Bandung mengalami tiga fase transformasi utama, yaitu modernisasi awal, fase monumentalitas dan ekspansi ruang, serta rekonstruksi besar menuju konsep masjid kota modern. Transformasi tersebut mencerminkan adaptasi terhadap kebutuhan umat, kebijakan pemerintah daerah, dan perubahan identitas Islam perkotaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa arsitektur Masjid Raya Bandung merepresentasikan dinamika sosial, historis, dan politis Kota Bandung dalam konteks ruang religius dan publik
The Impact of Islamization on the Padjajaran Kingdom: Educational Systems and Social Values in Sundanese Society Usman Supendi; Syofiah Pribadi; Fitria Eka Dewi Murni
Bulletin of Pedagogical Research Vol. 5 No. 3 (2025): Bulletin of Pedagogical Research
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bpr.v5i3.2075

Abstract

This study aims to investigate the impact of Islamization on the Padjajaran Kingdom, particularly in relation to the transformation of educational systems and the evolution of social values within Sundanese society. Employing a qualitative approach and historical case study method, the research focuses on the West Java region, which was historically part of the Padjajaran Kingdom. The findings reveal that Islamization did not merely influence religious conversion but also brought about significant transformations in the educational landscape, with pesantren and madrasah emerging as centers of holistic learning. Furthermore, the social values of Sundanese society underwent notable changes, including the adoption of principles such as justice, tolerance, and brotherhood introduced through Islamic teachings. Although the Padjajaran Kingdom did not fully transform into an independent Islamic state, Islamic influences gradually permeated and shaped its cultural and social structures. This study contributes to the historiography of Islamization in Indonesia by highlighting its multifaceted impact beyond religious aspects, particularly in education and social transformation. It offers a nuanced understanding of how Islamic values were integrated into Sundanese society and provides new insights into the role of Islam in shaping regional identity and socio-cultural development in pre-modern West Java.
Aktivitas Keagamaan: Makam Sunan Cipancar Perkembangan Peziarah Tahun 2019-2022 Nadiatul Ulum; Usman Supendi
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 2 No. 1 (2023): Priangan: Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v2i1.21904

Abstract

Pilgrimage is one of the activities included in religious activities, pilgrimage is an activity to pay homage to figures who have a big role, especially for the surrounding environment, such as the tomb of Sunan Cipancar. Sunan Cipancar is a major scholar figure in the process of Islamization in Limbangan. The method in this study uses historical research methods including heuristics, criticism, interpretation and historiography. The development of pilgrims, the author divides into three phases, namely the phases in the years before the Covid-19 Virus (2019), the year there was Covid-19 (2020-2021) and the year when Covid-19 was relaxed (2022).
Sejarah Muncul dan Berkembangnya Islam di Bandung Usman Supendi; Zahra Nur Azizah; Shaleh Afif Januri
Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture Vol. 2 No. 2 (2023): Priangan: Journal of Islamic Sundanese Culture
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/priangan.v2i2.32687

Abstract

AbstractAccording to several sources, Islam entered the archipelago in the 7th century AD. It is estimated that during the same period the spread of Islam began to spread massively to the archipelago, until in the 15th century AD Islam entered the West Java region through trade routes. The Bandung area, which at that time was still within the scope of the Galuh Kingdom, was converted to Islam during the time of Sunan Gunung Djati in 1530 AD. This Islamization process became the starting point for the spread and development of Islam in West Java. There is a lot of research on the development of Islam in various areas of West Java such as Garut, Tasikmalaya and even Cirebon, which was the starting point for the entry of Islam into West Java, which is inversely proportional to Bandung as the capital of West Java province. Not many people have conducted research. Therefore, the author is interested in writing about the development of Islam in Bandung in context. division of the Bandung region, such as how the spread of Islam in various regions of West, East, South and North Bandung. The method used is the historical method, which includes heuristics, criticism, interpretation and historiography. Based on research results, the entry of Islam in various regions in Bandung had different starting points for the spread of Islam in each region. Like North Bandung, it was spread through the spread of the preaching of Sunan Kudus and his followers and descendants, many of whom settled in the North Bandung area. Keywords: Islam, Bandung, Region AbstrakIslam masuk ke Nusantara menurut beberapa sumber pada abad ke-7 M. Diperkirakan masih dalam kurun waktu yang sama penyebaran Islam mulai masif ke daerah Nusantara, sampai pada abad ke-15 M Islam masuk wilayah Jawa Barat melalui jalur perdagangan.[1] Daerah Bandung yang pada saat itu masih dalam cakupan wilayah Kerajaan Galuh diislamkan pada masa Sunan Gunung Djati pada tahun 1530 Masehi.[2] Proses islamisasi ini menjadi titik awal penyebaran dan perkembangan  islam Jawa Barat. Banyaknya penelitian mengenai perkembangan islam di berbagai daerah  Jawa Barat seperti Garut, Tasikmalaya bahkan Cirebon yang menjadi titik awal masuknya islam ke Jawa Barat berbanding terbalik dengan Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat belum banyak yang melakukan penelitian untuk itu penulis tertarik menuliskan perkembangan islam di Bandung dalam konteks pembagian wilayah Bandung, seperti bagaimana sebaran masuknya islam di berbagai wilayah Bandung Barat,Timur,Selatan dan Utara. Metode yang digunakan adalah metode Sejarah, yang meliputi heuristik,kritik,interpretasi, dan historiograsi. Berdasarkan hasil penelitian masuknya islam di berbagai wilayah Bandung memiliki titik awal penyebaran islam yang berbeda dalam setiap wilayah. Seperti Bandung Utara disebarkan melalui penyebaran dakwah Sunan Kudus dan para pengikutnyanya serta keturunan yang banyak menetap wilayah Bandung utara. Kata kunci: Islam,Bandung,Wilayah  
THE ROLE OF BAZNAS CITY OF BANDUNG IN EMPOWERING THE ECONOMY OF THE PEOPLE DURING COVID-19 (2019-2021) Rifqi, Muhammad Aufa; Hasbullah, Moeflich; Supendi, Usman
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika peran BAZNAS Kota Bandung dalam merespons krisis sosial pada masa pandemi COVID-19 tahun 2019–2021, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui program zakat. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber data diperoleh dari dokumen resmi, laporan program, arsip kelembagaan, serta hasil wawancara dengan pihak terkait dan penerima manfaat. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka teori AGIL Talcott Parsons dan konsep stratifikasi sosial untuk memahami fungsi sosial lembaga zakat dalam kondisi krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Bandung mengalami dinamika peran yang signifikan selama pandemi. Pada tahap awal krisis, lembaga lebih berfokus pada bantuan sosial darurat seperti sembako, bantuan tunai, dan layanan kesehatan guna menjaga keberlangsungan hidup mustahik. Selanjutnya, pendistribusian ZIS dilakukan secara sistematis dengan penyesuaian mekanisme digital untuk memastikan ketepatan sasaran. Pada tahap berikutnya, BAZNAS mengembangkan program pemberdayaan ekonomi seperti Z-Mart dan Z-Chicken sebagai upaya pemulihan jangka panjang. Program Z-Mart menunjukkan hasil yang lebih berkelanjutan dibandingkan Z-Chicken, yang cenderung bersifat sementara karena keterbatasan pendampingan dan adaptasi usaha. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara bantuan sosial, pendistribusian ZIS, dan pemberdayaan ekonomi mampu memberikan dampak komplementer dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan kapasitas ekonomi mustahik. Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada kesesuaian desain program dan keberlanjutan pendampingan.
Co-Authors Abdul Aziz Achmad Hidayat, Asep Ading Kusdiana Afiat Fahma Zamani Agus Mahfudin Setiawan Agus Permana Ajid Hakim Ajid Thohir Alfawwaz, Muhammad Fariz Amir, Abdul Razak Anugerah, Rizpat Arsyad, M Fikri Asep Ahmad Hidayat Berutu, Irfan Syafai Dandie Hambaliana Dedi Supriadi Fauzan, Rizal Fitria Eka Dewi Murni Gumilar, Setia Hakim, Ajid Hasan, Hidayat Hasibuan, Samsul Bahri Hendro Kartika Juniawan Hidayat Hasan Hidayat, Asep Achmad Hidayat, Asep Ahmad Ilham Maulana ILHAMI, HABLUN Isnendes, Chye Retty Juniawan, Hendro Kartika Khairullah, Muhammad Fauzan Kusumawardhana, Gelar Taufiq M Kautsar Thariq Syah Ma'shum, Hisyam Ibnu Maulana, Ahmad Sobri Moeflich Hasbullah Mostafa, Mohamed Abd El Motaleb Muhamad Maksugi Muhammad Fajar Nugraha Murni, Fitria Eka Dewi Nadiatul Ulum Najmudi, Salman Ngoc, Vu Thi Nugraha, Patra Sentosa Nulhasanah, Lisan Nuraidah, Syifa Nurcahya, Yan Nurhasanah, Via Nuwangi, Pohaci Puspa Oksa Putra, M Zikril Permana, Agus Pribadi, Syofiah Putra, M Zikril Oksa Ridwan Ridwan Harun Ridwan, Ridwan Rifki Rosyad Rifqi, Muhammad Aufa Ruswanda, Asep Sandi Sa'adah, Putri Lailatus Said, Muchamad Bachrudin Sakinah, Syahidah Qolbiya Salam, Muhajir Salsabila, Marisa Jahra Samidah, Ida Samsudin Samsudin Samsul Bahri Hasibuan Samsul Bahri Hasibuan Savitri, Alfa Dini Shaleh Afif Januri Siroj, Muhammad Rifqi Niam Solehudin Solehudin Solehudin, Solehudin Sopaat, Sopaat Sopiah, Eva Sugiarto, Deri Sulasman Sulasman Sulasman Suprianto, Sopian Suwanda, Satya Adilaga Syahroni, Roni Syakira, Mutiara Khansa Syofiah Pribadi Thariq Syah, M Kautsar Tohir, Ajid Umar Faruk Wahyu Hoerudin, Cecep Wahyuni, Supi Septia Wawan Hernawan Yan Nurcahya Zahra Nur Azizah Zamani, Afiat Fahma