Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pola Komunikasi Keluarga dalam Film How to Make Millions Before Grandma Dies Marsha Aulia; Zahari Zahari; Ainol Mardhiah; Cut Andyna; Asmaul Husna
Jurnal Network Media Vol 9, No 2 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i2.8256

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh popularitas film How to Make Millions Before Grandma Dies yang merepresentasikan dinamika hubungan antargenerasi dalam keluarga etnis Tionghoa, sarat dengan pesan komunikasi dan konflik kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pola komunikasi keluarga yang tergambar dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotasi, konotasi, dan mitos. Analisis dilakukan terhadap 30 adegan yang merepresentasikan interaksi utama antar tokoh. Kerangka teori yang digunakan adalah teori pola komunikasi keluarga Fitzpatrick yang meliputi pola konsensual, pluralistik, protektif, dan laissez-faire. Data primer diperoleh melalui observasi mendalam terhadap aspek audio-visual film, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 adegan, terdapat 10 adegan berpola konsensual, 8 adegan berpola protektif, 7 adegan berpola pluralistik, dan 5 adegan berpola laissez-faire. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola komunikasi konsensual paling dominan, yang mencerminkan adanya keseimbangan antara penghormatan terhadap nilai tradisional dan keterbukaan diskusi dalam keluarga. Hasil penelitian ini penting untuk memahami representasi komunikasi keluarga dalam media film sebagai refleksi nilai sosial dan budaya.
Durasi Penggunaan Media Sosial dan Tingkat Gejala Depresi pada Remaja Ardiansyah Ardiansyah; Fohan Muzakir; Ainol Mardhiah; Linda Handayani; Husaini Husaini; Rina Hanum
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman remaja terkait durasi penggunaan media sosial dan memahami bagaimana interaksi digital tersebut berkontribusi terhadap kemunculan gejala depresi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja bukan sekadar masalah manajemen waktu, melainkan bentuk pelarian dari konflik emosional yang justru memperburuk gejala depresi. Remaja membutuhkan ruang aman yang valid di dunia nyata serta pendampingan psikologis untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan dunia digital.
Mengkonstruksi Komunikasi Kebangsaan Merawat Harmoni Negeri Berbasis Spiritual dan Kearifan Lokal Nusantara Eki Baihaki; Ainol Mardhiah
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 8 Issue 1, April 2026
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jsc.v8i1.43038

Abstract

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social Construction of Reality: A Treatise in the Sociology of Knowledge. New York: Anchor Books. Craig, R. T. (1999). Communication theory as a field. Communication Theory, 9(2), 119–161. https://doi.org/10.1111/j.1468-2885.1999.tb00355.x Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures: Selected essays. New York: Basic Books. Habermas, J. (1984). The theory of communicative action, Vol. 1: Reason and the rationalization of society. Boston: Beacon Press. Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2017). Theories of human communication (11th ed.). Long Grove, IL: Waveland Press. Madjid, N. (1992). Islam, kemodernan, dan keindonesiaan. Bandung: Mizan. Mattulada. (1985). Latoa: Satu Lukisan Analitis terhadap Antropologi Politik Orang Bugis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. McQuail, D. (2010). McQuail’s Mass Communication Theory. London: Sage Publications. Mulder, N. (1999). Mistisisme Jawa: Ideologi di Indonesia. Yogyakarta: LKiS. Nasrullah, R. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Sedyawati, E. (2003). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: Pustaka Jaya. Shihab, Q. (2002). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan. Suseno, F. M. (2001). Etika sosial: Dasar dan prinsip-prinsip hidup bersama. Jakarta: Gramedia. Susanto, E. H. (2020). “Etika Komunikasi Digital di Era Disrupsi.” Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(1), 45–58. Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan. Jakarta: Grasindo. Koentjaraningrat. (1990). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. Komaruddin Hidayat. (2015). Psikologi Beragama dan Etika Sosial. Jakarta: Paramadina. Permana, R. (2019). “Nilai Kearifan Lokal dalam Komunikasi Masyarakat Sunda.” Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(2), 87–96. Rahardjo, D. (2017). Gotong Royong sebagai Modal Sosial Indonesia. Jakarta: LP3ES. Rogers, E. M., & Kincaid, D. L. (1981). Communication Networks: Toward a New Paradigm for Research. New York: Free Press.
Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana di Objek Wisata Ujong Blang Lhokseumawe Anismar Anismar; Muchlis Muchlis; Ainol Mardhiah; Ade Muana Husniati; Miswar Miswar
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v4i2.28176

Abstract

The Ujong Blang Beach tourism area in Lhokseumawe City is highly vulnerable to various coastal hazards, including coastal erosion, tidal flooding, storm surges, extreme weather, and potential tsunamis. However, the preparedness capacity of the local community, tourism stakeholders, and visitors has not adequately kept pace with these risks. The low level of disaster literacy, the absence of standard operating procedures (SOPs) for emergency response, limited evacuation routes, inadequate disaster mitigation information, and the suboptimal implementation of a community-based Early Warning System (EWS) constitute the primary challenges that require integrated intervention. This community service program aims to enhance the disaster preparedness capacity of the tourism community through the Community-Based Disaster Risk Reduction (CBDRR) approach, which positions local communities as the primary actors in disaster risk reduction efforts. The program is implemented through disaster education, mitigation training, evacuation drills, the development of evacuation routes, the establishment of community disaster response volunteers, and the strengthening of a simple community-based early warning system tailored to local social conditions. A participatory approach is adopted by involving village authorities, Tourism Awareness Groups (Pokdarwis), micro, small, and medium enterprises (MSMEs), community leaders, and other relevant stakeholders to establish sustainable coordination and preparedness mechanisms. The expected outcomes include improved knowledge, skills, and awareness of disaster preparedness among community members, the availability of disaster mitigation facilities and evacuation routes, the establishment of an effective risk communication mechanism, and increased visitor awareness of safety measures. The implementation of CBDRR and a community-based EWS is expected to transform Ujong Blang into a safe, resilient, adaptive, and sustainable coastal tourism destination while strengthening collaboration among higher education institutions, government agencies, and local communities in supporting disaster risk reduction.
Komunikasi Diadik Ayah dan Anak dalam Pembentukan Kepercayaan Diri Mahasiswa FISIP Universitas Malikussaleh Dinda Amelia; Subhani Subhani; Cut Andyna; Ainol Mardhiah; Muhammad Ali
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komunikasi diadik antara ayah dan anak serta menganalisis perannya dalam pembentukan kepercayaan diri mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian berjumlah tujuh mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi diadik ayah dan anak berbeda pada setiap mahasiswa dan terlihat melalui lima karakteristik komunikasi interpersonal menurut DeVito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Keterbukaan terlihat dari kesediaan mahasiswa menyampaikan cerita dan persoalan pribadi kepada ayah. Empati terlihat dari kemampuan ayah memahami kondisi dan perasaan anak, sedangkan sikap mendukung ditunjukkan melalui perhatian, doa, nasihat, semangat, apresiasi, dan dukungan praktis. Sikap positif terlihat dari cara ayah memberikan pujian, kritik, dan teguran, sedangkan kesetaraan ditunjukkan melalui penghargaan terhadap pendapat serta keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan. Komunikasi diadik juga berperan dalam pembentukan kepercayaan diri melalui dukungan, pengakuan, apresiasi, motivasi, perhatian, dan pesan yang bermakna. Mahasiswa dengan komunikasi yang lebih dekat dan konsisten memperoleh penguatan secara berkelanjutan, sedangkan pada komunikasi yang terbatas, makna komunikasi tetap dapat muncul melalui pengalaman atau pesan tertentu. Kepercayaan diri juga dipengaruhi dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan pengalaman pribadi.
Akulturasi Budaya Pada Anak Pernikahan Multikultural Aceh–Jawa Dalam Penggunaan Bahasa Di Desa Buket Hagu Cut Filda Sari; Ainol Mardhiah; Awaluddin Arifin; Anismar Anismar; Zahari Zahari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji akulturasi budaya dalam penggunaan bahasa, yang tercermin dari kosa kata, gaya bahasa dan ungkapan kultural pada anak dari pernikahan multikultural dan menganalisis strategi komunikasi orang tua multikultural dalam akulturasi bahasa pada anak dari pernikahan multikultural suku Aceh-Jawa di Desa Buket Hagu, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Kajian ini dibedah menggunakan teori akulturasi budaya oleh Jhon. W. Berry (1987), dengan empat strategi asimilasi, separasi, integrasi dan marginalisasi. Metode yang digunakan yaitu kualitatif melalui pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa akulturasi budaya dalam penggunaan bahasa sehari-hari pada anak dari pernikahan suku Aceh-Jawa di Desa Buket Hagu, berdasarkan temuan dari informan menyatakan, bahasa yang di gunakan dalam komunikasi sehari-hari pada anak dari pernikahan multikultural suku Aceh-Jawa yaitu, menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, adapun bahasa campuran Aceh dan Jawa tercermin dalam bentuk gaya bahasa, kosa kata dan ungkapan kultural (sapaan kepada keluarga dalam bahasa Aceh maupun Jawa, tradisi dan makanan khas Aceh dan Jawa). Sedangkan strategi orang tua multikultural (suku Aceh-Jawa) dalam akulturasi bahasa kepada anak, yaitu dengan menggunakan bahasa oleh masing-masing pihak dalam interaksi keluarga besar, memperkenalkan adat dan praktik budaya sejak dini, memilih lingkungan pendidikan yang mendukung, serta mengintegrasikan kegiatan budaya (masakan, pertunjukan, upacara) sebagai upaya menciptakan paparan bahasa yang berkelanjutan.
Co-Authors Ade Muana Husniati Ade Muana Husniati Ade Muana Husniati Agung Rivandi Agus Rahmat Agustina, Shopie Aiyub Aiyub Akhyar, Chairil Akhyar, Nurul Akmal, Fitria Aldi Prayogi Andyna, Cut Anismar Anismar Anismar Anismar Anismar Anismar Anismar Anismar Anismar Annisa Putri Ardiansyah Ardiansyah Arinanda Asmaul Husna Atthaillah, Atthaillah Aulia Namirah Gusmilati Awaluddin Arifin Awaludin Arifin Baihaki, Eki Cindenia Puspasari Cut Dara Nabila Cut Filda Sari Dadang Rahmat Hidayat Darmansyah, Dedy Darmawan Panggabean Dastur, Muhammad Deddy Satria Dedy Darmansyah Dedy Darmansyah Devi Surid Dina Serlina Dinda Amelia Diva Syalsabila Erna Isfayani Eva Darnila Fauzi Fauzi Fauzi Fauzi Fitriana Fohan Muzakir Girsang, Khairina Nur Harinawati Harinawati Harinawati Hasan, Kamaruddin Herdian Saputra Husniati, Ade Muana Huzaifah Huzaifah Jafaruddin Jafaruddin Johan, Muhammad Kamaruddin Linda Handayani Lukman Maulana M. Nazaruddin Marsha Aulia Maryam Masriadi Masriadi Meri Hari Yanni Miswar Miswar Muchlis MUCHLIS Muchlis Muchlis Muchlis Muchlis Muchlis Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Ali Muhammad Fazil, Muhammad Muhammad Iqbal Muhammad Rizki Mukhlis Mukhlis Munawar Khalil Mursyidin Mursyidin Muryali Muryali Mustafa Kamal Muzaffarsyah, Teuku Nazaruddin Nensi Anggreni Br Ginting Nikite, Claudia Ayu Nur Hafni Nur Hafni Nursanjaya Nursanjaya, Nursanjaya Nurul Izati Nuryah Asri Sjafirah Paramita, Beta Prayogi, Aldi Rachmawaty Rusydi Rahmaniar Raudhatul Jannah Rayuwati Rayuwati Reza Abdar Rina Hanum Rini Julistia Ristati Ristati Rivandi, Agung Rizka Nurlaila Saputra, Jumadil Sarrah Kurnia Fadhillah Siti Hana Fatinah Sitti Aminah Subhani Subhani Subhani Teuku Alfiady Teuku Zulkarnaen Widyana Verawaty Siregar Yulianda, Riki Zahari, Zahari Zulham Zulham