Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Ny.A Umur 28 Tahun di Desa Jatijajar Suryani, Atika Rizki; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high risk maternal neonates. The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Descriptive observational research method. The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample was a third trimester pregnant woman, gestation age 29 weeks 6 days, G2P1A0. Research time is August 2023 – December 2023 in the Jatijajar Village area, Bergas District, Semarang Regency. The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. A G2P1A0. gestational age 29 weeks 6 days breech presentation. SC delivery in hospital. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal wounds, the mother received vitamin A, the results of the newborn examination were normal and there were no congenital defects. Mrs. A decided to use MAL KB.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 29  minggu 6 hari, G2P1A0. Waktu penelitian Agustus 2023 – Desember 2023 di wilayah Desa Jatijajar Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang . Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. A G2P1A0. usia kehamilan 29 minggu 6 hari presentasi bokong. Persalinan SC di RS. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka perineum, ibu mendapatkan vitamin A, pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan normal dan tidak ada cacat kongenital. Ny. A memutuskan menggunakan KB MAL.
Pendidikan Kesehatan tentang Akupresur utuk Dismenore pada Wanita Usia Subur Nikke Agustina Pratiwi; Sidarti P.T intan Surullah; Yunita Fajarwati; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is pain before or during menstruation, occurring on the first day to several days of menstruation. The acupressure technique is a simple and self-administered treatment to reduce menstrual pain (dysmenorrhea). Irrational management of menstrual pain can result in various side effects, even losses such as medication errors due to inappropriate doses and the use of inappropriate drugs. This activity aims to increase the knowledge of women of childbearing age about managing dysmenorrhea and applying acupressure massage techniques to reduce dysmenorrhea. The method used in this activity uses several stages including: pre test, distribution of leatflet, Health Education about reducing DysmenorrheaPain With Acupressure, Acupressure Practice, Post Test.  Education was given to 17 women of childbearing age using lecture and practice methods. Participants filled out pre-test questionnaires, then participated in counseling activities and filled out post-test questionnaires. The activity results showed an increase in participants' knowledge about the treatment of dysmenorrhea and the use of acupressure techniques before and after the activity, namely before the activity, the participants' knowledge was good by 50% and after the activity increased to 90%. Suggestions for participants to do acupressure as an alternative treatment for dysmenorrhea.   Abstrak Dismenore adalah nyeri sebelum atau selama menstruasi, terjadi pada hari pertama sampai beberapa hari masa menstruasi. Teknik akupresur merupakan upaya pengobatan yang sederhana dan dapat dilakukan sendiri untuk mengurangi nyeri haid (dismenorea). Penatalaksanaan nyeri haid yang tidak rasional dapat mengakibatkan berbagai efek samping, bahkan kerugian seperti kesalahan pengobatan karena dosis yang tidak tepat dan penggunaan obat yang tidak tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang penanganan dismenorea dan penerapan teknik pijat akupresur untuk mengurangi dismenorea. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan beberapa tahapan diantaranya : pre test, pembagian leatflet, pendidikan kesehatan tentang mengurangi nyeri dismenore dengan akupresure, praktik akupresur dan post test. Penyuluhan diberikan kepada wanita usia subur berjumlah 17 orang dengan metode ceramah dan praktek. Partisipan mengisi angket pre test, kemudian mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengisi angket post test. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang penanganan dismenorea dan penggunaan teknik akupreseur sebelum dan setelah kegiatan yaitu sebelum kegiatan pengetahuan peserta baik sebanyak 50 % dan setelah kegiatan meningkat menjadi 90%. Saran bagi peserta untuk melakukan akupreseur sebagai salah satu alternatif penanganan dismenorea.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny A Umur 20 Tahun GIP0A0 di Rumah Sakit Ken Saras Aulia, Mardianita; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities ranging from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn services, and family planning services that connect women's health needs in particular and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is an examination that is carried out completely with simple laboratory tests and counseling. Comprehensive midwifery care includes places of continuous examination activities including obstetric care for pregnancy, obstetric care for childbirth, midwifery care for the puerperium, and obstetric care for newborns and birth control acceptors. Pregnancy care prioritizes continuity of care is very important for women to get services from the same professional or from a small team of professionals because that way the development of their condition at any time will be well monitored as well and they also become trusting and open because they feel they already know the caregiver. The method in this research is that the author uses a descriptive method and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case through interviews. Using a single sample here can contain one person, a group of residents affected by a problem. After providing care, we have provided comprehensive midwifery care starting from Pregnant Women, Childbirth, Postpartum, Babies and the results are normal pregnancies, normal births, normal babies, and up to family planning. There is no gap between theory and cases in Comprehensive Midwifery Care for Mrs. A and By.Mrs. A at Ken Saras Hospital.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup tempat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan, asuhan kebidanan masa nifas dan asuhan kebidanan bayi baru lahir serta akseptor KB. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) sangat penting buat wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang melalui wawancara. Menggunaka sampel tunggal disini dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan normal, bayi dengan normal, dan sampai dengan KB. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. A dan By.Ny. A di Rumah Sakit Ken Saras.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. M Umur 35 Tahun di Posyandu Flamboyan Anggi; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Data obtained from the flamboyant posyandu in 2024 included ANC visits for pregnant women, 12 people in K1 and 18 people in K4, 10 people in labor, 10 newborns, 10 postpartum mothers and 70 family planning acceptors. person. During the study, the author carried out continuous midwifery care for pregnant women giving birth, postpartum and newborn babies (BBL). Midwives have an important role as implementers, such as midwives providing midwifery care for pregnancy and family planning acceptors, midwives as administrators, such as managing community health activities, especially regarding mothers and children, and midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. Based on the results of the study conducted on Mrs. M at Posyandu Flamboyan, during the study, the author carried out continuous midwifery care for pregnant women, giving birth, postpartum, newborn babies (BBL) and using contraceptives.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Data yang di peroleh dari posyandu flamboyan pada tahun 2024 kunjungan ANC pada ibu hamil, K1 sebanyak  12 orang dan K4 sebanyak 18 orang, ibu yang bersalin sebanyak 10 orang, bayi baru lahir sebanyak 10 orang, ibu nifas sebanyak 10 orang dan akseptor KB sebanyak 70 orang. Selama pengkajian dilakukan penulis melakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL). Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. M di Posyandu Flamboyan selama pengkajian di lakukan, penulis melakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL) dan pemakaian alat kontrasepsi.
Pelatihan Pijat Oxitocyn pada Ibu Nifas di RS Ken Saras dan di Puskesmas Melak Lusiana Shinta Dewi; Musdalifah; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infant mortality (AKB) is one of the leading indicators of state health to reflect the abilities and quality of health care given. The number of infant mortality (akb) in Indonesia ranks into ten countries with the highest infant death rate in the world. Post-childbirth the mother would enter the period of nifas, which is the period between the birth of the baby and the placenta separating from the womb until the return of the reproductive organs to the state of normal birth. The majority of the problems mothers face in nifas's day are the subject of nutrition intake and maternal worry when breast-feeding is ineffective. Mother's milk is a liquid created by god specifically for babies secreted directly from a mother's breast. Purpose: Practice counseling at Ken saras hospital and in the melak center and perform a mother's knowledge evaluation of oxitocyn massage before and after it was given. Few mothers know about the importance of oxitocyn massage. Solution: engaging in activity: counseling oxitocyn massage. Target: Mrs. Nifas. Output: increasing nifas's mother's knowledge of oxitocyn massage. nifas's mother's rising knowledge of oxitocyn massage. Results: pre-test results show most of nifas's mother's knowledge in either category 3 Mrs. Nifas (25.5%) and simply 9 (75%). In her post science test, nifas's mother had an increase in the category of good knowledge by 12 mothers (100%). there is an improvement in the mother's knowledge after counseling is made. The next activity was the evaluation of activities with the land midwife as a managerial manager of nifas' mother's baby. To deliver the results of the activity and formulate a follow-up plan at Ken saras hospital and in the meley center.   Abstrak Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator derajat kesehatan negara untuk mencerminkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan. Jumlah Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masuk ke dalam sepuluh negara dengan Angka Kematian Bayi (AKB) tertinggi di dunia. Pasca persalinan ibu akan memasuki masa nifas atau biasa disebut masa postpartum, yaitu jangka waktu antara lahirnya bayi dan plasenta lepas dari rahim sampai kembalinya organ-organ reproduksi ke keadaan normal seperti sebelum melahirkan. Mayoritas persoalan yang dihadapi ibu saat masa nifas adalah persoalan asupan nutrisi yang akan diberikan kepada anak dan rasa khawatir ibu apabila pemberian ASI tidak efektif. Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan yang diciptakan oleh Tuhan khusus untuk bayi yang dikeluarkan langsung dari payudara seorang ibu. Tujuan: Melaksanakan kegiatan penyuluhan di RS KEN SARAS dan di Puskesmas Melak dan Melaksanakan evaluasi pengetahuan ibu tentang Pijat Oxitocyn sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Tidak banyak ibu yang mengetahui tentang pentingnya Pijat Oxitocyn. Solusi: Melakukan kegiatan: melakukan penyuluhan tentang Pijat Oxitocyn. Sasaran: ibu nifas. Output: Meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang Pijat Oxitocyn. Outcome: Meningkatnya pengetahuan ibu nifas tentang Pijat Oxitocyn. Hasil pre test menunjukkkan sebagian besar pengetahuan ibu nifas dalam kategori baik 3 ibu nifas (25,5%) dan cukup 9 (75%).  Hasil post test pengetahuan ibu nifas mengalami peningkatan dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 12 ibu nifas (100%). Kesimpulan: Ada peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan penyuluhan. Kegiatan selanjutnya adalah evaluasi kegiatan bersama bidan lahan sebagai pengelola pada ibu nifas yang mempunyai bayi. untuk menyampaikan hasil kegiatan dan merumuskan rencana tindak lanjut di RS KEN SARAS dan di Puskesmas Melak
Screening Pertumbuhan Perkembangan dan Parenting Tumbuh Kembang Pada Usia Pra Sekolah Ulfa, Ana Farida; Kurniawati; Pujiani; Masruroh; Ghofar, Abdul; Siti Muniroh; Zuliani; Zulfikar; Rahmawati, Mamik
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.77 KB) | DOI: 10.58545/djpm.v2i1.56

Abstract

Masa tumbuh kembang anak adalah golden periode bagi setiap kehidupan anak, maka sangat penting untuk memperhatikan semua aspek yang mendukung dan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan, dua peristiwa yang berbeda namun saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Untuk mencapai perkembangan optimal, seluruh potensi yang dimiliki anak dapat distimulasi oleh orang tua. Sebelum melakukan stimulasi, orang tua memerlukan bekal pengetahuan tentang stimulasi pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mendapatkan gambaran status pertumbuhan dan perkembangan anak melakui skreening tumbuh kembang. Hasil kegiatan ini dapat digunakan sebagai data awal dari pengabdian masyarakat selanjutnya. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penerapan iptek, yaitu, skreening pertumbuhan dan perkembangan pada semua siswa di PAUD dan TK Tunas Sari dengan menggunakan formulis Kuisioner Pra Skreening Pertumbuhan (KPSP) dari Kemenskes RI dan penyadaran/peningkatan pemahaman terhadap suatu masalah dalam bentuk kegiatan Parenting untuk wali murid dan segenap guru di PAUD dan TK Tuna Sari. Hasil screening pertumbuhan dan perkembangan pada siswa di PAUD-TK Tunas Sari dengan menggunakan format pengakajian Kuisoner Pra Skreening Perkembangan (KPSP), sebagian besar berada pada kategori normal atau sesuai tugas perkembangan sesuai usia, dengan status nutrisi Sebagian besar adalah gizi baik. Hasil parenting terdapat perubahan yang signifikan pengetahuan orang tua tentang tumbuh kembang pada anak usia pra sekolah. Pendidikan yang baik didukung pengetahuan yang baik tentang pertumbuhan dan perkembangan akan mempengaruhi pola asuh keluarga, dalam hal ini adalah kemampuan memberikan stimulasi yang baik terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pemberian Informasi Tentang Nyeri Haid dan Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid Primer di SMK Swadaya Temanggung Widayati; Windayanti, Hapsari; Masruroh; Cahyaningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i2.2631

Abstract

Menstruation/menstruation is the process of expelling blood from the uterus accompanied by fragments of the lining of the uterine wall in women. Dysmenorrhea is menstrual/menstrual pain in the lower abdomen caused by an increase in the hormone prostaglandin, which causes increased blood uterine contractions and vasoconstriction of blood vessels. Blood flow to the uterus increases, but oxygen is not sufficient, which ultimately causes pain. Menstrual pain can be treated either pharmacologically or non-pharmacologically. One non-pharmacological treatment is doing yoga. Women who experience diminorrhoea tend to have their activities disrupted because they experience discomfort, which will inhibit the production of endorphins. There are several young women at SMK Swadaya Temanggung who don't really know about yoga to help overcome primary menstrual pain. Therefore, the team is interested in providing counseling about yoga to reduce primary menstrual pain at SMK Swadaya Temanggung. The aim of this community service is to increase teenagers' knowledge that menstrual pain can be overcome using yoga. The stages carried out in this community service activity include five stages. In the first stage the team determined the respondents, in the second stage the team stated the time for carrying out community service activities, in the third stage the team conducted a pretest about menstrual pain, in the fourth stage the team provided counseling about menstrual pain and yoga to reduce primary menstrual pain, in the fifth stage there was an evaluation by conducting a posttest. The results obtained were that the knowledge of teenagers before the activity was carried out, namely that none of the teenagers had good knowledge, whereas after the counseling was carried out, there were 29 teenagers who had good knowledge. This shows that there is an increase in teenagers' knowledge about yoga to reduce primary hair pain.   ABSTRAK                 Menstruasi/haid merupakan proses pengeluaran darah dari uterus disertai serpihan  selaput dinding uterus pada wanita. Dismenore adalah menstruasi/haid yang mengalami nyeri di perut bagian bawah yang disebabkan oleh peningkatan  hormon prostaglandin, sehingga menyebabkan peningkatan kontraksi uterus dan vasokonstriksi pembuluh darah. Darah yang menuju uterus mengalami peningkatan, tetapi kecukupan oksigen tidak terpenuhi yang akhirnya menyebabkan nyeri. Nyeri haid dapat ditangani baik secara farmakologi ataupun non farmakologi. Salah satu pengobatan non farmakologi yaitu dengan melakukan yoga. Perempuan yang mengalami disminore cenderung aktivitasnya akan terganggu karena mengalami ketidaknyamanan, sehingga akan menghambat produksi hormon endorphin. Remaja putri di SMK Swadaya Temanggung ini ada beberapa siswi yang belum mengetahui dengan benar terkait yoga untuk membantu mengatasi nyeri haid primer. Oleh karena itu, tim tertarik untuk memberikan pemyuluhan tentang yoga untuk mengurasi nyeri haid primer di SMK Swadaya Temanggung. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja bahwa nyeri haid dapat diatasi dengan menggunakan yoga. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian Masyarakat ini meliputi lima tahapan. Tahap satu tim menentukan respondennya, tahap kedua tim menentuka waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, tahap ketiga tim melakukan pretest tentang nyeri haid, tahap keempat tim memberikan penyuluhan tentang nyeri haid dan yoga untuk mengurangi nyeri haid primer, tahap kelima yaitu evaluasi dengan melakukan posttest. Hasil yang didapatkan bahwa pengetahuan remaja sebelum dilakukan kegiatan yaitu pengetahuan remaja tidak ada yang berpengatuan baik sedangkan setelah dilakukan penyuluhan, remaja yang berpengatahuan baik sejumlah 29 responden. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan remaja tentang yoga untuk mengurangi nyeri haid primer.
Ibm Edukasi Kesehatan Totok Wajah Dalam Upaya Mengurangi Ketidaknyamanan pada Ibu Nifas di RS X Masruroh; Dian Cahya Putri; Renny Anjelina; Bunga Asmara Nugra; Alifia Jumeisya Setyawan; Adeya Ilma Permana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3142

Abstract

Post partum is the period that begins after the birth of the placenta and ends when the uterine organs return to their pre-pregnancy state. The post partum period starts from 2 hours after the birth of the placenta until 6 weeks 42 days). During the postpartum period, a woman needs adjustments in carrying out her new activities and role as a mother. Some women can adapt to these changes well, but other women cannot adapt so they will experience anxiety with signs such as rapid mood changes, sadness, likes to cry, loss of appetite, sleep disturbances, indigestion, easily irritable, tired quickly, anxious, and feel lonely. Postpartum mothers often feel anxious because they are making many adjustments, such as increased responsibilities, the presence of new family members who have to be taken care of, chaotic sleep schedules, which puts a burden on the mother both physically and psychologically. The aim of the facial acupressure service activity is to reduce discomfort for postpartum mothers at Hospital There were 10 respondents who took part in the facial acupressure activity. Before the facial acupressure activity was carried out, we conducted interviews and it was found that respondents did not know about facial acupressure and respondents also complained of feeling tired, had headaches and anxiety. , relaxed, comfortable and no longer anxious, so it is necessary to carry out facial acupressure activities as an effort to reduce discomfort in postpartum mothers. Suggestions for hospitals to carry out health education activities for postpartum mothers continuously to increase information and knowledge for postpartum mothers.   ABSTRAK                 Postpartum merupakan masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa postpartum dimulai sejak 2 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu 42 hari. Pada masa nifas seorang perempuan  membutuhkan penyesuaian  dalam menjalani aktifitas serta peran barunya menjadi seorang ibu. Sebagian perempuan dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut dengan baik, akan tetapi sebagian perempuan lainnya tidak dapat menyesuaikan diri sehingga akan mengalami kecemasan dengan tanda – tanda seperti perubahan mood yang cepat, sedih, suka menangis, hilang nafsu makan, gangguan tidur, gangguan pencernaan, mudah tersinggung, cepat lelah, cemas, dan merasa kesepian. Ibu nifas sering merasa cemas karena banyak melakukan penyesuaian seperti tanggung jawab bertambah, kehadiran anggota keluarga baru yang harus diurus, jadwal tidur yang kacau, sehingga membebani ibu baik secara fisik maupun psikologis.Tujuan kegiatan pengabdian totok wajah  untuk mengurangi ketidaknyamanan pada ibu nifas di RS X. Ibu nifas yang mengikuti kegiatan totok wajah sebanyak 10 responden.Sebelum dilakukan kegiatan pengabdian totok wajah, kita melakukan wawancara didapatkan hasil responden belum tahu tentang totok wajah dan responden juga mengeluh merasa leelah, nyeri kepala dan cemas. Setelah dilakukan totok wajah responden mengatakan menjadi mengantuk, rileks, nyaman dan tidak cemas lagi, sehingga perlu dilakukan kegiatan totok wajah sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketidaknyaman pada ibu nifas. Saran bagi rumah sakit melakukan kegiatan penyuluhan Kesehatan pada ibu nifas secara kontinyu untuk menambah informasi dan pengetahuan bagi ibu nifas.
Strategi Fundraising dalam Meningkatkan Perolehan Dana Zakat di LAZ YDSF Surabaya Masruroh; Maryam Bte Badrul Munir
Jurnal Ekonomika dan Bisnis Islam Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jekobi.v7n2.p18-32

Abstract

Fundraising strategies have an important role in increasing the acquisition of zakat funds, but zakat management institutions in implementing fundraising strategies are less than optimal so that seen from the amount of realization of zakat fund collection in Indonesia has a large gap with the potential. This research aims to explain the fundraising strategy at YDSF Surabaya in increasing the acquisition of zakat funds and explaining the obstacles faced by YDSF Surabaya in conducting fundraising activities. The method used is qualitative with a case study approach. Researchers used data collection techniques from interviews using purposive sampling techniques, observation, and also documentation. The result showed that YDSF Surabaya in conducting fundraising strategies used two methods, namely direct fundraising and indirect fundraising conducted offline and online. The obstacles faced are not all fundraising officers master the product, the difficulty of obtaining donor numbers, the less optimal collection throgh institution’s application, the disconection of functions between divisions, limited human resouces and the emergence of similar programs in other amil zakat institutions. By using fundraising strategies, YDSF Surabaya can increase the aquisition of zakat fund every year.
Pengaruh Customer Feedback Terhadap Peningkatan Service Quality Dimediasi Loyalitas Konsumen Pada PT. Pos Indonesia Masruroh
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 4 (2024): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the influence of customer feedback on improving service quality, as well as the role of consumer loyalty as a mediator in this relationship. This research uses quantitative sampling techniques with purposive sampling with the criteria that respondents have previously provided feedback to PT. Pos Indonesia sub-district branch. Paciran, sample size 100 respondents. are customers. The analysis method uses Smart PLS. The results of testing the first hypothesis (H1) show that customer feedback has a positive influence on the service quality variable. This shows that feedback that is received and responded to well by the organization can increase service excellence. The results of testing the second hypothesis show that consumer loyalty can be a mediator in the relationship between customer feedback and service excellence.
Co-Authors Abdul Ghofar Adeya Ilma Permana Afriyani, Luvi Dian Afriyani agil ayu sabila Agustina, Ajeng Ainun Nazilah Alfian Nor Muthia Sarie Alfina Damayanti ALI SORMIN, MUHAMMAD ALI SORMIN Alifia Jumeisya Setyawan Alya Fernanda Khairani Ana Farida Ulfa, Ana Farida ANA ISTIANA Ana Riandari Andriani, Tithin Anggi Anggraeni, Sovia Puspita Anissa Regita Any Sugesti Aridhina Yunita Rahma Aris, Ayub Pratama Armada, Ade Asmida Erliana Simatupang Audina, Yordania Vitax Aulia, Mardianita Ayatullah Sadali Ayu Ismi Hanifah Azizah, Luthfi Nur Bunga Asmara Nugra Cahyaningrum Calesta, Verga Friscyla Chusnul Oktaviana Rachmawati Citra Alif Lia Elliana Arianti Dewi, Kiki Rosita Dian Cahya Putri Diana Novitasari Dianatul Mustafidah Dionysius J. D. H. Santjojo Dwi Prasetyorini Eka Sularsih elviatun nisa, risha nur Enjes Sita, Sang Ayu Putu Eny Lutfiyah Erlangga, Adhitian Deva Eva Desita Sari Evania, Irma Fatichatus Sa’diyah fatimah, nur fatimah Ferdiansyah, Irfan Fitariani, Selvia Fitria Herawati, Fitria FITRIYAH Galih Satriyo Hutomo Hapsari Windayanti Haque, Elva Hidayatul Hartono, Arif Hendri Hermawan Adinugraha Herin Mawarti Hidayansya, Taufik Hidayaturrahmah Husnul Hotimah, Husnul Ianatussoleh Ilham Apri Imam Wahyu Pratama Imroatul Islamia Islamia, Imroatul Isni, Fitri Istiroyah Iswati, Dian Dwi Jaya, Asrul Jumiati KIKI SEPTARIA Komalasari, Tuti Kormil Saputra Kurnia Pratiwi Kurniawati Kusumawan, Ardie Lujeng Muliyati Lusiana Shinta Dewi Lutfianto, Mohammad M. Jauhar Ali Maryam Bte Badrul Munir Maryanti Mauladi, Kemal Farouq Maulana Ibrahim Mawaddah Miftahul Jannah Modanggu, Intan Moneca Dyah Listiyaningsih Mudrikah Mufti Lathif Muhdia Mukhoyyaroh, Nur Indah Musdalifah Nafa Nofitasari NASRUDIN Nikke Agustina Pratiwi Ninsafitri Norna Amalia Sholeha Nova Oktaviani Novadhila Purwaningtyas Nur nafi'iyah Nurhidayatulloh, Farkhan Pambudi, Moch Rio Permana, Aang Panji Pranoto, Heni Pratama, Moh. Iqbal Liayong Puji Catur pujiani Puput Putri Apriliyani Purnamawati, Anni Muslimah Putri, Risma Aliviani rahayu, nisfia lika rahayu Rahmawati, Mamik Rahmawati, Nurhalizah Sugi Renny Anjelina Rifky Aisyatul Faroh Ryan Nabela Maha Rani Saefullah, Lalu Sasminaryati Savitra, Tri Anjani Septiari Candra Puspitasari Shinta Lutfiani Sidarti P.T intan Surullah Sintia Pagirik Siti Apriyati Siti Ayu Masthuroh Siti Muniroh Soendari Sri Mulyani Sri Renita Utami Sri Sulistyani1 Suryani, Atika Rizki Susiani Heny Sutrisnawati Syaiful Anwar Titis Dwicahya Prabaningrum Ulul Ilmi Vanisa Veftisia, Vistra Venny Thrissia Regitha Cahya Wahyu Indah Lestari Wahyu Kristiningrum Waslikha, Siti Watmawati Wida Puteri Agista Widada, Dharma Widayati Widda A Widya Yunita Ariani Wijaya, Revaldo Rangga Putra Aji Yamba kodi, Elvira Yaumil Agustine Yudi Yuliance Kabak YUNITA Yunita Fajarwati Zulfikar Zuliani