Claim Missing Document
Check
Articles

Found 44 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

Formulasi Tablet Hisap Serbuk Rimbang (Solanum torvum Sw.) menggunakan Metode Granulasi Basah dengan Variasi Konsentrasi Bahan Pemanis Dewa, Fasca; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2831

Abstract

Buah rimbang (Solanum torvum Sw.) memiliki khasiat sebagai antioksidan, antimikroba, antiplatelet, aktivitas diuretik dan digesif. Pada buah rimbang terdapat banyak vitamin seperti A, B1, C, mineral, protein, solasonin, glukoalkoloid, lemak, asam folat, sterolin, dan flavonoid yang memiki sifat antioksidan Pemilihan tablet hisap sebagai salah satu inovasi untuk merintis jalan dalam mengembangkan obat-obatan tradisional, table hisap diharapkan disukai karena mudah disimpan, dikonsumsi dan kelebihannya yang memiliki rasa enak serta berbentukn permen. Metode yang digunakan pada proses pembuatan tablet ini adalah proses pembuatan tablet hisap dengan menggunakan metode granulasi basah yang didalamnya terdapat uji karakteristik fisik granul dan setelah menjadi tablet dilakukan uji mutu fisik sediaan tablet hisap dan selanjutnya dilakukan uji tingkat kesukaan pada para responden terhadap perbandingan konsentrasi variasi pemanis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari mutu karakteristik fisik granul yaitu uji daya alir, sudut diam dan indeks tap mendapatkan hasil yang baik, namun ditiap uji didaptkan hasil terbak pada formula yang berbeda-beda. Mutu sediaan tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan dan waktu hancur juga memenuhi syarat pada tiap formula dan saat dilakukan uji kesukaan. Para finalis menyukai tablet hisap formula 1 yaitu dengan perbandingan manitol : sirplus (1 : 1). Kombinasi pemanis yang disukai para finalis adalah kombinasi 1 : 1 yang mana manitol dan sirplus memiliki kombinasi rasa yang pas untuk indra perasa responden.
Pemanfaatan Perasan Sari Buah Nanas (Ananas Comosus (L). Merr) sebagai Masker Gel Kaki Novita Sari, Helsa; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v3i2.2843

Abstract

Gel memiliki kemampuan melembabkan dengan bahan yang banyak mengandung banyak air, memiliki efek sejuk yang baik digunakan pada cuaca panas. Kemampuan melembabkan suatu sediaan seperti pada gel juga memberikan efek melembutkan, serta mencegah iritasi pada kulit. Sediaan gel lebih banyak digunakan karena rasa dingin pada kulit, mudah menyerap dikulit, dan mudah dicuci. Tujuan penelitian untuk m engetahui masker gel kaki yang mengandung perasan sari buah nanas memiliki karateristik yang baik dan memenuhi syarat, dan untuk mengetahui masker gel kaki yang mengandung perasan sari buah nanas memiliki aktivitas exfoliasi yang baik. Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimental, sampel yang digunakan adalah perasan buah nanas. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif dan kualitatif yang diambil dari hasil pengambilan sampel, pengumpulan sampel, identifikasi sampel, pengelolaan sampel, pembuatan perasan, skrining fitokimia, variasi konsentrasi dari formulasi masker gel, uji mutu fisik dan aktivitas exfoliasi perasan buah nanas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perasan sari buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mempunyai kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, tanin, saponin, glikosida, steroid dan flavonoid, masker gel kaki perasan sari buah nanas memenuhi persyaratan uji mutu fisik yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, dan waktu lama sediaan mengering. Pada uji exfolasi masker gel kaki perasan sari buah nanas memenuhi syarat kelembapan dan elastisitas.
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) Harti, Sri; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3174

Abstract

Infeksi merupakan jenis penyakit yang sering terjadi, terutama infeksi pada kulit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit adalah bakteri Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan beberapa infeksi pada kulit seperti jerawat, bisul, impetigo dan infeksi luka. Bahan alam yang mempunyai potensi sebagai antibakteri adalah buah nanas. Bagian buah nanas yang sering terbuang adalah bonggolnya. Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) mengandung senyawa kimia yang bermanfaat antara lain adalah alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan glikosida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak dan aktivitas antibakteri ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut Etanol 96%. Metode uji aktivitas antibakteri adalah dengan difusi cakram dengan konsentrasi ekstrak bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr) yang digunakan adalah 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bonggol nanas mengandung senyawa metabolit skeunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, glikosida. Ekstrak bonggol nanas memiliki aktivitas antibakteri dengan luas zona hambat pada konsentrasi 3,125; 6,25; 12,5; 25; 50% berturut-turut adalah 0; 10,9; 15,16; 17,53; 22,2 mm. Semakin tinggi konsnetrasi maka semakin luas zona hambatnya. Analisis data menggunakan one way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan bermakna dengan nilai P<0,05. Kata Kunci: Bonggol Nanas, Sabun Cair, Staphylococcus aureus
FORMULASI DAN KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN EMULGEL OLEORESIN CABAI (Capsicum Oleoresin)) A'dilah, Nur; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti; Zulmai Rani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3213

Abstract

Cabai (Capsicum sp) adalah tanaman perdu dari famili solonacae (suku terong-terongan) yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan capsaicin pada cabai disinyalir mampu meredakan rasa sakit atau nyeri. Sensasi panas dari capsaicin ini akan membantu mengurangi nyeri otot dan sendi yang dirasakan. Nyeri dapat diatasi dengan sediaan topikal salah satunya adalah emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan sediaan emulgel oleoresin cabai (Capsicum oleoresin) dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan span 80. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pemeriksaan karakteristik fisik yang dilakukan meliputi organoletis, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, daya lekat, stabilitas dan sentrifugasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan emulgel minyak cabai dapat diformulasikan dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan span 80. Hasil karakteristik fisik sediaan emulgel minyak cabai menunjukkan bahwa F1 adalah formula paling baik dengan hasil pengujian yaitu sediaan homogen; tipe emulsi m/a; pH 6,51; daya sebar 5,9; daya lekat 1.96 detik; tidak memisah pada uji sentrifugasi dan stabil selama 4 minggu penyimpanan pada suhu ruang.
OPTIMASI SEDIAAN EMULGEL OLEORESIN LADA HITAM (Piper nigrum (L.)) SEBAGAI PEREDA NYERI DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Maulana Putri, Yasinta; Sari Lubis, Minda; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3256

Abstract

Lada hitam merupakan buah dari tanaman Piper nigrum yang telah dikeringkan yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Buah lada hitam mengandung senyawa metabolit salah satunya yatu piperin. Senyawa piperin disinyalir dapat meredakan rasa sakit atau nyeri. Nyeri yang dirasakan dapat diatasi dengan sediaan topikal salah satunya emulgel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula optimum sediaan emulgel oleoresin lada hitam (Piper nigrum (L.)) dengan campuran tween 80, span 80 dan propilen glikol yang dihasilkan dari metode Simplex Lattice Design. Tahapan penelitian ini meliputi identifikasi sampel oleoresin lada hitam, optimasi dengan metode Simplex Lattice Design menggunakan software Design Expert® versi 13. Respon yang digunakan meliputi uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Formula optimum yang diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design kemudian diverifikasi dengan SPSS® dengan metode one sapmle t-test. Selanjutnya sediaan emulgel formula optimum dilakukan uji karakteristik fisik, keamanan, kesukaan serta efektivitas sebagai pereda nyeri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula optimum emulgel ladaoleoresin lada hitam yang diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design yaitu tween 80 1%, span 80 5%, dan propilen glikol 5%. Kata kunci : Emulgel, Piper nigrum (L.), Simplex Lattice Design, Formula Optimum, Pereda Nyeri
PERBANDINGAN KADAR PROTEIN PADA KUNING DAN PUTIH TELUR BEBEK REBUS MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL DAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE M. Naufal Rifqi; Daulay, Anny Sartika; Ridwanto; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3350

Abstract

Pendahuluan: Salah satu telur unggas yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah telur bebek Telur merupakan sumber protein hewani dan lauk pauk yang mudah didapat, murah, dan penuh nutrisi. Telur memberikan nutrisi lengkap yang diperlukan untuk pertumbuhan sel. Telur juga menyediakan semua asam amino penting bagi manusia, yang membuatnya menjadi sumber protein berkualitas tinggi. Tujuan: Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingan kadar protein dari kuning dan putih telur bebek rebus menggunakan metode kjeldahl dan spektrofotometri visible. Metode: Metode penelitian yang digunakan untuk mengukur kadar protein kuning dan putih telur bebek rebus menggunakan metode Kjeldahl dan spektrofotometri visible. Metode Kjeldahl meliputi destruksi, destilasi, dan titrasi, sedangkan metode spektrofotometri tampak meliputi pembuatan larutan biuret, penentuan panjang gelombang maksimum, pembuatan kurva standar, dan penentuan kandungan protein sampel. Hasil: Hasil penelitian didapat kadar protein pada telur rebus dengan metode kjeldahl yaitu kuning telur bebek rebus sebesar 9,5363% dan putih telur bebek rebus sebesar 11,6497%. Dengan metode spektrofotometri visible yaitu kuning telur bebek rebus sebesar 8,4794% dan putih telur bebek rebus sebesar 8,64375%. Terdapat perbedaan nyata kadar protein antara metode kjeldahl dengan spektrofotometri visible dengan hasil SPSS nilai Sig. 0,000 < 0,05.
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD DR. PIRNGADI KOTA MEDAN Wilda Septia; Kiki Rawitri; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3351

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk terapi infeksi bakteri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara retrospektif dari bulan Januari – Desember 2023 terhadap 300 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi penggunaan antibiotik berdasarkan data rekam medik yang terdiri dari resep pasien dan catatan pemberian obat. Hasil evaluasi kuantitatif penggunaan antibiotik diperoleh ceftriaxone menjadi antibiotik dengan penggunaan terbanyak yaitu 2142 vial. Diikuti oleh levofloxacin, meropenem dan cefotaxime. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah ceftriaxone (56,06%) pada pasien rawat inap di RSUD Dr. Pirngadi
KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KONSENTRASI BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK DAUN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.f) Kurz.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Pertiwi, Rahma; Haris Munandar Nasution; Rafita Yuniarti; Zulmai Rani
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5147

Abstract

Daun kedondong hutan diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder salah satunya yaitu flavonoid. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas sebagai antibakteri dengan mekanisme menghambat sintesis asam nukleat dan fungsi membran sel. Escherichia coli merupakan bakteri yang sering menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan menguji kadar hambat minimum dan kadar bunuh minimum ekstrak etanol daun kedondong hutan terhadap bakteri Escherichia coli. Kadar hambat minimum ditentukan menggunakan metode dilusi dilanjutkan dengan uji spektrofotometri UV-Vis dan kadar bunuh minimun ditentukan menggunakan metode dilusi yang disebar merata diatas media MHA dengan konsentrasi ekstrak bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 5% dan 7,5% merupakan kadar minimum ekstrak etanol daun kedondong hutan dalam menghambat aktivitas pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol daun kedondong hutan dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri dan dapat dikembangkan lebih lanjut pada bidang kesehatan.
ISOLASI HEMISELULOSA DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) SEBAGAI EMULGATOR DALAM SEDIAAN EMULSI MINYAK IKAN Syafirna, Nada; Dikki Miswanda; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5192

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat yang dihasilkan dari industri pengolahan kelapa sawit. Diketahui TKKS mengandung hemiselulosa yang dapat dimanfaatkan dalam bidang farmasi. Tujuan penelitian ini untuk mengisolasi hemiselulosa dari TKKS dan memformulasikan sebagai emulgator pada sediaan emulsi minyak ikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan tahapan meliputi isolasi hemiselulosa TKKS dengan menggunakan metode ekstraksi alkali dengan NaOH 0,05N, 0,1N, 0,2N, 0,3N, 0,5N, kemudian karakterisasi hemiselulosa meliputi uji organoleptis, uji kelarutan, uji FTIR (Fourier Transform Infra Red) dan uji SEM (Scanning Elektron Microscope). Hemiselulosa yang telah diperoleh digunakan sebagai emulgator dalam sediaan emulsi, kemudian dilakukan uji evaluasi sediaan seperti uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe emulsi, uji redispersi, dan uji viskositas. Hasil dari isolasi hemiselulosa TKKS mendapatkan hasil terbaik pada konsentrasi NaOH 0,5N menghasilkan randemen 12,84%. Hasil formula sediaan emulsi kombinasi hemiselulosa yang terbaik adalah F5 dengan perbandingan gom arab : hemiselulosa (2:1). Sediaan emulsi homogen, hasil uji pH formula F1 dan F5 memenuhi syarat pH emulsi oral pada rentang 5-7,5. Hasil uji tipe emulsi yaitu A/M, hasil uji viskositas F1, F3, F4, F5 sudah memenuhi syarat sesuai SNI yaitu 2000-50.000 cPs. Hemiselulosa TKKS dapat menjadi emulgator pada emulsi minyak ikan pada formula kombinasi.
FORMULASI NANOGEL TABIR SURYA EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. f. Oktavia, Zela; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita; Pulungan, Ainil Fithri
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2026): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i2.6242

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm. f.) dikenal sebagai tanaman herbal yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat karena kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanogel tabir surya berbahan dasar ekstrak etanol lidah buaya untuk melihat kemampuan sebagai tabir surya dengan cara menghitung nilai sun protection factor. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% lalu diuji senyawa metabolit sekunder. Dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, serta uji nilai SPF sebagai penanda aktivitas tabir surya. Sediaan nanogel diformulasikan ke dalam tiga konsentrasi berdasarkan hasil pengujian antioksidan ekstrak lidah buaya. Hasil menunjukkan bahwa sediaan nanogel memiliki karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan sediaan topikal. Nilai IC50 dari ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai IC50 sebesar 116,148 µg/ mL. Nilai SPF dari sediaan nanogel berada dalam rentang proteksi sedang dan memiliki nilai tertinggi pada konsentrasi 2500 ppm pada setiap formula. Dengan demikian, nanogel ekstrak lidah buaya berpotensi dikembangkan sebagai sediaan tabir surya alami dengan cara meningkatkan konsentrasi ekstrak sebagi zat aktif yang efektif melindungi kulit dari efek buruk sinar UV dan radikal bebas. Kata Kunci: Lidah buaya, nanogel, antioksidan, tabir surya. ABSTRAC Aloe vera (Aloe vera (L.) Burm. f.) is known as a herbal plant with strong antioxidant activity due to its secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. This study aims to develop a sunscreen nanogel formulation based on aloe vera ethanol extract to assess its efficacy as a sunscreen by calculating the sun protection factor (SPF) value. The extract was obtained through maceration using 96% ethanol solvent, followed by testing for secondary metabolites. Antioxidant activity was assessed using the DPPH method, and SPF value was determined as an indicator of sunscreen efficacy. The nanogel formulation was prepared in three concentrations based on the antioxidant activity test results of the aloe vera extract. The results showed that the nanogel formulation had physical characteristics consistent with the requirements for topical formulations. The IC50 value of the extract indicated moderate antioxidant activity with an IC50 value of 116.148 µg/mL. The SPF value of the nanogel formulation falls within the moderate protection range and reaches its highest value at a concentration of 2500 ppm in each formulation. Thus, aloe vera extract nanogel has the potential to be developed as a natural sunscreen formulation by increasing the concentration of the extract as an effective active ingredient to protect the skin from the harmful effects of UV rays and free radicals. Keywords: Aloe vera, nanogel, antioxidant, sunscreen.
Co-Authors A'dilah, Nur Adela Octi Dwiyani Adelia Ramadani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Afriati, Nelsi Afrida Yeti Aliza, Ulfa Andjelie, Tiara Anggraini, Dea Puspa Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Ariandi Arianti, Sellin Arina Asmarani, Asmarani Aula, Rizki Pebri Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Awanis, Safirah Bilal, Mohd. Chairina Milda Cindy Marlina Tambunan Cut Erika Maulydya D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang Dama Yanti, Fradilla Daniel Happy Putra Debi Meilani Dewa, Fasca Dewi Firmayani Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dina Veranika Dinda Sari Utami Eva Fransiska Fahmi Fahmi Farida Yani Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Humaira, Yara Hutagalung, Riris Br Hutagalung, Victor H Ika Fitriani Indah Nasution Indri Juliarni Inna Myesha Jurida, Wike Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khairina Khairunnisa , Ardina Kiki Rawitri Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Minda Sari Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail Luthfianida, Arifna M Pandapotan Nasution M. Naufal Rifqi M. Pandapotan Nasution Maharani, Suci Mambang, D Elysa Putri Maulana Putri, Yasinta Mayani, Nurhikma Maysarah, Aulya Metami Sihombing, Juliana Meylisa Pratami Br Sinaga Milwani Harahap Minda Sar Lubis Miranza, Nona Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Ari Mukhtizar Muhammad Pandapotan Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Muslim, Nur’Aini Jumah Nasri Nasri, Nasri Nasution, M. Pandapotan Natasya, Siti Adinda Nia Novranda Pertiwi Novi Yuliandari Novia Sari Novita Sari, Helsa Nur Asia, Nur Nur, Hijrotun Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurliansyah, Nurliansyah Nursyafira, Arini Oktavia, Zela Pasaribu, Mesi Wilia Afrima Pasaribu, Mesi Willia Afrima Peri , Peri Peri, Peri Pertiwi, Rahma Purba, Juvantri Fablo Puteri, Cut Intan Annisa Putri Theresia Harianja Putri, Nadya Iwani Rahma Maulidia Fitri Rambe, Sitiapsah Reza Irma Riani, Nur Aslin Ricky Andi Syahputra Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Ridwanto Rifqi, M. Ainur Risma Fauziah Pasaribu Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia Rukmana, Siti Sagita Marina Simatupang Samosir, Anzly Hasian Saragih, Aqilah Mutmainnah Sari Lubis, Winda Sari, Syilvi Rinda Sartika Daulay, Anny Shinta Mida Ariani Harahap Siagian , Anggi Yani Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sindy Putri Utami Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Anisa Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Natalia Saragih Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Sunita, Della Syafa Nadira Ashiilah Syafirna, Nada Syahputra, Ricky Andi Syarifah Aulia Tasya Ardana Tia Nazilla Tri Damaiyanti Ummi Khairani Rambe Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Wahdaniati , Tri Wijiyaningsih, Dinda Wilda Septia Winda Aulia Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuni Sartika Zahara, Fitria Siti Zannah , Muhamad Zhafirah, Rana Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani