p-Index From 2021 - 2026
12.221
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Proceeding International Conference on Global Resource Conservation Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Jurnal Florea Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Al Ishlah Jurnal Pendidikan DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Bioedukatika Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Atrium Pendidikan Biologi Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) UNM Environmental Journals Jurnal Biogenerasi Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Community Education Engagement Journal JIPB (Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi) Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Concept: Journal of Social Humanities and Education Biology and Education Journal (BaEJ) Multiverse: Open Multidisciplinary Journal Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) DIDAKTIKA Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM) PAIDAGOGIA Jurnal Ilmu Pendidikan Biologi dan IPA
Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Variasi Media Pembelajaran yang Digunakan Oleh Guru Biologi Di  SMA Negeri 11 Pekanbaru Tasya Bahira; Nurul Fauziah; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan | E-ISSN : 3031-7983 Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV.ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify variations in learning media used by biology teachers at State Senior High School 11 Pekanbaru. The study used a qualitative descriptive design with two biology teachers as subjects. Data were collected through interviews and analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that teachers consistently use media at every meeting, including technology-based and non-technology media. Technological media such as PowerPoint, videos, animations, digital modules, as well as the use of AI and QR code-based attendance are considered effective in increasing student engagement and understanding of abstract biology material. The main obstacle, namely network and power outages, was overcome by the use of alternative media. These findings indicate that a variety of learning media has been implemented to support the effectiveness of biology learning.
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK METODE TAKAKURA Mellisa; Delma Saputri; Hidayati, Nurkhairo; Fitriyeni; Waltriandi, Yandri
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i1.132

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang pengolahan sampah rumah tangga melalui pembuatan pupuk organik menggunakan metode Takakura. Metode ini diimplementasikan sebagai solusi dalam mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mengubahnya menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Melalui pendekatan edukasi, masyarakat diajarkan praktik-praktik pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan dan efisien. Kegiatan ini melibatkan pelatihan langsung di komunitas dengan menggunakan "Keranjang Takakura" sebagai alat sederhana untuk mengolah sampah organik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan minat dan partisipasi masyarakat dalam praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangkitkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan hasil pupuk organik sebagai upaya mendukung pertanian lokal. Dengan kesuksesan dan antusiasme yang terlihat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di berbagai komunitas.
PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENERAPAN DEEP LEARNING DI SMAN 3 SIAK HULU Alvina Tuzzahra Salsabila; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati; Suryanti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendekatan deep learning pada pembelajaran Biologi di SMAN 3 Siak Hulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan semua guru Biologi yang menjadi responden melalui angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan kesiapan guru berada pada kategori baik, ditandai dengan pemahaman yang cukup mengenai konsep deep learning meskipun penerapannya masih belum sepenuhnya konsisten. Dukungan sekolah serta ketersediaan sarana dan prasarana berada pada kategori cukup baik, namun keterbatasan akses internet dan perangkat pembelajaran masih menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan berpikir mendalam. Karakteristik dan motivasi siswa juga berada pada kategori cukup baik, tetapi kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri siswa masih bervariasi. Secara keseluruhan, implementasi deep learning di SMAN 3 Siak Hulu sudah mulai terbentuk, namun belum optimal karena dipengaruhi oleh faktor guru, fasilitas pembelajaran, serta kesiapan siswa.
PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENERAPAN DEEP LEARNING DI SMPN 25 PEKANBARU Siska Firanda; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6781

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran berbasis deep learning di SMPN 25 Pekanbaru, di mana pendekatan ini telah diterapkan secara formal namun masih menghadapi berbagai tantangan praktis. Penelitian ini bertujuan memetakan faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi implementasi melalui empat indikator utama: kompetensi dan kesiapan guru, dukungan institusional, sarana dan lingkungan pembelajaran, serta karakteristik peserta didik. Metode yang dig unakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data dari seluruh guru IPA melalui angket skala Likert yang dilengkapi wawancara. Analisis statistik deskriptif berdasarkan kategori Arikunto (2010) menunjukkan bahwa seluruh indikator berada pada kategori “baik”: kompetensi dan kesiapan guru 64,6%, dukungan institusional 76%, sarana dan prasarana 64,6%, serta karakteristik dan motivasi peserta didik 64,6%. Dukungan institusional muncul sebagai faktor terkuat, mencerminkan komitmen sekolah yang tinggi. Meski demikian, masih ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan fasilitas digital, perbedaan kemampuan siswa, dan kebutuhan pelatihan lanjutan. Secara keseluruhan, faktor pendukung lebih dominan dibandingkan faktor penghambat, sehingga implementasi deep learning di SMPN 25 Pekanbaru dinilai cukup kondusif namun tetap memerlukan penguatan kompetensi guru dan pemerataan dukungan teknologi.
IDENTIFIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPA YANG DI GUNAKAN GURU DI SMP NEGRI 4 SIAK HULU Restu Anastiya; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6782

Abstract

Penerapan pendekatan deep learning dalam Kurikulum Merdeka masih menghadapi tantangan empiris terkait variasi pemahaman dan penerapan model pembelajaran oleh guru IPA, khususnya pada sekolah yang berada dalam tahap awal implementasi kurikulum. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi model-model pembelajaran yang digunakan guru IPA di SMP Negeri 4 Siak Hulu, faktor pertimbangan pemilihannya, serta keterkaitannya dengan prinsip deep learning. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan lima guru IPA sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan deskripsi kualitatif pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap model pembelajaran berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 84,8%. Model Problem Based Learning dan Project Based Learning merupakan model yang paling dominan diterapkan karena dinilai efektif meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa serta sesuai dengan keterbatasan waktu pembelajaran. Sebaliknya, penerapan Discovery Learning dan Inquiry Learning masih terbatas akibat keterbatasan sarana dan tantangan pengelolaan kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru telah menerapkan model pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka, namun peningkatan kompetensi guru dan dukungan fasilitas masih diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi deep learning.
IDENTIFIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPA YANG DIGUNAKAN GURU DI SMP 25 PEKANBARU Septina Anggraini; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model-model pembelajaran yang diterapkan oleh guru IPA di SMP Negeri 25 Pekanbaru serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan dan penerapannya di kelas. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan data diperoleh dari lima orang guru melalui angket skala Likert dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai berbagai model pembelajaran, termasuk Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), Discovery Learning, dan Inquiry Learning. Dalam implementasinya, guru lebih sering menggunakan Discovery Learning dan PjBL karena dinilai sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan belajar peserta didik. Pemilihan model pembelajaran dipengaruhi oleh tujuan pembelajaran, kesiapan siswa, kompleksitas materi, serta ketersediaan sumber belajar. Guru juga melakukan evaluasi dan refleksi secara rutin melalui analisis hasil belajar serta diskusi dengan rekan sejawat. Secara keseluruhan, praktik pembelajaran IPA di SMP Negeri 25 Pekanbaru telah berjalan dengan baik, meskipun peningkatan fasilitas dan pengembangan profesional berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.
Identifikasi Pembealajaran Ipa Dan Penggunaan E-Modul Di Smp Negeri 2 Kabun, Rokan Hulu Luthfi Qolbiah; Siti Robiah; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Ilmu Pendidikan Biologi dan IPA Vol. 2 No. 1 (2026): MUBIPA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/mubipa.v2i1.1090

Abstract

This study aims to describe the condition of science learning and the need for e-module development at SMP Negeri 2 Kabun. A descriptive mixed-methods approach was employed. Data were collected through interviews with two science teachers and questionnaires administered to 30 students from grades VII, VIII, and IX. The results indicate that students’ understanding and learning experiences in science are categorized as high (73.2%). However, the use of learning media remains low (36%), students’ need for science e-modules is very low (27%), and learning style support is also very low (20.4%). These findings highlight the need to develop interactive science e-modules to enhance students’ motivation, conceptual understanding, and independent learning.
Kajian Awal Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Digital Untuk Pelajaran Biologi Di SMAN 2 Siak Hulu Salsa Belia Ayu Tryani; Nurul Fauziah; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Ilmu Pendidikan Biologi dan IPA Vol. 2 No. 1 (2026): MUBIPA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/mubipa.v2i1.1105

Abstract

The development of digital technology has had a significant impact on the field of education, particularly in Biology learning at the senior high school level, which involves many abstract concepts and requires strong visualization. Digital-based learning media have become one of the solutions to improve the quality of learning. This study aims to analyze the initial needs for the development of digital-based learning media in Biology subjects at SMAN 2 Siak Hulu. The research method used was descriptive quantitative. The research population consisted of eleventh-grade students, with a sample of four students selected using simple random sampling techniques. Data collection techniques included interviews and needs assessment questionnaires. The data were analyzed descriptively using quantitative methods by converting Likert scale scores into percentages. The results showed an average score of 79.44%, categorized as strongly agree, indicating that students have a high need for digital learning media to enhance learning interest, conceptual understanding, and the overall effectiveness of Biology learning.
Analisis Kebutuhan E-Modul Biologi Terintegrasi Nilai IMTAQ DiKelas XI SMA Negeri 1 Pekanbaru Salsa Mulani Putri; Siti Robiah; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Ilmu Pendidikan Biologi dan IPA Vol. 2 No. 1 (2026): MUBIPA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/mubipa.v2i1.1113

Abstract

This study aimed to identify the need for Biology e-modules integrated with faith and piety (IMTAQ) values by teachers and eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Pekanbaru. The e-module is an electronic-based teaching material accessible through computers or Android devices and contains text, images, videos, and learning content integrating IMTAQ values. This study was conducted in the 2025/2026 academic year using a descriptive qualitative and quantitative approach (mixed methods). Data were collected through interviews with Biology teachers and questionnaires distributed to 30 eleventh-grade students. The results showed that teachers had not yet used independently developed e-modules, and the integration of IMTAQ values in Biology learning was still limited and not systematic. Based on the data analysis, it can be concluded that both teachers and students highly need an IMTAQ-integrated Biology e-module to enhance students’ understanding of the material, learning motivation, and the development of religious character. 
Persepsi Dan Keterampilan Guru Dalam Mengintegrasikan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Dalam Pembelajaran Ipa Di Smp Negeri 4 Siak Hulu Gita Septi Rahmadwi; Iffa Ichwani Putri; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Ilmu Pendidikan Biologi dan IPA Vol. 2 No. 1 (2026): MUBIPA - Januari
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/mubipa.v2i1.1121

Abstract

This study aims to describe science teachers’ perceptions and skills in integrating Higher Order Thinking Skills (HOTS) in science learning at SMP Negeri 4 Siak Hulu. The study employed a descriptive approach using a mixed methods design. The research subjects consisted of five science teachers. Data were collected through closed-ended questionnaires and semi-structured interviews. Questionnaire data were analyzed using descriptive quantitative techniques by calculating percentages, while interview data were analyzed descriptively using a qualitative approach to support and strengthen the quantitative findings. The results indicate that teachers’ understanding of HOTS is categorized as very good with a percentage of 95%, teachers’ attitudes toward HOTS are categorized as very good with a percentage of 90%, teachers’ skills in planning and implementing HOTS-based learning are categorized as good with a percentage of 85%, and the evaluation of HOTS-based learning is categorized as very good with a percentage of 88%. The interview results reveal that teachers understand HOTS as higher-level thinking skills involving analysis, evaluation, and the application of concepts, and they consider HOTS to be important in science learning. However, teachers still encounter several challenges in implementing HOTS, such as differences in students’ abilities, limited facilities, and the availability of supporting learning materials. Based on these findings, it can be concluded that science teachers have demonstrated good perceptions and skills in integrating HOTS into science learning. Nevertheless, continuous improvement and institutional support are still required to optimize the implementation of HOTS in classroom practice. 
Co-Authors Aisya, Selvira Alviany Dwi Syafitri Alvina Tuzzahra Salsabila Anthonia, Salshadilla Apriza Fitriani Armayati, Leni Astriani, Meli Aulia, Nur Rahmatul Bekti Pardana, Sanovriharisa Budi, Setia Cahaya, Nilam Cahyana, Rendra Danti Aulia Sari Delma Saputri Desti Desti Desti Desti, Desti Diana Molly Edo Praguna Elfis Elfis, Elfis Fernandez, Vandi Fira Herlini Fitri Arsih Fitria, Marini Fitriyeni Fitriyeni Fitriyeni Fitriyeni Fitriyeni, Fitriyeni Gita Septi Rahmadwi Gustriya, Reni Hasniyati, Hasniyati Hermalia, Rosa Hidayah, Marissa Nur Ibnu Hajar Ibnu Hajar Ichwani Putri, Iffa Imania Imania, Imania Laila Witra Laili Rahmi, Laili Lala Oktaviani Leni Armayati Leni Indriana Linda Safitri Lismayani Fauziyah Luthfi Qolbiah Maharani, Dhiyah Maylani, Kasih Mega Khairani Ulfa Mellisa mellisa Mellisa Mellisa Mellisa, Mellisa Mutiara Mutiara Nababan, Bunga Nabila Yenanta Nabila, Putri Naswa Adinda Ramadhani Nilam Cahaya Novriandini, Novita Ayu Nur Fitri Mitha Sayuti Nurani, Fitri Nurhalizah, Siti Nurul Fauziah Nurul Fauziah Nurul Fauziah Oktariani Oktaviani, Lala Pamayanti, Evi Pebriani Peny Husna Handayani, Peny Husna Puspitasari, Sandra Putri Ade Rahma Yulis Putri, Dhia Awalia Putri, Iffa Ichwani Rahmahwati, Laily Rahmayulis, Putri Ade Rahmayumita, Restesa Ramadani, Alia Ramadhani, Hafifa Nur Rani, Dewi Atika Restesa Rahmayumita Restesa Rahmayumita Restesa Rahmayumita Restu Anastiya Riadatil Fitri Rika Deliana Rini Dwi Lestari Rini Dwi Lestari Rini Dwi Lestari, Rini Dwi Rini Santia Robiah, Siti Rosa Hermalia Safitri, Linda Said Muhammad Al Abrar Salsa Belia Ayu Tryani Salsa Mulani Putri Salsabila, Zahra Anandita Salshadilla Anthonia Santika, Rosi saputri, delma Sari Herlina Sari Nainggolan, Natalia sari, yelfira Selvira Aisya Sepita Ferazona Sepita Ferazona Septina Anggraini Simamora, Jenny Br Siregar, Ade Siti Khairunnisa Siska Ferastia Siska Firanda Siti Nurhayati Siti Robiah Siti Robiah Siti Sofea Siti Zubaidah Sri Amnah Sukarni Sulistiawati, Dea Sumandar SURYANTI Suryanti Suryanti Suryanti Suryanti Suryanti Suryanti Swastika, Amelia Tasya Bahira Tengku Idris, Tengku Tengku Ritawati Tunnisa, Liza Fadillah Ummi Kalsum Ummi Kalsum Ummi Kalsum Vera Rahmadhani Wahyu Anggrayeni Wahyuni, Fadma Waltriandi, Yandri Windy Martuty Wulandari Saputri, Wulandari Wulandari, Manja Septi Yandri Waltriandi yelfira sari Yeyendra Yeyendra Yustini, Suri Zakiah Rizky Riyanti