p-Index From 2021 - 2026
13.907
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Bio-Pedagogi : Jurnal Pembelajaran Biologi Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Proceeding International Conference on Global Resource Conservation Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia Jurnal Florea Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Al Ishlah Jurnal Pendidikan DIDAKTIKA BIOLOGI: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Bioedukatika Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Atrium Pendidikan Biologi Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) UNM Environmental Journals Jurnal Biogenerasi Jurnal Paedagogy Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Community Education Engagement Journal JIPB (Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi) Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jurnal Kajian Pendidikan IPA Concept: Journal of Social Humanities and Education Biology and Education Journal (BaEJ) Multiverse: Open Multidisciplinary Journal Jurnal Edukasi Biologi Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat: EDUABDIMAS Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Ilmu Sosial Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Jurnal Pendidikan Sains dan Teknologi Terapan Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik (IDENTIK) DIDAKTIKA Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM) PAIDAGOGIA Jurnal Ilmu Pendidikan Biologi dan IPA
Claim Missing Document
Check
Articles

PKM EDUKASI POLA HIDUP SEHAT DAN KESEHATAN REPRODUKSI KEPADA MASYARAKAT DUSUN PULAU EMPAT DESA EMPAT BALAI KABUPATEN KAMPAR Nurul Fauziah; Nurkhairo Hidayati; Mellisa; Ibnu Hajar; Sepita Ferazona; Suryanti; Siti Robiah; Yeyendra
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024 : Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v2i1.52

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi mngenai pola hidup sehat dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat Dusun Pulau Empat. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan cara wawancara, pemberian edukasi, diskusi, dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa masyarakat Dusun Pulau Empat masih ada yang belum menjalankan pola hidup sehat dan masih ada yang belum memahami cara menjaga kesehatan organ reproduksi pada usia lanjut. Kesimpulannya adalah setelah dilakukannnya kegiatan pengabdian masyarakat masyarakat Dusun Pulau Empat ke depannya akan lebih konsisten dalam menjalankan pola hidup sehat dan lebih memperhatikan kesehatan organ reproduksi terutama pada usia lanjut.
BAHAYA GEDJET SECARA FISIK DAN PSIKIS UNTUK SISWA SMP YABRI TERPADU PEKANBARU Sepita Ferazona; Suryanti; Nurkhairoh Hidayati; Ummi Kalsum; Tengku Ritawati; Nurmalinda; Yeyendra
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Desember 2024 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v2i3.82

Abstract

Generasi muda merupakan tulang punggung bangsa yang perlu dipersiapkan dengan baik, salah satunya dengan membekali mereka pemahaman tentang bahaya perilaku negatif seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan dampak penggunaan gadget secara berlebihan. Artikel ini membahas hasil pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi bertema "Bahaya Gadget Secara Fisik dan Psikis" di SMP YABRI Terpadu Pekanbaru, pada 20 Oktober 2024. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa terkait dampak negatif gadget terhadap kesehatan fisik dan psikis, termasuk penurunan motivasi belajar, gangguan fungsi otak, hingga efek pada karakter anak. Metode kegiatan meliputi penjelasan materi, diskusi, dan partisipasi aktif dari siswa serta guru. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, dengan peningkatan pemahaman tentang bahaya penggunaan gadget secara berlebihan serta solusi untuk mengurangi dampaknya, seperti pengawasan orang tua, pembatasan waktu penggunaan, dan alternatif kegiatan yang bermanfaat. Dampak positif dari kegiatan ini terlihat pada kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan waktu yang bijak dalam penggunaan gadget untuk mendukung pembentukan karakter yang sehat. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan dengan partisipasi aktif dari sekolah dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung. Selain itu, hasil kegiatan dipublikasikan sebagai referensi akademik untuk program serupa di masa mendatang.
EDUKASI PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK METODE TAKAKURA Mellisa; Delma Saputri; Nurkhairo Hidayati; Fitriyeni; Yandri Waltriandi
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i1.132

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang pengolahan sampah rumah tangga melalui pembuatan pupuk organik menggunakan metode Takakura. Metode ini diimplementasikan sebagai solusi dalam mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan mengubahnya menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Melalui pendekatan edukasi, masyarakat diajarkan praktik-praktik pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan dan efisien. Kegiatan ini melibatkan pelatihan langsung di komunitas dengan menggunakan "Keranjang Takakura" sebagai alat sederhana untuk mengolah sampah organik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan minat dan partisipasi masyarakat dalam praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangkitkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan hasil pupuk organik sebagai upaya mendukung pertanian lokal. Dengan kesuksesan dan antusiasme yang terlihat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di berbagai komunitas.
Respon Peserta Didik dan Guru Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis di SMAN 15 Pekanbaru Naswa Adinda Ramadhani; Sepita Ferazona; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3781

Abstract

Pendidikan pada kurikulum merdeka ini menuntut siswa untuk berpikir kritis dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon peserta didik dan guru terhadap kemampuan berpikir kritis di SMAN 15 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sampel yaitu 1 orang guru Biologi dan 1 peserta didik tiap kelasnya. Hasil penelitian menunjukkan guru sudah sering memberikan evaluasi yang berkaitan dengan berpikir kritis dan siswa juga sudah terbiasa dengan soal berpikir kritis. Soal diberikan dalam berbagai variasi. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu (1) Dalam pembelajaran, guru sudah membiasakan melakukan evaluasi dalam pembelajaran dengan soal berpikir kritis. (2) Soal berpikir kritis yang diberikan sudah sesuai dengan modul dan materi yang diajarkan. (3) Evaluasi yang diberikan guru dilakukan dalam berbagai bentuk seperti soal pilihan ganda, essay, google form, dan website Quizziz. (4) Peserta didik ada yang merasa hasil evaluasinya memuaskan, cukup memuaskan, dan ada juga yang pernah melakukan remedial karena hasilnya belum mencapai KKTP.
SURVEI PENGGUNAAN E-MODUL SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI DI KELAS X SMAN 3 SIAK HULU Edo Praguna; Suryanti; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3812

Abstract

This research is motivated by the low use of electronic teaching materials, so that students are less active in the learning process and students find it difficult to understand the concepts of biology subjects. The aim of this research is to determine the use of e-modules as teaching materials in biology subjects. This research uses a quantitative descriptive method using research instruments, namely observation sheets, interviews and questionnaires. The results of this research indicate that students need to use e-modules in biology class subjects X SMAN 3 Siak Hulu Based on the results of observations, interviews and filling out questionnaires, it shows that e-modules are needed by students with a percentage of 73.33%, so it can be concluded that this is based on students' habits and needs when studying using technology such as smartphones, laptops, computers, or technology-based media can access the e-module.
SURVEI E-MODUL SEBAGAI BAHAN AJAR BIOLOGI DI KELAS X SMAN 14 PEKANBARU Alviany Dwi Syafitri; Suryanti; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 3 (2025): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i3.4109

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan hasil analisis kebutuhan siswa kelas X di SMAN 14 Pekanbaru terkait penggunaan e-modul dalam pembelajaran biologi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang melibatkan 38 siswa melalui survei, wawancara, dan kuesioner. Dimana dapat terlihat dari hasil presentase angket kebutuhan pada peserta didik bahwa 73,71% hasil yang di dapatkan termasuk kategori "Butuh" terhadap bahan ajar berupa e-modul. Siswa menyatakan bahwa mereka merasa bosan dengan penggunaan buku cetak saja dan lebih memahami materi ketika diajarkan dengan metode yang interaktif dan bervariasi. Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru, baik secara lisan maupun tulisan, menekankan pentingnya pendekatan pengajaran yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa e-modul memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam mata pelajaran biologi.
PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENERAPAN DEEP LEARNING DI SMAN 3 SIAK HULU Alvina Tuzzahra Salsabila; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati; Suryanti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pendekatan deep learning pada pembelajaran Biologi di SMAN 3 Siak Hulu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan semua guru Biologi yang menjadi responden melalui angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan kesiapan guru berada pada kategori baik, ditandai dengan pemahaman yang cukup mengenai konsep deep learning meskipun penerapannya masih belum sepenuhnya konsisten. Dukungan sekolah serta ketersediaan sarana dan prasarana berada pada kategori cukup baik, namun keterbatasan akses internet dan perangkat pembelajaran masih menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan berpikir mendalam. Karakteristik dan motivasi siswa juga berada pada kategori cukup baik, tetapi kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri siswa masih bervariasi. Secara keseluruhan, implementasi deep learning di SMAN 3 Siak Hulu sudah mulai terbentuk, namun belum optimal karena dipengaruhi oleh faktor guru, fasilitas pembelajaran, serta kesiapan siswa.
PEMETAAN FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT PENERAPAN DEEP LEARNING DI SMPN 25 PEKANBARU Siska Firanda; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6781

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pembelajaran berbasis deep learning di SMPN 25 Pekanbaru, di mana pendekatan ini telah diterapkan secara formal namun masih menghadapi berbagai tantangan praktis. Penelitian ini bertujuan memetakan faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi implementasi melalui empat indikator utama: kompetensi dan kesiapan guru, dukungan institusional, sarana dan lingkungan pembelajaran, serta karakteristik peserta didik. Metode yang dig unakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data dari seluruh guru IPA melalui angket skala Likert yang dilengkapi wawancara. Analisis statistik deskriptif berdasarkan kategori Arikunto (2010) menunjukkan bahwa seluruh indikator berada pada kategori “baik”: kompetensi dan kesiapan guru 64,6%, dukungan institusional 76%, sarana dan prasarana 64,6%, serta karakteristik dan motivasi peserta didik 64,6%. Dukungan institusional muncul sebagai faktor terkuat, mencerminkan komitmen sekolah yang tinggi. Meski demikian, masih ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan fasilitas digital, perbedaan kemampuan siswa, dan kebutuhan pelatihan lanjutan. Secara keseluruhan, faktor pendukung lebih dominan dibandingkan faktor penghambat, sehingga implementasi deep learning di SMPN 25 Pekanbaru dinilai cukup kondusif namun tetap memerlukan penguatan kompetensi guru dan pemerataan dukungan teknologi.
IDENTIFIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPA YANG DI GUNAKAN GURU DI SMP NEGRI 4 SIAK HULU Restu Anastiya; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6782

Abstract

Penerapan pendekatan deep learning dalam Kurikulum Merdeka masih menghadapi tantangan empiris terkait variasi pemahaman dan penerapan model pembelajaran oleh guru IPA, khususnya pada sekolah yang berada dalam tahap awal implementasi kurikulum. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi model-model pembelajaran yang digunakan guru IPA di SMP Negeri 4 Siak Hulu, faktor pertimbangan pemilihannya, serta keterkaitannya dengan prinsip deep learning. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang melibatkan lima guru IPA sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan deskripsi kualitatif pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap model pembelajaran berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 84,8%. Model Problem Based Learning dan Project Based Learning merupakan model yang paling dominan diterapkan karena dinilai efektif meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa serta sesuai dengan keterbatasan waktu pembelajaran. Sebaliknya, penerapan Discovery Learning dan Inquiry Learning masih terbatas akibat keterbatasan sarana dan tantangan pengelolaan kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru telah menerapkan model pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum Merdeka, namun peningkatan kompetensi guru dan dukungan fasilitas masih diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi deep learning.
IDENTIFIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPA YANG DIGUNAKAN GURU DI SMP 25 PEKANBARU Septina Anggraini; Ibnu Hajar; Nurkhairo Hidayati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi model-model pembelajaran yang diterapkan oleh guru IPA di SMP Negeri 25 Pekanbaru serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan dan penerapannya di kelas. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan data diperoleh dari lima orang guru melalui angket skala Likert dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai berbagai model pembelajaran, termasuk Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), Discovery Learning, dan Inquiry Learning. Dalam implementasinya, guru lebih sering menggunakan Discovery Learning dan PjBL karena dinilai sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan belajar peserta didik. Pemilihan model pembelajaran dipengaruhi oleh tujuan pembelajaran, kesiapan siswa, kompleksitas materi, serta ketersediaan sumber belajar. Guru juga melakukan evaluasi dan refleksi secara rutin melalui analisis hasil belajar serta diskusi dengan rekan sejawat. Secara keseluruhan, praktik pembelajaran IPA di SMP Negeri 25 Pekanbaru telah berjalan dengan baik, meskipun peningkatan fasilitas dan pengembangan profesional berkelanjutan tetap diperlukan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara optimal.
Co-Authors Aisya, Selvira Al Abrar, Said Muhammad Alviany Dwi Syafitri Alvina Tuzzahra Salsabila Andri Hendrizal Anthonia, Salshadilla Aprilia, Minel Apriza Fitriani Armayati, Leni Aulia, Nur Rahmatul Bekti Pardana, Sanovriharisa Budi, Setia Cahaya, Nilam Cahyana, Rendra Chairunnisa, Sheilla Danti Aulia Sari Delma Saputri Desti Desti Desti Desti, Desti Diana Molly Edo Praguna Elfis Elfis, Elfis Fernandez, Vandi Fira Herlini Fitri Arsih Fitria, Marini Fitriyeni Fitriyeni Fitriyeni Fitriyeni Fitriyeni, Fitriyeni Gita Septi Rahmadwi Gustriya, Reni Hajar , Ibnu Hasniyati, Hasniyati Hermalia, Rosa Hidayah, Marissa Nur Ibnu Hajar Ibnu Hajar Ibnu Hajar Ichwani Putri, Iffa Imania imania Imania, Imania Kalsum , Ummi Laila Witra Laili Rahmi, Laili Lala Oktaviani Leni Armayati Leni Indriana Lestari , Wiwit Yuli Linda Safitri Lismayani Fauziyah Luthfi Qolbiah Maharani, Dhiyah Maylani, Kasih Mega Khairani Ulfa meli Astriani Mellisa mellisa Mellisa Mellisa Mellisa, Mellisa Mutiara Mutiara Nababan, Bunga Nabila Yenanta Nabila, Putri Naswa Adinda Ramadhani Nilam Cahaya Novriandini, Novita Ayu Nur Fitri Mitha Sayuti Nurani, Fitri Nurhalizah, Siti Nurmalinda Nurul Fauziah Nurul Fauziah Nurul Fauziah Oktariani Oktaviani, Lala Pamayanti, Evi Pebriani Pebriani Peny Husna Handayani, Peny Husna Prasetyo, Farid Agung Puspitasari, Sandra Putri Ade Rahma Yulis Putri, Dhia Awalia Putri, Iffa Ichwani Putri, Nur Diana Rahmahwati, Laily Rahmayulis, Putri Ade Rahmayumita, Restesa Ramadani, Alia Ramadhani, Hafifa Nur Rani, Dewi Atika Restesa Rahmayumita Restesa Rahmayumita Restesa Rahmayumita Restu Anastiya Riadatil Fitri Rika Deliana Rini Dwi Lestari Rini Dwi Lestari Rini Dwi Lestari, Rini Dwi Rini Santia Ritawati, Tengku Robiah, Siti Rosa Hermalia Safitri, Linda Said Muhammad Al Abrar Salsa Belia Ayu Tryani Salsa Mulani Putri Salsabila, Zahra Anandita Salshadilla Anthonia Santika, Rosi saputri, delma Sari Herlina Sari Nainggolan, Natalia sari, yelfira Selvira Aisya Sepita Ferazona Sepita Ferazona Septina Anggraini Simamora, Jenny Br Siregar, Ade Siti Khairunnisa Siska Ferastia Siska Firanda Siti Nurhayati Siti Robiah Siti Robiah Siti Sofea Siti Zubaidah Sri Amnah Sukarni Sulistiawati, Dea Sumandar Suryanti SURYANTI Suryanti Suryanti Suryanti Suryanti Suryanti Swastika, Amelia Tasya Bahira Tengku Idris, Tengku Tengku Ritawati Tengku Ritawati Tunnisa, Liza Fadillah Ummi Kalsum Ummi Kalsum Ummi Kalsum Vera Rahmadhani Wahyu Anggrayeni Wahyuni, Fadma Waltriandi, Yandri Windy Martuty Wulandari Saputri, Wulandari Wulandari, Manja Septi Yandri Waltriandi Yandri Waltriandi yelfira sari Yeyendra Yeyendra Yustini, Suri Zakiah Rizky Riyanti