Claim Missing Document
Check
Articles

Terapi aktivitas kelompok Genggam Bola Karet di Wisma Sakura Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Budi Sejahtera Banjarbaru Wahyudin, Rahmawati; Naipo, Junia Fitria; Rifa, Muhammad; Muliani, Sri; Yellika; Tasalim, Rian; Ilham, Akbar Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.954

Abstract

Proses menua merupakan proses alami yang ditandai dengan penurunan fungsi organ tubuh, termasuk sistem muskuloskeletal yang dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, kekakuan sendi, serta melemahnya kekuatan genggam tangan pada lansia. Kondisi ini sering diperberat oleh kurangnya aktivitas fisik dan imobilisasi berkepanjangan, sehingga berdampak pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup lansia. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Wisma Sakura Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Banjarbaru, sebagian besar lansia mengalami kelemahan ekstremitas atas dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menstimulasi dan meningkatkan kekuatan otot tangan lansia melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan terapi genggam bola karet. Metode pelaksanaan dilakukan melalui analisis situasi sasaran, pemberian edukasi kesehatan, koordinasi dengan mitra, serta implementasi terapi genggam bola karet yang dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan diikuti oleh lima orang lansia perempuan berusia 67–83 tahun. Hasil pengukuran menggunakan handgrip dynamometer menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar lansia memiliki kekuatan otot yang sangat rendah (0,0–0,4 kg). Setelah terapi, dua responden menunjukkan peningkatan kekuatan genggam tangan, meskipun masih dalam kategori rendah, sementara responden lainnya belum menunjukkan perubahan signifikan. Secara kualitatif, lansia merasakan manfaat berupa berkurangnya kekakuan otot, tangan terasa lebih ringan, meningkatnya semangat, serta motivasi untuk bergerak aktif. Selain itu, pelaksanaan terapi secara berkelompok meningkatkan interaksi sosial dan suasana emosional yang positif. Terapi genggam bola karet terbukti memberikan stimulasi awal yang bermanfaat bagi sistem neuromuskular lansia dan berpotensi meningkatkan kekuatan otot apabila dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMANFAATAN REBUSAN KAYU MANIS SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Ridho Alpiani; Mahlianor Amelia; Rika Purnama Sari; Novi Febriyanti; Karima Khubba; Subhannur Rahman; Rian Tasalim; Akbar Muhammad Ilham
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v8i1.1474

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan penyebab utama morbiditas serta mortalitas pada kelompok lanjut usia. Lansia sebagai kelompok rentan seringkali memiliki keterbatasan dalam akses dan toleransi terhadap terapi farmakologis tertentu. Penggunaan jangka panjang seringkali menimbulkan efek samping, ketergantungan, serta permasalahan kepatuhan minum obat pada lansia. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan nonfarmakologis sebagai terapi komplementer yang aman, mudah diperoleh, dan memiliki efek samping minimal. Tujuan kegiatan ini untuk menganalisa efektivitas terapi rebusan kayu manis sebagai intervensi komplementer dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode dalam pengabdian kepada masyarakat dimulai dengan Koordinasi, identifikasi awal kondisi lansia yang mengalami hipertensi dengan wawancara dan pengukuran. Tahap selanjutnya persiapan dan Implementasi serta evaluasi. Media yang digunakan yaitu kayu manis, alat pengukur tekanan darah (tensimeter digital atau manual dan stetoskop), lembar observasi, serta lembar evaluasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 8,9 mmHg dan diastolik sebesar 7 mmHg setelah intervensi dibandingkan sebelum intervensi. Maka disimpulkan bahwa pemberian rebusan kayu manis berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Wisma Seroja PPRSLU Budi Sejahtera Banjarbaru.
THE EFFECT OF BAY LEAF (SYZYGIUM POLYANTHUM) DECOCTION ON SYSTOLIC BLOOD PRESSURE REDUCTION AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS Nor Rapika; Rian Tasalim
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.21709

Abstract

Hypertension is a major global public health concern and one of the leading causes of cardiovascular morbidity and mortality. In Indonesia, its prevalence continues to rise, particularly among adults in primary healthcare settings. Complementary and alternative treatments using natural ingredients have gained attention for their accessibility, affordability, and cultural acceptance. Bay leaf (Syzygium polyanthum) is a traditional Indonesian medicinal plant containing flavonoids, tannins, and alkaloids, which have vasodilatory and diuretic properties. This study aimed to analyze the effect of bay leaf decoction on systolic blood pressure reduction among hypertensive patients at the Gambut Health Center. A pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach was applied involving 15 hypertensive patients selected through purposive sampling. Participants consumed 200 ml of bay leaf decoction once daily for seven consecutive days. Blood pressure was measured before and after the intervention using a digital sphygmomanometer, and data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant decrease in mean systolic blood pressure from 156.53 ± 12.48 mmHg to 136.00 ± 10.23 mmHg (p = 0.000061). This finding demonstrates that bay leaf decoction effectively lowers systolic blood pressure among hypertensive patients. In conclusion, bay leaf decoction can be recommended as a safe, affordable, and culturally accepted complementary therapy for managing hypertension in primary healthcare settings.
Co-Authors Agustiana, Faulita Agustina, Rita Agustria Vista Dewi Ahmad Hidayat Ahmad Syahlani, Ahmad Aisyah Pratiwi, Aisyah Akbar Muhammad Ilham Amaliah, Meina Anggraini, Afni Ani, Ni Kadek Anisa, Serli Anshor, A Ardhia Redina Cahyani Ardhia Redina Cahyani Arini Arini Arselina, A Arsha, Nahda Mutiara Asari, Arisna Sulistika Attusholikha, Imro Augustaf Surya Ayaturahmi Ayaturahmi Ayu Widyasari, Tya Azizah, Rahmah Iva Azna Yuliana Azna Yuliana Azura, Muhammad Syawal Bagus Rahmat Santoso Bakhtiar Bardiansyah, Dian Bulkis, Siti Cahyani, Ardhia Redina Cynthia Eka F. T, Cynthia Eka F. T Dahliyana, Dahliyana Dede Mahdiyah, Dede Devina, Trisna Dewi Purnama Sari Diar, Diar Dwi Sogi Sri Redjeki Dyan Fitri Nugraha Elieser Elieser Elsa, Angelina Erna Rochmawati, Erna Erna Sari Fadillah, Andrian Faisal Rahman Fakhirah, Afifah Ghina Fatmawati, Fatmawati Faturrahman, Wazhia Fitriani, Lia Fitriyani, Dhea Nur Gaghauna, Eirene E M Gaghauna, Eirene E.M. Gaghauna, Eirine EM Hami, Fachriyal Hariadi Widodo hasanah, Noor Helenisa, Helenisa Heriyanti, Citta Ayunda Hidayah, Laila Hilma Aulia Husna, Jum’atul HUSNUL KHOTIMAH iadnyana W, I Putu W Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idres, Ahmad Habibi Ilham, Akbar Muhammad Ilhamsyah Imro Atussholikha Indrawijaya, I Ketut Irawan, Angga Irma Nur Aina, Siti Irwansyah Irwansyah Jihan Fahira Juwarsih, Fifi Karen Ardana Putri Karima Khubba Katarina Sembiring Khalifah, Sarini Laila Kotdriah Fitriani LATIFAH Latifah Latifah Lembang, Ria Andini Taruk Lestari, Lina Rahma Made Aditya Affanda Mahlianor Amelia MAHMUDAH, RIFA'ATUL Mahmudah, Rifa’atul Maimunah, Maimunah Manto, Onieqie Ayu Dhea Mawadah, Nurul Melanda, Nila Melati, Bunga Mohammad Basit Mohammad Basit Mohammad Basit, Mohammad Mohtar, M. Sobirin Muhammad Basit, Muhammad Muhammad Malik Pajar Muhammad Riduansyah Muliadi, Darmah Munawarti, Sabrina Muthi’ah, Maryam Al Nabila, Azzahra Nada, Yasyiefa Nadia, Dita Nahdia, Gusti Katrin Naim, Rico Naipo, Junia Fitria Nastasya, Difa Nathalia Dano, Febby Nazmi, Nurlina Noor Hikmah Noorlinda, Noorlinda Nor Rapika Norsyehan Norsyehan, Norsyehan Noval Noval Novela, Nurwidya Novi Febriyanti Novita Kurnia Sari Nur Aisah Nur Hidayah NURUL HIDAYAH Nurul Huda Nurvela, Ain Onieqie Ayu Dhea Manto Paul Joae Brett Nito Pebriana, Olvia Putri Pratama, Ari Sandy Pratiwi Putri, Sinta Priwijaya, Ardianto puspita, dela Rahim, Aulia Rahmawati, Rahmawati Raihana Rabiatul Adawiyah Rainy Maulida Putri Ramadani, Dilla Futri Ramadani, Hamsudin Rapika, Nor Redina Cahyani, Ardhia Ridho Alpiani Riduansyah, Muhammad Rifa, Muhammad Rifa’atuk Mahmudah Rika Purnama Sari Rizqi, Maulidha Camelia Rosalina, Nadya Rusadi, Framita Sakinatus Kholidah, Wahidatun Saktya Yudha Ardhi Utama Saldilawaty, Saldilawaty Salshabela, Daviena Sari, Rani Normaya Sarinda, Sarinda Sa’diah, Halimatus Sembiring, Rinawati Setiani, Eri Shandika Ade Pratiwi, Eka Shanti Wardaningsih Siti Fatimah Sri Muliani, Sri Sri Suryaningsih Sri Suryaningsih Ningsih Stephanie Victoria, Sheilla Stevani, Meyrillyn Subhannur Rahman Subhannur Rahman Subhannur Rahman Subhannur Rahman Subhannur Rahman Subhannur Rahman, Subhannur Sugeng Santoso Sugiarto Sugiarto Suhaibah, Umi Sundari, Rini Kresti Susanti, Amelia Suwardi, M. Sandi Triani, Rina Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Wahyudin, Rahmawati Waisnawa, I Putu Wiadyana Widiantari, Ni Ketut Wijaksono, M. Arief Wijaksono, M. Arif Wijaksono, Muhammad Wijaksono, Muhammad Arief Wiliani, Erma Wineiniati, Noni Yamani, Namira Talitha Yellika Yulia Puspita Sari Zulliati Zulliati