Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Desa Pa'lalakkang Kecamatan Galesong Alfian S. Abas; Gobel, Fatmah Afrianty; Arman
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.169 KB) | DOI: 10.52103/jahr.v2i1.523

Abstract

Latar belakang: Salah satu faktor yang berperan besar dalam tumbuh kembang anak adalah gizi pada 1000 hari pertama kehidupan dimana tumbuh kembang anak memiliki peningkatan paling pesat dan gizi saat ini akan mempengaruhi pembangunan di masa depan. Salah satu masalah yang muncul akibat kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan adalah stunting. Masalah kesehatan anak yang saat ini menjadi prioritas utama yang ingin di perbaiki oleh pemerintah yaitu mengenai tumbuh kembang anak. Banyak masalah tumbuh kembang yang terjadi pada anak salah satunya adalah Stunting. Stunting merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain seusianya yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Menganalisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada anak balita di Desa Pa’lalakkang Kecamatan Galesong. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan studi case control dan menggunakan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita di Desa Pa’lalakkang Kecamatan Galesong. Sampel dalam penelitian adalah 88 responden yaitu 44 kasus dan 44 kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Chi-Square dengan melihat Odds Ratio (OR). Hasil: Analisis statistik menunjukan bahwa faktor risiko stunting pada anak balita adalah riwayat penyakit inpeksi (P= 0,000 ; OR= 8,33), Pendidikan ibu (P= 0,000 ; OR= 6,96) sedangkan pendapatan keluarga,merupakan faktor protektif terhadap kejadian stunting (P= 0,787 ; OR= 0,86). Kesimpulan: Riwayat penyakit inpeksi, pendidikan ibu merupakan faktor risiko yang bermakna terhadap kejadian stunting pada anak balita. Anak balita dengan riwayat penyakit inpeksi lebih berisiko 8,33 kali mengalami stunting.
Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Zoom Meeting Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 4 Bekasi Arman; Amri Dunan
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 5 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i5.4683

Abstract

This study aims to determine the effect of using zoom meeting learning media on student learning outcomes in the Informatics subject class X. The research method used is quantitative method, with data analysis using simple correlation techniques and regression analysis. The results showed a significance value of 0.003 <0.05, meaning that there was a relationship and the Person Correlation was 0.326, the value of r Square of 0.107 means 10.7% of the dependent variable, the value of t count is 3.049 > 2.00 with a significance of 0.003 < 0.05 meaning H0 is rejected and H1 is accepted, so that it can be seen that there is an effect of using zoom meeting learning media on the learning outcomes of class X students in informatics subjects.
Gambaran Kecacingan Pada Siswa Kelas III Dan IV Sekolah Dasar Negeri Mannuruki Zulkifli; Arman; Andi Nurlinda; Nur Ulmy Mahmud; Hasriwiani Habo Abbas
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.575

Abstract

Kecacingan merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena berjangkit di sebagian besar wilayah Indonesia dan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktifitas. Prevalensi penyakit kecacingan di Indonesia juga masih tergolong tinggi mencapai 28%. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bahwa penderita kecacingan di Sulawesi Selatan masih terpaling banyak pada tahun 2018 yaitu 7.237 kasus. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten/kota bahwa Makassar menjadi kota tertinggi yaitu sebesar 1.928 kasus penderita kecacingan. Berdasarkan data angka kecacingan pada tahun 2018 di Kelurahan Mangasa Kecamatan Tamalate Kota Makassar terdapat 1385 kasus kecacingan anak usia sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran kejadian kecacingan, status gizi dan prestasi belajar pada siswa kelas III dan IV Sekolah Dasar Negeri Mannuruki Kelurahan Mangasa Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, Penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Mannuruki yang dilakukan dengan jumlah subjek 56 siswa. Pemeriksaan STH dilakukan dengan metode direct smear, penilaian status gizi dengan pengukuran antropometri IMT/U, dan prestasi belajar menggunakan nilai rapor. Dari hasil penelitian Sebanyak 56 sampel berhasil dikumpulkan dan hasil pemeriksaan berdasarkan pemeriksaan tinja menunjukan hasil yang negatif pada keseluruhan sampel. 10 sampel status gizi kurang (17.9%) dan 29 (51.8%) siswa prestasi belajarnya menurun. Diharapkan untuk mengembangkan penelitian ini secara luas, Melakukan penelitian yang sama dengan waktu yang lebih lama, lokasi penelitian yang lebih luas, jumlah responden yang lebih banyak serta dapat mempertimbangkan pemeriksaan menggunakan metode lain seperti PCR ataupun Kato-Katz.
Hubungan Asupan Vitamin D Dengan Kejadian Kegemukan Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Majene Surya, Dhiya Atika; Sitti Patimah; Arman
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i1.609

Abstract

Kegemukan tidak hanya dianggap sebagai masalah negara berpenghasilan tinggi, tetapi sekarang meningkat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di daerah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan vitamin D dengan kejadian kegemukan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu sebanyak 148 siswi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa prevalensi kegemukan sebanyak 25%, prevalensi asupan vitamin D kurang sebanyak 99,3%, dan prevalensi pola konsumsi sumber vitamin D tidak baik sebanyak 66,2%. Hasil uji statistik diperoleh (p = 0,750 >  = 0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu tidak ada hubungan antara asupan vitamin D dengan kejadian kegemukan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Majene. Disarankan untuk remaja putri agar meningkatkan konsumsi makanan dan minuman sumber vitamin D untuk memenuhi kebutuhan gizi harian serta paham akan macam zat gizi pada makanan dan minuman yang akan dikonsumsi agar asupan yang diterima oleh tubuh tidak berlebih yang dapat menyebabkan terjadinya kegemukan pada remaja putri. Diharapkan pada peneliti selanjutnya untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kegemukan pada remaja putri di SMA Negeri 1 Majene.  
Hubungan Asupan Antioksidan Vitamin (A, C Dan E) Dengan Kejadian Kegemukan Pada Remaja Putri Di Kabupaten Majene Haslina; Sitti Patimah; Muhammad Ikhtiar; Arman; Sumiaty
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i1.611

Abstract

Remaja di Indonesia menanggung tiga beban malnutrisi yaitu kurang gizi, berat badan berlebih, serta defisiensi mikronutrien. Kegemukan diartikan suatu keadaan terjadinya penimbunan lemak berlebih dalam tubuh. Kegemukan adalah faktor predisposisi untuk terjadinya noncommunicable disease yaitu: penyakit kardiovaskuler, diabetes militus, dan kanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan antioksidan vitamin (A, C dan E) terhadap kegemukan remaja putri di Kabupaten Majene tahun 2022. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi kelas XII di SMAN 1 Majene tahun 2022 sebanyak 148 siswi dengan usia ≤19 tahun. Metode analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara konsumsi antioksidan vitamin (A, C dan E) dengan kegemukan yaitu p=0.332 dimana p=<(0.05) dan p=1.000 dimana p=<(0.05) pada remaja putri di SMA Negeri 1 Majene. Diharapkan pada penelitian selanjutnya, dapat mengkaji lebih mendalam lagi faktor-foktor yang mempengaruhi terjadinya kegemukan remaja putri di SMA Negeri 1 Majene. Seperti Pola makan, riwayat keturunan, pola hidup, faktor psikis dan lingkungan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja Pada Perawat Di Instalasi Rawat Inap Rsup Dr. Tadjuddin Chalid Makassar Borahima, Nur Totipa; Arman; Sartika
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i2.731

Abstract

Stres kerja adalah suatu kondisi dimana terdapat satu atau beberapa faktor di tempat kerja yang berinteraksi dengan pekerja sehingga mengganggu kondisi fisiologis, dan perilaku. Stres kerja akan muncul bila terdapat kesenjangan antara kemampuan individu dengan tuntutan-tuntutan dari pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di instalasi rawat inap RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Kota Makassar Tahun 2022. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Pengambilan sampel pada penelitian ini secara accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 perawat. Data diperoleh dengan cara wawancara kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat kesalahan 0,05 atau 5%. Dari hasil penelitian berdasarkan uji chi-square diperoleh bahwa tidak ada hubungan faktor kelelahan kerja (p=0,102 > 0,05), lingkungan kerja (p=0,405 > 0,05), masa kerja (p=0,199 > 0,05) dan tuntutan tugas (p=0,844 > 0,05) dengan stres kerja pada perawat di insalasi rawat inap Dr. Tadjuddin Chalid Kota Makassar Tahun 2022. Disarankan bagi rumah sakit untuk menyediakan kotak saran di masing-masing unit khususnya untuk keluhan-keluhan perawat dan adanya penelitian lebih lanjut mengenai stres kerja perawat di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Kota Makassar dengan variabel yang berbeda.
Hubungan Personal Hygiene Menstruasi Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Di MAN 2 Barru Darniaty, Nur Suci Permata; Arman; Ulfa Sulaeman
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i3.738

Abstract

Keputihan di definisikan sebagai cairan dari kelamin perempuan (vagina) yang berlebihan selain air kencing atau darah. Sifatnya bisa normal atau tidak normal. Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan telah berfungsi matang dan keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik berbau atau tidak, serta disertai rasa gatal setempat. Perilaku personal hygiene merupakan faktor yang sangat penting dalam pencegahan masalah keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan personal hygiene menstruasi dengan kejadian keputihan pada remaja di MAN 2 Barru. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan metode sistem random sampling dengan jumlah sampel 117 responden. Metode analisis menggunakan Univariat dan Bivariat dengan uji Chi-square. Hasil dari penelitian ini terdiri dari Hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan memiliki P value 0,004, hubungan penggantian pakaian dalam dengan kejadian keputihan memiliki P value 0,001, hubungan pemakaian sabun dengan kejadian keputihan memiliki P value 0,366, hubungan penggantian pembalut dan pantyliner dengan kejadian keputihan memiliki P value 0,000 dan hubungan penggunaan air bersih dengan kejadian keputihan memiliki P value 0,025. Kesimpulan penelitian diperoleh bahwa ada hubungan personal  hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja di MAN 2 Barru.
Analisis Konsentrasi Merkuri Pada Rambut Terhadap Neurological Symptoms Masyarakat Kawasan Pasca Tambang Nurlinda Dewiyanti Ishar; Hasriwiani Habo Abbas; Arman
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i3.814

Abstract

Merkuri memiliki sejumlah efek yang sangat merugikan pada manusia. Paparan merkuri dalam jangkan panjang mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia. Keracunan merkuri rawan terjadi pada masyarakat yang tinggal di sekitar penambangan. Umumnya bersifat kronik kecuali jika terpapar merkuri dalam kadar yang tinggi. Merkuri yang masuk ke dalam tubuh terakumulasi pada bagian tubuh tertentu seperti ginjal, hati, kuku, jaringan lemak, dan rambut yang mengakibatkan keracunan sistem syaraf.  Jenis penelitian ini menggunakan jenis observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsentrasi merkuri (Hg) pada rambut terhadap neurology symptoms masyarakat dan juga melakukan uji laboratorium dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).Hasil penelitian yang diperoleh bahwa variabel yang berhubungan yaitu ada hubungan antara konsentrasi merkuri dengan neurological symptoms (p-value= 0,010), lama tinggal dengan neurological symptoms (p-value= 0,000 ), jarak tempat tinggal dengan neurological symptoms (p-value = 0,027). Sedangkan yang tidak berhubungan antara lain tidak ada hubungan jenis kelamin dengan neurological symptoms, tidak ada hubungan lama tinggal dengan neurological symptoms, tidak ada hubungan jarak tempat tinggal dengan neurological symptoms, tidak ada hubungan konsumsi ikan dengan neurological symptoms dan tidak ada hubungan penggunaan cream pemutih dengan neurological symptoms.Kesimpulan pada penelitian ini antara lain ada hubungan antara konsentrasi merkuri dengan neurological symptoms,  lama tinggal dengan neurological symptoms, jarak tempat tinggal dengan neurological symptoms. Sedangkan yang tidak berhubungan antara lain tidak ada hubungan jenis kelamin dengan neurological symptoms, tidak ada hubungan lama tinggal dengan neurological symptoms, tidak ada hubungan jarak tempat tinggal dengan neurological symptoms, tidak ada hubungan konsumsi ikan dengan neurological symptoms dan tidak ada hubungan penggunaan cream pemutih dengan neurological symptoms.
Karakteristik Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Biru Kabupaten Bone Puteri, Maya Astika; Arman; Fatmah Afrianty Gobel; Nur Ulmy Mahmud; Mansur Sididi
Window of Public Health Journal Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v4i4.1003

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu aspek dari kehidupan masyarakat mutu hidup, produktifitas tenaga kerja, angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada bayi dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh Informasi tentang Karakteristik Kejadian Diare pada Balita di Puskesmas Biru Kabupaten Bone. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 ibu yang memiliki anak berusia 0-5 Tahun. Teknik pengambilan sampel yaitu Metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 ibu yang memiliki anak berusia 0-5 Tahun sebanyak. Hasil penelitian diperoleh bahwa kriteria umur penderita diare diperoleh hasil bahwa kelompok umur pada balita yang paling banyak terkena diare adalah >1 tahun sebanyak 68 Balita (85%), berdasarkan kriteria jenis kelamin penderita diare diperolah hasil bahwa laki-laki lebih banyak terkena diare dibanding perempuan yakni sebanyak 42 Balita (52,5 %), berdasarkan kriteria pemberian ASI Eksklusif penderita diare diperolah hasil bahwa lebih banyak yang diberikan ASI Eksklusif dibanding yang tidak yakni sebanyak 57 Balita (71,3 %), berdasarkan kriteria jenis kunjungan penderita diare diperolah hasil bahwa lebih banyak kunjungan baru dibanding kunjungan lama yakni sebanyak 52 Balita (65 %), berdasarkan kriteria diagnosa penderita diare diperolah hasil bahwa diare akut lebih banyak terkena diare dibanding diare berdarah yakni sebanyak 78 orang (97,5%), dan berdasarkan kriteria waktu kejadian penderita diare diperolah hasil bahwa lebih banyak terjadi antara bulan Juli hingga desember yakni sebanyak 49 Balita (61,3 %) di Puskesmas Biru Kabupaten Bone Tahun 2022. Diharapkan kepada Petugas Kesehatan Merekap data harian, bulanan maupun tahunan dengan lengkap dengan pengisisan yang mudah dibaca, serta menyimpan di tempat yang aman dan disimpan dengan rapi dan teratur agar tidak ada data yang hilang dan mudah didapatkan ketika data tersebut dibutuhkan. Jika perlu, hasil rekapan juga disimpan dalam bentuk soft file di komputer.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar Kurnia, Andi; Arman; Andi Rizki Amelia
Window of Public Health Journal Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelolaan Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v5i4.1032

Abstract

Diabetes merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf seiring waktu. Dari hasil survey didapatkan pasien yang mengalami DM tahun 2021 di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar menempati urutan kedua dari 10 penyakit terbanyak yang diderita oleh pasien setelah penyakit Hipertensi esensial (primer). DM ditahun 2021 di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar meningkat sebanyak 237 pasien, terlebih ditahun 2022 ini angka penderita Diabetes Melitus (DM) cukup drastis. Data yang diperoleh dalam kurun Januari – Juni tahun 2022 menemukan sebanyak 556 jumlah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian DM di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode Cross-Sectional Study dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sampel penelitian sebanyak 65 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner selanjutnya dianalisa dengan menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara umur (ρ=0,005) dan pekerjaan (ρ=0,010) dengan kejadian diabetes melitus, sedangkan tidak ada hubungan antara Pendidikan (ρ=0,500), IMT (ρ=0,567), dan Riwayat keluarga (ρ=0,295) dengan kejadian diabetes mellitus di Puskesmas Tamamaung Kota Makassar Tahun 2022. Diharapkan peneliti selanjutnya untuk lebih dapat menganalisa secara mendalam mengenai faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus dengan sasaran yang lebih luas.
Co-Authors A. Multazam Mustari Abd. Gafur Abdul Rahim Acim Adinda Selvien Prasetya Wibowo Adis Sefhira Adzis Ihdza Mahendra Afifatur Rifqiah Agesti Hakiki Agus Saepulloh Ahdina Liza Septiana Ahmad Taufik Ahri, Reza Aril Ainur rizqi Ainur Rosidah Aisyah Aisyatun Rosyidah Ajeng Anisa Ulfatul Azizah Alfat, Sayahdin Alfian S. Abas Alfitry, Nurul Almer Hassan Ali Alya Pramia Alfa Reza Amarta Rosita Wati Amri Dunan Amuharnis Ananda Bintang Anggara Andi Kurnia, Andi Andi Mansur Sulolipu Andi Nurlinda Andi Rizki Amelia Andi Surahman Batara Anggita Putri Kharie Anggun Dwi Jayanti Annisa Dwi Cahyani Anunciacion Talosig Ardha Elita Asyifa Arlinda Hartri Ningrum Arni Rizqiani Rusydi Arnidah Asrul Sani Aswin, Arief Rahmadian Asyifa Kurnia Dinti Atifa Azzukhrof Aulia Almukarramah Awaluddin Yunus, Awaluddin Bagas Valentino Bahdat Basri, Muhammad Rizal Beatrik Reggina A Besse Rafiqah Andi Wajuanna Borahima, Nur Totipa Bulqis Dani Setiawan Darlis, Idhar Darniaty, Nur Suci Permata dewi resika wati Dhea Ananda DiaMuhammad Yusuf Darasyiddin A Safa’a DiaMuhammad Yusuf Darasyiddin A Safa’a Dian Ani Pitaloka Dila Amalia Sari Dilson Dinda Enjelika Dinda Setya Ningrum Dita Fransiska Dwita Ayu Israwati Een Kurnaesih Eko Susanto Elda Fazira Elga Nur Fauziah Elga Youanda eliza sari Enny Harviyanti Erba Putra Diansyah Euis Dedeh Komariah Faisal Nur Ilmi Farah Amelia Farihah Muhsanah Fathur Rahman Joko P Fatmah Afrianty Gobel Fayyaza, Adiela Febi Utari Fidia Amalia Fina Amalia Masri Fira Hardianti S Firmansyah, Erick Fitrah Ayu Ramadhani Fitri Febi Yola FITRI, NUR ANNISA Fuada, Nurul Gultom, Eva Solina Haling, Abdul Hamzah, Wardiah Hardianingsih, Ribi Hariono Hariono Hasan, Erzam S Haslina Hera Wati Hesti Restiana Ifan, Muhamad Ifan Permana Ike Wulandari Iksam Indah Setiawati Inesya Nehatalia Intan Mistiyani Irawati Irma Fatmayani Irma Hestiana Ismah Syakirah Istiqomah Jam'an, Andi Jeny Diah Nurlita Jufra Jumaydin JUNAEDI Jusriana Kamri, Andi We Tenri Batari Toja Kurnia, Nelva La Ode Sahrin Djalia Lakry Maltaf Putra Lakry, Lakry Maltaf Putra Lefina, Silvya Liranti Rahmelina Lubna Nadia Zulfa Lucia Cecilia Mandey Ludiya Firjanah M. Kahfi Darozad Mansur Sididi Masriadi Massyura Awwaly Zahra Mas’ud Maya Aprillia Maya Sopiana Mela Anggriani Meli Apriliani Melisa Karenina Meta, Monanda Rio Mone, Ansyari Muh. Ichwan Kadir Muh. Khidri Alwi muh. zainal Muhammad Adnand Hariri Muhammad Ikhtiar Muhammad Syaiful Muhammad Syaifullah Mulia Kasih, Rachmi Dwi Mutia Hairun Nisa Nabila Alifia Zahra Nadia Fadillah Azhas Nadia Rismala Dewi Nasruddin Syam Nassaruddin Nelci Oktaviyani Nesya Nindi Rahmadila Nova Apriliya Riyona Novia, Lely Noviana Wulandari Nung Sari Asih Nungci Fatimah Nur Aulia Oktaviana Nur Ikhwani Nur Khafifah Bardi Nur Ulmy Mahmud Nurdin Noni Nurdin, Novi Safitri Nurhaedar Jafar Nurhidayat Nurhijriah, Suci Nurismalia Nurjannah Nurlaila Tussaadah Nurlinda Dewiyanti Ishar Nursamsir Nuru, Sarniati Nurul Ulfah Mutthalib Park, Stephen Yong-Seung Patasaka, Rini Indryati Purwarsih, Ratih Puteri, Maya Astika Putri Adelia Nur Salsabilla Putri Fajar Komala Radita Anggraeni Putri Rahma Saifina Putri Rahmad Daroini RAHMANTO WIBOWO, RAHMANTO Rahmat Hidayat Rahmawati Raihanah, Nadhilah Rais Hendrawan Rajab Ramadhany, Faradillah Regita Octaviani Rendi anggara Reno Bahari Resti Anisa Putri Revi Ergita Sari Reza Aril Ahri Rezki Aulia Yusuf Rezky Aulia Yusuf Ridha Mery Utami Rifani Vidia Riski Aulia Rahma Risnafaty Rizki Septa Ananda Rosliana Eso Ruli nurlita Sabaria Sahrani, Sahrani Samal, Rizky Febryan Sandi Pratama Sandra Febri Prabekti Sangadji, Kapraja Sani Saprudin Sartika Sekar Arinda Putri Septiana, Anis Ribcalia Septiyanti Sheila Aulia Putri Sholehah Sibua, Nanda Fitriyah SISWOYO Siti Nurjannah Sitti Patimah Sofian, Nur Israfyan Sofwan Adi Putra Sofwan Adiputra, Sofwan Sri Herawati Sri Nurlian Suardinata Suci Amaliah Suharni A. Fachrin Sumarda Yastuti Sumiaty Surya, Dhiya Atika Syamsuddin Syifa Urrohmah Teltje Koapaha Tri Yuni Hendrowati Ulfa Isnaini Ulfa Sulaeman Usman, Munadira Vena Silvia Vindra Alfitra Vita Nurjanah WAHYUNI Wayan Somayasa Weri Sirait Yahya Thamrin Yongki Deo Permana Yosita Destriani Yuliyanti, Lilis Yunus, Yudin Yusrah Taqiyah Yusriani, Yusriani Yuyun Anggraini Zahra Humaira Zalsa Dilla, Salwa Zulkarnain, S.Kom., M.MSI. Zulkifli