Claim Missing Document
Check
Articles

BUDAYA INOVASI MELALUI PENDEKATAN KOMUNITAS DAN MENTORING DI SMA AMANAH NUSANTARA MAKASSAR: SUATU KAJIAN LITERATUR Akhiruddin, Akhiruddin; Wahira, Wahira
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 02 (2025): Vol.2 No.2 (2025): Volume 02 Nomor 02 (Des 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v1i02.453

Abstract

Budaya inovasi di lingkungan pendidikan merupakan komponen fundamental dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis strategi penguatan budaya inovasi melalui pendekatan komunitas (community-based learning) dan mentoring (mentoring-based learning) pada konteks pendidikan menengah, khususnya di SMA Amanah Nusantara Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur sistematis melalui penelusuran artikel ilmiah, laporan penelitian, dan buku terbitan sepuluh tahun terakhir yang relevan dengan tema inovasi pendidikan, pembelajaran kolaboratif, dan mentoring akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan komunitas berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif, memperkuat kreativitas, dan meningkatkan keterlibatan siswa terhadap proses pembelajaran. Sementara itu, program mentoring terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, motivasi belajar, dan kesiapan siswa untuk berinovasi. Integrasi kedua pendekatan tersebut menghasilkan ekosistem inovasi yang lebih kuat melalui sinergi antara kerja kolaboratif dan pendampingan individual. Selain itu, dukungan kepemimpinan sekolah, fasilitas teknologi, dan kebijakan yang adaptif menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi budaya inovasi. Dengan demikian, kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan budaya inovasi di SMA Amanah Nusantara Makassar dapat dioptimalkan melalui pembentukan komunitas kreatif, penerapan program mentoring terstruktur, serta penguatan kapasitas guru sebagai fasilitator inovasi. Kajian ini memberikan implikasi praktis bagi sekolah dalam merancang model pembelajaran yang lebih kolaboratif dan responsif terhadap perkembangan pendidikan modern.
Influence Deep Learning Approach Framework Merdeka Curriculum towards Realization of Character Education Students at Amanah Nusantara High School Risal, Andi Alviadi Nur; Sriwahyuni, Sriwahyuni; Kasim, Hasanudin; Sujarwo, Sujarwo; Rosmayanti, Vivit; Akhiruddin, Akhiruddin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.7378

Abstract

This study aims to analyze the influence of implementing a deep learning approach within the Merdeka Curriculum framework on the character development of students at Amanah Nusantara High School. The urgency of this research arises from the growing national demand for educational practices that not only strengthen students’ cognitive mastery but also cultivate character values aligned with the Profile of Pancasila Students an area where empirical evidence remains limited, particularly in digital era learning contexts. This study employs a mixed-methods design using a one-group pretest–posttest model. The research participants consist of 29 eleventh-grade students and two Sociology teachers. Quantitative data were collected through a character education questionnaire encompassing responsibility, honesty, care, social awareness, and work ethic, while qualitative data were obtained through in-depth interviews and observations of classroom activities. Descriptive analysis indicates an improvement in the mean character education score from 72.3 (SD = 8.9) in the pretest to 78.9 (SD = 7.4) in the posttest. The Shapiro–Wilk test confirmed normal data distribution (p > 0.05), and a paired-samples t-test showed a significant increase, t(28) = 4.12, p = 0.0003, with a medium-to-large effect size (Cohen’s d = 0.76). Qualitative findings further reveal that the deep learning approach enhances student participation, moral value reflection, and collaborative work, especially during activity-based learning. However, several challenges emerged, including time limitations and the absence of comprehensive character assessment instruments. Overall, the findings confirm that the deep learning approach is effective in cultivating students’ character through reflective, collaborative, and project-based activities aligned with the principles of the Merdeka Curriculum and the Pancasila Student Profile. The study highlights an urgent need for systematic teacher training and the development of character assessment frameworks to support sustainable deep learning practices in Indonesian schools.
Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM Getuk melalui Revitalisasi Mesin Pencetak Getuk di Desa Sukamandi Hilir Sitorus, Melvin Bismark Hamonangan; Salman, Aulia; Akhiruddin, Akhiruddin; Lubis, M. Arif Fadhillah; Netty, Netty
Jurnal IPMAS Vol. 5 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.5.3.2025.1090

Abstract

Usaha pembuatan getuk di Dusun II Desa Sukamandi Hilir yang dikelola oleh Ibu Sugini memiliki potensi pasar yang luas, namun mengalami penurunan kapasitas produksi dari sekitar 400 kg/hari menjadi 100 kg/hari. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas dan kinerja mesin pencetak getuk yang sudah menurun, keterbatasan keterampilan teknis dalam pengoperasian dan perawatan mesin, serta belum adanya pendampingan terstruktur untuk penguatan kapasitas produksi. Program pengabdian ini bertujuan membantu mitra meningkatkan kapasitas dan efisiensi usaha melalui tiga bentuk kegiatan utama: (1) revitalisasi dan rancang bangun mesin pencetak getuk dengan kapasitas yang lebih sesuai kebutuhan usaha dan menggunakan material yang aman pangan, (2) pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin kepada mitra dan anggota keluarga yang terlibat dalam produksi, serta (3) pendampingan produksi untuk penataan alur kerja, pengaturan waktu proses, dan pemanfaatan mesin secara optimal. Metode pelaksanaan meliputi survei dan analisis kebutuhan, perancangan dan pembuatan mesin, uji coba lapangan, pelatihan teknis, serta monitoring dan evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin baru mampu mempercepat proses penggilingan dan pencetakan, menghasilkan bentuk getuk yang lebih seragam, dan memudahkan mitra dalam memenuhi permintaan pasar. Di sisi lain, pelatihan dan pendampingan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengoperasikan dan merawat mesin, sekaligus memperbaiki pengelolaan alur produksi. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas usaha, efisiensi proses produksi, serta kepercayaan diri mitra dalam mengembangkan usaha getuk secara berkelanjutan.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Melalui Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Amanah Nusantara Makassar Akhiruddin, Akhiruddin; Amir, Arfenti; Risal, Andi Alviadi Nur; Ridwan, Ridwan; Salemuddin, Muh. Reski
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 3 (2025): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i3.408

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif (4C). Hal ini sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan kontekstual. Pada mata pelajaran Sosiologi, pembelajaran perlu dirancang secara sistematis, kreatif, dan inovatif untuk meningkatkan kualitas belajar siswa serta membentuk kemampuan berpikir kritis, kesadaran sosial, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui keefektifan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pendekatan deep learning pada siswa kelas XI SMA Amanah Nusantara Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian melibatkan 29 siswa kelas XI. Data diperoleh melalui angket respon siswa dan guru serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa terhadap penggunaan LKPD memperoleh rata-rata skor 4,05 dengan kategori baik, sedangkan respon guru memperoleh rata-rata skor 3,91 yang juga berada pada kategori baik. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat, dengan distribusi capaian sebagai berikut: kategori sangat baik 6,89%, baik 34,48%, cukup 44,82%, kurang 13,79%, dan sangat kurang 0%. Secara keseluruhan, penerapan LKPD berbasis deep learning dinilai efektif karena mampu mendorong keaktifan siswa, memperoleh respon positif dari siswa maupun guru, serta meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Sosiologi. Dengan demikian, LKPD ini layak digunakan sebagai salah satu sumber belajar inovatif dalam mendukung pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka di SMA.
EFEKTIVITAS PjBL DAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS DIGITAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ESAI AKADEMIK Haliq, Abdul; Wijayanti, Tuti; Akhiruddin, Akhiruddin
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 1 February 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v0i0.83017

Abstract

This study aimed to examine the effectiveness of the PjBL model and Digital-Based Collaborative Learning on students' academic essay writing skills. This study used a quasi-experimental method with a non-equivalent control-group design. The sample consisted of 75 Indonesian Language and Literature Education students divided into three groups: PjBL, digital collaboration, and control. Data were analyzed using ANCOVA and Bonferroni Post Hoc Tests. The results showed that both experimental models were significantly more effective than conventional learning (p<0.01; η²p=0.621). The digital collaborative group obtained the highest N-gain (0.76), followed by the PjBL (0.71) and control groups (0.43). However, the difference between the two experimental models was not statistically significant (p=0.214). Digital-based collaborative learning excelled in motivation and writing organization, whereas PjBL excelled in depth of analysis. This study recommends the integration of both models as a pedagogical innovation for academic essay writing in the digital age.
Kelas Sosial, Kemiskinan, Dan Eksklusi Sosial Dalam Ketimpangan Kesehatan: Tinjauan Sosiologi Kesehatan Akhiruddin, Akhiruddin; Syukur, Muhammad; Suhaeb, Firdaus W
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8269

Abstract

Ketimpangan kesehatan merupakan isu global yang tidak hanya berkaitan dengan faktor biologis, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelas sosial, kemiskinan, dan eksklusi sosial dalam membentuk ketimpangan kesehatan melalui perspektif sosiologi kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah, termasuk jurnal internasional, buku teori sosiologi, serta laporan lembaga global. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelas sosial merupakan determinan struktural utama yang memengaruhi distribusi sumber daya kesehatan, baik dalam bentuk akses terhadap layanan medis, kondisi lingkungan, maupun gaya hidup. Kemiskinan memperkuat ketimpangan tersebut melalui keterbatasan kapabilitas individu dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti gizi, sanitasi, dan pendidikan. Sementara itu, eksklusi sosial memperdalam ketimpangan melalui mekanisme marginalisasi, diskriminasi, serta hambatan administratif dan geografis dalam akses layanan kesehatan. Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi dan membentuk siklus ketimpangan kesehatan yang bersifat sistemik dan berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan bahwa ketimpangan kesehatan tidak dapat dijelaskan hanya melalui faktor individu, tetapi harus dipahami sebagai hasil dari struktur sosial dan distribusi kekuasaan dalam masyarakat. Oleh karena itu, upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat memerlukan pendekatan struktural yang mencakup reformasi kebijakan sosial, penguatan jaminan kesehatan universal, peningkatan literasi kesehatan, serta pengurangan kemiskinan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian sosiologi kesehatan serta implikasi praktis bagi perumusan kebijakan kesehatan yang lebih adil dan inklusif, khususnya di negara berkembang.
Fenomena Sosial Masyarakat Desa Adat Legian Bali Sebagai Laboratorium Pendidikan Akhiruddin, Akhiruddin; Kamaruddin, Syamsu A; Adam, Arlin; Ahmadin, Ahmadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7431

Abstract

Masyarakat desa adat di Bali memiliki berbagai praktik sosial dan budaya yang mencerminkan nilai solidaritas, partisipasi, dan integrasi sosial yang kuat. Praktik-praktik sosial tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam pendidikan sosiologi. Salah satu komunitas yang memperlihatkan dinamika sosial tersebut adalah masyarakat Desa Adat Legian yang dikenal sebagai kawasan pariwisata dengan kehidupan sosial budaya yang masih terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena sosial masyarakat Desa Adat Legian sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam dinamika kehidupan sosial masyarakat desa adat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada februari 2026. Informan penelitian meliputi bendesa adat, tokoh masyarakat, pengurus banjar, pelaku pariwisata lokal, serta warga masyarakat yang terlibat dalam aktivitas sosial desa adat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa fenomena sosial utama dalam kehidupan masyarakat Desa Adat Legian, yaitu tradisi ngayah sebagai bentuk solidaritas sosial, keberadaan banjar sebagai ruang interaksi dan partisipasi masyarakat, ritual adat sebagai sarana integrasi sosial, serta perkembangan pariwisata yang mempengaruhi perubahan struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa berbagai praktik sosial tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai laboratorium pendidikan dalam pembelajaran sosiologi. Melalui pemanfaatan fenomena sosial masyarakat sebagai sumber belajar, peserta didik dapat memahami konsep-konsep sosiologi secara lebih kontekstual dan relevan dengan realitas kehidupan masyarakat.
Co-Authors Abdul Haliq, Abdul Abdul Malik Iskandar Adjani, Indira Najwa Ahmadin Ahmadin Amir, Arfenti Amir, Israwati Amrullah Amrullah Andi Alviadi Nur Risal Andi Karman Andi Muhammad Nur Hidayat Arlin Adam, Arlin Asdar Asdar Asri Ismail Bashori, Imam Bur, Eka Yulianti Dea Mita Deddy Chrismianto Dirgan, Viktorius Ebeneser Wacner Simamora Eko Sasmito Hadi H, M. HASRUL Hasanudin Kasim Hasnita, Ulfa Hestukoro, Soni Imnadir, Imnadir Irnayanti Irnayanti Iskandar, Abd. Malik Islami, Nisa Fadhila Jalal Jalal, Jalal Jenny Sari Tarigan Kamaruddin, Syamsu A Kamil, Idham Karo Karo, Rian Siswandy Kasim, Hasanudin Khaedar, Muh Khalis, Nur Koromat, Natalia Lampoliu, Evelin Lubis, M. Arif Fadhillah Malawat, Insum Mastomo, Mastomo Meidi Wani Lestari, Meidi Wani Melvin Bismark Hamonangan Sitorus - Mofu, Hengki Muhammad Syukur Naibaho, Penteris Rumissar P Netty Netty Nimbafu, Kurinano Rudolof Nur, Muhammad Khaerul Nurhikmah Nurhikmah Nurjannah Nurjannah Nursalam Nursalam Pangaribuan, Maya Ayu D . Pasiamping, Yuniati Pelawi, Zulfadli Rahim, Abd Ramli, Abdul Malik Ridwan Daud Mahande Ridwan, Ridwan Risaldi, Dedi Rismayanti Rismayanti Rustam Efendi Sabillah, Bellona Mardhatillah Salemuddin, Muh. Reski Salemuddin, Muh. Reski Salman, Aulia Soedarsono Soedarsono Sriwahyuni sriwahyuni Sriwahyuni Sugeng Santoso Suhaeb, Firdaus W suhartatik suhartatik Suharti Siradjuddin, Suharti Siradjuddin Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sujarwo Sukmawati Sukmawati Sulaiman Supardi, R Surya Darma SYAFAR, A. MUHAMMAD syaidah syaidah Syamsul Alam, Syamsul Taohi, Melda TRI ASMIRA DAMAYANTI Tumanggor, esto Vivit Rosmayanti Wahira Wahyu Muh Syata Wardihan, Wardihan Wijayanti, Tuti Yunus, Muh.Yusri Yusmartato Yusmartato yuvina