Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemulihan Sektor Parawisata Melalui Model Kreatif, Inovasi, Dan Problem Solving Di Kabupaten Raja Ampat Bosawer, Anita; Gunawan Santoso; Darmita Wuriani; Ayu Yuniar Anggo; Nurwahidah
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki Kabupaten Raja Ampat, yang terletak di Provinsi Papua Barat, Indonesia, telah lama dikenal sebagai destinasi pariwisata yang menakjubkan dengan kekayaan alamnya yang luar biasa. Namun, sektor pariwisata di daerah ini menghadapi tantangan serius selama pandemi covid-19, yang mengancam tidak hanya pendapatan dari pariwisata tetapi juga keberlanjutan lingkungan alam dan budaya. Dalam konteks ini, strategi pemulihan sektor parawisata melalui model kreatif, inovasi, dan problem solving telah dirancang untuk mencapai pemulihan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Strategi ini mengintegrasikan kreativitas, inovasi, dan pemecahan masalah dalam upaya memulihkan sektor pariwisata di Kabupaten Raja Ampat. Fokus strategi adalah mencapai tujuan keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Ini mencakup pelestarian lingkungan alam yang spektakuler pengembangan produk pariwisata yang inovatif, partisipasi dan pemberdayaan komunitas lokal, serta meningkatkan kesadaran dan perilaku wisatawan terkait praktik berkelanjutan. Selain itu, strategi ini mengedepankan kolaborasi dan kemitraan yang kuat antara pemerintah daerah, sektor swasta, LSM, dan komunitas lokal untuk mendukung implementasi yang sukses. Selama pandemi dan di luar pandemi, strategi ini juga memastikan keamanan dan kesehatan wisatawan yang berkunjung ke destinasi ini. Dengan strategi ini, diharapkan bahwa sektor pariwisata di Kabupaten Raja Ampat akan pulih dengan cara yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi komunitas lokal, menjaga keindahan lingkungan alam, dan menjadi contoh praktik pariwisata berkelanjutan di tingkat global. Abstrak ini mencerminkan inti dari strategi pemulihan sektor pariwisata di Kabupaten Raja Ampat, dengan menekankan kreativitas, inovasi, keberlanjutan, dan kesejahteraan komunitas lokal dalam konteks yang menantang.
Menjelaskan Peran Budaya dan Bahasa Dalam Membentuk Identitas Dirinya Melalui Berkhebinekaan Global dan Creativity Di Kelas 5 Saing, Siti Aminah; Gunawan santoso; Jarmi; Winarsih
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami peran budaya dan bahasa dalam membentuk identitas diri siswa kelas 5 melalui perspektif berkhebinekaan global dan kreativitas. Studi ini menggali bagaimana interaksi dengan nilai-nilai budaya dan penggunaan bahasa dalam konteks global memberikan dampak signifikan pada proses pembentukan identitas pada tingkat usia ini. Pendekatan holistik diambil untuk mengakui bahwa keberagaman budaya global menjadi latar belakang utama dalam memahami identitas individu. Berkhebinekaan global dianggap sebagai konteks yang memperkaya, di mana siswa diundang untuk meresapi dan memahami keberagaman budaya dari seluruh dunia. Kreativitas diidentifikasi sebagai jembatan ekspresi yang kuat, memungkinkan siswa untuk menggali dan menyatakan aspek-aspek unik dari identitas mereka. Proses kreatif dilihat sebagai alat penting dalam penemuan diri, memungkinkan siswa untuk merumuskan dan menyampaikan identitas mereka dengan cara yang bervariasi dan unik. Kelas 5 dipilih sebagai fokus penelitian untuk memahami identitas siswa pada tahap perkembangan kognitif dan sosial khusus ini. Melalui studi ini, kita berharap untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana siswa di kelas 5 mengartikan, meresapi, dan menyatakan identitas mereka melalui interaksi dengan budaya, bahasa, keberagaman global, dan kreativitas. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pendekatan pendidikan yang inklusif dan pemahaman yang lebih mendalam tentang proses pembentukan identitas pada tingkat usia ini.
Pengembangan E-Modul Berbasis Web untuk Mendukung Kemampuan Representasi Matematis untuk Meningkatkan Karakter Mandiri dan Critical Thinking Mansyur Hidayat; Gunawan Santoso; Novi Mega Lestari; Rostian
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.635

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan E-Modul berbasis web yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa dalam konteks pembelajaran matematika. Modul ini juga dirancang untuk mendukung pengembangan karakter mandiri siswa dan kemampuan berpikir kritis. Dalam era digital, penggunaan teknologi pendidikan menjadi semakin penting dalam memfasilitasi pembelajaran yang lebih efektif. Modul ini dirancang untuk menyajikan konsep matematis dengan pendekatan visual dan interaktif, membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan mereka dalam merepresentasikan konsep matematis melalui grafik, gambar, atau simbol. Selain itu, modul ini juga dirancang untuk merangsang karakter mandiri siswa dengan memberi mereka otonomi dalam mengatur waktu, mengatasi kendala, dan mengambil inisiatif dalam belajar. Selain itu, modul ini mendorong kemampuan berpikir kritis siswa dengan menyediakan latihan pemecahan masalah, analisis informasi, dan evaluasi argumen. Efektivitas modul ini akan bergantung pada desain yang tepat, implementasi yang baik, serta persepsi positif dari siswa dan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani pendekatan pembelajaran matematika yang kuat dengan pengembangan karakter siswa dan kemampuan berpikir kritis. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan yang berharga dalam meningkatkan pembelajaran matematika di era digital.
Mengukuhkan Kebersamaan Sikap Bergotong Royong Dan Kolaborasi Di Kelas 3 Liya Pransiska; Gunawan Santoso; Arif Aziz Firmansyah; Arif Aprilia Kartini
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran kebersamaan, sikap bergotong royong, dan kolaborasi dalam perkembangan peserta didik kelas 3. Melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan aspek psikologis, pendidikan, dan sosial, penelitian ini mengeksplorasi fenomena kebersamaan di kalangan peserta didik dan dampaknya pada karakter dan hubungan sosial mereka. Kami mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat kebersamaan, serta menganalisis peran guru, orang tua, dan pendekatan pembelajaran dalam memfasilitasi nilai-nilai ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sikap bergotong royong dan kolaborasi memiliki dampak positif pada perkembangan karakter peserta didik, hubungan sosial, dan pencapaian akademik mereka. Kami juga membahas implikasi dari temuan ini dalam konteks pendidikan dan perkembangan peserta didik di kelas 3, serta relevansi nilai-nilai ini dalam persiapan peserta didik untuk masa depan yang semakin terkoneksi dan global. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya memahami dan mengukuhkan kebersamaan melalui sikap bergotong royong dan kolaborasi dalam konteks pendidikan dasar.
Identifikasi Menjaga Lingkungan Sekitar Sebagai Tempat Hunian yang Nyaman Bagi Semua Warga Zahro, Zahrotul Fitriyyyah; Gunawan Santoso; Natiqotul Istiqomah; Ikhwatul Mujahadah
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya menjaga lingkungan sekitar sebagai tempat hunian yang nyaman bagi semua warga, terutama siswa kelas 5 di sekolah dasar. Dalam upaya mencapai tujuan ini, penelitian ini mengeksplorasi konsep gotong royong dan kolaborasi sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan mencakup survei, wawancara, dan observasi terhadap siswa, guru, staf sekolah, dan orang tua di sebuah sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dan kesadaran berperan penting dalam membentuk pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. Siswa yang terlibat dalam kegiatan gotong royong dan kolaborasi mampu merasakan dampak positifnya pada lingkungan sekolah, termasuk perbaikan fisik, kebersihan, dan kenyamanan. Dalam prosesnya, siswa mengalami perubahan perilaku positif, seperti pengelolaan sampah yang lebih baik dan pengembangan nilai-nilai sosial seperti kerjasama dan tanggung jawab. Kesimpulannya, upaya untuk menjaga lingkungan sebagai tempat hunian yang nyaman melalui gotong royong dan kolaborasi di SD Kelas 5 adalah penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran lingkungan siswa. Kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dan perencanaan berkelanjangan adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam lingkungan sekolah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk memahami peran lingkungan sekolah dalam membentuk sikap dan perilaku siswa terhadap lingkungan serta mengidentifikasi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah.
Mengidentifikasi Problematika dan Mencari Solusi Dalam Program Literasi Untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA di Kelas 9 SMP Tri Laksono; Gunawan Santoso; Yayuk Purwati; Wisnu Winata
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.646

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas 9 SMP merupakan bagian penting dalam perkembangan akademik siswa. Namun, berbagai hambatan dan masalah mungkin menghambat pemahaman konsep-konsep IPA dan menciptakan tantangan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam memahami IPA di kelas 9 SMP, termasuk masalah dalam kurikulum, metode pengajaran, dan literasi ilmiah. Selain itu, penelitian ini juga berusaha mencari solusi melalui pengembangan program literasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap IPA. Metode penelitian yang digunakan melibatkan analisis data, survei, wawancara, dan observasi kelas. Dengan pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah yang dihadapi siswa, program literasi akan dikembangkan dengan berfokus pada pendekatan berbasis inkuiri, sumber materi yang relevan, dan keterampilan literasi ilmiah. Diharapkan program ini akan meningkatkan pemahaman siswa dan prestasi akademik mereka dalam mata pelajaran IPA. Penelitian ini memiliki potensi untuk memiliki dampak positif pada kualitas pembelajaran IPA di kelas 9 SMP dan meningkatkan kemampuan siswa untuk menghadapi tantangan ilmiah di masa depan. Melalui identifikasi masalah dan pengembangan solusi yang sesuai, penelitian ini mendukung upaya perbaikan pendidikan yang lebih baik dan pemahaman IPA yang lebih mendalam di kalangan siswa. Catatan: Abstrak di atas adalah contoh yang dibuat berdasarkan informasi dari judul yang Anda berikan. Dalam penelitian sesungguhnya, abstrak akan mencakup temuan-temuan utama, hasil penelitian, dan implikasi lebih lanjut, yang akan ditambahkan setelah penelitian selesai.
Meningkatkan Semangat Gotong Royong Melalui Aturan Kolaboratif Di Rumah, Sekolah, dan Sekitarnya Lestari, Tuti; Gunawan Santoso; muloh, farcham; Tato Saputro
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.649

Abstract

Semangat gotong royong dan nilai-nilai sosial merupakan komponen penting dalam pendidikan karakter anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak dari penerapan aturan-aturan kolaboratif di lingkungan kelas 4 SD, termasuk lingkungan rumah, sekolah, dan sekitarnya, dalam meningkatkan semangat gotong royong siswa. Penelitian ini melibatkan metode observasi, wawancara, dan evaluasi kinerja siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aturan kolaboratif memiliki dampak positif pada semangat gotong royong siswa. Dalam lingkungan kelas, siswa terlibat dalam kegiatan kerja sama, pemecahan masalah bersama, dan berkomunikasi secara efektif. Penerapan aturan kolaboratif juga menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan nilai-nilai sosial seperti kerja sama, empati, dan toleransi. Selain itu, penelitian ini menyoroti keterkaitan antara semangat gotong royong siswa dan kinerja akademis mereka. Ditemukan bahwa siswa yang memiliki semangat gotong royong yang tinggi cenderung mencapai hasil akademis yang lebih baik. Praktik gotong royong yang meningkat dalam lingkungan kelas, rumah, dan komunitas berdampak positif pada hubungan sosial di lingkungan sekitar dan pada perkembangan komunitas secara keseluruhan. Hasil penelitian ini mendukung konsep penting bahwa pendidikan karakter yang kuat memerlukan kerja sama antara lingkungan rumah, sekolah, dan komunitas. Penerapan aturan-aturan kolaboratif sebagai alat pendukung dalam proses pendidikan dapat membantu membentuk karakter siswa dan memperkuat semangat gotong royong dalam masyarakat. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan ini dapat menjadi model yang efektif dalam meningkatkan semangat gotong royong di kelas 4 SD dan di sekitarnya.
Implementasi P5 Pembuatan Aksesoris Tarian Adat: Sebagai Karakter Gotong Royong Pada Siswa Kelas 7 Tugiman; Gunawan Santoso; Masngud Kudori; Arifin
Jurnal Pendidikan Transformatif Vol. 2 No. 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya menjaga lingkungan sekitar sebagai tempat hunian yang nyaman bagi semua warga, terutama siswa kelas 5 di sekolah dasar. Dalam upaya mencapai tujuan ini, penelitian ini mengeksplorasi konsep gotong royong dan kolaborasi sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan mencakup survei, wawancara, dan observasi terhadap siswa, guru, staf sekolah, dan orang tua di sebuah sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dan kesadaran berperan penting dalam membentuk pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan. Siswa yang terlibat dalam kegiatan gotong royong dan kolaborasi mampu merasakan dampak positifnya pada lingkungan sekolah, termasuk perbaikan fisik, kebersihan, dan kenyamanan. Dalam prosesnya, siswa mengalami perubahan perilaku positif, seperti pengelolaan sampah yang lebih baik dan pengembangan nilai-nilai sosial seperti kerjasama dan tanggung jawab. Kesimpulannya, upaya untuk menjaga lingkungan sebagai tempat hunian yang nyaman melalui gotong royong dan kolaborasi di SD Kelas 5 adalah penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran lingkungan siswa. Kolaborasi antara semua pemangku kepentingan dan perencanaan berkelanjangan adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam lingkungan sekolah. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk memahami peran lingkungan sekolah dalam membentuk sikap dan perilaku siswa terhadap lingkungan serta mengidentifikasi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah.
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Di Kelas 5 Muhammad Al Fathonah; Gunawan Santoso; Ahmad Suyudi
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 3 No. 6 (2024): November 2024
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i4.671

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas 5 di sekolah dasar dalam memahami materi pecahan dalam mata pelajaran matematika. Materi pecahan adalah topik penting dalam kurikulum matematika, namun sering kali menjadi sumber kesulitan bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan yang paling umum dihadapi oleh siswa dalam memahami pecahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kolaborasi dan komunikasi sebagai metode pembelajaran. Kolaborasi memungkinkan siswa untuk bekerja sama dan berdiskusi tentang konsep pecahan, sementara komunikasi memfasilitasi pertukaran ide dan pemahaman di antara siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas 5 sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam berbagai aspek pemahaman materi pecahan, termasuk konsep dasar, operasi, penyederhanaan, dan representasi visual. Namun, penggunaan kolaborasi dan komunikasi dalam pembelajaran terbukti efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan mereka. Siswa mengalami peningkatan pemahaman, keterampilan komunikasi matematis, dan minat dalam matematika melalui pendekatan ini. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dan mendorong kolaborasi sosial dalam memahami konsep matematis yang kompleks. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa metode ini dapat menjadi alat yang efektif dalam mengatasi kesulitan siswa dalam materi pecahan di tingkat SD kelas 5.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Geometri Melalui Metode Demonstrasi pada Anak Usia 5-6 Tahun Shofi Nisrina Amani; Mansyur Hidayat; Gunawan Santoso
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 2 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v2i5.1093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan kemampuan mengenal geometri melalui metode demonstrasi pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 01 Raja Ampat. Penelitian tindakan kelas adalah dilakukan melalui 2 siklus yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sedangkan untuk mengetahui kemampuan, peneliti menggunakan lembar observasi untuk melihat tingkat keberhasilannya. Pada siklus I dilakukan 2 kali pertemuan, pada pertemuan pertama terdapat 15 orang anak yang tergolong kriteria mulai berkembang (100%), sedangkan pada pertemuan kedua terdapat 8 orang anak yang tergolong kriteria mulai berkembang (53,33%) dan 7 orang anak yang tergolong kriteria berkembang sesuai harapan (46,67%) dengan nilai rata-rata 38,03% maka masih perlu dilanjutkan ke siklus II. Pada siklus II dilakukan juga sama halnya dengan siklus I dengan 2 kali pertemuan, pada siklus II pertemuan pertama dari 15 orang anak, 12 orang anak yang tergolong kriteria berkembang sesuai harapan (80%), dan 3 orang anak yang tergolong kriteria berkembang sangat baik (20%), sedangkan pada pertemuan kedua sudah tidak ada lagi pada kriteria belum berkembang maupun mulai berkembang, maka hasilnya terdapat 5 orang anak yang tergolong kriteria berkembang sesuai harapan (33,33%) dan 10 orang anak yang tergolong kriteria berkembang sangat baik (66,67%) dengan nilai rata-rata 72,50%.
Co-Authors Abdul Aziz Achda Fitriah Adelia Septa Kusuma Adeliza Eva Uncu adinda putri darmanto AHMAD MUZAKKI Ahmad Suryadi, Ahmad Ahmad Suyudi ahmad suyudi Ahmad Syamsuadi Aida Sumardi Alfi Fadliya Putri Mahya Almirah Nur Sakiinah Ambo Tuo Ananda Nur Aulia Ananda, Fildza Anggo, Ayu Yuniar Anita Bosawer Anshari, Fathia Puti Arif Aprilia Kartini Arif Aziz Firmansyah Arifin Arifin Arifin Arvansyah, Rafi Ayu Yuniar Anggo Ayu Yuniar Anggo Baiq Dina Erika Wardiningtias bintang, patilah rizki bintang Bosawer, Anita Bunga Ayu maulida Bunga Seftya Nur Indah Chatulistiwa, Diazs Darmita Wuriani Dea Permata Dewi Puji Lestari Dinda Putri Kamilah Dira Lestari Djati, Arifin Dwi Ajeng Prasasti Edi Ribowo Esih Sukaesih, Dinda Putri Kamilah Eva Monalisa Vebri Kusuma Eva Monalisa Vebry Kusuma Farcham Mulloh Fatonah Putri Pratiwi Pratiwi Fayyaza Ariefa Yusvinanda, Fayyaza Febri Prihatin Finna Fidyah Ramadhani Gracia Emmanuella Hajirah Halimah Hanifah Adibah Rahmah Hermawan, Cecep Maman Hidayat, Mansyur Hidriana Ikhwatul Mujahadah Imam Wahyudin Intan Khairasyani Intan Maharani Irsyam Fajar Attaulah Iswan Jannah, Niswah Zahrotul Jarmi Juliani Junita Nurfazriah Putri Juriah Juryati Keizia Latifah Keysa Najmi Salma Herdani Kudori, Masngud La Dauwi Laksono, Tri Lestari, Tuti Lilis Handayani N. Listari Widodo Liya Pransiska Mahda Lourenza Nursabella Mansyur Hidayat Mansyur Hidayat maruapey, habiba Marvel Santoso Masngud Kudori MIFTAHUL JANNAH Mochammad Rafli Firdaus Moh. Farid La Aca Mohammad Syaifuddin Mohammed El-Abid Muhamad Fauzan Muhammad Al Fathonah Muhammad Guntur Muhammad Mansyur, Hani Alifa muloh, farcham nabilahmaya Nadiah Rohadatul Aisy Shabri Natiqotul Istiqomah Naufal Nazwa Mustika Nia Octavia Rachmadani Niken, Niken Sekar Restu Prasaja Niswah Zahrotul Jannah Novi Mega Lestari Novi Sutia Novia Azzahra Nur Asiah Nur Laili Nur wahidah Nurdiana Nurwahidah Nurwijayanti OKTA ROSFIANI Pransiska, Liya Primantiko, Retno Purwati Wulandari Putri Nur Ainni Rajwa Firyaal Retno Primantiko Risma Nurkholisha Rivia Juliani Romadhotin, Putri Ayu Ronius Pirade Rostian Ryan Fajar Ramadani Safira Az Zahra Saing, Siti Aminah Salma Putri Amanda Salsa Khairunnisa Salsa Kusumadiniati Salwa Azzahrah Santika Unawekla Sasa Fiolanisa Satar, Shella Meiliza Shabrina Alamsyah Shinta Listiani Shofi Nisrina Amani Siti Aminah Saing Siti Zahrah Sodik, Ahmad Japar Sodikin Solehun Sri Mulyani Sri Sunarti SRI UTAMI Stenly Fiktor Metem Sauyai Supatmi . Suwardono Syahira Shinta Hanjani Syunu Trihantoyo Tasya Zulfa Tato Saputro Tevian Edi Candra Tri Laksono Tugiman Tugiman Tugiman Virda Nurlita WINARSIH Winarsih Winarsih Wisnu Winata Wulandari, Zahrah Rizka Yasmin Hadiyya Fatin Hana Yayuk Purwati Zahra Syafitri Atmadja Zahro, Zahrotul Fitriyyyah Zahrotul Fitriyyah