This Author published in this journals
All Journal JAM : Jurnal Aplikasi Manajemen Al Ishlah Jurnal Pendidikan Palapa: Jurnal Study Keislaman dan Ilmu Pendidikan DINAMIKA: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education) Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam GUYUB: Journal of Community Engagement Paedagogie: Jurnal Pendidikan dan studi ISlam Continuous Education : Journal of Science and Research Dharmas Education Journal (DE_Journal) Tarbawi Ngabar: Jurnal of Education Education Achievement: Journal of Science and Research INTERNATIONAL JOURNAL OF EDUCATION, INFORMATION TECHNOLOGY, AND OTHERS Didaktika Religia Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam SYAMIL: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION) Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Communautaire: Journal of Community Service Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan (JURRIPEN) Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Toplama Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Journal of Studies in Academic, Humanities, Research, and Innovation Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Al-Hayat: Journal of Islamic Education Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

Collaboration on Local Wisdom-Based Character Education between Schools and Parents of Students in Islamic Religious Education Units Kibtiyah, Asriana; Idawati, Khoirotul; Muaz, Yusuf Ahmed
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i2.175

Abstract

This study aims to identify and describe the forms of collaboration between schools and parents in implementing character education for pupils in Years 1 to 3 at the primary education level, also known as the Madrasah Ibtidaiyah. A descriptive qualitative approach was employed using phenomenological methods, enabling an in-depth exploration of the subjective experiences of educational stakeholders. Data were collected through triangulated in-depth interviews, limited participatory observation, and document analysis. The findings reveal that collaboration in character education between madrasahs and parents is dynamic, integrative, and multidimensional, consisting of five key forms: 1) consistent two-way communication serving as an ecological bridge between home and school; 2) participatory parental involvement in school activities as contextual arenas for value socialisation; 3) character value synchronisation through co-developed guidance, establishing a microsystemic moral contract between teachers and parents; 4) integration of local wisdom values such as ojo dumeh, unggah-ungguh, and gotong royong, reinforcing pupils' cultural identity; and 5) character reinforcement through family-based support involving moral rituals, daily habits, and reflective practices at home. The study is limited by its localised context, relatively few participants, and the absence of prolonged observation of home–school interaction. Its original contribution lies in integrating Bronfenbrenner's ecological theory with culturally grounded character education practices and recommending digital and community-based collaborative strategies suitable for primary education settings in Indonesia.
Metode Pembina Pesantren Tebuireng dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Santri Ditengah Masyarakat: Penelitian Bagas Setiawan; Khoirotul Idawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1637

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) serve not only as centers for religious and academic development but also play a crucial role in shaping students' character, particularly their self-confidence. This study aims to explore the mentoring methods implemented at Pesantren Tebuireng to enhance students’ self-confidence, enabling them to adapt and actively contribute within society. The research employs a descriptive qualitative approach, utilizing observation, in-depth interviews, and documentation for data collection. Findings reveal that mentors at Pesantren Tebuireng use methods such as role modeling, personal approach, organizational involvement, and training in public speaking and leadership. These approaches effectively foster students’ confidence, independence, and readiness to engage in social life. A supportive and collaborative environment within the pesantren also strengthens the mentoring process. This study recommends consistent and innovative mentoring practices to nurture students who are not only spiritually grounded but also confident and competent in societal settings.
PENERAPAN METODE AL-MIFTAH DALAM MENGASAH KEMAMPUAN BACA KITAB MATN TAQRIB BAGI SANTRI BARU DI PONDOK PESANTREN PUTRI AL-MAHFUDZ Tiara Apriliani Rizqy; Khoirotul Idawati; Asriana Kibtiyah; Jasminto; Moh Holil
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 3 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v3i2.745

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca kitab kuning, khususnya Matn Taqrib, di kalangan santri baru Pondok Pesantren Putri Al-Mahfudz Seblak Jombang. Kondisi ini menuntut penerapan metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Salah satu metode yang digunakan adalah Metode Al-Miftah Lil Ulum, yang diadaptasi dari sistem pendidikan di Pesantren Sidogiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan, dan data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Fokus utama penelitian ini adalah pada proses Penerapan metode serta dampaknya terhadap peningkatan kemampuan baca kitab bagi santri baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 82 santri baru, hanya 6 orang yang mampu membaca kitab saat pertama kali masuk. Sebanyak 76 santri lainnya mengikuti kelas Al-Miftah. Penerapan metode ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan membaca kitab dalam waktu relatif singkat. Dalam penelitiannya ditemukan bahwa keberhasilan metode ini didukung oleh penggunaan materi yang ringkas, tampilan visual yang menarik, integrasi lagu, serta keterlibatan aktif guru. Namun demikian, terdapat beberapa kendala, seperti terbatasnya cakupan materi, kurangnya fokus pada pemaknaan teks, dan ketidaksesuaian untuk santri usia dewasa. Oleh karena itu, metode ini dinilai efektif bagi pemula, namun memerlukan penyesuaian lebih lanjut untuk kelompok usia yang lebih tinggi.
Pelatihan al-Asma al-Husna Metode Hanifida: Solusi Nyata Lejitkan Otak Anak Idawati, Khoirotul; Hanifuddin
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v1i2.5848

Abstract

The age of 1 to 5 years is a golden age for children, this is the time for the task of parents as the first teacher to maximize all the potential that exists in the child, at this stage gross motor, fine cognitive and social interaction will develop and grow rapidly. However, many parents do not have free time and in the end the children are sent to Kindergarten (TK) schools. With the al-Asma al-Husna Hanifida method in kindergarten, it has a tremendous impact, not only can children pronounce asthma’, but with this method children will be invited to move, express and imagine. The method of implementing this service activity is divided into three stages, namely, needs analysis, implementation and assistance. This training was attended by Kindergarten teachers throughout the Turi Lamongan sub-district (IGTKM) as many as 150 participants. This training begins with the dynamics of turning the brain on, giving material by the trainer, practicing, evaluating and reflecting.
Pembelajaran Interaktif Dengan Talking Stick: Solusi Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Fiqih Al Fazila, Hana; Hosna, Rofiatul; Hanifudin, Hanifudin; Idawati, Khoirotul
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1739

Abstract

Salah satu masalah dalam proses pembelajaran di kelas adalah kurangnya keaktifan siswa, sehingga siswa kurang respon pada materi yang disampaikan oleh gurunya yang berdampak pada rendahnya pemahaman terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan belajar dan pemahaman siswa pada mata pelajaran Fiqih. Tujuan khusus penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan belajar siswa, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode tersebut terhadap pemahaman siswa, dan (3) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keduanya secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Subjek penelitian dibagi dalam dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan metode Talking Stick, dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Dengan jumlah masing-masing responden kelas sebanyak 28 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes (posttest), dan dokumentasi. Keaktifan siswa diukur dengan angket, sementara pemahaman siswa diukur melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Talking Stick berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar (sig. 0,000 < 0,05) dan pemahaman siswa (sig. 0,001 < 0,05). Selain itu, terdapat peningkatan keaktifan belajar sebesar 25,8% dan peningkatan pemahaman sebesar 18,3%. Dengan demikian, metode Talking Stick efektif diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih di kelas.
Implementasi Program Sekolah Menulis dalam Mengasah Efikasi Diri Melalui Persuasi Verbal Santri di Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang Fauzi, Azizah Asmaul; Kibtiyah, Asriana; Hanifudin, Hanifudin; Idawati, Khoirotul
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 6 No 2 (2025): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/de_journal.v6i2.1877

Abstract

This study aims to describe the implementation of the writing school Program in honing the self-efficacy of students through verbal persuasion in Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang. This study uses a descriptive qualitative approach to the method of data collection through observation, interviews, and documentation. The results showed that this program effectively increases the confidence of students in writing. This is indicated by the increased self-efficacy of students after obtaining consistent verbal support from teachers and peers, as well as a supportive learning environment. The Program also facilitates the improvement of critical thinking skills, writing Systematics, and good use of language. However, there are obstacles such as limited facilities and infrastructure, lack of reference book collection, and lack of access to supporting technology. These findings emphasize the importance of the role of teachers and peers in providing constructive verbal persuasion to improve students ' self-efficacy, especially in writing skills.
Persepsi Santri Terhadap Efektivitas Program Muroja’ah Dalam Menjaga Hafalan Al-Qur’an Di Madrasah Hifdzil Qur-an (MHQ) Pondok Pesantren Putri (PPP). Walisongo Cukir Jombang Rahayu Ningsih; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an merupakan kalam Allah Swt Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW SAW melalui malaikat Jibril secara bertahap sebagai petunjuk bagi umat Islam agar memperoleh kesejahteraan dunia dan akhirat. Untuk menjaga kemurniannya, Al-Qur’an tidak hanya perlu dibaca dan dipelajari, tetapi juga dijaga melalui hafalan dan pengulangan yang berkelanjutan. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai Al-Qur’an. Salah satu lembaga yang aktif dalam program tahfidz adalah Madrasah Hifdzil Qur’an (MHQ) di bawah naungan Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang, yang menyelenggarakan program muroja’ah (pengulangan hafalan) sebagai strategi menjaga hafalan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi santri terhadap efektivitas program muroja’ah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di MHQ PPP. Walisongo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para santri memiliki persepsi positif terhadap program muroja’ah karena terbukti efektif dalam membantu menjaga hafalan mereka secara konsisten. Kesimpulannya, program muroja’ah memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat kualitas hafalan Al-Qur’an santri dan perlu terus dikembangkan sebagai bagian integral dari proses pendidikan tahfidz.
Revitalisasi Peran Pondok Pesantren dalam Menyiapkan Generasi Alpha Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Society 5. Devind Camelia Rossa; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era society 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan Generasi Alpha sebagai generasi digital yang hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, internet, robotika, dan Big Data. Generasi Alpha memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya namun mereka minim dan lemah dalam berinteraksi sosial karena seringnya terpaut dengan gadget atau handphone. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang erat kaitannya dengan pendidikan tradisional, dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi pada era baru tanpa menghilangkan identitas utamanya sebagai lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pondok pesantren dalam membentuk kompetensi digital, mengetahui karakteristik pada Generasi Alpha, tantangan pendidikan ditengah distrupsi teknologi era Society 5.0. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian literatur. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode pembelajaran inovatif, revitalisasi kurikulum, dan integrasi teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar sebagai lembaga pendidikan transformatif dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 seperti Generasi Alpha yang minim empati, dan sosialisasi, dan kurangnya memperhatikan spiritualisasi dalam dirinya sehingga pondok pesantren harus melakukan revitalisasi bahwa peran pondok pesantren dalam menyiapkan Generasi Alpha di Era Society 5.0 adalah mampu menggabungkan tradisi dan inovasi teknologi seperti pelatihan digitalisasi pada pengajar, modernisasi kurikulum dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
Konsep Pendidikan Akhlak dalam Islam: Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer Ahmad Wifaqi Shiddiqi; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak dalam Islam merupakan salah satu aspek fundamental yang membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan. Oleh karena itu, akhlak menempati posisi sentral dalam sistem pendidikan Islam dan menjadi inti dari segala proses pembelajaran, baik formal maupun informal. Dalam sejarah peradaban Islam, para ulama dan cendekiawan telah menekankan pentingnya pendidikan akhlak sebagai sarana membentuk masyarakat yang beradab, adil, dan harmonis. Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer adalah suatu metode kajian ilmiah yang dilakukan dengan cara menelaah, membandingkan, dan mengkaji secara kritis isi, pemikiran, atau konsep dari dua jenis sumber pustaka, yaitu: Literatur Klasik karya-karya ilmiah atau pemikiran dari tokoh-tokoh terdahulu yang memiliki nilai historis dan menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan dalam suatu bidang. Al-Ghazali, misalnya, menekankan pentingnya pembersihan jiwa melalui proses takhalli, tahalli, dan tajalli, yang menjadi jalan menuju akhlak yang tertanam secara permanen dalam diri manusia. Ibnu Miskawaih membawa pendekatan etika filosofis dengan mengedepankan keseimbangan antara akal dan nafsu untuk mencapai kebajikan utama: hikmah (kebijaksanaan), iffah (pengendalian diri), syaja’ah (keberanian), dan ‘adalah (keadilan).
Peran Strategis Pondok Putri Pesantren Tebuireng dalam Menjaga Keindonesiaan di Tengah Arus Globalisasi Della Elya Kuswati; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan fenomena khas dalam peradaban nmanusia yang terus berkembang dalam masyarakat dunia, sekaligus menjadi bagian dari proses peradaban global itu sendiri. Adapun globalisasi juga sebagai fenomena peradaban modern membawa dampak signifikan terhadap kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam aspek positif seperti kemajuan teknologi dan komunikasi, maupun aspek negatif berupa krisis nasionalisme, individualisme, konsumerisme, penyalahgunaan media sosial, hingga ancaman disintegrasi bangsa. Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia untuk terus menjaga jati dirinya melalui nilai-nilai keindonesiaan yang berlandaskan pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan toleransi. Dalam konteks ini, pesantren berperan penting sebagai benteng moral sekaligus lembaga pendidikan yang mampu menjaga nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pesantren, khususnya Pesantren Tebuireng, dalam menjaga nilai keindonesiaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri tradisi, sejarah, serta kontribusi nyata Pesantren Tebuireng dalam membentuk karakter santri yang religius, nasionalis, moderat, toleran, mandiri, serta berjiwa gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tebuireng tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam menjaga identitas kebangsaan melalui tradisi inklusif, perjuangan historis seperti Resolusi Jihad 1945, serta kiprah tokoh-tokoh nasional yang lahir darinya.Dengan demikian, pesantren terbukti menjadi pilar penting dalam melestarikan nilai-nilai keindonesiaan sekaligus meneguhkan identitas bangsa di era globalisasi. Peran ini menjadikan pesantren relevan sebagai benteng moral, pusat kebudayaan, dan agen transformasi sosial bagi masa depan Indonesia.