Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pembelajaran Interaktif Dengan Talking Stick: Solusi Meningkatkan Keaktifan Belajar dan Pemahaman Siswa Mata Pelajaran Fiqih Al Fazila, Hana; Hosna, Rofiatul; Hanifudin, Hanifudin; Idawati, Khoirotul
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1739

Abstract

Salah satu masalah dalam proses pembelajaran di kelas adalah kurangnya keaktifan siswa, sehingga siswa kurang respon pada materi yang disampaikan oleh gurunya yang berdampak pada rendahnya pemahaman terhadap materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan belajar dan pemahaman siswa pada mata pelajaran Fiqih. Tujuan khusus penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keaktifan belajar siswa, (2) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode tersebut terhadap pemahaman siswa, dan (3) Mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh metode Talking Stick terhadap keduanya secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen. Subjek penelitian dibagi dalam dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan metode Talking Stick, dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Dengan jumlah masing-masing responden kelas sebanyak 28 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes (posttest), dan dokumentasi. Keaktifan siswa diukur dengan angket, sementara pemahaman siswa diukur melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Talking Stick berpengaruh signifikan terhadap keaktifan belajar (sig. 0,000 < 0,05) dan pemahaman siswa (sig. 0,001 < 0,05). Selain itu, terdapat peningkatan keaktifan belajar sebesar 25,8% dan peningkatan pemahaman sebesar 18,3%. Dengan demikian, metode Talking Stick efektif diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih di kelas.
Implementasi Program Sekolah Menulis dalam Mengasah Efikasi Diri Melalui Persuasi Verbal Santri di Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang Fauzi, Azizah Asmaul; Kibtiyah, Asriana; Hanifudin, Hanifudin; Idawati, Khoirotul
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 6 No 2 (2025): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/de_journal.v6i2.1877

Abstract

This study aims to describe the implementation of the writing school Program in honing the self-efficacy of students through verbal persuasion in Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang. This study uses a descriptive qualitative approach to the method of data collection through observation, interviews, and documentation. The results showed that this program effectively increases the confidence of students in writing. This is indicated by the increased self-efficacy of students after obtaining consistent verbal support from teachers and peers, as well as a supportive learning environment. The Program also facilitates the improvement of critical thinking skills, writing Systematics, and good use of language. However, there are obstacles such as limited facilities and infrastructure, lack of reference book collection, and lack of access to supporting technology. These findings emphasize the importance of the role of teachers and peers in providing constructive verbal persuasion to improve students ' self-efficacy, especially in writing skills.
Persepsi Santri Terhadap Efektivitas Program Muroja’ah Dalam Menjaga Hafalan Al-Qur’an Di Madrasah Hifdzil Qur-an (MHQ) Pondok Pesantren Putri (PPP). Walisongo Cukir Jombang Rahayu Ningsih; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an merupakan kalam Allah Swt Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW SAW melalui malaikat Jibril secara bertahap sebagai petunjuk bagi umat Islam agar memperoleh kesejahteraan dunia dan akhirat. Untuk menjaga kemurniannya, Al-Qur’an tidak hanya perlu dibaca dan dipelajari, tetapi juga dijaga melalui hafalan dan pengulangan yang berkelanjutan. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai Al-Qur’an. Salah satu lembaga yang aktif dalam program tahfidz adalah Madrasah Hifdzil Qur’an (MHQ) di bawah naungan Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang, yang menyelenggarakan program muroja’ah (pengulangan hafalan) sebagai strategi menjaga hafalan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi santri terhadap efektivitas program muroja’ah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an di MHQ PPP. Walisongo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para santri memiliki persepsi positif terhadap program muroja’ah karena terbukti efektif dalam membantu menjaga hafalan mereka secara konsisten. Kesimpulannya, program muroja’ah memiliki kontribusi signifikan dalam memperkuat kualitas hafalan Al-Qur’an santri dan perlu terus dikembangkan sebagai bagian integral dari proses pendidikan tahfidz.
Revitalisasi Peran Pondok Pesantren dalam Menyiapkan Generasi Alpha Menghadapi Tantangan Pendidikan di Era Society 5. Devind Camelia Rossa; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era society 5.0 menghadirkan tantangan dan peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan Generasi Alpha sebagai generasi digital yang hidup berdampingan dengan kecerdasan buatan, internet, robotika, dan Big Data. Generasi Alpha memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya namun mereka minim dan lemah dalam berinteraksi sosial karena seringnya terpaut dengan gadget atau handphone. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang erat kaitannya dengan pendidikan tradisional, dihadapkan pada kebutuhan untuk beradaptasi pada era baru tanpa menghilangkan identitas utamanya sebagai lembaga pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pondok pesantren dalam membentuk kompetensi digital, mengetahui karakteristik pada Generasi Alpha, tantangan pendidikan ditengah distrupsi teknologi era Society 5.0. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian literatur. Penelitian ini menyoroti pentingnya metode pembelajaran inovatif, revitalisasi kurikulum, dan integrasi teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pondok pesantren memiliki potensi besar sebagai lembaga pendidikan transformatif dalam menghadapi tantangan era Society 5.0 seperti Generasi Alpha yang minim empati, dan sosialisasi, dan kurangnya memperhatikan spiritualisasi dalam dirinya sehingga pondok pesantren harus melakukan revitalisasi bahwa peran pondok pesantren dalam menyiapkan Generasi Alpha di Era Society 5.0 adalah mampu menggabungkan tradisi dan inovasi teknologi seperti pelatihan digitalisasi pada pengajar, modernisasi kurikulum dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
Konsep Pendidikan Akhlak dalam Islam: Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer Ahmad Wifaqi Shiddiqi; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan akhlak dalam Islam merupakan salah satu aspek fundamental yang membentuk karakter dan kepribadian seorang Muslim. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan mampu menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai ketuhanan. Oleh karena itu, akhlak menempati posisi sentral dalam sistem pendidikan Islam dan menjadi inti dari segala proses pembelajaran, baik formal maupun informal. Dalam sejarah peradaban Islam, para ulama dan cendekiawan telah menekankan pentingnya pendidikan akhlak sebagai sarana membentuk masyarakat yang beradab, adil, dan harmonis. Analisis Literatur Klasik dan Kontemporer adalah suatu metode kajian ilmiah yang dilakukan dengan cara menelaah, membandingkan, dan mengkaji secara kritis isi, pemikiran, atau konsep dari dua jenis sumber pustaka, yaitu: Literatur Klasik karya-karya ilmiah atau pemikiran dari tokoh-tokoh terdahulu yang memiliki nilai historis dan menjadi dasar perkembangan ilmu pengetahuan dalam suatu bidang. Al-Ghazali, misalnya, menekankan pentingnya pembersihan jiwa melalui proses takhalli, tahalli, dan tajalli, yang menjadi jalan menuju akhlak yang tertanam secara permanen dalam diri manusia. Ibnu Miskawaih membawa pendekatan etika filosofis dengan mengedepankan keseimbangan antara akal dan nafsu untuk mencapai kebajikan utama: hikmah (kebijaksanaan), iffah (pengendalian diri), syaja’ah (keberanian), dan ‘adalah (keadilan).
Peran Strategis Pondok Putri Pesantren Tebuireng dalam Menjaga Keindonesiaan di Tengah Arus Globalisasi Della Elya Kuswati; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan fenomena khas dalam peradaban nmanusia yang terus berkembang dalam masyarakat dunia, sekaligus menjadi bagian dari proses peradaban global itu sendiri. Adapun globalisasi juga sebagai fenomena peradaban modern membawa dampak signifikan terhadap kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam aspek positif seperti kemajuan teknologi dan komunikasi, maupun aspek negatif berupa krisis nasionalisme, individualisme, konsumerisme, penyalahgunaan media sosial, hingga ancaman disintegrasi bangsa. Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia untuk terus menjaga jati dirinya melalui nilai-nilai keindonesiaan yang berlandaskan pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, dan toleransi. Dalam konteks ini, pesantren berperan penting sebagai benteng moral sekaligus lembaga pendidikan yang mampu menjaga nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pesantren, khususnya Pesantren Tebuireng, dalam menjaga nilai keindonesiaan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri tradisi, sejarah, serta kontribusi nyata Pesantren Tebuireng dalam membentuk karakter santri yang religius, nasionalis, moderat, toleran, mandiri, serta berjiwa gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tebuireng tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam menjaga identitas kebangsaan melalui tradisi inklusif, perjuangan historis seperti Resolusi Jihad 1945, serta kiprah tokoh-tokoh nasional yang lahir darinya.Dengan demikian, pesantren terbukti menjadi pilar penting dalam melestarikan nilai-nilai keindonesiaan sekaligus meneguhkan identitas bangsa di era globalisasi. Peran ini menjadikan pesantren relevan sebagai benteng moral, pusat kebudayaan, dan agen transformasi sosial bagi masa depan Indonesia.
Globalisasi, Budaya Dan Identitas Keislaman: Studi Literatur Peran Pesantren Dalam Menjaga Karakter Bangsa Fitria Muktisari; Khoirotul Idawati; Hanifudin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dan telah memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk budaya dan identitas keislaman masyarakat. Perkembangan teknologi, arus informasi, dan interaksi antarbangsa menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang signifikan. Di satu sisi, globalisasi membuka ruang pertukaran ilmu pengetahuan, ekonomi, serta kebudayaan secara lebih luas. Namun, di sisi lain, ia juga berpotensi melemahkan nilai-nilai lokal, mengikis tradisi, dan mengaburkan identitas keislaman generasi muda. Dalam konteks ini, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki posisi yang sangat strategis. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai institusi keilmuan dan keagamaan, tetapi juga sebagai penjaga moral, pelestari budaya, dan penguat karakter bangsa.Artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber tertulis berupa buku, artikel jurnal, dokumen resmi, serta laporan penelitian terdahulu. Melalui pendekatan ini, penulis berupaya mengkaji secara mendalam kontribusi pesantren dalam menghadapi arus globalisasi, terutama dalam menjaga budaya dan identitas keislaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kearifan lokal, sehingga santri tidak hanya dibekali dengan ilmu agama, tetapi juga dengan kesadaran identitas, sikap toleransi, dan keterampilan sosial yang relevan dengan perkembangan zaman. Pesantren juga berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan berbasis nilai, pelestarian seni tradisional, serta penguatan solidaritas komunitas.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pesantren memiliki peran vital dalam membentuk generasi yang berkarakter, beridentitas keislaman kuat, serta tetap adaptif terhadap dinamika global. Relevansi pesantren dalam menjaga budaya dan karakter bangsa membuktikan bahwa lembaga ini tetap aktual di era modern, bahkan menjadi benteng utama dalam menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
THE IMPORTANCE OF GUIDANCE PRESENCE IN FORMING THE CHARACTER OF STUDENTS IN SAINS ISLAMIC BOARDING SCHOOLS TEBUIRENG JOMBANG Hosna, Rofiatul; Idawati, Khoirotul
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 2, No 2 (2024): Third International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research study examines the importance of the presence of teachers in shaping the character of students at the Tebuireng Science Islamic Boarding School. The data collected comes from observations and interviews at the location studied. The research findings show the great influence of the presence of a coach on efforts to shape the character of a student in the Islamic boarding school environment. The presence of a coach as a parent and educator in the boarding school can shape the character of students who are independent, disciplined, moralsocially minded, hardworking, and confident. supported by Islamic boarding school programs and curricula, as well as active coordination from all related parties, to create a conceptual and comprehensive system of character education in Islamic boarding schools.
Genealogi Pendidikan Riyadhah: Telaah Tafsir Pemikiran KH Hasyim Asy’ari Muhammad Abdurrohman Al-Hadi; Khoirotul Idawati
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 12 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i12.5279

Abstract

This article will elaborate on spiritual education riyadhah in the personal perspective of K.H Hasyim Asy'ari, which will be discussed based on the thoughts written in his classic works. To answer this question, the author uses primary and secondary sources. Primary sources used are taken from several book manuscripts by K.H. M. Hasyim Asy'ari. In describing them, historical interpretation techniques and meanings are needed in a deep and structured manner. In addition, secondary sources used in writing this article are books and manuscripts that support the discussion of the author's problem based on sources that have high validity. The author finds data that K.H Hasyim Asy'ari provides another dimension in discussing, applying and practicing spiritual education values including through riyadhah. Riyadhah education is presented with a simple concept that is in accordance with Islamic teachings based on thoughts in the form of implementation of narratives and writings of his works with implied or explicit messages.
PESAN SPIRITUAL SYAIKHONA KHOLIL DAN STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KEPADA HADROTUSSYAIKH KH M. HASYIM ASY’ARI DALAM BERDIRINYA NAHDLOTUL ULAMA Afiifah, Afiifah; Idawati, Khoirotul
AT-TAJDID Vol 8, No 2 (2024): JULI-DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v8i2.3797

Abstract

Penelitian ini membahas pesan spiritual dan moral Syaikhona Kholil kepada Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari yang menjadi landasan dalam membentuk organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana pesan-pesan ini disampaikan dan relevansinya dalam konteks kepemimpinan dan spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pesan-pesan tersebut melalui pendekatan historis dan interpretatif dengan teknik analisis isi dan deskriptif terhadap literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syaikhona Kholil menyampaikan dua isyarah utama, yakni sebilah tongkat yang melambangkan kepemimpinan dan tasbih dengan bacaan Asma'ul Husna "Ya Jabbar, Ya Qohhar", sebagai simbol keseimbangan spiritual dan pengingat kebesaran Allah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pesanpesan tersebut memberikan panduan moral dan spiritual yang mengokohkan tekad KH Hasyim Asy’ari dalam memimpin dan membangun NU berdasarkan nilai-nilai keimanan, kepemimpinan, dan keseimbangan spiritualitas.This research discusses Syaikhona Kholil's spiritual and moral message to Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy'ari which became the basis for forming the Nahdlatul Ulama (NU) organization. The issues raised are how these messages are conveyed and their relevance in the context of leadership and spirituality. This research aims to describe and analyze these messages through a historical and interpretive approach with content analysis and descriptive techniques on related literature. The research results showed that Syaikhona Kholil conveyed two main signs, namely a stick symbolizing leadership and prayer beads with the Asma'ul Husna reading "Ya Jabbar, Ya Qohhar" as a symbol of spiritual balance and a reminder of the greatness of Allah. The conclusion of this research is that these messages provide moral and spiritual guidance that strengthens KH Hasyim Asy'ari's determination to lead and build NU based on the values of faith, leadership and spiritual balance.