Claim Missing Document
Check
Articles

Kadar kolesterol dan glukosa darah luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) yang didomestikasi Gandasari, Ira Agustina Dewi; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Maheshwari, Hera; Suprayogi, Agik; Manalu, Wasmen; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.1.19-20

Abstract

Status kesehatan luwak yang pemanfaatannya cukup tinggi sebagai penghasil kopi belum banyak dipelajari secara lengkap. Informasi mengenai status fisiologis luwak Jawa (Paradoxurus hermaphroditus) yang telah didomestikasi masih terbatas dan sangat diperlukan untuk menilai aspek kesejahteran hewan di penangkaran. Studi ini melaporkan kadar kimia darah dan kolesterol luwak Jawa yang sudah didomestikasi. Luwak dalam penelitian ini diberi pakan berupa pisang, kepala ayam dan juga dog food. Pemeriksaan kimia darah berupa kadar glukosa dan kolesterol darah dilakukan terhadap 6 ekor luwak yang diberi pakan pisang, kepala ayam dan juga dog food. Hasil menunjukkan bahwa luwak Jawa jantan memiliki kadar glukosa sebesar 68,00±22,55 mg/dL dan luwak Jawa betina yaitu sebesar 73,78±12,60 mg/dL. Kadar kolesterol darah pada luwak Jawa jantan yaitu sebesar 145,78±22,29 mg/dL dan luwak Jawa betina yaitu sebesar 142,00±12,44 mg/dL.
Penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular Boa constrictor di Lombok Wildlife Park, Nusa Tenggara Barat Satvika, Fadhila; Maulana, Gilang Kala; Satyaningtijas, Aryani Sismin; Ekastuti, Damiana Rita; Maheshwari, Hera; Santoso, Koekoeh; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustamam, Isdoni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.67-68

Abstract

Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan salah satu satwa liar yang ditangani adalah ular. Tulisan ini melaporkan penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular boa (Boa constrictor). Ular bernama Boly, berumur sekitar 1.5 tahun dengan bobot badan 8 ons mengalami eye caps stuck atau spectacular dysecdysis setelah proses pergantian kulit yang tidak sempurna. Terjadi kebengkakan pada jaringan di kedua mata dan boa kehilangan nafsu makan. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik dan anti inflamasi untuk 3 hari pertama dan dilanjutkan dengan supplemen pendukung berupa zat besi dan vitamin B12 intramuskular selama 3 hari berikutnya. Jaringan bengkak pada mata kiri pecah dan menyebabkan kerusakan pada organ mata, sedangkan jaringan yang telah mengering pada mata kanan dikelupas secara manual. Nafsu makan ular sudah kembali membaik dan sudah mau makan dengan sendirinya.
Traumatic toenail wound in a Thai elephant (Elephas maximus indicus) : Toenail wound in elephant Ong Huey, Lynette; Suprayogi, Agik; Sismin Satyaningtijas, Aryani; Rita Ekastuti, Damiana; Maheshwari, Hera; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Achmadi, Pudji; Manalu, Wasmen; Maneewong, Sattabongkoch; Tarigan, Ronald
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.3-4

Abstract

Elephant is Thailand’s national animal which represents three aspects: loyalty, longevity, and strength. Thai elephants are often used for deforestation and tourist activities, such as elephants, riding, and showering. This case report highlights a traumatic wound in the left foreleg nail of a showering Thai elephant. Nail wounds undergo infection and tissue necrosis. A bone fragment suspected to be part of the distal phalanges was found and confirmed by X-ray examination. However, a surgical approach is not recommended because of the high risk of sedation in elephants. Routine wound cleaning with antiseptics and topical antibiotics was performed on the traumatic wounds. The bone fragment was removed after necrosis of the surrounding tissues. The prognosis for this case was considered good based on the location and wound condition.
Daya tahan panas berbagai bangsa sapi pedaging di peternakan rakyat Kampung Astomulyo, Kabupaten Lampung Tengah Nurhidayat, Irfan; Suprayogi, Agik; Sismin Satyaningtijas, Aryani; Rita Ekastuti, Damiana; Maheshwari, Hera; Bustamam, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Achmadi, Pudji; Manalu, Wasmen; Tarigan, Ronald
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.17-18

Abstract

Produktivitas dan kesehatan ternak di daerah tropis sangat dipengaruhi oleh daya adaptasinya terhadap lingkungan tropis yang panas dan lembab. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya tahan panas (DTP) pada bangsa sapi Peranakan Ongole (PO), Peranakan Simental (PS) dan Peranakan Limousin (PL) yang dipelihara di Kampung Astomulyo, Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki indeks cekaman lingkungan tinggi di siang hari serta sedang di pagi dan sore hari. Mayoritas sapi memiliki nilai DTP diatas 100 dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai DTP antar bangsa sapi. Bangsa sapi PO, PS, dan PL memiliki daya tahan panas yang baik dan mampu beradaptasi di lingkungan yang panas dan lembab.
The Total Erythrocyte Count, Hematocrit Value, and Hemoglobin Concentration in Broiler Supplemented With Feed Additive Satyaningtijas, Aryani Sismin; Widhyari, Sus Dherti; Natalia, Ratna Delima
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 4, No 2 (2010): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v4i2.9806

Abstract

The aim of this research was to find out the total erythrocyte count, hematocrit value, and hemoglobin concentration in broiler chicken treated with turmeric, garlic, and zinc supplementation. One hundred broiler chickens were divided intofive groups by randomized and four replications of each. Feed supplement combinations were R0 (basal), R1 (garlic and turmeric), R2 (garlic and zinc), R3 (turmeric and zinc), and R4 (turmeric, garlic and zinc). Blood sample was taken at the age of 6 weeks after treatment to determine total erythrocyte count, hematocrit value, and hemoglobin concentration. The result showed that total erythrocyte count in group of R3 (turmeric powder 1.5% and zinc oxide 120 ppm) were significantly higher than R0 (P0.05) were 3.320.73x106/l. Total erythrocyte count, hematocrit value, and hemoglobin concentration groupof R2 and R3 were tended to be higher than R0, meanwhile group of R4 did not different from R0. Feed supplemented with hebal and zink would increase the total erythrocyte count, hematocrit value, and hemoglobin concentration in broiler chicken.
Morphological Study of the Oesophagus and Stomach of the Cave Swiflets (Collocalia linchi) Novelina, Savitri; E, Evalina; Satyaningtijas, Aryani S; Agungpriyono, Srihadi; Setijanto, Heru
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 3, No 1 (2009): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v3i1.3080

Abstract

This study was conducted with aim to tend out morphology of oesophagus and stomach of the cave swiflets (Collocalia linchi) at macroscopic and microscopic levels. The data revealed that esophagus was 2.93 cm in length and possessed no crop. The stomach was small and the isthmus was not clear. Mucosa of the esophagus was lined by stratified squoamus epithelium. Esophageal gland was mucous type. The glands were well developed and distributed along the esophagus. The external muscle layer consisted of inner circular and outer longitudinal layers. The stomach could be distinguished into proventriculus and ventriculus with no clear isthmus between them. The mucosa of proventriculus was lined by single columnar epithelium. The ventricular gland area was divided into cardiac, fundic and pyloric gland areas. The surface of ventriculus was lined with cuticula. In general the esophagus and stomach of the cave swiftlets were simple with no crop in the esophagus and isthmus in the stomach. These might be related with the kind of food and feeding behavior of this species.
PERUBAHAN KUALITAS SPERMATOZOA DAN JUMLAH SEL-SEL SPERMATOGENIK TIKUS YANG TERPAPAR ASAP ROKOK Jems Akiles Unitly, Adrien; Kusumorini, Nastiti; Agungpriyono, Srihadi; Sismin Satyaningtijas, Aryani; Boediono, Arief
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 2 (2014): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i2.2629

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efek asap rokok terhadap perubahan kualitas spermatozoa dan jumlah sel-sel spermatogenik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan asap rokok 10 batang/ekor/hari selama 2,5 jam dalam smoking chamber terhadap 24 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing 6 ekor dalam tiap kelompok. Kelompok P1 adalah kelompok yang tidak diberi perlakuan (kontrol), P2 adalah kelompok yang dipapar asap rokok selama 20 hari, P3 adalah kelompok yang dipapar asap rokok selama 40 hari, P4 adalah kelompok yang dipapar asap rokok selama 60 hari. Parameter yang diamati adalah kualitas spermatozoa dan jumlah sel-sel spermatogenik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemaparan asap rokok dapat menurunkan konsentrasi spermatozoa dan viabilitas spermatozoa serta meningkatkan abnormalitas spermatozoa. Disimpulkan bahwa pemaparan asap rokok 10 batang/ekor/hari menyebabkan penurunan kualitas spermatozoa dan jumlah sel-sel spermatogenik yang tidak kembali ke kondisi normal setelah proses penyembuhan.
KINERJA REPRODUKSI TIKUS BUNTING AKIBAT PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL PURWOCEN Satyaningtijas, Aryani Sismin; Maheshwari, Hera; Achmadi, Pudji; Pribadi, Wisnugroho Agung; Hapsari, Sandra; Jondriatno, Divo; Bustaman, Isdoni; Kiranadi, Bambang
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 8, No 1 (2014): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v8i1.1253

Abstract

Pada penelitian ini, purwoceng diberikan pada tikus betina bunting umur 1-13 hari dengan tujuan mengetahui bobot badan, ovarium, dan uterus serta mempertahankan titik implantasi yang terbentuk sebelum masa implantasi. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok tikus bunting kontrol dan tikus bunting yang mendapatkan purwoceng dengan dosis 25 mg/300 g bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tikus yang diberi purwoceng cenderung memiliki bobot ovarium dan uterus lebih berat dibandingkan kelompok kontrol. Purwoceng juga menyebabkan jumlah titik implantasi tikus hampir mendekati jumlah korpus luteum yang sudah terbentuk, dan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implantasi lebih baik pada kelompok tikus yang diberi purwoceng.
Effects of Physalis angulata Leaf Extract on Female Reproductive Organs Following Busulfan Injection in Rats Satyaningtijas, Aryani; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Prasetyaningtyas, Wahono Esthi; Adnyane, I Ketut Mudite; Mohamad, Kusdiantoro; Rahmadhani, Elsi; Sulistyana, Yanti; Mahendra, Arindina
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 33 No. 2 (2026): March 2026
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.33.2.490-498

Abstract

Physalis angulata L. (ciplukan) is traditionally used as an herbal remedy with anticancer and antioxidant properties. At the same time, busulfan, a chemotherapy alkylating agent, causes gonadotoxicity and oxidative stress that impair female reproduction. This study aimed to evaluate the effect of P. angulata on reproductive function after busulfan administration in female rats. Twenty-five 6-week-old female rats were randomly divided into: Group I (control), Group II (busulfan only), Group III (P. angulata only), Group IV (busulfan followed by P. angulata after 14 days), and Group V (busulfan and P. angulata administered for 28 days). FSHR and LHR expression in the ovaries and MDA levels in the ovaries and uterus were measured to assess reproductive changes. Busulfan showed no significant effect on FSHR and LHR, whereas P. angulata induced downregulation, suggesting a potential negative feedback mechanism on ovarian receptors. Ovarian MDA showed a decreasing trend with combined treatments, while uterine MDA peaked after busulfan but declined markedly with P. angulata, indicating its role in alleviating oxidative stress. In conclusion, P. angulata may modulate hormonal balance in rat ovaries and decrease oxidative stress in the uterus after busulfan treatment.
Phase-dependent effects of purwoceng (Pimpinella alpina KDS) on estrous cycle modulation in virgin female rats Santoso, Hera; Achmadi, Pudji; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Bustamam, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Maheshwari, Hera; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.4.117-118

Abstract

Purwoceng (Pimpinella alpina KDS) merupakan tanaman obat tradisional yang telah banyak diteliti khasiat androgeniknya dalam penelitian reproduksi jantan. Namun, pengaruhnya terhadap kinerja reproduksi betina masih kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh purwoceng terhadap durasi setiap fase estrus dan keseluruhan siklus estrus pada tikus betina. Empat puluh delapan tikus Sprague-Dawley betina perawan dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan fase estrus mereka pada awal perlakuan: proestrus, oestrus, metestrus, dan diestrus. Setiap kelompok terdiri dari enam ekor kontrol dan enam ekor tikus yang diberi Purwoceng. Ekstrak diberikan secara intragastrik selama sepuluh hari berturut-turut, sementara evaluasi apusan vagina dilanjutkan hingga hari ke-15 untuk memantau siklus estrus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian purwoceng selama dua siklus estrus umumnya memperpanjang fase proestrus dan estrus, dengan perpanjangan fase estrus yang signifikan secara statistik diamati ketika perlakuan diberikan selama estrus (P < 0,05). Sebaliknya, durasi fase metestrus dan diestrus berkurang, kecuali ketika Purwoceng diberikan selama metestrus, yang mengakibatkan peningkatan durasi metestrus. Kesimpulannya, purwoceng menunjukkan efek modulasi terbesar ketika diberikan selama fase estrus, menunjukkan responsivitas siklus reproduksi betina yang bergantung pada fase terhadap ekstrak herbal ini.
Co-Authors . andriyanto A. Suprayogi A. Wijaya Abadi Sutisna Abadi Sutisna Achmad Dinoto Achmad Dinoto Adam Kustiadi Nugraha Adi Winarto Adisti Dwijayanti Adkhilni Utami Adrien Jems Akiles Unitly Adrien Jems Akiles Unitly, Adrien Afnan, R. Agik Suprayogi Agus Wijaya Ahmad Tjahja Nugraha, Ahmad Tjahja Ainul Khadija Saleema Alif Iman Fitrianto Alvina Gitacahyani Ardiana Amani, Aqila Zata Andayani, Prawita Lintang Andhika Yudha Prawira Andhika Yudha Prawira Andriyanto Andriyanto Andriyanto Andriyanto Anisa Rahma, Anisa Ardiansyah Nurdin Arief Boediono Arif Darmawan Armando Ramadhoni Athirah Rerana Fitrianthy Aulia Andri Mustika Bambang Kiranadi Bambang Kiranadi Bambang Kiranadi D. R. Ekastuti Dalia Sukmawati Damhuri Damhuri Damiana Rita Ekastuti Danang Dwi Cahyadi David Anwar Dede Sukandar Desrayni Hanadhita Desrayni Hanadhita Desrayni Hanadhita Desrayni Hanadhita Desrayni Hanadhita Dewi Prabuwati Dewi Ratih Agungpriyono Dewi, Fitriana Dirwan Rahman Divo Jondriatno Divo Jondriatno Dwi Nurhidayah Zubaidah Elok Budi Retnani Epi Taufik Eva Harlina Evalina E Evalina E, Evalina F. B. Harlimawan Fitriana Dewi Frans Dhyanagiri Suyatna Gandasari, Ira Agustina Dewi Gilang Kala Maulana, Gilang Kala Hadiyanti, Cresensia Rara Hanadhita, Desrayni HERA MAHESHWARI Hernomoadi Huminto Heru Setijanto Huda Salahuddin Darusman Huda Shalahudin Darusman I wayan Teguh Wibawan IETJE WIENTARSIH Ika Amalia, Ika Indra Bachtiar Irfan Nurhidayat, Irfan Irwan Oktoni Isdoni Bustaman Jefri Naldi Joko Pamungkas Julianto . Jumadin, La Kelvin Yaprianto Ketut Adnyane Mudite Khoirun Nisa koekoeh santoso Kusdiantoro Mohamad La Jumadin La Jumadin La Ode Sumarlin Lili Darlian Lili Darlian Lina Novianti Sutardi Madyastuti, Rini Maharani Salsabila Mahendra, Arindina Maheshwari2, Hera Maneewong, Sattabongkoch Maryce Agusthinus Walukou Mawali, Maharja Meta Levi Kurnia Moh. Mursyid Fachrudin Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad MUHAMMAD ADIB MUSTOFA Muhammad Ardiansyah Nurdin Muhammad Zhaahir MULYATI EFFENDI N. Kusumorini Nadelia, Nurul Nastiti Kusumorini NASTITI KUSUMORINI Nastiti Kusumorini NASTITI KUSUMORINI Natalia, Ratna Delima Niken Ulupi Nugroho, Radhitya Aryo Nur Isnaini Ulfa Nurul Masyita, Nurul Ong Huey, Lynette P. Achmadi Parwati, E. D. Pradianto, Bagus Ilham Pudji Achmadi Purnomo . Putri, Fatimatus Sa’diyah Putri, Maritrana R. Tarigan Raden Yufiandri Rahma Anisa Rahma, Kinanti Dwi Rahmadhani, Elsi Rahminiwati, Min Ramadhoni, Armando Ratna Delima Natalia Regina Wulandari Resti Rahma Dianti Rita Dwi Rahayu Rita Dwi Rahayu Ronald Tarigan Rudi Afnan Sandra Hapsari Sandra Hapsari Santa Nova A Siburi Santoso, Hera Satriawan, Ivan Satvika, Fadhila Savitri Novelina Sa’diah, Siti Siswahyudianto Sri Estuningsih Srihadi Agungpriyono Suci, Yulia Sulistyana, Yanti Supiyani, Atin Supratikno . Sus Derthi Widhyari Sus Dherti Widhyari Tarigan, Ronald Thol’at Hamdi Trioso Purnawarman Ulupi, N. Umi Cahyaningsih Vinda Mulyetti Darwin W. Manalu Wahono Esthi Prasetyaningtyas Warysatul Ummah Wasmen Manalu Widhyari, Sus Dherti Wining Astini Wisnugroho Agung Pribadi Wisnugroho Agung Pribadi YENI KEZIA BEKALANI Yulia Suci Yulia Suci Rahmadani Yulvian Sani Zora, Nelda Fliza Zulvia Maika