Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Digital Interaktif untuk Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Abad 21 Yuliana, Yuliana; Atmojo, Idam Ragil Widianto
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1733

Abstract

Penelitian ini menjelaskan sejauh mana proses belajar mengajar dalam konteks sekolah dasar apakah telah telah memenuhi karakteristik pembelajaran abad 21, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian studi kasus ini mengumpulkan data 8 guru sekolah dasar dari 8 sekolah dasar. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, dianalisis dengan model interaktif dan disajikan secara deskriptif kuantitatif. Bukti empiris menunjukkan bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan oleh lebih dari separuh guru SD tidak menampilkan pembelajaran abad 21. Sebagian besar pembelajaran mengadopsi pembelajaran yang berpusat pada guru, penggunaan metode konvensional, tidak adanya penggunaan teknologi dalam pembelajaran (100 %), dan diskonfirmasi perkembangan belajar peserta didik di tingkat SD. Namun, guru ditemukan memiliki beberapa kekuatan dalam hal penguasaan konten yang dapat secara eksplisit dan lengkap menyampaikan materi di kelas. Ketiadaan infrastruktur digital di sekolah dan kurangnya pengetahuan pedagogis dan teknologi serta pemahaman tentang perkembangan peserta didik tetap menjadi tantangan dalam memenuhi karakteristik pembelajaran abad ke-21 di kelas. Implikasi dari kondisi ini adalah peserta didik di Indonesia tertinggal dari negara lain dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Etnosains Pasar Terapung Kalimantan Selatan dalam Materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Sekolah Dasar Rahmawati, Farida; Atmojo, Idam Ragil Widianto
Jurnal Basicedu Vol. 5 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1809

Abstract

Etnosains merupakan pendekatan pembelajaran dengan mengintegrasikan budaya dan sains sehingga memberikan pembelajaran yang bermakna bagi perserta didik. Belum semua guru atau sekolah yang mengkaitkan pembelajaran berbasis etnosais padahal melalui etnosains, akan menanamkan sikap ilmiah pada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kearifan lokal pasar terapung di provinsi Kalimantan Selatan berbasis etnosains dengan mengintegrasikan pada materi pembelajaran IPA kelas IV Sekolah Dasar yaitu “Pemanfaatan Sumber Daya Alam Indonesia”. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tinjauan pustaka pada beberapa buku serta jurnal-jurnal relevan. Hasil dari kajian ini adalah pembelajaran berbasis etnosains menarik dan inovatif sebagai strategi dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual berpusat pada siswa sehingga memberikan pengalaman bermakna. Kesimpulannya adalah pembelajaran etnosains dipercaya efektif digunakan dalam pembelajaran karena mengintegrasikan budaya lokal dengan materi-materi di sekolah sehingga peserta didik akan mudah memahami dan mampu berpikir secara ilmiah dalam kehidupan. Penelitian ini perlu dikembangkan kembali berupa bahan ajar pengintegrasian etnosains berbasis digital sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang inovatif dan kreatif pada peserta didik.
Media Digital dalam Memberdayakan Kemampuan Berpikir Kritis Abad 21 pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Jannah, Dewi Rahmawati Noer; Atmojo, Idam Ragil Widianto
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2124

Abstract

Keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar belum maksimal dikarenakan guru belum menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik maupun materi ajar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan inovasi media digital dalam memberdayakan kemampuan berpikir kritis abad 21 pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian literature review dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan terkait buku, jurnal nasional, dan jurnal internasional sesuai fokus penelitian. Teknik analisis data berupa teknik analisis isi. Keabsahan data diuji dengan meningkatkan ketekunan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk inovasi media digital dalam memberdayakan kemampuan berpikir kritis abad 21 pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar, antara lain: game edukasi digital, video, youtube, power point, macromedia/ adobe flash, komik digital, e-book, flipbook, augmented reality, virtual reality, website pendidikan, televisi pendidikan, dan aplikasi pendidikan, seperti ruang guru, quipper school, dan kelas pintar.
Pemanfaatan Tradisi Padusan dan Kungkum di Boyolali dalam Mengembangkan Materi Ajar Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar Jannah, Dewi Rahmawati Noer; Atmojo, Idam Ragil Widianto
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2202

Abstract

Pembelajaran IPA di sekolah dasar masih sering dilaksanakan dengan sistem hafalan. Hal tersebut dapat menyebabkan anak kurang mendapatkan pengetahuan secara bermakna. Pendekatan Etnosains digunakan untuk memudahkan peserta didik menerima konsep IPA dengan mengaitkan permasalahan di kehidupan nyata mengenai kebudayaaan yang ada di masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan tradisi Padusan dan Kungkum di Boyolali dalam mengembangkan materi ajar pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian etnometodologi dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah warga dari kabupaten Boyolali yang memahami seluk beluk tradisi Padusan dan Kungkum. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data dalam penelitian ini berupa teknik analisis model Miles dan Huberman, yang meliputi data collection, reduction, display, dan verification. Pengujian keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tradisi Padusan dan Kungkum di Boyolali dapat mengembangkan materi ajar pada pembelajaran IPA karena dalam pengintegrasian tradisi Padusan dan Kungkum terdapat beberapa konsep ilmiah yang berkaitan dengan materi IPA di sekolah dasar, yaitu: 1) wujud benda dan sifatnya; 2) sumber daya alam; 3) daur air; 4) cahaya dan sifatnya; dan 5) organ tubuh manusia.
Misconceptions about Science Learning Materials of Class V in Elementary Schools using A Diagnostic Instrument of Four-Tier Multiple Choice Atmojo, Idam Ragil Widianto; Saputri, Dwi Yuniasih; Fadhilah, Alfianita Nur
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 57 No 3 (2024): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v57i3.73841

Abstract

The current Indonesian education system requires a comprehensive assessment of students which is summarized in three major aspects: cognitive, psychomotor, and affective. Assessments are carried out to measure the achievement of expected learning indicators and identify learning difficulties. Teachers must know their students' learning difficulties and misconceptions, so appropriate steps can be taken to overcome the problems. One of the solutions is carrying out diagnostic tests. This research aimed to analyze misconceptions about science learning materials in theme VI concerning heat and its transfer to class V of elementary schools. This research was conducted using a qualitative approach. The data collection method was a four-tier diagnostic test and interviews. The sampling technique used purposive sampling, namely all the fifth graders of public elementary school (SDN) 1 Krasak, Boyolali. The research results showed that the average misconception occurring among students was 29.33% which belonged to the low category. The lowest misconception with a percentage of 23.32% was in the sub-concept of conductors and insulators. The highest misconception was in the sub-concept of differences in temperature and heat with a percentage of 36.65%. Factors that caused misconceptions among students were wrong preconceptions, low interest in learning, and inappropriate reasoning.
Project-Based Learning Berbasis Entrepreneurship untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kemandirian Siswa Kelas X Safrilla Rahma Marshella; Sajidan; Dwi Oetomo; Idam Ragil Widianto Atmojo
Journal of Education Action Reseach Vol 8 No 4 (2024): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v8i4.84214

Abstract

Pembelajaran biologi yang dilakukan masih bersifat teoritis dengan menggunakan metode ceramah, siswa mendapatkan materi langsung dari guru sehingga siswa kurang inisiatif dalam belajar. Hasil persentase tingkat berpikir kreatif dan kemandirian siswa juga rendah yang ditunjukkan melalui penyebaran angket pada kegiatan prasiklus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model Project-based learning  berbasis entrepreneurship pada materi pencemaran lingkungan di kelas X terhadap tingkat berpikir kreatif dan kemandirian siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian merupakan siswa kelas XE 5 berjumlah 36 siswa. Pengumpulan data penelitian diperoleh dengan tes berupa pemberian lembar tes yang disesuaikan dengan aspek berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, originality, dan elaboration dan non tes berupa lembar angket,  wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi data. Teknik validitas instrumen dilakukan dengan uji validitas. Hasil penelitian, menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian peserta didik. Hal ini dapat dibuktikan dengan kenaikan nilai dan persentase angket berpikir kreatif dan kemandirian peserta didik dari mulai pratindakan atau prasiklus, kemudian siklus 1, dan siklus 2. Simpulan menunjukkan penerapan model pembelajaran project-based learning berbasis entrepreneurship pada pembelajaran biologi untuk materi pencemaran lingkungan berdampak pada kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian peserta didik.
Pemberdayaan Masyarakat Non Produktif Dusun Demangan Kabupaten Sukoharjo Melalui UMKM Berbasis Bahan Dasar Bekatul untuk Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Sajidan, Sajidan; Adi, Fadhil Purnama; Atmojo, Idam Ragil Widianto; Ardiansyah, Roy; Saputri, Dwi Yuniasih
International Journal of Community Service Learning Vol. 5 No. 2 (2021): May 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.348 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v5i2.34394

Abstract

Penelitian ditujukan untuk memberikan pelatihan dan pengembangan usaha masyarakat non produktif melalui UMKM berbasis bahan dasar bekatul. Kegiatan pengabdian yaitu pemberian materi tentang kandungan bekatul, cara pengolahan bekatul sebagai pakan ternak berkualitas dan makanan bergizi, pengemasan dan pemasaran produk. Jumlah peserta yang diikutsertakan dalam program ini yakni sebanyak 35 masyarakat dengan teknik pengumpulan data penelitian dengan cara: observasi potensi, wawancara, analisis data sekunder, dan dokumentasi. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan cara pemaparan materi oleh ahli, fact finding (analisis kebutuhan), discussion (diskusi antara pemateri), asking and answering (tanya jawab dan diskusi), dan recitation (resitasi atau pembagian tugas), practice and experiment (praktik dan eksperimen). Hasil kegiatan ini berupa temuan bahwa saat ini masyarakat memiliki pemahaman pengolahan bekatul terbatas pada produk olahan untuk pakan ternak. Kegiatan diskusi memberikan paradigma baru terhadap masyarakat untuk mengolah berbagai macam produk makanan berbahan bekatul. Pelatihan ini memberikan bekal kepada masyarakat untuk menganalisis produk berbahan bekatul untuk dikembangkan menjadi produk olahan makanan sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Kegiatan pengabdian membekali masyarakat untuk memiliki pengetahuan dasar pengolahan makanan hingga ke tahap pemasaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Analysis of Student Misconceptions on the Solar System Material Using the Four-Tier Test Instrument Fitriyani, Fitriyani; Atmojo, Idam Ragil Widianto; Yamtinah, Sri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 17, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v17i1.69312

Abstract

Misconception is a misunderstanding or inaccurate understanding of a certain concept or information. Category misconceptions are still common in elementary school sixth grade students, the occurrence of misconception can be due to several factors. This research aims to identify and discredit misconceptions of elementary school sixth grade students in the eye of solar system material IPA lessons. Data collection method using four-tier test instruments. The approach used in the research is a quantitative approach. The research was carried out at the State SD 2 Nadi Bulukerto district. The population in the study was class VI students. The study sample is 16 students who have studied the material of the Solar System. Data from the research was analyzed using descriptive quantitative analysis. The results of the study showed that misconceptions that occurred in elementary school students belonged to the "Medium" misconception category with a percentage of 53,125%. Students experienced the highest misconcept on the following four concepts: 1) planetary arrangement in orbit; 2) planetary identification based on its characteristics; 3) elements on Saturn's planetary rings; and 4) celestial objects that include stars.
Interactive Learning Media for Better Learning Outcomes in Elementary School: A Systematic Literature Review Aryfien, Wahyu Noor; Atmojo, Idam Ragil Widianto; Matsuri, Matsuri
Mimbar Sekolah Dasar Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v12i1.82323

Abstract

The rapid development of digital technology is impacting the learning system in elementary schools and increasing students' screen time. Currently, teachers in Indonesia lack adequate digital competencies, which has become one of the factors affecting students' learning outcomes. This research aims to provide scientific evidence that learning through the use of interactive learning media can improve students' learning outcomes. This study employs the PRISMA method for a systematic literature review, utilizing internationally reputable databases such as Scopus, ScienceDirect, Springer, and ProQuest, covering publications from 2020 to 2024. A total of 21 articles met the research objectives based on the established inclusion and exclusion criteria. The study found a growing trend in the use of interactive learning media in elementary schools, with China emerging as the country with the highest number of relevant publications. Most of the research focuses on STEM subjects and utilizes online learning platforms. The study also revealed that the majority of interactive learning media are multimedia-based, making them engaging and enhancing student motivation. These findings serve as recommendations for future researchers to develop multimedia-based interactive learning media that accommodate various student learning styles. This report provides a scientific foundation for policymakers to establish best practices for the use of technology in education.
LEARNING STYLES ON ELEMENTARY STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN THE HUMAN RESPIRATORY SYSTEM USING CONVENTIONAL TEACHING METHODS Wahyu Noor Aryfien; Idam Ragil Widianto Atmojo; Matsuri Matsuri
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v11i2.13165

Abstract

Students are less interested in the complicated content on the human respiratory system that is taught using traditional methods. Students' learning outcomes are impacted by traditional instruction that ignores learning style. This research aims to analyze the influence of learning styles on the learning outcomes of fifth-grade elementary school students on the topic of the human respiratory system. The method used in this study is an analytical design with a cross-sectional approach. This study involved 34 fifth-grade students from SDN X and SDN Y in Bulukerto District. The researcher identified learning styles through a modified questionnaire and learning outcomes through optional evaluation questions according to the learning styles. There are 12 people with a visual learning style, 13 people with an auditory learning style, and 9 people with a kinesthetic learning style. The audio learning style having the highest average at 73.46, the kinesthetic learning style at 68.33, and the visual learning style at 67.5. There is no statistically significant difference in the average scores of the three learning styles (p-value=0.391). The findings of this research indicate that conventional learning is more effective for auditory learning styles and can still be used for visual learning. To facilitate all learning styles, the development of interactive multimedia for the human respiratory system material is necessary. Future research should increase the sample size using experimental research and control external factors.
Co-Authors Adi, Fadhil Purnama Afifah, Sekar Rana Ainun Nafisah, Ainun Alfianita Nur Fadhilah Aliyah, Cantika Oktaviana Rahmatul Anesa Surya Angel Dyah Pramesthi Annisa Noor Baity Annisa Nur Fadhilah Ardhiani, Nur Rakhma Arrafat, Rahajeng Andriyani Noer Aryfien, Wahyu Noor Ashadi Ashadi, Ashadi Aulianingsih, Natri Ayu Nur Cahyani Baskoro Adi Prayitno Bekti, Akhirul Yunita Beni Solikin Cahya Puri, Salsa Istya Chasanah, Ana Nur Chumdari Chumdari Chumdari Chumdari, Chumdari Citra, Wilis Erila Desiyamti Munawaroh Dewi Shinta Dewi, Alfitra Permata Dewi, Metha Asmara Dewi, Miranda Chintya Dewi, Putri Tri Buana Dian Kumalasari Dwi Oetomo Efendy, Alifia Fitria Elvi Elvi, Elvi Elvin Yusliana Ekawati Elysia, Sarah Masyitha Eryva Tri Anggraini Evi Nur Fajri Wijaya Fadhil Purnama Adi Fadhil Purnama Adi, Latifah Nur Afifah, Rukayah, Fadhilah, Alfianita Nur Fajri, Alifia Khaerunnisa Fardha Aini Ikhtiana Farida Rahmawati Farikha Maghfiroh Fitriyani Fitriyani Fransiska Faberta Kencana Sari Fransiskus Kasse Galang Budi Prakoso Gia Anggin Sambaranni Gloria, Gloria Gloria Habibah, Kurnia Hadi Mulyono Hadi Mulyono Halimah Halimah Hanifah Nur Heliza Hanifaw Rahma Setyaningrum Hartono Hartono Hasan Mahfud Hayuningtyas, Prestanti Hernanto, Muhdi Dendy Hidayah, Fitri Hidayat, Alfin Nur Hidayat, Rizqi Satria Nur Ilmi Amalia Indah Murti, Indah Ingati, Embun Seger Islami, Nadu Azizah Isnantyo, Fajar Danur Izah Mukti Ferlina Jannah, Aldhira Kiswatul Jannah, Dewi Rahmawati Noer Jenny Indrastoeti Siti Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti Jimin Jimin, Jimin Joko Daryanto Joko Daryanto Kaeksi, Esti Karsono Karsono Kartika Chrysti Suryandari Kartono , Kholifah, Cindy Nur Khusnawan, Muh Luthfi khusnul khotimah Kristyowening, Dewi Kurniasari, Latifah Kusuma, Niken Indah Laili, Faizatul Lestari, Endah Yuliana Lestari, Eunike Dwi Lilia Halim, Lilia M. Sukarno Maria wahyuningtyas Maryam Faizah Maryani, Widi Ika Matsuri . Matsuri Matsuri Matsuri, Matsuri Michelle Eugene Zalika Moh Salimi Mohammad Masykuri Muhammad Ismail Sriyanto, Muhammad Ismail Muharromah, Fityatul Murdiono, Adhi Tri Murtopo, Dwi Murwatiningsih Murwatiningsih, Murwatiningsih Muzzazinah Muzzazinah Nadhilla Andrianni Niagati, Anggit Novatona, Vivi Novi Rahmawati Nuraini, Khofifah nurbayti, Hania Nurhadi, Tri Pamungkas, Novalia Yudha Aji Parjiati, Parjiati Prastiwi, Diah Eka Pratama, Riky Rivaldi Purbaningrum, Ainun Dyah Puspitasari, Septa Dwi Putra, David Bonaventura Helia Putri Manafe, Merliana Putri, Levita Nuraeni Rachmasari, Dewi Hary Radjijo, Radjijo Rahayu, Vifi Anggraini Septi Rahmadian, Rizqi Karisma Rahmawati, Galih Rahmawati, Havita Rahmawati, Ninda Ramadian, Rizqi Karisma Resty Kurnia Dewi Ria Juhariyani Ria Widuri Rini Triastuti, Rini Rini, Febi Sulistyo Ririn Wijayanti Riyadi Riyadi Rohmah Pangestu Suci Rohmatun, Isnaini Nur Roslan, Roslinawati Mohd Roy Ardiansyah Roy Ardiansyah Roy Ardiansyah, Roy Rukayah Rukayah Safrilla Rahma Marshella Sajidan Sajidan Sajidan Santoso, Della Alvionita Saputra, Akhmad Rizki Saputri, Dwi Yuniasih Saputri, Ilmy Sari, Dewi Artika Sari, Fifi Putri Huda Sarwanto Sarwanto Septianawati, Laili Khusnul Septiyani, Tuti Sesotejowati, Peni Shintawati, Aisyah Siti Aminah Nur hidayah Siti Fadhilah, Siti Siti Istiyati Siti Istiyati Siti Kamsiyati Siti Poerwanti, Jenny Indrastoeti Slamet Riyadi Sobah, Sauki Fadlillah Nurus Soegiyanto Soegiyanto Soegiyanto Soegiyanto, Soegiyanto Solikhati, Freida Amia Sri Marmoah Sri Yamtinah St. Y Slamet Subekti, Rahmawati Dwi Sudiyanto Sudiyanto Sularmi Sularmi Sumayyah Sumayyah, Sumayyah Supianto Supianto, Supianto Toyib Nurcahyo Umi Latifah Utami, Ajeng Tri Utami, Dika Putri Utami, Noviyani Wahida, Aldiana Nuril Wahyu Noor Aryfien Wahyu Widi Wijayanti Wahyuni, Lin Wahyuningtyas, Maria Wicaksana, Prinsa Damar Widha Winarno Widianto, Joko Tri Widyarini, Tri Widyasari, Resti Wijayanti, Wahyu Widi Winarno Winarno Winarno, Widha Wulan Fabilla Wulandari Wulandari Wulandari, Dwi Ayuk Wuri, Okvita Indras Yuliana Yuliana Yuliasari, Brigita Yulisetiani, Septi Yunita Fitri Anggraeni Yunita Sari Zulfa, Oktavia Nurhana