Articles
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DOKTER GIGI MUDA TERHADAP KEPUASAN PASIEN GIGI TIRUAN DI RSGM GUSTI HASAN AMAN BANJARMASIN
Antung Lutfiliawan;
Debby Saputera;
Aulia Azizah;
Rahmad Arifin;
Riky Hamdani
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10745
Latar Belakang: Keberhasilan pelayanan kesehatan adalah terpenuhinya harapan pasien akan mutu kualitas pelayanan. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan adalah dengan mengukur kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan baik atau buruknya pelayanan yang diterima pasien. Indikator kepuasan pasien dapat dilihat dari kualitas pelayanan dalam teori Parasuraman et.al (1998) yang dibagi menjadi lima dimensi, dimensi tampilan (tangible), kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan perhatian (empathy). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan dokter gigi muda terhadap kepuasan pasien gigi tiruan sebagian lepasan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien gigi tiruan sebagian lepasan dokter gigi muda sebanyak 38 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisi data menggunakan analisis univariat dan bivariate menggunakan aplikasi SPSS dengan metode somers’D Hasil: Hasil penelitian didapatkan kualitas pelayanan dokter gigi muda termasuk dalam kategori baik (81,6%), kepuasan pasien gigi tiruan sebagian lepasan termasuk dalam kategori puas (71,1%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien gigi tiruan sebagian lepasan di RSGM Gusti Hasan Aman Banjarmasin (p = 0,000).Kesimpulan: Semakin baik kualitas pelayanan dokter gigi muda yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakan pasien. Kata kunci: Gigi Tiruan Sebagian Lepasan, Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan
PERBANDINGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANTARA PENGGUNAAN APLIKASI HI BOGI DAN SIMANGGIS CELEBES
Muhammad Yunanda Anhar;
R. Harry Dharmawan Setyawardhana;
Nurdiana Dewi;
Aulia Azizah;
Didit Aspriyanto
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10741
Latar Belakang: Pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat ditingkatkan dengan menambah pengetahuan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Salah satu cara meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut yaitu dengan mengakses aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES sebagai aplikasi digital yang memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tujuan : Menganalisis perbandingan penggunaan aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES terhadap pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut pada siswa kelas III SDN Kuripan 2 Banjarmasin. Metode : Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan rancanga pretest dan posttest design, teknik pengambilan sampel Total sampling. Penelitian dilaksanakan di SDN Kuripan 2 Banjarmasin dengan sampel berjumlah 58 siswa. Hasil : Hasil uji wilcoxon pengetahuan pada kelompok HI BOGI didapatkan 0,000 <0,05. Hasil uji wilcoxon pengetahuan pada kelompok SIMANGGIS CELEBES didapatkan 0,000 <0,05. Hasil uji Mann Whitney pada aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES didapat 0,033 <0,05. Kesimpulan : terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut antara aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES pada siswa kelas III SDN Kuripan 2 Banjarmasin usia 8-9 Tahun. Kesimpulan: Terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut antara aplikasi HI BOGI dan SIMANGGIS CELEBES. Kata kunci : Aplikasi HI BOGI, Aplikasi SIMANGGIS CELEBES, Kesehatan Gigi dan Mulut, Teledentistry
GAMBARAN KEBIASAAN BURUK RONGGA MULUT DAN KEJADIAN MALOKLUSI PADA SISWA USIA 10-12 TAHUN
Yasmina Aulia;
Diana Wibowo;
Aulia Azizah;
R. Harry Dharmawan Setyawardhana;
Nurdiana Dewi
Dentin Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/dentin.v7i3.10742
Latar Belakang: Maloklusi merupakan masalah gigi dan mulut tertinggi urutan ke 3 setelah karies dan penyakit periodontal. Maloklusi di usia 10-12 tahun sering terjadi karena usia tersebut sudah memasuki fase kedua dari periode gigi bercampur. Beberapa kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan maloklusi yaitu kebiasaan menghisap dan menggigit bibir, menggigit kuku, mengisap jari, bernafas melalui mulut, bruxism dan menjulurkan lidah. Indeks yang dapat digunakan pada periode gigi bercampur adalah Index Of Complexity, Outcome And Need (ICON). Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kebiasaan buruk rongga mulut dan kejadian maloklusi pada siswa usia 10-12 tahun (Tinjauan pada siswa SDN Gambut 10 Kab. Banjar). Metode: Penelitian ini menggunakan metode desktiptif observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling pada anak usia 10-12 tahun sebanyak 46 anak. Data kebiasaan buruk diperoleh melalui wawancara orang tua siswa dan pemeriksaan klinis kepada siswa, sedangkan data kejadian maloklusi diperoleh dari pengukuran indeks ICON. Hasil: Hasil penelitian ini yaitu kebiasaan buruk menggigit kuku/benda asing paling banyak ditemui sebesar 10,9%. Responden usia 10 tahun mengalami kejadian maloklusi dengan tingkat keparahan maloklusi paling banyak sebesar 43,4%. Tingkat keparahan maloklusi yang terjadi pada anak dengan memiliki kebiasaan buruk masuk dalam kategori memerlukan perawatan paling banyak 17,4% dari pada tanpa memiliki kebiasaan buruk. Kesimpulan: Keparahan maloklusi berdasarkan indeks ICON banyak ditemukan pada anak usia 10 tahun dan tingkat keparahan maloklusi lebih banyak ditemui pada anak yang memiliki kebiasaan buruk rongga mulut. Kata kunci : ICON, Kebiasaan Buruk, Maloklusi
Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Revitalisasi Usaha Kesehatan Gigi Sekolah di SDN Pasar Kamis 2 Kabupaten Banjar
Isnur Hatta;
Riky Riky;
Aulia Azizah;
Nida Amalia
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/ilung.v3i2.10202
Pasar Kamis 2 elementary school is one of the elementary schools in Kertak Hanyar District that has not implemented a phase III school dental health program, so it is necessary to revitalize the school dental health program. The revitalization of school dental health programs aims to revive promotional programs for dental and oral health in elementary schools. The method applied for this community service activity is by carrying out promotional activities in the form of teacher training for school dental health businesses, training for little doctors, health promotion through the media snakes and ladders and the song SIGIBER, as well as joint toothbrushing activities. Preventive activities carried out include carrying out dental and oral health screening and carrying out fissure sealant treatment and atraumatic restorative treatment based on the results of the screening. Evaluation of community service activities is carried out by measuring the results of pretest and posttest students' knowledge and analyzing the provision of preventive measures to students. The results of this service show that there is a difference in knowledge before and after being given health promotion interventions, as well as an improvement in students' dental and oral health after preventive measures are given in the form of pit and fissure sealants and atraumatic restorative treatment. Revitalization of school dental health businesses is important so that promotional activities for dental and oral health in the school environment are not neglected so that they can improve dental and oral health and school children's achievement in learning.
Relationship between peatland water use and periodontal disease in Daha Selatan Subdistrict
Hidayah, Antung Nurul;
Oktiani, Beta Widya;
Azizah, Aulia
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 8, No 3 (2022): December
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/majkedgiind.76843
Periodontal disease is one of the dental and oral health problems in Hulu Sungai Selatan Regency with a prevalence of gingivitis of 24.58% and periodontitis of 10.83%. One of the risk factors for periodontal disease is the use of peatland water. Peatland water has a low pH which can affect the colony of anaerobic bacteria in the oral cavity of the water users. Bacteria that cause periodontal disease are able to develop and survive in acidic conditions. This study aimed to analyze the relationship between peatland water use and periodontal disease in Daha SelatanSubdistrict. This was analytical research with a cross-sectional approach. The sampling technique used a simple random sampling technique with a total sample of 100 people (n = 100) who were residents aged 35-44 years in Daha Selatan Subdistrict. The results showed that the participants with high use of peatland water showedthe highest percentage (39%). In addition, there were 61% respondents who suffered from periodontal disease. ChiSquare test obtained a significance value of 0.022 (p < 0.05), showing that there was a relationship between peatland water use and periodontal disease. The risk of periodontal disease in the respondents who used peatland water in the high category was 4.167 times greater than in the respondents who did not use peatland water. It is essential to educate the general public about the effects that using peatland water can have on dental and oral health because there is a high prevalence of periodontal disease, which is caused by the widespread use of peatland water.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN KARYA SENI DEKORATIF UNTUK MEMBUAT SUATU KEINDAHAN DALAM BENTUK KARYA SISWA KELAS III MI AR-RAUDHAH KERENG PANGI
Aulia Azizah;
Sulistyowati, Sulistyowati;
M. Syabrina
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 11: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Assistance activities for the community in the framework of Thematic KKN carried out by MBKM students, namely the creation of decorative works of art as well as work programs for MBKM Thematic KKN, FTIK IAIN Palangka Raya. Implementation of this assistance or activity from 18 September 2022 to 25 September 2022. Service for making works Decorative arts are carried out at the MI Ar-Raudhah school which is held on Mondays. This activity is carried out using a gradual method, namely first, preparation, second, introduction, and third, mentoring. Assistance in making decorative works of art has had a positive impact on school-age children at MI Ar-Raudhah in Kampung Palit. This assistance not only has a positive impact on children but also improves children's fine motor skills through decorative drawing activities.
Perbedaan Pengetahuan Dan Sikap Menyikat Gigi Dengan Youtube Sebagai Media Promosi Kesehatan Di Lahan Basah Siswa SMPN 1 Karang Intan Kabupaten Banjar
Azizah, Aulia;
Sari, Galuh Dwinta
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 11, No 1 (2024): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/ann.v11i1.11054
Latar Belakang: Pentingnya kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut harus dijaga, sehingga di masa tua kondisinya tetap terjaga dengan baik. Salah satu upaya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut adalah menyikat gigi. Riskesdas 2018 menunjukkan rendahnya proporsi menyikat gigi yang benar. Proporsi penduduk Indonesia menyikat gigi setiap hari sebesar 94,7% tetapi yang menyikat gigi tepat pada waktunya hanya 2,8%. SMPN 1 Karang Intan merupakan sekolah yang berada di Kabupaten Banjar yang berada pada lahan basah yaitu terdapat aliran Sungai Martapura dan belum dilakukan promosi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan Penelitian: Menganalisis peningkatan pengetahuan dan sikap menyikat gigi dengan Youtube sebagai media promosi kesehatan siswa SMPN 1 Karang Intan Kabupaten Banjar. Metode Penelitian: Penelitian quasi experiment dengan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah siswa SMPN 1 Karang Intan sebesar 30 orang. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner. Hasil: Pengetahuan dan sikap menyikat gigi sebelum promosi kesehatan melalui YouTube terdapat responden dengan kriteria rendah, sedang dan tinggi. Sedangkan setelah promosi kesehatan terdapat kriteria sedang dan tinggi. Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap antara sebelum dan sesudah promosi kesehatan promosi kesehatan gigi dan mulut dengan Youtube sebagai media promosi kesehatan (Pengetahuan = 0,003 ; Sikap = 0,004). Kesimpulan: Youtube sebagai media promosi kesehatan meningkatkan pengetahuan dan sikap menyikat gigi siswa SMPN 1 Karang Intan Kabupaten Banjar.Kata Kunci: Menyikat Gigi, Pengetahuan, Promosi Kesehatan, Sikap, Youtube
Sistem Penempatan Satu Kanal sebagai Strategi Pemerintah Indonesia terhadap Pekerja Migran Indonesia di Arab Saudi
Azizah, Aulia;
Wirawan, Rendy;
Yuniarti, Yuniarti;
Alexandra, Frisca
Interdependence Journal of International Studies Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54144/ijis.v4i2.65
Problems related to Pekerja Migran Indonesia (PMI) or Indonesian migrant worker occurs frequently in their working countries, on of them is Saudi Arabia. The country has the highest number of problems in relations to PMI. Therefore, Indonesian government by 2015 put moratorium of sending PMI to Saudi Arabia into force. Yet, this policy generated a new problem in which more PMI flew to Saudi Arabia illegally. Thereafter, in 2018 government issued a policy called Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK). This research aims to observe how was the implementation of SPSK by looking through system theory. As the result, SPSK policy yet successful because the implementation was not quite effective due to several impediments.
PenerapanMetodeTalkingStickUntukMeningkatkanHasilBelajarMata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III MI Ar-Raudhah
Aulia Azizah;
M. Syabrina;
Sulistyowati, Sulistyowati
SHIBYAN: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30999/shibyan.v2i1.3229
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas III MI Ar-Raudhah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah yaitu : 1) Pelaksanaan metode talking stick 2) Peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode talking stick dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III MI Ar-Raudhah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTagart yang terdiri dari aspek perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dengan guru wali kelas III, tes dan dokumentasi. Teknis analisis yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian 1) Pelaksanaan metode dapat dilihat dari rata-rata aktivitas guru pada siklus I sebesar 86,25% dan siklus II sebesar 96,25%. Adapun aktivitas siswa pada siklus I sebesar 77,63% dan siklus II sebesar 96,05%. Berdasarkan hasil penelitian 2) Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia hal ini dapat dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 60% dan siklus II sebesar 80%. Berdasarkan hasil perhitungan N gain pada siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata N gain sebesar 0,41 dengan katagori “Sedang”. N gain pada siklus II menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebesar 0,76 dengan katagori “Tinggi”. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode Talking Stick meningkat hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III MI Ar-Raudhah.
Development of E-Handouts as Teaching Materials for the Sub-Concept of the Human Sensory System in Senior High School
Wasilah, Elis Shofiyatul;
Kaspul, Kaspul;
Azizah, Aulia
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/tarbiyah.v13i2.14009
This study aims to describe the validity, readability, and student responses regarding the e-handout on the sub-concept of the human sensory system for 11th grade at SMA/MA. This type of research is a research and development study using the ADDIE model. The research is limited to the Development stage. Data analysis techniques are obtained through validity, readability, and student response tests. The results of the research were developed into an E-Handout. Based on the validity test results, the suitability achieved a percentage of 85,81% (very valid), and the feasibility validation received 87,11% (very valid). The readability test received a percentage of 88,68% (perfect). The student response test obtained a percentage of 89,15% (very good). This research highlights the importance of integrating technology into education and supporting the development of digital competencies among students relevant to the times' demands. The e-handout can enhance students' interest and engagement in learning, given the use of interactive and easily accessible digital learning materials. The conclusion is that the developed E-Handout has several unique characteristics, making it an engaging learning resource. These include a systematic presentation of material supported by clear images and illustrations.