Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Pengetahuan Dokter Gigi Terhadap Penggunaan Vaksin Karies Gigi di Lahan Basah Kumala Dewi, Renie; Ayu Azizah, Puty; Azizah, Aulia
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 10 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i10.945

Abstract

Karies adalah penyakit yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan keras gigi. Kalimantan Selatan sebagian besar wilayahnya adalah area lahan basah. Kandungan air lahan basah menghasilkan asam dengan pH 3,5-4,5. Keadaan tersebut dapat memicu larutnya kristal enamel yang dapat menyebabkan karies. Tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh dokter gigi sangat berpengaruh terhadap sikap dokter gigi dalam melakukan pencegahan karies gigi. Tindakan preventif karies dapat dilakukan dengan beberapa cara salah satunya adalah pemberian vaksin karies. Metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional diperoleh melalui pembagian kuesioner yang diberikan kepada dokter gigi mengenai vaksin karies gigi dan penggunaannya. Sampel pada penelitian ini adalah dokter gigi yang terdaftar sebagai anggota PDGI Cabang Kalimantan Selatan dengan jumlah total 249 dokter gigi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis statistik menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Dokter gigi Kalimantan selatan memiliki tingkat pengetahuan terhadap penggunaan vaksin karies gigi rendah 45,37%, sedang 33.33%, tinggi 21.3%. Berdasarkan hasil analisis statistic didapatkan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05). Sebagian besar dokter gigi di Kalimantan Selatan belum memiliki pengetahuan tentang penggunaan vaksin karies gigi sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dokter gigi dalam penggunaan vaksin karies gigi untuk pencegahan karies dini.
Pembelajaran ekstrakurikuler menggambar dan mewarnai terhadap hasil prestasi di MIS Hidayatul Muhajirin Mahmudah, Istiyati; Siti Rahmah; Aulia Azizah; Eva Naulia
TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an Vol 10 No 2 (2024): Trihayu: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/trihayu.v10i2.16055

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam mewujudkan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya. Dalam pendidikan tidak terlepas dan terpisahkan dari lembaga pendidikan formal seperti sekolah dasar. Dalam pembelajaran sekolah dasar, pendidikan saat ini pembelajaran seni masuk pada mata pelajaran SbdP. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu cara sekolah untuk membantu mengembangkan bakat seni dan keterampilan. Kegiatan ekstrakurikuler ini biasanya dilaksanakan diluar jam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler menggambar dan mewarnai di Mis Hidayatul Muhajirin Palangka Raya, 2) hasil prestasi terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler menggambar dan mewarnai di Mis Hidayatul Muhajirin Palangka Raya.  Data di dapatkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan teknik deskripsi. Hasil dari penelitian ini 1) pelaksanaan ekstrakurikuler menggambar dan mewarnai di Mis Hidayatul Muhajirin Palangka Raya ini dilaksanakan sesuai dengan prosedur, 2) hasil prestasi terhadap kegiatan ekstrakurikuler Mis Hidayatul Muhajirin Palangka Raya sudah sangat baik terbukti dari perolehan pada kegiatan lomba menggambar dan mewarnai.
PenerapanMetodeTalkingStickUntukMeningkatkanHasilBelajarMata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III MI Ar-Raudhah Aulia Azizah; M. Syabrina; Sulistyowati, Sulistyowati
Shibyan: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/shibyan.v2i1.3229

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas III MI Ar-Raudhah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah yaitu : 1) Pelaksanaan metode talking stick 2) Peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan metode talking stick dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III MI Ar-Raudhah. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTagart yang terdiri dari aspek perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dengan guru wali kelas III, tes dan dokumentasi. Teknis analisis yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian 1) Pelaksanaan metode  dapat dilihat dari rata-rata aktivitas guru pada siklus I sebesar 86,25% dan siklus II sebesar 96,25%. Adapun aktivitas siswa pada siklus I sebesar 77,63% dan siklus II sebesar 96,05%. Berdasarkan hasil penelitian 2) Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia hal ini dapat dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 60% dan siklus II sebesar 80%. Berdasarkan hasil perhitungan N gain pada siklus I menunjukkan bahwa nilai rata-rata N gain sebesar 0,41 dengan katagori “Sedang”. N gain pada siklus II menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebesar 0,76 dengan katagori “Tinggi”. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa metode Talking Stick meningkat hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas III MI Ar-Raudhah.
Inovasi Pengolahan Limbah Organik Melalui Dekomposer Ramah Lingkungan Sebagai Solusi Pupuk Berkelanjutan Di Desa Gonilan Widiyatmoko, Wahyu; Sanjaya, Astria Mei; Nurwicaksono, Arya Dwi; Azizah, Aulia; Pravitasari, Ayu Prima; Azzahra, Azizah; Putri, Bela Kusuma; Adilla, Bilqis Luthfi; Afdel, Buna Ahmad; Muslimah, Chairul
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v4i3.1863

Abstract

Desa Gonilan yang terletak di wilayah Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah dengan aktivitas rumah tangga yang cukup tinggi. Aktivitas tersebut menghasilkan limbah organik yang signifikan, baik dari sisa dapur rumah tangga, limbah pasar maupun pertanian. Masyarakat Desa Gonilan perlu mengelola limbah organik secara terpadu dan berkelanjutan agar potensi yang dimiliki tidak berubah menjadi sumber pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2025 bertempat di kebun Kelompok Wanita Tani (KWT) Idum Abadi. Kegiatan sosialisasi dan praktik dihadiri oleh 17 anggota KWT. Pelaksanaan pengembangan program pengolahan limbah organik berbasis masyarakat dilakukan melalui 3 tahap, yaitu tahap persiapan, sosialisasi dan praktek, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian mendapat antusias tinggi dari anggota KWT Idum Abadi. Peserta pengabdian secara seksama mendengarkan sosialisasi dan mengikuti instruksi dalam pembuatan alat pengolah limbah sederhana. Peserta juga mempraktekkan secara mandiri pembuatan alat pengolahan limbah organik di rumah. Hasil kegiatan monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa anggota KWT Idum Abadi telah memanfaatkan hasil pengolahan limbah untuk memupuk sayuran dan tanaman hias yang ditanam di pekarangan. Salah satu inovasi yang diterapkan dalam pengelolaan limbah organik adalah pemanfaatan galon bekas air mineral sebagai wadah fermentasi limbah organik, sehingga selain hemat biaya, kegiatan ini juga mendukung prinsip daur ulang dan pengurangan sampah plastik. Melalui inovasi dari teknologi ini diharapkan anggota KWT termotivasi untuk terus mengembangkan pengolahan limbah secara mandiri dan berkelanjutan.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MELALUI MEDIA PAPAN LABIRIN KELAS 3 SEKOLAH DASAR TAHUN AJARAN 2024/2025 Aulia Azizah; Nadia Deviyana; Yunika Nur Indah Sari; Choirun Nisa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i2.24690

Abstract

This study was motivated by the low learning outcomes of students in learning mathematics, especially in addition and subtraction materials with the method of saving and borrowing. This study aims to improve the learning outcomes of 3rd grade students of SD Muhammadiyah 1 Surakarta on the material of addition and subtraction using the maze board media. This research is a qualitative research with a class action research design (PTK) and the research subjects are 3rd grade students of SD Muhammadiyah 1 Surakarta. This research was conducted in two cycles. Data collection techniques in this study used tests, observation and documentation. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis. The results showed that the learning outcomes of students increased significantly after using the labyrinth board learning media during the learning process.
IMPROVING STUDENTS’ ORAL HEALTH KNOWLEDGE THROUGH TIKTOK AT SMPN 1 KERTAK HANYAR: PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SISWA SMPN 1 KERTAK HANYAR MELALUI TIKTOK Hamdani, Riky; Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan; Hatta, Isnur; Azizah, Aulia
Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/dc.V7.I2.2025.182-187

Abstract

Background: Oral health education plays a vital role in increasing public awareness and promoting healthy behaviors. TikTok, as an audiovisual platform, is considered effective because it is engaging, easy to use and share, stimulates creativity, increases participation, and enhances students’ digital skills. This approach is particularly relevant at SMPN 1 Kertak Hanyar, where most students have not yet developed proper oral hygiene habits or knowledge of correct toothbrushing practices, and the school has never conducted digital-based oral health education. Objective: This community service activity aimed to improve the oral health knowledge of students at SMPN 1 Kertak Hanyar. Method: The program was conducted in several stages, including coordination with the school, interactive oral health education sessions, the use of TikTok content as an educational medium, and mentoring activities. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure students’ knowledge improvement. Results: The findings showed an increase in knowledge across all assessed indicators, with the highest improvement observed in the item regarding the appropriate amount of toothpaste to use (27.76%). The Wilcoxon test yielded a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in knowledge before and after the intervention. Conclusion: Health education through TikTok effectively improved students’ oral health knowledge. Therefore, social media, particularly TikTok, is recommended as a sustainable medium for oral health promotion.
EFFECTIVENESS OF DENTAL AND ORAL HEALTH PROMOTION ON IMPROVING KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Riska Nisaul Karimah; Rosihan Adhani; Aulia Azizah; R. Harry Dharmawan Setyawardhana; Nurdiana Dewi
Dentin Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i2.17739

Abstract

ABSTRACTBackground: Caries cases are very high, especially in school children. Data from Riskesdas 2018 showed that the incidence of caries in Banjarmasin was 37.62%. The high number of cases is due to lack of knowledge to maintain dental and oral hygiene. It can affect the learning and achievement of school students. Interventions to increase knowledge are needed as a solution to reduce caries cases in children. One of the educational interventions that can be given is the MOKEGI game application. Purpose: To analyze the effectiveness of health promotion using the MOKEGI educational game on the knowledge and attitudes of dental and oral health of school children. Method: The study used a quasi-experimental design with two group pre and post test. The intervention carried out was MOKEGI (Monopoly of Dental Health) which was carried out for 5 days in the control group and the intervention group. The statistical analysis used was the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The study showed the results of the Wilcoxon attitude test, namely p-value 0.000 (pretest) and 0.248 (posttest). In addition, in the Wilcoxon attitude test, the p-value is 0.000 (pretest) and 0.384 (posttest). The results of the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.000 (knowledge) and 0.013 (attitude). Conclusion: there is a significant difference in knowledge and attitudes about dental and oral health between before and after health promotion through the MOKEGI game application. The MOKEGI game application is effective in improving knowledge and attitudes about dental and oral health in school children.Keywords: Attitude, Knowledge, Mouth, Play, Teeth ABSTRAKLatar belakang: Kasus karies sangat tinggi terutama pada anak sekolah. Data Riskesdas 2018 didapatkan angka kejadian karies di Banjarmasin sebesar 37,62%. Tingginya kasus dikarenakan kurangnya pengetahuan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Jika hal ini terus terjadi dapat mempengaruhi pembelajaran dan prestasi siswa sekolah. Intervensi untuk meningkatkan pengetahuan sangat diperlukan sebagai solusi menurunkan kasus karies pada anak. Salah satu intervensi edukasi yang dapat diberikan adalah aplikasi permainan MOKEGI. Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas promosi kesehatan menggunakan permainan edukasi MOKEGI terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut anak sekolah. Metode: Penelitian menggunakan desain quasy experiment with two group pre and post test. Intervensi yang dilakukan adalah MOKEGI (Monopoli Kesehatan Gigi) yang dilakukan selama 5 hari pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Analisis statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon sikap yaitu p-value 0,000 (pretest) dan 0,248 (posttest). Selain itu, pada uji Wilcoxon sikap yaitu p-value 0,000 (pretest) dan 0,384 (posttest). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan p- value 0,000 (pengetahuan) dan 0,013 (sikap). Kesimpulan: terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut antara sebelum dan sesudah promosi kesehatan melalui aplikasi permainan MOKEGI. Aplikasi permainan MOKEGI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah. Kata kunci : Gigi, Mulut, Pengetahuan, Permainan, Sikap.
ANALISIS PERSAMAAN PERSEPSI REMAJA TENTANG KEBUTUHAN PERAWATAN ORTHODONTI TERHADAP KONDISI SEBENARNYA (Tinjauan pada Pelajar SMA/Sederajat di Banjarmasin Kawasan Non Perkotaan) Najma Nor Shalehah; Diana Wibowo; Rahmad Arifin; Aulia Azizah; Alexander Sitepu
Dentin Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i1.16561

Abstract

Background: In dental and oral health, malocclusion is an occlusal disorder that affects appearance and psychological well-being, especially among adolescents. There are two categories of contributing factors to malocclusion: general and local factors. Local factors directly impact the condition of the teeth, while general factors do not have a direct effect. Objective: Analyzing the congruence between adolescents' perceptions of orthodontic treatment needs using IKPO and their actual dental conditions measured by ICON. Methods: In this study, 175 randomly selected high school (or equivalent) students from non-urban areas of Banjarmasin were observed using a cross-sectional methodology. Results: The findings of this study indicate that the majority of participants fell into the category of requiring orthodontic treatment based on both IKPO and ICON. Cohen’s Kappa analysis showed a fair level of agreement between IKPO and ICON, with a value of 0.238. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a fair level of agreement between adolescents’ perceptions of the need for orthodontic treatment and their actual dental conditions. ABSTRAKLatar Belakang: Pada kondisi kesehatan gigi dan mulut, maloklusi merupakan kelainan oklusi yang mempengaruhi penampilan dan kesejahteraan psikologis, terutama pada remaja. Terdapat dua kategori penyebab yang berkontribusi terhadap maloklusi, yaitu faktor umum dan faktor lokal. Faktor lokal berdampak langsung pada kondisi gigi, sedangkan faktor umum tidak berdampak langsung. Tujuan: Menganalisis persamaan persepsi remaja tentang kebutuhan perawatan orthodonti menggunakan IKPO terhadap kondisi sebenarnya menggunakan ICON. Metode: Dalam penelitian ini, 175 siswa SMA/sederajat yang dipilih secara acak di Banjarmasin kawasan non-perkotaan, diobservasi menggunakan metodologi cross-sectional. Hasil: Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta masuk dalam kategori membutuhkan perawatan orthodonti berdasarkan IKPO maupun ICON. Uji analisis Cohen’s Kappa menunjukkan adanya nilai persamaan yang masuk dalam kategori cukup antara IKPO dan ICON dengan nilai 0.238. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat tingkat persamaan yang cukup antara persepsi remaja tentang kebutuhan perawatan orthodonti terhadap kondisi gigi geligi yang sebenarnya.Kata Kunci: Maloklusi, Perawatan Orthodonti, Indeks Kebutuhan Perawatan Orthodonti, Index of Complexity, Outcome, and Need
EFEKTIVITAS DENTAL HEALTH EDUCATION MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL BADAMPRAK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SKOR OHI-S (Tinjauan Pada Siswa Umur 10-14 Tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin) Yudha Fatahillah Syahari; Aulia Azizah; Sherli Diana; Rosihan Adhani; Rahmad Arifin
Dentin Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i1.16564

Abstract

Background: Based on the Indonesian Health Survey (SKI 2023) South Kalimantan Province has a proportion of oral and dental problems (57.7%), the largest (59.56%) of which is in children aged 10-14 years, this indicates a lack of dental health education (DHE) in this age group. According to Bloom, behavior influenced by knowledge is an important factor in oral health status. One method to improve this knowledge is through the traditional game Badamprak. Objective: The effectiveness of DHE using Badamprak games in increasing knowledge and reducing OHI-S scores in students aged 10-14 years at Dhammasoka Buddhist School in Banjarmasin City. Purpose: Proving that DHE using traditional badamprak games increases knowledge and reduces OHI-S scores in students aged 10-14 years at Dhammasoka Buddhist School in Banjarmasin City. Methods: This study used quasi experimental with pre and posttest group design with non probability sampling on 58 students. Results: Wilcoxon test showed that there was a difference in tooth brushing knowledge before and after DHE using Badamprak traditional games in 58 samples (p = 0.001). Conclusion: DHE using the traditional game Badamprak is effective in increasing knowledge and reducing OHIS scores.Keywords: Badamprak, Dental Health Education, Knowledge, Oral Hygiene Index Simplified, Tooth Brushing ABSTRAKLatar Belakang: Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI 2023) Provinsi Kalimantan Selatan memiliki proporsi masalah gigi dan mulut (57,7%), yang terbesar (59,56%) yaitu pada anak usia 10-14 tahun, Hal ini menunjukkan kurangnya edukasi kesehatan gigi dan mulut (Dental Health Education/DHE) pada kelompok usia tersebut. Menurut Bloom, perilaku yang dipengaruhi oleh pengetahuan merupakan faktor penting dalam status kesehatan gigi dan mulut. Salah satu metode untuk meningkatkan pengetahuan ini adalah melalui permainan tradisional Badamprak. Tujuan: Efektivitas DHE menggunakan permainan Badamprak dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHI-S pada siswa usia 10-14 tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin. Tujuan: Membuktikan bahwa DHE menggunakan permainan tradisional badamprak meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHI-S pada siswa umur 10-14 tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi eksperimen melalui rancangan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi (pretest-posttest group design). Pemilihan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 58 siswa. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan menyikat gigi sebelum dan setelah DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak pada 58 sampel (p=<0,001). Kesimpulan: DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHIS. Kata Kunci: : Badamprak, Dental Health Education, Menyikat Gigi, Oral Hygiene Index Simplified, Pengetahuan > <0,001). Kesimpulan: DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHIS.Kata Kunci: : Badamprak, Dental Health Education, Menyikat Gigi, Oral Hygiene Index Simplified,Pengetahuan
APAKAH PASIEN SKIZOFRENIA MERAWAT KEBERSIHAN GIGI DAN MULUTNYA? Galuh Dwinta Sari; Chandra Wijaya; R. Harry Dharmawan Setyawardhana; Aulia Azizah
Dentin Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i3.17914

Abstract

ABSTRACTBackground: Mental disorders can have a major impact on life and have a negative impact on social interactions. South Kalimantan Province has a prevalence of 5.1% of household members experiencing mental disorders. People with mental disorders have manifestations of psychomotor disorders such as limitations in movement and activities which can trigger dental and oral health problems such as caries. Objective: To determine the description of the severity of caries in patients with mental disorders at Sambang Lihum Hospital. Method: Quantitative descriptive research with cross sectional design. The sampling technique uses simple random sampling. The population is mental patients who are treated and are undergoing rehabilitation therapy at the Sambang Lihum Hospital as many as 127 people. The sample size by Slovin formula which obtained the results of 62 respondents. Results: Based on the DMF-T examination, the caries severity level of the respondents was in the very high category with a DMF-T frequency of 856 and a DMF-T index of 13.8. The caries index in men and women has a very high category. The highest DMF-T index and frequency distribution were in the age group >65 years. Psychiatric diagnoses with the highest DMF-T index were diagnoses of schizophrenia, schizotypal disorder, and delusions with a DMF-T frequency of 505 and a DMF-T index of 14.85. Conclusion: The average caries severity rating of patients with mental disorders at Sambang Lihum Hospital is in the very high category with the highest diagnoses belonging to those with a diagnosis of schizophrenia, schizotypal disorder and delusions.Keywords: caries severity, mental disorders, schizophrenia ABSTRAK Latar Belakang: Gangguan mental dapat berpengaruh besar bagi kehidupan dan berdampak buruk pada interaksi sosial. Provinsi Kalimantan Selatan memiliki prevalensi 5,1% anggota rumah tangga yang mengalami masalah gangguan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa memiliki manifestasi gangguan psikomotor seperti keterbatasan bergerak dan beraktivitas yang dapat memicu timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut seperti karies. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat keparahan karies pasien dengan gangguan jiwa di RSJ Sambang Lihum. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi adalah pasien gangguan jiwa yang dirawat dan sedang menjalani terapi rehabilitasi di RSJ Sambang Lihum sebanyak 127 orang. Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus slovin yang diperoleh hasil sebanyak 62 responden. Hasil: Tingkat keparahan karies berdasarkan pemeriksaan DMF-T pada responden memiliki kategori sangat tinggi dengan frekuensi DMF-T sebesar 856 dan indeks DMF-T sebesar 13,8. Indeks karies pada laki-laki dan perempuan memiliki kategori sangat tinggi. Distribusi frekuensi dan Indeks DMF-T tertinggi berada pada kelompok usia >65 tahun. Diagnosis kejiwaan dengan indeks DMF-T tertinggi berada pada diagnosis skizofrenia, gangguan skizotipal, dan waham dengan frekuensi DMF-T sebesar 505 dan indeks DMF-T sebesar 14,85. Kesimpulan:  Gambaran tingkat keparahan karies pasien dengan gangguan jiwa di RSJ Sambang Lihum rata-rata berada pada kategori sangat tinggi dengan diagnosis tertinggi dimiliki oleh mereka yang didiagnosa skizofrenia, gangguan skizotipal dan waham.Kata Kunci: gangguan jiwa, keparahan karies, skizofrenia
Co-Authors Adilla, Bilqis Luthfi Afdel, Buna Ahmad Afina Ridoti Akhmad Aufayed Ma’rifatullah Akhmad Dasuki Al Ausyad, Muhammad Adi Syahbana Alexander Sitepu Alexandra, Frisca Amelia, Rizqy Anandita Ahmad Ansari, Mochammad Iqbal Antung Lutfiliawan Ari Widyarni Arifin, Rahmad Aspriyanto, Didit Aulia Rahimah Ayu Azizah, Puty Azidi Irwan Azwar Fida Maulana Azzahra, Azizah Bakhsar, Intan Septiana Bambang Supeno, Bambang Bayu Indra Sukmana Chandra Wijaya Chandra Wijaya Choeroh, Niati Choirun Nisa Debby Saputera, Debby Della Alya Aaliyah Dewi Nurdiana Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dilla Mayarani Dinda Chesya Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma Elsi Setiandari L.O Eva Naulia Faulina Windiyana Felycia Ade Irawati Fitria, Novita Nanda Hamdani, Riky Hapijah Hasanah, Asiyah Wardatul Hatta, Isnur Hayatunnufus Hayatunnufus Herliyani Hery Haryanto Hidayah, Antung Nurul I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ika Kusuma Wardani Inayah Irnamanda D.H., Irnamanda Irpansyah Irpansyah Ismi Natasya Salwa Jessica Laurent Citradi Juli Harnida Purwaningayu Jumairoh, Siti Nok Kaspul Kaspul Khairussalam Komarudin, Koko Kumala Dewi, Renie Kusumawati, Rani Labib Sajwandi Latifah, Ananda Putri M. Syabrina Madani, Pattika Reyhan Maharani Laillyza Apriasari Mahmudah, Istiyati Marchellina, Emanuela Meiva Putri Evandra Mohdari, Mohdari Muhammad Aulia Rifa Syarafi Muhammad Irfan Fanshuri Muhammad Luthfi Azzuhdi Muhammad Yunanda Anhar Muslimah, Chairul Mustafa, Muhammad Khaidir Nadia Deviyana Najma Nor Shalehah Natasya Nurul Izzati Ngatmin Nida Amalia Nisaa’, Solikhatun Nurrahman, Tri Nurul Indah Qoriaty Nurwicaksono, Arya Dwi Oktiani, Beta Widya Pramitha, Selviana Rizky Pravitasari, Ayu Prima Putra, Andi Dewangga Permana Putri, Bela Kusuma Putri, Paradise Setya Rahmad Arifin Rahmah Rani Wulandari Renie Kumala Dewi Riky Riky Rima Permata Sari, Rima Permata Riska Nisaul Karimah Rosihan Adhani, Rosihan Sanjaya, Astria Mei Sari, Galuh Dwinta Sarifah, Norlaila Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Sherly Nuralisa Sinay Sitepu, Alexander siti rahmah Stevan, Evaldo Sulistyowati Sulistyowati Sunardi Sunardi Tri Putri, Deby Kania Wahyu Widiyatmoko Wasilah, Elis Shofiyatul Widodo Widodo Wilastri, Dian Wirawan, Rendy Yasmina Aulia Yudha Fatahillah Syahari Yuni Kusumawati Yuniarti Yuniarti Yunika Nur Indah Sari Z. Paramitha, Andi Irmaya Zahra Vica Amelia