p-Index From 2021 - 2026
8.969
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Journal on Mathematics Education (JME) Journal on Mathematics Education (JME) AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Research and Advances in Mathematics Education AKSIOMA Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual Jurnal Kajian Pembelajaran Matematika Al Ishlah Jurnal Pendidikan JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMA IndoMath: Indonesia Mathematics Education JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Jurnal Tadris Matematika Teorema: Teori dan Riset Matematika Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Journal of Humanities and Social Studies Math Educa Journal Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Jurnal Karinov JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) International Journal of Insights for Mathematics Teaching (IJOIMT) Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Research in Social Sciences and Technology Indian Journal of Forensic Medicine & Toxicology International Journal of Humanities and Innovation (IJHI) Journal of Disruptive Learning Innovation (JODLI) Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Jurnal MIPA dan Pembelajarannya Nuris Journal of Education and Islamic Studies International Journal of Trends in Mathematics Education Research (IJTMER) Indonesian Journal of Science, Technology, and Humanities PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Tadris Matematika Journal on Mathematics Education Jurnal Didaktik Matematika Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Reciprocal Teaching dalam Peningkatan Komunikasi Matematis Siswa Adityawan, Tofan; Susiswo, Susiswo; Qohar, Abd
Nuris Journal of Education and Islamic Studies Vol. 4 No. 2: 2024
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jeis.v4i2.85

Abstract

Melaksanakan pembelajaran dengan strategi reciprocal teaching merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dan dibagi menjadi dua siklus, yaitu Siklus I yang terdiri dari tiga sesi pertemuan di kelas, dan Siklus II yang terdiri dari dua sesi pertemuan di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi matematis pada materi program linier yang dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal. Jumlah siswa Kelas X Farmasi adalah 24 orang. Pada saat pretest didapatkan nilai rata-rata kelas siswa adalah 70,9 kemudian pada siklus yang pertama nilai rata-rata kelasnya meningkat menjadi 81,9 dan kemudian pada siklus yang kedua nilai rata-rata kelas meningkat lagi menjadi 87. Dengan demikian jika dilihat dari presentase ketuntasan, maka pada saat pretest sebesar 50% artinya siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa dan tidak tuntas tesnya sebanyak 12 siswa, sedangkan pada siklus I sebesar 66,67% artinya siswanya berjumlah 16 yang tidak tuntas dan 8 siswa tuntas. Kemudian yang terakhir pada siklus II presentasi ketuntasannya sebesar 87% yang berarti bahwa siswa yang tidak tuntas sebanyak 3 siswa dan siswa yang tuntas sebanyak 21 siswa.
Penalaran Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pola Bilangan dan Scaffoldingnya Suhartatik, Peni; Susiswo, Susiswo; As'ari, Aburrahman
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1068

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan masalah pola bilangan dan scaffoldingnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan gambaran dari fakta-fakta yang terjadi selama proses penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari hasil tes yang terdapat pada lembar jawaban siswa dan hasil wawancara. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 10 Malang. Subyek penelitian ini adalah 3 siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis digunakan untuk menganalisis hasil penalaran matematis siswa dan tes wawancara digunakan untuk menggali penalaran matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penalaran matematis ketiga siswa dalam menyelesaikan masalah pola bilangan meningkat lebih baik setelah diberikan scaffolding.
Strategi Metakognitif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Sistem persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Berdasarkan Kecemasan Matematika Januar, Linda Ramadhanty; Purwanto, Purwanto; Susiswo, Susiswo
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi metakognitif siswa dalam menyelesaikan masalah ditinjau dari kecemasan matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan angket kecemasan matematika, tes dan wawancara. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX SMPN 3 Sampang. Data yang didapatkan kemudian direduksi dan dianalisis secara kualitatif dengan memperhatikan indikator-indikator strategi metakognitif siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kecemasan matematika rendah mampu melakukan tahapn strategi metakognitif dengan sangat baik. Sedangkan untuk siswa dengan tingkat kecemasan tinggi, mereka tidak dapat melakukan strategi metakognitifnya dengan baik. Bagi peneliti selanjutnya, agar meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya strategi metakognitif siswa pada jenjang SMA/sederajat.
Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Teorema Pythagoras Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Abdillah, Rizka; Susiswo, Susiswo; Susanto, Hery
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 1: Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i1.1871

Abstract

Komunikasi matematis merupakan transfer ide atau gagasan matematika dari satu pihak ke pihak lain. Ketika siswa berbagi pemikiran matematis mereka, mereka merujuk pada cara atau gaya siswa dalam menerima, memproses, dan menyusun informasi yang diperoleh selama pembelajaran. Dengan demikian perbedaan gaya belajar siswa dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi matematisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi matematis tulis siswa dalam menyelesaikan soal Pythagoras ditinjau dari gaya belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti merupakan instrumen utama pada penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket gaya belajar. tes komunikasi matematis, dan wawancara. Subjek penelitian sebanyak 3 siswa yang telah menempuh materi teorema Pythagoras. Hasil penelitian diperoleh 1) Siswa yang memiliki gaya belajar visual dapat memenuhi tiga indikator, 2) siswa yang memiliki gaya belajar auditorial dapat memenuhi dua indikator, dan 3) siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik dapat memenuhi empat indikator. Penelitian ini memberikan informasi bahwa pentingnya untuk mengetahui gaya belajar masing-masing untuk dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematisnya.
The Role of Junior High School Students in Group Discussions to Solve Fermi Problems Mufidah, Wayan Indi Haidar; Susiswo, Susiswo; Irawati, Santi
PRISMA Vol 14, No 2 (2025): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v14i2.5718

Abstract

This study investigates how junior high school students adopt and shift roles during group discussions while solving Fermi problems, using Positioning Theory as an analytical framework. The study employs a qualitative-descriptive approach with the subjects of eight students of class IX PD-CI MTsN 1 Kediri who were divided into two groups selected using purposive sampling techniques. Data were collected from audio and video recordings of group discussions, which were transcribed and coded for patterns of positioning, negotiation, and interaction, along with students’ written responses. The findings reveal that students take on different roles: novices often participate passively, facilitators organize the discussion and encourage participation, while experts contribute key information and guide reasoning. Some groups demonstrated dynamic role shifts throughout the activity, reflecting increased engagement and conceptual understanding, whereas others maintained more static participation patterns, limiting opportunities for collaborative idea exploration. This study uniquely analyzes role shifts among junior high school students through Positioning Theory in the context of Fermi problems. These findings highlight the importance of monitoring and structuring collaborative activities to promote equitable participation. For mathematics educators, understanding positioning patterns can inform instructional strategies, such as role rotation, supporting novice participation, and designing Fermi problems that foster active collaboration
Students’ Mathematical Thinking Solving Math Story Problems Pratiwi, Meira Indria; Susiswo, Susiswo; Irawati, Santi
PRISMA Vol 14, No 2 (2025): PRISMA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jp.v14i2.5644

Abstract

Mathematics story problems are important to learn because they relate to contextual life. In the preliminary study, many MTs Qita Malang students made mistakes. One way to find out students' mistakes is to explore how they think mathematically. Therefore, the researcher conducted a study that aimed to describe how students think mathematically in solving mathematical story problems. The instruments used were test sheets and interview guidelines. This research is a qualitative-descriptive research that was attended by 15 grade IX students of MTs Qita Malang. Three research subjects were selected based on their ability level (high, medium, low). The results showed that students were highly capable through all aspects in the entry and attack phases, but missed the check and extend aspects in the review phase. Moderately capable students go through all aspects in the entry phase and skip the why aspect in the attack phase and only succeed through the reflect aspect in the review phase. Low ability students go through the entry phase of the know and want aspect, but skip the maybe and why aspect in the attack phase, and only through the reflect aspect in the review phase.
PROSPECTIVE MATHEMATICS TEACHERS’ MATHEMATIZATION COMPETENCIES IN SOLVING WORD PROBLEMS Hamidah, Dewi; Susiswo, Susiswo; Susanto, Hery; Osman, Sharifah
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 9 No. 3 (2025): Volume 9, Nomor 3, September 2025
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v9i3.33211

Abstract

Mathematization competencies among prospective teachers, focusing on their ability to construct and communicate mathematical arguments, are crucial for effective mathematics education. This exploratory study aimed to produce qualitative-descriptive data on prospective teachers' competencies of mathematization in teacher education programs. The study employs word problems based on everyday-life problems that are solved by the mathematization process and assessed based on three indicators of mathematization competencies. The data were collected from three groups of prospective teachers in the first, third, and fifth semesters, respectively, in the mathematics education study program at a public University in Kediri, Indonesia. The findings revealed that while all prospective teachers demonstrated basic skills in identifying assumptions and organizing problems, fifth-year students exhibited better abilities in mathematical argumentation, particularly in generalizing mathematical problems. These advanced abilities included the formulation, analysis, and presentation of proficient mathematical arguments, indicating a deeper understanding and mastery of mathematization that developed progressively throughout their education. The results of this study underscore the importance of sustained and structured learning experiences in mathematics teacher education programs to foster higher-order mathematical competencies. This study enriches the mathematics education literature by illustrating the growth of argumentation skills in mathematization among prospective teachers, highlighting the need for educational curricula that emphasize these advanced skills.
Students' Learning Obstacles on Sequences and Series Viewed by Pirie Kieren's Theory Reni Albertin Putri; Susiswo Susiswo; Makbul Muksar
Didaktik Matematika Vol 11, No 2 (2024): OCTOBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v11i2.37855

Abstract

Mathematical understanding develops through eight layers, as described by Pirie and Kieren: primitive knowing, image making, image having, property noticing, formalizing, observing, structuring, and inventizing. However, evidence indicates that many students encounter obstacles that hinder their progression through these layers. This study aims to identify and describe the learning obstacles students face in understanding sequences and series, utilizing Pirie and Kieren's theoretical framework. A descriptive qualitative research design was employed, purposive sampling to select participants from 30 Year 11 students in Malang, Indonesia. Data were gathered through tests and interviews and analyzed based on indicators of learning obstacles and the corresponding layers of mathematical understanding outlined by Pirie and Kieren. The findings reveal that many students experience significant difficulties in noticing and formalizing layers within the property. These challenges are attributed to inadequate foundational knowledge (ontogenic conceptual obstacles) and a lack of structured opportunities for developing deeper mathematical understanding (ontogenic instrumental, didactical, and epistemological obstacles). The results underscore the need for further research to address these learning barriers by focusing on enhancing students' foundational knowledge and designing educational experiences that foster the growth of mathematical understanding.
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) CALON GURU MATEMATIKA SEKOLAH DASAR : ANALISIS BERDASARKAN VIGNETTE Annisa Andika Karisa; Subanji Subanji; Susiswo Susiswo
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pedagogical Content Knowledge (PCK) yang dimiliki oleh calon guru matematika sekolah dasar berdasarkan dari instrumen Vignette. Vignettemerupakan instrumen berbentuk skenario, yang berisikan miskonsepsi dan kebingungan siswa. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah kuliatatif deskriptif. Subjek penelitian adalah calon guru (pre-service teacher) yang merupakan mahasiswa PGSD semester akhir. Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Komponen yang terdapat pada penelitian ini ada tiga, yaitu pengetahuan tentang siswa, pengetahuan mengajar, dan pengetahuan konten. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat PCK (Pedagogical Content Knowledge) secara signifikan memengaruhi kemampuan subjek dalam mengatasi miskonsepsi siswa. Subjek dengan PCK tinggi mampu menguasai ketiga komponen PCK dengan sangat baik, subjek dengan jelas mengidentifikasi miskonsepsi siswa, dan memberikan solusi yang tepat untuk memperbaikinya. Sebaliknya, subjek dengan PCK sedang menunjukkan ketidakseimbangan antara kemampuan konten dan pedagogik; meskipun mereka mampu memberikan solusi untuk menghadapi miskonsepsi siswa, sesekali mereka mengalami miskonsepsi serupa karena ketidaktelitian. Sementara itu, subjek dengan PCK rendah tidak mampu meluruskan miskonsepsi siswa, bahkan cenderung mengalami miskonsepsi yang sama dengan siswa. Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman PCK calon guru matematika sekolah dasar melalui instrumen Vignette, memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana berbagai tingkat PCK memengaruhi kemampuan mereka dalam mengatasi miskonsepsi siswa. Hasilnya dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan guru yang lebih efektif, khususnya dalam peningkatan kemampuan pedagogik dan konten untuk mempersiapkan calon guru menghadapi tantangan di kelas. Kata Kunci:  Pedagogical Konten Knowledge, Vignette, Calon Guru Matematika Abstract: This study aims to determine the Pedagogical Content Knowledge (PCK) possessed by pre-service mathematics teacher primary school based on the vignette instrument. Vignette is an instrument in the form of a scenario, which contains students' misconceptions and confusion. The method used in this research is descriptive qualitative. The subject of the research is a pre-service teacher who is a final semester PGSD student. Subject selection was done by using purposive sampling technique. There are three components in this study, namely knowledge of students, knowledge of teaching, and knowledge of content. Findings indicate that the level of PCK significantly influences subjects' ability to address student misconceptions. Subjects with high PCK demonstrated excellent mastery of all three PCK components, accurately identifying student misconceptions and providing appropriate solutions for their remediation. Conversely, subjects with moderate PCK exhibited an imbalance between their content and pedagogical knowledge; while capable of offering solutions to student misconceptions, they occasionally experienced similar misconceptions due to oversight. Meanwhile, subjects with low PCK were unable to rectify student misconceptions and often shared the same misconceptions as their students. This research contributes to a deeper understanding of PCK among prospective elementary mathematics teachers through the innovative use of vignettes, offering profound insights into how varying PCK levels impact their effectiveness in addressing student learning difficulties. The findings can serve as a foundation for developing more effective teacher education programs, particularly in enhancing pedagogical and content capabilities to better prepare future educators for classroom challenges. Keywords:  Pedagogical Konten Knowledge, Vignette, Pre-Service Mathematics Teacher
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN BERORIENTASI KONTEKSTUAL UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA PADA TOPIK BILANGAN Ningsih, Nova Widia; Susiswo, Susiswo; Chandra, Tjang Daniel
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v12i1.8827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen berorientasi kontekstual yang valid, reliabel, dan praktis untuk mengukur kemampuan literasi numerasi siswa kelas VII pada topik bilangan. Cakupan studi mencakup pengembangan soal uraian berbasis konteks kehidupan nyata yang relevan dengan kompetensi literasi numerasi siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/RD) dengan model Borg and Gall yang dilaksanakan sampai tahap ke-9, yaitu mulai dari studi pendahuluan hingga uji kepraktisan. Produk yang dikembangkan terdiri atas 10 butir soal uraian, rubrik penskoran, kunci jawaban, serta pembahasan. Validasi dilakukan oleh dua ahli, diikuti uji coba terbatas pada 15 siswa dan uji coba luas pada 30 siswa. Hasil validasi menunjukkan tingkat validitas sebesar 86,5%–89% yang tergolong sangat valid. Reliabilitas instrumen diperoleh melalui perhitungan Cronbach’s Alpha sebesar 0,75 yang termasuk kategori tinggi. Uji kepraktisan menunjukkan instrumen sangat praktis dengan persentase sebesar 92,5% dari guru dan 88% dari siswa. Hasil analisis butir soal menunjukkan variasi tingkat kesukaran dan daya pembeda yang baik. Kesimpulannya, instrumen ini dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran matematika sebagai alat evaluasi yang bermakna dan kontekstual untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa.
Co-Authors Abdillah, Rizka Abdur Rahman As’ari Adika Setyo Budi Lestari Adityawan, Tofan Agung, Citra Amelia Agus Alamsyah Akbar Sutawidjaja Alaiya, Syekha Vivi Alfiani Athma Putri Rosyadi Alkans Sofyawati Sutrisno Andika Setyo Budi Lestari Anies Fuady Anita Dewi Utami Annisa Andika Karisa Arilaksmi, Ni Putu Gita Ariyadi Wijaya Arlina Trie Cahyono As'ari, Aburrahman Azizah Azizah Azizah Azizah Barep Yohanes Bhakti Setya Budi Budi, Bhakti Setya Cholis Sa’dijah Dahliatul Hasanah Damayanti, Hanifah Devinta Reza Prasanti Dewi Astutik Dewi Astutik Dian Nastiti Utami Dian Putri Wulandari Diyo Kriswanto Dwi Rahmawati Utami Dyah Tri Wahyuningtyas Edy Bambang Irawan Edy Sutarto Eka Damayanti Eka Damayanti Eko Prasetyo Erika Arum Puspita Erry Hidayanto Ery Febrianto Falahi Nurmaulina Fatma Noordinar Rahma Firdha Mahrifatul Zana Firdha Mahrifatul Zana Firnanda Pradana Putra Flavia Aurelia Hidajat, Flavia Aurelia Gatot Muhsetyo Hamidah, Dewi Harfin Lanya, Harfin Henny Rismawatie Yusmarina Hery Susanto Hery Susanto Hijriani, Lailin I Made Sulandra I Nengah Parta Iis Afidah Ikram, Muhammad Imam Rofiki Indrawatiningsih, Nonik Intan Ayu Maharani Intan Faraminda Putri Intan Syafitri Lathiful Anwar Latifah Mustofa Lestyanto Linda Ramadhanty Januar Lita Wulandari Aeli Lorenza, Nella Luluk Wahyu Nengsih Lydia Lia Prayitno Makbul Muksar Mamluatus Sa’adah Maulana, Hanief Maulidiyah Tutut Nurjanah Meira Indria Pratiwi Mila Sekar Ayu Mufidah, Wayan Indi Haidar Muhammad Ainur Rizqi Mujiyem Sapti Mujiyem Sapti Muliana Sari Nadia Nurudini Naela Nur Azizah Najwa, Wulida Arina Ni Putu Gita Arilaksmi Ningsih, Nova Widia Ninik Mutianingsih, Ninik Nursani Indah Pratiwi Nury Yuniasih, Nury Octavina Rizky Putri Utami Oktoviana, Lucky Tri Osman, Sharifah Pahrani, Andi Daniah Parameswari, Pradina Permadi, Hendra Permadi, Hendro Pradina Parameswari Prasanti, Devinta Reza Pratiwi, Enditiyas Pratiwi, Meira Indria Puguh Darmawan Purnomo, Purnomo Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Puspitasari, Yesy Putri, Octavina Rizky Utami Putri, Reni Albertin Qohar, Abd. Ratna Titi Wulandari Ria Kurniawati Ria Norfika Yuliandari Rini Nurhakiki Risaldi Risaldi Risma Firda Diana Royyan Faradiba Rustanto Rahardi Samuntya, Fitri Sari, Ulum Rohma Sigmamitha Aghni Izzananda Sisworo Sitti Fithriani Saleh Subanji Subanji Sudirman Sudirman Suhartatik, Peni Surianastutiningtyas, Angela Maricilia Susilo, Claudya Zahrani Suwanti, Vivi Suwarman, Ramdhan F Swasono Rahardjo Syafitri, Intan Syaiful Hamzah Nasution Syamsul Hadi Tatik Retno Murniasih Tjang Daniel Chandra Toto Nusantara Trianingsih Eni Lestari Ulfa Ni'matil Hasanah umi faizah Wangguway, Yustinus Wasilatul Murtafiah Wayan Indi Haidar Mufidah Widi Candika Pakaya Wulida Arina Najwa Yesy Puspitasari Yrbayanti Putri Zaekhah Yundari, Yundari Zana, Firdha Mahrifatul Zuliati, Sulis Dwi Zulnaidi, Hutkemri