p-Index From 2021 - 2026
6.664
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Potensia Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Basicedu AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Al-Ta'lim HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang PRODU-Prokurasi Edukasi (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Jurnal Penelitian Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Khalifa: Journal of Islamic Education Indo-MathEdu Intellectuals Journal Jurnal Prajaiswara HUMANISMA : Journal of Gender Studies Jurnal Basicedu Journal of Da'wah Unisia Tadris: Jurnal Pendidikan Islam IDARAH : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama TOFEDU: The Future of Education Journal Development : Studies in Educational Management and Leadership Jurnal Sains Student Research Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Ibrah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Ilmiah Nusantara WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Intelek Insan Cendikia FATHIR: Jurnal Studi Islam Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Jurnal Ilmiah Al-Furqan : Al-qur'an Bahasa dan Seni AL-UKHWAH Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Progresif Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Mewujudkan Literasi Al-Qur'an Inklusif bagi Siswa Tunarungu: Sebuah Ulasan Konseptual Septiyani, Rini; Bashori, Bashori
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 1 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i1.187

Abstract

Literasi Al-Qur’an merupakan aspek penting dalam pendidikan agama Islam. Namun, para difabel, dalam hal ini yaitu penyandang tunarungu masih menemui kendala-kendala dalam pelaksanaannya. Sehingga, pendidikan inklusif bagi siswa penyandang tunarungu menemui tantangan dalam menyelaraskan hak akses pembelajaran dengan kebutuhan khusus, terutama dalam literasi Al-Qur’an sebagai bagian dari pendidikan agama Islam. Latar belakang masalah ini terletak pada kurangnya pendekatan yang adaptif terhadap tunarungu. Oleh karena itu, penelitian ini mengajukan rumusan masalah, yakni bagaimana konsep literasi Al-Qur’an dapat diterapkan secara inklusif untuk siswa tunarungu, dengan pertimbangan karakteristik dan kebutuhan mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang mengumpulkan dan menganalisis berbagai referensi terkait literasi Al-Qur’an, pendidikan inklusif, serta bahasa isyarat untuk siswa tunarungu. Data diperoleh dari berbagai sumber akademik, artikel jurnal, serta buku-buku yang relevan dengan topik pembahasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahasa isyarat dalam pembelajaran Al-Qur’an dapat membantu siswa tunarungu memahami dan mengakses materi Al-Qur’an lebih baik. Selain itu, penerapan pendidikan inklusif yang memanfaatkan media seperti bahasa isyarat menjadi alternatif efektif dalam literasi Al-Qur’an bagi siswa tunarungu. Kesimpulannya, melaui pendidikan inklusif, yaitu dengan kehadiran Al-Qur’an berbahasa isyarat dapat meningkatkan literasi Al-Qur’an bagi siswa tunarungu dan berpotensi mempeluas aksesibilitas pendidikan agama bagi penyandang disabilitas, khususnya bagi penyandang tunarungu. Akan tetapi, perlu adanya penyesuaian lebih lanjut terkait pengajaran yang efektif terhadap pembelajaran Al-Qur’an, khususnya terkait literasi Al-Qur’an bagi siswa tunarungu.
Navigating Javanese Womanhood in the Digital Age: Perspectives from Digital Natives and Immigrants Lailisna, Novi Nur; Bashori, Bashori; Budiarti, Meliza
Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : the Faculty of Ushuluddin, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jw.v9i2.35240

Abstract

Technological development has significantly changed human social life, especially online social media. In Indonesia, device-based social media users reached 191.4 million in January 2022. This number is still being reduced to several types of social media widely used in Indonesia, such as YouTube, Facebook and Instagram, based on Data Reportal Research in February 2022. Female social media users could be said to be active on some social media sites. Consumption of content on social media often makes a spectacle a guide for women. Several perspectives on Javanese women, such as sumur-dapur-kasur, macak-masak-manak, swargo nunut, neroko katut, and Konco Wingking, have a positive philosophical meaning by building perceptions through social media. Therefore, this research explores the perspectives and experiences of Javanese women concerning their participation in the digital space. Using the ethnographic approach, a qualitative research strategy, the study involves in-depth observation, active engagement, and interpersonal interactions within a specific cultural group or community. The result of this research is the perspective of more modern Javanese women in a positive perspective and women themselves. In essence, all perspectives on the philosophical values of Javanese women have shifted, including in practice. Javanese women who open themselves to social media can develop their potential with all these perspectives because the opportunity to become more 'modern' lies in the woman's decision.
Makna Kecantikan Dalam Perspektif Al-Qur'an Hasanah, A'isyah; Bashori, Bashori
Tarbawi Vol 13, No 01 (2025): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v13i01.142

Abstract

Penelitian ini mengulas makna kecantikan dalam perspektif Al-Qur'an dengan fokus pada tafsir mengenai kecantikan fisik dan batin. Dalam pembahasan ini, kecantikan dipahami sebagai sesuatu yang dapat menyenangkan mata dan memberikan kepuasan estitek. Para ulama dan psikolog mengungkapkan bahwa kecantikan adalah keindahan yang menimbulkan ketenangan jiwa, baik melalui fisik maupun moral. Selain itu, Al-Qur'an memberikan deskripsi tentang bidadari di surga sebagai representasi dari kecantikan sempurna yang tidak sekedar fisik tetapi juga menjaga martabat dan kehormatan. Ayat-ayat seperti QS. Ash-Shaffat:48-49, QS. Ar-Rahman:56, dan QS. Ar-Rahman: 70-72 digunakan untuk menganalisis konsep ini. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa Islam memandang kecantikan sebagai nilai yang menyeluruh, meliputi aspek luar dan dalam, serta mengingatkan umat untuk tidak berlebihan dalam mempercantik diri.
Peran Literasi Digital dalam Dakwah Berbasis Al-Qur’an: Implementasi dan Tantangan di Media Sosial Marlenda, Marlenda; Bashori, Bashori
AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Vol. 4 No. 1 (Juni 2025)
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/jau.v4i1.5131

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi aktivitas dakwah, khususnya melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran literasi digital dalam mendukung efektivitas dakwah berbasis Al-Qur’an di media sosial, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh para dai dan konten kreator muslim. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara dengan pelaku dakwah digital, dan analisis konten dakwah di berbagai platform seperti Instagram, YouTube, dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital memiliki peran penting dalam membentuk strategi dakwah yang kontekstual, menarik, dan sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Namun, tantangan seperti misinformasi, keterbatasan pemahaman teknologi, serta potensi komersialisasi dakwah menjadi hambatan yang signifikan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan literasi digital bagi para pendakwah agar dapat menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an secara efektif dan bertanggung jawab di era digital
Konsep 'Nafs' dalam Al-Qur'an: Analisis Semantik terhadap Dimensi Psikologis dan Spiritualitas dalam Proses Pembentukan Karakter Nanda Nurlina; Bashori Bashori
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2025): August: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v3i3.1819

Abstract

Konsep nafs dalam Al-Qur’an memiliki peran signifikan dalam memahami struktur kejiwaan dan spiritualitas manusia. Dalam psikologi Islam, nafs sering dikaitkan dengan dinamika batiniah yang memengaruhi perilaku dan pembentukan karakter seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna nafs dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik dan mengaitkannya dengan dimensi psikologis serta spiritual dalam proses pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan (library research). Analisis semantik dilakukan terhadap ayat-ayat yang mengandung kata nafs, kemudian diklasifikasikan berdasarkan konteks linguistik dan teologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna nafs dalam Al-Qur’an dapat dikategorikan ke dalam beberapa dimensi, seperti nafs ammarah (jiwa yang memerintah pada kejahatan), nafs lawwamah (jiwa yang mencela), dan nafs mutma’innah (jiwa yang tenang). Ketiga dimensi ini mencerminkan perjalanan spiritual dan psikologis manusia menuju penyempurnaan diri. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan tafsir tematik Al-Qur’an, serta memperkaya khazanah psikologi Islam dalam kerangka pembentukan karakter yang holistik dan transendental.
Siyaq al-Kalam sebagai Kunci Nuansa Makna dalam Al-Qur'an: Studi Semantik Kontekstual Alifia Nur Rizkilah; Bashori Bashori
Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 3 No. 3 (2025): August: Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/semantik.v3i3.1833

Abstract

This study explores the crucial role of Siyaq al-Kalam in uncovering the nuances of meaning in the Qur’anic verses using a contextual semantic approach. The research employs qualitative methods through library research to analyze how linguistic, thematic, and historical contexts enrich the understanding of Qur’anic texts. The findings indicate that Siyaq al-Kalam—comprising linguistic, thematic, and situational contexts—plays a central role in preventing misinterpretation and in achieving a more authentic understanding of the Qur’an’s messages. This study confirms and deepens existing contextual semantic theories and contributes to the development of Qur’anic linguistic studies. Nevertheless, this research remains descriptive and requires further empirical studies to validate and expand its findings. It is therefore recommended that future studies incorporate field-based approaches and practical applications, so that the theoretical insights of Siyaq al-Kalam can be more effectively implemented in educational and interpretative practices of the Qur’an.
Kajian Semantik Tawakkal dalam Al-Qur’an: Relevansinya terhadap Konsep Coping dan Psikologi Resiliensi Astuti, Laila; Bashori, Bashori
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 2 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i2.283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tawakkal dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik dan mengeksplorasi relevansinya dengan konsep coping religius serta ketahanan psikologis (resiliensi). Kajian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, menggunakan pendekatan semantik relasional ala Toshihiko Izutsu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung kata tawakkal dan turunannya. Data primer berasal dari teks Al-Qur’an dalam bahasa Arab, sedangkan data sekunder mencakup tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur psikologi Islam dan resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tawakkal memiliki relasi makna dengan konsep iman, sabar, takwa, dan ikhtiar, serta beroposisi dengan nilai-nilai seperti  kibr (kesombongan),  istighnā’ (merasa cukup tanpa Allah), dan wahn (kelemahan jiwa). Konsep ini dipahami sebagai sikap spiritual aktif yang mengintegrasikan usaha maksimal dengan penyerahan total kepada Allah. Dalam perspektif psikologi, tawakkal sejalan dengan positive religious coping, yaitu strategi mengelola stres melalui pendekatan spiritual yang sehat. Nilai-nilai dalam tawakkal memberikan kontribusi terhadap penguatan resiliensi individu, terutama dalam menghadapi krisis hidup secara lebih bermakna dan stabil secara emosional. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara semantik Al-Qur’an dan pendekatan psikologi Islam untuk membangun model ketahanan psikospiritual yang holistik dan kontekstual.
Konsep Self-Healing dalam Al-Qur’an: Studi Kitab Tafsir Al-Azhar Karya HAMKA Q.S Al-Baqarah Ayat 45 dan 153 Hazmi, M. Hafiz Mauluddin; Bashori, Bashori
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : Institut Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/al-furqan.v12i1.243

Abstract

Generation Z is often perceived as having weak mental resilience, with high rates of mental health issues among adolescents. The I-NAMHS 2022 report indicates that one in three teenagers experiences mental health disorders, and 59.1% of Generation Z feels distressed. The primary causes include excessive technology use, stress, sedentary lifestyles, social pressure, and high expectations. Effective solutions, such as self-healing, are crucial for calming oneself, reducing stress, and enhancing comfort to improve mental health. This article discusses the concept of self-healing from an Al-Qur'an perspective through Q.S. Al-Baqarah verses 45 and 153, emphasizing prayer (salat) and patience (sabar) as means to achieve inner peace and strengthen the soul. This study employs library research with a qualitative-descriptive approach to analyze the concept of self-healing in the Al-Qur'an. Primary sources include the Al-Qur'an and Tafsir Al-Azhar by HAMKA, while secondary sources comprise relevant books and journal articles. The research findings demonstrate that in addressing mental health issues, particularly among Generation Z, the self-healing concept taught in Q.S. Al-Baqarah verses 45 and 153 is highly relevant. These verses teach the importance of patience and prayer in strengthening the soul, overcoming emotional burdens, and achieving inner tranquility. By applying the values of forgiveness, gratitude, self-compassion, and mindfulness through prayer and patience, individuals can enhance their mental well-being, face life's pressures with greater calm, and strengthen their emotional resilience.
EFEKTIVITAS DAN TANTANGAN E-LEARNING TAHSIN DAN TAFSIR: INTEGRASI AL DAN PERILAKU GEN Z Loka, Dara Puspita; Bashori, Bashori
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 14, No 5 (2025): MEI 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v14i5.94256

Abstract

The digital transformation of Islamic education has opened new avenues for Qur"™anic instruction, particularly in the domains of tahsin (Qur"™anic recitation) and tafsir (interpretation) through e-learning platforms. Among Generation Z learners, who are digital natives with a strong preference for interactive and flexible learning environments online learning has gained popularity. However, the phonetic precision required in tahsin and the conceptual depth of tafsir present unique challenges to effective delivery via digital platforms. This study aims to explore the effectiveness and challenges of Qur"™anic e-learning by analyzing the integration of Artificial Intelligence (AI) technologies and the learning characteristics of Gen Z. Using a qualitative descriptive approach, data were obtained from academic literature, platform analysis (such as Tarteel and Ngaji.ai), and documentation from existing studies. Findings indicate that AI enhances learning through adaptive features such as voice recognition, microlearning, and gamification. Nevertheless, limitations persist in terms of emotional engagement, spiritual mentoring, and the depth of interpretative understanding. This research provides a novel synthesis of digital pedagogy, AI technology, and Gen Z learning behavior in the context of Islamic education. It recommends a hybrid learning model that balances technological innovation with human mentorship to ensure that Qur"™anic education remains comprehensive, spiritually enriching, and pedagogically effective for the digital generation.
Perbandingan Semantik Ṣadr, Qalb, Dan Lubb Dalam Al-Qur'an: Analisis Makna Dan Konteks Abdullah Abdullah; Bashori Bashori
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i4.4940

Abstract

The Qur’an frequently employs the terms ṣadr, qalb, and lubb to represent the inner dimensions of human spirituality. This study aims to compare the semantic meanings of these three key terms and to construct their hierarchical relationship within the structure of Qur’anic spiritual consciousness. Using a library-based research method and the semantic approach developed by Toshihiko Izutsu, this study analyzes the network of meanings and conceptual interrelations among the terms based on their Qur’anic usage. The findings reveal that ṣadr serves as the initial gateway of the soul, receptive to either divine guidance or satanic whispers; qalb acts as a dynamic center of belief, doubt, and moral fluctuation; while lubb represents the purified intellect, reflecting the highest stage of spiritual awareness. These terms form a spiritual hierarchy that not only illustrates stages of faith development but also reflects the Qur’anic worldview of human nature. The study contributes to the advancement of Qur’anic semantic theory and provides a foundational model for further applied research in spiritual education and character development rooted in divine values.
Co-Authors Abdullah Abdullah Agus Salim Salabi Ahmad, Arbi Salam Al Munip, Al Munip Alifia Nur Rizkilah Amelia, Elviana Rizka Aprima, Septi Gia Arkam Lahiya Astuti, Desi Widiya Puzi Astuti, Laila Azis, Achmad Abdul Aziz, Suci Karlina Badarussyamsi, Badarussyamsi Budiarti, Meliza Chaniago, Zeni Isnina Delanda, Puja Dwi Dzikri Nirwana Fadilah, Rahmi Feni Andri Mulyani Fikriah, Sofiatul Fitri, Desrifa Habibi, Surya Hasanah, A'isyah Hazmi, M. Hafiz Mauluddin Heni Pujiastuti Irawan, Jimi Istikomah Istikomah Junaidi Junaidi Juniarni, Citra Khan, Razeev Khatimah, Rifqah Husnul Komariah, Nur Kurniawan, Anri Kustati , Martin Leni Marlina Lini, Rosa Loka, Dara Puspita M. Farid Ridha Mahda, Mahda Marlenda, Marlenda Martin Kustati Martin Kustati Maulana, Muhammad Miftahul Mayesti, Indria Miffah Khaadijah Mona Novita Muh. Tasrif Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyo Muhammad Fatih, Muhammad Muhammad Yusup Muhammad Zaini Mukni, Rahma Mutia Nanda Nurlina Nashikha, Nurul Latifatun Novebri Novebri Novi Nur Lailisna, Novi Nur Nurlailisna, Novi Nurzakiah Nurzakiah Oktaviani, Melati Putri, Lasmi Anisa Rahmi, Auliya Ridha, Abdurrasyid Ridha Riyadi, Ahmad Didi Rufi'i Saifuddin Saifuddin sari putri Sari, Ika Yulia Selvi Amanda Septiyani, Rini Sermal Sermal Shintia Mulyawati Silfia Hanani Simbolon, Ali Mustopa Yakub Slamet Riyadi Sodiah Sodiah, Sodiah Sumarni, Weni Tamin, Berliana Ulmadevi, Ulmadevi Ummah, khaira Usdarisman, Usdarisman Vadhilla, Syukra Wardani Wardani Wardatun Nadhiroh, Wardatun Wulandari, Sonia Yakub Simbolon, Ali Mustopa Yolanda, Mardivta Zulbaidah Zulbaidah Zulmuqim Zulmuqim, Zulmuqim