p-Index From 2021 - 2026
6.158
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Jurnal INSANIA Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam Wawasan : Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya JURNAL PENELITIAN Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Basicedu AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Al-Ta'lim HIKMAH : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang PRODU-Prokurasi Edukasi (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) Jurnal Penelitian Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Khalifa: Journal of Islamic Education Indo-MathEdu Intellectuals Journal MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Jurnal Prajaiswara HUMANISMA : Journal of Gender Studies Jurnal Basicedu Tadris: Jurnal Pendidikan Islam IDARAH : Jurnal Pendidikan dan Kependidikan ITQAN: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama TOFEDU: The Future of Education Journal Development : Studies in Educational Management and Leadership Jurnal Sains Student Research Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Budaya Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Ibrah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Al-Muhith : Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Ilmiah Nusantara WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Intelek Insan Cendikia FATHIR: Jurnal Studi Islam Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Jurnal Ilmiah Al-Furqan : Al-qur'an Bahasa dan Seni AL-UKHWAH Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Pendidikan Progresif MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Civic-Culture: Jurnal Ilmu Pendidikan PKn dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Waktu dalam Al-Qur’an dan Tantangannya Terhadap Budaya ‘Scrolling’ Generasi Muda Fatih, Muhammad; Bashori, Bashori
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 4, No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v4i2.5282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep waktu dalam Al-Qur’an dan relevansinya dalam merespons tantangan budaya scrolling yang marak di kalangan generasi muda. Dalam konteks digital saat ini, fenomena scrolling tidak hanya mencerminkan perubahan perilaku, tetapi juga menunjukkan pergeseran mendalam dalam kesadaran akan makna waktu, produktivitas, dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif-kritis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat konsep waktu serta dikaji secara kontekstual melalui perspektif tafsir, spiritualitas Islam, dan fenomena budaya digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dalam Al-Qur’an dimaknai sebagai entitas sakral yang menuntut kesadaran, tanggung jawab moral, dan orientasi ruhani, yang sangat kontras dengan praktik scrolling yang bersifat instan, dangkal, dan melahirkan kelalaian (ghaflah). Budaya scrolling cenderung menciptakan disorientasi waktu, mengikis makna keberadaan, dan melemahkan nilai-nilai profetik. Oleh karena itu, perlu adanya rekonstruksi kesadaran waktu Qur’ani di era digital melalui pendidikan spiritual, pengembangan teknologi yang etis, serta keterlibatan institusional dalam menanamkan nilai waktu sebagai amanah ilahiah. Penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam membuka wacana etika digital berbasis spiritualitas Islam dan mengusulkan arah pengembangan riset multidisipliner untuk merespons transformasi digital secara lebih komprehensif.
Implementation of the Leadership Management Process of Islamic Educational Institutions in Internalizing Religious Moderation in Indonesia Riyadi, Slamet; Azis, Achmad Abdul; Lahiya, Arkam; Bashori, Bashori; Al Munip, Al Munip
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 2 (2023): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v4i2.1266

Abstract

This study aims to describe the implementation of the leadership management process in Islamic educational institutions in Indonesia. This research uses a literature study or literature approach with a qualitative descriptive approach. The results of the study concluded that the implementation of the leadership management process of Islamic educational institutions in the internalization of religious moderation in Indonesia includes efforts to create harmony and create mutual respect for each other's beliefs, by looking at the function of religious moderation itself and the goals and objectives to be achieved. The implementation of the leadership management process of Islamic educational institutions in internalizing religious moderation in Indonesia includes efforts to create harmony and create a sense of mutual respect for each other's beliefs, by looking at the function of religious moderation itself and the goals and objectives to be achieved. Thus, an educator's strategy is created in carrying out and delivering learning material through the insertion of relevant learning material with moderation, it is necessary to optimize the learning approach so that it fosters a critical mindset with mutual respect for differences in all things, being tolerant and democratic, being able to express think with an idea, have an attitude of sportsmanship and a high sense of responsibility, besides that it is also necessary to organize programs, conduct training and special provision related to religious moderation and fulfillment in achieving evaluation aspects.Keyword: Leadership Management; Islamic Educational Institutions; Internalization of Religious Moderation.
Analisis Semantik terhadap Ayat-Ayat Sosial dalam Tafsir Yunan Yusuf Riyadi, Ahmad Didi; Bashori, Bashori
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 3 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i3.332

Abstract

Tafsir merupakan salah satu bentuk usaha intelektual untuk memahami pesan-pesan Al-Qur’an, termasuk di dalamnya ayat-ayat sosial yang mengandung nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan solidaritas. Tafsir Yunan Yusuf sebagai salah satu tafsir kontemporer menampilkan pendekatan yang unik dalam menginterpretasi ayat-ayat sosial, terutama melalui gaya bahasa yang komunikatif dan penekanan pada konteks sosial masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara semantik makna dari ayat-ayat sosial dalam Tafsir Yunan Yusuf guna mengetahui bagaimana pemaknaan tersebut dikonstruksi dan relevansinya terhadap persoalan sosial saat ini. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur dan makna semantik dari ayat-ayat sosial dalam Tafsir Yunan Yusuf serta bagaimana makna tersebut diinterpretasikan dalam konteks sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semantik, yaitu menganalisis makna kata dalam Al-Qur’an berdasarkan konteks kebahasaan dan sosialnya sebagaimana diuraikan oleh mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Yunan Yusuf tidak hanya memuat pemaknaan literal atas teks, tetapi juga memberikan pemahaman yang kontekstual, humanis, dan progresif terhadap ayat-ayat sosial, sehingga mampu menjembatani nilai-nilai Al-Qur’an dengan tantangan masyarakat masa kini. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan semantik dalam Tafsir Yunan Yusuf memperkaya khazanah tafsir sosial dan memperkuat nilai-nilai kemasyarakatan yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Etika Penyebaran Ayat Al-Qur’an dalam Media Digital: Kajian Literatur atas Tantangan dan Prinsip Qur’ani Irawan, Jimi; Bashori, Bashori
FATHIR: Jurna Studi Islam Vol 2 No 3 (2025): FATHIR: Jurnal Studi Islam
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/fathir.v2i3.330

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap dakwah Islam secara fundamental, termasuk dalam penyebaran ayat-ayat al-Qur’an yang kini banyak dibagikan melalui media sosial dalam bentuk teks, video, dan audio-visual. Meskipun membuka peluang luas menyebarkan pesan keagamaan, fenomena ini juga menimbulkan tantangan serius, seperti penyalahgunaan konteks ayat, interpretasi serampangan, dan komodifikasi wahyu demi viralitas. Artikel ini mengkaji prinsip etika Qur’ani dalam penyebaran ayat al-Qur’an di media digital serta tantangan epistemik dan moral yang menyertainya. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, ditemukan bahwa prinsip tabayyun (klarifikasi), ḥikmah (kebijaksanaan), ‘adālah (keadilan), dan amanah (tanggung jawab ilmiah) relevan sebagai kerangka etik penyebaran ayat yang bertanggung jawab. Pendekatan maqasid al-syari’ah memperkuat urgensi penyebaran ayat yang benar secara isi serta memberi maslahat dan menghindari mafsadat sosial. Kajian ini juga menekankan pentingnya literasi digital Qur’ani sebagai fondasi budaya dakwah digital yang sehat dan reflektif. Penyebaran ayat Al-Qur’an di era digital menuntut sinergi antara nilai wahyu, etika komunikasi, dan kecakapan digital untuk menjaga kesucian pesan ilahi dan mencegah penyimpangan makna di ruang publik. Penguatan kapasitas intelektual dan spiritual pelaku dakwah digital menjadi kunci menghadapi misinformasi dan disinformasi. Oleh karena itu, sinergi ulama, akademisi, dan praktisi teknologi informasi diperlukan untuk merumuskan pedoman etis adaptif agar penyebaran ayat suci tetap terjaga dan berdampak positif bagi umat. Upaya ini juga harus didukung regulasi proporsional dan kesadaran kolektif pengguna media digital agar dakwah al-Qur’an berlangsung inklusif, edukatif, dan inspiratif di masyarakat modern.
Literasi Digital Qur’ani: Integrasi Konsep Laghw dan Tadabbur dalam Menghadapi Brain Rot di Era Digital Arsyad, Muhammad; Bashori, Bashori; Nadhiroh, Wardatun
Al-Qudwah Vol 3, No 2 (2025): December
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/alqudwah.v3i2.36248

Abstract

This study aims to construct a digital literacy model grounded in Qur’anic epistemology as a response to the phenomenon of brain rot, defined as cognitive deterioration resulting from excessive exposure to superficial digital content. This issue presents a significant threat to the intellectual and spiritual well-being of society in the contemporary information age. Current digital literacy frameworks predominantly focus on technical competencies, often overlooking the epistemological and spiritual dimensions, thereby necessitating a more comprehensive and integrative approach. Employing a qualitative methodology based on library research and a descriptive-analytical approach, this study analyzes classical and contemporary Qur’anic exegeses (tafsīr) related to the concepts of Laghw (futility) and Tadabbur (deep reflection). These concepts are critically examined through an interdisciplinary lens incorporating insights from neuroscience, psychology, and media studies. The findings indicate that Laghw provides a diagnostic framework for understanding the cognitive and spiritual underpinnings of brain rot, whereas Tadabbur offers an epistemic remedy aimed at revitalizing reflective thought and enhancing self-regulation. The integration of these concepts culminates in the formulation of the “Qur’anic Digital Literacy Model,” which is structured around three fundamental pillars: Tabayyun Digital (information verification), Adab Digital (digital ethics), and Mujāhadah al-Nafs (self-restraint). This model aspires to cultivate the Ulu al-Albab personality type individuals who exemplify both knowledge and virtue. Theoretically, this framework contributes to the discourse on digital literacy from an Islamic epistemological perspective; practically, it offers actionable strategies for educators, parents, and individuals to promote healthier and more meaningful interactions with digital technology.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengonstruksi model literasi digital yang berakar pada epistemologi Qur’ani untuk merespons fenomena brain rotyakni degradasi kognitif akibat paparan berlebihan terhadap konten digital yang dangkal. Fenomena ini menjadi ancaman serius bagi kualitas intelektual dan spiritual masyarakat di era informasi global. Pendekatan literasi digital yang ada sering kali hanya menekankan aspek teknis, tanpa menyentuh akar persoalan pada dimensi epistemologis dan spiritual, sehingga diperlukan paradigma alternatif yang lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Analisis dilakukan terhadap korpus tafsir klasik dan kontemporer terkait konsep Laghw (kesia-siaan) dan Tadabbur (perenungan mendalam), kemudian didialogkan secara kritis dan interdisipliner dengan literatur modern dari bidang neurosains, psikologi, dan studi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Laghw dapat berfungsi sebagai kerangka diagnosis untuk memahami akar krisis kognitif dan spiritual dalam fenomena brain rot, sementara Tadabbur dapat difungsikan sebagai terapi epistemik untuk merevitalisasi daya pikir reflektif serta memperkuat regulasi diri. Sintesis dari kedua konsep ini melahirkan “Model Literasi Digital Qur’ani” yang terdiri dari tiga pilar utama: Tabayyun Digital (verifikasi informasi), Adab Digital (etika interaksi daring), dan Mujahadah an-Nafs (pengendalian diri). Model ini diarahkan untuk membentuk kepribadian Ulu al-Albab sebagai ideal manusia berpengetahuan dan berakhlak. Secara teoretis, model ini memperkaya wacana literasi digital berbasis nilai Islam, dan secara praktis memberikan panduan aplikatif bagi pendidik, orang tua, serta individu dalam membangun interaksi teknologi yang sehat dan bermakna.
Analysis of the Fulfilment of the Rights of Women Teachers in Islamic Boarding Schools by Prof. Dr Hamka Maninjau in Terms of Law No. 13 of 2003 Ridha, Abdurrasyid Ridha; Junaidi, Junaidi; Yakub Simbolon, Ali Mustopa; Ulmadevi, Ulmadevi; Bashori, Bashori
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisme.v7i2.8034

Abstract

This research aims to analyse the fulfilment of the rights of female teachers in educational institutions based on Law Number 13 of 2003, known as labour law. The goal is to see the extent to which educational institutions step in to understand and implement the law as stipulated by the government. Previous research did not discuss the fulfilment of women's rights in the field of education. The majority of existing research is carried out in companies, so the position of women teachers in the field of education tends to be forgotten. The method used in this research is qualitative research with data collection techniques in the form of observation and interviews. The results found that Prof. Hamka Maninjau Islamic Boarding School has fulfilled the rights of female teachers as well as possible. It can be seen from the form of leave and facilities provided for teachers who still have children who are still breastfeeding.Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan hak-hak guru perempuan di lembaga pendidikan berdasarkan Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 yang dikenal dengan undang-undang ketenagakerjaan. Tujuannya adalah melihat sejauh mana langkah lembaga pendidikan dalam memahami dan melaksanakan undang-undang tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian terdahulu tidak banyak membahas mengenai pemenuhan hak pekerja perempuan dibidang pendidikan. penelitian yang ada mayoritas dilaksanakan di perusahaan-perusahaan sehingga posisi guru perempuan di bidang pendidikan cenderung terlupakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi serta wawancara. Hasil yang ditemukan bahwa Pondok Pesantren Prof. Hamka Maninjau telah memenuhi hak-hak guru perembuan dengan sebaik-baiknya. Terlihat dari bentuk cuti dan kemudahan yang diberikan bagi guru yang masih memiliki anak yang masih ASI.
Conflict Management of Islamic Education Institusions in Indonesia: A Literature Review Bashori, Bashori; Komariah, Nur; Nurlailisna, Novi; Habibi, Surya; Istikomah, Istikomah
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of writing this article is to find out solutions in managing conflict in Indonesian Islamic education institutions. In particular, Islamic educational institutions in Islamic boarding schools and madrasas have a high probability of conflict compared to other educational institutions. This research is applying qualitative research through library research. The data obtained are compiled, analyzed, and concluded so as to obtain conclusions regarding the study of literature. The results of this study indicate that conflict management becomes very important in managing conflict in Islamic educational institutions as the development of quality educational institutions. In line with this, then what becomes our main concern in addressing conflict is that conflict cannot be avoided. Therefore, controlling conflict is a must in order to achieve goals in Islamic educational institutions in Indonesia. Conflict must be managed properly in order to create the goals of higher education institutions. In addition, conflict management is a solution to balance existing conflicts. Keywords: conflict management, islamic education institutions.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v12.i2.202208
TRADISI TILAWAH DALAM LITERATUR TAFSIR DAN PERUBAHANNYA DI ERA DIGITAL: STUDI ANALISIS KUALITATIF Zaini , M.; Bashori, Bashori
MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 2 (2025): MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi tradisi tilawah al-Qur’an sebagaimana termaktub dalam literatur tafsir klasik dan kontemporer serta perubahannya dalam lanskap digital saat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan metode studi kepustakaan, riset ini mengeksplorasi sumber-sumber tafsir otoritatif seperti karya al-Ṭabarī, al-Qurṭubī, dan al-Rāzī serta mengamati fenomena tilawah di platform digital seperti YouTube dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tilawah mengalami perluasan bentuk dan fungsi: dari aktivitas ritual dan estetika suara ke medium dakwah visual, pembelajaran daring, dan ekspresi keislaman yang bersifat transnasional. Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran nilai, dari kehadiran majelis qira’ah tradisional menuju konsumsi tilawah secara personal dan algoritmis. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pelestarian otoritas, adab, dan nilai-nilai tilawah dalam paradigma tafsir. Riset ini merekomendasikan integrasi pendekatan tafsir tematik, teknologi digital, dan pedagogi interaktif sebagai fondasi pengembangan dakwah dan pendidikan al-Qur’an di masa depan.
Semantik Al-Qur’an: Memahami Nuansa Makna Nafs melalui Pendekatan Semantik Leksikal Dan Kontekstual Miffah Khaadijah; Bashori Bashori
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kata nafs dalam Al-Qur’an melalui pendekatan semantik leksikal dan kontekstual guna mengungkap kedalaman makna dan fungsinya dalam wacana Qur’ani. Dengan metode deskriptif kualitatif, penulis menganalisis beberapa ayat Al-Qur’an yang memuat kata nafs, seperti QS. Yusuf \[12]:53, QS. Ar-Ra’d \[13]:11, dan QS. Al-Baqarah \[2]:48. Data diperoleh melalui studi pustaka dari sumber-sumber tafsir kontemporer dan referensi linguistik Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara leksikal, nafs berarti jiwa, roh, diri, atau esensi manusia, sementara secara kontekstual makna nafs berkembang menjadi konsep yang berperan sebagai sumber dorongan perilaku, penentu perubahan nasib, dan entitas yang bertanggung jawab secara individual di hadapan Tuhan. Kesimpulannya, pemaknaan kata nafs tidak cukup hanya berdasarkan kamus, melainkan harus dikaji dalam konteks ayat. Penelitian ini berdampak pada penguatan metode tafsir tematik dan interdisipliner serta menjadi dasar epistemologis dalam memahami konsep manusia dalam Al-Qur’an secara holistik.
Relawan Majelis sebagai Ekspresi Mahabbah terhadap Ulama: Studi Kualitatif dan Interdisipliner pada Haul Guru Sekumpul di Martapura Muhammad Zaini; Bashori Bashori
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi relawan majelis dalam pelaksanaan haul ulama merupakan ekspresi nyata mahabbah atau cinta dan pengabdian terhadap ulama yang memiliki peran sentral dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Haul Guru Sekumpul di Martapura sebagai tradisi keagamaan besar dan penting di Indonesia menjadi arena sosial-kultural bagi relawan untuk mengekspresikan kecintaan dan penghormatan mereka kepada ulama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi, makna simbolik, pengalaman spiritual, serta dampak sosial dari keterlibatan relawan majelis dalam haul tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dan interdisipliner, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan majelis tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai aktor spiritual yang menginternalisasi nilai mahabbah dalam aktivitas mereka. Relawan ini memperkuat jaringan sosial keagamaan dan memfasilitasi proses transformasi sosial serta penguatan identitas Islam Nusantara. Kesimpulannya, kerelawanan dalam konteks haul Guru Sekumpul merupakan manifestasi mahabbah yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan budaya, serta menjadi medium penting dalam melestarikan tradisi keagamaan sekaligus memperkokoh solidaritas komunitas.
Co-Authors Abdullah Abdullah Agus Salim Salabi Ahmad, Arbi Salam Al Munip, Al Munip Alifia Nur Rizkilah Amelia, Elviana Rizka Aprima, Septi Gia Arkam Lahiya Astuti, Desi Widiya Puzi Astuti, Laila Azis, Achmad Abdul Aziz, Suci Karlina Badarussyamsi, Badarussyamsi Budiarti, Meliza Chaniago, Zeni Isnina Delanda, Puja Dwi Dzikri Nirwana Fadilah, Rahmi Feni Andri Mulyani Fikriah, Sofiatul Fitri, Desrifa Habibi, Surya Hasanah, A'isyah Hazmi, M. Hafiz Mauluddin Heni Pujiastuti Irawan, Jimi Istikomah Istikomah Junaidi Junaidi Juniarni, Citra Khan, Razeev Komariah, Nur Kurniawan, Anri Kustati , Martin Leni Marlina Loka, Dara Puspita M. Farid Ridha Mahda, Mahda Marlenda, Marlenda Martin Kustati Martin Kustati Maulana, Muhammad Miftahul Mayesti, Indria Miffah Khaadijah Mona Novita Muhammad Anggung Manumanoso Prasetyo Muhammad Arsyad Muhammad Fatih, Muhammad Muhammad Yusup Muhammad Zaini Mukni, Rahma Mutia Nanda Nurlina Nashikha, Nurul Latifatun Novebri Novebri Novi Nur Lailisna, Novi Nur Nurlailisna, Novi Nurzakiah Nurzakiah Oktaviani, Melati Ridha, Abdurrasyid Ridha Riyadi, Ahmad Didi Saifuddin Saifuddin sari putri Sari, Ika Yulia Selvi Amanda Septiyani, Rini Sermal Sermal Shintia Mulyawati Silfia Hanani Simbolon, Ali Mustopa Yakub Slamet Riyadi Sodiah Sodiah, Sodiah Sumarni, Weni Tamin, Berliana Ulmadevi, Ulmadevi Ummah, khaira Usdarisman, Usdarisman Vadhilla, Syukra Wardatun Nadhiroh, Wardatun Wulandari, Sonia Yakub Simbolon, Ali Mustopa Yolanda, Mardivta Zaini , M. Zulbaidah Zulbaidah Zulmuqim Zulmuqim, Zulmuqim