Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Kelas dan Keterlibatan Siswa pada Pembelajaran dengan Model Problem Based Learning (PBL) Febri Iswoni Pratama; Cut Morina Zubainur; Cut Khairunnisak
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen kelas dan keterlibatan siswa merupakan hal pembelajaran yang menentukan efektivitas. Namun aspek-aspek tersebut masih jarang mendapatkan perhatian dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk melihat manajemen kelas dan keterlibatan siswa menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Manajemen kelas dilihat dari cara guru mengatur kelas, membangun suasana kelas sehingga siswa nyaman dan senang dalam belajar. Sedangkan keterlibatan siswa dilihat dari cara siswa menanggapi pertanyaan guru, bekerja dalam kelompok serta keikutsertaannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek dari penelitian ini siswa kelas  SMPN 10 Banda Aceh dengan jumlah 30 orang. Selain itu penelitian ini juga melibatkan seorang guru model yang mengajar topik Bentuk Aljabar dengan menerapkan model problem based learning. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui lembar observasi dan lembar refleksi guru model. Data yang telah didapat dianalisis dengan cara menganalisis lembar observasi dan lembar refleksi guru model. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen kelas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan model PBL dapat dikatakan efektif. Manajemen kelas dilihat dari cara guru mengatus dan mengontrol kelas. Keterlibatan siswa dilihat dari cara siswa bekerjasama dalam kelompok. Implikasi penelitian ini perlu diperhatikan manajemen kelas dan keterlibatan siswa sehingga pembelajaran bisa berjalan dengan baik. Kata Kunci:     Manajemen kelas, keterlibatan siswa, Borich, Problem Based Learning.
Pembelajaran Materi Geometri Transformasi dengan Model Think Pair Share berbantuan Geogebra Yulinar Safitri; Cut Morina Zubainur; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.889 KB)

Abstract

Hasil belajar siswa pada materi geometri transformasi masih rendah. Hal ini terjadi karena banyaknya kendala ataupun kekurangan yang dialami siswa dalam menjawab soal geometri transformasi. Strategi yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar geometri transformasi siswa yaitu pembelajaran dengan model Think Pair Share (TPS) berbantuan geogebra. Model TPS mempunyai ciri khusus dalam pembelajaran yakni mendiskusikan konsep matematika dengan metode berpikir, berpasangann dan berbagi pengetahuan serta pemahaman. Teknologi pembelajaran yang sesuai dalam pembelajaran matematika geometri transformasi adalah dengan menggunakan geogebra sebagai salah satu software dinamis dan konstruktif, serta memiliki tampilan yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran geometri transformasi dengan model TPS berbantuan geogebra. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Meureudu Kabupaten Pidie Jaya, sedangkan sampel penelitian yang dipilih secara random yaitu siswa kelas IX-1 yang berjumlah 26 siswa. Data penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang dikumpulkan melalui seperangkat instrumen tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran materi geometri transformasi dengan model TPS berbantuan geogebra. Hasil analisis data menunjukkann nilai    sehingga H0 ditolak dan  diterima. Implikasi kajian ini guru dapat menggunakan model TPS berbantuan geogebra untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran pada sub materi geometri lainnya. Kata Kunci:     Hasil Belajar, Think Pair Share, Geogebra
Kemampuan Siswa dalam Mengajukan Dugaan dan Melakukan Manipulasi Matematika melalui Model Discovery Learning di Sekolah Menengah Aceh Raudhatul Jannah; Cut Morina Zubainur; Syahjuzar Syahjuzar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa dalam mengajukan dugaan dan melakukan manipulasi matematika melalui model discovery learning di sebuah sekolah menengah di Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mix method. Jenis desain penelitian ini menggunakan strategi triangulasi konkuren. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII-4 di SMPN 6 Banda Aceh yang berjumlah 30 siswa. Adapun yang menjadi sampel yaitu 1 kelompok yang dipilih secara random yang terdiri dari 5 siswa. Data diperoleh dari hasil tes kemampuan penalaran matematis dan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu dengan membandingkan data hasil tes dan wawancara dengan deskripsi kemampuan mengajukan dugaan dan melakukan manipulasi matematis. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan siswa dalam mengajukan dugaan dan melakukan manipulasi matematika melalui model discovery learning berkembang untuk setiap pertemuan. Pada pertemuan pertama, 5 dari 5 siswa yang diamati sudah memenuhi kemampuan mengajukan dugaan dan melakukan manipulasi matematika. Pada pertemuan kedua, 5 dari 5 siswa yang diamati belum memenuhi kemampuan mengajukan dugaan, sedangkan 2 dari 5 siswa sudah memenuhi untuk kemampuan melakukan manipulasi matematika. Pada pertemuan ketiga, 5 dari 5 siswa yang diamati sudah memenuhi kemampuan mengajukan dugaan dan melakukan manipulasi matematika. Kata Kunci: Mengajukan dugaan, Melakukan manipulasi matematika, Discovery learning.
Level Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education di Kelas VII MTsN 1 Banda Aceh Mulinda Mulinda; Cut Morina Zubainur; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.345 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis amat diperlukan siswa untuk menghadapi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih rendah. Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dapat dilaksanakan guru untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pendekatan ini memberi kesempatan kepada siswa menemukan sendiri konsep matematika melalui penyelesaian berbagai masalah kontekstual. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui level kemampuan berpikir kreatif siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan RME. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 MTsN 1 Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan instrumen tes uraian harian. Kemampuan berpikir kreatif dalam penelitian ini diukur melalui empat indikator yaitu memahami masalah, kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk indikator memahami masalah, sebanyak 4 (11.5%) siswa berada pada level 0, 4 (11.5%) siswa berada pada level 2, 7 (20%) siswa berada pada level 3 dan 20 (57%)  siswa berada pada level 4. Untuk indikator kefasihan, sebanyak 8 (22.9%) siswa berada pada level 1 dan 27 (77.1%)  siswa berada pada level 4. Untuk indikator fleksibilitas, sebanyak 4 (11.5%) siswa berada pada level 0, 1 (2.8%) siswa berada pada level 1, 18 (51.4%) siswa berada pada level 2 dan 12 (34.2%) siswa berada pada level 4. Untuk indikator kebaruan, sebanyak 33 (94.2%) siswa berada pada level 0 dan 2 (5.8%) mencapai berada pada level 2.  Kata Kunci:         Pendekatan realistic mathematic education, Kemampuan berpikir kreatif, Pecahan.
Hasil Belajar Siswa pada Materi Bentuk Akar melalui Scaffolding Berbasis Teori Vigotsky di Kelas IX MTsN 1 Banda Aceh Maria Ulfa; Johan Yunus; Cut Morina Zubainur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.516 KB)

Abstract

Hasil belajar matematika siswa masih belum seperti yang diharapkan. Hal ini diakibatkan karena pembelajaran yang terjadi kurang melibatkan siswa. Pembelajaran melalui scaffolding berbasis teori Vigotsky diharapkan dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran melalui scaffolding berbasis teori Vigotsky. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatifdengan jenis penelitian one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas IX MTsN 1 Banda Aceh. Sampel penelitian dipilih secara acak yaitu siswa kelas IX-3 yang berjumlah 28 orang. Data penelitian ini adalah hasil belajar. Instrumen penelitian ini adalah tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran melalui scaffolding berbasis teori Vigotsky pada materi bentuk akar di kelas IX MTsN 1 Banda Aceh mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data yaitu nilai  sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci:         Pembelajaran melalui Scaffolding, Teori Vigotsky, Hasil Belajar.
Kemampuan Penalaran Matematis Siswa melalui Pendekatan Metaphorical Thinking Di Kelas VIII MTsN 1 Banda Aceh Rika Aulia Nanda; Cut Morina Zubainur; Bintang Zaura
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.403 KB)

Abstract

Kemampuan penalaran matematis siswa sekolah menengah masih rendah. Strategi yang diharapkan dapat mengembangkan kemampuan penalaran matematis siswa yaitu pendekatan Metaphorical Thinking. Pendekatan Metaphorical Thinking merupakan pendekatan pembelajaran yang menyajikan permasalahan kontekstual yang disusun untuk dipahami, dijelaskan dan diinterpretasikan ke dalam konsep matematis atau sebaliknya. Siswa dilatih untuk melihat hubungan antara pengetahuan yang telah mereka peroleh dengan pengetahuan yang akan diperolehnya, sehingga siswa lebih memahami interelasi antar konsep-konsep yang dipelajari, dan selanjutnya melalui metafora ide-ide siswa dapat dipetakan secara kuat dan bermakna ke dalam berbagai konteks yang berbeda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematis siswa melalui pendekatan Metaphorical Thinking. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-11 MTsN Model Banda Aceh sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes tertulis, dan lembar pedoman wawancara. Hasil dari penelitian berdasarkan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mampu memenuhi enam dari tujuh indikator penalaran matematis yang diukur yaitu kemampuan menyajikan pernyataan secara lisan, tertulis, gambar, dan/ atau diagram, mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, menyusun bukti terhadap kebenaran solusi, menarik kesimpulan dari suatu pernyataan, dan memeriksa kesahihan argumen, sedangkan satu indikator penalaran matematis yang belum terpenuhi adalah menentukan pola atau sifat untuk membuat generalisasi. Kontribusi penerapan pendekatan Metaphorical Thinking dalam pembelajaran yaitu dapat menumbuhkan kemampuan penalaran matematis siswa sehingga implikasi kajian ini yaitu mampu meningkatkan kualitas pembelajaran siswa dan perlu dilakukan secara terus menerus. Kata Kunci:     Kemampuan penalaran matematis, Pendekatan Metaphorical Thinking.
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Pembelajaran dengan Model Treffinger pada Materi Segiempat Siti Sara; Rahmah Johar; Cut Morina Zubainur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.984 KB)

Abstract

Salah satu kemampuan matematis yang masih memerlukan perhatian guru dalam pembelajaran matematika yaitu kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan ini belum seperti yang diharapkan. Pengembangan kemampuan berpikir kreatif dapat diupayakan melalui pembelajaran dengan menerapkan model Treffinger. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi segiempat melalui pembelajaran dengan model Treffinger. Sebanyak 19 siswa kelas VII SMP Negeri 16 Banda Aceh dilibatkan dalam penelitian ini. Data penelitian dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kreatif. Data penelitian dianalisis dengan merelevansikan jawaban siswa dengan kriteria dari kemampuan berpikir kreatif yaitu kelancaran, keluwesan dan kebaruan. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu sebanyak 19 siswa memenuhi kriteria kelancaran untuk soal nomor 1 tentang pengetahuan dan 4 dari 19 siswa memenuhi kriteria kelancaran untuk soal nomor 2 tentang penerapan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua siswa memenuhi indikator kemampuan berpikir kreatif yang pertama yaitu kelancaran untuk soal mengenai pengetahuan dan 4 dari 19 siswa memenuhi indikator kemampuan berpikir kreatif kelancaran untuk soal tentang penerapan. Setelah diberikan pembelajaran dengan model Treffinger, guru perlu memperhatikan kesiapan siswa dalam melaksanakan setiap langkah pembelajaran dari model Treffinger berkaitan dengan kemampuan siswa. Rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa dikarenakan siswa belum terbiasa menerima pembelajaran dengan model Treffinger dan siswa kurang terbiasa apabila diberi soal terbuka yang mempunyai banyak cara penyelesaian.  Kata Kunci:     Kemampuan Berpikir Kreatif, Model Pembelajaran Treffinger, Segiempat.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Materi Teorema Pythagoras Berbasis Daring melalui Model Pembelajaran CORE untuk Membangun Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Maulinda Maulinda; Cut Morina Zubainur; Mukhlis Hidayat
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang diajarkan secara daring dalam masa COVID-19. Salah satu kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa yaitu kemampuan pemecahan masalah matematis agar mudah dalam menyelesaikan berbagai masalah matematika. Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui pemberian permasalahan yang membutuhkan waktu bagi siswa untuk berpikir. Model pembelajaran CORE menjadi solusi, karena menitikberatkan siswa terlibat aktif dalam mengandalkan daya pikirnya dan memberdayakan pengetahuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran pada materi Teorema Pythagoras melalui model pembelajaran CORE berbasis daring untuk membangun kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang valid. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Model Plomp dengan tiga tahapan yaitu pengkajian awal, perancangan, dan penilaian. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penelitian ini hanya menjalankan dua dari tiga tahapan tersebut yaitu tahap pengkajian awal dan perancangan. Tahap pengkajian awal terdiri atas kegiatan analisis kurikulum, analisis materi Teorema Pythagoras, analisis model pembelajaran CORE, analisis peraturan pelaksanaan pembelajaran untuk masa darurat COVID-19, dan analisis kebutuhan perangkat. Tahap perancangan yaitu tahap pembuatan perangkat pembelajaran dan kegiatan validasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu validator yang merupakan ahli di bidang pendidikan matematika dan teman sejawat yang merupakan lulusan magister pendidikan matematika. Instrumen dalam penelitian ini berupa lembar analisis kurikulum, analisis materi Teorema Pythagoras, analisis model pembelajaran CORE, analisis peraturan pelaksanaan pembelajaran untuk masa darurat COVID-19 dan analisis kebutuhan perangkat serta lembar validasi lintasan belajar, RPP, LKPD, dan Tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (TKPMM). Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran berupa lintasan belajar, RPP, LKPD dan TKPMM pada materi Teorema Pythagoras melalui model pembelajaran CORE untuk tiga kali pertemuan memenuhi kriteria valid dari aspek isi dan konstruk. Implikasi penelitian ini yaitu perangkat pembelajaran yang dihasilkan perlu diujicobakan untuk menguji kepraktisan serta diterapkan pada beberapa sekolah untuk mengukur efektivitas.Keywords:     Perangkat pembelajaran, Daring, CORE, Pemecahan masalah matematis.
Keterlibatan Perilaku Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui STEM-PjBL di SMPN 2 Banda Aceh Yulia Yulia; Cut Morina Zubainur; Rahmah Johar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.312 KB)

Abstract

Keterlibatan perilaku siswa dalam pembelajaran masih kurang mendapat perhatian dari guru. Salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mengaktifkan siswa yaitu dengan Science, Technology, Engineering, and Mathematics Project Based Learning (STEM-PjBL). STEM-PjBL merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan proyek dengan beberapa disiplin ilmu untuk melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlibatan siswa secara perilaku dalam pembelajaran matematika melalui STEM-PjBL di SMP Negeri 2 Banda Aceh. Pendekatan dan jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian ini adalah lima siswa yang dipilih dari 22 siswa di kelas VII-3 SMP Negeri 2 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi keterlibatan perilaku siswa. Keterlibatan perilaku siswa yang diukur dalam penelitian ini yaitu keterlibatan dalam mengamati permasalahan yang diberikan, mencatat hal-hal penting yang diperoleh, mendengarkan penjelasan guru, membawa bahan bacaan yang relevan serta membacanya, dan mencoba melakukan eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa terlibat secara perilaku dalam pembelajaran matematika dengan STEM-PjBL. Hal ini terlihat dari siswa yang memenuhi empat dari lima indikator keterlibatan perilaku. Siswa aktif mengamati permasalahan dan mendengarkan penjelasan dari guru ketika guru memberikan permasalahan dan meminta siswa untuk mengamati permasalahan tersebut. Siswa juga aktif membaca bahan bacaan agar dapat melakukan eksperimen yang diberikan. Kata Kunci:     Keterlibatan siswa, Keterlibatan perilaku, STEM-PjBL
Kemampuan Siswa Menyatakan Ide Matematika dalam Bentuk Ilustrasi melalui Model Discovery Learning di SMP Negeri 6 Banda Aceh Komsiatun Hs; Cut Morina Zubainur; Usman Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa dalam menyatakan ide matematika dalam bentuk ilustrasi melalui model discovery learning di SMP Negeri 6 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dijalankan secara bersama-sama. Sampel dalam penelitian ini yaitu 6 siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 6 Banda Aceh yang dipilih secara acak dari 30 siswa. Data diperoleh dari hasil tes kemampuan komunikasi matematis dan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yaitu membandingkan data kuantitatif yaitu hasil tes dengan wawancara yaitu kemampuan siswa dalam menyampaikan ide matematika dalam bentuk ilustrasi. Berdasarkan hasil penelitian ini didapat bahwa kemampuan menyatakan ide matematika dalam bentuk ilustrasi melalui model discovery learning berkembang secara bervariasi. Pada pertemuan pertama sebagian besar siswa yaitu 5 dari 6 sudah memenuhi kemampuan menyatakan ide matematika dalam bentuk ilustrasi, sedangkan pada pertemuan kedua terjadi penurunan yaitu 4 dari 6 siswa, namun pada pertemuan ketiga terjadi perkembangan yaitu semua siswa sudah kemampuan menyatakan ide matematika dalam bentuk ilutrasi. Implikasi penelitian ini guru perlu memperluas penerapan model Discovery Learning untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis selain menyatakan ide matematika dalam bentuk ilustrasi, misalnya menjelaskan ide matematika secara lisan dan tulisan dengan kata-kata, benda nyata, gambar, grafik, dan aljabar, dan juga kemampuan membuat model situasi matematika dengan menggunakan tulisan dan aljabar. Kata Kunci:     Menyatakan ide matematika, Ilustrasi matematika, Discovery learning.
Co-Authors Abda Abda Adek Elfera Chandrawati, Adek Elfera Ajimah, Nur Aklimawati Aklimawati Aklimawati Aklimawati, Aklimawati Akmal, Nurul Akrom, Akrom Almukarramah, A Almukarramah, Almukarramah Andalia, Nurlena Anizar Ahmad Anizar Ahmad Anizar Ahmad Anwar Anwar Anwar Anwar Arhamni Hamid Arsaythamby Veloo Aulia Putri Miranda Aulia, Dinda Azwar, Edi B. I. Ansari Bahrun Bahrun Bahrun Bahrun Bambang, R.M Bintang Zaura Bor-Chen Kuo Cut Khairunnisa Cut Khairunnisak Cut Rina Rossalina Dazrullisa Dazrullisa Decy Dhayanti Desi Ariani Dhayanti, Decy Dina Ariani Dinda Aulia Dinda Aulia Dwi Fadhiliani Edi Azwar Elizar Elizar Erna Isfayani Fakhrul Jamal Febri Iswoni Pratama Firmansyah, Juli Fittriyanti, Fittriyanti Hadi, Mirsal Hajidin Hajidin, Hajidin Hannah-Charis O. Walker Herdiana, Yuni Hilda Restina Husna Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ibrahim Ikhsan, M. Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jamaluddin Jamaluddin Jannatul Alyana Johan Yunus Juanda BJ Juli Firmansyah Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi khairul Umam Komsiatun Hs Lismarita Liza Indriyani M Ikhsan M. Duskri M. Hasbi M. Ikhsan M.Ikhsan M.Ikhsan, M.Ikhsan Mailis Triana Manovri Yeni Mardhiati Mardhiati Maria Ulfa Marwan Abu Bakar Marwan Marwan Maulinda Maulinda Mohd Isha Awang Mohd Isha Awang Muhamad Saleh Muhammad Iqaf Ishaq Muhammad Nurihsan Akbar Muhammad Ridhwan Muhammad Ridhwan Muhammad Subianto Mukhlis Hidayat Mulinda Mulinda Muslem Daud Musriadi Nanda Rahmatul Wahidah Nanda Rahmatulwahidah Nazaruddin, Said Novianti Novianti Nurlita Nurlita Nurlita, Nurlita Nurul Akmal Nurul Aufa Nurul Ayuni Nurul Rahmah Putri Adi Lestari Rafsanjani, Aiza Rahmah Johar Rahmah Johar Rahmah Johar Rahmah Johar Rahmah Johar Rahmat Rahmat Rahmazatullaili Rahmazatullaili Rahmi Hayati Raudhatul Jannah Raudhatul Jannah Restina, Hilda Rifaatul Mahmuzah Rika Aulia Nanda Rika Siviani Riva Widyastuty Roslina Roslina, Roslina Rubiah Ruhmi, Zuhra Said Munzir Said Munzir Saiman Saiman Saiman Saiman Samsuar, Samsuar Sarniyati Yusmanita Septiya Wulandari Sera Delta Tanjung Siska Adilla Siti Humaira Siti Sara Sofia Ningsih sufi, Ibrahim Suhartati Suhartati Suhartati Suhartati Suryawati Suryawati Syahjuzar Syahjuzar Syahjuzar Syahjuzar Taufik Fuadi Abidin Triana, Mailis Tuti Zubaidah Usman Agani Usman Usman Usman, Bukhari Venizuwella Venizuwella Vera Maulida Wahidah, Nanda Rahmatul Wulandari Wulandari Yeni Listiana Yuhasriati, Yuhasriati Yulia Yulia Yulinar Safitri Yuni Herdiana Yusmanita, Sarniyati Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Yusrizal Zuhra Ruhmi Zuhrawati Puteh